Selasa, 07 April 2009

Didik Tak Bisa Lihat Kelahiran Anak Pertama

Yogyakarta - Pratu Didik Kurniawan (27) korban pesawat Fokker TNI AU, pulang
terakhir ke rumahnya di Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Sleman, saat
menghadiri acara mitoni atau tujuh bulan. Menjelang kelahiran anak pertamanya,
pada akhir Maret 2009, dia mengikuti acara mitoni di rumah bersama keluarganya
yang lain.

Hal itu diungkapkan oleh kakak ipar Didik Kurniawan, Ny Lestari saat menjemput
jenazah di Base Off Pangkalan Udara (Lanud) Adi Sutjipto Yogyakarta, Selasa
(7/4/2009).

"Pulang terakhir ya saat acara mitoni, kalau setiap hari selalu komunikasi lewat
telpon," katanya.

Saat berkumpul bersama keluarga besar dalam acara mitoni itu, Didik juga
berharap anak pertamanya seorang laki-laki. Keluarga juga mengetahui kalau dia
saat ini baru menempuh pendidikan, sehingga tidak bisa pulang ke rumah dalam
waktu yang lama.

Setelah menerima kabar duka itu lanjut dia, istri Didik yang tengah hamil 8
bulan itu langsung syok. Oleh keluarga kemudian dibawa ke Rumah Sakit Atturot,
Seyegan, Sleman. Dia berkali-kali pingsan sehingga harus di rawat di rumah
sakit.

"Sampai saat ini kami belum tahu kondisi adik saya yang masih lemah di rumah
sakit. Jenazah nanti langsung di makamkan di makam keluarga," pungkas dia.

Tidak ada komentar: