Yogyakarta - Buntut acara Boediono Mendengar yang digelar tim Pandu 57 di gedung Jogja Expo Center (JEC), Sabtu 13 Juni 2009, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto diklarifikasi oleh Panwaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selain Herry, Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi, MSc, PhD dan Direktur Penerbit Galang Press Julius Felicianus juga juga dilarifikasi acara diskusi publik yang berbau kampanye cawapres Boediono.
Herry memenuhi panggilan Panwaslu DIY di Jl Atmosukarto, Kotabaru Yogyakarta sekitar pukul 13.00 WIB. Herry langsung bertemu Ketua Panwaslu Agus Triyatno bersama Heri Joko Setyo dan Tri Wihdatiningtyas.
Dalam suasana santai, Herry menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan panwaslu. Pertanyaan yang diajukan diantaranya kronologi kehadirannya di acara diskusi publik bertajuk "Boediono Mendengar".
Dia mengungkapkan beberapa sebelumnya dirinya menerima SMS dari salah satu panitia penyelenggara dari tim Pandu 57. Permintaan itu tanpa melalui surat resmi tapi SMS. Isi SMS, Herry diajak menjadi panelis acara tersebut. Herry pun menyanggupinya karena tidak ada jadwal/agenda penting di kantor walikota.
Dia hanya mengetahui acara itu adalah forum ilmiah dan yang mengundang adalah staf pengajar Fakultas Ekonomi UGM Prof Dr Mudrajad Kuncoro.
"Karena itu forum ilmiah saya menyanggupi. Saat saya masuk gedung yang menyambut adalah panitia, mahasiswa UGM berjaket almamater. Saya juga tidak dapat buku yang dibagikan gratis," katanya.
Selain mengenai kronologi undangan hingga kegiatan diskusi, Herry juga ditanya oleh Agus mengenai honor yang diterima sebagai panelis. Dia juga mengaku tidak ingat panitia yang memberikan honor serta kop atau kuitansi surat tanda terima. Herry mengaku honor yang diterimanya sebesar Rp 1 juta.
"Mosok walikota menerima langsung diteliti isinya, ya malu to," kata Herry sambil tertawa.
Usai Herry, Panwaslu juga mengklarifikasi terhadap direktur penerbit buku Galang Press, Julius Felicianus. Dia diklarifikasi mengenai keterlibatan beberapa anak SD yang ikut acara persemian perpustakaan keliling kebangsaan di gedung JEC saat itu.
"Kita tidak bermaksud membawa anak-anak SD, perpustakaan itu memang sebagian buku-bukunya untuk anak-anak. Kita punya koleksi 700-an buku di dua mobil keliling itu. Sasaran kita saat ini memang anak-anak usia sekolah," pungkas dia.
Kamis, 18 Juni 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar