Selasa, 16 Juni 2009

Guru dan Pegawai Tidak Tetap Di kota Yogyakarta Segera Terima Insentif

Pemerintah kota Yogyakarta segera membagikan dana sebesar Rp 3,9 Miliar sebagai insentif kepada para guru tidak tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (GTT) untuk periode Januari-April 2009. Uang tersebut dibagikan kepada GTT yang jumlahnya 2.925 orang, sedangkan untuk PTT jumlahnya sebanyak 1.417 orang.

“Paling lambat uamg insentif akan dibagikan kepada mereka pada Senin (22/6),” kata Syamsury, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Selasa (16/6).

Para enerima insentif adalah adalah GTT dan PTT sekolah swasta se Yogyakarta dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk GTT dan PTT tersebut tersebar di sekolah TK (206 sekolah), SD (190 sekolah), SMP (44 sekolah), SMA (38 sekolah) dan SMK (23 sekolah).

Menurut dia, saat ini para kepala sekolah sedang menyelesaikan pengisian surat pertanggungjawaban. Dirharap pengisiannya bisa cepat dan benar. Sehingga uang segera diberikan.

“Para kepala sekolah mengisi surat pertanggungjawaban, jika proses itu bisa cepat maka kami juga akan segera mencairkan,” kata Syamsury.

Menurut Suhartati, Kepala Bidang Kepegawaian, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, jumlah insentif yang dibagikan disesuaikan dengan masa kerja dan jumlah jam mengajar. Setiap guru setiap bulannya memperoleh dana insentif antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

”Insentif untuk GTT dan PTT 2009 akan dicairkan pada tiga periode, periode bulan Januari-April ini dana yang dikucurkan Rp 3,9 miliar,” kata dia.

Menurut Marulli Taufiq, koordinator guru tidak tetap DI Yogyakarta, seharusnya pemerintah memberikan insentif hingga Juni ini atau selama enam bulan penuh. Sebab insentif tersebut sudah ditunggu-tunggu oleh mereka sejak lama dan diperjuangkan hingga ke kantor Dinas Pendidikan kota beberapa waktu lalu.

“Guru tidak tetap sangat menunggu insentif tersebut, selain itu, guru swasta seharusnya semuanya juga dapat insentif dari pemerintah,” kata dia.

Ia menambahkan, di DI Yogyakarta ada lebih dari 21 ribu guru tidak tetap dan di kota Yogyakarta terdapat lebih dari 5000 guru tidak tetap. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan ke pemerintah untuk tetap memberikan insentif kepada guru tidak tetap yang mengajar di sekolah swasta yang sudah berumur lebih dari 60 tahun. Sebab guru yang berumur lebih dari 60 tahun di sekolah swsata masih aktif mengajar dan membantu sekolah swasta.

“Berbeda dengan guru yang berstatus pegawai negeri sipil, mereka mendapat pensiun dan sudah tidak aktif,” kata Marulli.

0 komentar: