Yogyakarta, Kasus munculnya kelompok radikal dan fundamentalisme hingga aksi kekerasan terhadap kelompok tertentu di Indonesia tidak lepas dari Majelis Ulama Indonesia. Hal itu terutama berkaitan dengan fatwa sesat yang dikeluarkan terhadap kelompok lain.
Hal itu diungkapkan Gus Dur kepada wartawan sebelum menyaksikan pertunjukan wayang kulit di Dusun Mangir Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan, Bantul, Minggu (30/12/2007).
"Saya selalu minta hendaknya jangan dilakukan lagi kasus sesat menyesatkan," kata Gus Dur.
Dia mengatakan pemerintah saat ini tidak mengambil tindakan tegas terhadap kelompok keras maupun yang tidak. Seperti halnya kasus fatwa MUI bila dituruti akan terjadi saling menyalahkan dan menyesatkan. "Si A akan menyesatkan si B. Si B menyesatkan si C dan si C menyesatkan si B. Sehingga akhirnya kita nggak karu-karuan sebagai bangsa," tegas Gus Dur.
Menurut dia, MUI hendaknya tidak mengambil tindakan dengan menamai orang atau kelompok dengan sesat atau menyesatkan dan sebagainya. Lebih hal itu dilakukan oleh Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem). Sebab di dalam Pakem anggotanya ada kejaksaan agung, kepolisian dan masyarakat. "Mereka akan berhati-hati dan tidak sembarang seperti MUI," katanya.
Minggu, 30 Desember 2007
Gus Dur : Perjuangan Kultural Lebih Baik Ketimbang Politik
Yogyakarta, Perjuangan melalui gerakan kultural atau budaya lebih baik hasilnya ketimbang perjuangan lewat politik. Menonton dan mendengarkan cerita wayang yang menjadi kegemaran Gus Dur itu dapat diambil hikmahnya.
Hal itu diungkapkan oleh Gus Dur sebelum menyaksikan lakon wayang kulit Duryudana Gugur di Dusun Mangir Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan, Bantul, Minggu (30/12/2007).
"Selain untuk menghormati tokoh, Ki Ageng Mangir yang lahir di Dusun Mangir. Ini contoh perjuangan kultural yang tak habis-habisnya," kata Gus Dur.
Gus Dur mengatakan nilai-nilai perjuangan buadaya itu sudah ada sejak 500 tahun lalu seperti berdoa bersama, berkumpul ditambah dengan agama itu dapat menjadi contoh yang baik. Perjuangan budaya seperti itu untuk menegakkan kebaikan dan kebenaran.
"Ini yang paling baik. Kalau poloitik terus-terusan malah, belum tentu hasilnya akan baik," tegas mantan Presiden RI itu.
Menurut dia, perjuangan melalui budaya seperti yang dilakukan Ki Ageng Mangir itu bisa langgeng hingga 5 abad lamanya. Tak perlu repot-repot dengan siapa yang berkuasa atau mau jadi apa.
Salah satu contoh perjuangan kultura itu kata Gus Dur dengan melihat cerita wayang malam ini, mengenai dongeng Duryudana dalam lakon Mahabarata. Meski oleh orang Jawa sudah hapal namun tetap akan ditonton.
"Biar mengerti kalau yang baik itu tetap baik dan yang jelek itu tetap jelek atau yang benar itu tetap benar dan yang salah tetap salah. Mari kita ambil hikmahnya untuk kepentingan kita sendiri baik untuk sekarang maupun yang akan datang," kata Gus Dur.
Hal itu diungkapkan oleh Gus Dur sebelum menyaksikan lakon wayang kulit Duryudana Gugur di Dusun Mangir Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan, Bantul, Minggu (30/12/2007).
"Selain untuk menghormati tokoh, Ki Ageng Mangir yang lahir di Dusun Mangir. Ini contoh perjuangan kultural yang tak habis-habisnya," kata Gus Dur.
Gus Dur mengatakan nilai-nilai perjuangan buadaya itu sudah ada sejak 500 tahun lalu seperti berdoa bersama, berkumpul ditambah dengan agama itu dapat menjadi contoh yang baik. Perjuangan budaya seperti itu untuk menegakkan kebaikan dan kebenaran.
"Ini yang paling baik. Kalau poloitik terus-terusan malah, belum tentu hasilnya akan baik," tegas mantan Presiden RI itu.
Menurut dia, perjuangan melalui budaya seperti yang dilakukan Ki Ageng Mangir itu bisa langgeng hingga 5 abad lamanya. Tak perlu repot-repot dengan siapa yang berkuasa atau mau jadi apa.
Salah satu contoh perjuangan kultura itu kata Gus Dur dengan melihat cerita wayang malam ini, mengenai dongeng Duryudana dalam lakon Mahabarata. Meski oleh orang Jawa sudah hapal namun tetap akan ditonton.
"Biar mengerti kalau yang baik itu tetap baik dan yang jelek itu tetap jelek atau yang benar itu tetap benar dan yang salah tetap salah. Mari kita ambil hikmahnya untuk kepentingan kita sendiri baik untuk sekarang maupun yang akan datang," kata Gus Dur.
Sabtu, 29 Desember 2007
Warga Klaten Pantau Banjir Dari Pinggir Bengawan Solo
Yogyakarta, Warga Serenan Kecamatan Juwiring Klaten memantau banjir dari pinggir aliran Sungai Bengawan Solo. Bila ada peningkatan air, aparat segera memberitahukan kepada warga yang tinggal di dekat aliran sungai.
"Sejak terjadi banjir Rabu lalu, kami tiap jam terus memantau ketinggian air Bengawan Solo bila sudah hujan deras," kata Supriyono salah seorang relawan warga Serenan saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/12/2007).
Menurut dia, pemantauan dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap tinggi air Sungai Bengawan Solo yang melewati wilayah perbatasan Serenan Klaten dengan Kabupaten Sukoharjo. Dari atas jembatan Serenan, petugas memantau peningkatan air dan melarang warga berada di pinggir sungai.
Apabila sudah ada peningkatan, langsung diberitahukan kepada relawan lain yang memantau di wilayah seperti di Grogol Sukoharjo dan Kota Solo yang berada di bawah wilayah Serenan.
"Kami juga selalu berkomunikasi dengan warga yang ada di bagian hulu seperti Nguter Sukoharjo dan petugas di penjaga pintu air di Waduk Gajah Mungkur bila ada kenaikan dan pembukaan pintu air," katanya.
Dia menambahkan hujan yang turun sejak pagi pukul 07.00 WIB perlu diwaspadai, sebab bisa mengakibatkan wilayah lain kebanjiran. Meski saat ini ada peningkatan tinggi air, namun belum membahayakan. Kondisi tinggi air masih dalam batas normal, belum melewat batas tanggul atau meluap hingga areal persawahan dan pemukiman.
"Kalau hujan deras dua jam tak berhenti biasanya akan meluap dan beberapa wilayah di Kota Solo dan Sukoharjo pasti kebanjiran," ujar Supriyono.
"Sejak terjadi banjir Rabu lalu, kami tiap jam terus memantau ketinggian air Bengawan Solo bila sudah hujan deras," kata Supriyono salah seorang relawan warga Serenan saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/12/2007).
Menurut dia, pemantauan dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap tinggi air Sungai Bengawan Solo yang melewati wilayah perbatasan Serenan Klaten dengan Kabupaten Sukoharjo. Dari atas jembatan Serenan, petugas memantau peningkatan air dan melarang warga berada di pinggir sungai.
Apabila sudah ada peningkatan, langsung diberitahukan kepada relawan lain yang memantau di wilayah seperti di Grogol Sukoharjo dan Kota Solo yang berada di bawah wilayah Serenan.
"Kami juga selalu berkomunikasi dengan warga yang ada di bagian hulu seperti Nguter Sukoharjo dan petugas di penjaga pintu air di Waduk Gajah Mungkur bila ada kenaikan dan pembukaan pintu air," katanya.
Dia menambahkan hujan yang turun sejak pagi pukul 07.00 WIB perlu diwaspadai, sebab bisa mengakibatkan wilayah lain kebanjiran. Meski saat ini ada peningkatan tinggi air, namun belum membahayakan. Kondisi tinggi air masih dalam batas normal, belum melewat batas tanggul atau meluap hingga areal persawahan dan pemukiman.
"Kalau hujan deras dua jam tak berhenti biasanya akan meluap dan beberapa wilayah di Kota Solo dan Sukoharjo pasti kebanjiran," ujar Supriyono.
Jumat, 28 Desember 2007
Amien Kecam Kekerasan di Pakistan
Yogyakarta, Pakar hubungan internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Amien Rais mengecam tradisi kekerasan di Pakistan, setelah terbunuhnya mantan perdana menteri (PM) Benazir Bhutto.
Pakistan diprediksi akan menghadapi situasi yang semakin sulit dan kemungkinan chaos yang semakin meluas.
"Setelah ini situasi Pakistan akan lebih semrawut, dan kacau. Chaos tak akan terhindarkan sampai terpegang siapa pelaku pembunuhan. Perasaan saling tuduh dan saling curiga akan melemahkan sendi-sendi kehidupan di Pakistan," kata Amien kepada wartawan di kampus UGM Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (28/12/2007).
Dia mengatakan sebelum Benazir Bhutto dibunuh, kondisi Pakistan sudah penuh dengan masalah. Konflik berkepanjangan dengan India soal khasmir yang tidak pernah selesai. belum lagi Pakistan yang terus-menerus harus menghadapi gempuran Taliban yang semakin militan. "Saat ini Pakistan sudah mengalami chaos," kata guru besar ilmu politik UGM itu.
Menurut Amien, cara-cara pembunuhan terhadap tokoh oposisi harus dihentikan. Seorang tokoh demokrasi dilenyapkan begitu saja oleh seorang teroris yang pasti akan sangat menghambat pengembangan demokrasi di Pakistan.
Namun di sisi lain, kejadian ini memunculkan teka-teki besar. Musharraf seorang militer yang dekat dengan Amerika ternyata tidak menjamin bisa demokratis.
"Malah biasanya pemimpin yang dekat dengan amerika dipelihara tetap otoriter, otokrat dan tetap tidak mendengar jeritan rakyatnya," katanya.
Menurut Amien krisis yang terjadi di Pakistan tidak akan berpengaruh dengan situasi Indonesia. Apabil berkaca apa yang terjadi di Pakistan, meski demokrasi Indonesia sejauh ini belum juga memuaskan setidaknya lebih baik dibanding Pakistan
"Kalau di Indonesia tidak ada tradisi melenyapkan tokoh politik dengan cara pengecut seperti itu," pungkas Amien.
Pakistan diprediksi akan menghadapi situasi yang semakin sulit dan kemungkinan chaos yang semakin meluas.
"Setelah ini situasi Pakistan akan lebih semrawut, dan kacau. Chaos tak akan terhindarkan sampai terpegang siapa pelaku pembunuhan. Perasaan saling tuduh dan saling curiga akan melemahkan sendi-sendi kehidupan di Pakistan," kata Amien kepada wartawan di kampus UGM Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (28/12/2007).
Dia mengatakan sebelum Benazir Bhutto dibunuh, kondisi Pakistan sudah penuh dengan masalah. Konflik berkepanjangan dengan India soal khasmir yang tidak pernah selesai. belum lagi Pakistan yang terus-menerus harus menghadapi gempuran Taliban yang semakin militan. "Saat ini Pakistan sudah mengalami chaos," kata guru besar ilmu politik UGM itu.
Menurut Amien, cara-cara pembunuhan terhadap tokoh oposisi harus dihentikan. Seorang tokoh demokrasi dilenyapkan begitu saja oleh seorang teroris yang pasti akan sangat menghambat pengembangan demokrasi di Pakistan.
Namun di sisi lain, kejadian ini memunculkan teka-teki besar. Musharraf seorang militer yang dekat dengan Amerika ternyata tidak menjamin bisa demokratis.
"Malah biasanya pemimpin yang dekat dengan amerika dipelihara tetap otoriter, otokrat dan tetap tidak mendengar jeritan rakyatnya," katanya.
Menurut Amien krisis yang terjadi di Pakistan tidak akan berpengaruh dengan situasi Indonesia. Apabil berkaca apa yang terjadi di Pakistan, meski demokrasi Indonesia sejauh ini belum juga memuaskan setidaknya lebih baik dibanding Pakistan
"Kalau di Indonesia tidak ada tradisi melenyapkan tokoh politik dengan cara pengecut seperti itu," pungkas Amien.
Kamis, 27 Desember 2007
Pencarian Korban Longsor Wonogiri Dilanjutkan
Yogyakarta, pencarian terhadap korban tanah longsor di Kabupaten Wonogiri hari ini dilanjutkan. Dari 17 koran tewas, sebanyak 7 korban sudah ditemukan dan masih 9 orang tewas yang belum ditemukan.
Hal itu diungkapkan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri," Arif Daryanto kepada detikcom melalui telepon, Jumat (28/12/2007).
"Pencarian pagi ini sudah dilanjutkan lagi karena cuaca mulai cerah. Sembilan korban tewas di Kecamatan Tirtomoyo masih belum ketemu," kata dia.
Dia mengatakan dari 9 korban tewas itu, sebanyak 7 korban berada di timbunan longsor bukit Gua Sriti Dusun Semangin Desa Sendangmulyo. Dua korban lagi di Dusun Pagah Desa Hargontoro Kecamatan Tirtomoyo.
"Pencarian di Semangin memang agak sulit karena banyak batu-batu besar yang ikut longsor menimbun rumah sehingga perlu alat berat," kata Arif Jliteng panggilan akrabnya.
Menurut dia, pada hari Kamis kemarin, tim SAR berhasil menemukan lima korban di Dusun Pagah dan Sanggrahan. Kelima korban itu adalah Marinah (40), Novitasari (10), Tumi (75), Kariyem (65), Ernawati (15), Samiyem (50) dan Ny Tumi (41).
"Semua sudah dimakamkan di makam desa setempat. Pencarian di Dusun Pagah tinggal dua orang lagi. Sedang di Semangin 7 orang juga belum ketemu," pungkas Arif Jliteng.
Hal itu diungkapkan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri," Arif Daryanto kepada detikcom melalui telepon, Jumat (28/12/2007).
"Pencarian pagi ini sudah dilanjutkan lagi karena cuaca mulai cerah. Sembilan korban tewas di Kecamatan Tirtomoyo masih belum ketemu," kata dia.
Dia mengatakan dari 9 korban tewas itu, sebanyak 7 korban berada di timbunan longsor bukit Gua Sriti Dusun Semangin Desa Sendangmulyo. Dua korban lagi di Dusun Pagah Desa Hargontoro Kecamatan Tirtomoyo.
"Pencarian di Semangin memang agak sulit karena banyak batu-batu besar yang ikut longsor menimbun rumah sehingga perlu alat berat," kata Arif Jliteng panggilan akrabnya.
Menurut dia, pada hari Kamis kemarin, tim SAR berhasil menemukan lima korban di Dusun Pagah dan Sanggrahan. Kelima korban itu adalah Marinah (40), Novitasari (10), Tumi (75), Kariyem (65), Ernawati (15), Samiyem (50) dan Ny Tumi (41).
"Semua sudah dimakamkan di makam desa setempat. Pencarian di Dusun Pagah tinggal dua orang lagi. Sedang di Semangin 7 orang juga belum ketemu," pungkas Arif Jliteng.
4.500 Jiwa Warga Wonogiri Jadi Korban Bencana
Wonogiri, Sekitar 4.500 jiwa atau 1.000 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Wonogiri. Tercatat sebanyak 17 orang tewas dan 2 luka-luka akiba bencana tersebut.
Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Wonogiri dari 25 kecamatan, sebanyak 14 kecamatan terkena bencana longsor dan banjir yang terjadi pada hari Rabu 26 Desember. Namun sampai saat ini, pemkab setempat belum bisa menaksir kerugian material yang dialami warga.
14 kecamatan yang dilanda bencana adalah Tirtomoyo, Selogiri, Jatiroto, Nguntoronadi, Sidoharjo, Kota Wonogiri, Kismantoro, Karangtengah, Girimarto, Purwantoro, Puhpelem, Slogohimo, Manyaran dan Pracimantoro. Di Kecamatan Tirtomoyo tanah longsor mengakibatkan 16 orang tewas dan 2 luka-luka. Sedang di Manyaran satu orang tewas.
17 korban tewas akibat longsor di dua kecamatan itu adalah, Suliyem, Yuli, Bagus, Tarmin, Supiyem, Endri Widianto dan Rudianto. Semuanya warga Dusun Semangin Desa Sendangmulyo, Tirtomoyo. Di Dusun Pagah Desa Hargontoro Tirtomoyo, korban tewas antara lain Ernawati, Kariyem, Karyo Utomo, Sufi, Ahmad Muslim, Marinah dan Novitasari. Sedang di Dusun Sanggrahan Desa Hargontoro korban tewas Samiyem dan Tumi.
Satu korban tewas warga Desa Bero Kecamatan Manyaran adalah Sido. Dua orang berhasil selamat dan mengalami luka-luka adalah Sadimin dan Sainem warga Tirtomoyo.
"Dari 17 korban tewas baru empat orang yang berhasil dievakuasi adalah Ernawati, Kariyem, Ny Tumi dan seorang lagi warga Sanggrahan Hargontoro," kata Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Annajib Tohari kepada wartawan di posko, Kamis (27/12/2007).
Dia mengatakan sampai saat ini posko masih melakukan pendataan korban dan kerugian yang dialami akibat bencana tersebut. Bantuan saat ini langsung disalurkan di desa dan kecamatan yang terkena bencana. Untuk memudahkan penyaluran bantuan makanan dan obat-obatan serta proses evakuasi kata dia, masing-masing kecamatan dan desa didirikan posko.
"Warga yang selamat saat ini masih berada di pos pengungsian. Sedang korban tewas di Tirtomoyo pencarian hari ini kembali dilakukan oleh Tim SAR. Beberapa ruas jalan yang putus saat ini juga sudah akan ditangani oleh Dinas PU," pungkas Tohari.
Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Wonogiri dari 25 kecamatan, sebanyak 14 kecamatan terkena bencana longsor dan banjir yang terjadi pada hari Rabu 26 Desember. Namun sampai saat ini, pemkab setempat belum bisa menaksir kerugian material yang dialami warga.
14 kecamatan yang dilanda bencana adalah Tirtomoyo, Selogiri, Jatiroto, Nguntoronadi, Sidoharjo, Kota Wonogiri, Kismantoro, Karangtengah, Girimarto, Purwantoro, Puhpelem, Slogohimo, Manyaran dan Pracimantoro. Di Kecamatan Tirtomoyo tanah longsor mengakibatkan 16 orang tewas dan 2 luka-luka. Sedang di Manyaran satu orang tewas.
17 korban tewas akibat longsor di dua kecamatan itu adalah, Suliyem, Yuli, Bagus, Tarmin, Supiyem, Endri Widianto dan Rudianto. Semuanya warga Dusun Semangin Desa Sendangmulyo, Tirtomoyo. Di Dusun Pagah Desa Hargontoro Tirtomoyo, korban tewas antara lain Ernawati, Kariyem, Karyo Utomo, Sufi, Ahmad Muslim, Marinah dan Novitasari. Sedang di Dusun Sanggrahan Desa Hargontoro korban tewas Samiyem dan Tumi.
Satu korban tewas warga Desa Bero Kecamatan Manyaran adalah Sido. Dua orang berhasil selamat dan mengalami luka-luka adalah Sadimin dan Sainem warga Tirtomoyo.
"Dari 17 korban tewas baru empat orang yang berhasil dievakuasi adalah Ernawati, Kariyem, Ny Tumi dan seorang lagi warga Sanggrahan Hargontoro," kata Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Annajib Tohari kepada wartawan di posko, Kamis (27/12/2007).
Dia mengatakan sampai saat ini posko masih melakukan pendataan korban dan kerugian yang dialami akibat bencana tersebut. Bantuan saat ini langsung disalurkan di desa dan kecamatan yang terkena bencana. Untuk memudahkan penyaluran bantuan makanan dan obat-obatan serta proses evakuasi kata dia, masing-masing kecamatan dan desa didirikan posko.
"Warga yang selamat saat ini masih berada di pos pengungsian. Sedang korban tewas di Tirtomoyo pencarian hari ini kembali dilakukan oleh Tim SAR. Beberapa ruas jalan yang putus saat ini juga sudah akan ditangani oleh Dinas PU," pungkas Tohari.
Sukatno Selamat Setelah Berhasil Menjebol Atap
Wonogiri, Keluarga Sukatno (37) berhasil selamat dari bencana tanah longsor yang menerjang rumahnya setelah berhasil menjebol kayu atap rumah. Istri dan anaknya juga selamat meski mengalami luka-luka.
Hal itu diungkapkan Sukatno kepada detikcom di rumah salah seorang kerabatnya di Dusun Semangin Desa Sendangmulyo Kecamatan Tirtomoyo Wonogiri, Kamis (27/12/2007).
"Kami sekeluarga semuanya selamat setelah bisa menjebol kayu reng dan usuk atap dan genting," kata Katno.
Menurut dia, sejak Selasa sore hujan deras terus mengguyur hingga hari Rabu pukul 01.30 WIB sebelum kejadian. Dia terbangun dari tidur karena mendengar suara gemuruh seperti bunyi mesin pesawat terbang dari atas bukit Gua Sriti yang ada ada di atas dusun. Dalam waktu cepat, rumah miliknya yang terbuat dari kayu langsung roboh diterjang tanah longsor.
"Saya bersama istri dan anak tidak bisa menyelamatkan diri. Saat hendak lari menuju pintu, rumah sudah ambruk dan listrik mati. Tubuh saya tertimpa kayu dan almari," katanya.
Dengan kekuatan yang ada, Katno mencoba merangkak diantara puing-puing kayu rumah tanpa menghiraukan rasa sakit, sambil mencari istri dan anak semata wayangnya. Dengan kepala, dia berhasil mencari celah dengan menjebol kayu dan genting sehingga badannya bisa keluar.
Setelah ada jalan keluar, dia langsung membopong anaknya yang masih berusia 9 tahun. Doni yang duduk kelas 3 SD itu oleh Katno dibawa keluar dan kemudian didudukkan di atas batang pohon jati yang roboh menimpa rumahnya.
"Dia hanya diam saja dan ketakutan. Setelah saya mengambil istri saya yang terluka dibagian punggung dan kepala," katanya.
Dalam keadaan masih hujan dan gelap, Katno bersama anak dan istrinya kemudian ditolong tetangganya untuk dibawa ke tempat yang aman. Istrinya kemudian dibawa ke RSUD Wonogiri untuk dirawat karena luka memar akibat tertimpa kayu.
"Batu-batuan besar yang ada di atas bukit turun sampai belakang rumah saya. Semua perabot hancur tanpa sisa. Kami juga baru tahu kalau keluarga Pak Tarmin dan Bu Suliyem hilang setelah pagi hari dicari tidak ketemu," ungkap Katno.
Hal itu diungkapkan Sukatno kepada detikcom di rumah salah seorang kerabatnya di Dusun Semangin Desa Sendangmulyo Kecamatan Tirtomoyo Wonogiri, Kamis (27/12/2007).
"Kami sekeluarga semuanya selamat setelah bisa menjebol kayu reng dan usuk atap dan genting," kata Katno.
Menurut dia, sejak Selasa sore hujan deras terus mengguyur hingga hari Rabu pukul 01.30 WIB sebelum kejadian. Dia terbangun dari tidur karena mendengar suara gemuruh seperti bunyi mesin pesawat terbang dari atas bukit Gua Sriti yang ada ada di atas dusun. Dalam waktu cepat, rumah miliknya yang terbuat dari kayu langsung roboh diterjang tanah longsor.
"Saya bersama istri dan anak tidak bisa menyelamatkan diri. Saat hendak lari menuju pintu, rumah sudah ambruk dan listrik mati. Tubuh saya tertimpa kayu dan almari," katanya.
Dengan kekuatan yang ada, Katno mencoba merangkak diantara puing-puing kayu rumah tanpa menghiraukan rasa sakit, sambil mencari istri dan anak semata wayangnya. Dengan kepala, dia berhasil mencari celah dengan menjebol kayu dan genting sehingga badannya bisa keluar.
Setelah ada jalan keluar, dia langsung membopong anaknya yang masih berusia 9 tahun. Doni yang duduk kelas 3 SD itu oleh Katno dibawa keluar dan kemudian didudukkan di atas batang pohon jati yang roboh menimpa rumahnya.
"Dia hanya diam saja dan ketakutan. Setelah saya mengambil istri saya yang terluka dibagian punggung dan kepala," katanya.
Dalam keadaan masih hujan dan gelap, Katno bersama anak dan istrinya kemudian ditolong tetangganya untuk dibawa ke tempat yang aman. Istrinya kemudian dibawa ke RSUD Wonogiri untuk dirawat karena luka memar akibat tertimpa kayu.
"Batu-batuan besar yang ada di atas bukit turun sampai belakang rumah saya. Semua perabot hancur tanpa sisa. Kami juga baru tahu kalau keluarga Pak Tarmin dan Bu Suliyem hilang setelah pagi hari dicari tidak ketemu," ungkap Katno.
7 Warga Wonogiri Masih Tertimbun Longsoran Bukit Gua Sriti
Wonogiri - 7 Warga Dusun Semangin, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomulyo, Wonogiri, Jawa Tengah, hingga kini belum ditemukan. Mereka diduga tewas akibat tertimbun longsoran Bukit Gua Sriti yang terjadi Rabu dini hari.
Proses pencarian yang sudah dilakukan sejak kemarin digelar kembali Kamis (27/12/2007).
Terbatasnya alat membuat pencarian korban hanya dilakukan dengan cara manual, yakni menggunakan cangkul dan sekop. Tim SAR TNI/Polri berjibaku bersama puluhan warga lainnya.
Mereka bersama-sama berusaha menyingkirkan tanah setinggi 6 meter dengan luas sekitar 1.000 m2.
Tim SAR melakukan pencarian di beberapa titik yang diduga menjadi tempat tertimbunnya para korban. Namun akibat tingginya timbunan tanah hingga siang hari korban hilang belum ditemukan.
Untuk memudahkan pencarian tim berusaha mengairi tanah dengan air dan membongkarnya secara perlahan-lahan.
Ketujuh orang hilang tersebut berasal dari dua keluarga yang rumahnya berada paling atas. Mereka adalah Tarmin (50), Sutiyem (45) Endri widianto (15), Rudi (7), Sulinem (40), Yuli dan Bagus.
Selain dua rumah keluarga naas itu, 4 rumah lainnya di dusun itu hancur lebur tertimbun tanah.
Tidak hanya longsoran tanah yang menutup pemukiman di sekitar lereng bukit. Batu-batuan sebesar rumah juga berguguran dari puncak bukit setinggi sekitar 700 meter itu. Guguran batu itu memasuki wilayah pemukiman warga.
Saat ini warga yang selamat masih tinggal di pengungsian dan rumah kerabat mereka yang selamat dari longsoran. Termasuk Ny Sukatno yang selamat meski rumahnya hancur lebur. Dia hanya mengalami luka memar dan lecet di kening. Rumahnya hancur.
Dia menuturkan sebelum tanah longsor, sejak Selasa sore wilayahnya diguyur hujan lebat. Hujan berangsur mereda pada Rabu dinihari. Namun saat itu sekonyong-konyong terdengar suara gemuruh. "Tahu-tahu rumah sudah tertimbun tanah," katanya.
Proses pencarian yang sudah dilakukan sejak kemarin digelar kembali Kamis (27/12/2007).
Terbatasnya alat membuat pencarian korban hanya dilakukan dengan cara manual, yakni menggunakan cangkul dan sekop. Tim SAR TNI/Polri berjibaku bersama puluhan warga lainnya.
Mereka bersama-sama berusaha menyingkirkan tanah setinggi 6 meter dengan luas sekitar 1.000 m2.
Tim SAR melakukan pencarian di beberapa titik yang diduga menjadi tempat tertimbunnya para korban. Namun akibat tingginya timbunan tanah hingga siang hari korban hilang belum ditemukan.
Untuk memudahkan pencarian tim berusaha mengairi tanah dengan air dan membongkarnya secara perlahan-lahan.
Ketujuh orang hilang tersebut berasal dari dua keluarga yang rumahnya berada paling atas. Mereka adalah Tarmin (50), Sutiyem (45) Endri widianto (15), Rudi (7), Sulinem (40), Yuli dan Bagus.
Selain dua rumah keluarga naas itu, 4 rumah lainnya di dusun itu hancur lebur tertimbun tanah.
Tidak hanya longsoran tanah yang menutup pemukiman di sekitar lereng bukit. Batu-batuan sebesar rumah juga berguguran dari puncak bukit setinggi sekitar 700 meter itu. Guguran batu itu memasuki wilayah pemukiman warga.
Saat ini warga yang selamat masih tinggal di pengungsian dan rumah kerabat mereka yang selamat dari longsoran. Termasuk Ny Sukatno yang selamat meski rumahnya hancur lebur. Dia hanya mengalami luka memar dan lecet di kening. Rumahnya hancur.
Dia menuturkan sebelum tanah longsor, sejak Selasa sore wilayahnya diguyur hujan lebat. Hujan berangsur mereda pada Rabu dinihari. Namun saat itu sekonyong-konyong terdengar suara gemuruh. "Tahu-tahu rumah sudah tertimbun tanah," katanya.
4.500 Warga Wonogiri Jadi Korban Bencana, 17 Tewas
Wonogiri - Sekitar 4.500 jiwa atau 1.000 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban bencana banjir dan
tanah longsor yang melanda Kabupaten Wonogiri. Tercatat sebanyak 17 orang tewas di antaranya dan 2 luka-luka akiba bencana tersebut.
Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Wonogiri dari 25 kecamatan, sebanyak 14 kecamatan terkena bencana longsor dan banjir yang terjadi pada hari Rabu 26 Desember. Namun sampai saat ini, pemkab setempat belum bisa menaksir kerugian material yang dialami warga.
14 Kecamatan yang dilanda bencana adalah Tirtomoyo, Selogiri, Jatiroto, Nguntoronadi, Sidoharjo, Kota Wonogiri, Kirmantoro, Karangtengah, Girimarto, Purwantoro, Puhpelem, Slogohimo, Manyaran dan Pracimantoro. Di Kecamatan Tirtomoyo tanah longsor mengakibatkan 16 orang tewas dan 2 luka-luka. Sedang di Manyaran satu orang tewas.
17 Korban tewas akibat longsor di dua kecamatan itu adalah Suliyem, Yuli, Bagus, Tarmin, Supiyem, Endri Widianto dan Rudianto. Semuanya warga Dusun Semangin, Desa Sendangmulyo, Tirtomoyo. Di Dusun Pagah, Desa Hargontoro Tirtomoyo, korban tewas adalah Ernawati, Kariyem, Karyo Utomo, Sufi, Ahmad Muslim, Marinah dan Novitasari. Sedang di Dusun Sanggrahan, Desa Hargontoro, korban tewas Samiyem dan Tumi.
Satu korban tewas warga Desa Bero, Kecamatan Manyaran adalah Sido. Dua orang selamat dan mengalami luka-luka adalah Sadimin dan Sainem warga Tirtomoyo.
"Dari 17 korban tewas baru empat orang yang berhasil dievakuasi adalah Ernawati, Kariyem, Ny Tumi dan seorang lagi warga Sanggrahan Hargontoro," kata Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Annajib Tohari kepada wartawan di posko, Kamis (27/12/2007).
Dia mengatakan sampai saat ini posko masih melakukan pendataan korban dan kerugian yang dialami akibat bencana tersebut. Bantuan saat ini langsung disalurkan di desa dan kecamatan yang terkena bencana. Untuk memudahkan penyaluran bantuan makanan dan obat-obatan serta proses evakuasi, masing-masing kecamatan dan desa didirikan posko.
"Warga yang selamat saat ini masih berada di pos pengungsian. Sedang korban tewas di Tirtomoyo pencarian hari ini kembali dilakukan oleh Tim SAR. Beberapa ruas jalan yang putus saat ini juga sudah akan ditangani oleh Dinas PU," pungkas Tohari.
tanah longsor yang melanda Kabupaten Wonogiri. Tercatat sebanyak 17 orang tewas di antaranya dan 2 luka-luka akiba bencana tersebut.
Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Wonogiri dari 25 kecamatan, sebanyak 14 kecamatan terkena bencana longsor dan banjir yang terjadi pada hari Rabu 26 Desember. Namun sampai saat ini, pemkab setempat belum bisa menaksir kerugian material yang dialami warga.
14 Kecamatan yang dilanda bencana adalah Tirtomoyo, Selogiri, Jatiroto, Nguntoronadi, Sidoharjo, Kota Wonogiri, Kirmantoro, Karangtengah, Girimarto, Purwantoro, Puhpelem, Slogohimo, Manyaran dan Pracimantoro. Di Kecamatan Tirtomoyo tanah longsor mengakibatkan 16 orang tewas dan 2 luka-luka. Sedang di Manyaran satu orang tewas.
17 Korban tewas akibat longsor di dua kecamatan itu adalah Suliyem, Yuli, Bagus, Tarmin, Supiyem, Endri Widianto dan Rudianto. Semuanya warga Dusun Semangin, Desa Sendangmulyo, Tirtomoyo. Di Dusun Pagah, Desa Hargontoro Tirtomoyo, korban tewas adalah Ernawati, Kariyem, Karyo Utomo, Sufi, Ahmad Muslim, Marinah dan Novitasari. Sedang di Dusun Sanggrahan, Desa Hargontoro, korban tewas Samiyem dan Tumi.
Satu korban tewas warga Desa Bero, Kecamatan Manyaran adalah Sido. Dua orang selamat dan mengalami luka-luka adalah Sadimin dan Sainem warga Tirtomoyo.
"Dari 17 korban tewas baru empat orang yang berhasil dievakuasi adalah Ernawati, Kariyem, Ny Tumi dan seorang lagi warga Sanggrahan Hargontoro," kata Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Annajib Tohari kepada wartawan di posko, Kamis (27/12/2007).
Dia mengatakan sampai saat ini posko masih melakukan pendataan korban dan kerugian yang dialami akibat bencana tersebut. Bantuan saat ini langsung disalurkan di desa dan kecamatan yang terkena bencana. Untuk memudahkan penyaluran bantuan makanan dan obat-obatan serta proses evakuasi, masing-masing kecamatan dan desa didirikan posko.
"Warga yang selamat saat ini masih berada di pos pengungsian. Sedang korban tewas di Tirtomoyo pencarian hari ini kembali dilakukan oleh Tim SAR. Beberapa ruas jalan yang putus saat ini juga sudah akan ditangani oleh Dinas PU," pungkas Tohari.
Jalur Sragen - Ngawi Lumpuh
Jakarta - Genangan air masih merendam jalur Sragen (Jawa Tengah) hingga Ngawi (Jawa Timur). Akibatnya lalu lintas di sepanjang jalur tersebut macet total.
Kemacetan terparah tepatnya terjadi di Mantingan, daerah perbatasan kedua provinsi itu. Ribuan kendaraan menuju Jatim terjebak macet hingga 3 km.
Namun, laju kendaraan ke arah Solo dan sekitarnya sedikit lancar, meski sesekali terkena macet juga selama hampir 2 jam. Waktu tempuh pun menjadi lebih panjang.
"Bus malam masuk Ngawi sekitar pukul 03.00 WIB. Sampai daerah Walikukun dan Mantingan macet selama 2 jam," ujar salah satu pengguna jalan, Mikaela, kepada detikcom, Kamis (27/12/2007).
Mikaela menceritakan, baru pada pukul 05.30 WIB, kendaraan yang dia tumpangi bisa bergerak pelan. 1 Jam kemudian tibalah dia di kota Solo.
"Padahal dalam kondisi normal Ngawi-Solo bisa ditempuh 1,5 jam. Sekarang 3 jam lebih," keluhnya.
Kemacetan terparah tepatnya terjadi di Mantingan, daerah perbatasan kedua provinsi itu. Ribuan kendaraan menuju Jatim terjebak macet hingga 3 km.
Namun, laju kendaraan ke arah Solo dan sekitarnya sedikit lancar, meski sesekali terkena macet juga selama hampir 2 jam. Waktu tempuh pun menjadi lebih panjang.
"Bus malam masuk Ngawi sekitar pukul 03.00 WIB. Sampai daerah Walikukun dan Mantingan macet selama 2 jam," ujar salah satu pengguna jalan, Mikaela, kepada detikcom, Kamis (27/12/2007).
Mikaela menceritakan, baru pada pukul 05.30 WIB, kendaraan yang dia tumpangi bisa bergerak pelan. 1 Jam kemudian tibalah dia di kota Solo.
"Padahal dalam kondisi normal Ngawi-Solo bisa ditempuh 1,5 jam. Sekarang 3 jam lebih," keluhnya.
Bencana Longsor & Banjir, Jalan Wonogiri - Pacitan Terputus
Wonogiri - Bencana longsor dan banjir menimpa Wonogiri, Jawa Tengah. Akibat bencana alam ini, beberapa ruas jalan di desa maupun di kecamatan putus.
"Prioritas hari ini membuka jalan dan melakukan evakuasi korban longsor di Tirtomoyo dan Jatiroto," kata Humas Pemerintah Kabupaten Wonogiri Teguh Setyono kepada detikcom, Kamis (27/12/2007).
Menurut Teguh, dari 17 korban yang dinyatakan hilang, 13 di antaranya masih dalam pencarian. Proses evakuasi pun dilanjutkan pada pagi ini.
Selain itu, akibat longsor ini, jalan di wilayah Wonogiri Timur, Jembatan Gedong Ngadirojo, yang menghubungkan Wonogiri-Pacitan terputus. Sehingga kendaraan roda empat belum dapat melaluinya.
Sementara banjir akibat luapan anak Bengawan Solo mulai surut. Warga pun mulai membersihkan rumah dari kotoran yang dibawa dari genangan air.
14 Dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terkena bencana tanah longsor dan banjir.
Wilayah-wilayah yang terkena longsor dan banjir itu adalah Tirtomoyo, Ngadirojo, Girimarto, Jatiroto, Kismantoro, Wonogiri Kota, Selogiri, Wuryantoro, Manyaran, Pracimantoro, Eromoko, dan Giritontro. (
"Prioritas hari ini membuka jalan dan melakukan evakuasi korban longsor di Tirtomoyo dan Jatiroto," kata Humas Pemerintah Kabupaten Wonogiri Teguh Setyono kepada detikcom, Kamis (27/12/2007).
Menurut Teguh, dari 17 korban yang dinyatakan hilang, 13 di antaranya masih dalam pencarian. Proses evakuasi pun dilanjutkan pada pagi ini.
Selain itu, akibat longsor ini, jalan di wilayah Wonogiri Timur, Jembatan Gedong Ngadirojo, yang menghubungkan Wonogiri-Pacitan terputus. Sehingga kendaraan roda empat belum dapat melaluinya.
Sementara banjir akibat luapan anak Bengawan Solo mulai surut. Warga pun mulai membersihkan rumah dari kotoran yang dibawa dari genangan air.
14 Dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terkena bencana tanah longsor dan banjir.
Wilayah-wilayah yang terkena longsor dan banjir itu adalah Tirtomoyo, Ngadirojo, Girimarto, Jatiroto, Kismantoro, Wonogiri Kota, Selogiri, Wuryantoro, Manyaran, Pracimantoro, Eromoko, dan Giritontro. (
Rabu, 26 Desember 2007
14 Kecamatan di Wonogiri Terkena Bencana
Wonogiri, Sekitar 14 dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri terkena bencana tanah longsor dan banjir. Sebanyak 17 orang dinyatakan hilang dan 13 orang diantaranya masih dalam pencarian.
Hal itu diungkapkan Suwarjo Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri kepada detikcom melalui telepon, Rabu (26/12/2007).
"Total jumlah korban sampai sore ini 17 orang. 13 Korban lainnya masih dalam pencarian," kata Warjo.
Dia mengatakan korban paling banyak berada di wilayah Sidoharjo, Ngadirojo dan Tirtomoyo wilayah Wonogiri bagian timur. Korban hilang sebagian besar akibat terkena tanah longsor dan tersapu banjir. Wilayah-wilayah yang terkena longsor dan atau banjir itu adalah Tirtomoyo, Ngadirojo, Girimarto, Jatiroto, Kismantoro, Wonogiri Kota, Selogiri, Wuryantoro, Manyaran, Pracimantoro, Eromoko, dan Giritontro.
"Penyebab longsor dan banjir ini adalah curah hujan yang besar sejak sepanjang hari Selasa hingga Rabu pagi," katanya.
Selain tanah longsor di Tirtomoyo kata dia, puluhan rumah yang tersapu arus anak sungai Bengawan Solo yang meluap. Di Desa Karangturi Tirtomoyo sebanyak 70 rumah di tepian sungai rusak diterjang banjir. Dari jumlah itu, ebanyak 20 rumah mengalami rusak parah. Sementara di Kecamatan Sidoharjo 15 rumah hanyut dan 70 lainnya tidak bisa ditinggali lagi.
"Sampai sekarang kami masih melakukan pendataan dan ada kemungkinan akan terus bertambah," kata dia.
Sementara itu Kepala Bagian Humas, Kabupaten Wonogiri Teguh Setyono menambahkan sampai sekarang Tim Satlak Penanggulangan Bencana Wonogiri masih melakukan pendataan. Proses evakuasi juga masih berlangsung karena medan yang sulit dan beberapa ruas jalan ada yang terputus.
"Jalan, jembatan dan rumah banyak yang rusak. Data kerugian material belum bisa terhitung. Selain itu banyak akses jalan ke arah timur yang terputus," kata Teguh.
Hal itu diungkapkan Suwarjo Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri kepada detikcom melalui telepon, Rabu (26/12/2007).
"Total jumlah korban sampai sore ini 17 orang. 13 Korban lainnya masih dalam pencarian," kata Warjo.
Dia mengatakan korban paling banyak berada di wilayah Sidoharjo, Ngadirojo dan Tirtomoyo wilayah Wonogiri bagian timur. Korban hilang sebagian besar akibat terkena tanah longsor dan tersapu banjir. Wilayah-wilayah yang terkena longsor dan atau banjir itu adalah Tirtomoyo, Ngadirojo, Girimarto, Jatiroto, Kismantoro, Wonogiri Kota, Selogiri, Wuryantoro, Manyaran, Pracimantoro, Eromoko, dan Giritontro.
"Penyebab longsor dan banjir ini adalah curah hujan yang besar sejak sepanjang hari Selasa hingga Rabu pagi," katanya.
Selain tanah longsor di Tirtomoyo kata dia, puluhan rumah yang tersapu arus anak sungai Bengawan Solo yang meluap. Di Desa Karangturi Tirtomoyo sebanyak 70 rumah di tepian sungai rusak diterjang banjir. Dari jumlah itu, ebanyak 20 rumah mengalami rusak parah. Sementara di Kecamatan Sidoharjo 15 rumah hanyut dan 70 lainnya tidak bisa ditinggali lagi.
"Sampai sekarang kami masih melakukan pendataan dan ada kemungkinan akan terus bertambah," kata dia.
Sementara itu Kepala Bagian Humas, Kabupaten Wonogiri Teguh Setyono menambahkan sampai sekarang Tim Satlak Penanggulangan Bencana Wonogiri masih melakukan pendataan. Proses evakuasi juga masih berlangsung karena medan yang sulit dan beberapa ruas jalan ada yang terputus.
"Jalan, jembatan dan rumah banyak yang rusak. Data kerugian material belum bisa terhitung. Selain itu banyak akses jalan ke arah timur yang terputus," kata Teguh.
Tim SAR Kesulitan Cari Korban Longsor
Wonogiri, Tim SAR bersama warga kesulitan mencari korban, Sido (61) yang diduga tewas tertimbun tanah longsor di Desa Bero Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri. Hal itu disebabkan areal bukit yang longsor cukup luas.
Sedikitnya tiga rumah roboh dan rata dengan tanah akibat tertimpa longsoran bukit Gunung Cantuk setinggi 100 meter yang ada di Dusun Kopen. Satu rumah kayu milik Karso Sentono dalam kondisi miring dan nyaris roboh.
"Masih sulit mencarinya. Namun fokus pencarian disekitar reruntuhan rumah Pak Sido," kata salah seorang anggota Tim SAR, Maryono kepada detikcom di lokasi longsor Dusun Kopen Desa Bero, Rabu (26/12/2007).
Menurut Maryono, kesulitan pencarian diakibatkan timbunan tanah yang longsor cukup luas sekitar 400-an meter persegi. Sedangkan kedalaman tanah yang longsor mencapai lebih dari 4 meter. Bukit Gunung Cantuk yang ada dibelakang dusun setinggi 100-an meter itu runtuh langsung menyapu pemukiman. Beberapa batang pohon jati dan mahoni diameter 40 cm yang ada di atas bukit ikut longsor sejauh 150-an meter.
Warga masih kesulitan mencari titik atau letak yang pasti posisi korban. Sebab beberapa puing rumah korban ditemukan terseret ke bawah sejauh 50-an meter. Atap dan kayu-kayu rumah keluarga Sido terseret ke bawah hingga mendekati jalan dusun atau di dekat rumah Sagimin. "Ini yang membuat kami kesulitan memastikan. Selain itu timbunan tanah yang longsor juga cukup dalam," kata Maryono.
Saat musibah terjadi kata dia, tetangga korban Sagimin tidak bisa memastikan apakah korban masih berada di dalam rumah atau sudah lari keluar menyelematkan diri. Saat itu Sagimin hanya berlari bersama 3 orang anggota keluarganya. "Tetangga lain yakni Pak Karso maupun Pak Martowiyono juga tidak tahu," kata dia.
Sedikitnya tiga rumah roboh dan rata dengan tanah akibat tertimpa longsoran bukit Gunung Cantuk setinggi 100 meter yang ada di Dusun Kopen. Satu rumah kayu milik Karso Sentono dalam kondisi miring dan nyaris roboh.
"Masih sulit mencarinya. Namun fokus pencarian disekitar reruntuhan rumah Pak Sido," kata salah seorang anggota Tim SAR, Maryono kepada detikcom di lokasi longsor Dusun Kopen Desa Bero, Rabu (26/12/2007).
Menurut Maryono, kesulitan pencarian diakibatkan timbunan tanah yang longsor cukup luas sekitar 400-an meter persegi. Sedangkan kedalaman tanah yang longsor mencapai lebih dari 4 meter. Bukit Gunung Cantuk yang ada dibelakang dusun setinggi 100-an meter itu runtuh langsung menyapu pemukiman. Beberapa batang pohon jati dan mahoni diameter 40 cm yang ada di atas bukit ikut longsor sejauh 150-an meter.
Warga masih kesulitan mencari titik atau letak yang pasti posisi korban. Sebab beberapa puing rumah korban ditemukan terseret ke bawah sejauh 50-an meter. Atap dan kayu-kayu rumah keluarga Sido terseret ke bawah hingga mendekati jalan dusun atau di dekat rumah Sagimin. "Ini yang membuat kami kesulitan memastikan. Selain itu timbunan tanah yang longsor juga cukup dalam," kata Maryono.
Saat musibah terjadi kata dia, tetangga korban Sagimin tidak bisa memastikan apakah korban masih berada di dalam rumah atau sudah lari keluar menyelematkan diri. Saat itu Sagimin hanya berlari bersama 3 orang anggota keluarganya. "Tetangga lain yakni Pak Karso maupun Pak Martowiyono juga tidak tahu," kata dia.
Longsor Wonogiri, Sido Dipastikan Tewas
Wonogiri, Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Kopen Desa Bero Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri dipastikan 1 orang korban tewas. Sampai sekarang warga masih melakukan pencarian terhadap korban Sido (61) yang masih terkubur.
Hal itu diungkapkan salah seorang saksi mata, Martowiyono (70) yang selamat dari musibah yang terjadi Rabu (26/12/2007) pukul 03.30 WIB.
"Kalau sampai siang ini tidak ketemu, Pak Sido sudah pasti meninggal akibat tertimbun tanah," kata Martowiyono kepada detikcom di lokasi.
Dia menuturkan pada hari Selasa (25/12/2007) sore pukul 17.00 WIB saat pulang dari ladang, dia melihat Pak Sido duduk di teras rumah sambil mendengarkan radio. Lampu rumah sudah dinyalakan dan waktu itu hujan deras sudah mulai turun.
Kebiasaan korban kata dia, sehabis bekerja sering bertandang di rumah tetangganya yakni rumah keluarga Sagimin dan Karso Sentono. Namun dua keluarga itu tidak melihat korban setelah terjadi musibah longsor.
"Karena tidak ada tetangga yang melihat, Pak Sido pasti mati kalap. Warga sudah mencari direruntuhan bangunan rumah yang terseret ke bawah hingga 40-an meter tapi belum ketemu," kata mantan lurah Desa Bero itu.
Menurut dia, rumah Sido berada di lereng bukit Gunung Cantuk bagian atas yang berbatasan dengan ladang milik Martowiyono. Tetangga lainnya adalah keluarga Sagimin yang berhasil menyelamatkan diri, meski rumahnya hancur. Demikian pula keluarga Karso juga selamat, meski rumahnya miring hampir roboh.
"Rumah saya juga ikut roboh. Bagian belakang ikut terdorong longsoran tanah," ungkap dia.
Marto mengatakan sebelum kejadian sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari terjadi hujan deras disertai angin kencang. Sekitar pukul 03.30 WIB tiba-tiba dari arah bukit Gunung Cantuk yang ada dibelakang rumah terdengar suara gemuruh. Saat itu Marto langsung membangunkan istrinya Ny Sutarni (66) untuk lari keluar rumah.
Namun saat hendak lari keluar, rumah yang terbuat dari kayu itu roboh lebih dulu. Dia bersama istrinya tertimpa genting dan kayu-kayu atap rumah. Saat itu dia juga mendengar beberapa orang tetangganya berlari keluar sambil berteriak minta tolong.
"Saya selamat dan keluar rumah lewat kayu atap rumah yang patah. Istri saya juga selamat dengan luka lecet di bagian kepala, punggung dan tangan," katanya.
Hal itu diungkapkan salah seorang saksi mata, Martowiyono (70) yang selamat dari musibah yang terjadi Rabu (26/12/2007) pukul 03.30 WIB.
"Kalau sampai siang ini tidak ketemu, Pak Sido sudah pasti meninggal akibat tertimbun tanah," kata Martowiyono kepada detikcom di lokasi.
Dia menuturkan pada hari Selasa (25/12/2007) sore pukul 17.00 WIB saat pulang dari ladang, dia melihat Pak Sido duduk di teras rumah sambil mendengarkan radio. Lampu rumah sudah dinyalakan dan waktu itu hujan deras sudah mulai turun.
Kebiasaan korban kata dia, sehabis bekerja sering bertandang di rumah tetangganya yakni rumah keluarga Sagimin dan Karso Sentono. Namun dua keluarga itu tidak melihat korban setelah terjadi musibah longsor.
"Karena tidak ada tetangga yang melihat, Pak Sido pasti mati kalap. Warga sudah mencari direruntuhan bangunan rumah yang terseret ke bawah hingga 40-an meter tapi belum ketemu," kata mantan lurah Desa Bero itu.
Menurut dia, rumah Sido berada di lereng bukit Gunung Cantuk bagian atas yang berbatasan dengan ladang milik Martowiyono. Tetangga lainnya adalah keluarga Sagimin yang berhasil menyelamatkan diri, meski rumahnya hancur. Demikian pula keluarga Karso juga selamat, meski rumahnya miring hampir roboh.
"Rumah saya juga ikut roboh. Bagian belakang ikut terdorong longsoran tanah," ungkap dia.
Marto mengatakan sebelum kejadian sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari terjadi hujan deras disertai angin kencang. Sekitar pukul 03.30 WIB tiba-tiba dari arah bukit Gunung Cantuk yang ada dibelakang rumah terdengar suara gemuruh. Saat itu Marto langsung membangunkan istrinya Ny Sutarni (66) untuk lari keluar rumah.
Namun saat hendak lari keluar, rumah yang terbuat dari kayu itu roboh lebih dulu. Dia bersama istrinya tertimpa genting dan kayu-kayu atap rumah. Saat itu dia juga mendengar beberapa orang tetangganya berlari keluar sambil berteriak minta tolong.
"Saya selamat dan keluar rumah lewat kayu atap rumah yang patah. Istri saya juga selamat dengan luka lecet di bagian kepala, punggung dan tangan," katanya.
Wonogiri Longsor, 1 Orang Hilang
Yogyakarta, Bencana tanah longsor menerjang wilayah Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Satu orang hilang dan tiga rumah hancur tertimpa longsoran tanah.
Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (26/12/2007) pukul 03.00 WIB. Saat wilayah sekitar Dusun Kopen Desa Bero Kecamatan Manyaran, Wonogiri diguyur hujan deras sejak hari Selasa (25/12/2007) sore.
Triyanto warga Desa Bero kepada detikcom mengatakan satu orang korban hilang diduga tertimbun longsor bernama Pak Sido (70) yang tinggal di lereng perbukitan Bero paling atas. Tiga rumah rata dengan tanah diantaranya milik Pak Sido dan dua warga lainnya yang tinggal di bawahnya.
"Tiga rumah itu hancur dan rata dengan tanah. Korban Pak Sido juga belum ditemukan," kata Triyanto.
Menurut dia, saat ini warga sekitar bersama aparat desa dan kecamatan setempat mulai melakukan pencarian korban. Puing-puing reruntuhan mulai dibongkar. Namun karena medan yang becek dan berlumpur akibat guyuran hujan deras yang masih turun hingga pukul 08.00 WIB menyulitkan pencarian korban.
"Kami masih melakukan pencarian, tapi karena cuaca yang buruk, longsoran tanah yang luas dan belum banyak bantuan, pencarian belum maksimal," katanya.
Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (26/12/2007) pukul 03.00 WIB. Saat wilayah sekitar Dusun Kopen Desa Bero Kecamatan Manyaran, Wonogiri diguyur hujan deras sejak hari Selasa (25/12/2007) sore.
Triyanto warga Desa Bero kepada detikcom mengatakan satu orang korban hilang diduga tertimbun longsor bernama Pak Sido (70) yang tinggal di lereng perbukitan Bero paling atas. Tiga rumah rata dengan tanah diantaranya milik Pak Sido dan dua warga lainnya yang tinggal di bawahnya.
"Tiga rumah itu hancur dan rata dengan tanah. Korban Pak Sido juga belum ditemukan," kata Triyanto.
Menurut dia, saat ini warga sekitar bersama aparat desa dan kecamatan setempat mulai melakukan pencarian korban. Puing-puing reruntuhan mulai dibongkar. Namun karena medan yang becek dan berlumpur akibat guyuran hujan deras yang masih turun hingga pukul 08.00 WIB menyulitkan pencarian korban.
"Kami masih melakukan pencarian, tapi karena cuaca yang buruk, longsoran tanah yang luas dan belum banyak bantuan, pencarian belum maksimal," katanya.
Senin, 24 Desember 2007
Libur Natal, Parangtritis Dipenuhi Wisatawan
Yogyakarta, Libur natal, kawasan wisata Pantai Parangtritis Bantul dipadati wisatawan. Mereka tidak takut adanya ancaman gelombang pasang tinggi yang bakal menyapu wilayah pantai.
Berdasarkan pantauan detikcom di kawasan Pantai Parangtritis Kecamatan Kretek, Bantul, Selasa (25/12/2007), ratusan mobil yang sebagian besar bernopol luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang dll sudah memenuhi beberapa tempat parkir di dekat pantai. Selain mobil pribadi atau rombongan keluarga, wisatawan yang datang juga ada yang menggunakan bis pariwisata.
Mereka berdatang sejak pagi sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB. Beberapa tempat parkir yang disediakan juga penuh dengan kendaraan. Ribuan wisatawan banyak yang bermain dipinggir pantai. Sebagian ada yang nekat berenang dan bermain-main saat ombak datang.
Saat pantai dipadati wisatawan, anggota Tim SAR Parangtritis bersama anggota Polairud Polda DIY berpatroli disepanjang pantai. Mereka mengingatkan agar wisatawan tidak mandi atau berenang di laut hingga ke tengah.
Sedang anggota SAR yang berada di posko hanya mengamati wisatawan menggunakan binokular. Namun bila ada yang berenang ke tengah, petugas segera menghubungi tim SAR yang ada dipinggir pantai menggunakan HT (handy talky) untuk segera memperingatkan.
Salah seorang wisatawan asal Bekasi, Hedy Setiawan kepada detikcom mengatakan meski sudah ada peringatan dari BMG adanya ancaman gelombang tinggi dipantai, keluarganya tidak terlalu mengkhawatirkan adanya ancaman itu. "Asal hati-hati saja pasti aman dan banyak tim SAR yang mengawasi. Ini jarang dijumpai di kawasan pantai lainnya," kata dia.
Sementara itu, salah satu tim SAR Parangtritis Suroyo mengatakan pihaknya terus mengawasi dan memperingatkan bila ada wisatawan yang mandi ke laut. Wisatawan diimbau mentaati segala aturan yang di pantai seperti larangan mandi/berenang di laut.
"Kawasan Parangtritis hingga Parangkusumo memang indah pemandangannya. Tapi kalau nekat berenang bisa bahaya karena banyak palung laut yang dalam," kata dia.
Berdasarkan pantauan detikcom di kawasan Pantai Parangtritis Kecamatan Kretek, Bantul, Selasa (25/12/2007), ratusan mobil yang sebagian besar bernopol luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang dll sudah memenuhi beberapa tempat parkir di dekat pantai. Selain mobil pribadi atau rombongan keluarga, wisatawan yang datang juga ada yang menggunakan bis pariwisata.
Mereka berdatang sejak pagi sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB. Beberapa tempat parkir yang disediakan juga penuh dengan kendaraan. Ribuan wisatawan banyak yang bermain dipinggir pantai. Sebagian ada yang nekat berenang dan bermain-main saat ombak datang.
Saat pantai dipadati wisatawan, anggota Tim SAR Parangtritis bersama anggota Polairud Polda DIY berpatroli disepanjang pantai. Mereka mengingatkan agar wisatawan tidak mandi atau berenang di laut hingga ke tengah.
Sedang anggota SAR yang berada di posko hanya mengamati wisatawan menggunakan binokular. Namun bila ada yang berenang ke tengah, petugas segera menghubungi tim SAR yang ada dipinggir pantai menggunakan HT (handy talky) untuk segera memperingatkan.
Salah seorang wisatawan asal Bekasi, Hedy Setiawan kepada detikcom mengatakan meski sudah ada peringatan dari BMG adanya ancaman gelombang tinggi dipantai, keluarganya tidak terlalu mengkhawatirkan adanya ancaman itu. "Asal hati-hati saja pasti aman dan banyak tim SAR yang mengawasi. Ini jarang dijumpai di kawasan pantai lainnya," kata dia.
Sementara itu, salah satu tim SAR Parangtritis Suroyo mengatakan pihaknya terus mengawasi dan memperingatkan bila ada wisatawan yang mandi ke laut. Wisatawan diimbau mentaati segala aturan yang di pantai seperti larangan mandi/berenang di laut.
"Kawasan Parangtritis hingga Parangkusumo memang indah pemandangannya. Tapi kalau nekat berenang bisa bahaya karena banyak palung laut yang dalam," kata dia.
Misa Natal Di Yogya Aman
Yogyakarta, Misa natal pertama di Kota Yogyakarta berlangsung aman. Ribuan umat Kristiani mengikuti misa natal di beberapa gereja yang ada di Kota Yogyakarta.
Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (24/12/2007), di Gereja Fransiskus Xaverius Kidul Loji di Jl Senopati, Gereja Kristus Raja Baciro dan Gereja Santo Antonius Kotabaru, misa natal pertama dimulai pukul 17.00 dan 17.30 WIB.
Satu jam sebelum misa dimulai, umat Kristiani mulai berdatangan memadati gereja. Sebagian umat bisa mengikut kebaktian di dalam gereja dan sebagian lagi mengikuti misa ditenda-tenda yang didirikan di halaman gereja.
Beberapa ruas jalan menuju Gereja Santo Antonius Kotabaru sempat ditutup dan arus lalu-lintas dialihkan. Beberapa jalan sekitar digunakan untuk parkir kendaraan milik umat.
"Misa pertama berlangsung aman, tertib dan khidmat. Misa kedua baru dimulai pada pukul 20.00 WIB," kata Romo Heru Prakosa kepada wartawan disela-sela pelaksanaan misa natal di Gereja Santo Antonius Kotabaru.
Meski cuaca sediki mendung namun tidak hujan kata Heru, tidak menyurutkan umat yang akan mengikuti misa. Tenda-tenda diluar halaman gereja juga dipenuhi umat. Diperkirakan pada misa kedua akan diikuti umat Katolik yang lebih banyak lagi.
Dia mengatakan untuk pengamanan misa natal dilakukan dengan pengamanan internal dibantu warga sekitar. Aparat kepolisian yang berjaga di sekitar gereja juga tidak banyak jumlahnya sekitar 50-an personil dari Poltabes Yogyakarta. Namun sebelum misa pertama dimulai, aparat kepolisian sudah melakukan pemeriksaan di sekitar gereja.
"Kita lebih banyak melakukan pengamanan dari umat sendiri. Sedang dari kepolisian dan TNI sedikit dikurangi. Polisi lalu-lintas hanya berjaga agar tidak macet," katanya.
Heru menambahkan natal tahun ini hendaknya manusia bisa meneladani kehiduoan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. "Kita berpesan agar manusia senantiasa hidup sederhana dan hidup penuh kedamaian," katanya.
Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (24/12/2007), di Gereja Fransiskus Xaverius Kidul Loji di Jl Senopati, Gereja Kristus Raja Baciro dan Gereja Santo Antonius Kotabaru, misa natal pertama dimulai pukul 17.00 dan 17.30 WIB.
Satu jam sebelum misa dimulai, umat Kristiani mulai berdatangan memadati gereja. Sebagian umat bisa mengikut kebaktian di dalam gereja dan sebagian lagi mengikuti misa ditenda-tenda yang didirikan di halaman gereja.
Beberapa ruas jalan menuju Gereja Santo Antonius Kotabaru sempat ditutup dan arus lalu-lintas dialihkan. Beberapa jalan sekitar digunakan untuk parkir kendaraan milik umat.
"Misa pertama berlangsung aman, tertib dan khidmat. Misa kedua baru dimulai pada pukul 20.00 WIB," kata Romo Heru Prakosa kepada wartawan disela-sela pelaksanaan misa natal di Gereja Santo Antonius Kotabaru.
Meski cuaca sediki mendung namun tidak hujan kata Heru, tidak menyurutkan umat yang akan mengikuti misa. Tenda-tenda diluar halaman gereja juga dipenuhi umat. Diperkirakan pada misa kedua akan diikuti umat Katolik yang lebih banyak lagi.
Dia mengatakan untuk pengamanan misa natal dilakukan dengan pengamanan internal dibantu warga sekitar. Aparat kepolisian yang berjaga di sekitar gereja juga tidak banyak jumlahnya sekitar 50-an personil dari Poltabes Yogyakarta. Namun sebelum misa pertama dimulai, aparat kepolisian sudah melakukan pemeriksaan di sekitar gereja.
"Kita lebih banyak melakukan pengamanan dari umat sendiri. Sedang dari kepolisian dan TNI sedikit dikurangi. Polisi lalu-lintas hanya berjaga agar tidak macet," katanya.
Heru menambahkan natal tahun ini hendaknya manusia bisa meneladani kehiduoan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. "Kita berpesan agar manusia senantiasa hidup sederhana dan hidup penuh kedamaian," katanya.
Minggu, 23 Desember 2007
Jelang Natal, Pengamanan Gereja di Yogya Diperketat
Yogyakarta, Menjelang pelaksanaan misal Natal, pengamanan di sejumlah gereja di Kota Yogyakarta diperketat. Sejumlah aparat kepolisian diterjunkan untuk melakukan sterilisasi sebelum umat kristiani melaksanakan ibadah.
Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (24/12/2007) sejumlah gereja seperti Gereja Santo Antonius Kotabaru, Gereja Kristus Raja Baciro, Gereja Fransiskus Xaverius Kidul Loji dan Gereja Gereja Santo Yusuf Bintaran mulai dilakukan steriliasi. Selain aparat Poltabes Yogyakarta, sejumlah anggota pengamanan internal dari gereja juga mulai diterjunkan.
Di Gereja Kidul Loji maupun Gereja Santo Antonius Kotabaru, aparat keamanan sempat memeriksa di beberapa ruangan dalam serta deretan bangku dan altar yang akan digunakan untuk misa. Satu demi satu semua ruangan yang ada di dalam gereja diperiksa petugas. Beberapa orang panitia juga mendampingi petugas saat melakukan pemeriksaan.
Demikian pula di halaman luar, tenda-tenda yang ada di luar gereja juga tak luput dari pemeriksaan petugas. Taman yang ada di sekitar halaman gereja juga diperiksa menggunakan alat metal detektor. Genset yang disiapkan panitia bila aliran listrik padam pun juga diperiksa petugas.
Pengamanan arus lalu-lintas di sekitar gereja-gereja besar seperti Gereja Santo Antonius, Gereja Kidul Loji, Gereja Santo Albertus Magnus Jetis dilakukan sistem buka tutup. Polisi lalu-lintas sudah menyiapkan beberapa portal sebagai tanda ada pengalihan arus lalu-lintas agar tidak macet. Kantong-kantong parkir kendaraan untuk umat juga sudah disiapkan.
"Semua sudah disiapkan matang oleh panitia, mulai dari pengamanan untuk misa nanti sore mulai jam 17.00 dan 20.00 WIB hingga pengamanan arus lalu-lintas agar tak macet dan bisa berjalan tertib," kata Heru salah seorang panitia.
Menurut dia, semua keperluan misa natal sudah disiapkan panitia seminggu sebelumnya. Tenda-tenda dan ratusan kursi sudah disiapkan di sekitar halaman luar gereja untuk menampung luberan umat yang akan mengikuti misa. Selain warga sekitar dan beberapa ormas juga akan membantu pengamanan malam natal.
Di wilayah DIY, sedikitnya ada 70-an gereja Katolik dan Kristen yang akan menggelar misa natal. Sekitar 2.500 anggota Polda DIY akan diterjunkan mengamankan malam natal yang akan di sebar di empat Polres dan satu Poltabes.
Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (24/12/2007) sejumlah gereja seperti Gereja Santo Antonius Kotabaru, Gereja Kristus Raja Baciro, Gereja Fransiskus Xaverius Kidul Loji dan Gereja Gereja Santo Yusuf Bintaran mulai dilakukan steriliasi. Selain aparat Poltabes Yogyakarta, sejumlah anggota pengamanan internal dari gereja juga mulai diterjunkan.
Di Gereja Kidul Loji maupun Gereja Santo Antonius Kotabaru, aparat keamanan sempat memeriksa di beberapa ruangan dalam serta deretan bangku dan altar yang akan digunakan untuk misa. Satu demi satu semua ruangan yang ada di dalam gereja diperiksa petugas. Beberapa orang panitia juga mendampingi petugas saat melakukan pemeriksaan.
Demikian pula di halaman luar, tenda-tenda yang ada di luar gereja juga tak luput dari pemeriksaan petugas. Taman yang ada di sekitar halaman gereja juga diperiksa menggunakan alat metal detektor. Genset yang disiapkan panitia bila aliran listrik padam pun juga diperiksa petugas.
Pengamanan arus lalu-lintas di sekitar gereja-gereja besar seperti Gereja Santo Antonius, Gereja Kidul Loji, Gereja Santo Albertus Magnus Jetis dilakukan sistem buka tutup. Polisi lalu-lintas sudah menyiapkan beberapa portal sebagai tanda ada pengalihan arus lalu-lintas agar tidak macet. Kantong-kantong parkir kendaraan untuk umat juga sudah disiapkan.
"Semua sudah disiapkan matang oleh panitia, mulai dari pengamanan untuk misa nanti sore mulai jam 17.00 dan 20.00 WIB hingga pengamanan arus lalu-lintas agar tak macet dan bisa berjalan tertib," kata Heru salah seorang panitia.
Menurut dia, semua keperluan misa natal sudah disiapkan panitia seminggu sebelumnya. Tenda-tenda dan ratusan kursi sudah disiapkan di sekitar halaman luar gereja untuk menampung luberan umat yang akan mengikuti misa. Selain warga sekitar dan beberapa ormas juga akan membantu pengamanan malam natal.
Di wilayah DIY, sedikitnya ada 70-an gereja Katolik dan Kristen yang akan menggelar misa natal. Sekitar 2.500 anggota Polda DIY akan diterjunkan mengamankan malam natal yang akan di sebar di empat Polres dan satu Poltabes.
Jumat, 21 Desember 2007
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Daop VI Siapkan KA Tambahan
Yogyakarta, Mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang liburan natal dan tahun baru, PT KA Daerah Operasi (Daop) VI yogyakarta menyiapkan KA eksekutif tambahan. KA tersebut akan beroperasi pada tanggal 25 Desember serta tanggal 1 Januari 2008.
Hal itu diungkapkan Humas PT KA Daop VI Yogyakarta Mochtadi ketika dihubungi detikcom, Sabtu (22/12/2007).
"KA tambahan kelas eksekutif sudah disiapkan PT KA untuk mengangkut penumpang saat arus puncak liburan natal dan tahun baru," katanya.
Dia mengatakan KA tambahan yang disiapakan dengan kapasitas 400 tempat duduk itu mulai beroperasi pada hari Selasa tanggal 25 Desember dan pada tanggal 1 Januari 2008 dari Stasiun Solo Balapan tujuan Gambir Jakarta. Kereta tambahan khusus untuk liburan itu dengan tarif Rp 240 ribu.
"KA tambahan itu mulai jalan 25 Desember pagi dan malam pada pukul 21.30. Kita berharap bisa mengatasi bila terjadi lonjakan penumpang," kata dia.
Menurut dia lonjakan penumpang yang datang dari barat terutama Jakarta dan Bandung tujuan Yogyakarta ataupun Solo mulai terasa pada hari ini. Namun hampir semua penumpang baik kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif dapat terangkut semua.
"Semua rangkaian KA, semua kelas akan kita maksimalkan bila memang ada peningkatan jumlah penumpang sangat banyak. Namun adanya KA tambahan eksekutif kami berharapsudah mampu mengatasi," kata Mochtadi.
Dia memperkirakan volume penumpang pada musim liburan saat ini mengalami peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2006 lalu pada musim lburan yang sama jumlah penumpang mencapai 127.976 penumpang. Saat ini diperkirakan meningkat hingga 131.545 penumpang.
Hal itu diungkapkan Humas PT KA Daop VI Yogyakarta Mochtadi ketika dihubungi detikcom, Sabtu (22/12/2007).
"KA tambahan kelas eksekutif sudah disiapkan PT KA untuk mengangkut penumpang saat arus puncak liburan natal dan tahun baru," katanya.
Dia mengatakan KA tambahan yang disiapakan dengan kapasitas 400 tempat duduk itu mulai beroperasi pada hari Selasa tanggal 25 Desember dan pada tanggal 1 Januari 2008 dari Stasiun Solo Balapan tujuan Gambir Jakarta. Kereta tambahan khusus untuk liburan itu dengan tarif Rp 240 ribu.
"KA tambahan itu mulai jalan 25 Desember pagi dan malam pada pukul 21.30. Kita berharap bisa mengatasi bila terjadi lonjakan penumpang," kata dia.
Menurut dia lonjakan penumpang yang datang dari barat terutama Jakarta dan Bandung tujuan Yogyakarta ataupun Solo mulai terasa pada hari ini. Namun hampir semua penumpang baik kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif dapat terangkut semua.
"Semua rangkaian KA, semua kelas akan kita maksimalkan bila memang ada peningkatan jumlah penumpang sangat banyak. Namun adanya KA tambahan eksekutif kami berharapsudah mampu mengatasi," kata Mochtadi.
Dia memperkirakan volume penumpang pada musim liburan saat ini mengalami peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2006 lalu pada musim lburan yang sama jumlah penumpang mencapai 127.976 penumpang. Saat ini diperkirakan meningkat hingga 131.545 penumpang.
Selasa, 18 Desember 2007
Ribuan Umat Islam Yogya Salat Id di Stadion Mandala Krida
Yogyakarta - Sekitar 1.000 umat Islam mengikuti salat Idul Adha yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD HTI DI Yogyakarta. Sholat Id dilakukan di lapangan parkir Stadion Mandala Krida.
Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah sudah mulai menyesaki lapangan parkir tersebut. Sementara salat Id sendiri dimulai 50 menit kemudian dengan persiapan dilakukan sejak sehari sebelumnya. Di sekliling pagar stadion juga telah terpasang bendera lambang HTI, warna hitam pekat bertuliskan syahadat dan pedang yang mengapit.
"Kami berpedoman dari keputusan rukyat yang diambil pemerintah Arab Saudi yang wukuf Arafah, bukan dengan hisab. Sehingga sehari setelahnya (wukuf), umat Islam yang tidak melaksanakan haji harus menjalankan salat Id," kata Humas HTI DPD DIY Yoyok Tandyo, usai mengikuti salat Id di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida, Jl Mawar, Baciro, Yogyakarta, Rabu (19/12/2007).
Selain di Mandala Krida, salat Id digelar pula di beberapa tempat. Antara lain di lapangan parkir gedung Jogja Expo Centre (JEC) Jl Janti yang dilakukan oleh Majelis Tafsir Al Quran bersama Majelis Mujahidin Indonesia. Serta di kampus lingkungan UGM serta di lapangan Jl Kaliurang KM 15, Pakem.
Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah sudah mulai menyesaki lapangan parkir tersebut. Sementara salat Id sendiri dimulai 50 menit kemudian dengan persiapan dilakukan sejak sehari sebelumnya. Di sekliling pagar stadion juga telah terpasang bendera lambang HTI, warna hitam pekat bertuliskan syahadat dan pedang yang mengapit.
"Kami berpedoman dari keputusan rukyat yang diambil pemerintah Arab Saudi yang wukuf Arafah, bukan dengan hisab. Sehingga sehari setelahnya (wukuf), umat Islam yang tidak melaksanakan haji harus menjalankan salat Id," kata Humas HTI DPD DIY Yoyok Tandyo, usai mengikuti salat Id di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida, Jl Mawar, Baciro, Yogyakarta, Rabu (19/12/2007).
Selain di Mandala Krida, salat Id digelar pula di beberapa tempat. Antara lain di lapangan parkir gedung Jogja Expo Centre (JEC) Jl Janti yang dilakukan oleh Majelis Tafsir Al Quran bersama Majelis Mujahidin Indonesia. Serta di kampus lingkungan UGM serta di lapangan Jl Kaliurang KM 15, Pakem.
Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Parpol Turun
Yogyakarta, Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Pratikno mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik semakin rendah dibandingkan dengan lembaga pemerintah lainnya.
Data hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik mengalami penurunan dari 8 persen di tahun 2004 menjadi menjadi 5,8 persen di tahun 2007.
"Setelah pemilu 2004 usai terus terjadi penurunan hingga tahun 2007 ini," ungkap Pratikno dalam acara kuliah umum "Undang-Undang Parpol Baru: Menyambut Pemilu 2009 Yang Lebih Demokratis, di kampus UGM di Bulaksumur Yogyakarta, Selasa (18/12/2007).
Pratikno yang juga terlibat Asia Barometer dan melakukan survei di 13 negara setiap tiga tahunan itu, sejak tahun 2004 terus melakukan penelitian mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah, salah satunya adalah partai politik.
Menurut dia, data hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik mengalami penurunan dari angka 8 persen di tahun 2004 menjadi menjadi 5,8 persen di tahun 2007. "Posisi ini dibawah tentara 26 persen, polisi 15 persen, dan parlemen 13 persen," kata dia.
Dia mengetakan menurunnya tingkat kepercayaan terhadap partai politik memang sangat memprihatinkan. Bahkan bisa dikatakan cukup tragis, padahal dalam era demokrasi modern, peran partai politik sangat signifikan.
"Ini tugas berat buat partai politik apakah mau ditinggalkan atau mau diperbaiki. Salah satu cara yang dilakukan adalah memperbaiki pola rekrutmen anggota partai politik, dan meningkatkan kinerjanya," pungkas pengelola Program S2 Ilmu Politik Lokal dan Otonomi Daerah.
Data hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik mengalami penurunan dari 8 persen di tahun 2004 menjadi menjadi 5,8 persen di tahun 2007.
"Setelah pemilu 2004 usai terus terjadi penurunan hingga tahun 2007 ini," ungkap Pratikno dalam acara kuliah umum "Undang-Undang Parpol Baru: Menyambut Pemilu 2009 Yang Lebih Demokratis, di kampus UGM di Bulaksumur Yogyakarta, Selasa (18/12/2007).
Pratikno yang juga terlibat Asia Barometer dan melakukan survei di 13 negara setiap tiga tahunan itu, sejak tahun 2004 terus melakukan penelitian mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah, salah satunya adalah partai politik.
Menurut dia, data hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik mengalami penurunan dari angka 8 persen di tahun 2004 menjadi menjadi 5,8 persen di tahun 2007. "Posisi ini dibawah tentara 26 persen, polisi 15 persen, dan parlemen 13 persen," kata dia.
Dia mengetakan menurunnya tingkat kepercayaan terhadap partai politik memang sangat memprihatinkan. Bahkan bisa dikatakan cukup tragis, padahal dalam era demokrasi modern, peran partai politik sangat signifikan.
"Ini tugas berat buat partai politik apakah mau ditinggalkan atau mau diperbaiki. Salah satu cara yang dilakukan adalah memperbaiki pola rekrutmen anggota partai politik, dan meningkatkan kinerjanya," pungkas pengelola Program S2 Ilmu Politik Lokal dan Otonomi Daerah.
Kamis, 13 Desember 2007
PP Muhammadiyah Serukan Warganya Taati Hasil Hisab
Yogyakarta, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyerukan agar warga Muhammadiyah menaati aturan dan berpegang teguh pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tadjid berkaitan dengan hari Idul Adha 10 Dzulhijah 1428 H.
PP Muhammadiyah juga meminta warganya menyiapkan salat Idul Adha sebaik-baiknya yang jatuh pada hari Kamis Legi, 20 Desember 2007. Sehari sebelumnya pada 9 Dzulhijah tanggal 19 Desember hendaknya juga melakukan puasa Arafah.
Hal itu diungkapkan Ketua PP Muhammadiyah H. Yunahar Ilyas kepada wartawan di kantor Jl Cik Ditiro Yogyakarta, Jumat (14/12/2007).
"Alhamdulliah itu sudah disepakati di seluruh Indonesia kecuali oleh Dewan Dakwah yang punya metode Idul fitri ikut pemerintah dan idul adha ikut pemerintah Arab Saudi," kata dia.
Dia mengatakan dalam penetapan wukuf di Arafah pasti tanggal 9 Dzulhijah seperti ketentuan Rasulullah. Cuma masalahnya tangal 9 Dzulhijah itu jatuh pada hari Rabu atau Selasa. Kalau menurut hisab Muhammadiyah dan Rukyah Departemen Agama jatuh pada hari Rabu 19 Desember. Sedang menurut Arab Saudi hari Selasa.
"Untuk pelaksanaan wukuf tentu saja Arab Saudi yang menang karena dinegaranya. Tapi untuk puasanya, bebas menentukan masing-masing berdasarkan tanggalnya. Jadi puasa araha tetap dilaksanakan hari Rabu 9 Dzulhijah," kata Yunahar.
Sementara itu Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Oman Fathurrahman menegaskan berdasarkan hisab seharusnya antara Mekah dengan Indonesia itu sama. Yang berbeda adalah wilayah di Amerika bagian selatan.
Namun pada tahun ini pemerintah Arab melalui majelis peradilan tinggi memutuskan 1 Dzulhijah jatuh hari Senin 10 Desember 2007, sehingga wukuf di Arafah pada hari Selasa dan Idul Adha hari Rabu 19 Desember. Ketetapan itu berdasarkan kesaksian terlihatnya hilal pada hari Ahad malam Senin tanggal 9 Desember.
"Ini menjadikan kekagetan masyarakat dan berbagai ahli hisab, ilmu fakak Indonesia karena di Mekah pada hari Ahad 9 Desember itu bulan itu sudah terbenam duluan daripada matahari. Kira-kira 22 menit selisihnya," katanya.
Menurut Oman, di Indonesia pada saat matahari terbenam itu bulan juga sudah terbenam duluan, termasuk di Yogyakarta sudah terbenam sekitar 22 menit. Dengan demikian di wilayah Indonesia tidak ada kemungkinan melihat hilal karena sudah terbenam duluan.
Dia mengatakan secara meyakinkan bulan Dzulqaidah sebelum bulan Dzulhijah itu sudah berusia 30 hari sampai Senin 10 Desember sehingga hari Selasa harus tanggal 1 Dzulhijah. Dari sisi hisab astronomi mengenai posisi bulan juga meyakinkan dan sisi bulan Dzulqaidah juga 30 hari.
"Itu sebabnya Muhammadiyah dan pemerintah Indonesa 1 Dzulhijah hari Selasa 11 Desember karena bulan Dzulqaidah berdasarkan usia bulan sudah 30 hari," pungkas Oman.
PP Muhammadiyah juga meminta warganya menyiapkan salat Idul Adha sebaik-baiknya yang jatuh pada hari Kamis Legi, 20 Desember 2007. Sehari sebelumnya pada 9 Dzulhijah tanggal 19 Desember hendaknya juga melakukan puasa Arafah.
Hal itu diungkapkan Ketua PP Muhammadiyah H. Yunahar Ilyas kepada wartawan di kantor Jl Cik Ditiro Yogyakarta, Jumat (14/12/2007).
"Alhamdulliah itu sudah disepakati di seluruh Indonesia kecuali oleh Dewan Dakwah yang punya metode Idul fitri ikut pemerintah dan idul adha ikut pemerintah Arab Saudi," kata dia.
Dia mengatakan dalam penetapan wukuf di Arafah pasti tanggal 9 Dzulhijah seperti ketentuan Rasulullah. Cuma masalahnya tangal 9 Dzulhijah itu jatuh pada hari Rabu atau Selasa. Kalau menurut hisab Muhammadiyah dan Rukyah Departemen Agama jatuh pada hari Rabu 19 Desember. Sedang menurut Arab Saudi hari Selasa.
"Untuk pelaksanaan wukuf tentu saja Arab Saudi yang menang karena dinegaranya. Tapi untuk puasanya, bebas menentukan masing-masing berdasarkan tanggalnya. Jadi puasa araha tetap dilaksanakan hari Rabu 9 Dzulhijah," kata Yunahar.
Sementara itu Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Oman Fathurrahman menegaskan berdasarkan hisab seharusnya antara Mekah dengan Indonesia itu sama. Yang berbeda adalah wilayah di Amerika bagian selatan.
Namun pada tahun ini pemerintah Arab melalui majelis peradilan tinggi memutuskan 1 Dzulhijah jatuh hari Senin 10 Desember 2007, sehingga wukuf di Arafah pada hari Selasa dan Idul Adha hari Rabu 19 Desember. Ketetapan itu berdasarkan kesaksian terlihatnya hilal pada hari Ahad malam Senin tanggal 9 Desember.
"Ini menjadikan kekagetan masyarakat dan berbagai ahli hisab, ilmu fakak Indonesia karena di Mekah pada hari Ahad 9 Desember itu bulan itu sudah terbenam duluan daripada matahari. Kira-kira 22 menit selisihnya," katanya.
Menurut Oman, di Indonesia pada saat matahari terbenam itu bulan juga sudah terbenam duluan, termasuk di Yogyakarta sudah terbenam sekitar 22 menit. Dengan demikian di wilayah Indonesia tidak ada kemungkinan melihat hilal karena sudah terbenam duluan.
Dia mengatakan secara meyakinkan bulan Dzulqaidah sebelum bulan Dzulhijah itu sudah berusia 30 hari sampai Senin 10 Desember sehingga hari Selasa harus tanggal 1 Dzulhijah. Dari sisi hisab astronomi mengenai posisi bulan juga meyakinkan dan sisi bulan Dzulqaidah juga 30 hari.
"Itu sebabnya Muhammadiyah dan pemerintah Indonesa 1 Dzulhijah hari Selasa 11 Desember karena bulan Dzulqaidah berdasarkan usia bulan sudah 30 hari," pungkas Oman.
Rabu, 12 Desember 2007
PKL Di Kampus UNY Digusur
Yogyakarta, Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) digusur. Penggusuran sempat diwarnai ketegangan antara PKL dengan petugas dari Satpol PP Sleman.
Beberapa hari sebelumnya petugas Satpol PP Sleman sudah meminta PKL untuk tidak berjualan di depan kampus Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY. Hampir setiap hari petugas menyanggong di tempat itu agar tidak berjualan disepanjang Jalan Colombo Samirono. Namun ketika petugas meninggalkan lokasi, para PKL kemudian berjualan lagi dengan memasang lapak atau tenda.
Pada hari ini, Rabu (12/12/2007) puluhan satpol PP mulai membongkar batu conblok tempat mereka berjualan. Saat itu para PKL membiarkan dan hanya duduk dan berkumpul di seberang jalan. Namun ketika pembongkaran hampir separuhnya, para PKL memprotes dengan memasang beberapa poster di pagar.
Beberapa wakil PKL menemui Kepala Satpol PP Sleman, Sukamto untuk bernegosiasi. Namun negosiasi gagal, petugas tetap melakukan pembongkaran dengan alasan tempat itu akan dijadikan taman dan proyek sudah berjalan.
Ketegangan pun terjadi antara PKL dengan petugas. PKL yang diantaranya berjualan kacamata, sepatu dan kaos olahraga, makanan dan minuman itu ngotot agar diperbolehkan berjualan ditempat itu. Namun Sukamto tetap tidak mengizinkan dengan alasan sudah mendapat perintah dari Bupati Sleman Ibnu Subianto.
Karena tidak ada titik temu, beberapa wakil PKL kemudian menuju kantor Pemkab Sleman untuk bermusyawarah. Sebagian lagi mengadukan kasus penggusuran itu ke kantor LBH Yogyakarta.
Hingga siang pukul 11.00 WIB, petugas sudah selesai melakukan pembongkaran. Sebagian PKL yang tidak ikut ke LBH dan kantor Pemkab, ada yang menunggu dilokasi namun tidak berjualan. Mereka hanya duduk-duduk sambil membentang poster berisi ungkapan protes, "PKL juga manusia. Kami butuh makan."
Beberapa hari sebelumnya petugas Satpol PP Sleman sudah meminta PKL untuk tidak berjualan di depan kampus Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY. Hampir setiap hari petugas menyanggong di tempat itu agar tidak berjualan disepanjang Jalan Colombo Samirono. Namun ketika petugas meninggalkan lokasi, para PKL kemudian berjualan lagi dengan memasang lapak atau tenda.
Pada hari ini, Rabu (12/12/2007) puluhan satpol PP mulai membongkar batu conblok tempat mereka berjualan. Saat itu para PKL membiarkan dan hanya duduk dan berkumpul di seberang jalan. Namun ketika pembongkaran hampir separuhnya, para PKL memprotes dengan memasang beberapa poster di pagar.
Beberapa wakil PKL menemui Kepala Satpol PP Sleman, Sukamto untuk bernegosiasi. Namun negosiasi gagal, petugas tetap melakukan pembongkaran dengan alasan tempat itu akan dijadikan taman dan proyek sudah berjalan.
Ketegangan pun terjadi antara PKL dengan petugas. PKL yang diantaranya berjualan kacamata, sepatu dan kaos olahraga, makanan dan minuman itu ngotot agar diperbolehkan berjualan ditempat itu. Namun Sukamto tetap tidak mengizinkan dengan alasan sudah mendapat perintah dari Bupati Sleman Ibnu Subianto.
Karena tidak ada titik temu, beberapa wakil PKL kemudian menuju kantor Pemkab Sleman untuk bermusyawarah. Sebagian lagi mengadukan kasus penggusuran itu ke kantor LBH Yogyakarta.
Hingga siang pukul 11.00 WIB, petugas sudah selesai melakukan pembongkaran. Sebagian PKL yang tidak ikut ke LBH dan kantor Pemkab, ada yang menunggu dilokasi namun tidak berjualan. Mereka hanya duduk-duduk sambil membentang poster berisi ungkapan protes, "PKL juga manusia. Kami butuh makan."
Selasa, 11 Desember 2007
KA Barang Tabrak Panther di Sedayu Bantul
Yogyakarta, Kereta Api (KA) barang menabrak mobil Panther di perlintasan KA tanpa palang pintu dan penjagaan. Mobil Panther ringsek namun pengemudi selama hanya mengalami luka ringan.
Kecelakaan tersebut terjadi perlintasan tanpa palang pintu dan penjaga di Dusun Tapen Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu Bantul sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu mobil Panther nopol AB 7354 ME yang disopiri Suwarno (35) melintas ditempat itu.
Ketiak sampai ditengah rel yang merupakan jalur ganda, tanpa diduga dari arah timur melaju KA barang jurusan Solo-Cilacap. Tabrakan tak terelakkan, mobil sempat terpental beberapa meter keluar lintasan. Mobil ringsek dibagian depan.
Untungnya, Suwarno selamat karena mobil tidak terbalik. Dia hanya mengalami luka lecet dibagian kepala dan kening akibat terbentur bodi mobil. Dia sempat dirawat untuk dijahit lukanya di Klinik Mitra Sehat Sedayu, sekitar 2 km dari lokasi kecelakaan.
"Saya tidak tahu kalau dari arah timur akan lewat kereta api. Ditempat itu memang tidak dijaga dan tidak ada palangnya," kata Suwarno yang hendak mengantar barang ke Selarong Desa Guwosari Pajangan Bantul itu.
Sementara itu menurut Kepala Humas PT KAI Daop VI, Mochtadi, akibat kecelakaan tersebut tidak mengganggu arus perjalanan KA dari arah barat dan timur. Sebab di lintasan tersebut merupakan jalur ganda.
"Tidak ada korban jiwa. Jadwal KA juga tidak terganggu. Semua KA dari arah Jakarta dan Bandung atau sebaliknya tetap tiba sesuai jadwal," katanya.
Kecelakaan tersebut terjadi perlintasan tanpa palang pintu dan penjaga di Dusun Tapen Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu Bantul sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu mobil Panther nopol AB 7354 ME yang disopiri Suwarno (35) melintas ditempat itu.
Ketiak sampai ditengah rel yang merupakan jalur ganda, tanpa diduga dari arah timur melaju KA barang jurusan Solo-Cilacap. Tabrakan tak terelakkan, mobil sempat terpental beberapa meter keluar lintasan. Mobil ringsek dibagian depan.
Untungnya, Suwarno selamat karena mobil tidak terbalik. Dia hanya mengalami luka lecet dibagian kepala dan kening akibat terbentur bodi mobil. Dia sempat dirawat untuk dijahit lukanya di Klinik Mitra Sehat Sedayu, sekitar 2 km dari lokasi kecelakaan.
"Saya tidak tahu kalau dari arah timur akan lewat kereta api. Ditempat itu memang tidak dijaga dan tidak ada palangnya," kata Suwarno yang hendak mengantar barang ke Selarong Desa Guwosari Pajangan Bantul itu.
Sementara itu menurut Kepala Humas PT KAI Daop VI, Mochtadi, akibat kecelakaan tersebut tidak mengganggu arus perjalanan KA dari arah barat dan timur. Sebab di lintasan tersebut merupakan jalur ganda.
"Tidak ada korban jiwa. Jadwal KA juga tidak terganggu. Semua KA dari arah Jakarta dan Bandung atau sebaliknya tetap tiba sesuai jadwal," katanya.
Senin, 10 Desember 2007
21 Ekor Kangguru Tanah Dilepas di Taman Nasional Wasur
Yogyakarta, Sebanyak 21 ekor Kanguru Tanah [Thylogale brunii] dilepas kembali ke habitatnya di Taman Nasonal Wasur, Timika Papua. Satwa tersebut diselamatkan dari perdagangan haram satwa oleh kerja gabungan tim Pusat Penyelematan Satwa Cikananga [PPSC] dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam [BKS] Jawa Barat I.
Selama lebih kurang empat tahun satwa-satwa dilindungi dan unik itu mendapat perawatan dan rehabilitas di PPSC Sukabumi dan Nayaro. Pihak PPSC menentukan tanggal pelepasan yakni hari Selasa (11/12/2007) karena merupakan saat tepat bagi kanguru-kanguru itu kembali ke alam asli mereka.
Proses pelepasliaran berlangsung mulus karena dilakukan melalui kerjasama PPSC, BBKSDA Jaya Pura, Balai Taman Nasional Wasur dan PT Freeport Indonesia.
Pihak BBKSDA membantu upaya ini dalam hal perizinan pengakutan satwa-satwa tersebut, pihak Balai Taman Nasional Wasur menyediakan kawasan untuk pelepasliaran, dan PTFI menyediakan fasilitas pengangkutan.
Pelepasliaran adalah tujuan dari semua upaya penyelematan satwa oleh pusat-pusat penyelematan satwa di Indonesia, termasuk PPSC. Tantangan besar yang dihadapi para penyelemat satwa, selain perdagangan dan pemilikan satwa liar, adalah kesulitan menentukan tempat pelepasliaran karena proses perusakan lingkugnan yang terus berlangsung.
"Kami kesulitan menentukan tempat-tempat pelepasliaran yang sesuai dengan asal-usul satwa, karena konversi kawasan hutan terus berlangsung dan karena itu kawasan hutan semakin sempit,” kata Budiharto, kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PPSC.
Kanguru Tanah adalah binatang enedemik Papua yang tersebar di beberapa tempat di wilayah ini, antara lain Timika, Wasur, Pulau Aru. Menurut Resit Sozer, direktur PPSC, populasi mereka saat ini diperkirakan 2000 ekor dan terus mengalami penurunan karena penyempitan kawasan hutan dan perburuan.
Selama 4 tahun di PPSC tiga induk asal dan dua anak mati [2003, 2004, 2005], sedangkan dua anakan lagi menghilang, diduga oleh burung pemangsa). 5 ekor anakan telah dikirim ke Balai Diklat Kehutanan di Kadipaten. Jumlah total kanguru yang pernah menghuni PPSc adalah 29 ekor yang berasal dari 7 induk dalam waktu 3,5 tahun.
Semua kanguru ini telah diperiksa kesehatannya d PPSC dan diberi tanda (tagging) berupa Tattoo dan Microchip. Di Papua)terdapat tiga jenis kanguru tanah dari Genus Thylogale, yaitu: Thylogale brownii, Thylogale brunii, Thylogale stigmatica (dataran Fly River: bagian Indonesia belum disurvey sampai saat ini). Di Niugini terdapat jenis lain, diantaranya Thylogale calabyi, dan di Australia terdapat beberapa jenis, diantaranya Thylogale thetis dan Thylogale billardierii.
Kanguru Tanah Thylogale brunii tidak mempunyai anak-jenis. Sedangkan Kanguru Tanah kelompok Genus Thylogale merupakan kelompok kanguru yang lebih kecil daripada Walabi dan biasanya terdapat di hutan. Nama “pademelon” kemungkinan besar berasal suatu belasteran dari bahasa aboriginal (penduduk asli Australia)
Selama lebih kurang empat tahun satwa-satwa dilindungi dan unik itu mendapat perawatan dan rehabilitas di PPSC Sukabumi dan Nayaro. Pihak PPSC menentukan tanggal pelepasan yakni hari Selasa (11/12/2007) karena merupakan saat tepat bagi kanguru-kanguru itu kembali ke alam asli mereka.
Proses pelepasliaran berlangsung mulus karena dilakukan melalui kerjasama PPSC, BBKSDA Jaya Pura, Balai Taman Nasional Wasur dan PT Freeport Indonesia.
Pihak BBKSDA membantu upaya ini dalam hal perizinan pengakutan satwa-satwa tersebut, pihak Balai Taman Nasional Wasur menyediakan kawasan untuk pelepasliaran, dan PTFI menyediakan fasilitas pengangkutan.
Pelepasliaran adalah tujuan dari semua upaya penyelematan satwa oleh pusat-pusat penyelematan satwa di Indonesia, termasuk PPSC. Tantangan besar yang dihadapi para penyelemat satwa, selain perdagangan dan pemilikan satwa liar, adalah kesulitan menentukan tempat pelepasliaran karena proses perusakan lingkugnan yang terus berlangsung.
"Kami kesulitan menentukan tempat-tempat pelepasliaran yang sesuai dengan asal-usul satwa, karena konversi kawasan hutan terus berlangsung dan karena itu kawasan hutan semakin sempit,” kata Budiharto, kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PPSC.
Kanguru Tanah adalah binatang enedemik Papua yang tersebar di beberapa tempat di wilayah ini, antara lain Timika, Wasur, Pulau Aru. Menurut Resit Sozer, direktur PPSC, populasi mereka saat ini diperkirakan 2000 ekor dan terus mengalami penurunan karena penyempitan kawasan hutan dan perburuan.
Selama 4 tahun di PPSC tiga induk asal dan dua anak mati [2003, 2004, 2005], sedangkan dua anakan lagi menghilang, diduga oleh burung pemangsa). 5 ekor anakan telah dikirim ke Balai Diklat Kehutanan di Kadipaten. Jumlah total kanguru yang pernah menghuni PPSc adalah 29 ekor yang berasal dari 7 induk dalam waktu 3,5 tahun.
Semua kanguru ini telah diperiksa kesehatannya d PPSC dan diberi tanda (tagging) berupa Tattoo dan Microchip. Di Papua)terdapat tiga jenis kanguru tanah dari Genus Thylogale, yaitu: Thylogale brownii, Thylogale brunii, Thylogale stigmatica (dataran Fly River: bagian Indonesia belum disurvey sampai saat ini). Di Niugini terdapat jenis lain, diantaranya Thylogale calabyi, dan di Australia terdapat beberapa jenis, diantaranya Thylogale thetis dan Thylogale billardierii.
Kanguru Tanah Thylogale brunii tidak mempunyai anak-jenis. Sedangkan Kanguru Tanah kelompok Genus Thylogale merupakan kelompok kanguru yang lebih kecil daripada Walabi dan biasanya terdapat di hutan. Nama “pademelon” kemungkinan besar berasal suatu belasteran dari bahasa aboriginal (penduduk asli Australia)
Gaji dan Uang Nasabah Dilarikan Bos, Karyawan BMT Lapor Polisi
Yogyakarta, Sekitar Rp 8,9 miliar uang milik ribuan nasabah dan gaji karyawan BMT Al Falaah di Kabupaten Sleman dilarikan pimpinannya. Para karyawan melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY.
Sebanyak 10 orang perwakilan karyawan BMT, Senin (10/12/2007) pukul 11.30 WIB melaporkan kasus itu ke Mapolda DIY di Jl Ringroad Utara, Condongcatur Depok Sleman. Mereka meminta polisi segera menangkap manajer/pimpinan BMT Al Falaah, Agus Subianto yang diduga telah kabur ke luar daerah.
Gaji karyawan selama 5 bulan tidak dibayarkan. Demikian pula dengan uang nasabah sebesar Rp 8,9 miliar juga dilarikan sehingga sekitar 6 ribu nasabah setiap hari mendatangi kantor untuk menagih janji.
M. Iskandar wakil karyawan yang juga ketua krisis center Yayasan Alfacindo yang mengelola BMT kepada wartawan di Mapolda DIY mengatakan BMT Al Falaah merupakan BMT simpan pinjam, yang menarik uang nasabah dengan iming-iming bonus sembako. Setiap investasi Rp 1 juta diberi paket sembako senilai Rp 40 ribu yang diberikan tiap bulan selama lima bulan.
Dalam jangka waktu 6 bulan, uang nasabah yang divestasikan bisa ditarik kembali. Hingga 5 bulan pertama bonus paket sembako lancar. Namun pada bulan ke 6 pertengahan tahun ini mulai tidak lancar.
"Tiba-tiba, manajer Pak Agus membuat keputusan bonus dihilangkan. Uang nasabah saat jatuh tempo juga tidak bisa ditarik atau dicairkan, sehingga banyak nasabah yang resah," kata dia.
Menurut dia, pada bulan Oktober 2007, manajer sudah menghilang dan tak bisa dihubungi. Uang nasabah ikut dilarikan dengan alasan untuk diinvestasikan ke bisnis lain. Sementara itu karyawan juga tidak menerima gaji. Namun setiap hari harus menemui nasabah yang menagih janji.
"Kami ini juga korban, selain tidak menerima gaji. Saat masuk jadi karyawan juga harus berinvestasi," katanya.
Sebanyak 10 orang perwakilan karyawan BMT, Senin (10/12/2007) pukul 11.30 WIB melaporkan kasus itu ke Mapolda DIY di Jl Ringroad Utara, Condongcatur Depok Sleman. Mereka meminta polisi segera menangkap manajer/pimpinan BMT Al Falaah, Agus Subianto yang diduga telah kabur ke luar daerah.
Gaji karyawan selama 5 bulan tidak dibayarkan. Demikian pula dengan uang nasabah sebesar Rp 8,9 miliar juga dilarikan sehingga sekitar 6 ribu nasabah setiap hari mendatangi kantor untuk menagih janji.
M. Iskandar wakil karyawan yang juga ketua krisis center Yayasan Alfacindo yang mengelola BMT kepada wartawan di Mapolda DIY mengatakan BMT Al Falaah merupakan BMT simpan pinjam, yang menarik uang nasabah dengan iming-iming bonus sembako. Setiap investasi Rp 1 juta diberi paket sembako senilai Rp 40 ribu yang diberikan tiap bulan selama lima bulan.
Dalam jangka waktu 6 bulan, uang nasabah yang divestasikan bisa ditarik kembali. Hingga 5 bulan pertama bonus paket sembako lancar. Namun pada bulan ke 6 pertengahan tahun ini mulai tidak lancar.
"Tiba-tiba, manajer Pak Agus membuat keputusan bonus dihilangkan. Uang nasabah saat jatuh tempo juga tidak bisa ditarik atau dicairkan, sehingga banyak nasabah yang resah," kata dia.
Menurut dia, pada bulan Oktober 2007, manajer sudah menghilang dan tak bisa dihubungi. Uang nasabah ikut dilarikan dengan alasan untuk diinvestasikan ke bisnis lain. Sementara itu karyawan juga tidak menerima gaji. Namun setiap hari harus menemui nasabah yang menagih janji.
"Kami ini juga korban, selain tidak menerima gaji. Saat masuk jadi karyawan juga harus berinvestasi," katanya.
Peringati HAM, Ratusan Warga Yogya Demo
Yogyakarta, Memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM), sekitar 300-an warga Yogyakarta dar berbagai aliansi menggelar aksi menuntut pemerintah berperan aktif dalam penanggulangan bahaya pemanasan global dengan menindak perusahaan dan pelaku kerusakan lingkungan.
Aksi yang dilakukan massa tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi dan HAM itu digelar halaman gedung DPRD DIY, Senin (10/12/2007). Aksi itu diantaranya ikuti Serikat Tani Merdeka (Setam) Sleman, LBH Yogya, Liga Mahasiswa Nasional Demokrat, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan petani Paguyuban Petani Lahan Pasir (PPLP) yang menolak penambangan pasir besi di Kulonprogo.
Dalam aksi yang diikuti para petani itu, mereka juga membawa berbagai poster bertuliskan 'rakyat tolak tambang besi, tmbang besi = kapitalis, jangan ambil tanah kami." Untuk memeriahkan aksi mereka juga menampilkan atraksi kuda lumping.
Ketua LBH Yogya, Irsyad Thamrin mengatakan pemerintah harus menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan seperti kasus proyek penambang pasir besi di Kulonprogo. Pihaknya juga menolak penyelesaian kasus rakyat yang tidak memihak kepada rakyat dan melanggar HAM.
Lahan pasir yang digarap petani harus dilindungi, bila pasir besi dikeruk atau ditambang, kerusakan lingkungan akan terjadi.
Lahan pasir di Kulonprogo sepanjang 20 km selama ini yang berfungsi sebagai penahan gelombang air pasang. "Karena itu, proyek harus ditolak. Petani lahan pasir lahannya akan tergusur. Mereka akan jadi buruh," katanya.
Dia menambahkan kerusakan lingkungan seperti kasus di Kulonprogo akan berpotensi menambah pemanasan global. Potensi dan HAM warga Kulonprogo harus dilindungi karena kekuatan pemodal asing yang akan mengolah atau menambang pasir besi.
Dalam aksi itu sempat diwarnai insiden menarik saat massa berkumpul di halaman DPRD DIY di Jl Malioboro. Wakil Ketua DPRD DIY, Gandung Pardiman saat naik ke podium untuk orasi sempat marah-marah dan ngambek. Pasalnya saat Gandung bersama anggota dewan Sudradjat Selorudjito memperkenalkan diri dari Golkar dan PAN langsung diteriaki massa dengan teriakan, huuu.
Gandung yang juga Ketua Partai Golkar DIY langsung ngambek dan batal berorasi. Dia turun dari bak mobil yang digunakan sebagai podium. Teriakan itu merupakan bentuk tidak menghormati dan tidak menghargai sebagai anggota dewan.
"Korlap harus bertanggung jawab dan minta maaf kepada dewan. Kami sudah luangkan waktu untuk menemui mereka baik-baik. Kalau seperti itu lebih baik ikut rapat saja," ucap Gandung sambil ngeloyor pergi meninggalkan massa.
Aksi yang dilakukan massa tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi dan HAM itu digelar halaman gedung DPRD DIY, Senin (10/12/2007). Aksi itu diantaranya ikuti Serikat Tani Merdeka (Setam) Sleman, LBH Yogya, Liga Mahasiswa Nasional Demokrat, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan petani Paguyuban Petani Lahan Pasir (PPLP) yang menolak penambangan pasir besi di Kulonprogo.
Dalam aksi yang diikuti para petani itu, mereka juga membawa berbagai poster bertuliskan 'rakyat tolak tambang besi, tmbang besi = kapitalis, jangan ambil tanah kami." Untuk memeriahkan aksi mereka juga menampilkan atraksi kuda lumping.
Ketua LBH Yogya, Irsyad Thamrin mengatakan pemerintah harus menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan seperti kasus proyek penambang pasir besi di Kulonprogo. Pihaknya juga menolak penyelesaian kasus rakyat yang tidak memihak kepada rakyat dan melanggar HAM.
Lahan pasir yang digarap petani harus dilindungi, bila pasir besi dikeruk atau ditambang, kerusakan lingkungan akan terjadi.
Lahan pasir di Kulonprogo sepanjang 20 km selama ini yang berfungsi sebagai penahan gelombang air pasang. "Karena itu, proyek harus ditolak. Petani lahan pasir lahannya akan tergusur. Mereka akan jadi buruh," katanya.
Dia menambahkan kerusakan lingkungan seperti kasus di Kulonprogo akan berpotensi menambah pemanasan global. Potensi dan HAM warga Kulonprogo harus dilindungi karena kekuatan pemodal asing yang akan mengolah atau menambang pasir besi.
Dalam aksi itu sempat diwarnai insiden menarik saat massa berkumpul di halaman DPRD DIY di Jl Malioboro. Wakil Ketua DPRD DIY, Gandung Pardiman saat naik ke podium untuk orasi sempat marah-marah dan ngambek. Pasalnya saat Gandung bersama anggota dewan Sudradjat Selorudjito memperkenalkan diri dari Golkar dan PAN langsung diteriaki massa dengan teriakan, huuu.
Gandung yang juga Ketua Partai Golkar DIY langsung ngambek dan batal berorasi. Dia turun dari bak mobil yang digunakan sebagai podium. Teriakan itu merupakan bentuk tidak menghormati dan tidak menghargai sebagai anggota dewan.
"Korlap harus bertanggung jawab dan minta maaf kepada dewan. Kami sudah luangkan waktu untuk menemui mereka baik-baik. Kalau seperti itu lebih baik ikut rapat saja," ucap Gandung sambil ngeloyor pergi meninggalkan massa.
Jumat, 07 Desember 2007
Selamat Jalan Sang Begawan Sejarah
Yogyakarta, Keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melepas kepergian begawan ilmu sejarah, Prof Dr A. Sartono Kartodirdjo. Almarhum dimakamkan hari ini Sabtu (8/12/2007) di makam keluarga Astono Kadarismanan, Lemahbang Bergas Lor,
Ungaran Semarang.
Dari rumah duka kompleks dosen Bulaksumur Blok F No 9, jenazah dibawa menuju Balairung UGM yang berjarak 500 meter. Di tempat itu sudah menunggu para pimpinan UGM
dan pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Beberapa pelayat yang hadir diantaranya Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi PhD, Wakil Rektor Prof Dr Retno Sunarniningsih Sudibyo, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof Dr Samsul Hadi dll. Beberapa kolega almrahum dari Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), Dr Taufik Abdullah, mantan ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Syafii Maarif serta beberapa staf pengajar jurusan sejarah UGM seperti Prof Dr Suhartono, Prof Dr Bambang
Purwanto dll.
Saat di semayamkan di Balairung UGM, istri almarhum Sri Kadaryati didampingi dua orang anaknya Nimpuno dan Roswita terus menerima ucapan bela sungkawa dari para
pelayat.
Salah seorang murid almarhum, Prof Dr Suhartono menuturkan pribadi dan keilmuwan Prof Sartono patut ditiru. Dia adalah orang yang jujur, punya integritas moral yang tinggi.
Beliau mengajarkan kedisiplinan, obyektif dan teguh pada pendirian. Sebagai seorang ilmuwan sudah banyak karya penelitian dan buku yang dihasilkan beliau. Dapat dikatakan selama menjadi ilmuwan dia hidup sebagai seorang asketis atau petapa yang selalu belajar dan mencari ilmu.
"Pesan beliau kepada semua muridnya, bila sudah teken kontrak sebagai sarjana sejarah, harus membuat tulisan. Kalau sudah lulus doktor, ada istilah
terbitkan atau hilang," kata Suhartono yang lulus doktor berkat bimbingan Sartono itu.
Hal senada juga diungkapkan mantan Ketua LIPI, Dr Taufik Abdullah bahwa Sartono adalah sejarawan pertama yang menulis sejarah dengan metode yang benar dan
pendekatan multidisiplin. Oleh karena itu dia mendapat penghargaan di Amerika Serikat dari para peneliti Asian Studies.
"Dialah pionir ilmu sejarah Indonesia. Historigrafi Indonesia bukan sejarah tokoh-tokoh besar tapi orang kecil dan lokal, seperti petani," ungkap Taufik.
Sementara itu, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif menambahkan dirinya kecewa karena orang yang melayat Prof Sartono sangatlah sedikit sekali. Padahal dia adalah seorang
begawan ilmu sejarah Indonesia. Sartono adalah orang yang teliti dan bekerja secara sempurna.
"Dalam sebuah kesempatan beberapa tahun lalu, saya bertemu Pak Sartono. Saya katakan anda itu ayatullah sejarawan Indonesia, tapi dia hanya tersenyum saja. Saya juga sedikit kecewa yang melayat hari ini sedikit sekali," pungkas Syafii.
Selamat Jalan, Pak Sartono, Sang Begawan Ilmu Sejarah Indonesia.
Ungaran Semarang.
Dari rumah duka kompleks dosen Bulaksumur Blok F No 9, jenazah dibawa menuju Balairung UGM yang berjarak 500 meter. Di tempat itu sudah menunggu para pimpinan UGM
dan pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Beberapa pelayat yang hadir diantaranya Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi PhD, Wakil Rektor Prof Dr Retno Sunarniningsih Sudibyo, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof Dr Samsul Hadi dll. Beberapa kolega almrahum dari Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), Dr Taufik Abdullah, mantan ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Syafii Maarif serta beberapa staf pengajar jurusan sejarah UGM seperti Prof Dr Suhartono, Prof Dr Bambang
Purwanto dll.
Saat di semayamkan di Balairung UGM, istri almarhum Sri Kadaryati didampingi dua orang anaknya Nimpuno dan Roswita terus menerima ucapan bela sungkawa dari para
pelayat.
Salah seorang murid almarhum, Prof Dr Suhartono menuturkan pribadi dan keilmuwan Prof Sartono patut ditiru. Dia adalah orang yang jujur, punya integritas moral yang tinggi.
Beliau mengajarkan kedisiplinan, obyektif dan teguh pada pendirian. Sebagai seorang ilmuwan sudah banyak karya penelitian dan buku yang dihasilkan beliau. Dapat dikatakan selama menjadi ilmuwan dia hidup sebagai seorang asketis atau petapa yang selalu belajar dan mencari ilmu.
"Pesan beliau kepada semua muridnya, bila sudah teken kontrak sebagai sarjana sejarah, harus membuat tulisan. Kalau sudah lulus doktor, ada istilah
terbitkan atau hilang," kata Suhartono yang lulus doktor berkat bimbingan Sartono itu.
Hal senada juga diungkapkan mantan Ketua LIPI, Dr Taufik Abdullah bahwa Sartono adalah sejarawan pertama yang menulis sejarah dengan metode yang benar dan
pendekatan multidisiplin. Oleh karena itu dia mendapat penghargaan di Amerika Serikat dari para peneliti Asian Studies.
"Dialah pionir ilmu sejarah Indonesia. Historigrafi Indonesia bukan sejarah tokoh-tokoh besar tapi orang kecil dan lokal, seperti petani," ungkap Taufik.
Sementara itu, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif menambahkan dirinya kecewa karena orang yang melayat Prof Sartono sangatlah sedikit sekali. Padahal dia adalah seorang
begawan ilmu sejarah Indonesia. Sartono adalah orang yang teliti dan bekerja secara sempurna.
"Dalam sebuah kesempatan beberapa tahun lalu, saya bertemu Pak Sartono. Saya katakan anda itu ayatullah sejarawan Indonesia, tapi dia hanya tersenyum saja. Saya juga sedikit kecewa yang melayat hari ini sedikit sekali," pungkas Syafii.
Selamat Jalan, Pak Sartono, Sang Begawan Ilmu Sejarah Indonesia.
Gara-Gara Uang Rp 50 Ribu, Korban Gempa Dipukul Warga
Yogyakarta, Diduga karena tidak sabar dan salah paham dengan warga. Seorang warga Bantul mengamuk hingga mengakibatkan seorang warga korban gempa 27 Mei mengalami patah tulang hidung dan pingsan.
Peristiwa itu terjadi setelah beberapa orang warga korban gempa di Dusun Bibis Desa Temuwuh Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul menerima bantuan dana rekonstruksi rusak ringan sebesar Rp 1 juta.
Saat itu korban, Tugianto (33) bersama 18 warga lain menerima bantuan dari desa setempat. Warga sepakat akan memotong dana bantuan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk diberikan kepada warga yang tidak menerima. Bantuan itu akan diberikan langsung melalui ketua RT setempat.
Pada hari Rabu 5 Desember 2007 sore, korban menuju rumah ketua RT Jiyono untuk menyerahkan uang yang dikumpulkan sesama warga penerima bantuan. Uang yang biasa di sebut Uang Kearifan Lokal itu akan diberikan warga yang tidak menerima sebagai tali asih.
Saat duduk dibawah pohon bambu rumah ketua RT yang juga menjadi tempat berdagang mebel itu, tiba-tiba korban ditendang oleh tersangka Sudarjo (30). Tendangan tersangka langsung mengenai muka dan hidung korban hingga patah. Korban sempat terjatuh hingga tertimpa tumpukan kusen dan daun pintu yang ada di dekatnya.
Korban langsung pingsan hingga harus dilarikan ke RS Bethesda Yogyakarta. Karena hidungnya patah, dokter rumah sakit terpaksa melakukan operasi.
Tugianto kepada wartawan di ruang Hisbiscus RS Bethesda, Jumat (7/12/2007) mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Dlingo hari ini. Pihaknya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap tersangka yang juga masih tetangga korban.
"Saya tidak tahu, kenapa Sudarjo mengamuk hingga menendang saya. Mungkin dia tidak sabar hingga marah karena belum diberi uang, padahal uang itu sudah kami serahkan ke Pak RT," kata Tugianto sambil meringis menahan rasa sakit.
Peristiwa itu terjadi setelah beberapa orang warga korban gempa di Dusun Bibis Desa Temuwuh Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul menerima bantuan dana rekonstruksi rusak ringan sebesar Rp 1 juta.
Saat itu korban, Tugianto (33) bersama 18 warga lain menerima bantuan dari desa setempat. Warga sepakat akan memotong dana bantuan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk diberikan kepada warga yang tidak menerima. Bantuan itu akan diberikan langsung melalui ketua RT setempat.
Pada hari Rabu 5 Desember 2007 sore, korban menuju rumah ketua RT Jiyono untuk menyerahkan uang yang dikumpulkan sesama warga penerima bantuan. Uang yang biasa di sebut Uang Kearifan Lokal itu akan diberikan warga yang tidak menerima sebagai tali asih.
Saat duduk dibawah pohon bambu rumah ketua RT yang juga menjadi tempat berdagang mebel itu, tiba-tiba korban ditendang oleh tersangka Sudarjo (30). Tendangan tersangka langsung mengenai muka dan hidung korban hingga patah. Korban sempat terjatuh hingga tertimpa tumpukan kusen dan daun pintu yang ada di dekatnya.
Korban langsung pingsan hingga harus dilarikan ke RS Bethesda Yogyakarta. Karena hidungnya patah, dokter rumah sakit terpaksa melakukan operasi.
Tugianto kepada wartawan di ruang Hisbiscus RS Bethesda, Jumat (7/12/2007) mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Dlingo hari ini. Pihaknya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap tersangka yang juga masih tetangga korban.
"Saya tidak tahu, kenapa Sudarjo mengamuk hingga menendang saya. Mungkin dia tidak sabar hingga marah karena belum diberi uang, padahal uang itu sudah kami serahkan ke Pak RT," kata Tugianto sambil meringis menahan rasa sakit.
Kamis, 06 Desember 2007
291 Taruna Akmil Lulus
Magelang, Sebanyak 291 taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat III lulus. Tiga orang taruna memperoleh penghargaan tertinggi yang selalu diidam-idamkan para taruna yang menempuh pendidikan di Lembah Tidar Magelang.
Satu orang meraih penghargaan Adhimakayasa adalah Sermatar Abraham Prehadi. Sedang dua orang lainnya meraih Trisakti Wiratama yakni Sermatar Ronald G. Simatupang dan Sermatar Angga Harinda.
Sebanyak 291 taruna Akmil yang lulus itu bersama Karbol AAU, Kadet AAL dan taruna Akpol akan dilantik sebagai perwira oleh Presiden SBY di lapangan Akpol Semarang pertengahan Desember 2007 ini.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Djoko Santoso di lapangan Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jumat (7/12/2007). Turut hadir dalam acara itu adalah Gubernur Akmil Mayjen TNI Sriyanto serta sejumlah perwira tinggi TNI AD.
Selain menutup pendidikan taruna Akmil tingkat III, Djoko selaku pembina Yayasan Kartika Eka Paksi juga meresmikan Pusat Pengembangan Kepemimpinan Patriot Leadership Development Center (PLDC) di kompleks Akmil.
Dihadapan para taruna tingkat III, Djoko berpesan para taruna mampu mengembang diri sebagai prajurit TNI secara profesional. Dia juga meminta PLDC tidak hanya sekedar menyiapakn prajurit TNI yang profesional, militan dengan nasionalisme yang tinggi saja.
"Namun PLDC hendaknya mampu melahirkan dan menumbuhkan kader pimpinan nasional bagi bangsa Indonesa yang mampu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi," kata Djoko.
Usai memberikan ceramah, KSAD kemudian melakukan foro bersama dengan para taruna tingkat III yang lulus di halaman depan kompleks Akmil Kota Magelang.
Satu orang meraih penghargaan Adhimakayasa adalah Sermatar Abraham Prehadi. Sedang dua orang lainnya meraih Trisakti Wiratama yakni Sermatar Ronald G. Simatupang dan Sermatar Angga Harinda.
Sebanyak 291 taruna Akmil yang lulus itu bersama Karbol AAU, Kadet AAL dan taruna Akpol akan dilantik sebagai perwira oleh Presiden SBY di lapangan Akpol Semarang pertengahan Desember 2007 ini.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Djoko Santoso di lapangan Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jumat (7/12/2007). Turut hadir dalam acara itu adalah Gubernur Akmil Mayjen TNI Sriyanto serta sejumlah perwira tinggi TNI AD.
Selain menutup pendidikan taruna Akmil tingkat III, Djoko selaku pembina Yayasan Kartika Eka Paksi juga meresmikan Pusat Pengembangan Kepemimpinan Patriot Leadership Development Center (PLDC) di kompleks Akmil.
Dihadapan para taruna tingkat III, Djoko berpesan para taruna mampu mengembang diri sebagai prajurit TNI secara profesional. Dia juga meminta PLDC tidak hanya sekedar menyiapakn prajurit TNI yang profesional, militan dengan nasionalisme yang tinggi saja.
"Namun PLDC hendaknya mampu melahirkan dan menumbuhkan kader pimpinan nasional bagi bangsa Indonesa yang mampu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi," kata Djoko.
Usai memberikan ceramah, KSAD kemudian melakukan foro bersama dengan para taruna tingkat III yang lulus di halaman depan kompleks Akmil Kota Magelang.
Begawan Sejarah UGM, Sartono Kartodirdjo Meninggal Dunia
Yogyakarta, Begawan ilmu sejarah Prof Dr A. Sartono Kartodirdjo (85) meninggal dunia. Almarhum meninggal di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta setelah dirawat selama lebih kurang satu bulan.
Guru besar ilmu sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu meninggal pada hari Jumat (7/12/2007) pukul 00.45 WIB. Jenazah akan dimakamkan pada hari Sabtu 8 Desember 2007 di makam keluarga Astono Kadarismanan, Bergas Lor, Ungaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah.
Sebelum diberangkatkan menuju Ungaran, keluarga besar UGM akan melakukan penghormatan terakhir dan melepas kepergian sang begawan sejarah itu dari Balairung Gedung Pusat UGM.
Jenazah saat ini disemayamkan di kompleks rumah dosen UGM, Bulaksumur Yogyakarta. Sejak pagi hingga siang para pelayat terutama dari keluarga besar Fakultas Ilmu Budaya UGM, kolega dan para murid-muridnya telah berdatang silih berganti.
Penulis disertasi, Peasant Revolt of Bantam 1888 yang dilebih dikenal dengan Pemberontakan Petani Banten itu meninggalkan seorang istri Sri Kadaryati (80) dengan dua orang anak Nimpuno (57) dan Roswita (53) serta tiga orang cucu.
Menurut salah seorang cucu Sartono, Nindityo, almarhum dilahirkan di Wonogiri Jawa Tengah 15 Februari 1927 itu sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit karena menderita sakit kibat penuaan. Sehari-harinya almarhum harus dibantu dengan kursi roda.
"Beliau sakit Geriatri atau mengalami proses penuaan yang ditandai dengan gejala penurunan metabolisme tubuh, penurunan fungsi pernafasan. Beberapa bulan terakhir ini, sudah tidak mau makan," katanya.
Pesan terakhir yang disampaikan Sartono kata dia, hendaknya dalam hidup seorang akademisi itu jangan meniru pohon pisang yang hanya sekali berbuah. Setelah itu mati. "Dalam mengembangkan ilmu itu, seorang akademisi itu harus berkarya selama hidupnya sehingga berguna dan dikenang," katanya
Guru besar ilmu sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu meninggal pada hari Jumat (7/12/2007) pukul 00.45 WIB. Jenazah akan dimakamkan pada hari Sabtu 8 Desember 2007 di makam keluarga Astono Kadarismanan, Bergas Lor, Ungaran Kabupaten Semarang Jawa Tengah.
Sebelum diberangkatkan menuju Ungaran, keluarga besar UGM akan melakukan penghormatan terakhir dan melepas kepergian sang begawan sejarah itu dari Balairung Gedung Pusat UGM.
Jenazah saat ini disemayamkan di kompleks rumah dosen UGM, Bulaksumur Yogyakarta. Sejak pagi hingga siang para pelayat terutama dari keluarga besar Fakultas Ilmu Budaya UGM, kolega dan para murid-muridnya telah berdatang silih berganti.
Penulis disertasi, Peasant Revolt of Bantam 1888 yang dilebih dikenal dengan Pemberontakan Petani Banten itu meninggalkan seorang istri Sri Kadaryati (80) dengan dua orang anak Nimpuno (57) dan Roswita (53) serta tiga orang cucu.
Menurut salah seorang cucu Sartono, Nindityo, almarhum dilahirkan di Wonogiri Jawa Tengah 15 Februari 1927 itu sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit karena menderita sakit kibat penuaan. Sehari-harinya almarhum harus dibantu dengan kursi roda.
"Beliau sakit Geriatri atau mengalami proses penuaan yang ditandai dengan gejala penurunan metabolisme tubuh, penurunan fungsi pernafasan. Beberapa bulan terakhir ini, sudah tidak mau makan," katanya.
Pesan terakhir yang disampaikan Sartono kata dia, hendaknya dalam hidup seorang akademisi itu jangan meniru pohon pisang yang hanya sekali berbuah. Setelah itu mati. "Dalam mengembangkan ilmu itu, seorang akademisi itu harus berkarya selama hidupnya sehingga berguna dan dikenang," katanya
Djoko Santoso: Belum Ada Permintaan Nama KSAD dari Panglima
Yogyakarta - Jenderal Djoko Santoso dipastikan menjadi panglima TNI. Namun hingga kini calon penggantinya sebagai KSAD belum ditentukan. Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto belum meminta masukan nama.
"Sejauh ini nama-nama itu harus diajukan ke panglima TNI, tapi sampai sekarang belum ada permintaan dari panglima. Semua akan diolah oleh panglima TNI, baru kemudian diajukan kepada presiden," papar Djoko.
Hal ini disampaikan dia di Lanud AdiSutjipto, Yogyakarta, Jumat (7/12/2007) sebelum bertolak ke Magelang untuk menutup pendidikan taruna tingkat 3 Akmil TNI Magelang.
Ditambahkan Djoko, perwira yang memenuhi syarat secara normatif berdasarkan kepangkatan ada 6 orang, yakni yang berpangkat letnan jenderal. "Itulah yang akan dibahas dan diajukan kepada presiden. Sampai sekarang belum ada permintaan panglima TNI," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai sikapnya soal netralitas TNI, Djoko kembali menegaskan netralitas TNI adalah pilar persatuan dan kesatuan.
"Saat ini, kita ingin membangun TNI yang solid dan kuat, diandalkan, dan mampu mengemban tugas pokok mengamankan kedaulatan negara," tandasnya.
"Sejauh ini nama-nama itu harus diajukan ke panglima TNI, tapi sampai sekarang belum ada permintaan dari panglima. Semua akan diolah oleh panglima TNI, baru kemudian diajukan kepada presiden," papar Djoko.
Hal ini disampaikan dia di Lanud AdiSutjipto, Yogyakarta, Jumat (7/12/2007) sebelum bertolak ke Magelang untuk menutup pendidikan taruna tingkat 3 Akmil TNI Magelang.
Ditambahkan Djoko, perwira yang memenuhi syarat secara normatif berdasarkan kepangkatan ada 6 orang, yakni yang berpangkat letnan jenderal. "Itulah yang akan dibahas dan diajukan kepada presiden. Sampai sekarang belum ada permintaan panglima TNI," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai sikapnya soal netralitas TNI, Djoko kembali menegaskan netralitas TNI adalah pilar persatuan dan kesatuan.
"Saat ini, kita ingin membangun TNI yang solid dan kuat, diandalkan, dan mampu mengemban tugas pokok mengamankan kedaulatan negara," tandasnya.
Rabu, 05 Desember 2007
Pukat UGM Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Yogyakarta, Terpilihanya Antasari Azhar sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat aktivis anti korupsi yang tergabung dalam Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM kecewa berat.
Mereka mengibarkan bendera setengah tiang sebagai ungkapan duka dan kecewa. Terpilihnya Antasari Azhar dan empat orang pimpinan KPK lainnya menunjukkan bila paradigma kuota institusi penengak hukum masih digunakan oleh DPR.
Hal itu diungkapkan Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochta di Bulaksumur Yogyakarta, Kamis (6/12/2007).
"Terpilihnya Antasari Azhar dan Bibit Samat Rianto menjadi bukti, paradigma kuota institusi penengak hukum tersebut masih digunakan oleh DPR," kata dia.
Menurut dia, dalam UU KPK telah ditegaskan bahwa dibentuknya KPK karena kejaksaan dan kepolisian tidak optimal dalam memberantas korupsi. Namun kalau kemudian DPR memilih dan menyerahkan pimpinan KPK pada orang yang berasal dari kejaksaan dan kepolisian sama saja membuat KPK mundur.
"Selama ini saja dua institusi ini sangat jauh dari sentuhan pemberantasan korupsi. Hal ini akan semakin jauh dari harapan karena pimpinannya dari kejaksaan dan kepolisian," ucap Zaenal.
Dia mengatakan dari kelima pimpinan terpilih tidak ada satupun yang merupakan komisioner lama. Hal ini jelas akan sangat mengganggu kesinambungan program kerja KPK dalam pemberantasan korupsi.
Sementara itu Direktur Eksekutif Pukat Korupsi UGM, Hasrul Halili menambahkan pihaknya akan mengibarkan bendera setengah tiang atas terpilihnya kelima pimpinan KPK tersebut. Hal itu sebagai bentuk duka kami terhadap suramnya masa depan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Kami menilai DPR buta, tuli dan mati rasa karena pilihannya 180 derajat berbeda dengan pilihan publik. Jauh-jauh hari sebelumnya publik sudah menyuarakan agar DPR Tidak memilih calon yang bermasalah, khususnya dari unsur kejaksaan dan kepolisian. Namun ternyata DPR melakukan sebaliknya.
"Fit and Proper test yang dilakukan DPR hanya akal-akalan,Janji DPR untuk memilih pimpinan KPK dengan tingkat redibilitas tinggi ternyata tidak terbukti," demikian Hasrul.
Mereka mengibarkan bendera setengah tiang sebagai ungkapan duka dan kecewa. Terpilihnya Antasari Azhar dan empat orang pimpinan KPK lainnya menunjukkan bila paradigma kuota institusi penengak hukum masih digunakan oleh DPR.
Hal itu diungkapkan Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochta di Bulaksumur Yogyakarta, Kamis (6/12/2007).
"Terpilihnya Antasari Azhar dan Bibit Samat Rianto menjadi bukti, paradigma kuota institusi penengak hukum tersebut masih digunakan oleh DPR," kata dia.
Menurut dia, dalam UU KPK telah ditegaskan bahwa dibentuknya KPK karena kejaksaan dan kepolisian tidak optimal dalam memberantas korupsi. Namun kalau kemudian DPR memilih dan menyerahkan pimpinan KPK pada orang yang berasal dari kejaksaan dan kepolisian sama saja membuat KPK mundur.
"Selama ini saja dua institusi ini sangat jauh dari sentuhan pemberantasan korupsi. Hal ini akan semakin jauh dari harapan karena pimpinannya dari kejaksaan dan kepolisian," ucap Zaenal.
Dia mengatakan dari kelima pimpinan terpilih tidak ada satupun yang merupakan komisioner lama. Hal ini jelas akan sangat mengganggu kesinambungan program kerja KPK dalam pemberantasan korupsi.
Sementara itu Direktur Eksekutif Pukat Korupsi UGM, Hasrul Halili menambahkan pihaknya akan mengibarkan bendera setengah tiang atas terpilihnya kelima pimpinan KPK tersebut. Hal itu sebagai bentuk duka kami terhadap suramnya masa depan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Kami menilai DPR buta, tuli dan mati rasa karena pilihannya 180 derajat berbeda dengan pilihan publik. Jauh-jauh hari sebelumnya publik sudah menyuarakan agar DPR Tidak memilih calon yang bermasalah, khususnya dari unsur kejaksaan dan kepolisian. Namun ternyata DPR melakukan sebaliknya.
"Fit and Proper test yang dilakukan DPR hanya akal-akalan,Janji DPR untuk memilih pimpinan KPK dengan tingkat redibilitas tinggi ternyata tidak terbukti," demikian Hasrul.
Hati-hati Gunakan Tetes Mata Bisa Buta
Yogyakarta, Hati-hati menggunaan tetes mata. Bisa mengakibatkan kebutaan permanen jika penggunaannya yang tidak sesuai aturan.
Namun sayangnya, kesadaran masyarakat dalam penggunaan obat tetes mata seusai aturan sampai sekarang masih rendah. Akibatnya kasus kebutaan karena tetes mata masih sering ditemui.
Hal itu diungkapkan Ketua Pesatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) DIY, dr Suhardjo kepada wartawan di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito di Jl Kesehatan Yogyakarta, Kamis (6/12/2007).
"Kasus kebutaan akibat penggunaan tetes mata masih banyak terjadi di Indonesia," kata dia.
Suhardjo mengatakan selama menjadi dokter mata, dirinya banyak menemui kasus seperti ini. Kasusnya mencapai puluhan terutama yang dialami oleh anak-anak yang datang dalam kondisi mata sudah buta karena kesalahan menggunakan tetes mata.
"Mereka datang kepada kami sudah dalam terlambat. Kebutaan akibat kesalahan penggunaan tetes mata ini merupakan kebutaan permanen. Kalaupun bisa disembuhkan melalui operasi, hasilnya juga tidak akan maksimal atau pulih seperti sedia kala," katanya.
Menurut dia, kasus paling sering adalah penggunaan tetes mata yang mengandung steroid untuk mengobati alergi mata pada anak. Pengunaan obat jenis ini selama dua bulan berturut-turut akan mengakibatkan glaucoma atau peningkatan tekanan dalam bola mata yang akan berujung pada kerusakan syarat pengelihatan.
"Kasus yang sering terjadi orang tua membeli obat mata yang mengandung steroid tanpa resep dokter. Anehnya apotik juga membolehkan pembelian tanpa resep dokter ini," ungkap dia.
Tetes mata dengan steroid kata dia, cukup efektif untuk mengobat alergi mata. Namun obat ini tidak boleh diberikan dalam waktu lama. Selain itu anak yang menderita alergi mata sebenarnya juga tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya saat menginjak dewasa.
"Para orang tua tidak tahu kalau mata anaknya merah dan gatal itu bisa sembuh sendiri. Tapi karena khawatir kemudian diberikan obat yang mengandung steroid, yang justru membahayakan," ujar Suhardjo.
Namun sayangnya, kesadaran masyarakat dalam penggunaan obat tetes mata seusai aturan sampai sekarang masih rendah. Akibatnya kasus kebutaan karena tetes mata masih sering ditemui.
Hal itu diungkapkan Ketua Pesatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) DIY, dr Suhardjo kepada wartawan di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito di Jl Kesehatan Yogyakarta, Kamis (6/12/2007).
"Kasus kebutaan akibat penggunaan tetes mata masih banyak terjadi di Indonesia," kata dia.
Suhardjo mengatakan selama menjadi dokter mata, dirinya banyak menemui kasus seperti ini. Kasusnya mencapai puluhan terutama yang dialami oleh anak-anak yang datang dalam kondisi mata sudah buta karena kesalahan menggunakan tetes mata.
"Mereka datang kepada kami sudah dalam terlambat. Kebutaan akibat kesalahan penggunaan tetes mata ini merupakan kebutaan permanen. Kalaupun bisa disembuhkan melalui operasi, hasilnya juga tidak akan maksimal atau pulih seperti sedia kala," katanya.
Menurut dia, kasus paling sering adalah penggunaan tetes mata yang mengandung steroid untuk mengobati alergi mata pada anak. Pengunaan obat jenis ini selama dua bulan berturut-turut akan mengakibatkan glaucoma atau peningkatan tekanan dalam bola mata yang akan berujung pada kerusakan syarat pengelihatan.
"Kasus yang sering terjadi orang tua membeli obat mata yang mengandung steroid tanpa resep dokter. Anehnya apotik juga membolehkan pembelian tanpa resep dokter ini," ungkap dia.
Tetes mata dengan steroid kata dia, cukup efektif untuk mengobat alergi mata. Namun obat ini tidak boleh diberikan dalam waktu lama. Selain itu anak yang menderita alergi mata sebenarnya juga tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya saat menginjak dewasa.
"Para orang tua tidak tahu kalau mata anaknya merah dan gatal itu bisa sembuh sendiri. Tapi karena khawatir kemudian diberikan obat yang mengandung steroid, yang justru membahayakan," ujar Suhardjo.
Akbar Tandjung Masih Wait And See
Yogyakarta, Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan dirinya masih wait and see untuk maju mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun 2009 nanti. Pasalnya peluang maju melalui konvensi sudah tertutup. Dia pun juga belum berminat maju menggunakan kendaraan lain atau melalui partai lain selain Golkar.
Hal itu diungkapkan Akbar seusai menghadiri acara "Temu Konsultasi Publik dan Sosialisasi RUU Kepemudaan," di gedung University Center (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (6/12/2007).
"Kalau misalnya tertutup peluangnya, saya juga belum bisa bicara mengenai kendaraan lain karena saya tidak dalam posisi untuk bicara yang berkaitan dengan organisasi lain," kata Akbar.
Namun kata Akbar kalau berhubungan dengan Partai Golkar, dirinya pasti akan bicara. Sebab sampai sekarang dia adalah orang Golkar. Dia juga pernah memimpin Parati Golkar. "Saya juga yang mengenalkan dengan konvensi," kata Akbar sambil tertawa.
Dia menegaskan dirinya akan ikut konvensi kalau Golkar melakukan konvensi. Tapi kenyataannya Golkar tidak akan melakukan konvensi dan diganti semacam survei. Karena itu, dirinya akan melihat sejauh mana survei yang dilakukan Golkar itu, bagaimana metodenya, bagaimananya proses seleksinya hingga penentuan final atas survei itu.
"Itu yang akan menentukan apakah nanti saya akan memberikan tangapan terhadap survei itu. Kalau konvensi, Insya Allah saya tetap akan ikut tapi kalau survei, saya belum bisa berikan tanggapan karena harus pelajari dulu," ungkap dia.
Menurut dia sampai sekarang juga belum ada pendekatan atau komunikasi yang dilakukan oleh organisasi lain. Namun diakui, beberapa waktu lalu, dia diundang menghadiri mukernas Partai Bela Negara (PBN) di Yogyakarta yang menyebut kemungkinan dirinya akan diajak maju sebagai calon wapres.
Namun oleh Akbar dijawab dirinya masih memfokuskan pada partai Golkar. Belum ada pikiran untuk ke organisasi atau partai lain. "Jadi wait and see sajalah," pungkas Akbar yang baru saja memperoleh gelar doktor ilmu politik di UGM itu.
Hal itu diungkapkan Akbar seusai menghadiri acara "Temu Konsultasi Publik dan Sosialisasi RUU Kepemudaan," di gedung University Center (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (6/12/2007).
"Kalau misalnya tertutup peluangnya, saya juga belum bisa bicara mengenai kendaraan lain karena saya tidak dalam posisi untuk bicara yang berkaitan dengan organisasi lain," kata Akbar.
Namun kata Akbar kalau berhubungan dengan Partai Golkar, dirinya pasti akan bicara. Sebab sampai sekarang dia adalah orang Golkar. Dia juga pernah memimpin Parati Golkar. "Saya juga yang mengenalkan dengan konvensi," kata Akbar sambil tertawa.
Dia menegaskan dirinya akan ikut konvensi kalau Golkar melakukan konvensi. Tapi kenyataannya Golkar tidak akan melakukan konvensi dan diganti semacam survei. Karena itu, dirinya akan melihat sejauh mana survei yang dilakukan Golkar itu, bagaimana metodenya, bagaimananya proses seleksinya hingga penentuan final atas survei itu.
"Itu yang akan menentukan apakah nanti saya akan memberikan tangapan terhadap survei itu. Kalau konvensi, Insya Allah saya tetap akan ikut tapi kalau survei, saya belum bisa berikan tanggapan karena harus pelajari dulu," ungkap dia.
Menurut dia sampai sekarang juga belum ada pendekatan atau komunikasi yang dilakukan oleh organisasi lain. Namun diakui, beberapa waktu lalu, dia diundang menghadiri mukernas Partai Bela Negara (PBN) di Yogyakarta yang menyebut kemungkinan dirinya akan diajak maju sebagai calon wapres.
Namun oleh Akbar dijawab dirinya masih memfokuskan pada partai Golkar. Belum ada pikiran untuk ke organisasi atau partai lain. "Jadi wait and see sajalah," pungkas Akbar yang baru saja memperoleh gelar doktor ilmu politik di UGM itu.
Salon Kecantikan Tidak Boleh Produksi Kosmetik Sendiri
Yogyakarta, Pakar kesehatan kulit Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr dr Hardyanto Soebono mengatakan salon dan klinik kecantikan tidak boleh mengeluarkan produk kosmetik buatan sendiri. Sebab disinyalir banyak salon dan klinik kecantikan di wilayah DIY yang mengandung bahan berbahaya pada produk buatannya.
Padahal kegiatan tersebut sudah jelas-jelas melanggar melanggar Undang-undang. Oleh karena itu, pihaknya meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melarang dan menindak.
"Klinik kecantikan, salon dan dokter praktek tidak boleh mengeluarkan produk kosmetik," kata Hardyanto Soebono kepada wartawan, kampus UGM Bulaksumur Yogyakarta, Rabu (5/12/2007).
Dia mengatakan produsen yang boleh mengeluarkan produk kosmetik hanyalah pabrik farmasi dengan pengawasn ketat dan standar mutu yang telah ditetapkan. "Karena itu, semua salon tidak boleh mengeluarkan produk, sebab mereka bukan produsen," tegas Dekan Fakultas Kedokteran itu.
Menurut dia, kegiatan salon dan klinik kecantikan yang memproduksi produk kosmetik ini dinilainya sudah melanggar kode etik mengenai obat dan kosmetik.
"Kalau yang memproduksi itu pabrik sudah punya standar cara pembuatan obat dan produk kosmetik yang benar. Sedang salon dan klinik kecantikan tidak punya," katanya.
Dia mengkhawatirkan saat ini di wilayah DIY dan Jawa Tengah banyak beredarnya berbagai produk kosmetik buatan salon atau klinik kecantikan. Produk tersebut dikhawatirkan mengandung bahan kimia berbahaya sehingga bisa berakibat buruk bagi pemakainya seperti alergi, iritasi, cacat kulit dan kulit tidak bisa kembali menjadi normal.
"Saya sudah banyak menerima laporan dari para dokter kulit dan pasien yang datang kepada tempat saya. Umumnya pasien berasal dari salon yang nakal itu," ujar dia.
Menurutnya, ada tiga kategori salon dan klinik kecantikan yang perlu diketahui oleh masyarakat. Pertama salon pratama, tugasnya hanya memberikan layanan dekoratif yang berhubungan dengan kegiatan tata rias seperti bedak, lipstik, dan segala macam tata rias lainnya. Kedua, salon madya yang yang dikenal dengan skin care. Salon ini boleh melakukan perawatan kulit yang diawasi oleh dokter kulit.
Ketiga, salon utama, yakni salon yang hanya memberikan pelayanan kecantikan dengan menggunakan alat-alat listrik dengan high frekuensi atau alat laser namun tetap juga di bawah pengawasan dokter kulit.
"Tugas dokter kulit pada salon ini sebagai pengawas dan penanggungjawab pelayanan kecantikan," demikian Hardyanto.
Padahal kegiatan tersebut sudah jelas-jelas melanggar melanggar Undang-undang. Oleh karena itu, pihaknya meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melarang dan menindak.
"Klinik kecantikan, salon dan dokter praktek tidak boleh mengeluarkan produk kosmetik," kata Hardyanto Soebono kepada wartawan, kampus UGM Bulaksumur Yogyakarta, Rabu (5/12/2007).
Dia mengatakan produsen yang boleh mengeluarkan produk kosmetik hanyalah pabrik farmasi dengan pengawasn ketat dan standar mutu yang telah ditetapkan. "Karena itu, semua salon tidak boleh mengeluarkan produk, sebab mereka bukan produsen," tegas Dekan Fakultas Kedokteran itu.
Menurut dia, kegiatan salon dan klinik kecantikan yang memproduksi produk kosmetik ini dinilainya sudah melanggar kode etik mengenai obat dan kosmetik.
"Kalau yang memproduksi itu pabrik sudah punya standar cara pembuatan obat dan produk kosmetik yang benar. Sedang salon dan klinik kecantikan tidak punya," katanya.
Dia mengkhawatirkan saat ini di wilayah DIY dan Jawa Tengah banyak beredarnya berbagai produk kosmetik buatan salon atau klinik kecantikan. Produk tersebut dikhawatirkan mengandung bahan kimia berbahaya sehingga bisa berakibat buruk bagi pemakainya seperti alergi, iritasi, cacat kulit dan kulit tidak bisa kembali menjadi normal.
"Saya sudah banyak menerima laporan dari para dokter kulit dan pasien yang datang kepada tempat saya. Umumnya pasien berasal dari salon yang nakal itu," ujar dia.
Menurutnya, ada tiga kategori salon dan klinik kecantikan yang perlu diketahui oleh masyarakat. Pertama salon pratama, tugasnya hanya memberikan layanan dekoratif yang berhubungan dengan kegiatan tata rias seperti bedak, lipstik, dan segala macam tata rias lainnya. Kedua, salon madya yang yang dikenal dengan skin care. Salon ini boleh melakukan perawatan kulit yang diawasi oleh dokter kulit.
Ketiga, salon utama, yakni salon yang hanya memberikan pelayanan kecantikan dengan menggunakan alat-alat listrik dengan high frekuensi atau alat laser namun tetap juga di bawah pengawasan dokter kulit.
"Tugas dokter kulit pada salon ini sebagai pengawas dan penanggungjawab pelayanan kecantikan," demikian Hardyanto.
Selasa, 04 Desember 2007
Pemakaian Listrik PLN untuk Industri Bakal Diperketat
Yogyakarta, - Naiknya harga BBM industri telah membuat kalangan industri ramai-ramai mengalihkan listriknya ke PLN karena biaya pengadaan listrik sendiri lebh mahal.
Untuk itu, PLN akan melakukan manajemen permintaan listrik secara ketat, khususnya untuk kalangan industri. Apalagi 2008 juga akan ada pemilu sehingga pasokan listrik harus benar-benar terjaga agar tidak memunculkan isu negatif.
"Ini merupakan tantangan terberat bagi kami," kata Direktur Utama PT PLN, Eddie Widiono, seusai acara Pertemuan Nasional Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia 2007 di Auditorium Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jl Teknika Utara Yogyakarta, Rabu (6/12/2007).
"Tahun 2008 akan sangat memberatkan bagi PLN bila krisis listrik tidak dilakukan antisipasi secara tepat," kata Eddie.
Eddie mengatakan masalah besar yang dihadapi PLN saat ini adalah banyak industri yang beralih ke PLN karena tidak mampu membeli BBM untuk memproduksi listrik. Sedang pembangkit listrik yang dibangun PLN baru bisa beroperasi paling cepat pada 2009.
"Mereka ingin mendapatkan listrik yang lebih murah. Jika dari pembangkit mereka sendiri biaya per KWH sekitar Rp 2.000 sedangkan jika beli dari PLN hanya Rp 630 per KWH. Jadi ada dorongan yang kuat untuk menggunakan listrik PLN," kata Eddie.
Murahnya listrik PLN kata dia, karena listrik dari PLN itu bersubsidi. Oleh karena, pihaknya meminta kalangan industri agar tidak memperberatkan masalah ini.
"Tolong sama-sama memecahkan energi primer BBM yang mahal ini. Jangan rekening listriknya di pindahkan ke PLN," pinta dia.
Menurut dia, tren kenaikan permintaan listrik dari kalangan industri pasca kenaikan harga BBM ini sudah sangat terasa.
Dalam sebulan terakhir saja, permintaan listrik di Jawa Barat meningkat hingga 300 Megawatt. Jika tren ini terus berlanjut hingga 2008, maka jelas akan menjadi persoalan serius dan bisa berakibat pada krisis dan pemadaman bergilir.
Eddie juga menjelaskan saat ini dari 35 proyek pembangkit listrik yang tengah dibangun, 35 pembangkit akan siap beroperasi pada 2009. Jika pembangkit baru ini bisa beroperasi maka PLN tidak akan lagi melakukan pembatasan penggunaan listrik.
"Kalau pembangkit baru selesai Insya Allah tidak akan ada pembatasan. Industri silakan mau beli seberapapun akan kita layani. Penghematan listrik rumah tangga bisa menghemat Rp 2 triliun dari 50 juta lampu selama satu tahun," pungkas dia.
Untuk itu, PLN akan melakukan manajemen permintaan listrik secara ketat, khususnya untuk kalangan industri. Apalagi 2008 juga akan ada pemilu sehingga pasokan listrik harus benar-benar terjaga agar tidak memunculkan isu negatif.
"Ini merupakan tantangan terberat bagi kami," kata Direktur Utama PT PLN, Eddie Widiono, seusai acara Pertemuan Nasional Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia 2007 di Auditorium Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jl Teknika Utara Yogyakarta, Rabu (6/12/2007).
"Tahun 2008 akan sangat memberatkan bagi PLN bila krisis listrik tidak dilakukan antisipasi secara tepat," kata Eddie.
Eddie mengatakan masalah besar yang dihadapi PLN saat ini adalah banyak industri yang beralih ke PLN karena tidak mampu membeli BBM untuk memproduksi listrik. Sedang pembangkit listrik yang dibangun PLN baru bisa beroperasi paling cepat pada 2009.
"Mereka ingin mendapatkan listrik yang lebih murah. Jika dari pembangkit mereka sendiri biaya per KWH sekitar Rp 2.000 sedangkan jika beli dari PLN hanya Rp 630 per KWH. Jadi ada dorongan yang kuat untuk menggunakan listrik PLN," kata Eddie.
Murahnya listrik PLN kata dia, karena listrik dari PLN itu bersubsidi. Oleh karena, pihaknya meminta kalangan industri agar tidak memperberatkan masalah ini.
"Tolong sama-sama memecahkan energi primer BBM yang mahal ini. Jangan rekening listriknya di pindahkan ke PLN," pinta dia.
Menurut dia, tren kenaikan permintaan listrik dari kalangan industri pasca kenaikan harga BBM ini sudah sangat terasa.
Dalam sebulan terakhir saja, permintaan listrik di Jawa Barat meningkat hingga 300 Megawatt. Jika tren ini terus berlanjut hingga 2008, maka jelas akan menjadi persoalan serius dan bisa berakibat pada krisis dan pemadaman bergilir.
Eddie juga menjelaskan saat ini dari 35 proyek pembangkit listrik yang tengah dibangun, 35 pembangkit akan siap beroperasi pada 2009. Jika pembangkit baru ini bisa beroperasi maka PLN tidak akan lagi melakukan pembatasan penggunaan listrik.
"Kalau pembangkit baru selesai Insya Allah tidak akan ada pembatasan. Industri silakan mau beli seberapapun akan kita layani. Penghematan listrik rumah tangga bisa menghemat Rp 2 triliun dari 50 juta lampu selama satu tahun," pungkas dia.
Bank Syariah Terlalu Eksklusif
Yogyakarta - Perbankan Syariah dinilai kurang membumi. Istilah-istilah yang rumit dan kurangnya sosialisasi, membuat perbankan syariah dinilai hanya eksklusif untuk kalangan tertentu asaja.
Hal itu diungkapkan peneliti dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Priyonggo Suseno kepada wartawan di Jl Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik Sleman, Selasa (4/12/2007).
Priyo menyampaikan hasil survei mengenai persepsi masyarakat non-muslim terhadap perbankan syariah di DIY. Survei melibatkan 145 responden terdiri 125 responden individu dan 20 responden perusahaan/institusi di wilayah DIY dan dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan wawancara mendalam.
Berdasarkan hasil survei itu, kata Priyo, sebagian masyarakat non-muslim merasa kurang nyaman dengan penggunaan istilah Arab dalam perbankan syariah. Hal itu juga yang bisa mengurangi minat masyarakat untuk mengenali bank syariah.
"Kalau dengan istilah Bahasa Arab, ada kesan itu hanya khusus untuk umat muslim saja. Karena itu istilah-istilah tersebut perlu diminimalkan untuk menghilangkan kesan eksklusifitas dan perlu kemasan yang inklusif," jelasnya.
Masyarakat non-muslim juga beranggapan bank syariah berbeda dengan bank konvensional, karena penerapan prinsip bagi hasil dan lebih adil dalam transaksi. Selain itu, sebagian masyarakat non-muslim menganggap bank syariah hanya untuk umat Islam saja karena banyak menggunakan istilah-istilah Arab. "Akibatnya mereka jadi ragu-ragu untuk ikut jadi nasabah," katanya.
Menurut dia, sekitar 33,5 persen responden beranggapan bank syariah itu hanya untuk orang Islam saja. Sekitar 28,4 persen responden menganggap sebagai bank tanpa sistem bunga. Selanjutnya sebanyak 26,5 persen responden menganggap bank syariah sebagai bank yang menerapkan sistem bagi hasil. Sekitar 11,6 persen bank syariah itu sama saja dengan bank konvensional.
Ia menjelaskan, meski sebagian masyarakat non muslim pernah mendengar adanya bank syariah, namun mereka menyatakan belum berminat untuk menggunakan jasa bank syariah. Beberapa faktor yang mendorong masyarakan non-muslim tidak berminat pada bank syariah adalah kurangnya informasi tentang bank syariah, layanan bank konvensional selama ini lebih memuaskan.
"Faktor kenyamanan dengan lingkungan sosial seperti dengan tetangga atau lingkungan kerja juga sangat menentukan," katanya.
Kalau ada masyarakat non-muslim yang menggunakan bank syariah kata dia, pertimbangan utamanya adalah hampir sama dengan ketika memilih bank konvensional.
"Masalah kemudahan prosedur, kemudahan akses, kelengkapan fasilitas, keinginan untuk mencoba dan kualitas layanan menjadi faktor penentu," papar Priyo.
Hal itu diungkapkan peneliti dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Priyonggo Suseno kepada wartawan di Jl Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik Sleman, Selasa (4/12/2007).
Priyo menyampaikan hasil survei mengenai persepsi masyarakat non-muslim terhadap perbankan syariah di DIY. Survei melibatkan 145 responden terdiri 125 responden individu dan 20 responden perusahaan/institusi di wilayah DIY dan dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan wawancara mendalam.
Berdasarkan hasil survei itu, kata Priyo, sebagian masyarakat non-muslim merasa kurang nyaman dengan penggunaan istilah Arab dalam perbankan syariah. Hal itu juga yang bisa mengurangi minat masyarakat untuk mengenali bank syariah.
"Kalau dengan istilah Bahasa Arab, ada kesan itu hanya khusus untuk umat muslim saja. Karena itu istilah-istilah tersebut perlu diminimalkan untuk menghilangkan kesan eksklusifitas dan perlu kemasan yang inklusif," jelasnya.
Masyarakat non-muslim juga beranggapan bank syariah berbeda dengan bank konvensional, karena penerapan prinsip bagi hasil dan lebih adil dalam transaksi. Selain itu, sebagian masyarakat non-muslim menganggap bank syariah hanya untuk umat Islam saja karena banyak menggunakan istilah-istilah Arab. "Akibatnya mereka jadi ragu-ragu untuk ikut jadi nasabah," katanya.
Menurut dia, sekitar 33,5 persen responden beranggapan bank syariah itu hanya untuk orang Islam saja. Sekitar 28,4 persen responden menganggap sebagai bank tanpa sistem bunga. Selanjutnya sebanyak 26,5 persen responden menganggap bank syariah sebagai bank yang menerapkan sistem bagi hasil. Sekitar 11,6 persen bank syariah itu sama saja dengan bank konvensional.
Ia menjelaskan, meski sebagian masyarakat non muslim pernah mendengar adanya bank syariah, namun mereka menyatakan belum berminat untuk menggunakan jasa bank syariah. Beberapa faktor yang mendorong masyarakan non-muslim tidak berminat pada bank syariah adalah kurangnya informasi tentang bank syariah, layanan bank konvensional selama ini lebih memuaskan.
"Faktor kenyamanan dengan lingkungan sosial seperti dengan tetangga atau lingkungan kerja juga sangat menentukan," katanya.
Kalau ada masyarakat non-muslim yang menggunakan bank syariah kata dia, pertimbangan utamanya adalah hampir sama dengan ketika memilih bank konvensional.
"Masalah kemudahan prosedur, kemudahan akses, kelengkapan fasilitas, keinginan untuk mencoba dan kualitas layanan menjadi faktor penentu," papar Priyo.
Bank Syariah Indonesia Kalah Telak Dengan Malaysia
Yogyakarta, Meski jumlah penduduk muslim di Indonesia menempati urutan pertama dibanding negara msulim lainnya. Namun perkembangan perbankan syariah masih kalah dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Dalam satu dekade terakhir ini, perkembangan perbankan syariah juga mengalami kecenderungan melambat sehingga target pencapaian porsi aset terhadap perbankan nasional belu tercapai.
Hal itu diungkapkan peneliti dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Priyonggo Suseno kepada wartawan di RM Pecel Ndeso Solo di Jl Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Selasa (4/12/2007).
"Kecenderungan melambat itu ditunjukkan hingga bulan Juni 2007 total aset perbankan syariah di Indonesia mencapai Rp 29,2 triliun atau sekitar 1,65 persen dari aset perbankan nasional," kata Priyo.
Dia mengatakan jika dibandingkan dengan negara Malaysia juga masih kalah. Aset perbankan syariah di Malaysia hingga Desember 2006 telah mencapai RM 63,02 miliar atau sekitar 53,68 persen aset perbankan nasional.
Menurut dia, jumlah penduduk muslim Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa seharusnya digarap dengan baik. Jumlah tersebut sangat potensial untuk pengembangan ekonomi dan perbankan syariah.
"Sayang sampai sekarang masih sebatas potensi saja. Hingga kini produk syariah belum digarap secara maksimal. Indonesia masih tertinggal jah dibanding Malaysia dan Singapura yang potensi pasarnya di bawah Indonesia," tegas staf pengajar FE UII itu.
Dia menambahkan lambatnya perkembangan perbankan syariah diantaranya disebabkan kurangnya jaringan perbankan syaria, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bank syariah dan kurangnya keunggulan yang ditawarkan oleh bank syariah sehingga masih kalah dibanding bank konvensional.
Dalam satu dekade terakhir ini, perkembangan perbankan syariah juga mengalami kecenderungan melambat sehingga target pencapaian porsi aset terhadap perbankan nasional belu tercapai.
Hal itu diungkapkan peneliti dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Priyonggo Suseno kepada wartawan di RM Pecel Ndeso Solo di Jl Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Selasa (4/12/2007).
"Kecenderungan melambat itu ditunjukkan hingga bulan Juni 2007 total aset perbankan syariah di Indonesia mencapai Rp 29,2 triliun atau sekitar 1,65 persen dari aset perbankan nasional," kata Priyo.
Dia mengatakan jika dibandingkan dengan negara Malaysia juga masih kalah. Aset perbankan syariah di Malaysia hingga Desember 2006 telah mencapai RM 63,02 miliar atau sekitar 53,68 persen aset perbankan nasional.
Menurut dia, jumlah penduduk muslim Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa seharusnya digarap dengan baik. Jumlah tersebut sangat potensial untuk pengembangan ekonomi dan perbankan syariah.
"Sayang sampai sekarang masih sebatas potensi saja. Hingga kini produk syariah belum digarap secara maksimal. Indonesia masih tertinggal jah dibanding Malaysia dan Singapura yang potensi pasarnya di bawah Indonesia," tegas staf pengajar FE UII itu.
Dia menambahkan lambatnya perkembangan perbankan syariah diantaranya disebabkan kurangnya jaringan perbankan syaria, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bank syariah dan kurangnya keunggulan yang ditawarkan oleh bank syariah sehingga masih kalah dibanding bank konvensional.
Senin, 03 Desember 2007
Tidak Tertib Ikuti Upacara, Siswa SMP Diolesi Balsem Guru BP
Yogyakarta, Gara-gara tidak tertib dan membuat gaduh saat upacara bendera, seorang siswi SMP di Bantul diolesi balsem oleh guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP).
Akibatnya siswi yang terkena matanya, matanya pedih sehingga sempat dibawa ke Puskesmas Kecamatan Banguntapan untuk diobati. Orangtua siswi sempat memprotes tindakan guru BP tersebut, namun pihak sekolah menyatakan hal itu tidak disengaja.
Peristiwa itu dialami oleh Desti Cahyaningrum (15) siswi kelasa IX atau kelas III SMPN Banguntapan 1 Bantul. Desti terkena olesan balsem guru BP bernama Wahyuningsih karena dianggap tidak tertib saat mengikuti upacara bendera di sekolah.
Saat itu Desti bersama beberapa rekannya membuat gaduh dengan bergurau dan bercakap-cakap dengan rekannya saat upacara berlangsung. Karena tidak mengindahkan peringatan, Wahyuningsih kemudian menegurnya dengan meraupkan tangan ke muka Desti dari belakang. Karena tangannya ada olesan balsem, spontan Desti menjerit dan merasa muka dan matanya pedih kena olesan balsem.
Desti bersama salah seorang siswi lainnya sempat dibawa ke Puskesmas Banguntapan untuk diperiksa. Dia pun kemudian melaporkan kasus itu kepada orangtuanya.
Menurut Desti tindakan seperti itu juga pernah dialami siswa lainnya sebelum kejadian pada hari ini, Senin (3/12/2007). Orangtuanya sempat akan melapor kasus itu ke Polres Bantul namun batal.
Kepala Sekolah SMPN 1 Banguntapan, Sajiyem kepada wartawan di kantor membantah bila tindakan guru BP Wahyuningsih itu disengaja. Tindakan Wahyungsih tidak sengaja karena sebelum ada kejadian itu, dia baru saja mengeroki dan memijit salah seorang siswa yang masuk angin di ruang UKS saat mengikuti upacara bendera.
"Karena langsung ikut upacara lagi, Bu Wahyu lupa tidak cuci tangan. Itu tidak disengaja sehingga saat menegur tidak sdara bila sisa olesan balsem ditangani itu mengenai siswa," kata Sajiyem.
Akibatnya siswi yang terkena matanya, matanya pedih sehingga sempat dibawa ke Puskesmas Kecamatan Banguntapan untuk diobati. Orangtua siswi sempat memprotes tindakan guru BP tersebut, namun pihak sekolah menyatakan hal itu tidak disengaja.
Peristiwa itu dialami oleh Desti Cahyaningrum (15) siswi kelasa IX atau kelas III SMPN Banguntapan 1 Bantul. Desti terkena olesan balsem guru BP bernama Wahyuningsih karena dianggap tidak tertib saat mengikuti upacara bendera di sekolah.
Saat itu Desti bersama beberapa rekannya membuat gaduh dengan bergurau dan bercakap-cakap dengan rekannya saat upacara berlangsung. Karena tidak mengindahkan peringatan, Wahyuningsih kemudian menegurnya dengan meraupkan tangan ke muka Desti dari belakang. Karena tangannya ada olesan balsem, spontan Desti menjerit dan merasa muka dan matanya pedih kena olesan balsem.
Desti bersama salah seorang siswi lainnya sempat dibawa ke Puskesmas Banguntapan untuk diperiksa. Dia pun kemudian melaporkan kasus itu kepada orangtuanya.
Menurut Desti tindakan seperti itu juga pernah dialami siswa lainnya sebelum kejadian pada hari ini, Senin (3/12/2007). Orangtuanya sempat akan melapor kasus itu ke Polres Bantul namun batal.
Kepala Sekolah SMPN 1 Banguntapan, Sajiyem kepada wartawan di kantor membantah bila tindakan guru BP Wahyuningsih itu disengaja. Tindakan Wahyungsih tidak sengaja karena sebelum ada kejadian itu, dia baru saja mengeroki dan memijit salah seorang siswa yang masuk angin di ruang UKS saat mengikuti upacara bendera.
"Karena langsung ikut upacara lagi, Bu Wahyu lupa tidak cuci tangan. Itu tidak disengaja sehingga saat menegur tidak sdara bila sisa olesan balsem ditangani itu mengenai siswa," kata Sajiyem.
Langgan:
Entri (Atom)
