Jumat, 24 April 2009

Penanggulangan Kemiskinan Masih Sangat Sentralistis

Sebagian besar kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan masih sangat sentralistis. Desain kebijakan dan implementasi program secara langsung datang dari pemerintah pusat. Kebijakan beras miskin (raskin) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan beberapa program lain, menjadi contoh yang memperkuat kesan tersebut.

Demikian dikatakan Pande Made Kutanegara pada seminar bulanan yang diselenggarakan Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan UGM, Kamis (24/4) di kampus UGM. Mengupas tema "Desentralisasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia", Pande menjelaskan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang sentralistis menunjukkan bila kebijakan tersebut bertentangan satu sama lain.

Hal itu dipertegas, karena ditengah kehidupan bermasyarakat saat ini muncul paradigma baru tentang desentralisasi dalam kebijakan publik. Selain itu kebijakan sentralistis bertentangan dengan realitas bangsa yang memiliki devirsitas dan pluritas dalam berbagai bentuk dimensinya. "Akibatnya program kemiskinan pun tidak terarah, tidak fokus dan tidak tepat sasaran, serta melupakan kondisi lingkungan dan masyarakat setempat. Semisal persentase anggaran fisik menjadi bagian terbesar program kemiskinan di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Masyarakat dan terutama masyarakat miskin, kata dia, masih menjadi obyek program. Bahkan mereka ini masih dijadikan "kelinci percobaan" dari berbagai bentuk program kemiskinan. Sementara, berbagai program melupakan keberadaan dan keterlibatan masyarakat lokal. "Sebagai contoh, indikator kemiskinan seragam, kurangnya pelibatan masyarakat dan institusi lokal dalam implementasi program penanggulangan kemiskinan," tambahnya.

Disamping itu, kemiskinan tidak menyentuh persoalan hakiki dari mata rantai kemiskinan itu sendiri, seperti persoalan spirit dan mentalitas masyarakat miskin sama sekali tidak diberikan porsi dalam program kemiskinan. Juga, kegagalan dalam memahami dinamika dan transformasi masyarakat telah menciptakan program-program yang instan dan statis, kurang kreatif.

Tidak ada komentar: