Jumat, 17 Agustus 2007

Peringatan Kemerdekaan RI ke-62 di Yogyakarta Diwarnai Demo

Yogyakarta, Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 62 di Kota Yogyakarta di warnai aksi demo. Puluhan peserta aksi dengan aparat kepolisian nyaris bentrok karena massa nekat menuju Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta tempat berlangsung upacara resmi memperingati detik-detik proklamasi 17 Agustus.

Aksi demo yang dilakukan berbagai elemen mahasiswa dan LSM itu rencananya akan dilakukan di Simpang Empat Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati. Namun ketika massa baru sampai di Jl Trikora sekitar 300-an meter dari dari Gedung Agung, aparat sudah menahan dan membubarkannya.

Namun karena massa nekat mendesak akan menuju Gedung Agung, sekitar 100-an aparat Poltabes Yogyakarta menahannya dengan alasan demo tidak berizin. Akibatnya sempat terjadi aksi dorong dan nyaris terjadi bentrok. Massa akhirnya hanya menggelar aksi di tengah jalan Trikora dengan dijaga ketat aparat polisi dan dua ekor anjing pelacak Rotweiler hingga upacara detik-detik Proklamasi di Gedung Agung selesai.

Dalam aksi itu, massa membawa spanduk bertuliskan "Indonesia Belum Merdeka." Sebuah tumpeng besar terbuat dari kertas warna kuning dan hijau ditempatkan depan barisan massa. Dalam orasinya, koordinator aksi, Agus S.Y menyatakan Indonesia belum merdeka karena masih berada dalam belenggu penjajahan neo liberalisme. Dalam aksi itu mereka menuntut pendidikan gratis untuk rakyat, menolak RUU Badan Hukum Pendidikan serta UU penanaman modal.

Setelah melakukan orasi dan membacakan tuntutannya, massa kemudian membubarkan diri. Peserta aksi kemudian kembali ke tempat berkumpul di kantor LBH Yogyakarta di Jl H. Agus Salim yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi. Namun seusai demo, anggota polisi tidak langsung membubarkan diri. Mereka terpaksa masih harus membersihkan sampah tumpeng kertas sisa aksi teatrikal pendemo yang banyak berserakan di jalan Trikora.

Tidak ada komentar: