Yogyakarta - Sekjen DPP PDIP Pramono Anung desakan terhadap Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani untuk non aktif adalah imbauan moral. Tujuannya adalah bila keduanya diperiksa tidak ada beban psikologis bagi anggota Pansus Century.
Hal itu dikatakan Pramono seusai membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Balai Shinta Gedung Wanitatama di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2009).
"Yang esensi adalah moral agar persoalan kasus Century betul-betul bisa digali
lebih dalam tanpa ada beban psikologis bagi anggota pansus karena jabatan, siapapun yang diperiksa pansus," katanya.
Dia mengatakan imbauan nonaktif terhadap Boediono dan Sri Mulyani itu sebenarnya adalah imbauan yang ditujukan tidak hanya kepada presiden saja tapi juga
kepada yang bersangkutan. Tujuannya agar saat diperiksa pansus seyogyanya tidak dalam jabatan yang ada.
Namun kalau SBY menolak hal itu adalah kewenangan presiden. Sebenarnya dalam kasus ini adalah imbauan bukan keputusan. Kalau SBY menolak itu adalah kewenangan presiden dan tidak diatur UUD dan UU yang mengatur pemberhentian seorang wapres maupun menteri.
Ini imbauan moral, karena imbauan terserah presiden mau menjalankan atau tidak. Kalau keputusan itu bersifat mengikat. Sanksinya masyarakat ingin menangkap persoalan ini.
"Kita fokus pada tanggungjawab siapa pengambil keputusan bailout
dilakukan, pengambilan keputusan sudah benar, apakah memang betul dampaknya sistemis dan apa semua prosedur ada dasar hukumnya," katanya.
Dalam kasus Sri Mulyani dan Boediono kata Pramono, semua pihak bisa mengambil pelajaran kasus Susno Duadji dan jaksa Rintonga. Pada saat keduanya diperiksa oleh Tim 8, keduanya mengundurkan diri.
"Jadi bukan hal baru dalam konteks ini. Meski ini hal yang tidak ada aturan mainnya tapi pernah dilakukan dan pernah terjadi di masyarakat," ungkap Pram panggilan akrabnya.
Dia juga menyatakan tidak setuju dengan adanya anggapan bila kasus Century itu karena ada kepentingan dari Partai Golkar. Sebab kepetusan itu diambul bersama-sama oleh semua fraksi di DPR. Meski PDIP tidak menjadi inisiator, tapi PDIP menyepakati yang jadi pembahasan di pansus.
"Kalau ada anggapan jadi kepentingan Golkar, itu tidak benarlah. PDIP tak mau jadi pendorong atau stempel kepentingan Golkar. Yang paling utama atau esensi kasus ini adalah apa yang jadi kesalahan dalam kebijakan Century itu bisa diketahui publik dan yang salah harus bertanggung jawab," katanya.
Dia menegaskan siapapun yang terperiksa atau jadi saksi, maka supaya pansus bisa berjalan baik dalam menggali data, maka yang bersangkutan non aktif dulu. Ini juga sikap fraksi PDIP," pungkas dia.
Sabtu, 19 Desember 2009
Prof. Dr. Ir. H. Soekotjo, M.Sc Penerima Anugerah Hamengku Buwono IX,
TEKNIK SILVIKULTUR INTENSIF
“Mewujudkan hutan yang sehat, prospektif dan lestari, sehingga hutan berfungsi optimal”
Tujuan dari judul tersebut adalah : untuk mencukupi kebutuhan manusia berupa materi, lingkungan yang sehat dan sarana untuk menciptakan wirausaha baru, menyerap tenaga kerja dan sarana untuk melakukan program link and match dalam bidang ilmu pengetahuan alam (natural sciences) dan sumberdaya alam (natural resources).
Karena hutan sangat strategis yang dapat ditunjukkan dari peran hutan, bagaimana menangani isu lingkungan seperti
1. Isu perubahan iklim. Isu ini telah menguras tenaga dan dana untuk mengatasinya. Sejak minggu yang lalu telah diselenggarakan pertemuan beberapa negara di KOPENHAGEN, Denmark untuk mengurangi emisi senyawa yang dapat meningkatkan panas bumi. Hasil dari pertemuan tersebut belum mampu pemecahkan persoalan pokok. Inti yang perlu disepakati adalah mengurangi emesi dari pabrik, alat transportasi perkantoran plus rumah tangga sampai level tertentu pada kurun waktu tertentu, disepakati. Disamping itu di negara yang sedang berkembang upaya untuk merehab hutan rusak bisa dibantu pendanaannya
2. Isu energi yang diperkirakan puluhan tahun lagi fosil fuel akan habis, secara nasonal dan global tidak kalah ributnya dibanding dengan isu pemanasan global. Sementara itu dalam Konggres Kehutanan Dunia yang diselenggarakan di Buenos Aires, Argentina 19 - 23 Oktober 2009 telah membuktikan enersi yang berasal dari kayu bentuk cair yang disebut bio-disel .Emesi CO 2 sangat rendah, teknologi pembuatannya sangat sederhana, lestari sepanjang hutannya juga lestari merupakan alternatif terbaik masa depan.. Sementara itu hutan Indonesia rusak cukup parah
3. Isu menemukan obat beberapa penyakit yang muncul belakangan (penyakit modern HIVdan lainnya) yang obatnya belum diketahui. Ternyata banyak tumbuhan yang memiliki zatbioaktif yang cukup baik, contoh Calanolid –A yang dihasilkan oleh Calophyllum lanigerum yang tumbuh juga di Indonesia, dewasa ini. Karena pentingnya zatbioaktif Prof.Dr. Subagus dari Fakultas Farmasi dalam pidato pengkuhan Guru Besar mengambil topic : eksplorasi bahan alami Indonesia dalam upaya menciptakan masyarakat sehat
4. Isu nasional, disarikan dari debat calon presiden yang baru lalu tentang mengatasi kemiskinan, menyerap tenaga kerja, program link and match, menciptakan wirausaha baru, program magang. Pada waktu debat karena waktunya terbatas sehingga umumnya tinjauannya hanya normatif. Mengembalikan hutan-ku menjadi sehat, prospektif dan lestari selama rehab sudah banyak menyerap tenaga kerja, setelah hutan pulih tenaga yang diserap lebih banyak lagi karena industri kembali hidup, proses rehab lebih besar karena dana mulai terkumpul. Wirausaha baru tumbuh di samping usaha lama. Pada saat industri hidup, fihak ketiga yang melayani transportasi (ratusan truk pengangkut kayu, transportasi pedagang dan personnel pabrik dan institusi lain), toko dan pasar disekitar industri. Dengan cara mengembalikan hutan-ku menjadi sehat, prospektif dan lestari bisa merupakan salah satu solusi.
Sampailah saya berbicara tentang peran UGM secara utuh tidak hanya untuk meningkatkan produksi kayu, tetapi juga mampu untuk meningkatkan produk lain selain kayu dan kertas. Produk yang dirintisnya harus yang strategis misalnya bio-methanol, zat bioaktif dan produk kimia lain (parfume dan lainnya) serta jasa lingkungan. Produk-produk baru tersebut belum pernah dirintis di Indonesia, tetapi kecenderungan global telah menuju ke produk-produk baru tersebut sangat kuat. Berdasarkan potensi tenaga peneliti yang tersedia di UGM, keyakinan bahwa UGM mampu mewujudkan produk baru sangat nyata bila diberi kepercayaan untuk itu.
Sementara itu sejak Tahun 1995 kondisi hutan Indonesia rusak parah sehingga dua hal yang harus dihadapi oleh UGM sekaligus. Pertama mengembalikan kondisi hutan yang sudah rusak menjadi hutan yang sehat, prospektif dan lestari, sehingga busines kehutanan menjadi optimal. Kedua menggali peluang busines baru di bidang kehutanan misalnya biomethanol, biorefinery, zatbioaktif bagi penyakit baru yang obatnya masih langka, mencari minyak atseri termasuk parfume yang mampu diproduksi, dan produk lainnya di samping upaya meningkatkan jasa lingkungan.
Kedua masalah tersebut sangat menguntungkan secara busines di samping menyerap tenaga dan mengurangi kemiskinan. Keuntungan lain adalah peluang untuk menciptakan wirausaha muda dibidang kehutanan, sumberdaya alamdan ilmu pengetahuan alam. Di samping itu memungkinkan terciptanya link and match dalam bidang-bidang natural sciences dan Natural resources. Kedua kelompok ilmu tersebut termasuk kelompok art and science seperti mengajar renang bagaimana pun canggihnya pelajaran bila mahasiswa tidak dimasukan ke dalam kolam mereka tidak mungkin dapat berenang. Dengan demikian, akan memungkinkan menciptakan laboratorium lapangan yang belum pernah dirintis di Indonesia. Kedepan laboratorium lapangan memang merupakan prasyarat yang merupakan daya tarik bagi mahasiswa dan lulusan yang ingin berusaha dibidang sumberdaya alam dan ilmu pengetahuan alam.
Sementara itu beberapa fakultas di lingkungan UGM akan mampu mencarikan solusi masalah pertama yang dewasa ini belum bisa diselesaikan. Mengembalikan hutan Indonesia yang telah rusak menjadi hutan yang sehat, prospektif dan lestari merupakan keharusan. Persoalannya adalah bagaimana agar dalam proses mengembalikan kondisi hutan menjadi hutan yang optimal bisa menguntungkan, bukan hanya investasi?
Keuntungan yang diperoleh adalah selama proses rehabilitasi adalah (1) banyak tenaga yang terserap bekerja untuk merehab hutan, (2) setelah tanaman berumur 3 tahun tanaman ini mampu berfungsi untuk pengurangan pemanasan global sehingga rehabilitasi ini akan memperolih kompensasi. Di samping itu banyak ahli yang memperolih latihan langsung dilapangan, dan munculnya wirausaha kehutanan, sumberdaya alam dan ilmupengetahuan alam baru. Setelah panen, hasil panen merupakan penghara industri, sehingga tumbuh industri yang jumlahnya minimal seperti kondisi Tahun 1990. Industri ini akan menyerap tenaga yang bekerja di industri, pemerintah memperoleh pajak-pajak baik dari industri maupun kegatan di hutan. Pinjaman untuk merehab hutan mulai dapat dikembalikan. Dana reboisasi yang baru tersedia dalam jumlah yang memadai tidak harus pinjam lagi. Dana reboisasi yang baru perlu ada aturan baru agar tidak kacau seperti yang pernah terjadi. Masyarakat mendapat peluang
kerja pada sektor transportasi kayu, barang kebutuhan sehari-hari, toko dan pasar tumbuh kembali minimal seperti Tahun 1990, tenaga yang bekerja di hutan dengan teknik SILIN jauh lebih banyak dan bervariasi.
Bio-energy implikasinya bagi perubahan iklim sangat bagus bila dibandingkan dengan fosil-fuel. Karena kebutuhan cukup besar salah satu kelemahan adalah kebutuhan biomas untuk penghara pabrik. Disadari bahwa sisa-sisa kayu di bekas tebangan yang tidak digunakan untuk bahan memproduksi bio-fuel masih sangat kurang, sehingga memerlukan areal untuk menambah biomas. Tetapi karena teknik SILIN menghemat lahan sangat besar, sehingga implikasi pada land use tidak berarti.Masalah ini memerlukan kajian khusus.
“Mewujudkan hutan yang sehat, prospektif dan lestari, sehingga hutan berfungsi optimal”
Tujuan dari judul tersebut adalah : untuk mencukupi kebutuhan manusia berupa materi, lingkungan yang sehat dan sarana untuk menciptakan wirausaha baru, menyerap tenaga kerja dan sarana untuk melakukan program link and match dalam bidang ilmu pengetahuan alam (natural sciences) dan sumberdaya alam (natural resources).
Karena hutan sangat strategis yang dapat ditunjukkan dari peran hutan, bagaimana menangani isu lingkungan seperti
1. Isu perubahan iklim. Isu ini telah menguras tenaga dan dana untuk mengatasinya. Sejak minggu yang lalu telah diselenggarakan pertemuan beberapa negara di KOPENHAGEN, Denmark untuk mengurangi emisi senyawa yang dapat meningkatkan panas bumi. Hasil dari pertemuan tersebut belum mampu pemecahkan persoalan pokok. Inti yang perlu disepakati adalah mengurangi emesi dari pabrik, alat transportasi perkantoran plus rumah tangga sampai level tertentu pada kurun waktu tertentu, disepakati. Disamping itu di negara yang sedang berkembang upaya untuk merehab hutan rusak bisa dibantu pendanaannya
2. Isu energi yang diperkirakan puluhan tahun lagi fosil fuel akan habis, secara nasonal dan global tidak kalah ributnya dibanding dengan isu pemanasan global. Sementara itu dalam Konggres Kehutanan Dunia yang diselenggarakan di Buenos Aires, Argentina 19 - 23 Oktober 2009 telah membuktikan enersi yang berasal dari kayu bentuk cair yang disebut bio-disel .Emesi CO 2 sangat rendah, teknologi pembuatannya sangat sederhana, lestari sepanjang hutannya juga lestari merupakan alternatif terbaik masa depan.. Sementara itu hutan Indonesia rusak cukup parah
3. Isu menemukan obat beberapa penyakit yang muncul belakangan (penyakit modern HIVdan lainnya) yang obatnya belum diketahui. Ternyata banyak tumbuhan yang memiliki zatbioaktif yang cukup baik, contoh Calanolid –A yang dihasilkan oleh Calophyllum lanigerum yang tumbuh juga di Indonesia, dewasa ini. Karena pentingnya zatbioaktif Prof.Dr. Subagus dari Fakultas Farmasi dalam pidato pengkuhan Guru Besar mengambil topic : eksplorasi bahan alami Indonesia dalam upaya menciptakan masyarakat sehat
4. Isu nasional, disarikan dari debat calon presiden yang baru lalu tentang mengatasi kemiskinan, menyerap tenaga kerja, program link and match, menciptakan wirausaha baru, program magang. Pada waktu debat karena waktunya terbatas sehingga umumnya tinjauannya hanya normatif. Mengembalikan hutan-ku menjadi sehat, prospektif dan lestari selama rehab sudah banyak menyerap tenaga kerja, setelah hutan pulih tenaga yang diserap lebih banyak lagi karena industri kembali hidup, proses rehab lebih besar karena dana mulai terkumpul. Wirausaha baru tumbuh di samping usaha lama. Pada saat industri hidup, fihak ketiga yang melayani transportasi (ratusan truk pengangkut kayu, transportasi pedagang dan personnel pabrik dan institusi lain), toko dan pasar disekitar industri. Dengan cara mengembalikan hutan-ku menjadi sehat, prospektif dan lestari bisa merupakan salah satu solusi.
Sampailah saya berbicara tentang peran UGM secara utuh tidak hanya untuk meningkatkan produksi kayu, tetapi juga mampu untuk meningkatkan produk lain selain kayu dan kertas. Produk yang dirintisnya harus yang strategis misalnya bio-methanol, zat bioaktif dan produk kimia lain (parfume dan lainnya) serta jasa lingkungan. Produk-produk baru tersebut belum pernah dirintis di Indonesia, tetapi kecenderungan global telah menuju ke produk-produk baru tersebut sangat kuat. Berdasarkan potensi tenaga peneliti yang tersedia di UGM, keyakinan bahwa UGM mampu mewujudkan produk baru sangat nyata bila diberi kepercayaan untuk itu.
Sementara itu sejak Tahun 1995 kondisi hutan Indonesia rusak parah sehingga dua hal yang harus dihadapi oleh UGM sekaligus. Pertama mengembalikan kondisi hutan yang sudah rusak menjadi hutan yang sehat, prospektif dan lestari, sehingga busines kehutanan menjadi optimal. Kedua menggali peluang busines baru di bidang kehutanan misalnya biomethanol, biorefinery, zatbioaktif bagi penyakit baru yang obatnya masih langka, mencari minyak atseri termasuk parfume yang mampu diproduksi, dan produk lainnya di samping upaya meningkatkan jasa lingkungan.
Kedua masalah tersebut sangat menguntungkan secara busines di samping menyerap tenaga dan mengurangi kemiskinan. Keuntungan lain adalah peluang untuk menciptakan wirausaha muda dibidang kehutanan, sumberdaya alamdan ilmu pengetahuan alam. Di samping itu memungkinkan terciptanya link and match dalam bidang-bidang natural sciences dan Natural resources. Kedua kelompok ilmu tersebut termasuk kelompok art and science seperti mengajar renang bagaimana pun canggihnya pelajaran bila mahasiswa tidak dimasukan ke dalam kolam mereka tidak mungkin dapat berenang. Dengan demikian, akan memungkinkan menciptakan laboratorium lapangan yang belum pernah dirintis di Indonesia. Kedepan laboratorium lapangan memang merupakan prasyarat yang merupakan daya tarik bagi mahasiswa dan lulusan yang ingin berusaha dibidang sumberdaya alam dan ilmu pengetahuan alam.
Sementara itu beberapa fakultas di lingkungan UGM akan mampu mencarikan solusi masalah pertama yang dewasa ini belum bisa diselesaikan. Mengembalikan hutan Indonesia yang telah rusak menjadi hutan yang sehat, prospektif dan lestari merupakan keharusan. Persoalannya adalah bagaimana agar dalam proses mengembalikan kondisi hutan menjadi hutan yang optimal bisa menguntungkan, bukan hanya investasi?
Keuntungan yang diperoleh adalah selama proses rehabilitasi adalah (1) banyak tenaga yang terserap bekerja untuk merehab hutan, (2) setelah tanaman berumur 3 tahun tanaman ini mampu berfungsi untuk pengurangan pemanasan global sehingga rehabilitasi ini akan memperolih kompensasi. Di samping itu banyak ahli yang memperolih latihan langsung dilapangan, dan munculnya wirausaha kehutanan, sumberdaya alam dan ilmupengetahuan alam baru. Setelah panen, hasil panen merupakan penghara industri, sehingga tumbuh industri yang jumlahnya minimal seperti kondisi Tahun 1990. Industri ini akan menyerap tenaga yang bekerja di industri, pemerintah memperoleh pajak-pajak baik dari industri maupun kegatan di hutan. Pinjaman untuk merehab hutan mulai dapat dikembalikan. Dana reboisasi yang baru tersedia dalam jumlah yang memadai tidak harus pinjam lagi. Dana reboisasi yang baru perlu ada aturan baru agar tidak kacau seperti yang pernah terjadi. Masyarakat mendapat peluang
kerja pada sektor transportasi kayu, barang kebutuhan sehari-hari, toko dan pasar tumbuh kembali minimal seperti Tahun 1990, tenaga yang bekerja di hutan dengan teknik SILIN jauh lebih banyak dan bervariasi.
Bio-energy implikasinya bagi perubahan iklim sangat bagus bila dibandingkan dengan fosil-fuel. Karena kebutuhan cukup besar salah satu kelemahan adalah kebutuhan biomas untuk penghara pabrik. Disadari bahwa sisa-sisa kayu di bekas tebangan yang tidak digunakan untuk bahan memproduksi bio-fuel masih sangat kurang, sehingga memerlukan areal untuk menambah biomas. Tetapi karena teknik SILIN menghemat lahan sangat besar, sehingga implikasi pada land use tidak berarti.Masalah ini memerlukan kajian khusus.
Jumat, 18 Desember 2009
Amien : Dua Bisul Presiden Harus Dipecah
Yogyakarta - Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais menghargai penolakan Presiden SBY untuk menolak imbauan pansus agar Boediono dan Sri Mulyani non aktif. Namun menurut dia secara moral keduanya lebih baik non aktif lebih dulu.
Hal itu diungkapkan oleh Amien Rais seusai menghadiri peringatan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke 60 di Graha Sabha Pramana (GSP) di Bulaksumur, Yogyakarta, Sabtu (19/12/2009).
"Penolakan Presiden SBY untuk tidak menonaktifkan itu ada dasarnya. Itu harus kita hargai dan harus jadi rujukan penting," ungkap Amien.
Namun Amien mempunyai pendapat lain. Penyelesaian kasus Century tidak bisa hanya berdasarkan undang-undang dan hukum saja. Amien kemudian mengutip sebuah pernyataan, 'there is no law without moral, there is no moral without relegion.
"Jadi saya kira imbauan pansus itu lebih pada moral. Moral itu lebih tinggi daripada hukum," kata Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM itu.
Amien menegaskan sebaiknya Boediono dan Sri Mulyani itu non aktif lebih dulu. Setelah ada proses hukum dan terbukti tidak bersalah, kemudian bisa kembali ke jabatan semula.
"Ini pendapat saya. Ini masuk akal bila non aktif dulu. Harus dingat di atas hukum masih ada moral. Tidak ada moral tanpa dasar agama," katanya.
Amien menilai dalam pemerintahan SBY itu ibarat ada dua bisul besar, yang bila terus didiamkan akan semakin membesar. Namun bila bisul itu dipecah perlahan-lahan, nanti demam di pemerintahan akan mereda dan dingin kembali.
"Saya yakin itu, tapi ini dilemanya sehingga perhitungannya harus tepat. Maaf, dua bisul ini harus dipelotot (dipecah-red) secara transparan, elegan," katanya.
Dia berharap kasus Century jadi terbuka. Yang perlu dihukum mendapat hukuman yang wajar. Yang perlu rehabilitasi, nama baiknya dikembalikan dan roda pemerintahan berjalan lagi.
"Namun bila tuntutan dari pansus yang diamini publik itu tidak dikerjakan pemerintahan kita, maka saya khawatir pemerintahan kita semakin hari semakin chaos dan kehilangan keabsahannya," pungkas dia.
Hal itu diungkapkan oleh Amien Rais seusai menghadiri peringatan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke 60 di Graha Sabha Pramana (GSP) di Bulaksumur, Yogyakarta, Sabtu (19/12/2009).
"Penolakan Presiden SBY untuk tidak menonaktifkan itu ada dasarnya. Itu harus kita hargai dan harus jadi rujukan penting," ungkap Amien.
Namun Amien mempunyai pendapat lain. Penyelesaian kasus Century tidak bisa hanya berdasarkan undang-undang dan hukum saja. Amien kemudian mengutip sebuah pernyataan, 'there is no law without moral, there is no moral without relegion.
"Jadi saya kira imbauan pansus itu lebih pada moral. Moral itu lebih tinggi daripada hukum," kata Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM itu.
Amien menegaskan sebaiknya Boediono dan Sri Mulyani itu non aktif lebih dulu. Setelah ada proses hukum dan terbukti tidak bersalah, kemudian bisa kembali ke jabatan semula.
"Ini pendapat saya. Ini masuk akal bila non aktif dulu. Harus dingat di atas hukum masih ada moral. Tidak ada moral tanpa dasar agama," katanya.
Amien menilai dalam pemerintahan SBY itu ibarat ada dua bisul besar, yang bila terus didiamkan akan semakin membesar. Namun bila bisul itu dipecah perlahan-lahan, nanti demam di pemerintahan akan mereda dan dingin kembali.
"Saya yakin itu, tapi ini dilemanya sehingga perhitungannya harus tepat. Maaf, dua bisul ini harus dipelotot (dipecah-red) secara transparan, elegan," katanya.
Dia berharap kasus Century jadi terbuka. Yang perlu dihukum mendapat hukuman yang wajar. Yang perlu rehabilitasi, nama baiknya dikembalikan dan roda pemerintahan berjalan lagi.
"Namun bila tuntutan dari pansus yang diamini publik itu tidak dikerjakan pemerintahan kita, maka saya khawatir pemerintahan kita semakin hari semakin chaos dan kehilangan keabsahannya," pungkas dia.
Rabu, 16 Desember 2009
Sudanto, Dokter Rp 2.000
Yogyakarta - Dokter FX Sudanto (67) bagi warga Papua dikenal sebagai dokter Rp 2.000. Pasien hanya membayar biaya sebesar itu. Namun bila pasien tidak punya uang, pasien boleh berobat gratis.
Selama lebih dari 30 tahun karirnya sebagai dokter diabdikan di Papua hingga masa pensiunnya. Meski sudah pensiun sejak tahun 2003, dia masih membuka praktek di rumahnya di distrik Abepura.
"Kalau dibilang capek, ya capek. Tapi ini pengabdian dan masyarakat di sana masih membutuhkan," kata Sudanto kepada wartawan seusai menerima penghargaan Alumni Award atau penghargaan bagi insan UGM berprestasi di Gedung Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur.
Dalam rangka Dies Natalis ke 60 itu UGM memberikan penghargaan kepada 90 orang insan berprestasi. Dokter Sudanto bersama empat orang lainnya sebagai pengabdi di daerah miskin/terpencil.
Meski dirinya sudah pensiun kata Sudanto, setiap hari hampir ada 100 orang warga masyarakat yang datang berobat di rumahnya. Jumlah itu akan bertambah banyak hingga 200-an orang bila sehabis liburan. "Jam praktek biasanya mulai jam 7 pagi hingga sore, tapi kalau masih banyak bisa sampai malam," katanya.
Karirnya sebagai dokter di Papua dimulai sejak tahun 1976 setelah lulus Fakultas Kedokteran Umum (FKU) UGM. Waktu itu kuliahnya masih di kompleks Ngasem, Kraton bukan di Bulaksumur seperti sekarang ini.
Sebagai dokter muda, Sudanto kemudian mendaftarkan diri ikut program Dokter Inpres yang ditempatkan di wilayah Asmat Irian Jaya (Papua). Selama 6 tahun hingga 1982 dia bertugas di Asmat dengan melayani 4 kecamatan terpencil.
"Wilayah benar-benar di pedalaman. Saya tiap hari berjalan kaki keluar masuk hutan dan rawa untuk menjangkau satu desa/kampung ke desa lainnya. Mereka miskin sekali sehingga kalau mau bayar hanya dengan sagu, rempah-rempah atau kayu bakar dari hutan," papar pria kelahiran Karanganyar, Kebumen, Jawa tengah, 5 Desember 1942 itu.
Setelah masa dinas sebagai dokter Inpres, sejak tahun 1982 hingga pensiun tahun 2003, dia bertugas di RSJ Abepura. Di lingkungan Abepura, Jayapura, Provinsi Papua, nama Dokter Sudanto sangat dikenal sekali oleh warga sekitar. "Paling banyak adalah penyakit malaria akut, kemudian infeksi saluran pernafasan, radang, kurang gizi dan lain-lain," kata ayah lima anak itu.
Setelah pensiun, selain membuka praktek di Abepura, Sudanto masih menyempatkan diri mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura hingga sekarang. Dia juga pernah mengajar di program studi Pendidikan Jasmi dan Kesehatan (Penjaskes) FKIP Uncen serta beberapa perguruan tinggi swasta di Jayapura.
Setiap hari dia melayani rata-rata 100 pasien mulai pukul 07.00 -12.00 WIT. Seorang pasien hanya membayar Rp 2.000 sekali berobat. Pasien hanya membayar biaya periksa. Sedang obat-obatan, alat suntik dibeli pasien di apotek yang terletak didekat tempat prakteknya.
"Hanya memeriksa kondisi pasien saja. Banyak pasien yang merasa sudah sembuh setelah diperiksa. Semua obat yang ada adalah obat murah/generik," pungkas suami dari Elisabeth S, perempuan keturunan Ambon-Manado.
Selama lebih dari 30 tahun karirnya sebagai dokter diabdikan di Papua hingga masa pensiunnya. Meski sudah pensiun sejak tahun 2003, dia masih membuka praktek di rumahnya di distrik Abepura.
"Kalau dibilang capek, ya capek. Tapi ini pengabdian dan masyarakat di sana masih membutuhkan," kata Sudanto kepada wartawan seusai menerima penghargaan Alumni Award atau penghargaan bagi insan UGM berprestasi di Gedung Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur.
Dalam rangka Dies Natalis ke 60 itu UGM memberikan penghargaan kepada 90 orang insan berprestasi. Dokter Sudanto bersama empat orang lainnya sebagai pengabdi di daerah miskin/terpencil.
Meski dirinya sudah pensiun kata Sudanto, setiap hari hampir ada 100 orang warga masyarakat yang datang berobat di rumahnya. Jumlah itu akan bertambah banyak hingga 200-an orang bila sehabis liburan. "Jam praktek biasanya mulai jam 7 pagi hingga sore, tapi kalau masih banyak bisa sampai malam," katanya.
Karirnya sebagai dokter di Papua dimulai sejak tahun 1976 setelah lulus Fakultas Kedokteran Umum (FKU) UGM. Waktu itu kuliahnya masih di kompleks Ngasem, Kraton bukan di Bulaksumur seperti sekarang ini.
Sebagai dokter muda, Sudanto kemudian mendaftarkan diri ikut program Dokter Inpres yang ditempatkan di wilayah Asmat Irian Jaya (Papua). Selama 6 tahun hingga 1982 dia bertugas di Asmat dengan melayani 4 kecamatan terpencil.
"Wilayah benar-benar di pedalaman. Saya tiap hari berjalan kaki keluar masuk hutan dan rawa untuk menjangkau satu desa/kampung ke desa lainnya. Mereka miskin sekali sehingga kalau mau bayar hanya dengan sagu, rempah-rempah atau kayu bakar dari hutan," papar pria kelahiran Karanganyar, Kebumen, Jawa tengah, 5 Desember 1942 itu.
Setelah masa dinas sebagai dokter Inpres, sejak tahun 1982 hingga pensiun tahun 2003, dia bertugas di RSJ Abepura. Di lingkungan Abepura, Jayapura, Provinsi Papua, nama Dokter Sudanto sangat dikenal sekali oleh warga sekitar. "Paling banyak adalah penyakit malaria akut, kemudian infeksi saluran pernafasan, radang, kurang gizi dan lain-lain," kata ayah lima anak itu.
Setelah pensiun, selain membuka praktek di Abepura, Sudanto masih menyempatkan diri mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura hingga sekarang. Dia juga pernah mengajar di program studi Pendidikan Jasmi dan Kesehatan (Penjaskes) FKIP Uncen serta beberapa perguruan tinggi swasta di Jayapura.
Setiap hari dia melayani rata-rata 100 pasien mulai pukul 07.00 -12.00 WIT. Seorang pasien hanya membayar Rp 2.000 sekali berobat. Pasien hanya membayar biaya periksa. Sedang obat-obatan, alat suntik dibeli pasien di apotek yang terletak didekat tempat prakteknya.
"Hanya memeriksa kondisi pasien saja. Banyak pasien yang merasa sudah sembuh setelah diperiksa. Semua obat yang ada adalah obat murah/generik," pungkas suami dari Elisabeth S, perempuan keturunan Ambon-Manado.
Panitia Bienalle X - Yogya Sayangkan Insiden Bundaran UGM
Yogyakarta - Panitia Biennale X menyayangkan insiden yang terjadi di Bundaran Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Penahanan dan pemeriksaan surat perizinan bukan terhadap seniman/pekerja seni tapi kepada panitia.
"Kasus yang menimpa karyawan dari seniman pematung Ismanto di Bundaran UGM itu sebagai praktek birokrasi yang tidak humanistis," kata Koordinator Program Bienalle X-Jogja, Kusen Alipah kepada wartawan di sekretariat Taman Budaya Yogyakarta (TBY) di Jl Sriwedani, Yogyakarta, Rabu (16/12/2009).
Dia mengatakan seharusnya pihak UGM tidak memaksa seniman untuk terlibat dalam permasalahan perijinan tersebut, melainkan kepada panitia. "SKK tidak perlu bertindak seperti itu. Ini merupakan kasus ketiga yang terjadi di Kota Yogyakarta setelah beberapa karya seni peserta yang diamankan Satpol PP," katanya.
Menurut Kusen, sesuai dengan petunjuk yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Bundaran UGM merupakan wilayah hukum Pemda Sleman. Sedang pengelolaannya merupakan kewenangan Kimpraswil Kota Yogyakarta.
Dalam kasus ini kata Kusen, pihaknya tidak tahu menahu soal kepemilikan tanah di Bundaran UGM itu. Sebab pada dasarnya, wilayah itu memang wilayah tak bertuan. Pihak Pemkab Sleman maupun Pemerintah Kota Yogyakarta juga tidak bisa memastikan kepemilikan Bundaran UGM.
"Kami hanya berpegangan kepada izin dari Dinas Pariwisata Provinsi. Sampai kejadian ini baru jelas bagi kami, siapa yang memiliki Bundaran UGM itu," katanya.
Meski UGM punya hak penuh terhadap bundaran itu, namun Kusen mengangap sikap Satpam UGM sangat berlebihan. "Meski ada persoalan miss di sini, seharusnya pihak UGM-lah yang menghubungi panitia, bukan menahan seniman. Ini kemudian jadi persoalan arogansi," pungkas dia.
"Kasus yang menimpa karyawan dari seniman pematung Ismanto di Bundaran UGM itu sebagai praktek birokrasi yang tidak humanistis," kata Koordinator Program Bienalle X-Jogja, Kusen Alipah kepada wartawan di sekretariat Taman Budaya Yogyakarta (TBY) di Jl Sriwedani, Yogyakarta, Rabu (16/12/2009).
Dia mengatakan seharusnya pihak UGM tidak memaksa seniman untuk terlibat dalam permasalahan perijinan tersebut, melainkan kepada panitia. "SKK tidak perlu bertindak seperti itu. Ini merupakan kasus ketiga yang terjadi di Kota Yogyakarta setelah beberapa karya seni peserta yang diamankan Satpol PP," katanya.
Menurut Kusen, sesuai dengan petunjuk yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Bundaran UGM merupakan wilayah hukum Pemda Sleman. Sedang pengelolaannya merupakan kewenangan Kimpraswil Kota Yogyakarta.
Dalam kasus ini kata Kusen, pihaknya tidak tahu menahu soal kepemilikan tanah di Bundaran UGM itu. Sebab pada dasarnya, wilayah itu memang wilayah tak bertuan. Pihak Pemkab Sleman maupun Pemerintah Kota Yogyakarta juga tidak bisa memastikan kepemilikan Bundaran UGM.
"Kami hanya berpegangan kepada izin dari Dinas Pariwisata Provinsi. Sampai kejadian ini baru jelas bagi kami, siapa yang memiliki Bundaran UGM itu," katanya.
Meski UGM punya hak penuh terhadap bundaran itu, namun Kusen mengangap sikap Satpam UGM sangat berlebihan. "Meski ada persoalan miss di sini, seharusnya pihak UGM-lah yang menghubungi panitia, bukan menahan seniman. Ini kemudian jadi persoalan arogansi," pungkas dia.
Seniman Bienalle X-Yogya Ditangkap Satpam UGM
Yogyakarta - Gara-gara tidak mengantongi surat izin, dua rang seniman peserta Bienalle X - Yogyakarta diamankan Satuan Keamanan Kampus (SKK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Dua orang pematung itu diamankan saat menyelesaikan karya seninya yang dipasang di Bundaran kampus.
SKK UGM menganggap dua orang yakani Anjar Warsito (27) dan Daroji (21) warga Magelang yang sedang menyelesaikan karya Ismanto itu dianggap mengganggu ketertiban dan tidak memiliki izin tertulis dari UGM. Karya pematung Ismanto berjudul 'Terbelenggu' dari batu andesit Merapi itu dipasang di tengah Bundaran kampus.
Anjar Warsito dan Daroji saat mengecat sejumlah kayu yang menempel pada patung seberat 4 ton itu langsung dibawa menuju pos SKK UGM. Di tempat itu, keduanya diintrogasi selama 2 jam lebih. Mereka ditanyakan mengenai surat-surat izin resmi pemasangan karya itu.
"Waktu itu, saya lagi mengecat, tapi tiba-tiba dua satpam datang dan menanyakan surat ijin. Setelah itu saya dibawa ke pos," kata Anjar.
Anjar mengaku tidak mengetahui masalah perizinan karena hanya karyawan yang disuruh bekerja menyelasaikan karya seniman Ismanto. Hari ini merupakan batas waktu penyelesaiannya.
Sementara secara terpisah itu Kepala SKK UGM Noorhadi Rahardjo mengatakan, pihaknya terpaksa mengamankan seniman tersebut atas perintah Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset (DPPA) UGM, Singgih Hawibowo. "Kami tidak menahan, kami hanya ingin mengajak diskusi seniman itu perihal perijinan. Kami orang lapangan hanya menjalankan tugas dari atasan," kilah Noorhadi.
Dalam keterangan pers, Direktur DPPA UGM Singgih Hawibowo menyatakan, Bundaran secara legal formal telah masuk kampus UGM. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keputusan Badan Pertanahan Kabupaten Sleman.
SKK UGM menganggap dua orang yakani Anjar Warsito (27) dan Daroji (21) warga Magelang yang sedang menyelesaikan karya Ismanto itu dianggap mengganggu ketertiban dan tidak memiliki izin tertulis dari UGM. Karya pematung Ismanto berjudul 'Terbelenggu' dari batu andesit Merapi itu dipasang di tengah Bundaran kampus.
Anjar Warsito dan Daroji saat mengecat sejumlah kayu yang menempel pada patung seberat 4 ton itu langsung dibawa menuju pos SKK UGM. Di tempat itu, keduanya diintrogasi selama 2 jam lebih. Mereka ditanyakan mengenai surat-surat izin resmi pemasangan karya itu.
"Waktu itu, saya lagi mengecat, tapi tiba-tiba dua satpam datang dan menanyakan surat ijin. Setelah itu saya dibawa ke pos," kata Anjar.
Anjar mengaku tidak mengetahui masalah perizinan karena hanya karyawan yang disuruh bekerja menyelasaikan karya seniman Ismanto. Hari ini merupakan batas waktu penyelesaiannya.
Sementara secara terpisah itu Kepala SKK UGM Noorhadi Rahardjo mengatakan, pihaknya terpaksa mengamankan seniman tersebut atas perintah Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset (DPPA) UGM, Singgih Hawibowo. "Kami tidak menahan, kami hanya ingin mengajak diskusi seniman itu perihal perijinan. Kami orang lapangan hanya menjalankan tugas dari atasan," kilah Noorhadi.
Dalam keterangan pers, Direktur DPPA UGM Singgih Hawibowo menyatakan, Bundaran secara legal formal telah masuk kampus UGM. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keputusan Badan Pertanahan Kabupaten Sleman.
Stok Pangan di DIY Aman
Yogyakarta - Menjelang akhir tahun 2009, pasokan dan stok pangan di Provindi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) aman. Kenaikan beberapa harga kebutuhan masih masih dalam batas yang wajar.
Hal itu diungkapkan Pimpinan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Sutikno seusai rapat hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi (TPI) DIY di kantor di Jalan Senopati, Rabu (16/12/2009).
"Secara umum pasokan, stok dan harga kebutuhan pokok hingga pertengahan Desember 2009 relatif mencukupi dengan harga yang masih wajar," katanya.
Menurut dia, kenaikan harga beberapa komoditas yang termasuk dalam kelompok volatile foods seperti beras, daging, bawang putih dan telur ayam ras disebabkan oleh faktor musiman. Sementara itu harga komoditas non volatile foods cenderung bergerak normal mengarah ke stabil.
"Tidak ada kenaikan harga komoditas yang termasuk dalam administered price," ungkap Sutikno.
Dia memprediksikan pada saat liburan natal dan tahun baru 2010 tetap akan terjadi kenaikan harga. Namun kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok itu tidak setinggi pada saat hari lebaran.
"Ada kenaikan tapi tidak setinggi seperti saat lebaran," katanya.
Dia menambahkan stok beras di Bulog saat ini mencapai hampir 20 ribu ton. Jumlah itu diperkirakan akan mampu memenuhi untuk kebutuhan Raskin selama 7 bulan atau hingga Juli 2010. "Bulan Desember ini juga masih ada penyaluran beras raskin," katanya.
Sedang dari sisi produksi kata dia, khusus untuk tanaman padi diperkirakan mengalami musim tanam yang sedikit mundur. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap kebutuhan/stok pangan di daerah.
Khusus untuk pasokan dan stok pupuk pertanian kata Sutikno juga mencukupi hingga bulan Desember 2009. Sebab ada jaminan dari PT Pupuk Sriwidjaja dan PT Petrokimia Gresik yang menjamin ketersediaan pupuk apabila sewaktu-waktu diperlukan, dengan memberikan sejumlah kebijakan khusus.
"Sedang untuk pasokan gas elpiji jug aman karena 4 buah SPPBE di DIY sudah mampu memenuhi kebutuhan di Yogyakarta akan tambahan dari Cilacap bila dibutuhkan," pungkas dia.
Hal itu diungkapkan Pimpinan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Sutikno seusai rapat hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi (TPI) DIY di kantor di Jalan Senopati, Rabu (16/12/2009).
"Secara umum pasokan, stok dan harga kebutuhan pokok hingga pertengahan Desember 2009 relatif mencukupi dengan harga yang masih wajar," katanya.
Menurut dia, kenaikan harga beberapa komoditas yang termasuk dalam kelompok volatile foods seperti beras, daging, bawang putih dan telur ayam ras disebabkan oleh faktor musiman. Sementara itu harga komoditas non volatile foods cenderung bergerak normal mengarah ke stabil.
"Tidak ada kenaikan harga komoditas yang termasuk dalam administered price," ungkap Sutikno.
Dia memprediksikan pada saat liburan natal dan tahun baru 2010 tetap akan terjadi kenaikan harga. Namun kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok itu tidak setinggi pada saat hari lebaran.
"Ada kenaikan tapi tidak setinggi seperti saat lebaran," katanya.
Dia menambahkan stok beras di Bulog saat ini mencapai hampir 20 ribu ton. Jumlah itu diperkirakan akan mampu memenuhi untuk kebutuhan Raskin selama 7 bulan atau hingga Juli 2010. "Bulan Desember ini juga masih ada penyaluran beras raskin," katanya.
Sedang dari sisi produksi kata dia, khusus untuk tanaman padi diperkirakan mengalami musim tanam yang sedikit mundur. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap kebutuhan/stok pangan di daerah.
Khusus untuk pasokan dan stok pupuk pertanian kata Sutikno juga mencukupi hingga bulan Desember 2009. Sebab ada jaminan dari PT Pupuk Sriwidjaja dan PT Petrokimia Gresik yang menjamin ketersediaan pupuk apabila sewaktu-waktu diperlukan, dengan memberikan sejumlah kebijakan khusus.
"Sedang untuk pasokan gas elpiji jug aman karena 4 buah SPPBE di DIY sudah mampu memenuhi kebutuhan di Yogyakarta akan tambahan dari Cilacap bila dibutuhkan," pungkas dia.
Langgan:
Entri (Atom)
