Rabu, 29 April 2009

Samigaluh Paling Banyak Warga Yang Nyontreng

Yogyakarta - Tingkat partisipasi masyarakat kecamatan samigaluh dalam menggunakan hak pilihnya di pemilihan legislatif merupakan yang tertinggi dibandingkan seluruh kecamatan di Kulon Progo, Yogyakarta. Informasi tersebut disampaikan anggota KPUD Kulon Progo, Panji widodo, dalam Talkshow “Refleksi Pemilu Legislatif”, yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN PPM P4 UGM unit Kulon Progo, di kantor kecamatan Samigaluh Kulon Progo, Rabu (29/4/2009).

Menurut Widodo, tingkat partisipasi jumlah pemilih laki-laki dan perempuan di kecamatan Samigaluh masing-masing 75,15 persen dan 74,35 persen. “Jumlah ini melebihi jumlah rata-rata partisisapsi memilih secara keseluruah di kabupaten kulon progo yang hanya 73,56 persen untuk pemilih laki-laki dan 72,31 persen untuk kalangan pemilih perempuan,” kata Widodo.

Di kecamatan Girimulyo dan Kalibawang, yang merupakan daerah Dapil I, kata Widodo, tingkat partisipasi pemilih laki-laki masing-masing 73,33 persen dan 72,22 persen. Sedangkan untuk pemilih perempuan masing-masing 72,14 persen dan 70,59 persen.

Besarnya tingkat partisispasi pemilih di kecamatan Samigaluh, menurut widodo, salah satu bukti hasil kontiribusi mahasiswa KKN PPM P4 UGM dalam melaksanakan sosialisasi pemilu. Kegiatan mahasiswa ini menurutnya sangat mendukung kerja KPUD yang memiliki dana minim untuk melakukan sosialisasi pemilu di tingkat pedukuhan dan TPS.

“Saya kira ini bentuk hasil sosialisasi KKN pendidikan pemilih yang disampaikan oleh mahasiswa,” kata Panji.

Disamping itu, Widodo juga menyinggung bahwa jumlah suara tidak sah dalam pemilu legislatif di kabupaten kulon progo relatif lebih kecil yakni sebesar 8,38 persen. Menurutnya, angka ini mamapu menepis kekhawatiran banyak pihak selama ini bahwa masyarakat kesulitan dalam mencontreng.

Terkait dengan permasalahan DPT, kata widodo, pihak KPUD sudah mengupayakan untuk melakukan pemutakhiran data pemilih menjelang pilpres. Terutama mendaftarkan masyarakat yang tidak terdaftar dalam pileg lalu.

Meski begitu, ia pun mengakui dalam proses pelaksanaan pileg lalau, pihaknya menemukan pemilih ganda dan pemilih yang sudah meninggal masih tercantum dalam DPT. Selain itu, ia juga banyak menemukan pemilih yang sudah terdaftar di DPS tapi tidak terdaftar di DPT akibat kesalahan print out komputer.

“Kesemua ini akan kita benahi dalam proses pilpres nanati,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Samigaluh, Budi Widiatmoko,mengatakan perhitungan suara di kecamatan Samigaluh berlangsung lancar dan dalam waktu yang cukup cepat tanpa menemukan masalah sedikit pun di tingkat TPS.

“Di kecamtan Samigaluh, proses perhitungan suara cukup cepat sekitar 45 menit sudah selesai dan tidak ada satu pun complain,” ujarnya bangga.

Meski berlangsung lancar, ia menyanpaikan rasa keprihatinnya terhadap salah seorang petugas KPPS di Samigaluh yang mengalami kecelakaan jatuh dari motor saat bertugas pada hari pelaksaaan pemungutan suara. Karena tidak disediakan asuransi bagi petugas KPPS, menyebabkan biaya operasi sebesar 10 juta akibat patah tulang tidak bisa ditanggung dari yang bersangkutan.

“Saya sudah kirim surat ke bupati senin lalu, untuk minta bantuan, karena petugas yang mengalami kecelakaan ini hanyalah seorang buruh tani yang ingin mengabdi kepada negara menjadi anggota KPPS,” ujarnya.

Tidak ada komentar: