Senin, 06 Agustus 2007

Penambang Pasir Merapi Tewas Tertimbun Batu 5 Ton

Yogyakarta, Samirin (35) warga Desa Pakembinangun, Sleman tewas tertimbun pasir saat menambang di Kali Boyong, Senin (6/8/2007). Korban ditemukan tewas seketika akibat tertimpa batu besar yang langsung menutupi lubang penambangan yang ada di tengah sungai.

Salah seorang saksi mata yang juga rekan korban sesama penambang pasir, Wagimin (45) mengatakan sekitar pukul 07.00 WIB, dirinya bersama korban dan dua orang lainnya menambang pasir di sebelah timur Dusun Turgo Desa Hargobinangun Pakem, Kabupaten Sleman. Mereka berempat menggali lubang sedalam 6 meter ditengah Sungai Boyong yang dipenuhi pasir Gunung Merapi.

Sebelum menggali lubang menggunakan cangkul dan linggis kata Wagimin, teman-temannya sudah mengingatkan kepada korban untuk tidak masuk ke lubang. Namun Samirin justru memilih menggali di dekat lubang. Beberapa orang temannya ada yang memilih dibelakang dan disamping lubang yang tidak dalam. Beberapa saat setelah membuat galian, tiba-tiba tebing yang ada diatas korban runtuh dan langsung menimbun korban.

"Saya dan dua teman lain selamat karena berhasil lari ke belakang dan terhindar longsoran. Sedang Samirin justru masuk dan tertimbun batu besar dan pasir," kata dia.

Begitu mengetahui, korban tertimbun para penambang pasir dan warga sekitar langsung melakukan pencarian. Sekitar 1,5 jam setelah dilakukan penggalian, tubuh korban ditemukan tewas akibat tertimpa batu besar setinggi 2 meter dengan berat lebih dari 5 ton. "Punggungnya patah akibat tertimpa batu besar yang ikut longsor," katanya.

Menurut dia, beberapa anggota Polsek Pakem langsung tiba di lokasi kejadian. Karena murni kecelakaan kerja dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan setelah diperiksa oleh petugas kepolisian dan Puskesmas Pakem, korban setelah dievakuasi tidak dilakukan otopsi. Jenazah korban langsung dibawa menuju rumahnya di Dusun Sudirmoro Desa Pakembinangun sekitar 6 km dari lokasi penambangan.

Tidak ada komentar: