Selasa, 21 Agustus 2007

Yenny Wahid Tak Yakin Interpelasi Lapindo Bakal Berhasil

Yogyakarta, Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) yang dipimpin oleh Effendi Choirie tetap akan meminta DPR melakukan interpelasi berkaitan dengan kasus Lapindo. Namun bila upaya itu gagal, FKB meminta dilakukan voting secara terbuka.

Hal itu diungkapkan oleh Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yenny Wahid kepada wartawan seusai pertemuan dengan DPW PKB DIY di Rumah Makan Pari-Pari Jl Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo Ngaglik Sleman, Selasa (21/8/2007).

"Soal interpelasi Lapindo, sikap resmi FKB yang baru dilantik Senin malam oleh DPP itu untuk tetap diteruskan," kata dia.

Namun Yenny merasa tidak yakin dan pesimis bila interpelasi Lapindo bakal berhasil. Sebab sampai saat ini ada upaya-upaya pihak tertentu yang ingin membelokkan masalah tersebut dan berakhir dengan kegagalan. Selain itu ada kecenderungan dari fraksi lain untuk menolak atau tidak menginginkan adanya interpelasi. "Kalau kalah, tak ada masalah. Kita minta voting secara terbuka bukan tertutup. Kalau perlu lakukan Walk Out," katanya.

Meski sebagian besar fraksi-fraksi di DPR tidak menginginkan ada interpelasi kata dia, FKB tetap meminta ada interpelasi Lapindo karena hal itu sudah menjadi amanat dari konstituen. Oleh karena itu dia meminta anggota FKB di DPR untuk tidak goyah pendiriannya dan tetap memperjuangkan interpelasi.

"Saya berharap, mereka tidak goyah meski ada lobi-lobi politik. Karena itu tidak ada alasan bagi anggota untuk mencederainya," tegas dia.

Selain masalah interpelasi Lapindo kata dia, FKB pimpinan Effendi Choirie itu juga diminta untuk memperjuangkan masalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Sebab masalah pembangunan PLTN seperti di PLTN Muria di Jepara itu ternyata banyak ditolak rakyat. "Ini juga penting untuk dibahas di DPR. FKB juga perlu menyuarakan masalah ini karena sudah menyangkut kepentingan orang banyak," demikian Yenny.

Tidak ada komentar: