Rabu, 31 Oktober 2007

Keluarga Berharap Galang Pulang dengan Selamat

Sleman - Keluarga alm Dr H Muhammad Masykur Wiratmo, dosen UGM yang juga korban insiden pesawat Garuda 7 Maret 2007, diliputi kesedihan.

Galang Pekerti Utama, buah cinta Masykur dan Siti Aminah, hilang sejak Minggu 28 Oktober malam. Jejaknya tidak diketahui hingga kini.

"Kami berharap Galang pulang dalam keadaan selamat," kata M Jam'an, paman Galang, saat ditemui di rumah keluarga Galang, Perum BKN Jongke X RT 10 RW 25 Sleman, Yogyakarta, Rabu (31/10/2007).

Jam'an menuturkan, pihaknya telah melaporkan kasus hilangnya siswa SMAN 3 Yogyakarta itu kepada Polres Sleman. Dari penelusuran polisi, diketahui telah terjadi penarikan uang dari ATM Galang pada 28 Oktober senilai Rp 300 ribu di Yogyakarta dan terakhir terjadi penarikan Rp 500 ribu di Bandung.

Galang tidak pulang setelah pamit hendak mengembalikan DVD ke sebuah rental pada Minggu 28 Oktober pukul 21.00 WIB. Saat itu Galang mengendarai motor dan membawa dua ponsel.

Pada 29 Oktober, masuk SMS dari ponsel Galang ke ponsel kakaknya yang berisi satu potong kata: tolong. Setelah itu tak ada kontak sama sekali. Posisi sinyal ponsel Galang terakhir terlacak di Bandung.

Ibu Galang, Siti Aminah, tidak bersedia menemui wartawan karena masih bersedih memikirkan buah hatinya.

Alm Masykur dan Siti Aminah memiliki dua anak, yaitu Nurina Hidayati dan Galang. Nurina masih kuliah, sedangkan Galang duduk di kelas 2 (IPS) SMA.

Sejumlah kerabat Siti Aminah hari ini bertamu untuk menanyakan kabar Galang.

Sementara itu, pengasuh SMAN 3 Yogyakarta membenarkan, Galang tidak masuk sekolah sejak Senin 29 Oktober. (

Waspadai Munculnya Puting Beliung di Musim Pancaroba

Yogyakarta, Memasuki musim pancaroba saat ini, warga masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta waspada terjadinya angin puting beliung. Pada musim penghujan tahun ini diperkirakan juga lebih pendek dibanding tahun lalu. Meski demikian intensitas curah hujan tetap tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Data dan Informasi Kantor Badan Meteorologi dan Geofisikan (BMG) Yogyakarta Tyar Prasetyo kepada wartawan, Rabu (31/10/2007).

"Musim pancaroba seperti sekarang ini, curah hujan juga belum tinggi. Tapi yang perlu diwaspadai adalah angin puting beliung yang masih sangat mungkin terjadi," kata dia.

Tyar mengatakan fenomena hujan yang terjadi siang dan sore hari mengakibatkan adanya perubahan tekanan udara yang disebabkan pemanasan juga masih terjadi sehingga ancaman angin kencang sangat mungkin terjadi. Demikian pula potensi angin kencang dan gelombang tinggi di laut selatan Jawa juga perlu diwaspadai. "Gelombang tinggi di atas 3 meter juga bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga nelayan dan warga di pesisir selatan tetap harus waspada," ungkapnya.

Menurut dia, musim penghujan tahun ini diperkirakan lebih pendek dibandingkan tahun lalu. Curah hujan tinggi dan terjadi pergeseran musim penghujan. Musim penghujan yang seharusnya dimulai bulan Septembe atau Oktober, tapi tahun ini baru dimulai pada akhir Oktober hingga November. "Tahun ini curah hujan lebih tinggi sekitar 90 ml/detik dibanding sebelumnya dibawah itu. Musim hujannya juga lebih pendek tapi curah hujannya tinggi," katanya.

Dia mengatakan intensitas curah hujan yang tinggi bisa mengakibatkan terjadinya banjir lokal di wilayah perkotaan maupun di daerah bantaran sungai. Daerah perkotaan yang berpotensi rawan banjir lokal akan terjadi di daerah yang mempunyai banyak selokan dan bangunan beton. Hal itu ndiakibatkan air tidak terserap di dalam tanah namun masuk ke selokan yang sudah tidak mampu menampung luapan air hujan.

"Kota dan Yogya dan sebagian Sleman sangat mungkin terjadi banjir lokal. Hujan dalam waktu singkat atau hanya 2 jam saja bisa mengakibatkan banjir lokal, karena tidak tertampungnya air hujan," katanya.

Selasa, 30 Oktober 2007

Diguyur Hujan Deras Yogyakarta Banjir

Yogyakarta, Hujan deras mengguyur wilayah Yogyakarta. Akibatnya beberapa ruas jalan tergenang air hingga ketinggian 40 cm.
Hujan deras terjadi mulai sekitar pukul 14.30 WIB. Hujan yang terjadi hari ini, Selasa (30/10/2007) merupakan hujan yang kedua diawal musin penghujan ini.

Banjir terjadi diantaranya dikawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Bulaksumur hingga Jl Cik Ditiro, di sekitar Jl Colombo Samirono depan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Jl Kaliurang Km 6 Kentungan dan Jl Laksda Adisucipto sebelah timur Ambarykmo Plaza. Rata-rata ketinggian air mencapai 20 - 40 sentimeter.

Berdasarkan pantauan detikcom, banjir terjadi akibat banyak saluran air yang tersumbat sehingga air meluap ke jalan. Selain kitu, banyak pengendara sepeda motor yang memilih berhenti dan berteduh di sekitar kawasan Kotabaru, Jl Dr Sutomo dan Jembatan Layang Lempuyangan.

Hujan mulai reda sekitar pukul 15.40 WIB, meski hujan rintik-rintik. Sementara itu di kawasan puncak Merapi justru tidak terjadi hujan namun cuaca mendung dan berkabut tebal sehingga Merapi tidak tampak.

Senin, 29 Oktober 2007

Orangtua Berharap Dwi Aryani Segera Pulang

Yogyakarta, Sugito (55) orangtua Dwi Aryani (20) yang diduga hilang karena mengikuti aliran al Quran Suci berharap anaknya secepatnya pulang ke rumah di Yogyakarta. Sugito mengaku kebingungan dan sudah tak punya biaya lagi mencari Ary di kota lain selain Bandung.

"Saya dan keluarga yang lain bingung, mau cari kemana lagi. Sudah dua minggu lebih tidak ada kabarnya lagi," kata Sugito kepad detikcom di rumahnya kampung Blunyah Gede No 202 Rt 11/RW 34 Desa Sinduadi Kecamatan Mlati Sleman, Selasa (30/10/2007).

Sugito mengaku seminggu setelah anaknya pergi, dirinya bersama anggota keluarga yang lain selama 2 hari pergi ke Bandung untuk mencari. Di tempat kerja di Yogya Departemen Store Kepatihan Kota Bandung dan tempat kos juga tidak ditemukan. Dirinya juga sudah melaporkan ke polisi di Bandung. Polisi bersama anggota keluarga lain telah mendatangi beberapa tempat yang diduga tempat Ary mengikuti kelompok pengajian juga sudah tak ada.

"Teman kerja hingga pimpinan karyawan maupun teman dekat dan teman kos tidak ada yang tahu," kata Sugito menahan sedih.

Menurut dia, berdasarkan keterangan Ahmad teman dekat Ary di Bandung kontak terakhir lewat SMS pada hari Jumat 12 Oktober saat akan berangkat pulang ke Yogya menggunakan kereta api. Namun ternyata dia tidak pulang. Setelah itu tidak ada kabar lagi. Sebuah surat yang dikirimkan Ary ke rumah di Blunyah Gede adalah yang mengabarkan dirinya dalam keadaan sehat dan sudah bekerja di Jakarta dengan teman-teman wanita semua dari Jawa.

"Itu surat budheg (tuli-red) yang hanya ngeyem-yemi (menyenangkan) orangtua saja. Surat itu berstempel pos Tangerang. Kami juga belum percaya bisa saja surat itu asal diposkan saja," kata bapak dua anak.

Sugito mengaku sangat sedih dengan hilangnya anak bungsunya itu. Selama hampir 2 tahun bekerja di Bandung dia tidak pernah macam-macam seperti yang dipesan orangtuanya. Namun setelah itu mengikuti kelompok pengajian itu, malah pergi tanpa ada pesan sehingga membuat keluarganya sedih dan bingung.

"Ini cobaan besar bagi kami. Dia itu juga menjadi tumpuan hidup keluarga. Sekarang ini, saya tidak bisa bekerja lagi karena banyak memikirkan nasib Ary," kata Sugito yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan di sekitar Yogyakarta.

Minggu, 28 Oktober 2007

Puluhan Massa Grebeg Pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah

Yogyakarta, Puluhan massa dari berbagai ormas Islam menggrebeg pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah. Penggrebegan sempat diwarnai aksi kekerasan oleh massa. Namun untungnya aparat keamanan dari Polres Sleman berhasil meredam dan mengamankan 6 orang pengikut tersebut.

Para pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah yang digrebeg itu berada di Dusun Bantulan Desa Sidoarum Kecamatan Godean Sleman. Enam pengikut aliran itu adalah Septika Wulandari (21) warga Sidoarum Godean Sleman, Ismuryati (21) warga Sidomulyo Godean, Marwan Andi (20) warga Nogotirto Gamping Sleman, Kurniawan (17) warga Sleman, M Zanuri (17) warga Sidomoyo Godean dan Arbi Setiawan (22) warga Moyudan Sleman.

Sebelum mendatangi kegiatan kelompok Al Qiyadah, puluhan massa menggunakan sepeda motor bergerak dari wilayah Gamping Sleman. Mereka langsung mendatangi rumah yang diduga sering digunakan untuk kegiatan kelompok Al Qiyadah. Massa sempat berteriak-teriak agar kegiatan segera dibubarkan.

Mereka sempat berteriak, Al Qiyadah harus bubar. "Fatwa MUI, Al Qiyadah Al Islamiyah sesat dan haram hukumnya," teraik massa dari luar rumah. Karena tidak mau keluar massa langsung menarik keluar 3 orang laki-laki pengikut aliran itu. Karena emosi, massa sempat melakukan aksi kekerasan terhadap ketiga orang tersebut. Untungnya, polisi berhasil meredam aksi massa, meski antara massa sempat terlihat cekcok mulut.

Ke enam pengikut Al Qiyada itu akhirnya diamankan ke Mapolres Sleman di Jl Magelang KM 9. Di Mapolres Sleman, keenam orang yang semuanya berstatus mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta itu sempat diperiksa petugas. Meski mereka enggan berkomentar lebih banyak, kepada petugas mereka mengaku sudah 7 bulan mengikuti kegiatan Al Qiyadah.

Sabtu, 27 Oktober 2007

Mbah Temu Tewas Gorok Leher Sendiri

Yogyakarta, Mugiyanto alias Mbah Temu (63) warga Dlingo Kabupaten Bantul tewas dengan cara menggorok leher sendiri. Diduga korban tewas akibat stres karena penyakit yang diderita tidak sembuh-sembuh dan memikirkan anaknya yang akan cerai.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di rumah korban saat anak-anaknya maupun tetangga bekerja mencari nafkah. Dia menghembuskan nafas terakhir saat akan dibawa menuju Puskesmas Dlinggo 2 oleh anaknya.

Menurut salah seorang anaknya, Ngatno (30), ayahnya merasa tertekan akibat menderita penyakit dengan kaki membengkak yang sudah lama tak sembuh-sembuh. Apabila digunakan untuk berjalan sering mengeluh merasa ngilu dan sakit. Selain itu, dia juga terlalu memikirkan keluarga Ngatno yang akan bercerai dengan istrinya. Selama ini Temu tinggal bersama Ngatno di Dusun Dlingo 2.

Saat kejadian Ngatno tengah mengerjakan anyaman bambu di depan rumah untuk menjemur tembakau yang sudah mulai panen. Sedang ayahnya berada di dalam rumah tiduran. Sekitar pukul 11.00 WIB dia hendak masuk ke dalam rumah untuk beristirahat sejenak. Namun ketika berada di dekat ruang tamu, dia sudah melihatnya ayah terjatuh dilantai dengan leher mengeluarkan darah cukup banyak.

"Golok juga tergeletak di samping bapak saat jatuh. Golok tersebut biasa digunakan untuk merajang tembakau sebelum dijual," tutur Ngatno.

Setelah itu, dia langsung berteriak meminta bantuan tetangga sekitar. Saat dibawa menuju Puskesmas Dlinggo 2, ayahnya meninggal diperjalanan. Kasus tewasnya Mbah Temu sekarang ini langsung ditangani oleh Polsek Dlingo bersama Polres Bantul.

Sutiyoso Ingin Pendamping RI 2 Seorang Ekonom

Yogyakarta, Mantan Gubernur DKI Sutiyoso terus akan maju dalam pemilihan presiden 2009. Dia menginginkan RI 2 yang bakal mendampinginya adalah seorang ekonom atau mengerti ekonomi untuk memperbaiki kondisi Indonesia.

Hal itu diungkapkan Sutiyoso menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri acara promosi doktor Fadel Muhammad di gedung Sekolah Pasca Sarjana lantai V Universitas Gadjah Mada (UGM) Jl Teknika Utara, Sabtu (27/10/2007).

"Kalau kita ideal memilih pasangan itu yang memang punya keahlian tertentu. Kalau saya, pandangannya dia adalah seorang ekonom. Itu sangat ideal," kata dia.

Namun kata dia, hal itu tidak bisa dicapai kalau tidak menggunakan kereta parpol. Padahal biasanya kalau partai akan digunakan sebagai kendaraan, partai yang bersangkutan pasti menyertakan orang untuk menjadi wapres. "Itu repotnya padahal orang itu bukan seorang ekonom. itu bisa terjadi," katanya.

Mengapa harus seorang ekonom yang akan menjadi pendamping Bang Yos? Menurut dia, supaya bisa konsenstrasi untuk membenahi kondisi ekonomi Indonesia. Sementara dirinya bisa konsentrasi di bidang lain seperti hukum, politik luar dan dalam negeri, masalah pertahanan keamanan dll.

Ditanya kapan dia akan mendapat orang yang mau menjadi pendamping maju dalam pilpres 2009. "Kira-kira akhir tahun 2008 dan awal 2009. Masih jauh dan baru akan kelihatan nanti," ujar dia.

Kalau yang bakal maju jadi pasangan wapres adalah berasal dari seorang mantan gubernur? Dia mengatakan hal itu juga sangat mungkin. Hanya saja harus dilihat gubernur tersebut berasal dari partai mana. "Itu sangat mungkin dan asal partai akan jadi pertimbangan," ungkapnya.

Menurut dia pasangan yang akan maju sebaiknya adalah orang yang mengetahui masalah ekonomi, meski hal itu tidak prinsip. Namun tim ekonomi harus kuat adalah sangat mutlak dilakukan bila akan memperbaiki kondisi Indonesia sekarang ini.

Dia mengatakan sampai sekarang dirinya masih konsen untuk maju meraih kursi RI 1 sehingga belum memikirkan tawaran untuk menjadi RI 2 dari parpol. "Konsentrasi saya masih ke nomor satu. Itu pasti, tapi kan namanya politik kita lihat saja pada akhir permainan bagaimana dan saya sekarang terus melakukan sosialisasi ke daerah-daerah," demikian Sutiyoso.

Kelabuhi Bawahan, Fadel Lulus Ujian Doktor

Yogyakarta, Promovendus Fadel Muhammad berhasil mengelabuhi bawahanya di Provinsi Gorontalo. Hasil penelitiannya yang dilakukan terhadap para pejabat di provinsi itu berhasil mengantarkan sang gubernur lulus ujian promosi doktor dengan predikat cum laude di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Responden yang dijadikan penelitian Fadel adalah para pejabat eselon I dan II di lingkungan Provinsi Gorontalo. Mereka tidak tahu kalau atasannya sedang melakukan penelitian terhadap bawahannya karena meminta bantuan pihak lain agar berjalan baik. Mereka pun menjawab pertanyaan dari kuisioner dengan apa adanya.

Hal itu diungkapkan Fadel saat menjawab pertanyaan penguji Prof Dr Miftah Thoha saat ujian terbuka promosi doktor di gedung Sekolah Pasca Sarjana lantai V Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (27/10/2007).

"Responden saya adalah pejabat eselo I dan II. Tapi mereka tidak tahu, sebab kalau tahu saya sedang melakukan penelitian pasti dijawab 100 persen," kata dia.

Karena saat melakukan penelitian dia dibantu pihak lain atas saran promotor maka penelitian yang dilakukan berjalan lancar tanpa diketahui oleh para bawahan Fadel. Dari 160 kuisioner yang disebar ke sejumlah pejabat hanya 117 yang kembali. "Sisanya tidak kembali. Itu pertanda memang tidak banyak yang tahu kalau saya melakukan penelitian," jawab Fadel sambil tertawa mengingat penelitian yang dilakukannya itu.

Menurut dia sangat lucu bila seorang gubernur atau bupati tidak ada ukuran kinerjanya. Selama menjabat sebagai gubernur dia merasakan hal itu dan mengaku sulit mengukur kinerja secara riil dan dapat dipertanggungjawabkan dari segi keilmuan. Kinerja seorang kepala daerah minimal harus mampu meningkatkan perekonomian daerah dan meningkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan.

"Persepsi dan mindset birokratik Indonesia harus diubah menjadi mindset yang bermental enterpreunership. Tak ada salahnya seorang birokrat itu bermental wirausahaan. Itu sangat dibutuhkan bila daerah ingin maju. Budaya birokratik kita harus diubah dan dibenahi secara besar-besaran, mulai cara berpikir hingga sistem manajemen, sistem keuangan dll. Kita mulai dari daerah dulu," kata Gubernur yang memperoleh suara 81 persen saat pilkada Gorontalo digelar.

Fadel Lulus Dengan Predikat Cum Laude

Yogyakarta, Fadel Muhammad dinyatakan lulus ujian promosi doktor dengan predikat cum laude. Fadel merupakan doktor ke-872 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Mulai hari ini, Sabtu (27/10/2007) Gubernur Gorontalo yang juga anggota Dewan Penasehat Partai Golkar itu sudah berhak menyandang gelar doktor bidang ilmu administras negara.

"Selamat anda sudah lulus ujian dengan predikat cum laude. selamat pula kepada keluarga terutama kepada ibu Ny Hana Hasanah bersama putra-putri. Karena selama 3 tahun lebih ditinggalkan bapak untuk kuliah di UGM," ujar promotor Prof Dr Miftah Thoha MPA saat menyampaikan ucapan selamat mewakili tim penguji di gedung Sekolah Pasca Sarjana lantai V Jl Teknika Utara Yogyakarta.

Oleh karena sudah lulus ujian doktor, Miftah mewakili tim penguji berpesan kepada Fadel sebagai alumni UGM diminta untuk lebih sering menengok kampus almamaternya. "Sering-seringlah menengok kampus ini. Saya juga mengucapkan selamat kepada pemerintah provinsi dan rakyat Gorontalo karena selama 3 tahun ditinggal pemimpinnya sekolah di UGM," katanya.

Menurut Miftah penelitian yang dilakukannya menunjukkan semangat kewirausahaan yang didukung sistem manajemen dan kemampuan manjerial yang baik menjadi faktor penting kemajuan di bidang pemerintahan di daerah. Otonomi dan resentralisasi ke daerah yang dilakukan Provinsi Gorontalo terbukti mampu memberi kemakmuran rakyat.

"Otonomi dan desentralisasi bukan untuk kesejahteraan pejabat tapi untuk kemakmuran rakyat daerah. Peningkatan kemamkuran dan meningkatnya kesehatan dan pendidikan di Gorontalo telah dibuktikan dengan penelitian tersebut," puji guru besar ilmu administrasi negara UGM itu.

Saat dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dan ketika menerima ijazah dari Direktur Sekolah Pasca Sarjana UGM, Prof Dr Irwan Abdillah, wajah Fadel tampak gembira. Diapun langsung mengucapkan syukur alhamdulillah. Sedang para tamu undangan langsung bertepuk tangan. Setelah itu dia menerima ucapan selamat dari tim penguji. Beberapa tamu undangan seperti Gubernur Lemhanas Prof Dr Muladi, Mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah dan beberapa tamu lainnya langsung memberikan ucapan selamat dan foto bersama.

Jumat, 26 Oktober 2007

Fadel Muhammad Ujian Promosi Doktor di UGM

Yogyakarta, Gubernur Gorontalo yang juga anggota Dewan Penasehat Partai Golkar, Fadel Muhammad akan mengikuti ujian terbuka promosi doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia ingin meraih sukses seperti mantan Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tandjung karena waktu mendaftar program S3 di UGM pada tahun yang sama, 2004.

Ujian akan dilakukan hari ini, Sabtu (27/10/2007) di Sekolah Pasca Sarjana UGM di jl Teknika Utara Yogyakarta. Dihadapan tim penguji, Fadel akan menyampaikan disertasi dalam bidang ilmu administrasi negara berjudul "Signifikansi Peran Manajemen Kewirausahaan Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah : Kasus Provinsi Gorontalo."

Selama dua tahun menempuh studi dengan melakukan penelitian atau program doktor by research itu, Fadel dibimbing oleh guru besar ilmu administrasi UGM Prof Dr Miftah Thoha dan didampingi kopromotor, Prof Dr Mardiasmo MBA dan Prof Dr Yeremias T. Keban, MRP. Sidang terbuka dipimpin langsung Kepala Sekolah Pasca Sarjana Prof Dr Irwan Abdullah.

Suasana di gedung Sekolah Pasca Sarjana sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB sudah dipenuhi beberapa tamu undangan. Hadir pula Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita, Gubernur Lemhanas Prof Dr Muladi dan beberapa gubernur, Mantan Gubernur DKI Sutiyoso dan mantan Ketua Umum DPP Parta Golkar Dr Akbar Tandjung. Beberapa karangan bunga dari beberapa pejabat seperti dari Keluarga BJ Habibie, Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Irian Jaya Barat, Wakil Presiden Jusuf Kalla dll. Sedang di pintu masuk ruang sidang terpasang karangan bunga dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono.

Disertasi Fadel merupakan hasil penelitian yang dilakukan di Provinsi Gorontalo. Dia pada tahun 2004 memutuskan kembali ke kampus setelah tiga tahun menjabat sebagai gubernur. Selama menjadi kepala daerah itu, dia mendapatkan pengalaman betapa sulit mengukur kinerja kepala daerah secara riil dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

Polda DIY Akan Panggil Lagi Pilot dan Ko Pilot Garuda

Yogyakarta, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta akan memanggil lagi pilot dan ko pilot Garuda, Marwoto Komar dan Gagam Saman Rohmana. Namun keduanya masih berstatus sebagai saksi dalam kasus jatuhnya pesawat Garuda di Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Hal itu diungkapkan Direktur Reserse dan Kriminal (direskrim) Polda DIY, Kombes Ari Dono kepada wartawan di Mapolda DIY, Ringroad Utara Condongcatur Sleman, Jumat (26/10/2007).

"Sampai hari ini mereka masih saksi dan kita menunggu hasil KNKT untuk meminta keterangan saksi ahli," katanya.

Dia mengatakan penyidik sudah mengirimkan surat pemanggilan lagi terhadap pilot Marwoto Komar dan Ko Pilot Gagam saman Rohmana. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan keduanya akan datang memenuhi panggilan Polda DIY.

"Kita belum tahu kapan mereka datang. Tapi, kita sudah panggil mereka melalui surat resmi," ungkap Ari Dono.

Menurut dia, karena keterangan saksi-saksi sudah ada, maka penyidik akan terus melakukan pemeriksaan untuk melihat siapa yang akan bertanggungjawab dalam kasus jatuhnya pesawat Garuda di Adisucipto bulan Maret 2007 lalu.

"Apakah yang bertanggungjawab itu pilot atau ko pilot atau ada yang lain yang harus bertanggungjawab. Kita lihat nanti. sebab semua sudah ada SOP (standard operation procedure) untuk pilot maupun ko pilot. Dari situ akan kita tindaklanjuti dari keterangan saksi ahli dengan bukti-bukti yang ada," tegas dia.

Ditanya, apakah ada kendala dalam memeriksa pilot dan ko pilot Garuda selama ini. Dia mengatakan tidak ada kendala dan penyidik juga tidak menargetkan kapan waktunya akan selesai. Lamanya pemeriksaan kasus ini karena beberapa saksi ahli dari KNKT sampai sekarang belum ada yang datang menghadiri panggilan penyidik dan menunggu hasil penelitian terhadap black box.

"Tidak ada kendala. Saat ini penyidik hanya menunggu keterangan saksi ahli saja dan hasil pemeriksaan black box saja. Kita tidak pakai estimasi tapi kita ingin segera selesai. Kita sekarang sudah siap memanggil mereka lagi dan surat sudah kita kirimkan," demikian Ari Dono.

Kamis, 25 Oktober 2007

Nilai Ekspor DIY Turun 58,17 Persen

Nilai ekspor berbagai komoditi Provinsi DI Yogyakarta pada periode Januari-Maret 2007 turun 58,17 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2006. Padahal beberapa tahun sebelumnya, nilai ekspor nonmigas DIY terus meningkat.

Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Herry Soetanto saat membuka Jogja Export Expo 2007 di gedung Jogja Expo Center (JEC) Jl Janti Yogyakarta, Kamis (25/10/2007).

Dia menyebutkan nilai ekspor DIY pada Januari - Maret 2007 sebesar USD 0,39 juta, atau turun dibandingkan periode yang sama 2006 yang mencapai USD 0,93 juta. Pada 2004 nilai ekspor non migas DIY sebesar USD 941 ribu, atau meningkat signifikan sebesar 113,39 persen yaitu menjadi USD 2,08 juta pada 2005.

Karena itu, dia meminta pameran ini diharapkan dapat lebih meningkatkan semangat para pengusaha di DIY untuk mempertahankan bahkan meningkatkan nilai ekspor non migas. Selain itu, pameran ini juga diharapkan mampu menampilkan berbagai produk komoditi yang berhasil dikembangkan dari warisan budaya leluhur menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi baru.

Menurut menteri perdagangan, pengembangan produk tersebut tidak terlepas dari sentuhan yang kuat pada seni dan teknologi.
Meskipun demikian, dalam upaya meningkatkan ekspor tetap perlu diperhatikan persyaratan dan peraturan pasar global seperti pemakaian bahan yang ramah lingkungan, memperhatikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) serta proteksi (perlindungan) terhadap warisan budaya dan merek Indonesia sehingga, produk nasional dapat memiliki daya saing tinggi di tengah persaingan global.

Selasa, 23 Oktober 2007

Ribuan Warga Yogya Syawalan Bareng Sultan

Yogyakarta, Ribuan warga Yogyakarta mengikuti syawalan dan open house yang digelar Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur Paku Alam IX di Kepatihan. Sultan didampingi GKR Hemas menerima warga masyarakat yang ingin bersilaturahmi dan mengucapakan selamat hari raya idul fitri.

Open house baru dilaksanakan hari ini, Rabu (24/10/2007) karena Sultan selama dua hari mengikuti rapat koordnasi gubernur se Indonesia di Surabaya. Saat open house digelar, seluruh karyawan PNS di lingkungan kantor gubernur juga turut bersalaman dengan Sultan dan Paku Alam.

Acara open house dimulai pada pukul 09.00 WIB. Sultan HB X didampingi GKR Hemas, Paku Alam IX, Sekda DIY Tri Harjun Ismadji serta pejabat asisten sekda berdiri di depan teras Gedhong Wilis ruang kerja gubernur. Baik Sultan, GKR Hemas, Paku Alam dan pejabat lainnya mengenakan baju batik.

Antrian memanjang di depan pintu masuk Gedhong Wilis hingga 200-an meter. Saking banyaknya warga yang datang, petugas Satpol PP dan protokoler yang mengatur barisan sempat kewalahan. Petugas menerapkan antrean buka tutup sehingga berjalan tertib.

Saat menerima ucapan selamat Sultan sempat berdialog dengan warga. Dia juga menanyakan jumlah cucu kepada seorang ibu yang sudah lanjut usia. "Wayahipun (cucunya) pinten, Bu? Tanya Sultan. Ibu tersebut menjawab 22. Sultan dan GKR Hemas pun langsung tersenyum mendengar penuturan tersebut.

Demikian pula dengan anak-anak kecil yang mengikuti orangtua, Sultan juga sempat bertanya mengenai sekolah dan umur anak tersebut. Ketika menerima rombongan sebuah murid TK di Yogyakarta, Sultan sempat berdialog dengan menanyakan asal TK dan bersama siapa ikut acara open house tersebut.

Setelah mengucapkan selamat, warga kemudian menuju Bangsal Kepatihan untuk menikmati berbagai menu masakan yang disajikan. Berbagai makanan seperti soto ayam, bakmi goreng, lontong kikil, soto dan aneka makanan dan minuman langsung diserbu warga

Truk Vs Tronton, 1 Orang Tewas

Yogyakarta - Truk pengangkut benang menabrak truk tronton di Ringroad Selatan Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Akibatnya 1 orang tewas seketika dan 2 lainnya luka parah.

Kecelakaan lalu-lintas itu tepatnya terjadi di tikungan Ringroad Selatan, Dusun Sumber, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (23/10/2007).

Truk Fuso bernopol D 9209 AD yang mengangkut ratusan benang sutra datang dari arah barat. Saat menikung, sopir truk tujuan Sukoharjo Jawa Tengah itu tak mampu mengendalikan kendaraannya.

Bahkan saking kencangnya, truk melompati pembatas jalan dan masuk ke jalan yang berlawanan arah. Naas, di saat yang sama dari arah berlawanan muncul truk tronton pembawa kontainer.

Kecelakaan pun tak bisa dihindarkan, truk dan tronton itu langsung bertabrakan. Kedua kendaraan besar itu rusak parah. Truk pengangkut benang terbalik dan muatannya tumpah-ruah di jalanan. Sopirnya pun tewas seketika.

Tubuh sopir malang tersebut terjepit bodi truk dan baru bisa dikeluarkan satu jam kemudian. Sementara kernetnya kedua kakinya patah. Dia dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Sedangkan sopir truk tronton hanya mengalami luka-luka. Dia dirawat di RS PKU Bantul. Kernet tronton tidak mengalami luka, namun kondisinya masih shock.

Kecelakaan tersebut membuat lalulintas di sepanjang Ringroad Selatan, mulai dari simpang empat Madukismo Kasihan hingga simpang empat Gamping Sleman, ditutup separuh. Arus lalulintas juga macet karena badan kedua kendaraan melintang di tengah jalan. Bahan bakar minyak solar kedua truk tersebut juga tumpah ke jalanan.

Kasatlantas Polres Bantul AKP Suharno di lokasi kejadian mengatakan, identitas sopir truk pengangkut benang belum diketahui. Di dalam kabin polisi hanya menemukan dompet tanpa identitas berisi uang Rp 10 ribu. Menurutnya, jenazah sopir malang itu sudah dibawa ke RSU Dr Sardjito.

"Kernet truk yang luka patah kaki juga belum diketahui identitasnya karena sempat pingsan. Demikian pula sopir dan kernet truk tronton juga belum diketahui identitasnya," kata dia.

Dugaan sementara, kejadian ini akibat truk pengangkut benang mengalami rem blong. Sehingga saat berada di tikungan kehilangan kontrol. Kemungkinan lainnya sopir truk mengantuk dan kaget saat belok di tikungan.

"Yang paling mungkin rem blong dan terguling, setelah itu tertabrak truk dari arah berlawanan," katanya.

Poltabes Yogyakarta Sita 'Pistol' Pendukung Palestina

Yogyakarta - Demonstran dari Yogyakarta ini sungguh apes. Niatnya bergaya bagai pejuang Palestina gagal total. Polisi menyita 'senjata' yang dibawanya.

Sejumlah aktivis Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Yogyakarta, berunjukrasa di depan DPRD DI Yogyakarta, Jl Maliboro, Selasa (23/10/2007). Mereka menyerukan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina melawan Israel.

Karena itu, tak heran banyak di antara demonstran berdandan ala pejuang palestina. Mereka mengenakan kafiyeh (sorban khas Palestina) di kepala.

Namun salah seorang demonstran ingin tampil beda. Dia tidak mau hanya memakai kafiyeh, tapi juga menenteng senjata mainan airsoft gun jenis DE-M47B1. Senjata mainan ini mirip sekali dengan aslinya, apa lagi dilengkapi dengan magazin berisi beberapa butir peluru plastik.

Rencana pun disusun. Demonstran tersebut berniat beraksi di depan massa di depan Gedung DPRD DIY. Dia akan beraksi bak pejuang Palestina sungguhan dengan menembakan 'senjatanya' berulangkali ke udara.

Namun sayang, rencana demonstran itu gatot alias gagal total. Saat baru beraksi dengan senjata mainan tersebut, seorang petugas intel dari Poltabes Yogya menghampirinya. Tanpa banyak bicara lagi, senjata mainan berbentuk pistol itu langsung disita.

"Diamankan karena berbahaya. Ada pelontar peluru dan kaliber 6 mm itu tidak boleh. Senapan angin saja hanya 4,5 mm," kata polisi yang langsung membawa 'senjata' itu ke Mapoltabes Yogyakarta di Jl Reksobayan, Ngupasan.

Meski demikian, insiden ini tidak mengurangi semangat massa FSLDK lainnya. Mereka tetap melanjutkan aksi mendukung rakyat Palestina hingga pukul 14.30 WIB.

FSLDK menyerukan kepada pemerintah Palestina pimpinan Mahmud Abbas agar membangun dialog dalam menyelesaikan Palestina. Namun hal itu tidak berarti Abbas harus menjadi agen Israel.

Buruh Yogya Tuntut Kenaikan Upah

Yogyakarta - Puluhan buruh yang bergabung Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) menggelar aksi menuntut kenaikan upah. Upah minimum provinsi (UMP) DIY dinilai paling rendah dibandingkan daerah lain.

Aksi para buruh itu digelar di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY di Ringroad Utara Maguwoharjo Sleman, Selasa (23/10/2007).

Koordinator aksi ABY, Tigan Solin dalm orasinya mengatakan, tahun 2007 upah buruh di DIY sangat rendah, yakni sekitar Rp 500 ribu per bulan. Sementara itu kenaikan harga-harga kebutuhan semakin tak terkendali. Akibatnya kesejahteraan buruh tak terpenuhi.

"Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak keluarga buruh yang harus berhutang di sana-sini," katanya.

Tigan mengatakan UMP DIY lebih rendah dibanding kabupaten tetangga, seperti Magelang dan Klaten. Karena itu ABY menuntut upah buruh DIY tahun 2008 dinaikkan menjadi Rp 740 ribu per bulan.

Menurut Tigan, kenaikan upah buruh sudah menjadi keharusan. Tidak ada alasan bagi pemerintah provinsi DIY, wakil dewan pengupahan DIY dan wakil pengusaha untuk tidak menaikkan upah buruh pada tahun 2008 nanti.

"Kami menuntut dewan pengupahan DIY untuk menaikkan upah buruh di DIY hingga Rp 740 ribu. Upah sebesar itu sangat realistis karena kami juga sudah melakukan penghitungan sendiri," katanya.

Aksi para pekerja DIY itu juga dipenuhi poster serta bendera federasi serikat pekerja yang ikut berunjuk rasa. Poster dan spanduk itu antara lain bertuliskan 'Upah DIY Harus Lebih Tinggi dari Klaten, Magelang dan Purworejo', 'Upah Jangan Lebih Rendah dari Jateng', 'Ingat, UMP Yogya Terendah di dunia', serta 'Rp 740 Ribu Adalah Riil bagi Kami'.

Minggu, 21 Oktober 2007

Hari Pertama Masuk kerja, PNS Halal Bi Halal

Yogyakarta, Hari pertama masuk kerja, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejumlah kantor pemerintah di Provinsi DI Yogyakarta
diisi dengan halal bi halal. Belum banyak aktivitas pekerjaan yang dilakukan, namun suasana saling bersalaman dan mengucapkan maaf lebih sering dilakukan.

Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (22/10/2007) suasana halal terlihat di lingkungan kantor Gubernur DIY di Kepatihan dan gedung DPRD DIY di Jl Malioboro sejak masuk kerja pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB. Demikian pula di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Rektor Prof Dr Sudjarwadi MSc bersama wakil rektor juga dilakukan syawalan bersama dengan para PNS di Gedung Pusat UGm dan dekan dan wakil dekan fakultas. Sementara suasana perkuliahan di beberapa fakultas juga belum sepenuhnya berjalan.

Di Kantor Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X belum tampak. Sultan sedang mengikuti rapat koordinasi gubernur se Indonesia di Surabaya. Sedang Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX dan Sekda DIY, Tri Harjun Ismadji sudah berada di ruang kerja masing-masing.

Kepala Bidang Humas Badan Informasi Daerah (BID) Alex Samsuri mengatakan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Wakil Gubernur Paku Alam IX akan melakukan open house bagi warga masyarakat Yogyakarta dan karyawan lingkungan Pemprov DIY pada hari Rabu 24 Oktober mulai pukul 09.00 WIB di Bangsal Kepatihan.

Meski belum banyak pekerjaan yang dilakukan para PNS tidak berani pulang lebih awal. Mereka tetap bekerja hingga pukul 15.00 WIB karena kantor Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) akan melakukan sidak di kantor-kantor. Bila terdapat kantor yang tutup lebih awal dan karyawan sudah pulang lebih awal akan dikenakan sanksi.

"Yang membolos atau pulang sebelum waktunya, bisa kena sanksi. Tapi sanksinya apa belum tahu. Tetapi mungkin kena sanksi sesuai yang diatur dalam Undang-Undang Kepegawaian," kata Alex.

Jumat, 19 Oktober 2007

Ratusan Pemudik Tak Terangkut KA Progo

Yogyakarta, Ratusan pemudik dari wilayah Yogyakarta tidak terangkut Kereta Api (KA) Ekonomi Progo. Mereka terpaksa menunggu kereta tambahan, KA Ekstra lebaran dan KA Solo Bengawan untuk kembali ke Jakarta.

Pada hari ini, Jumat (19/10/2007) diperkirakan merupakan puncak arus balik lebaran menuju Jakarta dan sekitarnya, selain pada hari Sabtu besok. Di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta sejak pukul 14.00 hingga menjelang keberangkatan KA Progo pada pukul 17.00 WIB sudah dipenuhi para pemudik.

Mereka rela datang lebih awal ke stasiun agar mendapat tempat duduk. Saat kereta masih terparkir di sisi utara stasiun, penumpang sudah saling berebutan masuk. Sebanyak 8 gerbong ditambah 3 gerbong barang yang disiapkan PT KA Daop VI Yogyakarta sudah dipenuhi penumpang. Di gerbong barang, para penumpang rela duduk lesehan beralasan tikar atau koran. Demikian pula di dekat sambungan dan pintu juga dipenuhi penumpang.

Sekitar pukul 16.45 WIB atau 15 menit menjelang keberangkatan, ketika 11 gerbong KA Progo ditarik menuju jalur 3 untuk pemberangkatan terjadi lagi desak-desakan penumpang untuk masuk. Semua gerbong sudah penuh penumpang. Beberapa pintu masuk oleh penumpang ada yang sudah ditutup oleh penumpang dari dalam. Akibatnya beberapa petugas KA memaksa penumpang untuk membuka pintu.

Namun ada banyak penumpang yang tidak terangkut, terutama yang datang mepet menjelang keberangkatan. Oleh petugas di Stasiun Lempuyangan penumpang disarankan untuk naik KA berikutnya yakni KA Bengawan yang berangkat dari Stasiun Solo Jebres maupun KA tambahan yang sudah disiapkan oleh PT KA Daop VI Yogyakarta.

Jambret Tas Berisi Uang Rp 49 Ribu, Babak Belur Dihajar Massa

Yogyakarta, Nasib apes dialami dua penjambret. Habis menjambret tas berisi uang Rp 49 ribu, tertangkap massa dan ditembak petugas karena melawan.

Dua penjambret itu bernama Mulyanto (25) warga Purwosari, Kecamatan Kranggan dan Heri Siswanto (19) warga Dawangan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Kedua tertangkap seusai menjambret pasangan Sugeng Basuki (53) dan Parjianti (50) warga Nyutran Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta.

Saat itu Sugeng memboncengkan istrinya Parjianti sehabis mengunjungi kerabat di Bantul. Namun ketika sampai di simpang empat Manding di Jl Parangtritis KM 10, dari arah kiri dipepet oleh penjambret. Mereka berhasil menyerobot tas yang ada dipundak Parjianti. Saking kerasnya tarikan, Basuki dan Parjianti terjatuh hingga luka-luka.

Seketika itu, Parjianti sadar bila tasnya dijambret. Dia langsung berteriak, "Pak, jambret, Pak Jambret". Penjambret langsung tancap gas ke arah utara menggunakan sepeda motor Yamaha Vega Nopol AA 6676 YE. Karena istrinya luka, Basuki kemudian membawa Parjianti ke puskesmas. Setelah itu langsung melapor ke pos polisi terdekat.

Petugas pun langsung sigap dan melakukan penghadangan di sekitar Jl Parangtritis Sewon dan Jl Bantul Bantul. Sekitar 30 menit berselang, petugas berhasil menghadang di wilayah Sewon, namun keduanya nekat kabur. Petugas terus melakukan pengejaran.

Akhirnya kedua penjambret itu ditangkap petugas dibantu warga di Dusun Jaranan Desa Panggungharjo Sewon Bantul. Salah seorang penjahat sempat lari masuk ke tengah kebun tebu, tapi berhasil ditangkap. Sedang salah seorang berhasil ditangkap bersama sepeda motor di dusun tersebut.

Kedua sempat melarikan diri serta melawan petugas dan warga saat dikepung. Petugas akhirnya menembak kaki kanan kedua penjambret. Warga pun sempat menghadiahi pukulan bogem mentah kepada dua penjambret yang hendak mencari THR dijalan raya itu.

Saat diperiksa petugas, sebelum menjambret Sugeng Basuki, keduanya telah menjambret tas berisi uang Rp 100 ribu di wilayah Pundong Bantul. Dari tas hasil jambretan Ny Parjianti, mereka menggasak uang sebesar Rp 49 ribu. Namun sial ketangkap petugas.

Kamis, 18 Oktober 2007

Selamat Jalan Pak Jacob

Tembakan salvo melepas kepergian almarhum Prof Teuku Jacob. Pakar Paeloantropologi asal UGM ini dimakamkan di Taman Makam UGM Sawit Sari, Condong Catur, Sleman, Kamis (18/10/2007).

Upacara kemiliteran dipimpin Kapten Komari dari Kodim Sleman. Istri almarhum, Ny Nuraini Jacob, dan putrinya, Cut Mila Nurilani Jacob, terlihat berkaca-kaca saat menyaksikan jenazah suami dan ayahnya dimasukkan ke dalam liang lahat.

Sebelumnya, jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Kompleks Dosen Sekip Blok M No 4, Yogyakarta, pada pukul 12.00 WIB. Jenazah kemudian diserahkan pihak keluarga kepada UGM untuk dilakukan penghormatan terakhir.

Dalam acara pelepasan turut hadir mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif, mantan Rektor UGM Ichlasul Amal, dan Sofyan Effendi. Selain itu juga dihadiri para civitas akademika UGM lainnya.

Usai melepas jenazah, Syafii Maarif menuturkan, almarhum adalah seorang ilmuwan murni. Teuku Jacob juga dikenal sebagai seorang yang sederhana.

"Dia itu miskin harta, tapi kaya akan ilmu. Setahu saya, hingga akhir hayatnya, dia tinggal di kompleks dosen dan tidak punya rumah pribadi. Namun dari ilmu yang ditinggalkannya sungguh luar biasa besar, terutama ilmu antropologi ragawi," ungkap Syafii.

Selain itu Syafii juga memiliki kesan yang mendalam saat menerima anugerah Hamengku Buwono IX Award. "Saya menerima penghargaan itu karena dia yang mengusulkannya," kenangnya.

Mantan anggota MPR periode 1982-1987 ini meninggal dunia pada Rabu 17 Oktober akibat komplikasi penyakit lever yang dideritanya.

Biker Banyak Celaka Karena Baru Belajar Perjalanan Jauh

Yogyakarta - Banyaknya kecelakaan yang menimpa pengendara motor dalam mudik lebaran tahun ini memprihatinkan Menhub Jusman Syafii Djamal. Jusman menduga kecelakaan itu terjadi karena banyak pengendara motor yang baru belajar tapi nekat mudik dengan motor.

"Saya menduga kecelakaan tersebut karena banyak pengendara yang baru beli motor, belum biasa melakukan perjalanan jauh sehingga saat melintas jalur yang mulus, keenakan, sehingga kurang waspada,"kata Jusman pada wartawan saat melakukan sidak di terminal Giwangan Yogyakarta, Kamis (18/10/2007).

Menurut Jusman, hasil evalusi Departemen Perhubungan terhadap penanganan mudik lebaran tahun ini ditemukan terjadi peningkatan jumlah kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua yang melewati DIY dan Jateng. Selain itu secara nasional angka kecelakaan dalam angkutan lebaran tahun ini menurun dari tahun sebelumnya.

Hasil evaluasi angkutan lebaran H-7 dan H+2 berdasarkan data Ditjen Perhubungan Darat Dephub, jumlah kendaraan yang melintas di DIY-Jateng sebanyak 714 ribu dengan komposisi roda dua sebanyak 433 ribu, mobil pribadi 233 ribu dan angkutan bus 56 ribu.

Data ini diambil dari pantauan di terminal dan stasiun besar seperti terminal Terboyo Semarang, Tirtonadi Solo, Giwangan Yogya, Stasiun Tawang Semarang, Solo Balapan dan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Menhub menambahkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Jateng dan DIY menurun dibandingkan tahun lalu. Keamanan terminal dan stasiun KA juga berjalan dengan baik. Namun demikian Jusman mengaku prihatin karena ada kereta api senja utama anjlok di Cirebon.

"Menurunnya angka kecelakaan karena pengaturan dan koordinasi yang baik. Juga adanya partisipasi penuh masing-masing pemda," pungkas Jusman.

Rabu, 17 Oktober 2007

Prof Dr T Jacob Meninggal Dunia

Yogyakarta, Pakar paleoantropologi ragawi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr T. Jacob meninggal dunia di RSU Dr Sardjito Yogyakarta pada pukul 18.00 WIB. Almarhum meninggal karena menderita komplikasi penyakit lever.

Saat ini, jenazah dibawa langsung dari rumah sakit menuju rumah duka di kompleks dosen UGM Sekip Blok M No 4 Yogyakarta. Rencananya almarhum akan di makamkan di Pemakaman Keluarga Besar UGM di Sawitsari pada hari Kamis (18/10/2007). Universitas Gadjah Mada akan melakukan penghormatan terakhir di Balairung gedung pusat UGM.

Mantan rektor UGM periode 1981-1986 di rawat intensif di ruang Intensif Care Unit (ICU) RSU Dr Sardjito sejak hari Jumat 5 Oktober 2007. Ketika menjalani perawatan kondisinya lemah, tapi tetap dalam kondisi sadar.

Selama dirawat, sebanyak 10 orang dokter yang dipimpin dr Siti Nurjanah untuk menangani dan mengawasi kesehatan guru besar emiretus itu. Tim dokter yang menanganinya antara lain dokter bagian pencernaan, jantung hingga saluran kencing.

Pria kelahiran Peurelak 6 Desember 1929 itu merupakan salah satu pakar palaeoantropologi yang cukup disegani di dunia internasional. Temuannya tentang manusia flores sampai saat ini masih mengundang perdebatan. Sebagian ahli menilai manusia flores adalah spesies tersendiri dari manusia yang disebut homofloresiensis.

Namun Prof Jacob bersikukuh pada pendapatnya manusia flores adalah manusia biasa namun memiliki gangguan sehingga tubuhnya kerdil atau mengalami penyakit micro sevali. Untuk membahas masalah temuan fosil Liang Bua Flores itu, Jacob berani menggelar pertemuan bertajuk International Seminar on Southeast Asian Paleoanthropology (ISSP) pada tanggal Senin 23 Juli hingga 25 Juli 2007 di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta.

Masih Parkir, KA Progo Sudah Dijejali Penumpang

Yogyakarta, Khawatir tidak kebagian tempat duduk. Ratusan penumpang sudah menduduki kursi Kereta Api (KA) Ekonomi Progo yang masih diparkir di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta.

Para penumpang sudah berdatangan sejak pukul 14.00 WIB itu langsung menuju gerbong KA Progo yang diparkir di sisi utara stasiun. Padahal KA Progo dengan tujuan Stasiun Pasar Senen itu baru diberangkatkan pada pukul 17.00 WIB. Dari 11 gerbong termasuk 2 gerbong barang yang digunakan untuk mengangkut penumpang itu sebagian besar sudah ditempati pemudik.

Mereka langsung menaruh tas dan barang bawaan di atas tempat duduk mereka. Setelah itu, beberapa penumpang yang duduk di dalam kereta. Namun ada pula yang duduk sambil ngobrol dengan teman atau kerabat di luar gerbong.

"Lebih baik datang awal, daripada datang mepet nanti susah mencari tempat duduk dan pasti sudah penuh sehingga sudah tak dapat kursi meski sudah punya nomor," kata Suhardi warga Piyungan Bantul yang hendak kembali ke Jakarta itu.

Sementara itu Kepala Humas PT KA Daop VI Yogyakarta, Mochtadi kepada wartawan di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta mengatakan pihaknya menjamin semua penumpang kelas ekonomi tetap dapat terangkut. Sebab mulai saat ini sudah dijalankan KA Ekstra Lebaran tujuan Jakarta.

"Memang sejak Selasa kemarin jumlah penumpang sudah meningkat, tetapi semua bisa terangkut. Sudah kita siapkan KA cadangan, KA Ekstra Lebaran baik kelas ekonomi, bisnis maupun eksekutif," kata dia.

Menurut dia, PT KA Daop VI telah menyiapkann 5 kereta cadangan yang siap dioperasikan sewaktu-waktu jika terjadi penumpukan penumpang. Saat ini, semua KA telah memaksimalkan jumlah rangkaian dari 8 rangkaian menjadi 11 rangkaian. Gerbong khusus lansia dan anak-anak ditiadakan karena justru banyak dipenuhi penumpang yang bukan lansia dan anak-anak.

"Setiap menjelang keberangkatan, kami selalu mengimbau agar penumpang bersabar. Bila belum terangkut sudah disiapkan KA cadangan untuk dijalankan. KA ekstra lebaran akan dijalankan hingga hari Minggu tanggal 21 Oktober," katanya.

Orangtua Suryadi Tuntut Penyelesaian Secara Adat Dayak

Yogyakarta, Marsyus (50), orangtua Martholomeus Suryadi (22) mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang menjadi korban penembakan aparat Polres Sleman menuntut kasus itu diselesaikan secara adat suku Dayak. Berdasarkan ketentuan dewan adat, pelaku Bripda Agus Susanto harus membayar uang denda sebesar Rp 22,5 juta karena sudah menumpah darah, Martholomeus Suryadi sebagai warga suku Dayak Suruh Kalimantan Barat.

Hal itu diungkapkan Marsyus kepada wartawan seusai bertemu Kapolres Sleman, AKBP Idris Kadir di Mapolres Sleman Jl Magelang KM 9 Sleman, Rabu (17/10/2007).

"Kami menuntut ada penyelesaian secara adat kami, dari suku Dayak Suruh. Tidak cukup dengan mengucapkan maaf saja kepada korban," kata Marsyus.

Meski dalam pertemuan dengan Kapolres AKBP Idris Kadir itu masih sebatas memberikan masukan untuk penyelesaian kasus penembakan terhadap Suryadi. Dia mengharapkan kasus ini diselesaikan ke dewan adat Suku Dayak Suruh di Kalimantan Barat. Sebab pelaku sudah melakukan penembakan terhadap korban hingga luka atau mengeluarkan darah.

"Kalau menurut adat kami, harus dibawa ke dewan adat Dayak. Penyelesaian itu sebagai pengganti aliran darahnya yang sudah ditumpahkan oleh pelaku," kata dia.

Menurut Marsyus bila sudah diselesaikan secara adat maka segala persoalan antara Suryadi dengan pelaku sudah dianggap selesai. Namun bila kasus itu tetap berlanjut hingga ke pengadilan, pihaknya atau dewan adat tidak akan turut campur.

Dia mengatakan sebagai korban penembakan pihaknya menuntut adanya penebusan darah kepada pelaku. Penebusan dilakukan dengan cara pelaku membayar dengan uang kepada dewan adat Dayak di Kalimantan Barat sebanyak Rp 22,5 juta. "Berdasarkan kontak kami dengan dewan adat, bila ada penebusan kesalahan karena sudah menumpahkan darah maka harus bayar Rp 22,5 juta dan setelah itu masalah selesai," kata Marsyus didampingi Suryadi.

Apabila pelaku bersedia membayar denda adat kata dia, upacara penebusan tidak perlu pelaku harus pergi ke Kalimantan Barat. Cukup diwakilkan dan sudah membayar denda kepada dewan adat. "Yang dibayarkan adalah Uang Pati karena sudah ada darah yang tumpah. Itu sudah biasa terjadi di suku kami dan penyelesaiannya seperti itu," ujar Marsyus.

Orangtua Martholomeus Suryadi Temui Pelaku

Yogyakarta, Marsyus (50), orangtua Martholomeus Suryadi (22) mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang menjadi korban penembakan aparat Polres Sleman menemui pelaku Bripda Agus Susanto. Meski pelaku sudah menyatakan minta maaf kepada korban, ayah Suryadi belum bisa menerima permintaan maaf tersebut.

Alasannya permintaan maaf harus ditandai dengan pernyataan maaf secara terbuka oleh pelaku dengan adat Dayak karena Suryadi adalah warga suku Dayak di Kalimantan Barat. Selain itu tanda maaf harus ditandai dengan cara saling berangkulan sebagai tanda saling memaafkan.

Pertemuan itu dilakukan Marsyus bersama Martholomeus Suryadi seusai bertemu dengan Kapolres Sleman, AKBP Idris Kadir di Mapolres Sleman Jl Magelang Km 9, Rabu (17/10/2007). Pertemuan antara Suryadi dan ayahnya dengan pelaku secara tertutup di salah satu ruangan Reskrim Polres Sleman. Suryadi juga didampingi 10-an rekan dari Fakultas Filsafat UGM.

"Meski pelaku sudah menyatakan minta maaf. Kita belum terima permintaan maaf itu. Karena harus secara adat," kata Marsyus.

Sementara itu Suryadi menambahkan dalam pertemuan selama lebih kurang 1 jam dengan Kapolres Sleman, pihak kepolisian berjanji akan menyelesaikan kasus ini secara tuntas setelah semua pemeriksaan selesai. Idris Kadir juga mengakui kasus ini sebagai pelanggaran dan ada keteledoran dari anak buahnya. "Sanksi internal tetap akan ada bagi pelaku," tutur Suryadi menirukan ucapan Kapolres Sleman.

Dalam pertemuan itu kata Suryadi, pihak kepolisian hanya mendengarkan saja tuntutan dari orangtuanya yakni agar kasus ini diselesaikan dengan permintaan maaf secara adat Dayak oleh pelaku kepadanya. Namun Idris enggan berkomentar banyak karena pihaknya sudah mempunyai cara untuk menyelesaikan sendiri. Kapolres juga menyatakan kasus ini sulit untuk dibawa ke pengadilan karena dia beranggapan anak buahnya sudah bertugas seusai prosedur.

"Kapolres tidak mau disalahkan begitu saja. Dia hanya mendengarkan saja dari kami. Dia hanya mengatakan kalau sudah ditangani seusai prosedur yang berlaku, maka masalah penyelesaian secara hukum adat sebaiknya tidak usah dilakukan," ungkap Suryadi yang masih berjalan dengan terpincang-pincang itu.

Selasa, 16 Oktober 2007

Yogya Macet Dibanjiri Pemudik

Yogyakarta, Memasuki H+3 Lebaran, para pemudik mulai menyerbu kawasan pusat perbelanjaan di Malioboro dan pusat oleh-oleh Bakpia Pathuk di kota gudheg Yogyakarta. Antrian panjang mobil berplat nomor luar kota terjadi hari ini di beberapa pintu masuk jalan menuju Malioboro.

Berdasarkan pantauan detikcom, Selasa (16/10/2007) hampir semua mobil yang memasuki kawasan Malioboro dan pusat oleh-oleh di Pathuk Jl KS Tubun Yogyakarta berplat luar kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor dan Banten. Di kawasan Malioboro antrian panjang mencapai 200-an meter terjadi di Jl Kleringan hingga Jl Mangkubumi yang merupakan pintu masuk Malioboro dari arah Utara. Sedang dari arah selatan antrian terjadi di Jl Mataram.

Sedikitnya 10-an orang petugas dari Poltabes Yogyakarta yang bertugas antaranya posko lebaran di dekat pintu KA Stasiun Tugu tampak sibuk mengatur di sekitar Jl Pasar Kembang dan simpang Kleringan agar tak macet. Jumlah mobil yang masuk kawasan Malioboro terus meningkat sejak pagi hingga sore. Diperkirakan nanti malam akan kembali meningkat lagi.

Sementara itu di pusat oleh oleh makanan khas Yogyakarta, yakni Bakpia Pathuk di Jl KS Tubun dan Pasar Pathuk juga dipenuhi ribuan pemudik yang akan membeli buah tangan untuk sanak keluarganya. Demikian pula pusat oleh oleh di Jl Mataram juga dipenuhi pembeli.

Antrian panjang terjadi dipersimpangan Jl Bhayangkara menuju Jl KS Tubun. Ratusan mobil diparkir di sepanjang jalan tersebut. Karena tempat parkir penuh, mengakibatkan kemacetan terjadi di sepanjang Jl Letjen Suprapto hingga 300-an meter hingga simpang empat Ngampilan.

Salah seorang pemudik asal Jakarta, Endarto Priyotomo kepada detikcom mengatakan meski hampir tiap tahun mudik ke Yogyakarta, keluarganya tidak lupa membeli oleh-oleh makanan khas Yogya berupa bakpia dan makanan lainnya ke Pathuk. Oleh-oleh tersebut untuk teman-teman kantor, kerabat dan tetangga di Jakarta.

"Hari ini dan kemarin kami memborong pakaian batik di Pasar Beringharjo dan makanan untuk oleh-oleh. Hari ini kami harus pulang ke Jakarta karena besok sudah masuk kerja," katanya.

Buang Bayi Hubungan Gelap, Warga Bantul Ditangkap Polisi

Yogyakarta, Seorang warga Bantul berinisial ST (30) ditangkap polisi karena membuang bayi hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Bayi yang masih ada ari-arinya itu dibuang sudah dalam keadaan meninggal di Sungai Derman Desa Sumberagung Kecamatan Jetis Bantul.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Teguh Wahono ketika dihubungi detikcom membenarkan tertangkapnya pelaku sekaligus ibu bayi yang tegas membuang anak hasil hubungan dengan kekasihnya. Pelaku dengan inisial ST yang juga wraga Bantul itu ditangkap hari ini, Senin (15/10/2007) malam tidak jauh dari lokasi tempat membuang bayi tersebut.

"Pelaku sudah diamankan, tapi hari ini belum kita lakukan pemeriksaan. Pelaku masih warga Jetis, rumah tidak jauh dari tempat membuang bayi sehingga petugas dengan mudah mencarinya. Bayi itu hasil hubungan gelap karena kekasihnya tak mau tanggungjawab," kata Teguh.

Menurut Teguh, bayi berjenis kelamin perempuan dengan bobot 3,1 kg, tinggi 48 cm ditemukan dalam keadaan tewas di saluran irigasi Sungai Derman Dusun Balakan Desa Sumberagung Jetis Bantul pada hari Sabtu 13 Oktober 2007 pukul 13.00 WIB. Penemunya adalah Budi Marsono (50) saat membuang hajat di sungai tersebut. Namun ketika hendak cebok, Budi terkaget karena pantatnya tersentuh tangan kecil. "Ketika menengok ke bawah ternyata ada bayi masih merah sudah meninggal mengapung dekat tempat buang hajat," katanya.

Setelah itu, Budi bersama warga sekitar melaporkan penemuan itu ke kepala desa dan Polsek Jetis. Saat ditemukan di badan bayi masih tali pusar dan ari-ari. Di bagian leher terdapat bekas luka memar merah tanda sehabis di cekik oleh pelaku. Saat ini mayat bayi masih disimpan di kamar forensik RSU Dr Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan otopsi.

Rabu, 10 Oktober 2007

Muhammadiyah Lakukan Takbir Keliling Nanti Malam

Yogyakarta - Warga Muhammadiyah akan melakukan takbir keliling secara sederhana nanti malam. Umat muslim lainnya diharapkan bisa menghargai perbedaan ini.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Rosyad Soleh, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Kamis (11/10/2007).

"Takbir keliling cukup dilakukan di sekitar masjid dan lingkungan warga Muhammadiyah. Jangan melakukan konvoi sepeda motor keliling kota yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Rosyad.

Menurut Rosyad, imbauan tersebut sudah disampaikan kepada seluruh Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dalam penyelenggaraan salat id maupun takbiran.

"Kami juga mengimbau kepada semua pihak untuk saling menghormati dan mengembangkan sikap toleransi (tasamuh) dan hendaknya Idul Fitri menjadi sarana introspeksi semua orang," ujar Rosyad.

Kalaupun ada perbedaan kata Rosyad hal itu didasarkan pada keyakinan agama serta tidak dapat dipaksakan oleh siapapun dan atas kepentingan apapun. Tanpa mengabaikan ukhuwah, Muhammadiyah yakin umat Islam memiliki kearifan, kedewasaan dan sudah terbiasa menghadapi perbedaan.

"Perbedaan hendaknya tidak merusak ukhuwah Islamiyah. Perbedaan tidak berarti rusaknya ukhuwah," katanya.

Salat Idul Fitri akan dilaksanakan pada Jumat 12 Oktober pukul 06.30 WIB. Khusus wilayah Yogyakarta, salat Idul Fitri akan digelar di sejumlah tempat di antaranya Alun-alun Utara, Alun Alun Selatan, Lapangan Sewandanan Puro Pakualaman dan Monumen Yogya Kembali.

Untuk Monumen Yogya Kembali bertindak sebagai imam dan khatib salat Id adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais. Sedang di Alun Aln Utara, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Pembagian Zakat di Bantul Ricuh

Yogyakarta, Pembagian zakat di rumah dinas Bupati Bantul, Idham Samawi berlangsung ricuh. Akibatnya tiga orang harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Panembahan Senopati dan puluhan lainya mengalami luka-luka.

Pembagian zakat dilakukan di rumah dinas bupati Bantul di Desa Trirenggo dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Idham Samawi membagi zakat mal berupa uang masing-masing Rp 20 ribu ini akan diperuntukan untuk 4.500 orang. Idham sedikitnya membagi uang sebanyak Rp 90 juta dari uang pribadinya.

Namun di luar dugaan jumlah warga yang datang jauh melebihi yang diduga. Ribuan orang sudah berdatang sejak pagi sebelum acara dimulai. Semua orang berdesak-desakan di depan pintu gerbang.
Akibatnya petugas harus mengatur pemberian zakat ini dengan sistem buka tutup pintu gerbang. Ketika jumlah orang yang di dalam rumah dinas sudah cukup banyak gerbang ditutup kembali.

Namun ternyata cara ini tidak efektif,karena ketika pintu gerbang dibuka, ribuan orang yang ada diluar saling berebutan masuk. Akibatnya aksi dorong dan desakpun tidak bisa dihindarkan. Puluhan orang berjatuhan dalam
desak-desakan tersebut.

Akibatnya tiga orang harus dilarikan ke RS Panembahan Senopati yang berjarak 400-an meter. Tiga orang tersebut masing-masing Waliyanti,20, awrga Jetis, Bantul karena pingsan, Nartowiyono, 78 ,warga Trirenggo Bantul yang
mengalami pendarahan di muka, mulut dan hidung serta Mitrorejo,70, Trirenggo, Bantul yang juga mengalami luka di bagian kepala. Sementara puluhan yang lain mengalami luka-luka lecet.

Kondisi baru bisa reda setelah Idham Samawi turun langsung ke lapangan dan memberikan himbauan kepada massa untuk tetap tenang. Ribuan orang itupun kemudian kembali dengan tenang menunggu giliran mendapatkan jatah
zakat.

Idham Samawi mengakui tidak menduga massa yang dating akan begitu banyak. Bahkan dirinya harus menambah jumlah uang yang dibagikan dari rencana semula hanya Rp90 juta menjadi Rp140 juta yang merupakan uang pribadi.

Kapolres: Mungkin Ada Miskomunikasi

Yogyakarta - Kapolres Sleman AKBP Idris Kadir menilai, kemungkinan terjadi miskomunikasi sehingga Bripda Agus Sugiyanto menembak mahasiswa UGM Martolomeus Suryadi.

Idris mengungkapkan hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan sementara oleh Propam terhadap Bripda Agus. Namun demikian, pemeriksaan masih terus dilakukan, termasuk olah TKP.

"Saat itu anggota kami sedang melaksanakan tugas. Ketika melewati jalan Solo, kebetulan melihat salah satu pengendara yang agak mencurigakan, yakni plat nomornya mati, sehingga dibuntuti. Ternyata setelah itu yang bersangkutan secara psikologis takut dan memacu kendaraannya," papar Idris di kantornya, Jl Magelang Km 9, Sleman, Rabu (10/10/2007).

"Ketika dihentikan dan ditanya mengenai identitasnya, itu kemudian terjadi miskomunikasi. Namun saya melihat kalau ada anggota yang bertugas dan mencurigai itu adalah wajar. Jadi saya kira ini ada miskomunikasi. Lagipula dia -Bripda Agus- sudah mengatakan dirinya petugas. Hanya saja ketika ditemukan pisau, kemudian dirampas dan sempat terjadi tarik-menarik, sehingga sempat melukai petugas," lanjut Idris.

Saat kejadian, Selasa (9/10/2007) dini hari, Adi yang merupakan mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, baru pulang memancing. Di dalam tasnya terdapat peralatan pancing, sandal, juga pisau. "Saat diperiksa dan mendapati pisau itulah, kemungkinan terjadi miskomunikasi. Tapi kita harus mengecek lagi bagaimana masalah ini bisa terjadi," tambahnya.

Adi yang pantatnya ditembus timah panas dari sisi kiri ke sisi kanan, masih belum dimintai keterangan. "Kita pasti akan meminta keterangannya, tetapi belum kita lakukan karena masih sakit. Tujuannya agar balance," tegas Idris.

KA Fajar Utama Lebaran Makan Korban

Yogyakarta, Kereta Api (KA) Bisnis Fajar Utama Lebaran jurusan Yogyakarta-Pasar Senen menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas. Korban tertabrak di lintasan tanpa palang pintu di wilayah Desa Balecatur Kecamatan Gamping Sleman.

Menurut salah seorang saksi mata, Wahono (50) kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.45 di Dusun Nyamplung Desa Balecatur Gamping Sleman. Korban bernama Yosie (15) warga Dusun Nogosari Desa Sidokarto Kecamatan Godean Sleman.

Korban mengendarai sepeda motor Yamaha Alfa Nopol AB 3515 GN. Korban saat itu hendak menuju rumah kakeknya di Dusun Nyamplung untuk mengantarkan bingkisan lebaran berupa gula pasir, teh, kopi dan biskuit.

Saat melintas dari arah utara di lintasan KA jalur ganda di Bulak Nyamplung kata Wahono, korban tidak melihat dari arah timur ada KA Fajar Utama Lebaran akan melintas. Saat itu sekitar lintasan tanpa palang pintu dalam keadaan sepi. Ketika roda depan berada di salah satu rel, dari arah timur melaju dengan cepat KA Fajar Utama.

"Korban tidak bisa menghindar dan langsung tertabrak KA hingga terpental sejauh 3 meter. Korban luka para dibagian kepala dan kening. Dia langsung meninggal di tempat kejadian," katanya.

Sementara itu Kepala Humas PT KA Daop VI, Mochtadi mengatakan kecelakaan terjadi di lintasan tidak berpalang pintu di jalur ganda Yogya-Kutoarjo. Saat ini di wilayah Daop VI masih ada lebih dari 100 lintasan tanpa palang pintu. Oleh karena itu pihaknya meminta warga yang melintas atau menyeberang untuk berhati-hati.

"KA Fajar Utama sempat berhenti di Stasiun Rewulu, setelah itu KA Fajar Utama dengan masinis Ciptadi melanjutkan perjalan ke Jakarta lagi. Lokasi kecelakaan di Km 535 antara Stasiun Patukan dengan Rewulu," kata Mochtadi.

Pelaku Penembakan Mahasiswa UGM Anggota Polres Sleman

Yogyakarta - Oknum polisi yang terlibat insiden penembakan terhadap mahasiswa UGM Martolomeus Suryadi, telah diamankan. Pelakunya Bripda Agus Sugiyanto, anggota Polres Sleman.

Hal ini ditegaskan Kapolres Sleman AKBP Idris Kadir di kantornya, Jl Magelang KM 9, Rabu (10/10/2007).

"Itu memang anggota kami yang sedang menjalankan tugas. Anggota dari Reskrim Polres Sleman," ujar Idris.

Saat ini Bripda Agus diamankan di Polres Sleman oleh petugas Propam untuk menjalani pemeriksaan. Bahkan ditegaskan Idris, pemeriksaan pun sudah dilakukan Propam pada hari kejadian, Selasa (9/10/2007).

Bripda Agus menembak Adi di Jl Solo, Selasa dini hari, setelah mencurigai motor yang dikendarai korban merupakan barang curian. Bagaimana kronologi sampai akhirnya Bripda Agus melepaskan tembakan, masih dalam penyelidikan. Saat ini Propam Polda DIY bersama Polres Sleman masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mencari proyektil peluru yang dilepaskan Agus.

Selasa, 09 Oktober 2007

Mahasiswa UGM Ditembak Polisi

Yogyakarta, Martholemeus Suryadi atau Adi (21) mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ditembak oknum aparat anggota Polres Sleman. Korban mengalami luka tembak dibagian pantat hingga tembus ke paha bagian depan.

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara di Jl Solo Km 17 Kalasan Yogyakarta. Meski korban penembakan, selama di rawat Adi tetap dijaga beberapa orang aparat kepolisian berpakaian preman.

Adi kepada wartawan di RS Bhayangkara menuturkan peristiwa penambakan itu terjadi Selasa (9/10/2007) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB di depan pintu masuk Shangrila Garden Kalasan. Adi yang habis memancing ikan di Pantai Depok setiba di kos hendak menjemput temannya Dini beralamat di depan SMK 1 Kalasan.

Saat melintas di Jl Solo, Kalasan, Adi disalip seseorang mengendarai sepeda motor. Di depan Shangrila Graden, orang itu menhentikan Adi dan berkata: “Selamat malam mas. Saya dari Polres Sleman. Saya mau lihat STNK, SIM, KTP, dan BPKB.”

Ketika menanyakan BPKP, Adi sempat curiga. "Pagi dinihari mau razia, kok nanya BPKB segala," katanya. Dia pun menjawab tidak ada, yang ada hanya STNK dan KTP. Sedang SIM, Adi mengaku tidak punya.

Polisi itu kata dia, kemudian memeriksa STNK dan KTP. Dia mengatakan STNK sudah telat dan habis dua tahun. Dia juga membentak Adi dengan menanyakan ini motor siapa. Oleh Adi dijawab motor milik temannya.

Polisi yang kemudian diketahui berinisial AS itu kemudian mennelpon seseorang dengan mengatakan 'Pak, saya sudah berhasil menahan motor curian, dan pelaku pencurinya.' Namun ketiak Adi hendak meminta bantuan temannya, AS membentak sambil meminta untuk mematikan handphone. Diapun menunjukkan identitas sebagai anggota polisi sambil mengeluarkan dua lembar kertas folio warna merah.

"Saat bertanya polisi itu agak gugup sambil marah-marah. Ketika menyalakan rokok beberapa kali sempat jatuh. Dari mulutnya juga tercium bau minuman keras, seperti habis mabuk," kata Adi.

Karena Adi membawa tas, AS menanyakan isi tas dan meminta dibuka. Saat dibuka di dalam tas masih terdapat beberapa alat pancing, sarung, sandal, dan pisau dapur peralatan untuk memancing.

"Kamu bawa pisau untuk apa? Mau bunuh orang ya? Joran pancingnya mana?" bentak polisi itu.

"joran pancingya ditinggal di kost," kata Adi.

Setelah mengambil pisau dan memegangnya, orang itu kemudian mau mengambil handphone yang ada di dalam tas Adi. Namun Adi memeprtahankannya, karena berpikiran orang itu hendak merampok. Akibatnya sempat terjadi rebutan dan terjadi pergumulan.

Ketika berhasil kabur, orang itu kemudian mengancam hendak menembak. "Kamu jangan kabur. Saya tembak kamu!"

Dalam jarak sekitar 3 meter, Adi melihat orang itu mengacungkan pistol. Setelah itu terdengar suara klik dan suara dor satu kali. Adi pun tersungkur dan dibagian pantat hingga pada sudah terasa perih dan berdarah. "Saat saya tersungkur, orang itu sempat memakai, bajingan kamu, bajingan kamu," ucap Adi menirukan ucapan si polisi.

Tidak lama setelah itu banyak polisi berdatangan. Orang tersebut memarahi Adi dan meminta ditidak ngomong macam-macam. Kepada salah seorang anggota polisi, orang itu sempat mengatakan "Pak saya tadi menembak pelaku. Dia tadi merebut pisau dari saya, mencoba membacok saya, maka saya tembak dia."

Setelah itu Adi langsung dibawa menuju RS Bhayangkara. Saat dibawa Adi masih dibentak-bentak dengan mengatakan jangan macam-macam dan tidak usah cengeng.

Prof Dr T Jacob Dirawat di RSU Sardjito

Yogyakarta, Pakar antropologi ragawi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr T. Jacob dirawat di ruang Intensif Care Unit (ICU) RSU Dr Sardjito. Jacob harus menjalani perawatan intensif karena mengalami gangguan lever.

Kepala Humas RSU Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho kepada wartawan di kantor Jl Kesehatan Yogyakarta mengatakan guru besar emiretus UGM itu masuk rumah sakit sejak hari Jumat (4/1/2007). Kondisinya saat ini masih lemah, tapi tetap dalam kondisi sadar.

Untuk menanganinya tim dokter RSU Dr Sardjito membentuk tim beranggotakan 10 dokter yang dipimpin Siti Nurjanah untuk mengawasi kesehatan mantan rektor UGM periode 1981-1986 ini.

"Kesepuluh dokter yang menangani Prof Jacob antara lain dokter bagian pencernaan, jantung hingga saluran kencing," kata Heru.

Dengan kondisinya yang masih lemah maka sampai sekarang Prof Jacob belum diperbolehkan menerima tamu yang ingin menjenguk. Hanya keluarganya saja yang diperbolehkan untuk bergantian mengawasinya. Karena masih dirawat di ICU, pihak rumah sakit belum bisa memastikan kapan diperbolehkan keluar dari ruang isolasi dan ditempatkan di ruang perawatan biasa.

Pria kelahiran Peurelak 6 Desember 1929 itu merupakan salah satu pakar palaeoantropologi yang cukup disegani di dunia internasional. Temuannya tentang manusia flores sampai saat ini masih mengundang perdebatan. Sebagian ahli menilai manusia flores adalah spesies tersendiri dari manusia yang disebut homofloresiensis.

Namun Prof Jacob bersikukuh pada pendapatnya manusia flores adalah manusia biasa namun memiliki gangguan sehingga tubuhnya kerdil atau mengalami penyakit micro sevali. Untuk membahas masalah temuan fosil Liang Bua Flores itu, Jacob berani menggelar pertemuan bertajuk International Seminar on Southeast Asian Paleoanthropology (ISSP) pada tanggal Senin 23 Juli hingga 25 Juli 2007 di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta.

BPPTK : Gunung Kelud Tinggal Tunggu Waktu Saja

Yogyakarta, Gunung Kelud tidak lama lagi akan meletus. Beberapa alat yang dipasang di kawah menunjukkan kenaikan aktivitasnya. Oleh karena itu, Kelud bakal meletus tinggal menunggu waktu saja.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Balai Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo seusai rapat koordinasi Penanggulangan Bencana di Gedung Pracimosono Kompleks kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Selasa (9/10/2007).

"Untuk Kelud aktivitasnya memang naik, saat ini statusnya Siaga. Tinggal menunggu saja dan BPPTK juga terus melakukan pemantauan dari sini (Yogya-red)," kata Subandriyo.

Dia mengatakan berdasarkan semua alat sensor yang dipasang di danau yang ada di kawah Kelud menunjukkan adanya peningkatan suhu. Dari tiga alat sensor yang dipasang di danau pada kedalaman 15 meter, 10 meter dan 5 meter, ketiga alat itu menunjukkan peningkatan. "Kalau suhu sudah naik hingga 40 derajat, itu berarti sudah kritis sebagai tanda-tanda menjelang letusan," kata dia.

Dia menambahkan tipe Gunung Merapi dengan Gunung Kelud sangatlah berbeda. Bila Merapi setiap fase erupsi mengeluarkan awan panas. Sedang Kelud bertipe strato dengan letusan mengarah ke atas. "Material yang dikeluarkan juga berbeda," katanya.

Aktivitas Merapi Turun

Yogyakarta, Gunung Merapi tidak akan melakukan aktivitas erupsi dalam waktu dekat ini. Munculnya awan panas beberapa waktu terakhir ini lebih banyak dipicu oleh aktivitas gempa tektonik yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo saat rapat koordinasi Penanggulangan Bencana di Gedung Pracimosono Kompleks kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Selasa (9/10/2007).

"Aktivitas Merapi cenderung menurun, namun gempa tektonik masih mempengaruhi Merapi sehingga memicu munculnya satu kali awan panas ke arah Kali Krasak seperti pada 17 September lalu," kata Subandriyo.

Oleh karena aktivitas menurun kata dia, Gunung Merapi tidak akan erupsi dalam waktu dekat ini. Berdasarkan data aktifitas Merapi yang terus menurun pasca erupsi tahun 2006, karena sudah tidak ada akumulasi tekanan magma ke atas lagi. "Kita prediksi tidak akan erupsi lagi dalam waktu dekat ini," katanya.

Dia mengatakan selain aktifitasnya yang terus menurun kubah lava Merapi juga tidak mengalami pertumbuhan. Saat ini volume kubah lava Merapi mencapai 1 juta m3, guguran lava cenderung menurun jumlahnya. Hanya saja yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan terjadi longsoran akibat curah hujan tinggi maupun gempa tektonik.

Menurut dia, sampai sekarang BPPTK tetap mempertahankan status Merapi Waspada dan memberikan rekomendasi kepada masyarakat sekitar aliran Kali Gendol untuk tetap mengosongkan daerah tersebut sehingga radius 6 km. "Kasus munculnya awan panas pada tanggal 17 September sejauh 1,5 km ke arah Kali Krasak itu sebagai penyimpangan karena selama ini lebih banyak ke Gendol," demikian Subandriyo.

Waspada, Gelombang Tinggi 2,5 Meter Saat Lebaran

Yogyakarta, Gelombang laut setinggi 2,5 meter bakal muncul di wilayah pantai selatan Provinsi DI Yogyakarta pada tanggal 11 - 13 Oktober. Masyarakat yang ingin merayakan lebaran dengan berlibur di pantai diimbau berhati-hati kemungkinan munculnya gelombang tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta, Jaya Murjaya kepada wartawan seusai Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di gedung Pracimosono Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (9/10/2007).

"Kita imbau masyarakat untuk waspada pada hari-hari itu terutama pada tanggal 11, 12 dan 13 Oktober 2007 karena tinggi gelombang akibat perubahan tekanan udara bisa mencapai 2,5 meter," katanya.

Menurut dia, pantai-pantai di wilayah Yogyakarta seperti Parangtritis, Samas, Pandansimo Bantul, Pantai Trisik dan Glagah Kulonprog serta kawasan Pantai Baron Gunungkidul tinggi gelombang bisa mencapai 2 - 2,5 meter. Pada tanggal 11 hingga 13 Oktober akan ada kenaikan tinggi gelombang laut 2,5 meter sehingga perlu diwaspadai.

Namun gelombang pasang yang terjadi tidak akan berakibat secara esktrim khususnya di pantai selatan Yogyakarta. Masyarakat maupn nelayan yang ada di pantai selatan bila akan melakukan aktifitas diminta tetap berhati-hati. Sebab adanya perbedaan suhu dan tekanan udara yang ekstrim bisa memicu gelombang tinggi.

"2,5 meter itu tidak ekstrim di wilayah Yogyakarta, tapi perlu waspada. Tapi kalau sudah mencapai di atas 2,5 perlu diberi warning," katanya.

Oleh karena itu kata dia, selama mendekati hari raya lebaran ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIY dengan mengirimkan laporan harian tentang cuaca di sekitar DIY. "Kami hanya memerikan laporan dan data tiap hari, semua keputusan tetap ditangan pemprov DIY," demikian Jaya Murjaya.

Senin, 08 Oktober 2007

Sultan Salat Ied 13 Oktober

Yogyakarta, Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat menggelar acara Gerebeg Syawal 1940 Tahun Jawa pada hari Sabtu 13 Oktober 2007. Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama keluarga akan melakukan sholat ied di Kabupaten Kulonprogo pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007.

Raja Kraton Ngayogyakarto yang juga Gubernur DIY itu akan mengikuti salat ied di Masjid Jami di Kota Wates. Acara itu sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Pada tahun sebelumnya Sultan juga melakukan kegiatan salat ied di Kabupaten Sleman.

Hal itu dikatakan istri Sultan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas kepada wartawan di kantor Gubernur DIY di Kepatihan Jl Malioboro Yogyakarta, Senin (8/10/2007).

"Insya Allah, Pak Sultan bersama keluarga akan salat ied di masjid Jami kota Wates, Kulon Progo pada tanggal 13 Oktober," kata dia.

Menurut Hemas, kegiatan salat ied berkeliling itu sudah direncanakan sejak lama. Pada tahun ini, Kabupaten kelunprogo yang menjabat jatah keunjungan bersamaan kegiatan salat idul fitri. "Ini sudah direncanakan. Seperti tahun lalu, kita juga salat ied di Kabupaten Sleman," katanya.

Dia menambahkan setelah mengikuti salat ied di Wates, Sultan bersama keluarga akan kembali ke kraton. Sebab pada hari itu bersamaan diselenggarakan acara Gerebeg Syawal 1940 Jawa serta dilakukannya acara "sungkeman ngabekten' di kraton yang akan diikuti keluarga, kerabat dan para abdi dalem.

"Kraton 1 Syawal berdasar kalender Sultan Agungan jatuh hari Sabtu 13 Oktober. Setelah itu, Kita lebaran tetap di rumah. Kan ada acara Grebeg dan Pisowanan (Ngabekten) di Kraton," ujar Hemas.

Gubernur DIY Larang Pejabatnya Mudik Pakai Mobil Dinas

Yogyakarta, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X melarang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran ke luar kota. Namun bila tetap nekat memakai hingga ketahuan, pejabat yang bersangkutan akan dikenakan sanksi.

Hal itu diungkapkan Sultan kepada wartawan di kantor Gubernur DIY di Kepatihan Jl Malioboro Yogyakarta, Senin (8/10/2007).


"Gak boleh pejabat mudik pakai mobil dinas. Tidak ada ketentuan yang memperbolehkan hal itu," jawab Sultan.

Dia menegaskan mobil dinas itu dipakai untuk kegiatan dinas di lingkungan Pemerintahan Provinsi DIY. Dengan demikian bila ada pejabat yang memakai, berarti itu menyalahi aturan. "Mobil dinas kan bukan untuk itu peruntukannya," katanya.

Meski begitu, Sultan belum belum memutuskan sanksi apa yang akan dikenakan oleh Sultan bila ada pejabat Pemprov DIY yang melanggar. Namun instruksi tersebut, oleh Biro Organisasi Pemprov DIY langsung ditindaklanjuti dengan menyiapkan konsep surat edaran mengenai larangan penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Humas, Badan Informasi Daerah (BID) Provinsi DIY, Alex Samsuri mengatakan pihaknya merasa cukup kaget dengan keputusan tersebut sebab tahun sebelumnya tidak ada larangan menggunakan mobnas. "Tahun lalu itu tidak ada larangan pakai mobnas untuk mudik. Tapi kalau sudah diputuskan ya kita siap saja melaksanakan," kata Alex.

Arus Mudik Meningkat, KA Terlambat 1 Jam

Yogyakarta, Arus keberangkatan pemudik dan kedatangan para pemudik menggunakan kereta api (KA) di Yogyakarta mulai meningkat. Akibat padatnya jadwal, kedatangan KA dari Jakarta dan Bandung tujuan Yogyakarta terlambat sekitar 1 jam.

"Memang ada keterlambatan sedikit sekitar 1 jam. Tapi hal ini lebih baik dibanding tahun lalu larena jalur ganda Yogya-Kutoarjo sudah beroperasi dengan lancar," kata Kepala Humas PT KA Daop VI Yogyakarta, Mochtadi kepada wartawan di kantor Jl Lempuyangan, Senin (8/10/2007).

Dia mengatakan mulai hari ini keberangkatan penumpang dari Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta juga mulai meningkat. Pada hari ini jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun di Yogyakarta mencapai 5.821 orang. Jumlah ini meningkat hingga 118 persen dibanding hari-hari biasa. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penumpang juga meningkat pada hari yang sama lebaran lalu yang hanya sekitar 4 ribu penumpang.

"Sebagian besar penumpang menuju Jakarta dan Bandung. Penumpang sebagian besar adalah para pelajar dan mahasiswa yang kuliah akan mudik ke keluarganya," kata Mochtadi.

Dia menambahkan akibat padatnya jalur dan jumlah rangkaian yang maksimal, sejumlah KA dari Jakarta tujuan Yogyakarta dan Solo mengalam keterlambatan hingga 1-1,5 jam. Keterlambatan ini disebabkan mulai ramainya jalur KA di jalur selatan terutama jalur antara Cirebon, Purwokerto, Kroya hingga Kutoarjo. "Keterlambatan masih lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Adanya jalur ganda bisa menekan keterlambatan antara 15-30 menit," papar Mochtadi.

KA yang mengalami keterlambatan antara lain KA Argo Lawu yang seharusnya datang di Stasiun Tugu pukul 04.30 WIB, baru datang sekitar pukul 05.30 WIB. KA bisnis Senja Utama yang seharus datang pukul 06.00 WIB, baru tiba sekitar pukul 07.30 WIB. "Demikian pula KA Taksaka dan KA Progo juga mengalami keterlambatan," katanya.

1.500 Pedagang Mi Rebus di Yogya Mudik Bareng

Yogyakarta, Sekitar 1.500 pedagang mi rebus di Yogyakarta dan sekitarnya mudik bareng. Mereka bersama keluarganya mudik bareng dengan gratis menumpang 26 bis yang dicarter perusahan mie instan.

Para pedagang mi rebus beserta keluarga yang selama ini mencari nafkah di kota pelajar itu mudik bareng untuk merayakan lebaran di kampung halaman di wilayah Kuningan dan Cirebon Jawa Barat. Mereka sebagian besar berdagang mi rebus di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Atmajaya Yogyakarta, Unversitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII), STIE YKPN dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran.

Mereka berangkat dari Taman Kuliner Desa Condongcatur Depok Sleman, Senin (8/10/2007). Sejak pukul 10.00 WIB hingga menjelang keberangkatan pukul 12.00 WIB, mereka mulai berdatangan dengan membawa tas dan kardus besar berisi oleh-oleh untuk keluarga.

Bis yang dipakai mudik juga lumayan enak yakni bis carter pariwisata dilengkapi AC yang sejuk selama menempuh perjalanan nanti. Di kaca depan bis terpasang nomor urut bis serta spanduk 'Mudik Bareng Pedagang Indomie Rebus (PIR) Yogyakarta.'

Layaknya seorang pemudik, mereka berpakaian rapi mengenakan hem atau kaos serta celana panjang jeans. Adapula pula yang tampil gaul mengenakan celana jenas komprang diatas lutut dengan sepatu kets. Tak lupa membawa MP3/MP4 dan handphone lengkap dengan kamera digital. Setelah melaporkan kepada koordinator, mereka kemudian memasukkan barang sesuai nomor bis yang disediakan. Sambil menunggu rekan-rekannya, para pemudik duduk di bawah pohon dan di sekitar teras kios yang ada di Taman Kuliner.

Salah seorang pemudik, Udin Saefudin (38) kepada wartawan mengatakan mudik bareng bersama keluarga yang dibiayai gratis oleh perusahaan mi ini sangat membantu. Sebab uang tabungan selama bekerja di Yogyakarta tidak habis untuk ongkos perjalanan pulang. "Selain dapat mengurangi biaya mudik. Sudah dapat tempat duduk yang nyaman. Uangnya bisa digunakan untuk beli oleh-oleh seperti pakaian dan makanan," katanya.

Menurut dia, para pedagang mi rebus yang ikut mudik bareng saat ini jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 600-an orang. Beberapa hari sebelumnya juga sudah ada yang ikut mudik bareng tapi jumlahnya tidak sebanyak sekarang hingga 1.500-an yang hampir diikuti oleh pedagang mi rebus yang ada di wilayah Yogyakarta utara.

"Kami sepakat libur tidak jualan 25 Oktober. Tapi ada yang baru akan buka lagi pada akhir bulan Oktober karena biasanya di kampung banyak acara seperti nikahan," kata Udin.

Jumat, 05 Oktober 2007

Harga Sembako di DIY Diprediksi Naik 15 Persen

Yogyakarta, Stok sembako selama hari raya lebaran Idul Fitri 1428 H di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta aman. Harga sejumlah sembako diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 15 persen.

Hal itu diungkapkan kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY, H. Syahbenol Hasibuan kepada wartawan di Pracimosono kompleks Kantor Gubernur DIY Kepatihan Yogyakarta, Jumat (5/10/2007).

"Menghadapi hari raya Idul Fitri, semua barang kebutuhan pokok sudah mencukupi, distribusi sembako juga lancar dan harga cenderung stabil, kalaupun terjadi kenaikan lebih dipengaruhi faktor psikologis konsumen," katanya.

Meski stok aman katanya, diperkirakan harga sembako seperti gula pasir, tepung terigu, minyak goreng selama ramadan dan Idul Fitri akan mengalami kenaikan antara 10-15 persen. Sedangkan perkiraan fluktuasi harga kebutuhan pokok antara 1-15 persen. "Ini perkiraan secara kasar. Namun secara umum, stok di DIY aman dan mencukupi hingga lebaran usai," kata Syahbenol.

Menurut dia, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan sembako di wilayah DIY, Disperindagkop telah bekerjasama dengan beberapa distributor sembako khususnya untuk gula pasir, tepung terigu, minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan di pasaran. "Barang-barang itu akan dilepas dipasar bila terjadi kelangkaan untuk menstabilkan harga," ungkap dia.

Untuk beras dan gabah yang ada di gudang Bulog juga masih mencukupi hingga 8 bulan ke depan dari sekarang. Sebanyak 21 ribu ton beras masih tersimpan di Bulog DIY. Harga beras diperkirakan tidak akan mengalami kenaikan yang besar sehabis masa panen ini. Sedang stok gula pasir dan tepung terigu juga mencukupi hingga puncak lebaran nanti sekitar 2 ribu ton dan 2.400 zak tepung terigu berbagai merek. "Khusus gulapasir, karena pabrik juga habis musim giling, stok gula pasir juga dipastikan aman," ujarnya.

Demikian pula dengan stok komoditas ternak juga masih mencukupi. Untuk telor tersedia 3 ton/hari dengan harga berkisar kurang antara Rp 8 ribu hingga Rp 9 ribu/kg. Demikian pula dengan daging ayam potong juga masih mencukupi dengan stok 50 ton/hari. Diperkirakan hingga puncak lebaran nanti berkisar Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu/kg. Namun tidak akan naik hingga diatas Rp 18 ribu/kg," kata Benny panggilan akrabnya.

Puskesmas di Jalur Mudik Yogyakarta Buka 24 Jam

Yogyakarta, Semua puskesmas di sepanjang jalur mudik di jalur selatan dan obyek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan beroperasi selama 24 jam penuh selama H-7 sampai H+7 Lebaran. Semua Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit negeri dan swasta untuk dapat menerima rujukan.

Hal itu diungkapkan dr Handayani MKes kepada wartawan di gedung Pracimosono kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (5/10/2007).

"Semua unit kesehatan mulai dari puskesmas, rumah sakit, PMI sudah menyiapkan semua keperluan untuk antisipasi arus mudik lebaran. Puskesmas dan rumah sakit juga sudah siap beroperasi 24 jam," kata Handayani.

Dia mengatakan sampai saat ini semua unsur yang terlibat saat ini sudah siap sejak akhir bulan September 2007. Dalam rapat koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Dinkes kabupaten/kota, Badan Kerjasama Penanggulan Gawat darurat Medik, Pusbangkes 118, PMI, Perhimpunan Rumah sakit Seluruh Indonesia (Persi) cabang DIY telah memutuskan semua puskesmas di Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul buka 24 jam. Sedang semua puskesmas di Kota Yogyakarta dan Kulonprogo buka 24 untuk rawat inap.

"Semua pihak sudah siap, termasuk tim dokter dan petugas paramedis baik yang ada di rumah sakit maupun puskesmas. Kita mulai operasional pada hari Minggu 7 Oktober 2007," katanya.

Selain itu kata dia, akan didirikan beberapa pos kesehatan di beberapa tempat. Untuk Kota Yogyakarta diantaranya di Terminal Giwangan, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan dan pos PMI Kota Yogyakarta serta dua puskesmas rawat inap. Untuk Kabupaten Bantul, pos kesehatan di dirikan di simpang empat Kasihan Bantul, simpang empat Druwo jl Parangtritis dan kawasan pantai Parangtritis. "Semua puskesmas di Bantul buka 24 jam penuh," katanya.

Selanjutnya untuk Kulonprogo kata dia, pos kesehatan didirikan di terminal Wates, Sentolo, pantai Glagah dan Trisik. Untuk puskesmas rawat inap utama berada di Puskesmas Sentolo. Di Gunungkidul, pos kesehatan didirikan di Playen, Patuk, Terminal Wonosari, kawasan pantai Baron. "Sedang Sleman, pos kesehatan berada di terminal Jombor, simpang empat Gamping, Prambanan dan semua puskesmas juga buka 24 jam. Semua pos dilengkapi satu unit mobil ambulans keliling dengan 5 petugas," ungkap Handayani.

Pertamina Unit Jateng-DIY Jamin Stok BBM Aman Selama Lebaran

Yogyakarta, Pertamina Unit IV wilayah Jawa Tengah-DIY menjamin pasokan bahan bakar minyak selama lebaran mencukupi. Semua SPBU di jalur utama pemudik juga diminta tetap buka 24 jam selama hari raya lebaran.

Hal itu diungkapkan wakil Pertamina Unit IV Jateng-DIY, Danang Siswantoro kepada wartawan di gedung Pracimosono kompoleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (5/10/2007).

"Stok BBM di Pertamina yang tersedia mencukupi selama lebaran diantaranya di instalasi Pengapon Semarang dan di depot-depot seperti di Rewulu Yogyakarta, Cepu Blora, Tegal, Maos dan Cilacap," kata Danang.

Danang mengatakan saat ini Pertamina baik di instalasi Pengapon Semarang dan depot-depot telah menyediakan pemasokan BBM ke SPBU-SPBU dengan menambah waktu pelayanan dan tetap buka pada hari libur resmi yakni H-7 hingga H+7 lebaran. Instalasi dan depot Pertamina buka 24 jam dan siap melakukan distribusi BBM di wilayah Jateng-DIY.

Menurut dia, kapasitas tangki timbun di seluruh depot untuk premium sebanyak 77.090 kilo liter. Solar sebanyak 79.667 kiloliter, minyak tanah 76.394 kiloliter. Untuk armada mobil tangki sebanyak 830 untuk minyak tanah, 54 buah untuk premium dan 88 mobil untuk solar. "Sedang SPBU yang ada sebanyak 588 unit dan 318 agen untuk minyak tanah," katanya.

Dia mengatakan khusus SPBU di jalur strategis atau jalur utama pemudik Pertamina meminta SPBU tetap buka dan beroperasi penuh selama 24 jam. Utamanya pada H-7 hingga H+7 idul fitri. Selain itu, pasokan premium dan solar di SPBU tersebut ditingkatkan 10 persen dari rata-rata tiap bulannya.

"Kita juga menambah armada tangki 23 unit terdiri dari 5 unit di Rewulu, Tegal 12 unit dan Maos 6 unit. Sekitar 20 mobil tangki yang biasanya menyalurkan solar dialihkan untuk premium selama lebaran untuk meningkatkan pasokan ke SPBU," katanya.

Danang menambahkan selama lebaran, Pertamina membuat SPBU kantong di sejumlah SPBU strategis. Di tempat itu disiagakan satu unit mobil tangki penuh BBM yang siap menyuplai di SPBU terdekat yang mengalami kekuarangan stok. Hal ini dilakukan untuk mempercepat dan memperpendek jarak distribusi sebagai antisipasi kemacetan.

"Akan ada mobil tangki yang siap suplai. 7 SPBU kantong diantaranya diSPBU Karanganyar Kebumen, SPBU Ambarketawang, SPBU Jl Mayjen Bambang Sugeng di Magelang, SPBU Jl Raya Secang Magelang, SPBU Jonggrangan Klaten, SPBU Semarang-Solo Km 20, SPBU Sambung Macan," katanya.

3.102 Polisi Amankan lebaran di DIY

Yogyakarta, Sebanyak 3.102 anggota kepolisian diterjunkan untuk mengamankan hari raya lebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah titin rawan kejahatan, rawan kecelakaan lalu-lintas dan rawan kemacetan dijaga dan didirikan pos pengamanan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Samapta Polda DIY, Kombes Nasrullah kepada wartawan di Pracimoso kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (5/10/2007).

"Semua titik rawan termasuk sarana dan prasarana ibadah, pusat keramaian akan dijaga oleh semua anggota kepolisian. Khusus kerawanan kecelakaan lalu lintas juga akan diminimalkan dengan di adanya pos-pos penjagaan," katanya.

Menurut dia di seluruh wilayah Polda DIY telah didirikan 42 pos pengamanan tetap dan 1 pos berjalan di wilayah Polres Kulonprogo. Ke 42 pos itu tersebar di 4 polres dan 1 poltabes terutama di pintu masuk perbatasan Jawa Tengah dan DIY seperti di perbatasan Purworejo-Kulonprogo, Magelang-Sleman, Sleman-Klaten, Gunungkidul-Wonogiri. Sedang Poltabes Yogyakarta pengamanan selama lebaran diutamakan menjaga beberapa ruas jalan seperti kawasan Malioboro dan sekitar agar tidak terjadi kemacetan.

"Khusus Malioboro kita antisipasi sejak awal agar tidak terjadi kemacetan seperti tahun lalu, karena semua pemudik ingin masuk ke Malioboro. Semua jalan di pintu masuk Malioboro juga sudah ada pos pengamanan," katanya.

Dia mengatakan untuk daerah rawan kecelakaan diantaranya di kawasan Ringroad Utara di daerah Condongcatur Depok Sleman. Di wilayah barat di sepanjang Jl Wates antara Sentolo - Gamping serta daerah perbatasan Jawa Tengah di Temon Kulonprogo merupakan jalur yang bakal dipadati pemudik yang menuju DIY maupun Jawa Tengah wilayah selatan. Selanjutnya di wilayah timur yakni Kalasan, Prambanan hingga perbatasan Klaten.

Di wilayah Gunungkidul daerah rawan kecelakaan diantaranya di daerah Patuk yang penuh jalan tanjakan dan tikungan. Sedangkan di Bantul di daerah Siluk Imogiri hingga Panggang Gunungkidul yang juga banyak tanjakan dan tikungan. "Hampir semua jalan di DIY kondisinya sudah mulus dan sudah ada tanda/marka lalu-lintas namun semua pemudik kami minta untuk tetap berhati-hati. Khusus daerah tanjakan dan banyak tikungan ada ditempatkan mobil derek terutama di Gunungkidul," kata Nasrullah.

Kamis, 04 Oktober 2007

7 BPR Syariah Baru Akan Berdiri di Yogya

Yogyakarta, Sebanyak tujuh buah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah baru bakal berdiri di Yogyakarta hingga akhir tahun 2007 ini. BPR Syariah tersebut sedang mengajukan surat izin usaha dan izin prinsip ke kantor Bank Indonesia (BI) Yogyakarta.

Hal itu diungkapkan Pejabat Pengawas Perbankan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Agus Budiono di Hotek Santika Yogyakarta Jl Jenderal Sudirman, Kamis (4/10/2007).

"Saat ini di Yogyakarta sudah ada 6 bank umum syariah dan satu BPR syariah. Sebanyak 7 BPR syariah akan berdiri lagi hingga tahun 2007 ini dan hingga tahun 2008 akan bertambah lagi hingga 10 BPR," kata Agus.

Dia mengatakan dari 7 BPR syariah yang akan berdiri di kota pendidikan ini, 2 BPR sedang dalam proses mengajukan surat izin usaha. Sebanyak 3 BPR sudah mendapat izin prinsip dan tinggal mengajukan surat izin usaha. Sedang 2 BPR lagi dalam proses mengajukan surat izin prinsip.

Menurut Agus kinerja perbankan syariah di DIY hingga triwulan III-2007 mengalami perkembangan yang mengembirakan. bahkan lebih tinggi dari perkembangan kinerja perbankan secara keseluruhan. Hal ini tercermin dari beberapa indikator diantaranya set, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan.

Pertumbuhan DPK perbankan syariah dari Rp 386 miliar pada triwulan II-2007 menjadi Rp 424 miliar pada triwulan III-2007. Hal itu didorong oleh pertumbuhan jenis simpanan giro yang mengalami peningkatan sebesar 30,77 persen (qtq), kemudian diikuti deposito dan tabungan dengan peningkatan masing-masing sebesar 8,64 persen dan 6,95 persen (qtq). "Untuk penyaluran pembiayaan tumbuh sebesar 7,05 persen (qtq)," kata dia.

Panen Usai, Ekonomi DIY Melambat

Yogyakarta, Pasca musim panen raya, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada triwulan ke III tahun ini melambat. Hal ini disebabkan adanya perubahan fenomena alam yakni terjadinya pergeseran musim panen pada triwulan I menjadi triwulan II.

Hal itu diungkapkan Pejabat Deputi Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Bramono Sidik kepada wartawan di Hotel Santika Yogyakarta Jl Jenderal Sudirman, Kamis (4/10/2007).

"Secara sektoral, melemahnya perekonomian DIY triwulan III disebabkan oleh besarnya andil negatif sektor pertanian setelah selesainya masa panen raya," katanya.

Dengan demikian lanjut Bramono, output atau nilai tambah yang dihasilkan oleh sektor tersebut dalam pembentukan PDRB DIY juga menurun drastis dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada triwulan laporan, kinerja sektor pertanian terkontraksi sebesar 19,28 persen (qtq). Angka kontraksi sektor ini lebih besar dibandingkan dengan kontraksi yang terjadi pada trwiulan III-2005 dan III-2006, masing-masing sebesar 14,66 persen dan 10,87 persen (qtq).

Dia mengatakan berakhirnya panen raya triwulan III telah memjadikan sektor pertanian tergeser kembali pada pringkat kedua dibawah posisi sektor perdagangan, hotel dan restran, setelah pada triwulan II menempati pangsa tertinggi. Sektor pertanian pada triwulan III memiliki pangsa sebesar 17,43 persen. Sedang sektor perdagangan, hotel dan restoran menempati posisi terbesar 21,11 persen.

"Secara umum semua sektor mengalami pertumbuhan pisitif pada triwulan laporan, kecuali sektor pertanian dan sektor jasa yang mengalami koreksi setelah pada triwulan sebelumnya mengalami peningkatan yang cukup siginifikan," katanya.

Mengenai laju inflasi di Kota Yogyakarta kata dia, naik dari 0,18 persen (qtq) pada triwulan II-2007 menjadi 3,17 triwulan III-2007. Angka infilasi ini sedikit berada d atas angka estimasi titik sebelumnya sebesar 3,08 persen (qtq) dan juga berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,28 persen (qtq) pada periode yang sama.

Penyumbang terbesar angka infilasi berasal kelompok makanan dan minuman dengan andil sebesar 1,16 persen, diikuti kelompok pendidikan, rekreasi dan olehraga sebesar 1,12 persen. Besarnya sumbangan kelompok bahan makanan terhadap infilasi dari harga komoditas telur ayam ras. "Komoditas ini jadi penyumbang inflas tertinggi kedua sebesar 0,18 persen dan kenyataannya sebelum puasa telur sempat mencapai Rp 10 ribu/kg," kata Bramono.

Penukaran Uang di DIY Meningkat 643 Persen

Yogyakarta, Menjelang hari raya lebaran, warga Yogyakarta mulai menukarkan uang pecahan di loket kantor Bank Indonesia (BI) Yogyakarta. Kebanyakan mereka menukarkan uang pecahan kecil Rp 20 ribu ke bawah untuk diberikan kepada cucu, tetangga dekat saat lebaran nanti.

Hal itu diungkapkan Pejabat Deputi BI Yogyakarta, Bramono Sidik kepada wartawan di Hotel Santika Yogyakarta Jl Jenderal Sudirman, Kamis (4/10/2007).

"Permintaan penukaran uang pecahan kecil mengalami lonjakan cukup siginifikan sejak awal bulan puasa hingga 27 September.
Ini selalu berulang tiap menjelang lebaran dan hampir tiap pagi hingga siap loket penukaran penuh dan antre," kata dia.

Jika dibandingkan dengan rata-rata penukaran uang kecil pada kondisi normal kata Bramono, hingga tanggal 27 September penukaran uang mengalami peningkatan dratis sebesar 643,22 persen dari Rp 388 juta menjadi Rp 2,884 miliar. Demikian pula dengan jumlah penukar pada tanggal 13 September sebanyak 250 orang menjadi 650 orang pada tanggal 27 September.

"Ini akan terus meningkat hingga menjelang lebaran nanti dan uang pecahan yang paling banyak diminta adalah pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu," katanya.

Menurut dia, saat ini BI Yogyakarta mulai 1 hingga 11 Oktober 2007 menerapkan aturan melayani penukaran pecahan kecil tiap hari Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 WIB di loket belakang kantor BI Yogyakarta. Jumlah penukaran dibatasi yakni 1 orang hanya dapat menukarkan maksimal 3 pak untuk masing-masing denominasi. "Sedang pelayanan penukaran uang rusak dan emisi lama sementara ditiadakan dan akan dilayani lagi mulai tanggal 22 Oktober," kata Bramono didampingi pejabat deputi BI Amir Isa.

Selain melayani penukaran untuk masyarakat umum, BI tetap melayani penukaran untuk bank-bank baik untuk keperluan ATM maupun pembayar lainnya. Untuk permintaan ATM atau bank-bank lain sampai sekarang tetap lancar dan tidak mengalami kendala. "Untuk bank sudah siap lebih dulu. Kesiapan itu, termasuk dengan kerjasama antar bank untuk mengisi kebutuhan uang di ATM,. Sedang penukaran uang melalui mobil juga berjalan dengan baik," kata Bramono.

Pilgub DIY Butuh Rp 83 Miliar

Yogyakarta, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan dana yang dibutuhkan utuk menyelenggarakan pemilihan gubernur/wakil gubernur tahun 2008 mencapai Rp 83 miliar. Perhitungan dana tersebut sudah termasuk jika ada calon perseorangan/ calon independen yang ikut maju dalam pilkada DIY.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU DIY, Suparman Marzuki kepada wartawan seusai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Jl Malioboro, Kamis (4/10/2007).

"Kalau kemungkinan pemilihan kepala daerah di DIY akan berlangsung 2008 yang akan datang, KPU DIY sesuai kewajiban konstitusi menyiapkan diri, kalau memang nanti keputusan politik DPR RI menyatakan penggantian gubernur DIY harus melalui mekanisme pemilu kita sudah siap," kata dia.

Suparman mengatakan pihaknya mengambil langkah-langkah persiapan sebagai antisipasi bila pilkada gubernur DIY jadi dilakukan tahun 2008. Namun bila tidak jadi dilakukan pemilihan, semua pekerjaan yang dilakukan KPU DIY tidak akan sia-sia karena 2009 sudah diselenggarakan pemilu. "Ini sebagai antisipasi saja, meski RUU Keistimewaan DIY yang akan menjadi landasan hukum pelaksanaan Pilgub DIY masih belum dibahas di DPR," katanya.

Menurut dia, sebelumnya KPU memperkirakan dana yang butuhkan sebesar Rp 60 miliar. Namun setelah dihitung secara detail ternyata lebih besar dengan estimasi maksimal mencapai Rp 83 miliar karena kemungkinan akan ada calon perseorangan atau independen. "Perkiraan kita sebesar itu, tapi masih dalam perhitungan di atas kertas dengan estimasi maksimal," katanya.

Apabila dalam pilkada DIY nanti ada calon perseorangan selain calon yang diajukan parpol kata dia, persiapan hingga proses verifikasi akan membutuhkan biaya besar pula. Belum lagi, konsekuensi UU No 22/2007 yang memberikan konsekuensi finansial yang besar pula dengan adanya panwas kecamatan, panwas lapangan, sosialisasi oleh PPS, logistik pemilu seperti kotak suara apakah akan menggunakan yang lama atau kota baru.

"Padahal kotak suara lama tinggal 70 persen sehingga perlu menambah yang baru. Itu antisipasi maksimal dan setelah dihitung secara global oleh sekretariat mencapai Rp 83 miliar, bukan Rp 60 miliar lagi dan pengeluaran terbesar untuk logistik," katanya.

Dia menambahkan perhitungan itu juga setelah melihat pelaksanaan pilkada kabupaten/kota di DIY beberapa waktu lalu. Termasuk masalah daerah-daerah di Kabupaten Kulonprogo yang sudah dijangkau dengan transportasi sehingga membutuhkan biaya ekstra. "Belum lagi kalau nanti calon independen akan lebih dari satu. Semua kita hitung hingga kemungkinan pilkada diselenggaraan hingga putaran kedua," ujar Suparman.

Rabu, 03 Oktober 2007

Ribuan Pelayat Lepas Kepergian KH Muhaiminan Gunardo

Temanggung, Ribuan pelayat melepas kepergian KH Muhaiminan Gunardo (74), pendiri pondok pesantren Kiai Parak Bambu Runcing, Parakan Kabupaten Temanggung. Anggota deklarator Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di makamkan di kompleks pemakaman PP Kiai Parak di Kauman Parakan tidak jauh dari kediamannya.

Sejak pagi hingga menjelang pemberangkatan menuju peristirahatan terakhir, para pelayat sudah memenuhi sekitar kediaman almarhum. Para pelayat dari berbagai daerah, silih berganti mendatangi keluarga untuk mengucapkan bela sungkawa serta memberikan doa. Tampak hadir diantaranya Ketua Dewan Syuro PKNU, KH Abdurrahman Chudlori serta beberapa kiai sepuh NU seperti KH Abdul Hamid Baedhowi dari Lasem, Rembang, KH Chasbullah Badawi dari Cilacap, KH Ahmad Warsun Munawwir dan KH Zaianl Abidin Munawwir dari Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogyakarta dll.

Menurut salah seorang putra almarhum, Chaedar, ayahnya meninggal dunia, Selasa (2/10/2007), sekitar pukul 17.45 WIB di kediamannya. Dia sudah beberapa lama menderita sakit diantaranya sesak nafas sehingga banyak mengurangi kegiatan di luar pondok. Almarhum sudah beberapa kali berobat di RS Kariadi Semarang dan menjalani terapi pengobatan alternatif di Salatiga. KH Muhaiminan meninggalkan seorang istri, Hj Jayidah yang mempunyai enam anak, yakni, Dra Suad Jauharoh, Kautsar, KH Chaedar, Hanif (almarhum), Nauval dan Baha.

Tidak banyak pesan dari bapak. Namun setiap pengajian di pondok almarhum selalu menekankan kepada santri dan keluarga agar saling menghormati dengan yang lain dan menjauhkan dari hal-hal kekerasan bila tidak terpaksa. Pesan beliau, sebagai orang awam, yang baik nganut karo sing ahli.

"Soal agama, ndhereklah para ulama. Ulama adalah pewaris para Nabi. Tak ada pewaris Nabi kok ngajak barang olo (kekerasan) itu. Murid mau pintar ya harus ndherek guru. Mau memahami agama ya harus ndherek kiai. Orang sakit kalau ingin sembuh ya harus menuruti perintah dokter. Sebab sepandai-pandai kita soal kesehatan, pasti masih lebih pandai dokter. Sepandai-pandai kita soal agama, ya masih pandai ulama,” kata Chaedar menirukan ucapan ayahnya.

Selain menjabat sebagai Ketua Tariqot Sadzaliyah, di kancah politik Muhaiminan menjabat sebagai Dewan Mustasyar (Penasehat) Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara itu, kawan dekat almarhum KH Abdurrahman Chudlori dari Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang menyatakan kesedihan mendalam dengan meninggalnya KH Muhaiminan Gunardo. "Almarhum adalah orang yang halus dan berilmu tinggi, namun juga orang yang teguh pendirian. Orang yang istiqomah dalam semua bersikap dan menjadi rujukan para kiai untuk bertanya," kenang Mbah Dur panggilan akrabnya.

Selasa, 02 Oktober 2007

Sutiyoso Serius Maju Pilpres 2009

Yogyakarta, Sutiyoso menegaskan dirinya seriusa dalam pencalonan diri maju dalam pemilihan presiden 2009. Dia juga mengklaim sudah mendapat dukungan dari beberapa partai politik.

Hal itu diungkapkan Sutiyoso seusai berkunjung di kediaman juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman, Selasa (2/10/2007).

"Serius banget. Kalau dukungan tidak ada, mosok saya akan mencalonkan. Termasuk masalah dana itu bisa kumpulkan dari masyaralat yang rela dan yang sama perjuangannya dengan saya," katanya.

Menurut dia dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk ketika disinggung mengenai wacana diduetkannya dirinya dengan Ketua Umum PDIP, Megawati. "Namanya politik apa saja bisa terjadi, ada kalkulasi, tetapi terlalu dini untuk membicarakan itu (duet dengan Mega). Saya kan lagi nongol, kita lihat pertengahan tahun depan calon-calon yang serius akan kelihatan sudah bergejolak," ujar dia.

Saat ini dia juga mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari partai politik. Partai-partai kecil dan beberapa partai baru sudah ada yang mendekat ke dirinya, termasuk ada partai menengah. "Saya sudah baca koran, yang menengah PAN, ibaratnya saling mendekat. Saya dekati partai itu sebagai berinteraksi," ungkapnya.

Sutiyoso juga tidak merasa khawatir ketika PAN juga menjagokan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai kandidat presidennya."Deal politik kan seperti itu, bisa akrab bisa renggang, bisa lenget. Finalnya saat mendaftar, itu baru final. Belum sampai ke sana. Saya juga belum tahu keseriusan Sri Sultan. Dalam waktu dekat beliau juga akan bertemu dengan PAN," demikian Sutiyoso.

Sutiyoso Minta Restu Mbah Maridjan

Yogyakarta, Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso yakin dan tidak main-main dalam mencalonkan diri maju pemilihan presiden 2009. Menemui juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan, Sutiyoso mengaku meminta doa restu dan ingin lebih dikenal masyarakat.

Dalam safari politik pertamanya, dia bersama bos PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengunjungi keluarga Mbah Maridjan dan warga Dusun Kinahrejo Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman. Di Kinahrejo, Sutiyoso bersama rombongan melakukan doa bersama dan salat maghrib di masjid yang terletak disebelah barat rumah Mbah Maridjan.

Sutiyoso kepada wartawan mengungkapkan kunjungannya ke Mbah Maridjan memiliki tujuan ganda. Selain untuk minta doa restu, kedatangannya sekaligus melakukan sosialisasi ke masyarakat.

"Seperti Anda lihat kemarin, saya sudah deklarasi. Supaya seluruh masyarakat Indonesia ini bisa memantau dan kenal lebih dekat siapa dia calon pemimpin mereka," kata Sutiyoso.

Menurut dia, agar lebih dikenal di masyarakat itu memerlukan waktu. Oleh karena itu, dia berani melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih mengenal dan tahu. "Saya juga demikian, untuk jelaskan apa programnya nanti. Itu sesuatu yang wajar saja saya lakukan," ungkap Sutiyoso.

Dia menegaskan safari politiknya tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Setelah nanti, dirinya lengser dari kursi gubernur DKI Jakarta, maka dia akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan sosialiasi. "Intinya saya ingin memperkenalkan kepada masyarakat. Kalau kandidat yang lain, beliau sudah pernah muncul di 2004, baik yang incumben maupun yang lain. Jadi sudah dikenal masyarakat, saya kan baru masyarakat Jakarta, masyarakat di luar Jakarta mungkin ada, tapi belum banyak," katanya.

Dipilihanya Mbah Maridjan sebagai orang yang pertama kali dikunjungi katanya, lebih karena dirinya diundang Mbah Maridjan. "Undangan pertama beliau, nanti kan banyak masyarakat lainnya dan saya pasti datang," katanya.

Sutiyoso Temui Mbah Maridjan di Lereng Merapi

Yogyakarta, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menemui juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di kediamannya Dusun Kinahrejo Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman. Dalam safari politiknya di Yogyakarta, dia meminta resmi Mbah Maridjan untuk maju mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2009 nanti.

Pertemuan yang dibungkus dalam acara buka bersama dengan warga dusun Kinahrejo itu, Sutiyoso datang bersama dengan bos Sidomuncul, Irwan Hidayat. Sutiyoso yang datang menggunakan kemeja batik itu langsung disambut Mbah Maridjan di depan rumah.

Setelah saling mengucap salam dan berjabat tangan, dia dipersilakan masuk ke dalam rumah Mbah Maridjan. Keduanya sempat terlibat dalam obrolan dengan menggunakan Bahasa Jawa. Awalnya Sutiyoso menanyakan kabar Mbah Marijan, serta bertanya seputar keadaan lingkungan Mbah Maridjan.

"Di sini saya bersama dengan keluarga, anak saya ada di sini, semua saudara saya di sini," kata Mbah Marijan.

Mbah Maridjan juga menerangkan kepada Sutiyoso tentang kondisi rumah, gambar karikatur Mbah Maridjan serta foto-foto Sultan.
Setelah itu, Mbah Maridjan meminta Sutiyoso untuk mengisi buku tamu yang tersedia di ruang tamu.

"Nanti saya minta ngisi buku tamu di situ, biar nanti yang pada datang ke sini kenal," tutur dia.

Kepada Mbah Maridjan, Sutiyoso mengaku senang bertemu dengannya. Oleh karena itu, dia berharap Mbah Maridjan bersedia memenuhi undangan untuk datang ke Jakarta.

Dengan sopan dan bahasa Jawa bercampur Bahasa Indonesia, Mbah Maridjan menyatakan dirinya bila tidak ada perintah dari Ngraso Dalem Sri Sultan tidak akan ke mana-mana. Sebab dirinya hanya sebagai orang kecil saja. Saya tidak mau orang kecil mengaku jadi orang besar, orang kerdil mengaku jadi orang tinggi," terang Mbah Marijan," kata Mbah Maridjan.

Mendengar statmen Mbah Marijan, Sutiyoso memberikan pujian."Anda hebat, ajaran Anda luar biasa," puji Bang Yos panggilan akrabnya

Kraton Yogyakarta, Lebaran 13 Oktober

Yogyakarta, Meskipun Muhammadiyah menetapkan hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1428 H jatuh pada hari Jumat 12 Oktober 2007. Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat akan merayakan lebaran Idul Fitri pada hari Sabtu 13 Oktober 2007 bertepatan 1 Syawal berdasarkan kalender Tahun Jawa.

Dengan demikian acara Gerebeg Syawal Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat akan dilakukan pada hari Sabtu 13 Oktober. Acara gerebeg Syawal akan ditandai dengan keluarnya Hajat Dalem Kraton Ngayogyokarto berupa gunungan yang akan diperebutkan di halaman Masjid Besar Kauman Yogyakarta.

"Sama dengan pemerintah. Tapi bukan berarti penetapan Hari Raya Idul Fitri bagi Keraton Yogyakarta hanya ikut-ikutan pemerintah. Ini sudah hasil perhitungan secara adat dari keraton. Saya ikut tanggalan abang, tanggal abange kan 13. Ya keraton juga tanggal 13," kata Raja Kraton Ngayogyakarto, Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada wartawan di Kantor Gubernur DIY Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (2/10/2007).

Sultan mengatakan persamaan tanggal untuk 1 Syawal antara Kraton dan pemerintah bukanlah suatu kebetulan. Sebab pemerintah maupun kraton memiliki perhitungan atau penanggalan sendiri-sendiri. Namun dirinya tidak mempersoalkan perbedaan hari raya Idul Fitri dengan golongan lain, maupun Muhammadiyah.

Dia meminta agar perbedaan perayaan Idul Fitri itu jangan menjadi masalah atau ganjalan masyarakat sehingga tidak perlu dipersoalkan. Sebab, makna lebaran sendiri adalah bagaimana meningkatkan rasa humanisme dan kekerabatan serta kerukunan antar-manusia."Kalau ada perbedaan itu tidak masalah," katanya.

Ditanya mengenai cuti bersama sebagai kebijakan libur Lebaran yang ditetapkan pemerintah, Sultan mengatakan hal itu tidak menjadi masalah. Penambahan libur akibat cuti bersama akan lebih baik untuk mencegah PNS dan pegawai bolos kerja karena masih melangsungkan silaturahmi saat Lebaran. "Kalau liburnya ditambah pegawai tak perlu bolos. Dan jika masih ada yang bolos setelah lebaran, akan saya tegur," ujar Gubernur DIY itu.

Pertamina Bantu Rp 5 Miliar Untuk Warga DIY

Yogyakarta, PT Pertamina memberikan bantuan sebesar Rp 5 miliar kepada warga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat untuk membeli hewan ternak kambing dan sapi untuk dipelihara.

Untuk tahap awal masyarakat yang memperoleh bantuan kambing dan sapi sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) petani di Kabupaten Gunungkidul dan 1.491 kepala keluarga petani di Kabupaten Kulonprogo. Masyarakat yang memperoleh bantuan ternak setelah empat tahun harus mengembalikan juga dalam bentuk kambing atau sapi.

"Program bantuan atau kemitraan ini untuk pemberdayaan masyarakat miskin agar lebih mandiri. Bantuan ini sifatnya bergulir terus menerus kepada masyarakat," kata Wakil Dirut PT Pertamina, Iin Arifin Tahyan seusai penandatanganan MoU dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, di gedung Pracimosono, Kepatihan Jl Malioboro, Selasa (2/10/2007).

Menurut Iin program kerjasama kemitraan ini merupakan salah satu program pertamina membina usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui manfaat bagian laba Pertamina. Selain peternak dari Kulonprogo dan Gunungkidul, peternak dari Sleman juga mendapat bantuan. "Kami berharap masyarakat mampu diberdayakan melalui program kemitraan ini sehingga mereka mampu berkembang dengan baik," katanya.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan setelah empat tahun, mereka yang mendapat bantuan kambing atau sapi harus mengembalikan ke desa. Oleh desa selanjutnya kambing itu disalurkan ke masyarakat lain sehingga akan terjadi pemberdayaan.

Dana Rp 5 miliar disalurkan ke Kulonprogo sebesar Rp 2 miliar untuk pembelian sapi sebanyak 365 ekor dan kambing 120 ekor untuk 35 kelompok di 10 kecamatan. Selanjutnya untuk Kabupaten Gunungkidul sebanyak Rp 1,7 miliar untuk opembelian sapi 264 ekor, kambing 500 ekor untuk 33 kelompok di 12 kecamatan.Sedangkan untuk Kabupaten Sleman sebesar Rp 1 miliar untuk pembelian sapai 133 ekor yang terdiri dari 24 kelompok di 5 kecamatan.

Selain hewan ternak lokal kata Sultan, di DIY juga akan dikembangkan ternak khusus Kambing Bligon. Sebab dipasarn luar negeri, harga kambing Bligon lebih mahal dibanding harga pasaran dalam negeri. Khusus ternak Kambing Bligon ini 3 bulan sekali sudah diekspor ke Malaysia melalui kapal. Dari Yogya kambing tersebut dibawa ke Medan memakai truk. Kambing-kambing itu kemudian ke bawa langsung ke Malaysia menggunakan kapal.

Jelang Lebaran, Warga Yogya Mulai Tukarkan Uang Pecahan

Yogyakarta, Menjelang hari raya lebaran, warga Yogyakarta mulai menukarkan uang pecahan di loket kantor Bank Indonesia (BI) Yogyakarta maupun tempat penukaran swasta. Kebanyakan mereka menukarkan uang pecahan Rp 1.000 dan Rp 5.000 untuk diberikan kepada cucu, tetangga dekat saat lebaran nanti.

Berdasarkan pantauan detikcom di kantor BI Yogyakarta, Selasa (2/10/2007) loket penukaran uang sudah dipadati warga sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.00. Mereka dengan tertib antri menukarkan uang di loket yang telah disediakan.

Paling banyak permintaan adalah pecahan Rp 10.000 yakni Rp 12,5 miliar, diikuti pecahan Rp 5.000 sebanyak Rp 10,8 miliar, pecahan Rp 20.000 sebanyak Rp 8,4 miliar, Rp 1.000 sebanyak Rp 5,7 miliar, pecahan Rp 500 sebanyak Rp 400 juta, pecahan Rp 200 sebanyak Rp 242 juta dan pecahan Rp 100 sebanyak Rp 120 juta.

Bank Indonesia (BI) meningkatkan pasokan uang pecahan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tersebut menjelang Lebaran. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pasokan bisa mencapai Rp 40 miliar.

"Permintaan terhadap uang pecahan sudah dirasakan sejak akhir September. Dalam seminggu ini, pada saat pelayanan Senin dan Kamis, permintaan uang pecahan sekitar Rp 4 miliar per hari layanan. Padahal biasanya hanya Rp 700 juta setiap hari layanan," kata Kepala BI Yogyakarta, Endang Sedyadi.

Persiapan pasokan sebesar Rp 40 miliar tersebut, sesuai dengan pengalaman tahun lalu, dimana realisasi penukaran uang pecahan sebesar Rp 40 miliar lebih. "Meski kita menyiapkan sekitar Rp 40 miliar, namun demikian, pihaknya juga telah siap untuk meminta tambahan uang pecahan dari BI Semarang," ujarnya.

Menurut Endang, permintaan uang pecahan yang meningkat ini merupakan peristiwa historikal. Setiap tahun akan terjadi peningkatan, karena memang masyarakat akan membutuhkan uang pecahan untuk kebutuhan yang menyangkut Lebaran. Termasuk diantaranya, untuk membayar uang pengembalian penjualan, memberi cucu atau kebutuhan lainnya.

Untuk tahun ini, tambahnya, tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan permintaan uang pecahan. Selain trend peningkatan pemudik, juga saat ini pendapatan masyarakat mengalami peningkatan, termasuk adanya kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS).

Meski demikian, berapa pun peningkatan permintaan, pihaknya tetap melayani. Termasuk diantaranya, peningkatan permintaan lembaran uang untuk sejumlah bank, baik untuk keperluan ATM maupun pembayar lainnya. "Untuk permintaan ATM, biasanya bank sudah siap lebih dulu. Kesiapan itu, termasuk dengan kerjasama antar bank untuk mengisi kebutuhan uang di ATM," tambahnya.

Selain mendistribusikan uang pecahan di BI, juga disalurkan melalui kendaraan. "Selama ini, penyaluran penukaran uang lewat kendaraan, berjalan dengan baik," kata Endang.

Warga Miskin Yogya Demo Tolak Konversi Minah ke Gas

Yogyakarta - Puluhan warga miskin Yogyakarta berunjuk rasa menentang konversi minyak tanah (minah) ke gas. Kebijakan tersebut dinilai hanya menambah beban hidup mereka.

Aksi tersebut dilakukan puluhan orang yang tergabung dalam Barisan Rakyat Tolak Konversi Minah ke Gas (Bronkos). Aksi dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali dilanjutkan dengan berjalan kaki ke DPRD Yogyakarta, Jl Malioboro, Selasa (2/10/2007). Namun ketika massa hendak menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, petugas Satpol PP melarang dan tidak memperkenankan masuk dengan menutup pintu gerbang.

Massa Bronkos menilai, konversi minyak tanah ke gas semakin menyulitkan hidup mereka. Minyak tanah langka di pasaran sedangkan gas mahal harganya.

"Gas juga tidak bisa diecer seperti minyak tanah. Kalau minyak kita bisa beli seliter atau setengah liter," kata koordinator aksi, Dodo Putra Abasyah, dalam orasinya.

Karena itu, Bronkos menyerukan kepada rakyat miskin untuk menolak program konversi tersebut. Salah satu caranya dengan tidak mau menerima pembagian paket kompor gas gratis yang dibagikan pemerintah.

Dalam aksinya, massa bronkos membawa replika kompor gas dan kompor minyak tanah. Replika kompor gas ditempeli gambar tokoh wayang Batara Kala. Benda tersebut dibuat dari kertas setinggi 1,5 meter. Massa juga menggunakan sumbu kompor sebagai hiasan kepala. Mereka memakai kalung yang bertuliskan "Tolak Konversi Minah ke Gas, Program Konversi Sebabkan Minyak Tanah Langka, Gas Ora Iso Gawe Dapur Ngebul".

Dari kantor DPRD Yogyakarta, massa Bronkos melanjutkan aksinya ke Alun-alun Utara Yogyakarta. Di tempat ini, mereka membakar replika kompor gas. Sedangkan replika kompor minyak tanah ditinggalkan begitu saja.

Senin, 01 Oktober 2007

Sopir Taksi Plat Hitam Adisucipto Demo

Yogyakarta, Sopir taksi plat hitam Bandara Adisucipto Yogyakarta demo menuntut diperbolehkan kembali bekerja. Mereka juga menuntut counter resmi mereka yang ditutup pengelola bandara dibuka lagi.

Aksi yang dilakukan anggota Paguyuban Pengemudi Sani Rentelindo itu dilakukan di lobby bandara di sebelah timur pintu kedatangan penumpang. Dengan mengenakan seragam baju batik dan membawa kartu pas bandara, mereka langsung menggelar orasi dan poster.

Beberapa poster langsung di gelar di lobby kedatangan sehingga sempat menarik perhatian beberapa penumpang yang baru tiba di bandara. Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.45 WIB itu berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu para penumpang pesawat. Beberapa orang petugas keamanan bandara yang berpakaian preman hanya berjaga-jaga di sekitar tempat aksi.

Salah seorang peserta aksi Firmansyah dalam orasinya menuntut agar PT Angkasa Pura I kembali mengizinkan pengemudi taksi plat hitam anggota Paguyuban Sani Rentelindo beroperasi di bandara. Sebab kartu pas yang dimiliki anggota masih berlaku hingga akhir tahun 2007, tapi sejak tanggal 27 September mereka dilarang masuk bandara oleh pihak Angkatan Udara (AU).

Setelah ditutupnya counter resmi di lobby bandara kata Firman, semua sopir taksi Sani Rentelindo juga tidak diperbolehkan masuk bandara. Namun setelah itu justru muncul taksiplat hitam lain dengan sopir-sopir baru yang direkrut melalu koperasi Kokapura Avia.

"Tuntutan kami supaya sopir plat hitam boleh bekerja lagi seperti biasa, sebab kami beroperasi disini atas izin Angkasa Pura I. Bukan gelap dan semua pegang kartu pas bandara yang masih berlaku," kata Firman sambil menunjukkan kartu pas yang masih berlaku.

Menurut dia, diputusnya kontrak dengan Angkasa Pura I setelah terjadi konflik manajemen CV Sani Rentelndo yang membawahi paguyuban sopir taksi plat hitam bandara. Sopir yang tak tahu-menahu masalah itu, diseret-seret masuk dalam perpecahan antara direktur utama dengan direktur operasional berkaitan dengan pengelolaan keuangan. "Mobil kami saat tidak boleh parkir di dalam bandara dan harus parkir diluar jauh dari pintu kedatangan," keluh dia.

Dia mengatakan dicabut hak operasi di bandara membuat anggota paguyuban yang berjumlah 20-an orang itu pusing tujuh keliling. Pasalnya mobil-mobil yang digunakan beroperasi sebagian besar adalah mobil kreditan. Sebagian besar mobil itu keluaran baru tahun 2006 dengan berbagai jenis dan merek itu. "Semua masih baru dan gres, kami pusing keluarga akan makan apa dan bagaimana nanti bayar cicilan kredit mobil," kata Firman.