Kamis, 25 Juni 2009

UGM Luluskan 228 Akuntan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM kembali meluluskan 228 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Akuntansi. Upacara pengucapan sumpah profesi akuntan berlangsung di Grha Sabha Pramana, Kamis (25/6), dipimpin langsung oleh Ketua Program Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM, Drs. Irfan Nursasmito, M.Si., Akt.

Dari keseluruhan akuntan yang dilantik pada periode VI kali ini terdiri atas tiga angkatan, yakni angkatan 11, 12, dan 13 tahun ajaran 2008/2009, dengan perincian 116 pria dan 112 wanita. Lulusan yang meraih gelar cumlaude sebanyak 40 orang. Peraih IPK tertinggi sebanyak 10 orang dengan IPK 4,00, sedangkan IPK terendah 2,83 dan IPK rata-rata 3,39.

“Perkembangan ekonomi global telah menimbulkan berbagai risiko audit. Praktik audit menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak. Tuntutan terhadap profesi akuntan yang profesional dan setara dengan profesi akuntan internasional adalah sebuah keharusan,” tegas Irfan Nursasmito dalam pidato sambutannya.

Dikatakannya bahwa saat ini terdapat ketidakseimbangan jumlah akuntan profesional dengan kebutuhan pasar. Data terakhir dari Departemen Keuangan, akuntan yang terdaftar baru berjumlah kurang lebih 50 ribu orang. Untuk memenuhi keseimbangan kebutuhan akuntan profesional hanya dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, menyosialisasikan peran penting akuntan di tengah perkembangan sektor swasta dan pemerintah. Kedua, meningkatkan kualitas lulusan sarjana akuntansi dengan tambahan pendidikan profesi akuntansi. Yang terakhir, meningkatkan etika profesi akuntan dalam menjalankan profesinya sebagai akuntan profesional.

Akuntan profesional, lanjut Irfan Nursasmito, dalam tugasnya sebagai auditor memiliki peran dan dampak yang sangat penting. Akan tetapi, mereka juga rentan terhadap masalah hukum yang timbul akibat jasa-jasa profesional yang diberikan. Banyak terjadi penugasan yang diterima para akuntan tersebut bermasalah dan berdampak hukum dalam laporan hasil audit. Seorang akuntan tidak hanya dibutuhkan dari sisi formal dan kompetensi di bidang akuntansi, tetapi juga dari sisi moral dan etika menjunjung profesi.

Untuk itu, pendidikan profesi akuntansi FEB UGM juga mencoba untuk memberikan nilai lebih terhadap lulusannya tidak hanya di bidang keilmuan, tetapi juga menekankan pada tingkah laku untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. “Harapan dari semua itu adalah bagaimana bisa mencetak lulusan-lulusan kita menjadi luluasan yang cerdas, bertanggung jawab, serta menjunjung etika profesional,” ujarnya.

0 komentar: