Rabu, 08 Agustus 2007

Digoyang Korupsi, Warga Sleman Gelar Doa Bersama

Yogyakarta, Prihatin adanya gonjang-ganjing kasus korupsi di Kabupaten Sleman. Sekitar seribu warga Sleman yang tergabung Sleman Peduli menggelar doa bersama di lapangan Denggung Sleman. Mereka berdoa dengan tujuan agar iklim di Sleman kembali kondusif, aman dan tenteram.

Doa bersama yang dikemas dalam acara Istighosah Sleman Peduli hari ini, Rabu (8/8/2007) mulai pukul 11.00 WIB itu sebagian besar diikuti oleh perangkat desa yang tergabung dalam Paguyuban perangkat Desa Suryo Ndadari.

Aksi doa bersama itu digelar di sisi barat Lapangan Denggung Beran Sleman. Satu buah pangung ukuran 8 x 4 meter atau 32 meter didirikan menghadap ke timur. Empat buah tenda besar didirikan di samping kanan dan kiri panggung. Di atas tenda dipanggung utama juga terpasang spanduk bertuliskan Sleman Peduli, Ciptakan Sleman yang Sehat, Elok dan Edi, Makmur Merata, Bersih Berbudaya, Aman dan Adil, Damai Dinamis serta Agamis.

Satu jam sebelum doa bersama dimulai, warga mulai berdatangan satu persatu. Sebelum duduk dibawa tenda peserta juga mendapat satu kotak snack berisi makanan berupa kue lemper, roti, jeruk dan air minum.

Ketua Panitia Istighosah yang juga Ketua Suryo Ndadari, HM Mulyadi mengatakan doa bersama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tercapai ketenteraman dan kedamaian masyarakat di Sleman. Dengan demikian aktivitas kegiatan pemerintahan dan pembangunan masyarakaty dapat berlancar. "Kami ingin Sleman kembali aman, tenteram dan damai tanpa ribut-ribut di sana-sini sehingga semua dapat berjalan baik," katanya.

Tidak ada komentar: