Proses restrukturisasi organisasi pemerintah kabupaten Sleman dan Pemerintah Kota Surabaya tidak banyak melibatkan publik. Bahkan, dalam mendesain struktur organisasi yang baru, Pokja atau Tim yang dibentuk tidak banyak melakukan dialog dengan stakeholders tentang isu-isu strategis pelayanan publik bagi warga masyarakat.
Demikian diungkapkan Drs. Ulung Pribadi, MSi dalan ujian terbuka promosi doktor ilmu sosial dan politik Universitas Gadjah Mada, di Sekolah Pasca Sarjana lt. V, Jumat (31/7/2009).
Dalam mempertahankan disertasinya yang berjudul 'Restrukturisasi Organisasi Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kota Surabaya 1999-2007' di hadapan tim penguji yang dipimpin Prof. Dr. Pratikno, lebih jauh Ulung menyebutkan bahwa karakteristik struktur organisasi di kedua daerah tersebut atas dasar pertimbangan utama, pertama, pembentukan unit-unit organisasinya adalah berupa urusan-urusan kewenangan pemerintahan yang ditugaskan oleh pusat kepada daerah, bukan hasil analisis kebutuhan pelayanan publik bagi warga masyarakat. Kedua, pola koordinasi antarunit organisasinya dilakukan secara vertikal, bukan multi-lateral. Ketiga, model struktur organisasinya bersifat hirarkis dan piramidal, bukan networking. Keempat, besaran dan susunanorganisasinya semakin ramping.
''Temuan penelitian ini untuk kasus restrukturisasi organisasi di kedua daerah inu tidak dilakukan dalam paradigma warga, tetapi dilakukan dalam paradigma negara dan paradigma pasar,'' kata Untung, bekerja sebagai dosen Fisipol UMY ini.
Diakui Ulung, restrukturisasi organisasi pemerintah daerah seperti menghasilkan struktur organisasi yang tidak berkarakteristik jaringan (networking) tetapi berkarakteristik campuran antara sifat ramping dengan sifat-sifat hirarkis dan piramidal.
Ditambahkannya, peraturan perundanan baru dan sistem kerja baru serta aspek-aspek manajerial baru, diharapkan adanya pemerintah daerah bisa menunjukkan orientasi kepada kepentingan publik, namun penyusunan struktur organisasi baru yang tidak bertumpu pada paradigma warga jutru yang terbentuk tidak bersifat jaringan dengan stakeholdersnya dalam masyarakat.
Dalam penelitiannya, Ulung menyebutkan aktor-aktor organisasi di dua daerah ini hanya menindaklanjuti perintah-perintah dari pusat untuk perampingan organisasi. Masing-masing kepala daerah memebntuk tim penataan kelembagaan.
''Tim ini lebih mempertimbangkan ketentuan dan aturan dari pemerintah pusat, kepentingan institusional birokrasi pemda, dan sangat kentara kepentingan jabatan bagai aparatur pemda,'' jelas pria kelahiran Batang, Jawa Tengah, 10 Oktober 1965.
Menurut Ulung, pemda seharusnya melakukan model restrukturisasi organisasi pemerintah daerah berbasis pelayanan publik. Dalam model ini, katanya, pemerintah pusat mesti mengeluarkan kebijakan penataan kembali organisasi pemda yang bersifat makro-strategis saja, jangan hanya pada teknis operasional. Kemudian pemda dan DPRD mengadakan public hearing serta melibatkan partisipasi aktif komponen-komponen dalam masyarakat.
Jumat, 31 Juli 2009
Humas UGM Terima Kunjungan 12 Dosen Program Magang Dikti
Kantor Bidang Humas dan Keprotokolan UGM menerima kunjungan 12 dosen muda yang tergabung dalam program magang ditjen dikti tahun anggaran 2009. Kedatangan rombongan diterima oleh Syafrizal, S.I.P., Koordinator Komunikasi Bidang Humas dan Keprotokolan UGM.
Sebelumnya Keduabelas dosen muda tersebut telah melakukan kunjungan ke beberapa unit kerja di Kantor Pusat UGM seperti ke kantor Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat, Kantor Urusan Internasional, Kantor Hukum dan Tata Laksana, serta Direktorat Perencanaan dan Pengembangan untuk mengetahui lebih jauh tentang mekanisme kerja di UGM. Kunjungan di Kantor Pusat UGM tersebut berlangsung selama dua bulan, selanjutnya tiga bulan berikutnya mereka akan magang ke beberapa fakultas di UGM.
Dalam kesempatan tersebut, Syafrizal menjelaskan mengenai gambaran umum bidang humas dan keprotokolan UGM baik tentang tugas maupun mekanisme kerja seperti peliputan berita, konferensi pers, manajemen website, pengelolaan program seremonial dan kunjungan, serta pelayanan informasi pelayanan terpadu. Disamping bertugas mengelola komunikasi eksternal maupun internal UGM, kata Syafrizal, kami juga bertugas untuk membangun citra positif universitas.
" Saat ini kita sedang membangun visi sebagai World Class Riset University/WCRU, humas dalam hal ini juga bertugas untuk meningkatkan publisitas reputasi UGM sebagai universitas riset kelas dunia di berbagi media serta dalam wacana publik," terangnya.
Sementara untuk keprotokolan secara spesifik lebih mengarah untuk meengelola segala bentuk layanan keprotokolan. Antara lain menangani wisuda, pengukuhan guru besar,penerimaan kunjungan tamu, serta seremoni kerjasama.
Ditambahkan oleh pria yang juga merupakan staf pengajar di jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM ini, bahwa pengelolaan bidang humas dan keprotokolan menjadi sesuatu yang penting.. Pengelolaan ini ditujukan untuk mengembangkan transparansi serta profesionalisme universitas disamping untuk memberikan informasi tentang perkembangan UGM pada masyarakat luas.
Salah satu peserta doesn magang, Yuliana Mose, S.Kom, STMIK Parna Raya, Manado, mengungkapkan bahwa di tempat ia bekerja belum ada satu bagian khusus yang bertugas mengelola segala aktivitas humas dan keprotokolan. Bagi kebanyakan orang bagian ini belum dianggap penting, padahal sebenarnya memegang peranan yang besar dalam membangun reputasi universitas, imbuhnya.
"Melalui kunjungan ini saya merasa sangat beruntung karena bisa mempelajari manajemen perguruan tinggi di UGM, bagimana cara UGM membangun citra serta mengembangkan reputasinya".
Sebelumnya Keduabelas dosen muda tersebut telah melakukan kunjungan ke beberapa unit kerja di Kantor Pusat UGM seperti ke kantor Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat, Kantor Urusan Internasional, Kantor Hukum dan Tata Laksana, serta Direktorat Perencanaan dan Pengembangan untuk mengetahui lebih jauh tentang mekanisme kerja di UGM. Kunjungan di Kantor Pusat UGM tersebut berlangsung selama dua bulan, selanjutnya tiga bulan berikutnya mereka akan magang ke beberapa fakultas di UGM.
Dalam kesempatan tersebut, Syafrizal menjelaskan mengenai gambaran umum bidang humas dan keprotokolan UGM baik tentang tugas maupun mekanisme kerja seperti peliputan berita, konferensi pers, manajemen website, pengelolaan program seremonial dan kunjungan, serta pelayanan informasi pelayanan terpadu. Disamping bertugas mengelola komunikasi eksternal maupun internal UGM, kata Syafrizal, kami juga bertugas untuk membangun citra positif universitas.
" Saat ini kita sedang membangun visi sebagai World Class Riset University/WCRU, humas dalam hal ini juga bertugas untuk meningkatkan publisitas reputasi UGM sebagai universitas riset kelas dunia di berbagi media serta dalam wacana publik," terangnya.
Sementara untuk keprotokolan secara spesifik lebih mengarah untuk meengelola segala bentuk layanan keprotokolan. Antara lain menangani wisuda, pengukuhan guru besar,penerimaan kunjungan tamu, serta seremoni kerjasama.
Ditambahkan oleh pria yang juga merupakan staf pengajar di jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM ini, bahwa pengelolaan bidang humas dan keprotokolan menjadi sesuatu yang penting.. Pengelolaan ini ditujukan untuk mengembangkan transparansi serta profesionalisme universitas disamping untuk memberikan informasi tentang perkembangan UGM pada masyarakat luas.
Salah satu peserta doesn magang, Yuliana Mose, S.Kom, STMIK Parna Raya, Manado, mengungkapkan bahwa di tempat ia bekerja belum ada satu bagian khusus yang bertugas mengelola segala aktivitas humas dan keprotokolan. Bagi kebanyakan orang bagian ini belum dianggap penting, padahal sebenarnya memegang peranan yang besar dalam membangun reputasi universitas, imbuhnya.
"Melalui kunjungan ini saya merasa sangat beruntung karena bisa mempelajari manajemen perguruan tinggi di UGM, bagimana cara UGM membangun citra serta mengembangkan reputasinya".
UGM terima 740 Calon Mahasiswa Lewat SNMPTN
Yogyakarta - Sebanyak 740 calon mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) akan diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2009. Pengumuman SNMPTN akan dilakukan serentak pada hari Sabtu 1 Agustus 2009.
"Yang diterima melalui SNMPTN sekitar 740 calon mahasiswa. Saat ini jumlah pendaftar juga mengalami kenaikan sekitar 3 ribu orang," ujar Ketua Panitia Lokal SNMPTN DIY, Budi Prasetyo di kampus UGM, di Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (31/7/2009).
Menurut Budi jumlah total calon mahasiswa yang mendaftar khusus di UGM mengalami peningkatan dari tahun lalu dari 13 ribu pendaftar menjadi sekitar 16 ribu pendaftar. Sementara untuk jurusan yang masih menjadi prioritas dan diminati calon mahasiswa masih tetap sama dibanding tahun sebelumnya yakni seperti di Fakultas Kedokteran. "Kedokteran dan teknik tetap favorit dan paling tinggi peminatnya," ungkap Budi.
Selain jumlah pendaftar yang naik kata dia, daya tampung calon mahasiswa yang akan diterima di masing-masing fakultas juga naik. Jika tahun lalu UGM hanya menerima sekitar 300 calon mahasiswa, maka tahun ini menjadi 740 orang atau naik 100 persen.
Ketika ditanyakan jumlah total calon mahasiswa yang diterima di tiga PTN yakni UGM, UNY dan UIN Sunan Kalijaga melalui SNMPTN. Budi mengatakan sekitar 3.800 calon yang diterima melalui jalur tersebut. "Total di 3 PTN sekitar 3.800 calon mahasiswa dan UNY masih yang terbanyak," katanya.
Dia menambahkan baik penerimaan calon mahasiswa melalui jalur SNMPTN atau pun Ujian Tulis (Utul) dilakukan secara transparan dan semua dikenakan biaya atau tidak gratis. Jumlah Sumbangan Pengembangan Mutu Akademik (SPMA) pada UTUL tahun ini tidak ada yang nol rupiah. Namun bagi yang tidak mampu bisa mengajukan untuk bisa menerima beasiswa yang disediakan.
"Untuk beasiswa dan keringanan bagi yang tak mampu, kita sudah menyiapkan," pungkas Budi.
"Yang diterima melalui SNMPTN sekitar 740 calon mahasiswa. Saat ini jumlah pendaftar juga mengalami kenaikan sekitar 3 ribu orang," ujar Ketua Panitia Lokal SNMPTN DIY, Budi Prasetyo di kampus UGM, di Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (31/7/2009).
Menurut Budi jumlah total calon mahasiswa yang mendaftar khusus di UGM mengalami peningkatan dari tahun lalu dari 13 ribu pendaftar menjadi sekitar 16 ribu pendaftar. Sementara untuk jurusan yang masih menjadi prioritas dan diminati calon mahasiswa masih tetap sama dibanding tahun sebelumnya yakni seperti di Fakultas Kedokteran. "Kedokteran dan teknik tetap favorit dan paling tinggi peminatnya," ungkap Budi.
Selain jumlah pendaftar yang naik kata dia, daya tampung calon mahasiswa yang akan diterima di masing-masing fakultas juga naik. Jika tahun lalu UGM hanya menerima sekitar 300 calon mahasiswa, maka tahun ini menjadi 740 orang atau naik 100 persen.
Ketika ditanyakan jumlah total calon mahasiswa yang diterima di tiga PTN yakni UGM, UNY dan UIN Sunan Kalijaga melalui SNMPTN. Budi mengatakan sekitar 3.800 calon yang diterima melalui jalur tersebut. "Total di 3 PTN sekitar 3.800 calon mahasiswa dan UNY masih yang terbanyak," katanya.
Dia menambahkan baik penerimaan calon mahasiswa melalui jalur SNMPTN atau pun Ujian Tulis (Utul) dilakukan secara transparan dan semua dikenakan biaya atau tidak gratis. Jumlah Sumbangan Pengembangan Mutu Akademik (SPMA) pada UTUL tahun ini tidak ada yang nol rupiah. Namun bagi yang tidak mampu bisa mengajukan untuk bisa menerima beasiswa yang disediakan.
"Untuk beasiswa dan keringanan bagi yang tak mampu, kita sudah menyiapkan," pungkas Budi.
UGM Siapkan Sejumlah Skenario Untuk Andika
Yogyakarta - Tim SAR di Lumajang masih melakukan pencarian terhadap mahasiswa Universitas Gadjah Mada UGM), Andika Listiono Putro yang hilang saat pendakian di Gunung Semeru. UGM menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan dalam pencarian Andika hingga hari ketiga ini.
"Beberapa skenario telah disiapkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan Fisipol.
Skenario sampai yang terburuk misalnya mengalami kecelakaan hingga meninggal," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Sentot Hariyanto kepada wartawan di kampus UGM di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (31/7/2009).
Bila mengalami luka atau tidak bisa terselamatkan kata Hariyanto, UGM akan menyiapkan ambulance, rumah sakit terdekat serta kemungkinan lainnya misalnya tempat pemakaman. Termasuk misalnya akan disemayamkan di UGM dulu atau langsung dikuburkan di Mojokerto.
"Itu hanya skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan setelah pencarian hari ketiga. Kita terus berkomunikasi dengan tim yang ada di Lumajang. Tapi kita tetap berdoa untuk yang terbaik," katanya.
Dia mengatakan UGM juga akan mengupayakan untuk bisa menanggung semua biaya yang akan dikeluarkan. Sebab semua mahasiswa UGM sudah tercover dalam asuransi dari GMC (Gadjahma Medical Center).
"Semua kita upayakan karena ada asuransi dari GMC. Sedang di luar itu bisa sharing antara universitas dan fakultas," katanya.
Menurut Sentot, nantinya semua kegiatan kampus yang terkait dengan kegiatan beresiko harus memenuhi SOP seperti ijin dari Fakultas, Universitas dan sepengetahuan orang tua.
“Sejauh ini sudah ada Sekber kesenian dan olahraga. Dengan dihidupkannya Sekber pecinta alam nantinya akan ada SOP lebih detil serta pelatihan dari para senior pecinta alam,” jelasnya.
Sedangkan mengenai pendakian ke Semeru oleh kelompok pecinta alam Setrajana kemarin sampai saat ini dirinya masih menelusuri apakah sebelumnya sudah ada ijin dari pihak Fakultas atau kah belum.
"Beberapa skenario telah disiapkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan Fisipol.
Skenario sampai yang terburuk misalnya mengalami kecelakaan hingga meninggal," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Sentot Hariyanto kepada wartawan di kampus UGM di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (31/7/2009).
Bila mengalami luka atau tidak bisa terselamatkan kata Hariyanto, UGM akan menyiapkan ambulance, rumah sakit terdekat serta kemungkinan lainnya misalnya tempat pemakaman. Termasuk misalnya akan disemayamkan di UGM dulu atau langsung dikuburkan di Mojokerto.
"Itu hanya skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan setelah pencarian hari ketiga. Kita terus berkomunikasi dengan tim yang ada di Lumajang. Tapi kita tetap berdoa untuk yang terbaik," katanya.
Dia mengatakan UGM juga akan mengupayakan untuk bisa menanggung semua biaya yang akan dikeluarkan. Sebab semua mahasiswa UGM sudah tercover dalam asuransi dari GMC (Gadjahma Medical Center).
"Semua kita upayakan karena ada asuransi dari GMC. Sedang di luar itu bisa sharing antara universitas dan fakultas," katanya.
Menurut Sentot, nantinya semua kegiatan kampus yang terkait dengan kegiatan beresiko harus memenuhi SOP seperti ijin dari Fakultas, Universitas dan sepengetahuan orang tua.
“Sejauh ini sudah ada Sekber kesenian dan olahraga. Dengan dihidupkannya Sekber pecinta alam nantinya akan ada SOP lebih detil serta pelatihan dari para senior pecinta alam,” jelasnya.
Sedangkan mengenai pendakian ke Semeru oleh kelompok pecinta alam Setrajana kemarin sampai saat ini dirinya masih menelusuri apakah sebelumnya sudah ada ijin dari pihak Fakultas atau kah belum.
Kronologi Hilangnya Andika
berdasarkan kronologi yang ada di Posko Fisipol UGM, kegiatan pendakikan Andika dilakukan bersama 6 orang temannya itu dimulai tanggal 24 sampai 29 Juli 2009. Lima orang anggota tercatat dari KPALH Setrajana-Fisipol UGM dibantu dua partisipan dari luar UGM.
Lima anggota KPALH Setrajana itu adalah :
1. Andri Samad Rambe /D3 Advertising UGM Fisipol 2005
2. Muhammad Iqbal willyanto/ S1 Sosiatri Fisipol UGM 2005
3. Hari Rachmawan/S1 Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM 2007
4. Lazuardhi Dwi Irawan/S1 Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM 2007
5. Andika Listyono Putra/S1 Administrasi Negara Fisipol UGM 2008 (DILAPORKAN TERSESAT)
Partisipan di luar anggota Setrajana :
1. Ade – AKINDO Yogyakarta
2. Aska - Surabaya
Kronologi Kegiatan
Sumber Informasi : dari Andri anggota rombongan pendakian Semeru yang sekarang sudah
berada di Ranupane (BASECAMP – Pintu Masuk Pendakian Ke Gunung Semeru.
Kronologi Sebelum hari Selasa, 28 Juli 2009
• Rombongan KPALH Setrajana berangkat menuju Gunung Semeru pada tanggal 24 Juli 2009
Pukul 21.00 dengan menggunakan Kereta Gaya Baru Malam dengan jurusan Surabaya dalam
rangka Perjalanan Pendakian Bersama Gunung Semeru.
• Tiba di Surabaya
• Surabaya – Ranupane
• Ranupane – Puncak Semeru
Hari Selasa, 28 Juli 2009
• Rombongan mencapai Puncak Semeru (28/07/2009) pagi bersama-sama dengan rombongan
lain (sekitar 3 kelompok) dengan kondisi eksternal cuaca berkabut dan angin besar.
• Rombongan pendaki turun dari Puncak Semeru menuju pos camp di Kalimati pada hari
Selasa (28/08/2009 jam 09.00 WIB) dalam kondisi fisik normal dalam satu kelompok.
Beberapa waktu kemudian Andhika Listyono terpisah dari rombongan pada saat
perjalanan turun tersebut. Survivor dan rombongan terpisah oleh punggungan yang
berada di sebelah kanan jalur pendakian. Namun Andhika L. dan rombongan masih bisa
berkomunikasi dengan teriakan. Dikarenakan karena kondisi angin yang ada saat itu
cenderung mengarah ke arah rombongan maka suara teriakan dari Andhika L. dapat
terdengar oleh rombongan, akan tetapi suara rombongan tidak dapat terdengar oleh
Andhika L. Kemudian rombongan segera mengejar survivor dengan terbagi menjadi 2
kelompok. Kelompok pertama kembali ke atas dan menuruni jalur yang dilalui survivor
dan kelompok kedua langsung turun dengan maksud memotong jalur yang diperkirakan
akan dilalui survivor. Akan tetapi karena kondisi jarak pandang yang pendek dan
kondisi medan yang sulit menyebabkan kedua kelompok tersebut kehilangan jejak
survivor. Kedua rombongan berkumpul kembali di camp Kalimati dan berusaha mencari
survivor di sekitar Kalimati. Setelah didiskusikan, rombongan memutuskan untuk
membagi menjadi 2 kelompok lagi. Kelompok pertama 3 orang (Hari. R, Ardi dan Aska)
tinggal di camp Kalimati bersama 20 pendaki lainnya dengan tujuan menunggu dan
memulihkan kondisi fisik, dan kelompok kedua (Andri S.R., M. Iqbal dan Ade) menuju
ke Ranukumbolo untuk beristirahat di Ranukumbolo dan Andri S.R. segera meneruskan
perjalanan menuju ke Pos Pendakian Ranupane untuk melapor ke Pos Pendakian di
Ranupane.
• Andri sampai di Ranupane jam 17.00 WIB dan TIM SAR TN BTS langsung meluncur ke
lokasi untuk melakukan pencarian survivor dan penjemputan 3 orang yang berada di
Kalimati dan 2 orang di Ranukumbolo.
Lima anggota KPALH Setrajana itu adalah :
1. Andri Samad Rambe /D3 Advertising UGM Fisipol 2005
2. Muhammad Iqbal willyanto/ S1 Sosiatri Fisipol UGM 2005
3. Hari Rachmawan/S1 Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM 2007
4. Lazuardhi Dwi Irawan/S1 Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM 2007
5. Andika Listyono Putra/S1 Administrasi Negara Fisipol UGM 2008 (DILAPORKAN TERSESAT)
Partisipan di luar anggota Setrajana :
1. Ade – AKINDO Yogyakarta
2. Aska - Surabaya
Kronologi Kegiatan
Sumber Informasi : dari Andri anggota rombongan pendakian Semeru yang sekarang sudah
berada di Ranupane (BASECAMP – Pintu Masuk Pendakian Ke Gunung Semeru.
Kronologi Sebelum hari Selasa, 28 Juli 2009
• Rombongan KPALH Setrajana berangkat menuju Gunung Semeru pada tanggal 24 Juli 2009
Pukul 21.00 dengan menggunakan Kereta Gaya Baru Malam dengan jurusan Surabaya dalam
rangka Perjalanan Pendakian Bersama Gunung Semeru.
• Tiba di Surabaya
• Surabaya – Ranupane
• Ranupane – Puncak Semeru
Hari Selasa, 28 Juli 2009
• Rombongan mencapai Puncak Semeru (28/07/2009) pagi bersama-sama dengan rombongan
lain (sekitar 3 kelompok) dengan kondisi eksternal cuaca berkabut dan angin besar.
• Rombongan pendaki turun dari Puncak Semeru menuju pos camp di Kalimati pada hari
Selasa (28/08/2009 jam 09.00 WIB) dalam kondisi fisik normal dalam satu kelompok.
Beberapa waktu kemudian Andhika Listyono terpisah dari rombongan pada saat
perjalanan turun tersebut. Survivor dan rombongan terpisah oleh punggungan yang
berada di sebelah kanan jalur pendakian. Namun Andhika L. dan rombongan masih bisa
berkomunikasi dengan teriakan. Dikarenakan karena kondisi angin yang ada saat itu
cenderung mengarah ke arah rombongan maka suara teriakan dari Andhika L. dapat
terdengar oleh rombongan, akan tetapi suara rombongan tidak dapat terdengar oleh
Andhika L. Kemudian rombongan segera mengejar survivor dengan terbagi menjadi 2
kelompok. Kelompok pertama kembali ke atas dan menuruni jalur yang dilalui survivor
dan kelompok kedua langsung turun dengan maksud memotong jalur yang diperkirakan
akan dilalui survivor. Akan tetapi karena kondisi jarak pandang yang pendek dan
kondisi medan yang sulit menyebabkan kedua kelompok tersebut kehilangan jejak
survivor. Kedua rombongan berkumpul kembali di camp Kalimati dan berusaha mencari
survivor di sekitar Kalimati. Setelah didiskusikan, rombongan memutuskan untuk
membagi menjadi 2 kelompok lagi. Kelompok pertama 3 orang (Hari. R, Ardi dan Aska)
tinggal di camp Kalimati bersama 20 pendaki lainnya dengan tujuan menunggu dan
memulihkan kondisi fisik, dan kelompok kedua (Andri S.R., M. Iqbal dan Ade) menuju
ke Ranukumbolo untuk beristirahat di Ranukumbolo dan Andri S.R. segera meneruskan
perjalanan menuju ke Pos Pendakian Ranupane untuk melapor ke Pos Pendakian di
Ranupane.
• Andri sampai di Ranupane jam 17.00 WIB dan TIM SAR TN BTS langsung meluncur ke
lokasi untuk melakukan pencarian survivor dan penjemputan 3 orang yang berada di
Kalimati dan 2 orang di Ranukumbolo.
Kamis, 30 Juli 2009
Diisukan Menyerahkan Diri, Rumah Orangtua Maruto Diawasi Aparat
Klaten - Kabar akan menyerahkan diri Maruto (29) yang disebut-sebut orang terdekat buronan Noordin M. Top sudah sampai ke rumah orangtuanya di Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Meski sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai isu tersebut.
Berdasarkan pantauan detukcom di Desa Pakisan Kecamatan Cawas hingga pukul 15.00 WIB, aparat setempat baik aparat Polres Klaten, Kodim Klaten tampak mengawasi dari kejauhan rumah Sujono, orangtua Maruto Jati Sulistio. Mereka semuanya berpakaian preman, tampak terus mengawasi setiap orang yang datang ke rumah Maruto dari jarak 100-an meter.
Namun kabar akan menyerahnya Maruto sudah tersiar di desa itu sejak siang pukul 12.00. Warga sekitar maupun para perangkat desa setempat pun juga sudah mendengar kabar itu sejak para wartawan mulai berdatangan di rumah tersebut.
Sementara itu, para wartawan cetak dan elektronik juga banyak menunggu di dekat rumah tersebut. Rumah yang tinggali orangtua Maruto, Sujono dan istri Ny Sri Mulyani serta anggota keluarga lain tampak daun pintu tertutup rapat.
Keduanya juga tidak tampak berada di dalam rumah. Sejak kemarin mereka sudah menyatakan tidak bersedia melayani permintaan wawancara para wartawan. Sedangkan beberapa orang kerabat yang tinggal di dekat rumah itu juga menyatakan tidak tahu.
"Tadi pagi Pak Yono masih ada di rumah, tapi sampai siang ini tidak ada di rumah sepertinya pergi, tapi tidak tahu kemana," kata salah seorang tetangga, Eko Budi pada wartawan.
Berdasarkan pantauan detukcom di Desa Pakisan Kecamatan Cawas hingga pukul 15.00 WIB, aparat setempat baik aparat Polres Klaten, Kodim Klaten tampak mengawasi dari kejauhan rumah Sujono, orangtua Maruto Jati Sulistio. Mereka semuanya berpakaian preman, tampak terus mengawasi setiap orang yang datang ke rumah Maruto dari jarak 100-an meter.
Namun kabar akan menyerahnya Maruto sudah tersiar di desa itu sejak siang pukul 12.00. Warga sekitar maupun para perangkat desa setempat pun juga sudah mendengar kabar itu sejak para wartawan mulai berdatangan di rumah tersebut.
Sementara itu, para wartawan cetak dan elektronik juga banyak menunggu di dekat rumah tersebut. Rumah yang tinggali orangtua Maruto, Sujono dan istri Ny Sri Mulyani serta anggota keluarga lain tampak daun pintu tertutup rapat.
Keduanya juga tidak tampak berada di dalam rumah. Sejak kemarin mereka sudah menyatakan tidak bersedia melayani permintaan wawancara para wartawan. Sedangkan beberapa orang kerabat yang tinggal di dekat rumah itu juga menyatakan tidak tahu.
"Tadi pagi Pak Yono masih ada di rumah, tapi sampai siang ini tidak ada di rumah sepertinya pergi, tapi tidak tahu kemana," kata salah seorang tetangga, Eko Budi pada wartawan.
Webometrics Juli 2009: UGM Posisi 72 Top Asia
Webometrics menempatkan Universitas Gadjah Mada sebagai satu-satunya perguruan tinggi (PT) di Indonesia yang masuk daftar Top 100 Asia, yakni pada peringkat ke-72. Sementara tiga besar perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pada daftar Top 100 Asia Tenggara adalah UGM, ITB, dan UI.
Peringkat UGM pada Webometrics kali ini memang mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan posisi bulan Januari 2009, yang menempatkan UGM pada posisi 64. Penurunan ini dipandang cukup wajar mengingat peringkat di Webometrics memang fluktuatif.
Menurut Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM, Suryo Baskoro, posisi UGM untuk Webometrics Top 100 Asia memang cukup dinamis. Pada tahun 2006 UGM berada pada posisi 100, tahun 2007 (95), Januari 2008 (57), Juli 2008 (74), dan Januari 2009 pada posisi 64.
"Untuk Top 100 Asia kali ini, UGM merupakan satu-satunya PT di Indonesia yang masuk dalam daftar, sementara untuk Top 100 Asia Tenggara, UGM menempati posisi 8, ITB 13, dan UI 21, disusul beberapa PT Indonesia lainnya seperti Universitas Kristen Petra, Universitas Gunadarma, dan UNS," ujar Suryo di kampus UGM, Kamis (30/7).
Menanggapi peringkat Webometrics yang diperoleh UGM, Suryo menjelaskan pemeringkatan oleh Webometrics didasarkan pada keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Pengukurannya menggunakan 4 indikator: Size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web PT; Visibility (V), atau jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain PT yang dinilai; Rich Files (RF), yakni relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi PT tersebut; dan Scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain PT.
"Data yang dikumpulkan dengan empat indikator tersebut diolah dan digunakan untuk memeringkat lebih kurang 4.000 PT dari seluruh dunia. Daftar peringkat PT dikeluarkan dua kali setiap tahun, yakni bulan Januari dan Juli," jelasnya.
Menurut Suryo, peringkat Webometrics sesungguhnya bukan menjadi tujuan yang hendak dicapai karena UGM saat ini lebih fokus pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiseminasikan karya-karya sivitas akademikanya dalam rangka turut memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi bangsa. UGM akan senantiasa meningkatkan upload karya-karya dosen di website sehingga tidak hanya dibaca oleh banyak orang, tetapi juga dirujuk oleh para pakar dari Indonesia dan internasional.
"Sekali lagi ini menunjukkan bahwa publikasi elektronik di situs http://www.ugm.ac.id dinilai yang paling komprehensif dan paling kaya di negeri ini," paparnya sekaligus berharap agar ke depan kualitas dan kuantitas publikasi elektronik di UGM lebih baik.
Peringkat UGM pada Webometrics kali ini memang mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan posisi bulan Januari 2009, yang menempatkan UGM pada posisi 64. Penurunan ini dipandang cukup wajar mengingat peringkat di Webometrics memang fluktuatif.
Menurut Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM, Suryo Baskoro, posisi UGM untuk Webometrics Top 100 Asia memang cukup dinamis. Pada tahun 2006 UGM berada pada posisi 100, tahun 2007 (95), Januari 2008 (57), Juli 2008 (74), dan Januari 2009 pada posisi 64.
"Untuk Top 100 Asia kali ini, UGM merupakan satu-satunya PT di Indonesia yang masuk dalam daftar, sementara untuk Top 100 Asia Tenggara, UGM menempati posisi 8, ITB 13, dan UI 21, disusul beberapa PT Indonesia lainnya seperti Universitas Kristen Petra, Universitas Gunadarma, dan UNS," ujar Suryo di kampus UGM, Kamis (30/7).
Menanggapi peringkat Webometrics yang diperoleh UGM, Suryo menjelaskan pemeringkatan oleh Webometrics didasarkan pada keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Pengukurannya menggunakan 4 indikator: Size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web PT; Visibility (V), atau jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain PT yang dinilai; Rich Files (RF), yakni relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi PT tersebut; dan Scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain PT.
"Data yang dikumpulkan dengan empat indikator tersebut diolah dan digunakan untuk memeringkat lebih kurang 4.000 PT dari seluruh dunia. Daftar peringkat PT dikeluarkan dua kali setiap tahun, yakni bulan Januari dan Juli," jelasnya.
Menurut Suryo, peringkat Webometrics sesungguhnya bukan menjadi tujuan yang hendak dicapai karena UGM saat ini lebih fokus pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiseminasikan karya-karya sivitas akademikanya dalam rangka turut memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi bangsa. UGM akan senantiasa meningkatkan upload karya-karya dosen di website sehingga tidak hanya dibaca oleh banyak orang, tetapi juga dirujuk oleh para pakar dari Indonesia dan internasional.
"Sekali lagi ini menunjukkan bahwa publikasi elektronik di situs http://www.ugm.ac.id dinilai yang paling komprehensif dan paling kaya di negeri ini," paparnya sekaligus berharap agar ke depan kualitas dan kuantitas publikasi elektronik di UGM lebih baik.
UGM Berangkatkan Tim ke Lumajang dan Mojokerto
Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirimkan dua tim ke Jawa Timur untuk membantu pencarian Andika Listiono Putra (20) yang hilang saat pendakian di Gunung Semeru. Sampai saat ini pencarian terhada mahasiswa Jurusan Administrasi Negara (AN) Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) itu masih dilakukan.
Satu tim yang terdiri 20 orang beranggotakan mahasiswa anggota KPLAH Setrajana UGM dan relawan dari Yogyakarta untuk membantu pencarian Andika. Sedangkan satu tim lagi beranggotakan pengurus fakultas dan universitas dakan menuju rumah Andika di Mojokerto.
"Tim yang ke Lumajang akan membantu Tim SAR yang sudah berada di Pos Ranupane di Semeru. Mereka sudah berangkat tadi pukul 10.00 WIB," kata Yoga, koordinator posko sekretariat Setrajana di Jl Socio Justicia, Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (30/7/2009).
Menurut Yoga, mereka akan membantu bebarapa hal teknis dan non teknis selama dalam pencarian. Pencarian saat ini sudah dilakukan Tim SAR dari Lumajang.
Sementara itu menurut sepupu Andika, Ananta Ari Pramana, pihak keluarga Andika di Mojokerto juga sudah dihubungi oleh pihak fakultas. Saat ini pihak keluarga yakni paman Andika, Arioto sudah menuju Lumajang.
Sebelum pergi naik gunung, Andika sempat berpamitan dengan salah satu bibinya Wiwik Suparsih. Andika yang dipanggil sehari-hari dengan sebutan Sinyo itu merupakan anak yatim piatu. Dia adalah anak tunggal pasangan Robiyono dan Wiwik Suparti. Kedua orangtua Andika telah meninggal dunia sekitar 3 bulan lalu akibat kecelakaan lalu lintas di Mojokerto. Saat ini Andika menjadi anak angkat bibinya.
Satu tim yang terdiri 20 orang beranggotakan mahasiswa anggota KPLAH Setrajana UGM dan relawan dari Yogyakarta untuk membantu pencarian Andika. Sedangkan satu tim lagi beranggotakan pengurus fakultas dan universitas dakan menuju rumah Andika di Mojokerto.
"Tim yang ke Lumajang akan membantu Tim SAR yang sudah berada di Pos Ranupane di Semeru. Mereka sudah berangkat tadi pukul 10.00 WIB," kata Yoga, koordinator posko sekretariat Setrajana di Jl Socio Justicia, Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (30/7/2009).
Menurut Yoga, mereka akan membantu bebarapa hal teknis dan non teknis selama dalam pencarian. Pencarian saat ini sudah dilakukan Tim SAR dari Lumajang.
Sementara itu menurut sepupu Andika, Ananta Ari Pramana, pihak keluarga Andika di Mojokerto juga sudah dihubungi oleh pihak fakultas. Saat ini pihak keluarga yakni paman Andika, Arioto sudah menuju Lumajang.
Sebelum pergi naik gunung, Andika sempat berpamitan dengan salah satu bibinya Wiwik Suparsih. Andika yang dipanggil sehari-hari dengan sebutan Sinyo itu merupakan anak yatim piatu. Dia adalah anak tunggal pasangan Robiyono dan Wiwik Suparti. Kedua orangtua Andika telah meninggal dunia sekitar 3 bulan lalu akibat kecelakaan lalu lintas di Mojokerto. Saat ini Andika menjadi anak angkat bibinya.
Rabu, 29 Juli 2009
Mahasiswa UGM Hilang di Gunung Semeru
Yogyakarta - Andika Listiono Putra (20) mahasiswa jurusan Administrasi Negara (AN), Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) dikabarkan hilang di Gunung Semeru, Jawa Timur. Andika hilang setelah mengikuti kegiatan pendakian di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
"Saat ini masih dilakukan pencarian, tim pencari juga sudah berkoordinasi dengan Tim SAR setempat," kata Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM, Suryo Baskoro kepada
wartawan di kamopus UGM, di Bulaksumur Yogyakarta, Rabu (29/7/2009).
Suryo mengatakan Andika mengikuti kegiatan pendakian yang dilakukan kelompok pecinta alam Fisipol, Setrayana. Saat ini pihak fakultas, Setrayana masih berusaha mencari informasi yang jelas dari Tim SAR setempat mengenai keberadaan Andika di Gunung Semeru.
"Laporan sementara dari Tim SAR Kabupaten Lumajang, sudah ada enam pendaki yang selamat, namun Andika kehilangan kontak dengan Saat ini belum diketahui sebab-sebab Andika hilang di gunung tersebut," kata Suryo.
Menurut Suryo, rombongan pecinta alam dari Fisipol UGM itu terkena badai saat tengah menuruni puncak gunung. Laporan kehilangan baru diterima di pos Ranupane pada hari Selasa 28 Juli 2009 pukul 17.00 WIB. Saat ini masih dilakukan pencarian.
Andika Listiono Putra merupakan mahasiswa tingkat dua,angkatan 2008, kuliah di jurusan Administrasi Negara, lulusan SMUN 1 Puri, Mojokerto, Jawa Timur.
"Saat ini masih dilakukan pencarian, tim pencari juga sudah berkoordinasi dengan Tim SAR setempat," kata Kepala Bidang Humas dan Keprotokolan UGM, Suryo Baskoro kepada
wartawan di kamopus UGM, di Bulaksumur Yogyakarta, Rabu (29/7/2009).
Suryo mengatakan Andika mengikuti kegiatan pendakian yang dilakukan kelompok pecinta alam Fisipol, Setrayana. Saat ini pihak fakultas, Setrayana masih berusaha mencari informasi yang jelas dari Tim SAR setempat mengenai keberadaan Andika di Gunung Semeru.
"Laporan sementara dari Tim SAR Kabupaten Lumajang, sudah ada enam pendaki yang selamat, namun Andika kehilangan kontak dengan Saat ini belum diketahui sebab-sebab Andika hilang di gunung tersebut," kata Suryo.
Menurut Suryo, rombongan pecinta alam dari Fisipol UGM itu terkena badai saat tengah menuruni puncak gunung. Laporan kehilangan baru diterima di pos Ranupane pada hari Selasa 28 Juli 2009 pukul 17.00 WIB. Saat ini masih dilakukan pencarian.
Andika Listiono Putra merupakan mahasiswa tingkat dua,angkatan 2008, kuliah di jurusan Administrasi Negara, lulusan SMUN 1 Puri, Mojokerto, Jawa Timur.
UGM Terima Kunjungan Delegasi AS
UGM menerima kunjungan dari 10 orang delegasi dari Amerika Serikat, di Ruang Multimedia, Rabu (29/7/2009). Rombongan yang merupakan pimpinan dari 10 universitas di Amerika Serikat tersebut diterima oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., beserta jajaran pimpinan WRS P3M, WR APU, Sekretaris Eksekutif, dan dekan beberapa fakultas di UGM, serta Direktur P2M Dikti.
Kesepuluh delegasi tersebut adalah Dr. Thak Cholemtiarana, Cornell University,
Dr. Mohamed S. El Aasser, Leigh University, Mr. Rolnald La Fayette, North Seattle Community College, Dr. Stephen Dunnett, Uiniversity of Buffalo. Berikutnya James Collins, Northern Illinois University, Dr. William Brustein, Ohio State University, Jay Lemans, Susquehanna Univeristy, Charles Sullivia, university of Michigan, dan Veronica Taylor, University of Washington.
Kedatangan para delegasi dari Amerika Serikat tersebut merupakan bentuk tindak
lanjut dari pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton yang berkomitmen untuk menjalin kerjasama di bidang pendidikan dengan Indonesia. UGM merupakan salah satu universitas, dari empat universitas lainnya yaitu ITB, UI, IPB, dan Udayana, yang mendapat kehormatan menjadi sentral pertemuan untuk mempromosikan diri pada
para delegasi tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, UGM memperkenalkan lebih jauh tentang capaian-capaian yang telah diraih oleh mahasiswa di tingkat internasional. Dan juga disampaikan presentasikan dari dekan beberapa fakultas antara lain, Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, Fakultas Kehutanan, CRCS, mengenai program unggulan serta prestasi yang telah dicapai masing-masing fakultas.
Dr. Rachmat Sriwijaya, Kepala kantor Urusan Internasional (KUI) UGM, di sela-sela acara, menyampaikan bahwa yang menjadi poin penting dari kunjungan ini, bagi Amerika adalah sebagai bentuk penjajagan dalam mencari mitra perguruan tinggi di Indonesia yang sesuai dan berkualitas, disamping melakukan pertukaran staf pengajar serta riset
bersama.
"Hal ini menjadi sangat krusial bagi UGM, dimana kami harus menunjukkan semua potensi yang dimiliki ternasuk fasilitas, program, serta sumber daya lainnya. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa yakin bahwa UGM memang sangat layak menjadi partner mereka," jelas Rachmat.
Dia mengatakan Indonesia dijadikan sebagai salah mitra kerjasama karena di mata Amerika, karena dianggap sebagai negara yang cukup potensial karena memiliki kebudayaan dan pariwisata yang menarik. Begitu juga dengan UGM dan Yogyakarta yang memiliki daya tarik sebagai kota pendidikan, kota budaya, dan kota pariwisata.
"Tiga poin inilah yang menjadi nilai lebih bagi mereka dibanding dengan universitas lainnya. UGM memilikikualitas pendidikan yang cukuptinggi serta bersifat multikultural. Banyak yang menilai bahwa UGM merupakan miniatur Indonesia, dimana
semua budaya Indonesia ada di Jogja khusunya UGM. Hal inilah yang kita jual ke mereka," papar Rachmat.
Rachmat mengatakan mobilitas mahasiswa Amerika yang belajar di Indonesia tidak sepenuhnya kearah pendidikan, akan tetapi lebih ke arah pertukaran budaya. Dikatakan olehnya, mengutip pernyataan dari Dubes Amerika untuk Indonesia, Cameron Hume, beberapa waktu lalu saat berkunjung di UGM, bahwa Amerika memandang Indonesia merupakan negara penting bagi Amerika untuk saat ini dan di masa datang. Indonesia dipandang akan menjadi negara yang besar. Halinilah yang mendasari kerjasama pertukaran mahasiswa ini.
Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mendekatkan hubungan antar Indonesia dengan Amerika, salah satunya adalah kerja sama di pendidikan tinggi. Bentuk kerja sama tersebut diantaranya dengan meningkatkan jumlah penerima beasiswa untuk mahasiswa Amerika belajar di Indonesia yang pada tahun lalu hanya sekitar 1.500 orang menjadi
3.000 orang. Dan meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia untuk menimba ilmu di Amerika, dari 500 orang menjadi 1000 orang.
Kesepuluh delegasi tersebut adalah Dr. Thak Cholemtiarana, Cornell University,
Dr. Mohamed S. El Aasser, Leigh University, Mr. Rolnald La Fayette, North Seattle Community College, Dr. Stephen Dunnett, Uiniversity of Buffalo. Berikutnya James Collins, Northern Illinois University, Dr. William Brustein, Ohio State University, Jay Lemans, Susquehanna Univeristy, Charles Sullivia, university of Michigan, dan Veronica Taylor, University of Washington.
Kedatangan para delegasi dari Amerika Serikat tersebut merupakan bentuk tindak
lanjut dari pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton yang berkomitmen untuk menjalin kerjasama di bidang pendidikan dengan Indonesia. UGM merupakan salah satu universitas, dari empat universitas lainnya yaitu ITB, UI, IPB, dan Udayana, yang mendapat kehormatan menjadi sentral pertemuan untuk mempromosikan diri pada
para delegasi tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, UGM memperkenalkan lebih jauh tentang capaian-capaian yang telah diraih oleh mahasiswa di tingkat internasional. Dan juga disampaikan presentasikan dari dekan beberapa fakultas antara lain, Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, Fakultas Kehutanan, CRCS, mengenai program unggulan serta prestasi yang telah dicapai masing-masing fakultas.
Dr. Rachmat Sriwijaya, Kepala kantor Urusan Internasional (KUI) UGM, di sela-sela acara, menyampaikan bahwa yang menjadi poin penting dari kunjungan ini, bagi Amerika adalah sebagai bentuk penjajagan dalam mencari mitra perguruan tinggi di Indonesia yang sesuai dan berkualitas, disamping melakukan pertukaran staf pengajar serta riset
bersama.
"Hal ini menjadi sangat krusial bagi UGM, dimana kami harus menunjukkan semua potensi yang dimiliki ternasuk fasilitas, program, serta sumber daya lainnya. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa yakin bahwa UGM memang sangat layak menjadi partner mereka," jelas Rachmat.
Dia mengatakan Indonesia dijadikan sebagai salah mitra kerjasama karena di mata Amerika, karena dianggap sebagai negara yang cukup potensial karena memiliki kebudayaan dan pariwisata yang menarik. Begitu juga dengan UGM dan Yogyakarta yang memiliki daya tarik sebagai kota pendidikan, kota budaya, dan kota pariwisata.
"Tiga poin inilah yang menjadi nilai lebih bagi mereka dibanding dengan universitas lainnya. UGM memilikikualitas pendidikan yang cukuptinggi serta bersifat multikultural. Banyak yang menilai bahwa UGM merupakan miniatur Indonesia, dimana
semua budaya Indonesia ada di Jogja khusunya UGM. Hal inilah yang kita jual ke mereka," papar Rachmat.
Rachmat mengatakan mobilitas mahasiswa Amerika yang belajar di Indonesia tidak sepenuhnya kearah pendidikan, akan tetapi lebih ke arah pertukaran budaya. Dikatakan olehnya, mengutip pernyataan dari Dubes Amerika untuk Indonesia, Cameron Hume, beberapa waktu lalu saat berkunjung di UGM, bahwa Amerika memandang Indonesia merupakan negara penting bagi Amerika untuk saat ini dan di masa datang. Indonesia dipandang akan menjadi negara yang besar. Halinilah yang mendasari kerjasama pertukaran mahasiswa ini.
Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mendekatkan hubungan antar Indonesia dengan Amerika, salah satunya adalah kerja sama di pendidikan tinggi. Bentuk kerja sama tersebut diantaranya dengan meningkatkan jumlah penerima beasiswa untuk mahasiswa Amerika belajar di Indonesia yang pada tahun lalu hanya sekitar 1.500 orang menjadi
3.000 orang. Dan meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia untuk menimba ilmu di Amerika, dari 500 orang menjadi 1000 orang.
Rimpang Kunyit Potensial Obati Nyeri Sendi Osteoartritis
Yogyakarta - Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi yang terjadi akibat degenerasi tulang rawan sendi, perubaham pada tulang subkondral dan peradangan di dalam sendi. Penyakit ini timbul akibat kondisi menua dan trauma. Gejala yang sering dirasakan yakni adanya keluhan reumatik pada usia lanjut.
Penyakit ini paling banyak dijumpai di masyarakat karena merupakan penyebab utama gangguan muskuloskeletal di seluruh dunia dan menjadi penyebab ketidakmampuan fisik terbesar kedua setelah penyakit jantung untuk usia diatas 50 tahun.
WHO memperkirakan 400 per seribu populasi dunia yang berusia di atas 70 tahun menderita osteoartritis dan 800 per seribu pasien (OA) mempunyai keterbatasan gerak baik ringan sampai berat yang mengurangi kualitas hidup mereka. Osteoartritis terdapat di seluruh dunia dengan
prevalensi kurang dari 50 orang per seribu penduduk pada populasi berumur di bawah 45 tahun.
Sendi yang paling sering terserang osteoartritis adalah sendi penyangga berat badab seperti sendi lutut dan sendi panggul. Secara umum gejala klinis muncul dengan nyeri sendi saat aktivitas, nyeri sendi malam hari, kaku sendi dan kadang terjadi pembengkakan sendi yang terserang.
"Pemberian kurkuminoid ekstrak rimpang kunyit mengurangi rasa nyeri sendi yang terserang osteoartritis dengan kemampuan yang tidak berbeda dibandingkan obat yang mengandung natrium diklofenak," kata dr. Nyoman Kertia, Sp-PD saat ujian terbuka di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM, di Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (29/7/2009).
Menurut Nyoman, kurkuminoid dapat menghambat sekresi enzim siklogenase-2 (COX-2) dan Reactive Oxygen Intermediate (ROI), mengurangi angka leukosit dan kadar MDA cairan sinovia yang bisa menyebabkan OA.
Sementara obat anti-inflamasi nonsteroid paling banyak diresepkan oleh dokter di seluruh dunia khususnya untuk pengobatan kelainan muskiloskeletal yang disebabkan OA. "Obat sejenis ini hanya mampu menekan inflamasi dan nyeri namun tidak mampu menghambat perjalanan
penyakit OA," kata staf pengajar Bagian Ilmu Penyakit Dalam itu.
Nyoman mengatakan ada beberapa obat anti-inflamasi nonsteroid yang diperlukan untuk menekan
gejala klinis OA, namun ternyata bersifat toksik terhadap kondrosit sehingga memperburuk penyakit itu sendiri. Secara umum memiliki efek samping yang cukup banyak khususnya pada saluran cerna, dapat mengganggu fungsi hati, ginjal, sumsum tulang dan sistem kardiovaskuler.
"Justru ini akan menambah biaya dan mengurangi kualitas hidup pasien tersebut," ungkap dia.
Menurut dia, secara umum penderita OA sepanjang hidupnya memerlukan pengobatan, khususnya obat anti inflamas. Sebab belum ada obat yang bisa menyembuhkan sehingga penyakit ini berlangsung kronik. Kurkumoid adalah metabolit sekunder yang terdapat di dalam rimpang kunyit dan temulawak, yaitu jenis kurkuma yang telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bumbu dan komponen jamu.
"Khasiatnya beraneka ragam sehingga dapat dipergunakan untuk mengobati berbagai penyakit termasuk penyakit reumatik," kata pria kelahiran Buleleng, 16 September 1960.
Sedangkan aktivitas anti-inflamasi kurkumin kata dia, melalui tiga jalur yaitu menekan
aktivitas enzim siklosigenase, enzim lipoksigenase dan sebagai penangkal radikal bebas. "Kemampuan kurkumin ini sangat sangat penting, karena dua jalur yang paling berperan dalam
proses inflamasi sendi adalah jalur siklosigenase dan aktivitas radikal bebas," katanya.
Penyakit ini paling banyak dijumpai di masyarakat karena merupakan penyebab utama gangguan muskuloskeletal di seluruh dunia dan menjadi penyebab ketidakmampuan fisik terbesar kedua setelah penyakit jantung untuk usia diatas 50 tahun.
WHO memperkirakan 400 per seribu populasi dunia yang berusia di atas 70 tahun menderita osteoartritis dan 800 per seribu pasien (OA) mempunyai keterbatasan gerak baik ringan sampai berat yang mengurangi kualitas hidup mereka. Osteoartritis terdapat di seluruh dunia dengan
prevalensi kurang dari 50 orang per seribu penduduk pada populasi berumur di bawah 45 tahun.
Sendi yang paling sering terserang osteoartritis adalah sendi penyangga berat badab seperti sendi lutut dan sendi panggul. Secara umum gejala klinis muncul dengan nyeri sendi saat aktivitas, nyeri sendi malam hari, kaku sendi dan kadang terjadi pembengkakan sendi yang terserang.
"Pemberian kurkuminoid ekstrak rimpang kunyit mengurangi rasa nyeri sendi yang terserang osteoartritis dengan kemampuan yang tidak berbeda dibandingkan obat yang mengandung natrium diklofenak," kata dr. Nyoman Kertia, Sp-PD saat ujian terbuka di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM, di Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (29/7/2009).
Menurut Nyoman, kurkuminoid dapat menghambat sekresi enzim siklogenase-2 (COX-2) dan Reactive Oxygen Intermediate (ROI), mengurangi angka leukosit dan kadar MDA cairan sinovia yang bisa menyebabkan OA.
Sementara obat anti-inflamasi nonsteroid paling banyak diresepkan oleh dokter di seluruh dunia khususnya untuk pengobatan kelainan muskiloskeletal yang disebabkan OA. "Obat sejenis ini hanya mampu menekan inflamasi dan nyeri namun tidak mampu menghambat perjalanan
penyakit OA," kata staf pengajar Bagian Ilmu Penyakit Dalam itu.
Nyoman mengatakan ada beberapa obat anti-inflamasi nonsteroid yang diperlukan untuk menekan
gejala klinis OA, namun ternyata bersifat toksik terhadap kondrosit sehingga memperburuk penyakit itu sendiri. Secara umum memiliki efek samping yang cukup banyak khususnya pada saluran cerna, dapat mengganggu fungsi hati, ginjal, sumsum tulang dan sistem kardiovaskuler.
"Justru ini akan menambah biaya dan mengurangi kualitas hidup pasien tersebut," ungkap dia.
Menurut dia, secara umum penderita OA sepanjang hidupnya memerlukan pengobatan, khususnya obat anti inflamas. Sebab belum ada obat yang bisa menyembuhkan sehingga penyakit ini berlangsung kronik. Kurkumoid adalah metabolit sekunder yang terdapat di dalam rimpang kunyit dan temulawak, yaitu jenis kurkuma yang telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bumbu dan komponen jamu.
"Khasiatnya beraneka ragam sehingga dapat dipergunakan untuk mengobati berbagai penyakit termasuk penyakit reumatik," kata pria kelahiran Buleleng, 16 September 1960.
Sedangkan aktivitas anti-inflamasi kurkumin kata dia, melalui tiga jalur yaitu menekan
aktivitas enzim siklosigenase, enzim lipoksigenase dan sebagai penangkal radikal bebas. "Kemampuan kurkumin ini sangat sangat penting, karena dua jalur yang paling berperan dalam
proses inflamasi sendi adalah jalur siklosigenase dan aktivitas radikal bebas," katanya.
Senin, 27 Juli 2009
Warga Bantul Tanam 5.000 Bibit Bakau
Sebagai upaya mitigasi bencana kawasan pinggir pantai, Palang Merah Indonesia dan Palang Merah German bersama masyarakat Desa Tirtohargo, Senin (27/7) melakukan penanaman pohon bakau di kawasan pantai..
Sebanyak 5000 bibit bakau ditanam di areal pantai sepanjang 2 Km dan lebar 500 meter di wilayah Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul. Penanaman tersebut sebagai kelanjutan program bakau di kawasan pantai Bantul yang sudah dirintis sejak tahun 2003.
Dipilihnya kawasan Tirtohargo karena hanya kawasan itu yang sampai saat ini tanaman bakaunya hidup dan dipelihara. “Syukur, masyarakat sini sadar akan arti penting tanaman bakau dan menjaga bersama. Sedang kawasan pantai lainnya, walau sama-sama ditanami bakau namun sebagian besar mati karena tidak dipelihara atai ditebang,” kata Karjono, Kepala Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul.
Selain kepedulian masyarakat yang mulai terbentuk, untuk menjaga kelestarian bakau pihaknya saat ini sedang menyiapkan peraturan desa (Perdes) tentang tanaman bakau. Rencananya Perdes itu akan mengatur tentang sansksi bagi warga yang merusak atau sanksi bagi pemilik ternak kerbau yang merusak tanaman.
“Kita ini masyarakat peling selatan dan dekat pantai. Kalau terjadi tsunami atau bencana kita ini menjadi pihak pertama yang terkena makanya tanaman bakau ini sangat penting bagi kami,” kata Karjono.
Warsono, 70 tahun selaku relawan yang setiap saatmenjaga dan memelihara bakau menambahkan, sejak tahun 2003 bekerja sama dengan berbagai pihak sudah ditanam lebih dari 100.000 bibit bakau di sepanjang pantai Bantul sepanjang 7 Km. Namun sampai saat ini yang hidup hanya sekitar 30 persen dan berada di kawasan Tirtohargo.
“Ada yang tanahnya ditambang, ada yang membabat tanaman untuk pakan ternak dan lain sebagainya,” katanya.
Padahal, kata kakek enam orang cucu itu, keberadaan tanaman bakau selain membuat kawasan hijau juga banyak manfaat. Tanaman palawija di pinggir pantai juga lebih bagus karena terpaan angin tertahan bakau.
“Ikan saat ini juga lebih banyak sejak bakau hidup,” katanya.
Untuk mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, saat ini pihaknya juga menebar ribuan bibit kepiting di areal tanaman bakau. Rencananya bulan depan, bersama beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) akan dilakukan pelatihan budidaya karamba kepiting untuk mendatangkan keuntungan bagi masyarakat.
Bupati Bantul Idham Samawi yang ikut melakukan penanaman masal 5000 bibit bakau menambahkan, penanaman bakau ini ke depan akan bisa mendatangkan perubahan dunia. “Gerakan manusia menanam ini akan merubah dunia dan memperbaiki kerusakan alam yang saat ini dampaknya sudah terasa,” kata Idham.
Untuk kawasan pantai selatan, kata Idham, selain tanaman bakau untuk penghijauan juga ditanam cemara udang sepanjang lebih dari 5 Km di kawasan Pantai Samas, Srigading, Sanden, bantull.
Diakui Idham, masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan belum sadarnya masyarakat mengakibatkan banyak tanaman rusak dan mati. Namun pihaknya yakin, dengan kepedulian perangkat desa dan tokoh masyarakat, penghijauan ke depan akan berjalan lancar.
“Namun keuntungan ekonomis yang diperoleh di kemudian hari dengan penanaman tembakau, kepedulian masyarakat khususnya perangkat desa akan mampu mngatasi persoalan ketidakpedulian masyarakat,” tegas Idham.
Sebanyak 5000 bibit bakau ditanam di areal pantai sepanjang 2 Km dan lebar 500 meter di wilayah Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul. Penanaman tersebut sebagai kelanjutan program bakau di kawasan pantai Bantul yang sudah dirintis sejak tahun 2003.
Dipilihnya kawasan Tirtohargo karena hanya kawasan itu yang sampai saat ini tanaman bakaunya hidup dan dipelihara. “Syukur, masyarakat sini sadar akan arti penting tanaman bakau dan menjaga bersama. Sedang kawasan pantai lainnya, walau sama-sama ditanami bakau namun sebagian besar mati karena tidak dipelihara atai ditebang,” kata Karjono, Kepala Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul.
Selain kepedulian masyarakat yang mulai terbentuk, untuk menjaga kelestarian bakau pihaknya saat ini sedang menyiapkan peraturan desa (Perdes) tentang tanaman bakau. Rencananya Perdes itu akan mengatur tentang sansksi bagi warga yang merusak atau sanksi bagi pemilik ternak kerbau yang merusak tanaman.
“Kita ini masyarakat peling selatan dan dekat pantai. Kalau terjadi tsunami atau bencana kita ini menjadi pihak pertama yang terkena makanya tanaman bakau ini sangat penting bagi kami,” kata Karjono.
Warsono, 70 tahun selaku relawan yang setiap saatmenjaga dan memelihara bakau menambahkan, sejak tahun 2003 bekerja sama dengan berbagai pihak sudah ditanam lebih dari 100.000 bibit bakau di sepanjang pantai Bantul sepanjang 7 Km. Namun sampai saat ini yang hidup hanya sekitar 30 persen dan berada di kawasan Tirtohargo.
“Ada yang tanahnya ditambang, ada yang membabat tanaman untuk pakan ternak dan lain sebagainya,” katanya.
Padahal, kata kakek enam orang cucu itu, keberadaan tanaman bakau selain membuat kawasan hijau juga banyak manfaat. Tanaman palawija di pinggir pantai juga lebih bagus karena terpaan angin tertahan bakau.
“Ikan saat ini juga lebih banyak sejak bakau hidup,” katanya.
Untuk mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, saat ini pihaknya juga menebar ribuan bibit kepiting di areal tanaman bakau. Rencananya bulan depan, bersama beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) akan dilakukan pelatihan budidaya karamba kepiting untuk mendatangkan keuntungan bagi masyarakat.
Bupati Bantul Idham Samawi yang ikut melakukan penanaman masal 5000 bibit bakau menambahkan, penanaman bakau ini ke depan akan bisa mendatangkan perubahan dunia. “Gerakan manusia menanam ini akan merubah dunia dan memperbaiki kerusakan alam yang saat ini dampaknya sudah terasa,” kata Idham.
Untuk kawasan pantai selatan, kata Idham, selain tanaman bakau untuk penghijauan juga ditanam cemara udang sepanjang lebih dari 5 Km di kawasan Pantai Samas, Srigading, Sanden, bantull.
Diakui Idham, masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan belum sadarnya masyarakat mengakibatkan banyak tanaman rusak dan mati. Namun pihaknya yakin, dengan kepedulian perangkat desa dan tokoh masyarakat, penghijauan ke depan akan berjalan lancar.
“Namun keuntungan ekonomis yang diperoleh di kemudian hari dengan penanaman tembakau, kepedulian masyarakat khususnya perangkat desa akan mampu mngatasi persoalan ketidakpedulian masyarakat,” tegas Idham.
UGM Dominasi Kompetisi Roadmap Pemanfaatan TIK untuk UKM
Dua orang mahasiswa UGM, Prihadi Yogaswara (teknik elektro) dan Irma Susanti (Teknik Sipil) berhasil menjadi juara kompetisi roadmap pemanfaatn TIK untuk UKM setelah enam bulan mengikuti Industry Attachment Program.
Kegiatan magang inovatif yang diselenggarakan kerjasama antara SENADA/USAID dan CISCO diikuti sedikitnya 100 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi terkemuka yang mengikuti magang di 85 perusahaan UKM di berada di pulau Jawa dan Bali.
Perguruan tinggi tersebut berasal dari UGM, UI, BINUS, ITS, Univ. Ciputra dan Univ. Petra. Selain Prihadi dan Irma, satu orang pemenang lainnya diraih oleh Maria
Tjahjadi dari Univ Ciputra. Dalam presentasinya,Prihadi yang kelahiran Jogja, 28 maret 1983,berhasil mengembangkan TIK program linux dan open source untuk transfer data melalui jaringan kabel telpon di perusahaan batik semar, Solo.
"Lebih menghubungkan jaringan komunikasi dan informasi kantor cabang dan kantor pusat, Saya juga kembangakn software untuk keamanan,'' kata mahasiswa angkatan 2OO1 jurusan teknik elektro, fakuktas teknik usai menerima penghargaan sebagai pemenang kompetisi roadmap TIK bagi UGM di Sheraton Hotel Yogyakarta, Senin (27/7).
Selain itu, ia juga membuat aplikasi yang bisa dimanfaatkan sebagai IT Camera untuk memonitor pekerjaan dan pengawasan keamanan.
Sementara Irma membuat desain tentang pengembangan sistem aplikasi infomasi keuangan terkait penggunaan material kayu bekas yang biasa digunakan bahan olahan produk furniture, perusahaan CV Kayu Manis di jalan imogiri, Yogyakarta. Dijelaskan Irma, dirinya mendisain aplikasi sistem informasi production, planning, inventary control (PPIC) dan marketing.
"Pemanfaatan web sebagai media promosi online dan offline,'' ungkapnya.
Disamping itu, kata Irma, aplikasi roadmap yang ia buat juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui pemanfaatan kayu berdasarkan pesanan. "Informasi tersebut cukup efisien dalam usaha furniture," ujar wanita kelahiran malang 6 maret 1982 ini.
Sedangkan Maria Tjahjadi dari universitas Ciputra ini membuat ide tentang pengembangan sistem teknologi akuntansi secara online di perusahaan surfer girl Bali.
Dengan membuat RFID member ID card yang bisa mendeteksi pelanggan yang
berkunjung ke toko.
Seperti yang disampaikan Dikatakan Farid Maruf Senior Advisor ICT SENADA, ketiga pemenang akan diberi hadiah berupa kesempatan berkunjung San Jose, San Fransisko, California, USA yakni tempat kantor pusat CISCO dan perusahaan IT lainnya seperti google dan yahoo.
Sebelumnya, kepada wartawan di sheraton hotel Yogyakarta, kompetisi roadmap dalam rangka untuk kemampuan mahasiswa mengetahui aspirasi dari perusahaan dan meluangkan ide mahasiswa dalam hal mengembangkan TIK.
"Dari kompetisi ini, akan diketahu cara mahasiswa mengkaji esensi dari rencana bisnis, mengetahui masalah dan memberikan solusi untuk penerapan sistem yang tepat,' katanya.
Kegiatan magang inovatif yang diselenggarakan kerjasama antara SENADA/USAID dan CISCO diikuti sedikitnya 100 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi terkemuka yang mengikuti magang di 85 perusahaan UKM di berada di pulau Jawa dan Bali.
Perguruan tinggi tersebut berasal dari UGM, UI, BINUS, ITS, Univ. Ciputra dan Univ. Petra. Selain Prihadi dan Irma, satu orang pemenang lainnya diraih oleh Maria
Tjahjadi dari Univ Ciputra. Dalam presentasinya,Prihadi yang kelahiran Jogja, 28 maret 1983,berhasil mengembangkan TIK program linux dan open source untuk transfer data melalui jaringan kabel telpon di perusahaan batik semar, Solo.
"Lebih menghubungkan jaringan komunikasi dan informasi kantor cabang dan kantor pusat, Saya juga kembangakn software untuk keamanan,'' kata mahasiswa angkatan 2OO1 jurusan teknik elektro, fakuktas teknik usai menerima penghargaan sebagai pemenang kompetisi roadmap TIK bagi UGM di Sheraton Hotel Yogyakarta, Senin (27/7).
Selain itu, ia juga membuat aplikasi yang bisa dimanfaatkan sebagai IT Camera untuk memonitor pekerjaan dan pengawasan keamanan.
Sementara Irma membuat desain tentang pengembangan sistem aplikasi infomasi keuangan terkait penggunaan material kayu bekas yang biasa digunakan bahan olahan produk furniture, perusahaan CV Kayu Manis di jalan imogiri, Yogyakarta. Dijelaskan Irma, dirinya mendisain aplikasi sistem informasi production, planning, inventary control (PPIC) dan marketing.
"Pemanfaatan web sebagai media promosi online dan offline,'' ungkapnya.
Disamping itu, kata Irma, aplikasi roadmap yang ia buat juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui pemanfaatan kayu berdasarkan pesanan. "Informasi tersebut cukup efisien dalam usaha furniture," ujar wanita kelahiran malang 6 maret 1982 ini.
Sedangkan Maria Tjahjadi dari universitas Ciputra ini membuat ide tentang pengembangan sistem teknologi akuntansi secara online di perusahaan surfer girl Bali.
Dengan membuat RFID member ID card yang bisa mendeteksi pelanggan yang
berkunjung ke toko.
Seperti yang disampaikan Dikatakan Farid Maruf Senior Advisor ICT SENADA, ketiga pemenang akan diberi hadiah berupa kesempatan berkunjung San Jose, San Fransisko, California, USA yakni tempat kantor pusat CISCO dan perusahaan IT lainnya seperti google dan yahoo.
Sebelumnya, kepada wartawan di sheraton hotel Yogyakarta, kompetisi roadmap dalam rangka untuk kemampuan mahasiswa mengetahui aspirasi dari perusahaan dan meluangkan ide mahasiswa dalam hal mengembangkan TIK.
"Dari kompetisi ini, akan diketahu cara mahasiswa mengkaji esensi dari rencana bisnis, mengetahui masalah dan memberikan solusi untuk penerapan sistem yang tepat,' katanya.
Tolak Hutang, Demonstran Datangi Acara Sosialisasi Hutang
Yogyakarta - Belasan massa tergabung Pokja Anti Hutang Yogyakarta mendatangi pertemuan sosialisasi hutang untuk proyek pembangunan jalan yang digelar di Hotel Santika Yogyakarta. Mereka menolak adanya hutang karena tidak dilakukan melalui mekanisme yang berlaku antara pemberi hutang dan rakyat/warga yang terkena proyek.
Aksi Pokja Anti Hutang itu dimulai dari Asrama Mahasiswa Aceh di Jl Kartini, Sagan Yogyakarta seusai menggelar acara diskusi. Dari tempat itu mereka kemudian menuju Hotel Santika di Jl Jenderal Sudirman Yogyakarta. Di hotel tersebut tengah digelar pertemuan sosialisasi pembangunan berbagai proyek jalan Tol di Indonesia termasuk proyek jalan lintas selatan di Yogyakarta yang dibiayai oleh Asian Developement Bank (ADB).
Sebelum aksi longmarch dimulai puluhan aparat Poltabes Yogyakarta telah berjaga-jaga di Asrama Aceh. Sekitar satu peleton anggota Poltabes Yogyakarta juga berjaga-jaga di depan Hotel Santika.
Usai berdikusi, massa kemudian menggelar aksi di halaman asrama. Seperti aksi pada umumnya peserta juga membawa poster dan spanduk. Beberapa poster diantaranya bertuliskan "bukan utang ADB tapi nasionalisasi tambang di bawah kontrol rakyat, Tolak utang ADB, IMF, Bangun kemandirian bangsa, Tolak bayar utang elit." Mereka juga meneriakkan yel-yel "tolak hutang" berkali-kali.
Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi menyatakan warga Yogya menolak adanya hutang baru melalui ADB untuk proyek pembangunan jalan lintas selatan di wilayah DIY. Sebab proyek tersebut tidak melalui mekanisme yang berlaku dan tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat. Mereka juga mempertanyakan hutang yang akan menjadi rebutan para elit dan parpol untuk dikorupsi.
Bila proyek itu tetap dijalankan akan banyak rakyat yang menjadi korban. Keterlibatan rakyat dalam konsultasi publik tak perlu dilakukan. Utang melalui ADB dan korporasi swasta ini jelas menunjukkan kebijakan yang pro pasar atau neoliberal.
"Hutang ini juga bukan main-main dengan bunga tinggi 7 persen karena Indonesia dianggap negara mampu. Indonesia akan mengorbankan APBN untuk bayar cicilan utang," kata salah seorang peserta aksi Hikmah.
Ketika massa tiba di Hotel Santika, massa tidak diperbolehkan masuk oleh aparat kepolisian dan petugas satpam hotel. Sambil melakukan negosiasi mereka menggelar aksi damai di dpan pintu gerbang hotel.
Aksi Pokja Anti Hutang itu dimulai dari Asrama Mahasiswa Aceh di Jl Kartini, Sagan Yogyakarta seusai menggelar acara diskusi. Dari tempat itu mereka kemudian menuju Hotel Santika di Jl Jenderal Sudirman Yogyakarta. Di hotel tersebut tengah digelar pertemuan sosialisasi pembangunan berbagai proyek jalan Tol di Indonesia termasuk proyek jalan lintas selatan di Yogyakarta yang dibiayai oleh Asian Developement Bank (ADB).
Sebelum aksi longmarch dimulai puluhan aparat Poltabes Yogyakarta telah berjaga-jaga di Asrama Aceh. Sekitar satu peleton anggota Poltabes Yogyakarta juga berjaga-jaga di depan Hotel Santika.
Usai berdikusi, massa kemudian menggelar aksi di halaman asrama. Seperti aksi pada umumnya peserta juga membawa poster dan spanduk. Beberapa poster diantaranya bertuliskan "bukan utang ADB tapi nasionalisasi tambang di bawah kontrol rakyat, Tolak utang ADB, IMF, Bangun kemandirian bangsa, Tolak bayar utang elit." Mereka juga meneriakkan yel-yel "tolak hutang" berkali-kali.
Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi menyatakan warga Yogya menolak adanya hutang baru melalui ADB untuk proyek pembangunan jalan lintas selatan di wilayah DIY. Sebab proyek tersebut tidak melalui mekanisme yang berlaku dan tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat. Mereka juga mempertanyakan hutang yang akan menjadi rebutan para elit dan parpol untuk dikorupsi.
Bila proyek itu tetap dijalankan akan banyak rakyat yang menjadi korban. Keterlibatan rakyat dalam konsultasi publik tak perlu dilakukan. Utang melalui ADB dan korporasi swasta ini jelas menunjukkan kebijakan yang pro pasar atau neoliberal.
"Hutang ini juga bukan main-main dengan bunga tinggi 7 persen karena Indonesia dianggap negara mampu. Indonesia akan mengorbankan APBN untuk bayar cicilan utang," kata salah seorang peserta aksi Hikmah.
Ketika massa tiba di Hotel Santika, massa tidak diperbolehkan masuk oleh aparat kepolisian dan petugas satpam hotel. Sambil melakukan negosiasi mereka menggelar aksi damai di dpan pintu gerbang hotel.
UKM Harus Manfaatkan TI
Yogyakarta - Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi andalan produk ekspor Indonesia. Para pelaku UKM perlu didorong untuk memanfaatkan penggunaan teknologi informasi (TI), agar produknya mampu bersaing dengan negara lain.
"Potensi sektor UKM kita sangat besar, tapi belum didukung pemakaian TI yang memadai, mereka masih beranggapan menggunakan TI itu mahal," kata Senior Industry Advisor Senada USAID, Farid Ma'ruf kepada wartawan dalam acara "Industry Attachment Program (IAP) di Hote Sheraton Mustika di Jl Solo, Yogyakarta, Senin (27/7/2009).
Menurut Farid, sektor UKM perlu didorong agar memanfaatkan TI sehingga produk ekspor yang dihasilkan mempunyai daya saing. Pemanfaatan TI selain bisa meningkatkan inovasi, juga mampu meningkatkan produktifitas produksi dan efisiensi kerja.
"Kita bekerjasama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk membantu UKM, karena mereka beranggapan penggunaan TI itu mahal dan tidak banyak tersedia tenaga kerja yang punya kemampuan di bidang TI," kata Farid didampingi Direktur Pemasaran Cisco Indonesia, Kurnijatnto E. Sanggono.
Untuk program tersebut kata Farid, pihaknya menggandeng 100 mahasiswa dari 6 perguruan tinggi untuk magang di 85 UKM. Selama 77 hari, mereka magang di berbagai sektor UKM baik perusahaan garmen, furnitur, kerajinan kulit, logam, footwear dan lain-lain.
Para mahasiswa itu membantu secara teknis penggunaan TI misalnya untuk desain produk, aplikasi komputer untuk pembuatan model hingga membantu perusahaan dalam merencanakan investasi pada teknologi internet. Pemanfaatan TI itu diharapkan perusahaan bisa melakukan efisinsi biaya, waktu sehingga kinerja menjadi cepat, tepat dan murah.
"Dari 100 orang mahasiswa itu yang berhasil menyelesaikan program dengan tepat dan seusai rencana sebanyak 61 mahasiswa, sedang sisanya gagal. Mereka benar-benar magang membantu perusahaan menyelesaikan berbagai masalah," ungkap dia.
Farid menambahkan dari 61 peserta mahasiswa magang terpilih 13 orang nominator. Sebanyak 3 orang peserta IAP terpilih dengan roadmap terbaik karena mampu memberikan nilai tambah perusahaan. Tiga orang itu, Irma Susanti (UGM), Maria Tjahyadi (Universitas Ciputra dan Pribadi Yogaswara (UGM)
"Potensi sektor UKM kita sangat besar, tapi belum didukung pemakaian TI yang memadai, mereka masih beranggapan menggunakan TI itu mahal," kata Senior Industry Advisor Senada USAID, Farid Ma'ruf kepada wartawan dalam acara "Industry Attachment Program (IAP) di Hote Sheraton Mustika di Jl Solo, Yogyakarta, Senin (27/7/2009).
Menurut Farid, sektor UKM perlu didorong agar memanfaatkan TI sehingga produk ekspor yang dihasilkan mempunyai daya saing. Pemanfaatan TI selain bisa meningkatkan inovasi, juga mampu meningkatkan produktifitas produksi dan efisiensi kerja.
"Kita bekerjasama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk membantu UKM, karena mereka beranggapan penggunaan TI itu mahal dan tidak banyak tersedia tenaga kerja yang punya kemampuan di bidang TI," kata Farid didampingi Direktur Pemasaran Cisco Indonesia, Kurnijatnto E. Sanggono.
Untuk program tersebut kata Farid, pihaknya menggandeng 100 mahasiswa dari 6 perguruan tinggi untuk magang di 85 UKM. Selama 77 hari, mereka magang di berbagai sektor UKM baik perusahaan garmen, furnitur, kerajinan kulit, logam, footwear dan lain-lain.
Para mahasiswa itu membantu secara teknis penggunaan TI misalnya untuk desain produk, aplikasi komputer untuk pembuatan model hingga membantu perusahaan dalam merencanakan investasi pada teknologi internet. Pemanfaatan TI itu diharapkan perusahaan bisa melakukan efisinsi biaya, waktu sehingga kinerja menjadi cepat, tepat dan murah.
"Dari 100 orang mahasiswa itu yang berhasil menyelesaikan program dengan tepat dan seusai rencana sebanyak 61 mahasiswa, sedang sisanya gagal. Mereka benar-benar magang membantu perusahaan menyelesaikan berbagai masalah," ungkap dia.
Farid menambahkan dari 61 peserta mahasiswa magang terpilih 13 orang nominator. Sebanyak 3 orang peserta IAP terpilih dengan roadmap terbaik karena mampu memberikan nilai tambah perusahaan. Tiga orang itu, Irma Susanti (UGM), Maria Tjahyadi (Universitas Ciputra dan Pribadi Yogaswara (UGM)
Sabtu, 25 Juli 2009
Sultan HB X Terpilih Sebagai Ketua Umum Kagama
Yogyakarta - Sri Sultan Hamengkubuwono X terpilih menjadi Ketua umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) periode 2009-2014.
Dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di Gedung Grha Sabha Pramana (GSP) UGM hingga dinihari itu, Sultan mengalahkan pesaingnya anggota DPR RI, Ir Airlangga Hartarto.
Suasana pemilihan yang berlangsung alot itu, Sultan yang juga alumnus Fakultas Hukum itu meraih 115 suara. Sedang Airlangga Hartarto meraih 75 suara.
Sebelum pemilihan, tiga kandidat yang muncul yakni Sultan, Airlangga Hartarto dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) Taufiq Effendi. Bahkan Taufiq diprediksi bakal menang karena hampir didukung banyak perwakilan Kagama di daerah-daerah.
Namun menjelang penyampaian kesediaannya, Taufiq yang berhalangan hadir mengirimkan surat tertulis yang isinya dibacakan salah seorang perwakilan, Joko.
Di hadapan pimpinan sidang Hadori Yunus dan seluruh peserta munas, Joko membacakan isi surat yang ditandatangani langsung Taufiq Effendi. Dia menyatakan memilih mengundurkan diri dalam pencalonan karena menghormati atas bersedianya Sultan maju sebagai calon ketua umum.
Dalam penyampaian visi misi, Sultan mengatakan kesediaanya mencalonkan diri terdorong akan keinginnya untuk selalu bersama daerah-daerah untuk membangun secara bersama-sama.
"Lewat Kagama, saya bisa turun ke daerah, paling tidak bisa say hello ke setiap daerah," katanya.
Menurut dia, melalui Kagama bisa membantu terlaksananya pembangunan melalui kerjasama daerah dengan pemerintah pusat. "Saya akan selalu menyediakan waktu untuk mengembangkan Kagama menjadi lebih baik di masa mendatang dan membantu pembangunan bangsa dan negara," pungkas dia.
Dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di Gedung Grha Sabha Pramana (GSP) UGM hingga dinihari itu, Sultan mengalahkan pesaingnya anggota DPR RI, Ir Airlangga Hartarto.
Suasana pemilihan yang berlangsung alot itu, Sultan yang juga alumnus Fakultas Hukum itu meraih 115 suara. Sedang Airlangga Hartarto meraih 75 suara.
Sebelum pemilihan, tiga kandidat yang muncul yakni Sultan, Airlangga Hartarto dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) Taufiq Effendi. Bahkan Taufiq diprediksi bakal menang karena hampir didukung banyak perwakilan Kagama di daerah-daerah.
Namun menjelang penyampaian kesediaannya, Taufiq yang berhalangan hadir mengirimkan surat tertulis yang isinya dibacakan salah seorang perwakilan, Joko.
Di hadapan pimpinan sidang Hadori Yunus dan seluruh peserta munas, Joko membacakan isi surat yang ditandatangani langsung Taufiq Effendi. Dia menyatakan memilih mengundurkan diri dalam pencalonan karena menghormati atas bersedianya Sultan maju sebagai calon ketua umum.
Dalam penyampaian visi misi, Sultan mengatakan kesediaanya mencalonkan diri terdorong akan keinginnya untuk selalu bersama daerah-daerah untuk membangun secara bersama-sama.
"Lewat Kagama, saya bisa turun ke daerah, paling tidak bisa say hello ke setiap daerah," katanya.
Menurut dia, melalui Kagama bisa membantu terlaksananya pembangunan melalui kerjasama daerah dengan pemerintah pusat. "Saya akan selalu menyediakan waktu untuk mengembangkan Kagama menjadi lebih baik di masa mendatang dan membantu pembangunan bangsa dan negara," pungkas dia.
Akbar Tanjung : Capres Yang Kalah Harus Terima Hasil KPU
Yogyakarta - Mantan Ketua Partai Golkar Akbar Tanjung meminta semua pasangan capres-cawapres yang kalah dalam pemilihan presiden (2009) untuk menerima keputusan hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Saya harapkan semua tentunya dapata menerima hasil itu," kata Akbar Tanjung seusai menghadiri ujian terbuka promosi doktor AM Hendropriyono di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (25/7/2009)
Akbar mengatakan capres JK-Wiranto dan yang lainnya juga harus menerima hasil keputusan KPU, sekaligus memberi ucapan selamat kepada pasangan SBY-Boediono. Namun bila ada catatan-catatan yang dianggap tidak wajar atau terjadi pelanggaran bisa diproses melalui Bawaslu dan proses hukum pada MK.
"Kalau ada catatan, biarkan lembaga itu yang menyelesaikan," katanya.
Akbar menambahkan berkaitan dengan adanya keputusan Mahkamah Agung (MA), hal itu akan berdampak besar dan serius. Meski dari segi kewenangan hasil penghitungan suara tetap di KPU. Namun bila ada sengketa diselesaikan melalui MK.
Akibat dari putusan itu lanjut dia, akan menjadikan parpol yang dulunya melewati ambang batas menjadi tidak lewati ambang batas.
Seperti misalnya Partai Gerindra dan Hanura menjadi tidak melewati ambang batas, sehingga keabsahan mereka jadi pendukung salah satu capres bisa jadi tidak sah.
"Putusan itu bisa mengganggu, sehingga pencalonannya dulu bisa dianggap tidak sah. Betapa luas dampaknya dari keputusan itu," kata Akbar.
"Saya harapkan semua tentunya dapata menerima hasil itu," kata Akbar Tanjung seusai menghadiri ujian terbuka promosi doktor AM Hendropriyono di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (25/7/2009)
Akbar mengatakan capres JK-Wiranto dan yang lainnya juga harus menerima hasil keputusan KPU, sekaligus memberi ucapan selamat kepada pasangan SBY-Boediono. Namun bila ada catatan-catatan yang dianggap tidak wajar atau terjadi pelanggaran bisa diproses melalui Bawaslu dan proses hukum pada MK.
"Kalau ada catatan, biarkan lembaga itu yang menyelesaikan," katanya.
Akbar menambahkan berkaitan dengan adanya keputusan Mahkamah Agung (MA), hal itu akan berdampak besar dan serius. Meski dari segi kewenangan hasil penghitungan suara tetap di KPU. Namun bila ada sengketa diselesaikan melalui MK.
Akibat dari putusan itu lanjut dia, akan menjadikan parpol yang dulunya melewati ambang batas menjadi tidak lewati ambang batas.
Seperti misalnya Partai Gerindra dan Hanura menjadi tidak melewati ambang batas, sehingga keabsahan mereka jadi pendukung salah satu capres bisa jadi tidak sah.
"Putusan itu bisa mengganggu, sehingga pencalonannya dulu bisa dianggap tidak sah. Betapa luas dampaknya dari keputusan itu," kata Akbar.
Tanah Terlantar Capai 7,3 Juta Hektar
Bisnis properti dan perumahan di Indonesia hingga semester kedua tahun ini mulai bergairah. Hal ini ditandai dengan makin bayaknya pengusaha dan pelaku properti di Indonesia sudah banyak yang terus mengembangkan bisnis propertinya kali ini.
“Banyak pelaku properti yang langsung bekerja dan langsung lompat mengembangkan bisnisnya tanpa banyak kendala,” kata Menteri negara perumahaan rakyat (menpera) Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) RI, Drs. Muhammad Yusuf Asy'ari, M.Si, Akt kepada wartwan usai mengisi Seminar nasional Evaluasi UUPA dan Prospek UU Pertanahan Menuju Efektifitas Pengelolaan Properti Aset dan Properti di Hotel Hyatt Yogyakarta, Sabtu (25/7).
Diakui Menpera para pengusaha yang sudah tidak lagi memiliki kendala dalam pengembangkan bisnis perumahan pasca krisis ekonomi dunia lalu. Meski demikian, kata Menpera, masih ada sebagian kecil yang masih merasakan dampak krisis ekonomi global.
Agar bisnis perumahan ini tetap stabil, kata Menpera, pemerintah berusaha membuat aturan pembatasan tanah-tanah yang menganggur atau tidak dipergunakan. Menurutnya, peran pemerintah daerah khususnya sangat berperan untuk bisa memberikan regulasi terhadap tanah-tanah yang mengganggur tersebut.
"Seharusnya ada pembatasaan waktu sampai kapan tanah tersebut boleh menganggur, kalau lama tak dipakai seharusnya dikembalikan ke negara. maka peran pemda sangat berpengaruh disini," jelasnya.
Sementara itu Yuswanda Tumenggung selaku Deputi Bidang Pengaturan dan Penataan Pertanahan BPN menambahkan bahwa sampai kali ini terdapat 7.491 sengketa pertanahan
yang meliputi tanah seluas 607.888 hektar. Sedangkan tanah yang diindikasikan terlantar mencapai 7,3 juta hektar.
"Diakui kasus sengketa tanah di Indonesia masih cukup tinggi hingga 7000 kasus lebih," jelas Yuswanda.
“Banyak pelaku properti yang langsung bekerja dan langsung lompat mengembangkan bisnisnya tanpa banyak kendala,” kata Menteri negara perumahaan rakyat (menpera) Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) RI, Drs. Muhammad Yusuf Asy'ari, M.Si, Akt kepada wartwan usai mengisi Seminar nasional Evaluasi UUPA dan Prospek UU Pertanahan Menuju Efektifitas Pengelolaan Properti Aset dan Properti di Hotel Hyatt Yogyakarta, Sabtu (25/7).
Diakui Menpera para pengusaha yang sudah tidak lagi memiliki kendala dalam pengembangkan bisnis perumahan pasca krisis ekonomi dunia lalu. Meski demikian, kata Menpera, masih ada sebagian kecil yang masih merasakan dampak krisis ekonomi global.
Agar bisnis perumahan ini tetap stabil, kata Menpera, pemerintah berusaha membuat aturan pembatasan tanah-tanah yang menganggur atau tidak dipergunakan. Menurutnya, peran pemerintah daerah khususnya sangat berperan untuk bisa memberikan regulasi terhadap tanah-tanah yang mengganggur tersebut.
"Seharusnya ada pembatasaan waktu sampai kapan tanah tersebut boleh menganggur, kalau lama tak dipakai seharusnya dikembalikan ke negara. maka peran pemda sangat berpengaruh disini," jelasnya.
Sementara itu Yuswanda Tumenggung selaku Deputi Bidang Pengaturan dan Penataan Pertanahan BPN menambahkan bahwa sampai kali ini terdapat 7.491 sengketa pertanahan
yang meliputi tanah seluas 607.888 hektar. Sedangkan tanah yang diindikasikan terlantar mencapai 7,3 juta hektar.
"Diakui kasus sengketa tanah di Indonesia masih cukup tinggi hingga 7000 kasus lebih," jelas Yuswanda.
Nasir Abbas : Jangan Terkecoh Orang Berjaket dan Bertopi
Yogyakarta - Mantan Ketua Mantiqi III, Nasir Abbas mengingatkan agar tidak terkecoh dengan penampilan orang yang mengenakan topi, bawa tas dan berjaket dalam bom Marriot dan Ritz Carlton. Sebab bisa jadi pelakunya tidak terdaftar sebagai tamu hotel, meski bom dirakit dari dalam.
"Kita sekarang ini fokus pada penampilan seseorang yang pakai topi membawa tas dan jaket. Mereka itu memang yang terdaftar, tapi jangan terkecoh dengan penampilan seperti itu," kata Nasir Abbas seusai menghadiri ujian terbuka promosi doktor AM Hendropriyono di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (25/7/2009).
Nasir menduga masih ada orang lain atau pelaku yang berada di tempat itu melakukan perakitan yang tidak terdeteksi. Bom bisa jadi dirakit dari dalam hotel.
"Ini perlu dicurigai. Noordin juga sudah mengetahui beberepa kelemahan di hotel tersebut. Pasti ada orang baru, karena itu dia melakukan perekrutan terus," katanya.
Dia meyakini pelaku peledakan adalah jaringan Noordin M. Top. Ada lima kesamaan dengan kasus bom sebelumnya. Pertama, sasaran ditujukan kepada warga barat. Kedua, teknis pembunuhan menggunakan bom mulai bom Bali I hingga Marriot sekarang ini adalah sama.
Ketiga semua bom bunuh diri. Selanjutnya keempat, Noordin mencari perhatian. Semua yang dilakukan oleh Noordin mulai dari Bali hingga Ritz Carlton itu adalah tempat yang dikenal dunia, termasuk sasaran terakhir yang akan digunakan oleh MU.
"Kelima, isu gobal karena ada Amerika yakni penarikan pasukan dari Irak tapi kemudian dipindah dan menambah pasukan ke Taliban Afganistan. Hanya satu perbedaan, rakitan bom itu dilakukan di lokasi," pungkas dia.
"Kita sekarang ini fokus pada penampilan seseorang yang pakai topi membawa tas dan jaket. Mereka itu memang yang terdaftar, tapi jangan terkecoh dengan penampilan seperti itu," kata Nasir Abbas seusai menghadiri ujian terbuka promosi doktor AM Hendropriyono di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (25/7/2009).
Nasir menduga masih ada orang lain atau pelaku yang berada di tempat itu melakukan perakitan yang tidak terdeteksi. Bom bisa jadi dirakit dari dalam hotel.
"Ini perlu dicurigai. Noordin juga sudah mengetahui beberepa kelemahan di hotel tersebut. Pasti ada orang baru, karena itu dia melakukan perekrutan terus," katanya.
Dia meyakini pelaku peledakan adalah jaringan Noordin M. Top. Ada lima kesamaan dengan kasus bom sebelumnya. Pertama, sasaran ditujukan kepada warga barat. Kedua, teknis pembunuhan menggunakan bom mulai bom Bali I hingga Marriot sekarang ini adalah sama.
Ketiga semua bom bunuh diri. Selanjutnya keempat, Noordin mencari perhatian. Semua yang dilakukan oleh Noordin mulai dari Bali hingga Ritz Carlton itu adalah tempat yang dikenal dunia, termasuk sasaran terakhir yang akan digunakan oleh MU.
"Kelima, isu gobal karena ada Amerika yakni penarikan pasukan dari Irak tapi kemudian dipindah dan menambah pasukan ke Taliban Afganistan. Hanya satu perbedaan, rakitan bom itu dilakukan di lokasi," pungkas dia.
Kaji Terorisme dalam Pendekatan Filsafat Pancasila
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Ir. A.M Hendropriyono SH, SE, MBA, MA akhirnya berhasil meraih gelar doktor dari UGM dengan predikat cumlaude. Hendropriyono berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul 'Terorisme dalam Filsafat Analitika; Relevansinya dengan Ketahanan Nasional' di sekolah Pascasarjana UGM, Sabtu (25/7).
Di hadapan promotor dan Ko-promotor yang terdiri Prof. Dr. Kaelan, MS, Prof. Dr Lasiyo, MA dan Prof. Dr. Djoko Suryo. Sementara itu bertindak selaku penguji, diantaranya Prof. Dr. Safii Maarif, Dr. Muntasar dan Prof. Dr. Koento Wibisono, Prof. Dr. Syamsulhadi dan Prof R Soejadi SH. Dengan predikat tersebut maka Hendropriyono merupakan doktor lulusan UGM yang ke 1089 dan yang ke 51 dari Fakultas Filsafat.
"Dengan ini tim penguji memutuskan saudara Hendropriyono berhasil memperoleh gelar doktor dengan predikat cumlaude," kata Ketua Tim Penguji Dr Muntasar.
Sementara itu promotor Hendropriyono Prof Kaelan dalam sambutannya berharap agar dengan predikat doktor ini Hendropriyono bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi negara khususnya untuk meningkatkan intelijen negara. Apalagi saat ini Indonesia masih menjadi sasaran empuk teroris terbukti dengan terjadinya bom Mega Kuningan beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya Hendropriyono mengaku kaget dengan predikat cumlaude yang diraihnya. Sebelumnya ia hanya bisa berpikir untuk bisa lulus doktor dari UGM dengan nilai secukupnya. "Saya tidak menyangka mendapat predikat cumlaude. Saya hanya bisa berpikir lulus sesuai passing grade saja sudah cukup. Jadi ini suatu anugerah," kata Hendro.
Sementara Prof. Kaelan dalam penyampaian pesan dan kesannya kepada Hebndropriyono mengatakan bahwa Hendropriyono merupakan mantan pejabat yang bisa menempatkan dirinya sebagai murid. Ia menyebutkan Hendropriyono merupakan promovenduz yang 'haus ilmu' sehingga tidak heran jika ia tidak pernah absen mengikuti kuliah.
“Dalam beberapa hari terakhir sebelum ujian, waktu konsultasi hingga jam dua malam, saya sempat berpesan agar tetap menjaga kesehatan agar tidak terserang flu saat ujian,” katanya.
Dalam proses pengerjaan penelitiannya, kata Kaelan, penulisan disertasi promovenduz sangat mendukung dalam pengangkatan tema terorisme. Karna saat pengerjaan awl penelitian sat itu terjadi bom bali II, kemudian saat terkahir pengerjaan penelitian justru muncul bom mega kuningan.
“Saya tidak tahu ini pertanda apa,” kata Kaelan.
Meski demikian, Kaelan berharap agar dengan predikat doktor ini Hendropriyono bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi negara khususnya untuk meningkatkan intelijen negara. Apalagi saat ini Indonesia masih menjadi sasaran empuk teroris terbukti dengan terjadinya bom Mega Kuningan beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan yang diberikan penguji kepada promovenduz untuk menyampaikan pesan dan kesannya dipodium, Hendroa mengaku sangat bangga sebagai doktor UGM yang meneliti tentang filsafat pancasila. Menurutnya, penyerahan doktor tentang pancasila untuk pertama kalinya diberikan kepada bung Karno dalam bentuk pemberian gelar honoris causa.
“Jika Bung karno sebagai dokot pertama yang diberikan atas pemikirannya tentang pancasila, maka saya doktor ke 51 yang meneliti tentang pancasila,” katanya bangga.
Sementara dalam disertasinya, Hendropriyono menyebutkan bahwa terorisme adalah suatu fenomena sosial yang sulit untuk dimenegerti, bahkan oleh para terorisnya sendiri. Tanpa pendidikan yang memadai sekalipun, sesorang dapat melakukan aksi terorisme yang menggetarkan dunia dan berimplikasi sangat luas. IA pun mengakui, taktik dan teknik teroris terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan strateginya berkembang seiring dengan keyakinan ontologis atas ideologi atau filsafat yang menjadi motifnya.
Hendro menambahkan, terorisme menggunakan cara-cara, ungkapan-ungkapan dan bahasanya sendiri dalam perjuangan mewujudkan tujuannya. Lebih jauh Hendro menjelaskan, para teroris menggunakan pembenaran epistemologis sendiri dan menafsirkan ideologi-ideologi dan ungkapan kebenaran dengan cara melakukan manipulasi makna.
“Manipulasi ungkapan bahasa kebenaran tersebut kerapkali bersumber dari kaidah-kaidah agama, yang ditafsirkan dan dimanipulasikan dengan ungkapan bahasa. Hal tersebut dijadikan dasar pembenaran bagi segala tindakannya yang revolusioner dan dramatis,” ungkapnya.
Dari penelitianya selama tiga tahun, Hendro lebih meneliti tentang terorisme yang dikaji dari filsafat analitika bahasa, yakni bahasa terorisme memiliki kemiripan keluarga (family ressemblance), sebagai analogi di dalam satu bentuk tata permainan bahasa yang sama.
“Bahasa yang digunakan dalam terorisme ternyata terbelah atas dua tata permainan bahasa, yaitu mengancam dan berdo'a yang dipergunakan dengan sekaligus,” paparnya.
Disebutkan hendro, tata permainan bahasa yang terbelah dalam terorisme menunjukkan bahwa teroris mempunyai kepribadian yang terbelah (split personality). Para pelaku terorisme juga mengalami kegalatan kategori, yaitu ketidakmampuan untuk membedakan pengetahuannya, sehingga mengakibatkan subjek dan objek terorisme menjadi tak terbatas.
“Aktif atau pasifnya kegiatan terorisme yang timbul tenggelam, tergantung kepada kondusif atau tidaknya lingkungan masyarakat yang menjadi habitat hidupnya. Fundamentalis atau aliran keras 'wahabisme' merupakan lingkungan yang paling kondusif bagi terorisme. Aliran tersebut sudah mulai menginfiltrasi sebahagian pikiran umat islam indonesia,” jelasnya.
Adapun relevansi kajian terorisme dengan ketahanan nasional, Hendro lebih menekankan pada upaya membangkitkan kesadaran tentang perlunya usaha revitalisasi filsafat pancasila, yang mencangkup tataran nilai dasar, nilai instrumen dan nilai praksis. Khusus pada tataran praksis diperlukan penyusunan setiap program yang akomodatif terhadap berbagai permasalahan masyarakat.
Hendropriyono merupakan pendiunan jenderal yang memiliki nama lengkap Abdullah Mahmud Hendropriyono, lahir di Yogyakarta 7 Mei 1945. Sejak tahun 1948 tinggal di kota Jakarta. Pendidikan umum yang ditempuh berturut-turut SR Muhammadiyah Jakarta, SMA Negeri Jakarta, Sarjana administrasi negara STIA LAN RI Jakarta lulus 1985, Sarjana hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer, sarjana ekonomi dari Univ. Terbuka lulus tahun 1995, llusan Pascasarjana Administrasi Niaga University of the City of Manila Filipina, Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer.
Tampak beberapa undangan yang hadir Mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Gubernur Gorontalo Dr. Fadel muhammad, Ketua DPD RI Ginandjar Kasasasmita, Ekonom Prof. Dr. Sri Edi swasono, Politikus Permadi, Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Mantan gembong teroris Nasir Abbas, Mantan Ketua DPR RI Ir. Akbar Tanjung, Pemred TV One Karni Ilyas, dan Dirut Trans Corporation Chairul Tanjung.
Di hadapan promotor dan Ko-promotor yang terdiri Prof. Dr. Kaelan, MS, Prof. Dr Lasiyo, MA dan Prof. Dr. Djoko Suryo. Sementara itu bertindak selaku penguji, diantaranya Prof. Dr. Safii Maarif, Dr. Muntasar dan Prof. Dr. Koento Wibisono, Prof. Dr. Syamsulhadi dan Prof R Soejadi SH. Dengan predikat tersebut maka Hendropriyono merupakan doktor lulusan UGM yang ke 1089 dan yang ke 51 dari Fakultas Filsafat.
"Dengan ini tim penguji memutuskan saudara Hendropriyono berhasil memperoleh gelar doktor dengan predikat cumlaude," kata Ketua Tim Penguji Dr Muntasar.
Sementara itu promotor Hendropriyono Prof Kaelan dalam sambutannya berharap agar dengan predikat doktor ini Hendropriyono bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi negara khususnya untuk meningkatkan intelijen negara. Apalagi saat ini Indonesia masih menjadi sasaran empuk teroris terbukti dengan terjadinya bom Mega Kuningan beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya Hendropriyono mengaku kaget dengan predikat cumlaude yang diraihnya. Sebelumnya ia hanya bisa berpikir untuk bisa lulus doktor dari UGM dengan nilai secukupnya. "Saya tidak menyangka mendapat predikat cumlaude. Saya hanya bisa berpikir lulus sesuai passing grade saja sudah cukup. Jadi ini suatu anugerah," kata Hendro.
Sementara Prof. Kaelan dalam penyampaian pesan dan kesannya kepada Hebndropriyono mengatakan bahwa Hendropriyono merupakan mantan pejabat yang bisa menempatkan dirinya sebagai murid. Ia menyebutkan Hendropriyono merupakan promovenduz yang 'haus ilmu' sehingga tidak heran jika ia tidak pernah absen mengikuti kuliah.
“Dalam beberapa hari terakhir sebelum ujian, waktu konsultasi hingga jam dua malam, saya sempat berpesan agar tetap menjaga kesehatan agar tidak terserang flu saat ujian,” katanya.
Dalam proses pengerjaan penelitiannya, kata Kaelan, penulisan disertasi promovenduz sangat mendukung dalam pengangkatan tema terorisme. Karna saat pengerjaan awl penelitian sat itu terjadi bom bali II, kemudian saat terkahir pengerjaan penelitian justru muncul bom mega kuningan.
“Saya tidak tahu ini pertanda apa,” kata Kaelan.
Meski demikian, Kaelan berharap agar dengan predikat doktor ini Hendropriyono bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi negara khususnya untuk meningkatkan intelijen negara. Apalagi saat ini Indonesia masih menjadi sasaran empuk teroris terbukti dengan terjadinya bom Mega Kuningan beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan yang diberikan penguji kepada promovenduz untuk menyampaikan pesan dan kesannya dipodium, Hendroa mengaku sangat bangga sebagai doktor UGM yang meneliti tentang filsafat pancasila. Menurutnya, penyerahan doktor tentang pancasila untuk pertama kalinya diberikan kepada bung Karno dalam bentuk pemberian gelar honoris causa.
“Jika Bung karno sebagai dokot pertama yang diberikan atas pemikirannya tentang pancasila, maka saya doktor ke 51 yang meneliti tentang pancasila,” katanya bangga.
Sementara dalam disertasinya, Hendropriyono menyebutkan bahwa terorisme adalah suatu fenomena sosial yang sulit untuk dimenegerti, bahkan oleh para terorisnya sendiri. Tanpa pendidikan yang memadai sekalipun, sesorang dapat melakukan aksi terorisme yang menggetarkan dunia dan berimplikasi sangat luas. IA pun mengakui, taktik dan teknik teroris terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan strateginya berkembang seiring dengan keyakinan ontologis atas ideologi atau filsafat yang menjadi motifnya.
Hendro menambahkan, terorisme menggunakan cara-cara, ungkapan-ungkapan dan bahasanya sendiri dalam perjuangan mewujudkan tujuannya. Lebih jauh Hendro menjelaskan, para teroris menggunakan pembenaran epistemologis sendiri dan menafsirkan ideologi-ideologi dan ungkapan kebenaran dengan cara melakukan manipulasi makna.
“Manipulasi ungkapan bahasa kebenaran tersebut kerapkali bersumber dari kaidah-kaidah agama, yang ditafsirkan dan dimanipulasikan dengan ungkapan bahasa. Hal tersebut dijadikan dasar pembenaran bagi segala tindakannya yang revolusioner dan dramatis,” ungkapnya.
Dari penelitianya selama tiga tahun, Hendro lebih meneliti tentang terorisme yang dikaji dari filsafat analitika bahasa, yakni bahasa terorisme memiliki kemiripan keluarga (family ressemblance), sebagai analogi di dalam satu bentuk tata permainan bahasa yang sama.
“Bahasa yang digunakan dalam terorisme ternyata terbelah atas dua tata permainan bahasa, yaitu mengancam dan berdo'a yang dipergunakan dengan sekaligus,” paparnya.
Disebutkan hendro, tata permainan bahasa yang terbelah dalam terorisme menunjukkan bahwa teroris mempunyai kepribadian yang terbelah (split personality). Para pelaku terorisme juga mengalami kegalatan kategori, yaitu ketidakmampuan untuk membedakan pengetahuannya, sehingga mengakibatkan subjek dan objek terorisme menjadi tak terbatas.
“Aktif atau pasifnya kegiatan terorisme yang timbul tenggelam, tergantung kepada kondusif atau tidaknya lingkungan masyarakat yang menjadi habitat hidupnya. Fundamentalis atau aliran keras 'wahabisme' merupakan lingkungan yang paling kondusif bagi terorisme. Aliran tersebut sudah mulai menginfiltrasi sebahagian pikiran umat islam indonesia,” jelasnya.
Adapun relevansi kajian terorisme dengan ketahanan nasional, Hendro lebih menekankan pada upaya membangkitkan kesadaran tentang perlunya usaha revitalisasi filsafat pancasila, yang mencangkup tataran nilai dasar, nilai instrumen dan nilai praksis. Khusus pada tataran praksis diperlukan penyusunan setiap program yang akomodatif terhadap berbagai permasalahan masyarakat.
Hendropriyono merupakan pendiunan jenderal yang memiliki nama lengkap Abdullah Mahmud Hendropriyono, lahir di Yogyakarta 7 Mei 1945. Sejak tahun 1948 tinggal di kota Jakarta. Pendidikan umum yang ditempuh berturut-turut SR Muhammadiyah Jakarta, SMA Negeri Jakarta, Sarjana administrasi negara STIA LAN RI Jakarta lulus 1985, Sarjana hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer, sarjana ekonomi dari Univ. Terbuka lulus tahun 1995, llusan Pascasarjana Administrasi Niaga University of the City of Manila Filipina, Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer.
Tampak beberapa undangan yang hadir Mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Gubernur Gorontalo Dr. Fadel muhammad, Ketua DPD RI Ginandjar Kasasasmita, Ekonom Prof. Dr. Sri Edi swasono, Politikus Permadi, Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Mantan gembong teroris Nasir Abbas, Mantan Ketua DPR RI Ir. Akbar Tanjung, Pemred TV One Karni Ilyas, dan Dirut Trans Corporation Chairul Tanjung.
Lulus Cumlaude, Hendropriyono Langsung Hormat Pada Guru Besar
Yogyakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono menempuh ujian terbuka promosi doktor ilmu filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Hendro dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude.
Dia pun langsung memberikan hormat dan membungkukkan badannya kepada para guru besar yang mengujinya.
Ujian terbuka akan digelar di Sekolah Pascasarjana UGM lantai V di Jl Teknika Utara, Sabtu (25/7/2009). Disertasi Hendro berjudul "Terorisme Dalam kajian Filsafat Analitika : Relevansinya Dengan Ketahanan Nasional".
Ujian terbuka akan dipimpin Dekan Fakultas Filsafat, Dr Muhtasyar Syamsudin dengan promotor Prof Dr kaelan dan dua ko-promotor Prof Dr Djoko Suryo dan Prof Dr Lasiyo. Sedang tim penguji diantaranya Prof Dr Syafii Maarif, Prof Dr Syamsul hadi dan Prof Dr Kunto Wibisono.
Ujian juga dihadiri oleh mantan Ketua Umum Partai Golkar, Dr Akbar Tandjung, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita, mantan ketua KPK Taufiqurahman Ruki, mantan mantan anggota JI Nasir Abbas dan Muchdi PR.
ujian terbuka yang berlangsung selama 90 menit itu, Hendro tampak tidak tegang. Semua pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji dijawab dengan runut dan lancar. Bahkan beberapa penjelasannya sempat mengundang decak kagum yang langsung disambut dengan tepuk tangan hadirin.
Dalam disertasinya Hendro mengatakan perbuatan terorisme muncul dari pikiran manusia. Terorisme itu subyeknya manusia. Sedang obyeknya juga manusia. Terorisme itu berangkat dari pemikiran manusia yang bisa didekati dengan disiplin ilmu filsafat.
Terorise dalam sejarahnya itu tidak pernah konsisten. "Selalu berubah, seorang teroris bisa berubah menjadi pahlawan dan seorang pahlawan juga bisa berubah jadi teroris," kata Hendro.
Saat promotor Prof Dr Kaelan mengumumkan hasil ujian terbuka Hendro dengan predikat cumlaude, Hendro langsung tersenyum sambil membungkukkan badan sebagai tanda rasa hormat pada semua guru besar. Dia kemudian menerima ijazah tanda lulus ujian doktor.
Setelah itu dia memberikan salam hormat dengan menempelkan tangan kanannya di kepala. Sebagai ungkapan rasa bangga, dia kemudian membalikkan badan ke arah tamu undangan sambil mengangkat ijazahnya.
Promotor Prof Kaelan dalam pesannya mengatakan Hendro masuk pertama kali disambut dengan bo Bali II. Saat mau lulus disambut bom JW Marriot jilid II. "Saya tidak tahu apa ini tantangan atau analisa saudara jadi terbukti," ungkap dia.
Menurut Kaelan saat mengikuti kuliah Hendro rajin datang dan tidak pernah diwakili oleh ajudannya. Dia adalah orang yang haus ilmu. Saat bimbingan juga selalu mengatakan Prof apakah saya diperbolehkan menelepon.
"Bahkan menjelang ujian, bimbingan jam 2 pagi pun dijalani," katanya.
Kaelan menambahkan yang tidak kalah membanggakan adalah seorang jenderal diuji oleh seorang guru besar mantan kopral yaitu Prof Dr Kuntowibisono yang pernah menjadi tentara saat perjuangan. Hendro adalah doktor ke 1.089 yang lulus di UGM dan doktor ke 51 dari Filsafat UGM.
Dia pun langsung memberikan hormat dan membungkukkan badannya kepada para guru besar yang mengujinya.
Ujian terbuka akan digelar di Sekolah Pascasarjana UGM lantai V di Jl Teknika Utara, Sabtu (25/7/2009). Disertasi Hendro berjudul "Terorisme Dalam kajian Filsafat Analitika : Relevansinya Dengan Ketahanan Nasional".
Ujian terbuka akan dipimpin Dekan Fakultas Filsafat, Dr Muhtasyar Syamsudin dengan promotor Prof Dr kaelan dan dua ko-promotor Prof Dr Djoko Suryo dan Prof Dr Lasiyo. Sedang tim penguji diantaranya Prof Dr Syafii Maarif, Prof Dr Syamsul hadi dan Prof Dr Kunto Wibisono.
Ujian juga dihadiri oleh mantan Ketua Umum Partai Golkar, Dr Akbar Tandjung, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, mantan Gubernur DKI Sutiyoso, Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita, mantan ketua KPK Taufiqurahman Ruki, mantan mantan anggota JI Nasir Abbas dan Muchdi PR.
ujian terbuka yang berlangsung selama 90 menit itu, Hendro tampak tidak tegang. Semua pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji dijawab dengan runut dan lancar. Bahkan beberapa penjelasannya sempat mengundang decak kagum yang langsung disambut dengan tepuk tangan hadirin.
Dalam disertasinya Hendro mengatakan perbuatan terorisme muncul dari pikiran manusia. Terorisme itu subyeknya manusia. Sedang obyeknya juga manusia. Terorisme itu berangkat dari pemikiran manusia yang bisa didekati dengan disiplin ilmu filsafat.
Terorise dalam sejarahnya itu tidak pernah konsisten. "Selalu berubah, seorang teroris bisa berubah menjadi pahlawan dan seorang pahlawan juga bisa berubah jadi teroris," kata Hendro.
Saat promotor Prof Dr Kaelan mengumumkan hasil ujian terbuka Hendro dengan predikat cumlaude, Hendro langsung tersenyum sambil membungkukkan badan sebagai tanda rasa hormat pada semua guru besar. Dia kemudian menerima ijazah tanda lulus ujian doktor.
Setelah itu dia memberikan salam hormat dengan menempelkan tangan kanannya di kepala. Sebagai ungkapan rasa bangga, dia kemudian membalikkan badan ke arah tamu undangan sambil mengangkat ijazahnya.
Promotor Prof Kaelan dalam pesannya mengatakan Hendro masuk pertama kali disambut dengan bo Bali II. Saat mau lulus disambut bom JW Marriot jilid II. "Saya tidak tahu apa ini tantangan atau analisa saudara jadi terbukti," ungkap dia.
Menurut Kaelan saat mengikuti kuliah Hendro rajin datang dan tidak pernah diwakili oleh ajudannya. Dia adalah orang yang haus ilmu. Saat bimbingan juga selalu mengatakan Prof apakah saya diperbolehkan menelepon.
"Bahkan menjelang ujian, bimbingan jam 2 pagi pun dijalani," katanya.
Kaelan menambahkan yang tidak kalah membanggakan adalah seorang jenderal diuji oleh seorang guru besar mantan kopral yaitu Prof Dr Kuntowibisono yang pernah menjadi tentara saat perjuangan. Hendro adalah doktor ke 1.089 yang lulus di UGM dan doktor ke 51 dari Filsafat UGM.
Jumat, 24 Juli 2009
Boediono : Kalau Kagama Punya Calon Menteri Bisa Diusulkan ke Presiden
Yogyakarta - Calon Wakil Presiden (cawapres) Boediono menawarkan kepada Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) untuk mengajukan nama-nama calon menteri kepada presiden terpilih mendatang. Meski penempatan jabatan menteri dalam kabinet mendatang adalah hak sepenuhnya ditangan prersiden.
Hal itu diungkapkan Boediono dalam acara dialog Kebangsaan di Musyawarah Nasional (MUnas) XI Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di gedung Graha Sabha Pramana (GSP) UGM Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
"Kalau Kagama punya jago bisa saja diusulkan. Sekarang ini masalah kabinet belum dimulai tetapi sudah banyak hembusan kabar yang beredar. Kita tunggu saja semua ditangan presiden," Boediono.
Dia mengatakan semua menteri dalam kabinet pemerintahan 2009-2014 nanti harus mendukung program yang dikehendaki presiden. Pergantian menteri di kabinet mendatang juga tidak identik dengan ganti program.
"Tidak boleh ganti menteri ganti program. Harus ada kesinambungan. Jangan sampai program menjadi korban selera para menteri," ungkap guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM itu.
Dalam acara dialog kebangsaan itu juga dihadiri para menteri yang juga alumni UGM yaitu, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Taufiq Effendi. Acara dialog itu dipandu Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Bawesdan yang juga alumnus FEB UGM.
Hal itu diungkapkan Boediono dalam acara dialog Kebangsaan di Musyawarah Nasional (MUnas) XI Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di gedung Graha Sabha Pramana (GSP) UGM Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
"Kalau Kagama punya jago bisa saja diusulkan. Sekarang ini masalah kabinet belum dimulai tetapi sudah banyak hembusan kabar yang beredar. Kita tunggu saja semua ditangan presiden," Boediono.
Dia mengatakan semua menteri dalam kabinet pemerintahan 2009-2014 nanti harus mendukung program yang dikehendaki presiden. Pergantian menteri di kabinet mendatang juga tidak identik dengan ganti program.
"Tidak boleh ganti menteri ganti program. Harus ada kesinambungan. Jangan sampai program menjadi korban selera para menteri," ungkap guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM itu.
Dalam acara dialog kebangsaan itu juga dihadiri para menteri yang juga alumni UGM yaitu, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Taufiq Effendi. Acara dialog itu dipandu Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Bawesdan yang juga alumnus FEB UGM.
Hendropriyono : Mantan Teroris Harus Dipekerjakan Untuk Cegah Terorisme
Yogyakartan - Mantan Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono mengusulkan agar para mantan terorisme yang telah lepas menjalani masa hukuman dipekerjakan untuk menjadi satpam di hotel-hotel atau tempat penting lainnya. Mereka dianggap mampu untuk melawan aksi terorisme yang dilakukan oleh para teroris lainnya.
"Ini salah satu saja. Mereka bisa dipekerjakan sebagai satpam hotel," kata Hendro saat menjawab pertanyaan wartawan disela-sela persiapan mengikuti ujian terbuka promosi doktor bidang filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
Mengapa mereka bisa menjadi satpam. Menurut dia, orang yang memeriksa pertama kali seorang tamu masuk hoteladalah satpam. Kalau yang menjadi satpam hanya orang biasa, mereka tidak akan bisa mengetahui secara persis dan jelas gerak-gerik seseorang yang dicurigai menjadi teroris. Namun bila yang menjadi satpam adalah para mantan terorisme, pasti akan mengetahui gerak-gerik yang mereka lakukan.
"Mereka pasti paham dan tahu siapa temannya. Bagaimana gerak-geriknya, mencurigakan atau tidak. Saat ini ada ratusan mantan teroris yang telah bebas dari menjalani massa hukuman," katanya.
Dia kemudian mencontohkan Nasir Abbas mantan Ketua Mantiqi II yang saat ini paling banyak mengetahui jaringan terorisme. Setelah melihat dari rekaman CCTV bom di Hotel JW Marriot langsung diketahui pelakunya adalah orang yang mengenakan topi dan jaket.
"Ini salah contoh. Dia bisa mengetahui karena mereka itu sering memakai topi agar tidak banyak dikenali oleh lain," ungkap Hendro.
Hendro menambahkan masyarakat saat ini juga harus lebih diberdayakan dan harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Dari kasus di Ponpes Al Muadib di Cilacap saat ini ternyata banyak warga sekitar yang tidak mengetahui persis kegiatan di ponpes tersebut termasuk orang-orang yang ada di sekitar pondok.
"Ini salah satu contoh sampai-sampai masyarakat sekitar tidak tahu. Saya juga yakin pelaku bom JW Marriot dan Ritz Carlton adalah jaringan Nurdin M. Top," pungkas Hendro yang akan menyampaikan disertasi bidang ilmu filsafat dengan judul
"Ini salah satu saja. Mereka bisa dipekerjakan sebagai satpam hotel," kata Hendro saat menjawab pertanyaan wartawan disela-sela persiapan mengikuti ujian terbuka promosi doktor bidang filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
Mengapa mereka bisa menjadi satpam. Menurut dia, orang yang memeriksa pertama kali seorang tamu masuk hoteladalah satpam. Kalau yang menjadi satpam hanya orang biasa, mereka tidak akan bisa mengetahui secara persis dan jelas gerak-gerik seseorang yang dicurigai menjadi teroris. Namun bila yang menjadi satpam adalah para mantan terorisme, pasti akan mengetahui gerak-gerik yang mereka lakukan.
"Mereka pasti paham dan tahu siapa temannya. Bagaimana gerak-geriknya, mencurigakan atau tidak. Saat ini ada ratusan mantan teroris yang telah bebas dari menjalani massa hukuman," katanya.
Dia kemudian mencontohkan Nasir Abbas mantan Ketua Mantiqi II yang saat ini paling banyak mengetahui jaringan terorisme. Setelah melihat dari rekaman CCTV bom di Hotel JW Marriot langsung diketahui pelakunya adalah orang yang mengenakan topi dan jaket.
"Ini salah contoh. Dia bisa mengetahui karena mereka itu sering memakai topi agar tidak banyak dikenali oleh lain," ungkap Hendro.
Hendro menambahkan masyarakat saat ini juga harus lebih diberdayakan dan harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Dari kasus di Ponpes Al Muadib di Cilacap saat ini ternyata banyak warga sekitar yang tidak mengetahui persis kegiatan di ponpes tersebut termasuk orang-orang yang ada di sekitar pondok.
"Ini salah satu contoh sampai-sampai masyarakat sekitar tidak tahu. Saya juga yakin pelaku bom JW Marriot dan Ritz Carlton adalah jaringan Nurdin M. Top," pungkas Hendro yang akan menyampaikan disertasi bidang ilmu filsafat dengan judul
Peserta Munas Kagama XI Doakan Korban Bom Marriot dan Ritz Carlton
Yogyakarta - Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) XI digelar di gedung Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Peserta munas juga memberikan dukungan mendoakan kepada korban bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama yang juga Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto saat memberikan pidato sambutan di gedung GSP UGM, di Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (24/7/2009)
"Selaku almuni UGM, kita memberikan dukungan dan doa kepada korban dan para keluarga korban yang ditinggalkan," katanya.
Djoko mengatakan kegitan munas Kagama tidak ubahnya sebagi ajang temu kangen para alumni dan sekaligus dapat mengenang kembali masa-masa kuliah di almamater. Meskipun pelaksanaan munas kali ini diliputi oleh suasana duka berkenaan pasca pengeboman di hotel JW Mariot dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu.
Djoko juga mengutuk keras kasus pengeboman tersebut karena banyak merugikan masyarakat, pemerintah dan citra bangsa Indonesia. Dia juga menyesalkan adanya aksi itu karena masih menggunakan cara-cara kekerasan sehingga menimbulkan jatuh korban dalam menyampaikan aspirasinya.
Djoko juga sempat menyampaikan rasa kegembiraannya terkait suksesnya pelaksannan pilpres 2009 yang berjalan sukses dan lancar. Satu hal yang membanggakan bagi para alumni UGM adalah terpilihnya Prof Dr Boediono sebagai wakil presiden terpilih.
"Ini merupakan salah satu anggota Kagama. Mari kita beri dukungan bagi Pak Boediono untuk menjalankan amanah untuk masa lima tahun ke depan," kata Djoko yang juga alumni Fakultas Teknik UGM itu.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama yang juga Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto saat memberikan pidato sambutan di gedung GSP UGM, di Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (24/7/2009)
"Selaku almuni UGM, kita memberikan dukungan dan doa kepada korban dan para keluarga korban yang ditinggalkan," katanya.
Djoko mengatakan kegitan munas Kagama tidak ubahnya sebagi ajang temu kangen para alumni dan sekaligus dapat mengenang kembali masa-masa kuliah di almamater. Meskipun pelaksanaan munas kali ini diliputi oleh suasana duka berkenaan pasca pengeboman di hotel JW Mariot dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu.
Djoko juga mengutuk keras kasus pengeboman tersebut karena banyak merugikan masyarakat, pemerintah dan citra bangsa Indonesia. Dia juga menyesalkan adanya aksi itu karena masih menggunakan cara-cara kekerasan sehingga menimbulkan jatuh korban dalam menyampaikan aspirasinya.
Djoko juga sempat menyampaikan rasa kegembiraannya terkait suksesnya pelaksannan pilpres 2009 yang berjalan sukses dan lancar. Satu hal yang membanggakan bagi para alumni UGM adalah terpilihnya Prof Dr Boediono sebagai wakil presiden terpilih.
"Ini merupakan salah satu anggota Kagama. Mari kita beri dukungan bagi Pak Boediono untuk menjalankan amanah untuk masa lima tahun ke depan," kata Djoko yang juga alumni Fakultas Teknik UGM itu.
Belum Ada Laporan Orang Hilang Ke Polda DIY
Yogyakarta - Pasca pengumuman sketsa pelaku pemboman di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta, sampai hari ini belum ada keluarga yang melaporkan kehilangan salah seorang anggota keluarga.
"Belum ada laporan keluarga yang hilang yang masuk ke Polda DIY," kata Kapolda DIY, Brigjen Sunaryono seusai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
Menurut dia, justru pasca peristiwa di Jakarta itu angka kriminalitas di wilayah Yogyakarta menurun. Hal itu disebabkan karena kepolisian bersiaga penuh dan seluruh masyarakat juga meningkatkan kewaspadaannya di wilayah masing-masing.
"Ini positif, angka kriminalitas menurun, penjahat tidak berani main-main karena polisi bersiaga meningkatkan keamanannya dan masyarakat juga waspada," katanya.
Dia mengatakan Yogyakarta dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi tidak bisa masalah kamtibmas hanya ditangani oleh kepolisian saja. Oleh karena itu pihaknya bersama seluruh lapisan masyarakat melakukan pemantauan bersama-sama.
"Untuk mengantisipasi masalah gangguan kamtibmas kita berdayakan RT, RW hingga Muspika termasuk kepolisian di masing-masing sektor. Untuk mengantisipasi orang tak dikenal kita meminta RT, RW agar melaporkan bila ada tamu yang menginap," katanya. I
Dia menambahkan saat ini Polda DIY menambah personil intelijen di masing-masing wilayah untuk mengantisipasi aksi terorisme. Penambahan personil intelijen dari 60 orang menjadi 100 orang. "Ini salah satu cara saja," pungkas Sunaryono.
"Belum ada laporan keluarga yang hilang yang masuk ke Polda DIY," kata Kapolda DIY, Brigjen Sunaryono seusai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
Menurut dia, justru pasca peristiwa di Jakarta itu angka kriminalitas di wilayah Yogyakarta menurun. Hal itu disebabkan karena kepolisian bersiaga penuh dan seluruh masyarakat juga meningkatkan kewaspadaannya di wilayah masing-masing.
"Ini positif, angka kriminalitas menurun, penjahat tidak berani main-main karena polisi bersiaga meningkatkan keamanannya dan masyarakat juga waspada," katanya.
Dia mengatakan Yogyakarta dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi tidak bisa masalah kamtibmas hanya ditangani oleh kepolisian saja. Oleh karena itu pihaknya bersama seluruh lapisan masyarakat melakukan pemantauan bersama-sama.
"Untuk mengantisipasi masalah gangguan kamtibmas kita berdayakan RT, RW hingga Muspika termasuk kepolisian di masing-masing sektor. Untuk mengantisipasi orang tak dikenal kita meminta RT, RW agar melaporkan bila ada tamu yang menginap," katanya. I
Dia menambahkan saat ini Polda DIY menambah personil intelijen di masing-masing wilayah untuk mengantisipasi aksi terorisme. Penambahan personil intelijen dari 60 orang menjadi 100 orang. "Ini salah satu cara saja," pungkas Sunaryono.
Sultan : Satu Putaran Wajar Saja
Yogyakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Golkar, Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai wajar bila pemilihan presiden (pilpres) hanya berlangsung satu putaran setelah KPU mengumumkan hasil rekapitulasinya.
Perolah suara pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono yang mencapai hasil 60 persen juga menunjukkan bila it adalah pilihan masyarakat.
"Wajar saja, kalau pilpres satu putaran," jawab Sultan singkat seusai membuka Musyawarah Nasional (Munas) XI Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
Menurut Sultan, hasil perolehan suara SBY-Boediono sebanyak 60 persen itu juga menunjukkan bila itu merupakan pilihan rakyat. "Kalau hasilnya 60 persen tu berarti memang masyarakat memilih itu," katanya.
Sultan menambahkan hal tersebut juga bisa berubah jika ada gugatan atau sengketa pemilu hasil pilpres. "Ya itu hasilnya. Kecuali ada gugatan. Itu soal lain," pungkas Sultan sambil memasuki mobilnya AB 10 HB itu.
Perolah suara pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono yang mencapai hasil 60 persen juga menunjukkan bila it adalah pilihan masyarakat.
"Wajar saja, kalau pilpres satu putaran," jawab Sultan singkat seusai membuka Musyawarah Nasional (Munas) XI Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (24/7/2009).
Menurut Sultan, hasil perolehan suara SBY-Boediono sebanyak 60 persen itu juga menunjukkan bila itu merupakan pilihan rakyat. "Kalau hasilnya 60 persen tu berarti memang masyarakat memilih itu," katanya.
Sultan menambahkan hal tersebut juga bisa berubah jika ada gugatan atau sengketa pemilu hasil pilpres. "Ya itu hasilnya. Kecuali ada gugatan. Itu soal lain," pungkas Sultan sambil memasuki mobilnya AB 10 HB itu.
Kamis, 23 Juli 2009
Densus 88 Sempat Buru Bariddin ke Yogyakarta
Yogyakarta - Densus 88 Mabes Polri masih memburu Bahrudin Latif alias Bariddin. Untuk menangkap pria yang disebut sebut-sebut sebagai mertua Noordin M Top itu, polisi sempat mengubek-ubek wilayah Yogyakarta.
Pasca penangkapan Saefudin Zuhri, warga Nusawungu, Cilacap, 21 Juni 2009 lalu, Densus 88 kemudian memburu Bariddin, warga Dusun Pulele, Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap. Bariddin diduga mengetahui keberadaan jaringan Nurdin M Top.
Namun saat petugas menyambangi kediamannya, Bariddin tidak ada ditempat. Pria tersebut disebutkan sedang pergi ke Yogyakarta untuk menghadiri pernikahan kerabatnya.
Di Yogyakarta, belasan anggota Densus menggrebek sebuah rumah di Kampung Kumendaman, Kecamatan Mantrijeron sekitar pukul 18.30 WIB. Rumah tersebut diduga disinggahi Bariddin saat berada di Yogyakarta. Rumah itu ditempati salah satu anak Bariddin yang kuliah di Yogyakarta.
Kedatangan petugas bersenjata lengkap menggagetkan warga sekitar. Terlebih para petugas itu kemudian bertanya kepada sejumlah warga apakah mengenal Bariddin dan anaknya yang bernama Kholik.
"Yang dicari itu namanya Kholik. Petugas menanyakan mana rumah Kholik kepada warga sekitar. Petugas juga bertanya kepada warga tentang Bariddin, pria berusia sekitar 55. Tapi tidak ada satupun warga yang tahu," kata salah seorang warga RT 27 RW 28, Kampung Kumendaman, Kamis (23/7/2009).
Selanjutnya disaksikan beberapa pengurus RT, petugas kemudian masuk ke dalam rumah kosong yang diduga milik Kholik. Semua ruangan kamar digeledah dan diperiksa, tapi tidak ditemukan apa-apa. "Setelah pergi, kami yang menutup kembali rumah itu," katanya.
Pasca penangkapan Saefudin Zuhri, warga Nusawungu, Cilacap, 21 Juni 2009 lalu, Densus 88 kemudian memburu Bariddin, warga Dusun Pulele, Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap. Bariddin diduga mengetahui keberadaan jaringan Nurdin M Top.
Namun saat petugas menyambangi kediamannya, Bariddin tidak ada ditempat. Pria tersebut disebutkan sedang pergi ke Yogyakarta untuk menghadiri pernikahan kerabatnya.
Di Yogyakarta, belasan anggota Densus menggrebek sebuah rumah di Kampung Kumendaman, Kecamatan Mantrijeron sekitar pukul 18.30 WIB. Rumah tersebut diduga disinggahi Bariddin saat berada di Yogyakarta. Rumah itu ditempati salah satu anak Bariddin yang kuliah di Yogyakarta.
Kedatangan petugas bersenjata lengkap menggagetkan warga sekitar. Terlebih para petugas itu kemudian bertanya kepada sejumlah warga apakah mengenal Bariddin dan anaknya yang bernama Kholik.
"Yang dicari itu namanya Kholik. Petugas menanyakan mana rumah Kholik kepada warga sekitar. Petugas juga bertanya kepada warga tentang Bariddin, pria berusia sekitar 55. Tapi tidak ada satupun warga yang tahu," kata salah seorang warga RT 27 RW 28, Kampung Kumendaman, Kamis (23/7/2009).
Selanjutnya disaksikan beberapa pengurus RT, petugas kemudian masuk ke dalam rumah kosong yang diduga milik Kholik. Semua ruangan kamar digeledah dan diperiksa, tapi tidak ditemukan apa-apa. "Setelah pergi, kami yang menutup kembali rumah itu," katanya.
Rabu, 22 Juli 2009
UUPA No 5 tahun 1960 Belum Mampu Atasi Sengketa Tanah
Yogyakarta - Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) nomor 5 tahun 1960 dinilai belum mampu mengatasi berbagai persoalan yang menyangkut sengketa/konflik pertanahan di Indonesia.
Ada jutaan tanah di seluruh Indonesia yang belum jelas penataannya baik itu tanah perseorangan, tanah adat hingga tanah negara.
Saat ini tercatat sekitar 7,491 kasus pertanahan yang ada di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) meliputi 4,581 sengketa, 858 konflik dan 2.052 perkara yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
"UUPA Tahun 1960 belum mengatur detil soal tanah sehingga perlu UU di bawahnya sehingga memudahkan pelaksanaannya," kata Ketua Program Studi Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) UGM Dr Akhmad Makhfatih saat diskusi di kantor MEP Jl Teknika Utara, Yogyakarta, Rabu (22/7/2009).
Menurut dia, UUPA juga belum mencakup semua komponen yang dapat mensejahterakan rakyat, sehingga perlu dilengkapi dengan UU yang mampu mencakup semuanya.
Dengan adanya banyak kasus sengketa tanah, saat ini diperlukan undang-undang lainnya yang mampu menciptakan sistem pengelolaan pertanahan.
Undang-undang yang telah dimulai dan menghasilkan draft hukum dan akademik.
"Kita harus terus mendorong agar RUU Pertanahan agar bisa segera disahkan oleh DPR agar administrasi pertanahan kita menjadi lebih baik," katanya.
Akhmad mengusulkan adanya perubahan paradigma dalam pengelolaan tanah sebagai sebuah aset. Di dalam RUU Pertanahan yang akan disusun ini nantinya juga mengatur tanah sebagai sebuah aset baik dalam pengertian ekonomi maupun hukum.
Saat ini, tanah hanya dapat diperhitungkan bila berkaitan dengan obyek pajak dengan adanya Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).
"Dengan adanya penilaian aset, tanah akan lebih ternilai sebagai sebuah aset baik dari sisi ekonomi maupun hukum. Ini yang harus dikembangkan Indonesia ke depan, sebab negara-negara lain tetangga kita di Asia Tenggara seperti Malaysia sudah mulai melakukan," kata Akhmad.
Ada jutaan tanah di seluruh Indonesia yang belum jelas penataannya baik itu tanah perseorangan, tanah adat hingga tanah negara.
Saat ini tercatat sekitar 7,491 kasus pertanahan yang ada di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) meliputi 4,581 sengketa, 858 konflik dan 2.052 perkara yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
"UUPA Tahun 1960 belum mengatur detil soal tanah sehingga perlu UU di bawahnya sehingga memudahkan pelaksanaannya," kata Ketua Program Studi Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) UGM Dr Akhmad Makhfatih saat diskusi di kantor MEP Jl Teknika Utara, Yogyakarta, Rabu (22/7/2009).
Menurut dia, UUPA juga belum mencakup semua komponen yang dapat mensejahterakan rakyat, sehingga perlu dilengkapi dengan UU yang mampu mencakup semuanya.
Dengan adanya banyak kasus sengketa tanah, saat ini diperlukan undang-undang lainnya yang mampu menciptakan sistem pengelolaan pertanahan.
Undang-undang yang telah dimulai dan menghasilkan draft hukum dan akademik.
"Kita harus terus mendorong agar RUU Pertanahan agar bisa segera disahkan oleh DPR agar administrasi pertanahan kita menjadi lebih baik," katanya.
Akhmad mengusulkan adanya perubahan paradigma dalam pengelolaan tanah sebagai sebuah aset. Di dalam RUU Pertanahan yang akan disusun ini nantinya juga mengatur tanah sebagai sebuah aset baik dalam pengertian ekonomi maupun hukum.
Saat ini, tanah hanya dapat diperhitungkan bila berkaitan dengan obyek pajak dengan adanya Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).
"Dengan adanya penilaian aset, tanah akan lebih ternilai sebagai sebuah aset baik dari sisi ekonomi maupun hukum. Ini yang harus dikembangkan Indonesia ke depan, sebab negara-negara lain tetangga kita di Asia Tenggara seperti Malaysia sudah mulai melakukan," kata Akhmad.
Presdir Medco E&P: Indonesia Bukan Lagi Negara Kaya Minyak
Yogyakarta, - Dahulu, Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya minyak. Namun kondisi saat ini sudah berubah. Cadangan minyak terus menipis dan diperkirakan hanya cukup untuk 10 tahun ke depan.
Dalam kondisi seperti ini, menurut Presiden Direktur PT Medco E&P Budi Basuki, sudah saatnya Indonesia sadar bahwa negeri ini tidak lagi kaya minyak. Indonesia pun sudah seharusnya mengubah mindset dan mengalihkan energi primernya dari minyak ke energi lain seperti gas.
"Harus berani berubah. Jangan terus merasa kalau kita ini masih kaya minyak. Harus dihemat minyak kita," katanya seusai acara MoU dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) di gedung Sekolah Pascasarjana, Jl Teknika Utara, Yogyakarta, Rabu (22/7/2009).
Ia menegaskan, cadangan minyak Indonesia sudah menurun drastis, jauh di bawah cadangan gas yang masih cukup untuk 40 tahun lagi. Karena itu cadangan minyak ini seharusnya diirit dan tidak dihambur-hamburkan.
"Jangan di habiskan untuk konsumtif. Kita harus ingat agar anak cucu kita masih bisa menikmatinya," kata Budi.
Apalagi saat ini eksplorasi minyak di Indonesia sudah semakin sulit, terbukti dengan makin banyaknya impor minyak RI. Sedangkan lapangan gas yang banyak ditemukan di Indonesia seperti di Sumatera, Kalimantan dan Papua, belum optimal dikembangkan.
Karena itu, dibutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk mengalihkan konsumsi energi primer nasional dari minyak ke gas. Harga gas jauh lebih murah dibandingkan dengan harga minyak tentu bisa membuat pembiayaan negara lebih irit.
Namun sampai saat ini sejumlah kendala masih menghambat penggunaan gas. Antara lain belum banyaknya perusahaan migas yang fokus di pengembangan gas dan tidak lengkapnya fasilitas stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).
"Memang tak mudah untuk merubah dari minyak ke gas terutama untuk mobil. Tapi bila berhasil akan bagus karena gas itu lebih ramah lingkungan. Cadangan gas kita paling banyak ada di Sumatera, Kalimantan dan Papua, sedang pengguna BBM terbanyak kita di Jawa dterutama Jakarta. Ini PR kita ke depan," pungkas Budi.
Dalam kondisi seperti ini, menurut Presiden Direktur PT Medco E&P Budi Basuki, sudah saatnya Indonesia sadar bahwa negeri ini tidak lagi kaya minyak. Indonesia pun sudah seharusnya mengubah mindset dan mengalihkan energi primernya dari minyak ke energi lain seperti gas.
"Harus berani berubah. Jangan terus merasa kalau kita ini masih kaya minyak. Harus dihemat minyak kita," katanya seusai acara MoU dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) di gedung Sekolah Pascasarjana, Jl Teknika Utara, Yogyakarta, Rabu (22/7/2009).
Ia menegaskan, cadangan minyak Indonesia sudah menurun drastis, jauh di bawah cadangan gas yang masih cukup untuk 40 tahun lagi. Karena itu cadangan minyak ini seharusnya diirit dan tidak dihambur-hamburkan.
"Jangan di habiskan untuk konsumtif. Kita harus ingat agar anak cucu kita masih bisa menikmatinya," kata Budi.
Apalagi saat ini eksplorasi minyak di Indonesia sudah semakin sulit, terbukti dengan makin banyaknya impor minyak RI. Sedangkan lapangan gas yang banyak ditemukan di Indonesia seperti di Sumatera, Kalimantan dan Papua, belum optimal dikembangkan.
Karena itu, dibutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk mengalihkan konsumsi energi primer nasional dari minyak ke gas. Harga gas jauh lebih murah dibandingkan dengan harga minyak tentu bisa membuat pembiayaan negara lebih irit.
Namun sampai saat ini sejumlah kendala masih menghambat penggunaan gas. Antara lain belum banyaknya perusahaan migas yang fokus di pengembangan gas dan tidak lengkapnya fasilitas stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).
"Memang tak mudah untuk merubah dari minyak ke gas terutama untuk mobil. Tapi bila berhasil akan bagus karena gas itu lebih ramah lingkungan. Cadangan gas kita paling banyak ada di Sumatera, Kalimantan dan Papua, sedang pengguna BBM terbanyak kita di Jawa dterutama Jakarta. Ini PR kita ke depan," pungkas Budi.
Penerapan Pajak Penerangan Jalan Umum Dinilai Belum Adil
Yogyakarta, - Pengenaan pajak penerangan jalan umum dinilai tidak adil karena banyak pelanggan listrik yang meski sudah membayar tapi tidak mendapat pelayanan yang memuaskan. Kondisi seperti ini memicu pencurian listrik.
Demikian disampaikan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran seusai acara MoU dengan PT Medco di Gedung Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jl Teknika Utara, Yogyakarta, Rabu (22/7/2009).
"Masa' itu mau dimasukan ke pendapatan daerah, padahal masih banyak masyarakat yang sudah membayar listrik tapi belum mendapat penerangan. Makanya jangan salahkan kalau masih banyak dijumpai pencurian listrik di mana-mana," pungkas Tumiran.
Pajak penerangan jalan umum memang merupakan sumber pendapatan pemerintah daerah. Pajak ini dikenakan pada pelanggan PLN dalam pembayaran tagihan listrik setiap bulannya. Besarannya bisa berbeda untuk tiap golongan pelanggan sesuai dengan kebijakan masing-masing daerah.
PLN Belum Sehat
Pemerintah harus memberikan perhatian lebih terhadap kondisi PLN yang belum sehat. PLN harus ditata kembali agar manajemen/tata kelola kelistrikan menjadi lebih baik terutama dari sisi jaminan pasokan, keamanan, sustainability dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
"Perlu tata kelola kelistrikan yang lebih baik lagi. Itu yang harus kita dorong agar PLN bisa lebih sehat disamping perlu adanya pengembangan energi sekunder," katanya.
Menurut dia, DEN saat ini tengah mendorong pemerintah dan DPR dalam menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Dia mencontohkan belum sehatnya PLN terutama dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Saat ini kebutuhan listrik belum merata terutama pasokan listrik di luar Jawa.
"Masih ada sekitar 40 persen masyarakat Indonesia yang belum teraliri listrik. Kita saat ini harus mencari tambahan lagi untuk mendapatkan listrik yang optimal," kata staf pengajar jurusan Teknik Elektro UGM itu.
Dia mengatakan kondisi belum sehatnya PLN terlihat ketika setiap tahun PLN harus mendapat subsidi dari pemerintah karena masih defisit. "Meski subsidi itu hak pemerintah/negara tapi kalau dikaitkan dengan pengelolaan bisnis energi ini jadi tak jelas. Ini yang perlu kita dorong agar lebih sehat," katanya.
Demikian disampaikan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran seusai acara MoU dengan PT Medco di Gedung Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jl Teknika Utara, Yogyakarta, Rabu (22/7/2009).
"Masa' itu mau dimasukan ke pendapatan daerah, padahal masih banyak masyarakat yang sudah membayar listrik tapi belum mendapat penerangan. Makanya jangan salahkan kalau masih banyak dijumpai pencurian listrik di mana-mana," pungkas Tumiran.
Pajak penerangan jalan umum memang merupakan sumber pendapatan pemerintah daerah. Pajak ini dikenakan pada pelanggan PLN dalam pembayaran tagihan listrik setiap bulannya. Besarannya bisa berbeda untuk tiap golongan pelanggan sesuai dengan kebijakan masing-masing daerah.
PLN Belum Sehat
Pemerintah harus memberikan perhatian lebih terhadap kondisi PLN yang belum sehat. PLN harus ditata kembali agar manajemen/tata kelola kelistrikan menjadi lebih baik terutama dari sisi jaminan pasokan, keamanan, sustainability dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
"Perlu tata kelola kelistrikan yang lebih baik lagi. Itu yang harus kita dorong agar PLN bisa lebih sehat disamping perlu adanya pengembangan energi sekunder," katanya.
Menurut dia, DEN saat ini tengah mendorong pemerintah dan DPR dalam menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Dia mencontohkan belum sehatnya PLN terutama dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Saat ini kebutuhan listrik belum merata terutama pasokan listrik di luar Jawa.
"Masih ada sekitar 40 persen masyarakat Indonesia yang belum teraliri listrik. Kita saat ini harus mencari tambahan lagi untuk mendapatkan listrik yang optimal," kata staf pengajar jurusan Teknik Elektro UGM itu.
Dia mengatakan kondisi belum sehatnya PLN terlihat ketika setiap tahun PLN harus mendapat subsidi dari pemerintah karena masih defisit. "Meski subsidi itu hak pemerintah/negara tapi kalau dikaitkan dengan pengelolaan bisnis energi ini jadi tak jelas. Ini yang perlu kita dorong agar lebih sehat," katanya.
Selasa, 21 Juli 2009
Ratusan Petani Pesisir Geruduk Polres Kulonprogo
Yogyakarta - Sekitar 800 warga pesisir selatan Kulonprogo yang tergabung dalam Paguyuban
Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo menggeruduk Mapolres Kulonprogo. Mereke menuntut adanya kejelasan karena ada anggota PPLP yang ditetapkan
menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik.
Mereka mendesak polisi bertindak proporsional dan profesional dalam menyelesaikan kasus hukum. Sebab kasus
perusakan dan pembakaran posko PPLP yang hampir satu tahun masih mengambang.l
Ratusan petani ini datang menggunakan 18 truk, dan ratusan sepeda motor. Semenjak berangkat dari simpang empat Brantan, Panjatan meraka sudah mendapatkan pengawalan dari polisi.
Pengamanan juga nampak terlihat di sekitar Mapolres Kulonprogo. Dua pintu utama untuk masuk ditutup dengan portal dan pagar betis polisi. Pasukan anti huru-hara Brimob Polda DIY juga nampak bersiaga.
Aksi berjalan dengan tertib. Setelah sampai di
mapolres seluruh warga hanya diam dan tidak melakukan aksi ataupun orasi. Sekitar 10 orang perwakilan masuk menemui kapolres AKBP Darmanto, yang didampingi
petinggi di lingkup Mapolores. Selebihnya warga hanya berada di pinggir jalan sambil berteduh menunggu perwakilan melakukan negosiasi.
Aksi massa ini merupakan buntut pemanggilan sejumlah warga PPLP oleh penyidik Polres, terkait
laporan pencemaran nama baik oleh Kepala Dukuh Bedoyo Desa Karangsewu Kecamatan Galur, Isdiyanto. Saat itu, warga yang menemui kepala dukuh, dilaporkan telah
mengeluarkan kata-kata tidak baik kepada korban dan melaporkan kepada polisi.
Kondisi ini menurut warga dinilai sangat bertolak belakang terhadap kasus perusakan posko.
Hampir satu tahun kejadian, tidak pernah mendapatkan kejelasan. Padahal warga sudah proaktif memberikan keterangan dan data pendukung untuk mengungkap kasus
tersebut.
“Ini hanya kunjungan silaturahmi, kami hanya minta polisi bertindak profesional dan proporsional dalam menyelesakan kasus tanpa pandang bulu,” jelas ketua PPLP
Suriyadi.
Kapolres Kulonprogo AKBP darmanto mengatakan penyidik telah melakukan tindakan secara profesional. Pemanggilan, pemeriksaan terhadap saksi yang mengarah menjadi tersangka sudah melalui tahapan dan prosedur yang ada.
“Polisi tidak pernah terpengaruh dari manapun, semua laporan akan kita tindaklanjuti,” jelasnya.
Menurutnya, kasus perusakan dan pembakaran posko di Desa Garongan dan Karangwuni juga ditangani secara prosedural. Saat ini polisi telah menyelesaikan berkas
pemeriksaan, dan menetapakan beberapa tersangka. Berkas tersebut sudah empat kali dilimpahkan ke kejaksaan, sebelum disidangkan.
“Tadi pagi kita kembali melimpahkan BAP ke kejaksaan,” tegas Darmanto.
Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo menggeruduk Mapolres Kulonprogo. Mereke menuntut adanya kejelasan karena ada anggota PPLP yang ditetapkan
menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik.
Mereka mendesak polisi bertindak proporsional dan profesional dalam menyelesaikan kasus hukum. Sebab kasus
perusakan dan pembakaran posko PPLP yang hampir satu tahun masih mengambang.l
Ratusan petani ini datang menggunakan 18 truk, dan ratusan sepeda motor. Semenjak berangkat dari simpang empat Brantan, Panjatan meraka sudah mendapatkan pengawalan dari polisi.
Pengamanan juga nampak terlihat di sekitar Mapolres Kulonprogo. Dua pintu utama untuk masuk ditutup dengan portal dan pagar betis polisi. Pasukan anti huru-hara Brimob Polda DIY juga nampak bersiaga.
Aksi berjalan dengan tertib. Setelah sampai di
mapolres seluruh warga hanya diam dan tidak melakukan aksi ataupun orasi. Sekitar 10 orang perwakilan masuk menemui kapolres AKBP Darmanto, yang didampingi
petinggi di lingkup Mapolores. Selebihnya warga hanya berada di pinggir jalan sambil berteduh menunggu perwakilan melakukan negosiasi.
Aksi massa ini merupakan buntut pemanggilan sejumlah warga PPLP oleh penyidik Polres, terkait
laporan pencemaran nama baik oleh Kepala Dukuh Bedoyo Desa Karangsewu Kecamatan Galur, Isdiyanto. Saat itu, warga yang menemui kepala dukuh, dilaporkan telah
mengeluarkan kata-kata tidak baik kepada korban dan melaporkan kepada polisi.
Kondisi ini menurut warga dinilai sangat bertolak belakang terhadap kasus perusakan posko.
Hampir satu tahun kejadian, tidak pernah mendapatkan kejelasan. Padahal warga sudah proaktif memberikan keterangan dan data pendukung untuk mengungkap kasus
tersebut.
“Ini hanya kunjungan silaturahmi, kami hanya minta polisi bertindak profesional dan proporsional dalam menyelesakan kasus tanpa pandang bulu,” jelas ketua PPLP
Suriyadi.
Kapolres Kulonprogo AKBP darmanto mengatakan penyidik telah melakukan tindakan secara profesional. Pemanggilan, pemeriksaan terhadap saksi yang mengarah menjadi tersangka sudah melalui tahapan dan prosedur yang ada.
“Polisi tidak pernah terpengaruh dari manapun, semua laporan akan kita tindaklanjuti,” jelasnya.
Menurutnya, kasus perusakan dan pembakaran posko di Desa Garongan dan Karangwuni juga ditangani secara prosedural. Saat ini polisi telah menyelesaikan berkas
pemeriksaan, dan menetapakan beberapa tersangka. Berkas tersebut sudah empat kali dilimpahkan ke kejaksaan, sebelum disidangkan.
“Tadi pagi kita kembali melimpahkan BAP ke kejaksaan,” tegas Darmanto.
Research Week UGM kembali Dibuka
Yogyakarta- Tahun ini UGM kembali menggelar kegiatan Research Week & History Week 2009, yang mengengkat tema “60 Tahun UGM Mensinergikan Potensi Pemberdayaan Masyarakat”. Acara yang berlangsung di Grha Sabha Pramana ini dibuka langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D., Selasa (21/7/2009), ditandai dengan pengguntingan pita.
Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari kegiatan yang menampilkan hasil penelitian ini diharapkan mampu memunculkan inspirasi bagi siapa saja. Hasil-hasil penelitian yang ada bisa kedepannya bisa digunakan untuk kemanfaatan masyarakat luas serta untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.
“Dari publikasi penelitian yang ada diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi semua kalangan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan bangsa. Dengan demikian usaha untuk meningkatan kesejahteraan bangsa tidak hanya menjadi impian semata, namun bisa menjadi sebuah kenyataan. Dan perlu diketahui pameran ini tidak hanya untuk meningkatkan popularitas UGM, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia,” jelas rektor.
Lebih lanjut dikatakan Rektor, hal ini sesuai dengan apa yang telah diamanahkan para pendiri, untuk mengabdikan diri bagi kepentingan dan kemakmuran bangsa dalam rangka menciptakan keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengabdian dan Penelitian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., memaparkan bahwa acara ini merupakan bentuk aktualisasi dari para sivitas akademika UGM yang sekaligus ditujukan untuk menjalin berbagai program kemitraan baik dengan sesama perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Indonesia.
Dituturkan Danang, kegiatan ini juga dilandasi adanya keinginan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang dimiliki UGM. “Sayang kan jika tradisi ilmu pengetahuan yang telah dibangun selama 60 tahun oleh UGM hanya diketahui oleh kawan-kawan kita sendiri di lingkungan UGM. Untuk itu kami berusaha mengaktualisasikan diri tidak hanya untuk kepentingan UGM, tetapi juga bangsa dan negara,” paparnya.
Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu ini, 21-26 Juli 2009, menampilkan hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dalam satu tahun ini. Selain menampilkan hasil penelitian, juga memamerkan hasil kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM). Acara ini diisi 95 stand dari lingkungan UGM antara lain stand dari 18 fakultas, pusat studi, perpustakaan, arsip, LPPM, direktorat kemahasiswaan, direktorat akademik, psupics, kagama, serta dari UKM.
Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari kegiatan yang menampilkan hasil penelitian ini diharapkan mampu memunculkan inspirasi bagi siapa saja. Hasil-hasil penelitian yang ada bisa kedepannya bisa digunakan untuk kemanfaatan masyarakat luas serta untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.
“Dari publikasi penelitian yang ada diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi semua kalangan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan bangsa. Dengan demikian usaha untuk meningkatan kesejahteraan bangsa tidak hanya menjadi impian semata, namun bisa menjadi sebuah kenyataan. Dan perlu diketahui pameran ini tidak hanya untuk meningkatkan popularitas UGM, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia,” jelas rektor.
Lebih lanjut dikatakan Rektor, hal ini sesuai dengan apa yang telah diamanahkan para pendiri, untuk mengabdikan diri bagi kepentingan dan kemakmuran bangsa dalam rangka menciptakan keadaban, kemanfaatan, dan kebahagiaan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengabdian dan Penelitian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., memaparkan bahwa acara ini merupakan bentuk aktualisasi dari para sivitas akademika UGM yang sekaligus ditujukan untuk menjalin berbagai program kemitraan baik dengan sesama perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Indonesia.
Dituturkan Danang, kegiatan ini juga dilandasi adanya keinginan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang dimiliki UGM. “Sayang kan jika tradisi ilmu pengetahuan yang telah dibangun selama 60 tahun oleh UGM hanya diketahui oleh kawan-kawan kita sendiri di lingkungan UGM. Untuk itu kami berusaha mengaktualisasikan diri tidak hanya untuk kepentingan UGM, tetapi juga bangsa dan negara,” paparnya.
Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu ini, 21-26 Juli 2009, menampilkan hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dalam satu tahun ini. Selain menampilkan hasil penelitian, juga memamerkan hasil kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM). Acara ini diisi 95 stand dari lingkungan UGM antara lain stand dari 18 fakultas, pusat studi, perpustakaan, arsip, LPPM, direktorat kemahasiswaan, direktorat akademik, psupics, kagama, serta dari UKM.
Durante, Alat Uji Daging Bangkai Temuan FKH UGM
Yogyakarta- Kesehatan konsumen harus semakin diutamakan. Perlindungan terhadap produk pangan yang berpotensi membahayakan kesehatan harus semaksimal mungkin diusahakan. Daging bangkai adalah daging yang berasal dari hewan yang telah mati sebelum disembelih. Penipuan dengan modus ini perlu ditanggulangi dengan pendeteksian awal. Salah satu peneliti bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH UGM Dr. drh. Yatri Drastini, M.Sc berhasil menciptakan alat dteksi daging bangkai yang dinamakan Durante.
Kepada wartawan, Selasa (21/7/2009), Yatri mengatakan bahwa alat ini berupa reagen untuk deteksi cepat daging bangkai, sangat mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. “Alat ini dapat mendeteksi tingkat kebenaran daging bangkai hingga 95 persen,” kata wanita kelahiran Tulungagung Jawa Timur 1949 ini.
Menurut Bu Yatri, mekanisme kerja alat ini menggunakan hasil cairan ekstrak darah dari daging yang mengandung hemoglobin yang bereaksi secara kimia dengan larutan reagen. Kemudian, dari reagen ini akan diketahui apakah terjadi perubahan warna atau tidak.
“Intinya prinsip kerja menggunakan larutan kimia yang bereaksi dengan darah aging. Biasnya, daging bangkai mengandung kadar Hemoglobin (Hb) yang lebih banyak dibanding daging segar, sebab kalo bangkai tidak dipotong sehingga darah tidak keluar, kalo daging yang dipotong itu darahnya keluar,sehingga kadar hb lebih sedikit,” ungkapnya.
Ibu dari satu anak ini, menjelaskan bahwa perubahan warna pada reagen menunjukkan larutan kimia tidak bereaksi dengan Hb darah. Apabila terjadi perubahan warna reagen menjadi hijau tua maka daging yang dideteksi merupakan daging bangkai. Sebaliknya warna reagen berubah menjadi warna biru maka dipastikan daging tersebut merupakan daging segar.
“Untuk memastikan daging ini bangkai atau tidak hanya perlu waktu satu menit,” katanya.
Diakui Yatri, temuannya ini sudah digunakan di beberapa dinas peternakan saat berlangsung operasi pasar. Untuk sementara ini, alat ini sedang diurus hak patennya.
Diceritakan oleh Bu Yatri, awal penelitian ini dimulai sejak 1997, awalnya ia lakukan sendiri, kemudian dalam perkembangannya ia mengajaka rekan peneliti lainnya dan beberapa mahasiswa program S3.
“Komposisi bahan kimia reagen belum disampaikan ke publik karena dalam pengurusan paten,”paparnya.
Dalam kesempatan terpisah, salah satu dosen Ilmu kesmavet FKH UGM Dr. drh. Widagdo yang ditemui dalam pameran mini expo kegiatan Research Week di Grha Sabha Pramana UGM, mengatakan alat ini cukup efektif untuk mendeteksi daging bangkai yang dijual di pasaran. Bahkan alat ini sudah dimanfaatkan oleh dinas-dinas peternakan se-DIJ.
Kepada wartawan, Selasa (21/7/2009), Yatri mengatakan bahwa alat ini berupa reagen untuk deteksi cepat daging bangkai, sangat mudah digunakan dan memberikan hasil yang akurat. “Alat ini dapat mendeteksi tingkat kebenaran daging bangkai hingga 95 persen,” kata wanita kelahiran Tulungagung Jawa Timur 1949 ini.
Menurut Bu Yatri, mekanisme kerja alat ini menggunakan hasil cairan ekstrak darah dari daging yang mengandung hemoglobin yang bereaksi secara kimia dengan larutan reagen. Kemudian, dari reagen ini akan diketahui apakah terjadi perubahan warna atau tidak.
“Intinya prinsip kerja menggunakan larutan kimia yang bereaksi dengan darah aging. Biasnya, daging bangkai mengandung kadar Hemoglobin (Hb) yang lebih banyak dibanding daging segar, sebab kalo bangkai tidak dipotong sehingga darah tidak keluar, kalo daging yang dipotong itu darahnya keluar,sehingga kadar hb lebih sedikit,” ungkapnya.
Ibu dari satu anak ini, menjelaskan bahwa perubahan warna pada reagen menunjukkan larutan kimia tidak bereaksi dengan Hb darah. Apabila terjadi perubahan warna reagen menjadi hijau tua maka daging yang dideteksi merupakan daging bangkai. Sebaliknya warna reagen berubah menjadi warna biru maka dipastikan daging tersebut merupakan daging segar.
“Untuk memastikan daging ini bangkai atau tidak hanya perlu waktu satu menit,” katanya.
Diakui Yatri, temuannya ini sudah digunakan di beberapa dinas peternakan saat berlangsung operasi pasar. Untuk sementara ini, alat ini sedang diurus hak patennya.
Diceritakan oleh Bu Yatri, awal penelitian ini dimulai sejak 1997, awalnya ia lakukan sendiri, kemudian dalam perkembangannya ia mengajaka rekan peneliti lainnya dan beberapa mahasiswa program S3.
“Komposisi bahan kimia reagen belum disampaikan ke publik karena dalam pengurusan paten,”paparnya.
Dalam kesempatan terpisah, salah satu dosen Ilmu kesmavet FKH UGM Dr. drh. Widagdo yang ditemui dalam pameran mini expo kegiatan Research Week di Grha Sabha Pramana UGM, mengatakan alat ini cukup efektif untuk mendeteksi daging bangkai yang dijual di pasaran. Bahkan alat ini sudah dimanfaatkan oleh dinas-dinas peternakan se-DIJ.
Jumat, 17 Juli 2009
Menpera Resmikan Rusunawa Cemara Lima
Yogyakarta - Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) RI Drs. Muhammad Yusuf Asy'ari, M.Si, Akt meresmikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Komplek Rusunawa Cemara Lima UGM, Karanggayam,Condong Catur, Depok, Sleman, Jumat (17/7). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Menpera. Disaksikan Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi M.Eng Ph.D, dan Wakil Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo.
Dalam sambutannya, Menpera berpesan bahwa pembangunan rusunawa tersebut bisa bermanfaat bagi mahasiswa agar nantinya bisa beradapatasi tinggal di rumah susun setelah lulus dari perguruan tinggi.
“Diarapkan mereka tidak resistensi ketika tinggal di rumah susun, bahkan kalo melanjutkan pendidikan di luar negeri mereka pun sudah terbiasa tinggal di rumah susun yang disediakan oleh univeritanya,” kata menpera.
Disamping itu, kata menpera, pembangunan rusunawa ini bertujuan untuk mengurangi jumlah alih fungsi lahan pertanian akibat minimnya regulasi dari pemerinrah daerah terkait penataan tata ruang pembangunan perumahan,
“Saat ini baru tiga provinsi yang telah mengeluarkan peraturan mengenai tata ruang seperti pemprop Jatim, pemprov DKI dan Pemrop Kepulauan Riau,” katanya.
Menpera juga sempat menyinggung bahwa untuk saat ini pihaknya mngupayakan pembangunan rusunawa untuk setiap perguruan tinggi, namun begitu belum sepenuhnya bisa terpenuhi akibat masih terbatasnya anggaran. Hingga saat ini hampir 100 perguruan tinggi antri menunggu giliran untuk pembanguan rusunawa.
“Anggaran kita hanya 0,35 5 dari APBN padahal idealnya 2 persen atau senilai 20 triliun,” katanya.
Mengatasi kondisi ini, kata Menpera, pihaknya sedang berupaya kerjasama dengan Depdiknas agar 0,5 persen dari dana yang dimiliki Depdiknas bisa dialokasikan untuk membantu percepatan pembanngunan rusunawa perguruan tinggi.
Rektor UGM dalam kesempatan tersebut menyambut baik bantuan pembangunan rusunawa oleh kementerian negara perumanan rakyat. Menurut Rektor, kehadiran rusanwa baru ini akan mengurangi beban pekerjaan UGM dalam menyediakan tempat tinggal bagi mahasiswa.
“Hadirnya rusunawa ini akan membantu prestasi belajar mahasiswa agar bisa berdaya saing tinggi dan memiliki kemanfaatan dan kebahagiaan hidup,” jelasnya.
Seperti diketahui, Rusunawa UGM ini dibangun dilokasi dengan luas ares 2.600 m2 dan luas lantai total 4000 m2 diperuntukan bagi mahasiswa. Bangunan yang terdiri 4 lantai ini disisi dengan kamar sebanyak 96 uniy. Setiap hunian berukuran tipe 21 dan dapat menampung 3-4 mahasiswa. Pembangunan yang dimulai sejak 2007 ini menghabiskan dana sebesar 10 milyar rupiah.
Dalam sambutannya, Menpera berpesan bahwa pembangunan rusunawa tersebut bisa bermanfaat bagi mahasiswa agar nantinya bisa beradapatasi tinggal di rumah susun setelah lulus dari perguruan tinggi.
“Diarapkan mereka tidak resistensi ketika tinggal di rumah susun, bahkan kalo melanjutkan pendidikan di luar negeri mereka pun sudah terbiasa tinggal di rumah susun yang disediakan oleh univeritanya,” kata menpera.
Disamping itu, kata menpera, pembangunan rusunawa ini bertujuan untuk mengurangi jumlah alih fungsi lahan pertanian akibat minimnya regulasi dari pemerinrah daerah terkait penataan tata ruang pembangunan perumahan,
“Saat ini baru tiga provinsi yang telah mengeluarkan peraturan mengenai tata ruang seperti pemprop Jatim, pemprov DKI dan Pemrop Kepulauan Riau,” katanya.
Menpera juga sempat menyinggung bahwa untuk saat ini pihaknya mngupayakan pembangunan rusunawa untuk setiap perguruan tinggi, namun begitu belum sepenuhnya bisa terpenuhi akibat masih terbatasnya anggaran. Hingga saat ini hampir 100 perguruan tinggi antri menunggu giliran untuk pembanguan rusunawa.
“Anggaran kita hanya 0,35 5 dari APBN padahal idealnya 2 persen atau senilai 20 triliun,” katanya.
Mengatasi kondisi ini, kata Menpera, pihaknya sedang berupaya kerjasama dengan Depdiknas agar 0,5 persen dari dana yang dimiliki Depdiknas bisa dialokasikan untuk membantu percepatan pembanngunan rusunawa perguruan tinggi.
Rektor UGM dalam kesempatan tersebut menyambut baik bantuan pembangunan rusunawa oleh kementerian negara perumanan rakyat. Menurut Rektor, kehadiran rusanwa baru ini akan mengurangi beban pekerjaan UGM dalam menyediakan tempat tinggal bagi mahasiswa.
“Hadirnya rusunawa ini akan membantu prestasi belajar mahasiswa agar bisa berdaya saing tinggi dan memiliki kemanfaatan dan kebahagiaan hidup,” jelasnya.
Seperti diketahui, Rusunawa UGM ini dibangun dilokasi dengan luas ares 2.600 m2 dan luas lantai total 4000 m2 diperuntukan bagi mahasiswa. Bangunan yang terdiri 4 lantai ini disisi dengan kamar sebanyak 96 uniy. Setiap hunian berukuran tipe 21 dan dapat menampung 3-4 mahasiswa. Pembangunan yang dimulai sejak 2007 ini menghabiskan dana sebesar 10 milyar rupiah.
Kelola Dana Rp 70 Milyar, Riset UGM Capai 700 Judul
Riset tematik kerjasama Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan berbagai instansi bisa mencapai 600 judul selama setahun pada 2008 dan mecapi 700-an judul di tahun 2009. Sedang dana yang dihimpun dan digunakan untuk riset terus mengalami kenaikan secara signifikan dari semula Rp 31 miliar pada 2008 menjadi Rp 70 miliar pada 2009.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UGM Dr.Wisnu Nurcahyo memperkirakan jumlah judul riset yang digarap atas kerjasama universitas dengan berbagai instansi akan mengalami kenaikan banyak pada tahun ini. Dari dana riset sebanyak Rp 70 miliar, sebanyak 40 milyar merupakan dana bantuan dari pemerintah dan 30 milyar hasil partisipasi kerjasama riset dengan instansi.
Menjawab pertanyaan wartawan dalam rangka pelaksanaan Research Week dan History week 2009, Jumat (17/7), ia mengatakan jumlah penelitian semakin banyak seiring dengan banyaknya jumlah peneliti UGM.
“Sampai Juli tahun ini, peneliti dari kalangan dosen mencapai 2000 lebih. Jumlah dosen saat ini 2.117 orang, sebanyak 771 orang doktor atau 36,08 persen,” kata Wisnu, di ruang sidang LPPM lantai III Gedung Pusat.
Menurut dia atmosfer penelitian di universitas terus berkembang lebih baik. Situasi positif ini didukung 18 Fakultas. IA menambahkan, hasil-hasil riset telah diimplementasikan kepada pemberdayaan masyarakat antara lain melalui program kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa.
“Setiap tahun program implementasi hasil riset bisa menciptakan aset masyrakat sebesar Rp 100 miliar. Pelaksanaannya kerjasama universitas ini dengan kalangan industri dan institusi lain," ujarnya.
Diakui Wisnu, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi pembentukan model KKN Pembalajaran dan Pemberdayaan Masyarakat. "Kuliah ini telah menjadi model di berbagai universitas," kata Wisnu.
Sementara panitia pelaksana kegiatan research week Prof.Dr. Harno Dwi Pranowo, M.Si., menagatakan bahwa kegiatan research week dan history week tahun 2009 meliputi beberapa kegiatan diantaranya open lecture on knowledge partnership di Balai Senat (17 juli), Seminar hasil penelitian lintas klaster di Gedung GSP (22 Juli), Lokakarya manajemen riset dan pengabdian kepada masyarakat di GSP (21-22 juli), temu mitra dan konsultasu kerjsama LPPM UGM (25/7), Lokakarya dan pelatihan pengurangan resiko bencana di balai senat (22-24 juli), Dialog Universitas dan Industri di GSP (23 juli), pameran hasil penelitian KKN-PPM dan UMKM dan kegiatyan history week di gedung GSP (21-26 juli)
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UGM Dr.Wisnu Nurcahyo memperkirakan jumlah judul riset yang digarap atas kerjasama universitas dengan berbagai instansi akan mengalami kenaikan banyak pada tahun ini. Dari dana riset sebanyak Rp 70 miliar, sebanyak 40 milyar merupakan dana bantuan dari pemerintah dan 30 milyar hasil partisipasi kerjasama riset dengan instansi.
Menjawab pertanyaan wartawan dalam rangka pelaksanaan Research Week dan History week 2009, Jumat (17/7), ia mengatakan jumlah penelitian semakin banyak seiring dengan banyaknya jumlah peneliti UGM.
“Sampai Juli tahun ini, peneliti dari kalangan dosen mencapai 2000 lebih. Jumlah dosen saat ini 2.117 orang, sebanyak 771 orang doktor atau 36,08 persen,” kata Wisnu, di ruang sidang LPPM lantai III Gedung Pusat.
Menurut dia atmosfer penelitian di universitas terus berkembang lebih baik. Situasi positif ini didukung 18 Fakultas. IA menambahkan, hasil-hasil riset telah diimplementasikan kepada pemberdayaan masyarakat antara lain melalui program kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa.
“Setiap tahun program implementasi hasil riset bisa menciptakan aset masyrakat sebesar Rp 100 miliar. Pelaksanaannya kerjasama universitas ini dengan kalangan industri dan institusi lain," ujarnya.
Diakui Wisnu, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi pembentukan model KKN Pembalajaran dan Pemberdayaan Masyarakat. "Kuliah ini telah menjadi model di berbagai universitas," kata Wisnu.
Sementara panitia pelaksana kegiatan research week Prof.Dr. Harno Dwi Pranowo, M.Si., menagatakan bahwa kegiatan research week dan history week tahun 2009 meliputi beberapa kegiatan diantaranya open lecture on knowledge partnership di Balai Senat (17 juli), Seminar hasil penelitian lintas klaster di Gedung GSP (22 Juli), Lokakarya manajemen riset dan pengabdian kepada masyarakat di GSP (21-22 juli), temu mitra dan konsultasu kerjsama LPPM UGM (25/7), Lokakarya dan pelatihan pengurangan resiko bencana di balai senat (22-24 juli), Dialog Universitas dan Industri di GSP (23 juli), pameran hasil penelitian KKN-PPM dan UMKM dan kegiatyan history week di gedung GSP (21-26 juli)
Tingkatkan Pengetahuan dan Ketrampilan Ibu Hamil Dalam Memilih Obat
Flu bisa menyerang siapa saja. Tidak pandang usia, laki-laki ataupun perempuan. Begitu pula dengan ibu hamil. Selama kehamilan, biasanya flu sering menyerang, dan para ibu hamil kebanyakan ragu-ragu untuk mengkonsumsi obat flu. Terdapat kekhawatiran apakah obat tersebut aman dikonsumsi dan tidak membahayakan bagi janin yang dikandung. Kurangnya pengetahuan dalam memilih obat flu yang aman bagi ibu hamil ini salah satu hal yang menjadi faktor penyebab keragu-raguan tersebut.
Berangkat dari fenomena ini Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat (PSKKO) UGM, mengembangkan sebuah metode edukasi yang telah diuji dan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta perilaku ibu hamil dalam memilih obat flu yang aman. Metode tersebut diberi nama cara belajar ibu aktif/CBIA-Pregnancy. Demikian diungakpakan oleh staf peneliti PSFKKO UGM, Dra. Sri Hidayati, yang sekaligus tim peneliti metode edukasi ini, di Ruang Fortakgama, Kamis (16/7).
Metode ini pada awalnya didesain oleh Dr. Suryawati untuk mengajak para ibu secara aktif memilih obat bebas dengan menelaah informasi di dalam kemasan obat. Dan saat ini, metode tersebut juga telah diadopsi di beberapa negara seperti, kamboja dan juga Laos.
“Dengan metode ini presentase pemilihan obat secara benar oleh ibu hamil meningkat tajam, dari 46% menjadi 92% pada minggu kedua setelah kegiatan. Selanjutnya 85% pada minggu keempat, serta 91% di minggu keenam. Disamping itu, para peserta menyatakan kegiatan CBIA-Pregnancy merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan,” papar Sri Hidayati.
Disampaikan oleh Sri Hidayati, dalam pelaksanaan CBIA-Pregnancy tersebut, PSFKKO bekerjasama dengan RS Bersalin Sakina Idaman, Sleman mengundang ibu hamil untuk bergabung dalam kegiatan ini. CBIA-Pregnancy dilaksanakan dalam bentuk diskusi interaktif dengan format kecil. Dalam forum yang berlangsung dua jam tersebut didiskusikan segala informasi yang tertera dalam kemasan obat, dengan mengambil perhatian utama pada informasi berekenaan dengan keamanan pemakaian obat pada masa kehamilan.
Dengan dikembangkan dan diujicobakannya metode ini, diharapkan Sri Hidayati, metode ini bisa digunakan oleh siapa saja yang berminat menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dituturkan olehnya, “Pedoman kegiatan akan kami sediakan dan jika dirasa diperlukan kami, tim PSFKKO UGM, bersedia melatih fasilitator untuk kegiatan CBIA-Pregnancy ini,”.
Berangkat dari fenomena ini Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat (PSKKO) UGM, mengembangkan sebuah metode edukasi yang telah diuji dan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta perilaku ibu hamil dalam memilih obat flu yang aman. Metode tersebut diberi nama cara belajar ibu aktif/CBIA-Pregnancy. Demikian diungakpakan oleh staf peneliti PSFKKO UGM, Dra. Sri Hidayati, yang sekaligus tim peneliti metode edukasi ini, di Ruang Fortakgama, Kamis (16/7).
Metode ini pada awalnya didesain oleh Dr. Suryawati untuk mengajak para ibu secara aktif memilih obat bebas dengan menelaah informasi di dalam kemasan obat. Dan saat ini, metode tersebut juga telah diadopsi di beberapa negara seperti, kamboja dan juga Laos.
“Dengan metode ini presentase pemilihan obat secara benar oleh ibu hamil meningkat tajam, dari 46% menjadi 92% pada minggu kedua setelah kegiatan. Selanjutnya 85% pada minggu keempat, serta 91% di minggu keenam. Disamping itu, para peserta menyatakan kegiatan CBIA-Pregnancy merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan,” papar Sri Hidayati.
Disampaikan oleh Sri Hidayati, dalam pelaksanaan CBIA-Pregnancy tersebut, PSFKKO bekerjasama dengan RS Bersalin Sakina Idaman, Sleman mengundang ibu hamil untuk bergabung dalam kegiatan ini. CBIA-Pregnancy dilaksanakan dalam bentuk diskusi interaktif dengan format kecil. Dalam forum yang berlangsung dua jam tersebut didiskusikan segala informasi yang tertera dalam kemasan obat, dengan mengambil perhatian utama pada informasi berekenaan dengan keamanan pemakaian obat pada masa kehamilan.
Dengan dikembangkan dan diujicobakannya metode ini, diharapkan Sri Hidayati, metode ini bisa digunakan oleh siapa saja yang berminat menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dituturkan olehnya, “Pedoman kegiatan akan kami sediakan dan jika dirasa diperlukan kami, tim PSFKKO UGM, bersedia melatih fasilitator untuk kegiatan CBIA-Pregnancy ini,”.
Polisi Tingkatkan Pengamanan Hotel dan Pusat Keramaian di Yogya
Yogyakarta - Pasca terjadi bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta, sejumlah hotel berbintang dan pusat keramaian di Kota Yogyakarta dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Pemeriksan secara berlapis dilakukan di sejumlah hotel berbintang di Yogyakarta. Demikian pula pusat keramaian seperti mal-mal juga dilakukan pemeriksaan terhadap tas atau barang bawaan yang dibawa oleh para pengunjung.Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan.
Berdasarkan pemantauan detikcom di sejumlah hotel berbintang seperti Hotel Sheraton Mustika di Jl Solo Yogyakarta, Melia Purosani di Jl Suryotomo, Hotel Mercure dan Hotel Novotel di Jl Sudirman, sejumlah aparat kepolisian berseragam tampak berjaga di dekat pintu masuk hotel. Beberapa orang satpam langsung melakukan pemeriksaan terhadap semua mobil yang masuk ke hotel.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh 2-3 orang satpam hampir semuanya sesuai standar pengamanan hotel. Di pintu luar yang berjarak 20-40-an meter dari lobi hotel, 2-3 orang petugas satpam langsung meminta sopir untuk membuka kaca dan bagasi. Tak lupa dibagian bawah mesin juga diperiksa.
Mereka kemudian memberikan kartu pengenal sebagai tanda masuk. Mereka juga terkadang menanyakan tujuan ke hotel. Sedang di lobi selain terdapat security hotel juga terdapat beberapa orang anggota kepolisian yang tidak berseragam ikut berjaga-jaga.anan internal.
Sementara itu di pusat-pusat keramaian seperti di Malioboro Mal di Jl Malioboro, Saphir Square dan Ambarukmo Plaza di Jl Laksda Adisucipto, beberapa orang satpam juga tampak berjaga-jaga ketat di pintu masuk. Beberapa orang aparat kepolisian menggunakan mobil patroli juga berjaga tidak jauh dari tempat tersebut.
Di Malioboro Mal, dua satpam juga berjaga di pintu masuk. Pengunjung yang membawa tas jinjing besar atau tas punggung juga diperiksa. Sedang pengunjung wanita dengan menggunakan tas kecil tidak diperiksa. Pemeriksan dilakukan menggunakan alat metal detektor serta pengunjung diminta membuka isi tas.
"Ini sudah sesuai standar pengamanan dari kepolisian dan sudah kita lakukan sejak lama terutama untuk tas-tas besar yang dibawa pengunjung yang mau masuk. Kalau tas kecil biasa tidak perlu," kata salah seorang satpam.
Pemeriksan secara berlapis dilakukan di sejumlah hotel berbintang di Yogyakarta. Demikian pula pusat keramaian seperti mal-mal juga dilakukan pemeriksaan terhadap tas atau barang bawaan yang dibawa oleh para pengunjung.Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan.
Berdasarkan pemantauan detikcom di sejumlah hotel berbintang seperti Hotel Sheraton Mustika di Jl Solo Yogyakarta, Melia Purosani di Jl Suryotomo, Hotel Mercure dan Hotel Novotel di Jl Sudirman, sejumlah aparat kepolisian berseragam tampak berjaga di dekat pintu masuk hotel. Beberapa orang satpam langsung melakukan pemeriksaan terhadap semua mobil yang masuk ke hotel.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh 2-3 orang satpam hampir semuanya sesuai standar pengamanan hotel. Di pintu luar yang berjarak 20-40-an meter dari lobi hotel, 2-3 orang petugas satpam langsung meminta sopir untuk membuka kaca dan bagasi. Tak lupa dibagian bawah mesin juga diperiksa.
Mereka kemudian memberikan kartu pengenal sebagai tanda masuk. Mereka juga terkadang menanyakan tujuan ke hotel. Sedang di lobi selain terdapat security hotel juga terdapat beberapa orang anggota kepolisian yang tidak berseragam ikut berjaga-jaga.anan internal.
Sementara itu di pusat-pusat keramaian seperti di Malioboro Mal di Jl Malioboro, Saphir Square dan Ambarukmo Plaza di Jl Laksda Adisucipto, beberapa orang satpam juga tampak berjaga-jaga ketat di pintu masuk. Beberapa orang aparat kepolisian menggunakan mobil patroli juga berjaga tidak jauh dari tempat tersebut.
Di Malioboro Mal, dua satpam juga berjaga di pintu masuk. Pengunjung yang membawa tas jinjing besar atau tas punggung juga diperiksa. Sedang pengunjung wanita dengan menggunakan tas kecil tidak diperiksa. Pemeriksan dilakukan menggunakan alat metal detektor serta pengunjung diminta membuka isi tas.
"Ini sudah sesuai standar pengamanan dari kepolisian dan sudah kita lakukan sejak lama terutama untuk tas-tas besar yang dibawa pengunjung yang mau masuk. Kalau tas kecil biasa tidak perlu," kata salah seorang satpam.
Kamis, 16 Juli 2009
Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM Prof. Tonny Sadjimin Berpulang
Duka kembali menyelimuti Universitas Gadjah Mada. Salah satu putra terbaiknya, Prof. dr. H. Tonny Sadjimin, M.P.H., M.Sc., Ph.D., Sp.A(K)., telah berpulang menghadap sang khalik. Guru besar pada Fakultas Kedokteran ini tutup usia pada, Rabu 15 Juli 2009, pukul 21.30 WIB di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dalam usia 67 tahun.
Jenazah almarhum dimakamkan pada hari ini, Kamis (16/7) di makam di Makam Keluarga UGM Sawitsari. Sebelumnya, jenazah disemayamkan di di Balairung UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM. Upacara penghormatan dipimpin langsung oleh Rektor UGM. Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D.
Almarhum merupakan sosok yang dapat dijadikan sebagai tauladan, baik dalam kecakapan maupun perilaku sehari-hari. Prof. Tonny Sadjimin sangatlah menghormati dan mencintai sesama, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta disiplin dalam menjalankan tugasnya. “Semoga ketauladanan almarhum bisa terwariskan pada anak didiknya, sehingga perkembangan jasa almarhum tetap berkelanjutan,” kata Rektor.
Sejak tahun 1983, lanjut Rektor, almarhum yang mencapai jabatan Guru Besar dalam ilmu Kedokteran pada tahun 2003 dengan judul pidato “Ketidakbenaran Penelitian Ilmiah di Bidang Kedokteran dan Kesehatan”ini, mendapatkan mandat untuk berperan dalam pengembangan Ilmu Epidemologi Klinik dan Biostatistika dikhususnya Indonesia , dan Asia Tenggara secara umum sebagai salah satu ilmu dasar dalam penerapan ilmu bidang kedokteran dan kesehatan.
Almarhum Prof. Tonny Sadjimin lahir di Bima, Sumbawa, 25 September 1941 meninggalkan seorang isteri, inu Sri Haryati, dua orang anak, dr. Andjar Bhawana, Sp.OT, dan Oneng Nawaningrum, S.Psi. Dari tahun 2002 hingga almarhum tutup usia, beliau masih menjabat sebagai Ketua Badan Penelitian Kepengurusan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Selain itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Stikes Respati Yogyakarta periode 2004-2008. Ketua Kelompok Kerja Ahli Surveilans AFP Depkes RI(1997-2009). Ketua Tim Ahli Gardunas TB, Depkes RI (1996-2009). Serta Ketua Jaringan Epidemologi Nasional (JEN) periode 1992-1996.
Semasa hidupnya, almarhum pernah menempuh pendidikan sarjana muda (1966), dan meraih gelar dokter (1970) dan spesialis anak (1974) di Fakultas Kedokteran UGM. Pada tahun 1977 beliau meraih gelar Master of Public Health (MPH) di John Hopkins University, Master of Science (M.Sc) di MCMaster University tahun 1982, dan Ph.D., di University of Westren Ontario pada 1986.
Jenazah almarhum dimakamkan pada hari ini, Kamis (16/7) di makam di Makam Keluarga UGM Sawitsari. Sebelumnya, jenazah disemayamkan di di Balairung UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM. Upacara penghormatan dipimpin langsung oleh Rektor UGM. Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D.
Almarhum merupakan sosok yang dapat dijadikan sebagai tauladan, baik dalam kecakapan maupun perilaku sehari-hari. Prof. Tonny Sadjimin sangatlah menghormati dan mencintai sesama, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta disiplin dalam menjalankan tugasnya. “Semoga ketauladanan almarhum bisa terwariskan pada anak didiknya, sehingga perkembangan jasa almarhum tetap berkelanjutan,” kata Rektor.
Sejak tahun 1983, lanjut Rektor, almarhum yang mencapai jabatan Guru Besar dalam ilmu Kedokteran pada tahun 2003 dengan judul pidato “Ketidakbenaran Penelitian Ilmiah di Bidang Kedokteran dan Kesehatan”ini, mendapatkan mandat untuk berperan dalam pengembangan Ilmu Epidemologi Klinik dan Biostatistika dikhususnya Indonesia , dan Asia Tenggara secara umum sebagai salah satu ilmu dasar dalam penerapan ilmu bidang kedokteran dan kesehatan.
Almarhum Prof. Tonny Sadjimin lahir di Bima, Sumbawa, 25 September 1941 meninggalkan seorang isteri, inu Sri Haryati, dua orang anak, dr. Andjar Bhawana, Sp.OT, dan Oneng Nawaningrum, S.Psi. Dari tahun 2002 hingga almarhum tutup usia, beliau masih menjabat sebagai Ketua Badan Penelitian Kepengurusan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Selain itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Stikes Respati Yogyakarta periode 2004-2008. Ketua Kelompok Kerja Ahli Surveilans AFP Depkes RI(1997-2009). Ketua Tim Ahli Gardunas TB, Depkes RI (1996-2009). Serta Ketua Jaringan Epidemologi Nasional (JEN) periode 1992-1996.
Semasa hidupnya, almarhum pernah menempuh pendidikan sarjana muda (1966), dan meraih gelar dokter (1970) dan spesialis anak (1974) di Fakultas Kedokteran UGM. Pada tahun 1977 beliau meraih gelar Master of Public Health (MPH) di John Hopkins University, Master of Science (M.Sc) di MCMaster University tahun 1982, dan Ph.D., di University of Westren Ontario pada 1986.
7500 Desa di Indonesia Masih Belum Dialiri Listrik
Yogyakarta, Sedikitnya 7500 desa diseluruh Indonesia yang belum teraliri listrik. Sebagian besar daerah yang belum teraliri listrik merupakan masuk dalam kawasan daerah tertinggal yang berlokasi di pulau-pulau terpencil dan berada didaerah pegunungangan.
“Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan bekum akan kan teraliri listrik oleh PLN,” kata Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Ir. H. Muhammad Lukman Edy, M.Si dalam penandatangana nota kesepahaman kerjasama anatara UGM dan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal RI, di ruang multi media, Gedung Pusta UGM, Kamis (16/7).
Dikatakan Lukman, untuk mengtasi p[ermasalahan tersebut pihaknya melibatkan perguruan tinggi untuk turut serta membantu dengan mengembangkan teknologi solar sel, mikro hidro dan pengembangan energi alternatif lainnya.
Disamping itu, kata Lukman, untuk n daerah tertinggal yang sebelumnya 199 kabupaten yang masuk daerah kawasab daerah tertinggal, hampir 60 persen daerah tersebut masuk dalam kawan timur indonesia. Untuk tahun 2009 ini setidaknya ada 31 kabupaten tidak lagi ternasuk daerah kawasan daerah tertinggal.
Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi M.Eng, Ph.D mengungkapkan bahwa kerjasama ini akan sangat membantu dalam terciptanya ide dan karya baru yang bermanfaat dalam membnagun daerah kawsan tertinggal.
“Banyak hal yang bisa dilakukan kementerian PDT dan UGM, apalagi UGM didirikan dan diselenggrakan berdasarakan nilai-nilai pancasila dan keilmuan,” katanya.
Dikatakan Rektor, Indonesia merupakan negara yang dikarunia sumber daya alam yang cukup melimpah, sehingga dengan adanya keilmuan yang dimiliki seluruh warga UGM dan bersama warga masyarakat bisa mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa.
“Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan bekum akan kan teraliri listrik oleh PLN,” kata Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Ir. H. Muhammad Lukman Edy, M.Si dalam penandatangana nota kesepahaman kerjasama anatara UGM dan Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal RI, di ruang multi media, Gedung Pusta UGM, Kamis (16/7).
Dikatakan Lukman, untuk mengtasi p[ermasalahan tersebut pihaknya melibatkan perguruan tinggi untuk turut serta membantu dengan mengembangkan teknologi solar sel, mikro hidro dan pengembangan energi alternatif lainnya.
Disamping itu, kata Lukman, untuk n daerah tertinggal yang sebelumnya 199 kabupaten yang masuk daerah kawasab daerah tertinggal, hampir 60 persen daerah tersebut masuk dalam kawan timur indonesia. Untuk tahun 2009 ini setidaknya ada 31 kabupaten tidak lagi ternasuk daerah kawasan daerah tertinggal.
Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi M.Eng, Ph.D mengungkapkan bahwa kerjasama ini akan sangat membantu dalam terciptanya ide dan karya baru yang bermanfaat dalam membnagun daerah kawsan tertinggal.
“Banyak hal yang bisa dilakukan kementerian PDT dan UGM, apalagi UGM didirikan dan diselenggrakan berdasarakan nilai-nilai pancasila dan keilmuan,” katanya.
Dikatakan Rektor, Indonesia merupakan negara yang dikarunia sumber daya alam yang cukup melimpah, sehingga dengan adanya keilmuan yang dimiliki seluruh warga UGM dan bersama warga masyarakat bisa mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa.
Wayang Harus Beradaptasi dengan Budaya Pop, Budaya Instan, dan Multi Media
Yogyakarta, Seni yang paling luas persebarannya di Indonesia barangkali adalah wayang. Paling tidak karena ia tersebar di pulau-pulau yang paling padat penduduknya, yaitu Jawa, Madura, Bali ditambah beberapa daerah di Sumatera. Tetapi wayang tidak sekadar seni pertunjukan.Wayang adalah ekspresi nilai-nilai masyarakat yang membentuk identitas budaya sebuah komunitas khususnya Jawa.
Dalam batas-batas tertentu, wayang bagi masyarakat Jawa adalah agama kedua yang memberi banyak ajaran, tuntunan dan tatanan nilai kultural, entah melalui representasi jalan cerita atau citra para tokoh, mulai dari nilai hidup dan kehidupan, hubungan antara sesama dengan yang Esa, kepemimpinan, kepahlawanan, nilai baik buruk, bahkan nilai dan citra tentang perempuan yang tentu saja amat membantu cara pandang khalayak dalam memahami makna dari realitas perempuan.
Demikian disampaikan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pidato orasi budaya yang dibacakan oleh abdi dalem Keraton RM. Dinusatomo dalam pembukaan konferensi internasional wayang, di Gedung Grha Sabha Pramana UGM.
Sri Sultan mengatakan, seni wayang memiliki pesona dan nilai yang tetap aktual, tidak berarti wayang dapat memainkan peranannya di masa kini. Sehingga perlu dipikirkan bagaimana cara membuat wayang tetap mau ditonton orang.
“Wayang bukan tanpa kekurangan. Dalam perpspektif manusia Indonesia, wayang menghadapi tantangan pokok. Wayang tidak memiliki nilai selengkap nilai yang dibutuhkan manusia modern. Wayang kurang akrab dengan pengusaha, rakyat atau demokrasi. Tidak bisa disalahkan karena wayang lahir dari zaman di era pertanian,” katanya.
Sebagai sebuah sistem nilai, lanjut Sultan, wayang menghadapi tantangan dengan amat berat. Baginya hanya tersedia dua pilihan, pertama, menyesuaikan diri dan diterima sebagai wayang baru tetapi dengan risiko kehilangana makna atau masuk ke dalam dan akhirnya masuk museum serta menjadi barang pajangan saja, Kedua, wayang sebagai sebuah media komunikasi berhadapan dengan masyarakat modern dengan sosio-psiko-ekonomi komunikasi yang baru pula.
“Karena wayang lahir dari kultur budaya lisan, budaya dimana manusia belum mengenal budaya pop, budaya instan, multi media dan sejenisnya,” ujarnya.
Disamping itu, wayang adalah pertunjukan yang menyita waktu, dan hanya bisa dinikmati utuh secara fisikal maupun spiritual dalam bentuk sajian langsung (live) dengan durasi pertunjukan lebih dari satu jam. Padahal, waktu adalah komoditi yang paling maha bagi manusia modern.
“Menonton sebuah pertunjukan yang melebihi satu jam, rasanya sekarang sudah menjadi semacam sebuah kemewahan,” imbuhya.
Sementara Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D, dalam sambutannya mengatakan bahwa konferensi internasional wayang yang diselenggarakan di kampus UGM ini merupakan sebuah bentuk hasil inisiatif yang sangat positif dan strategis dalam memberikan solusi alternatif terhadapa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat global.
“Dari wayang sebenarnya memberikan pemikiran strategis tentang kearifan lokal dalam memberi solusi dari masalah-masalh yang dihadapi dunia saat ini dan masa mendatang,” katanya.
Sudjarwadi menambahkan, sekarang ini dengan runtuhnya beberapa teori-teori ilmu pengetahuan yang selama ini selalu diyakini kebenarannya, namun kini banyak para ahli dunia yang justru sudah mempercayai solusi-solusi yang bersumber pada kearifan lokal
Dalam batas-batas tertentu, wayang bagi masyarakat Jawa adalah agama kedua yang memberi banyak ajaran, tuntunan dan tatanan nilai kultural, entah melalui representasi jalan cerita atau citra para tokoh, mulai dari nilai hidup dan kehidupan, hubungan antara sesama dengan yang Esa, kepemimpinan, kepahlawanan, nilai baik buruk, bahkan nilai dan citra tentang perempuan yang tentu saja amat membantu cara pandang khalayak dalam memahami makna dari realitas perempuan.
Demikian disampaikan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pidato orasi budaya yang dibacakan oleh abdi dalem Keraton RM. Dinusatomo dalam pembukaan konferensi internasional wayang, di Gedung Grha Sabha Pramana UGM.
Sri Sultan mengatakan, seni wayang memiliki pesona dan nilai yang tetap aktual, tidak berarti wayang dapat memainkan peranannya di masa kini. Sehingga perlu dipikirkan bagaimana cara membuat wayang tetap mau ditonton orang.
“Wayang bukan tanpa kekurangan. Dalam perpspektif manusia Indonesia, wayang menghadapi tantangan pokok. Wayang tidak memiliki nilai selengkap nilai yang dibutuhkan manusia modern. Wayang kurang akrab dengan pengusaha, rakyat atau demokrasi. Tidak bisa disalahkan karena wayang lahir dari zaman di era pertanian,” katanya.
Sebagai sebuah sistem nilai, lanjut Sultan, wayang menghadapi tantangan dengan amat berat. Baginya hanya tersedia dua pilihan, pertama, menyesuaikan diri dan diterima sebagai wayang baru tetapi dengan risiko kehilangana makna atau masuk ke dalam dan akhirnya masuk museum serta menjadi barang pajangan saja, Kedua, wayang sebagai sebuah media komunikasi berhadapan dengan masyarakat modern dengan sosio-psiko-ekonomi komunikasi yang baru pula.
“Karena wayang lahir dari kultur budaya lisan, budaya dimana manusia belum mengenal budaya pop, budaya instan, multi media dan sejenisnya,” ujarnya.
Disamping itu, wayang adalah pertunjukan yang menyita waktu, dan hanya bisa dinikmati utuh secara fisikal maupun spiritual dalam bentuk sajian langsung (live) dengan durasi pertunjukan lebih dari satu jam. Padahal, waktu adalah komoditi yang paling maha bagi manusia modern.
“Menonton sebuah pertunjukan yang melebihi satu jam, rasanya sekarang sudah menjadi semacam sebuah kemewahan,” imbuhya.
Sementara Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D, dalam sambutannya mengatakan bahwa konferensi internasional wayang yang diselenggarakan di kampus UGM ini merupakan sebuah bentuk hasil inisiatif yang sangat positif dan strategis dalam memberikan solusi alternatif terhadapa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat global.
“Dari wayang sebenarnya memberikan pemikiran strategis tentang kearifan lokal dalam memberi solusi dari masalah-masalh yang dihadapi dunia saat ini dan masa mendatang,” katanya.
Sudjarwadi menambahkan, sekarang ini dengan runtuhnya beberapa teori-teori ilmu pengetahuan yang selama ini selalu diyakini kebenarannya, namun kini banyak para ahli dunia yang justru sudah mempercayai solusi-solusi yang bersumber pada kearifan lokal
Rabu, 15 Juli 2009
14 Tahun PSB UGM, Digelar Seminar Nasional Reorientasi Pendidikan Kebencanaan
Belajar dari pengalaman pahit akibat peristiwa bencana, tidak dapat ditawar lagi kita harus sadar bahwa hampir seluruh bumi Indonesia rawan bencana. Gerakan penyadaran masyarakat perlu dikemas dalam bentuk pemberian pengetahuan tentang kebencanaan, sekaligus pelatihan keterampilan agar mampu melakukan tindakan penanggulangannya.
Sifat-sifat bencana ada yang dapat diprediksi, tetapi ada juga yang tidak. Kepekaan terhadap masalah kebencanaan akan membekali masyarakat dalam menyikapi kemungkinan terjadinya bencana. Pendidikan kebencanaan wajib diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mempunyai pengetahuan tentang kondisi daerahnya, ancaman bencana, dan cara penanggulangannya. "Diharapkan, dengan memahami kondisi daerah tempat tinggalnya, masyarakat dapat beradaptasi dan selalu siaga terhadap ancaman bencana dalam menjalankan kehidupannya," papar Ir. Lies Rahayu, M.P. di Pusat Studi Bencana (PSB) UGM saat berlangsung Seminar Nasional "Reorientasi Pendidikan Kebencanaan dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana", Rabu (15/7).
Sebagai salah satu pembicara seminar, Lies Rahayu mengemukakan generasi muda yang berjumlah 60% dari jumlah penduduk Indonesia merupakan sumber daya yang sangat potensial untuk dilibatkan dalam pembangunan nasional dan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, generasi muda sebagai aset pelaku pembangunan di masa mendatang perlu mendapatkan prioritas utama untuk menerima pendidikan kebencanaan.
"Dengan pendidikan kebencanaan diharapkan akan terjamin suasana yang harmonis antara manusia dengan lingkungan hidupnya, tidak ada kekhawatiran terhadap bencana yang mungkin akan timbul di daerahnya," jelasnya.
Diterangkannya bahwa program pendidikan kebencanaan dapat menjadi media untuk mendekatkan generasi muda kepada alam, tanpa harus menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan kebencanaan tidak dapat dilakukan secara mendadak, tetapi harus mengikuti perjalanan hidup manusia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga tua (life long education).
"Jenjang pendidikan formal dapat menjadi media penyampaian pendidikan kebencanaan yang ideal dan untuk kepentingan tersebut dapat dimulai dari jenjang pendidikan dasar," ujarnya.
Lies Rahayu menuturkan pemahaman masyarakat terhadap karakter bencana merupakan jaminan investasi keselamatan hidup di masa depan. Selama ini, pengalaman sejarah peristiwa bencana lebih banyak menyisakan kepiluan dan penderitaan. Peristiwa bencana di Indonesia merupakan kejadian yang selalu berulang. Namun, begitu mudahnya masyarakat melupakan dahsyatnya akibat yang ditimbulkan.
"Hal ini terutama terdapat pada peristiwa bencana yang siklus kejadiannya cukup lama, sementara tidak ada satu pun upaya untuk menyediakan media bagi pembelajaran bencana untuk masyarakat. Oleh karena itu, pada setiap kejadian bencana, masyarakat selalu panik dan tidak pernah siap," tambahnya.
Dalam hangatnya isu tentang kebencanaan saat ini, pembahasan tentang bencana tidak dapat dilakukan secara sepihak. Hal tersebut disebabkan sifat interdependency yang melekat pada lingkungan hidup manusia menuntut kerja sama multipihak secara serentak dan menyangkut seluruh lapisan masyarakat.
Pentingnya pemahaman tentang bencana untuk masa sekarang hingga masa yang akan datang, ditegaskan oleh Lies Rahayu, secara eksplisit menunjukkan perjuangan manusia untuk menyelamatkan diri dari ancaman bencana harus dilakukan secara berkesinambungan, dengan jaminan estafet antargenerasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, penanaman pondasi pendidikan kebencanaan sejak dini menjadi bekal menuju kehidupan masyarakat sadar bencana dari masa ke masa.
Sementara itu, Kepala PSB UGM, Dr. Sunarto, saat membacakan pidato kunci Rektor UGM mengatakan banyak anggota masyarakat yang beranggapan bahwa PSBA (Pusat Studi Bencana Alam) UGM didirikan setelah bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Pendapat tersebut perlu diluruskan karena berdirinya PSBA UGM dipicu oleh bencana letusan Gunung Merapi pada 22 November 1994.
"Untuk mengkaji secara ilmiah mengenai letusan Merapi tersebut, Fakultas Geografi membentuk Tim Merapi yang bersifat multidisiplin," ungkapnya.
Dijelaskan pula, sesungguhnya ide pengkajian ilmiah tentang bencana alam telah muncul lebih lama dari itu. Ide tersebut dikemukakan oleh Prof. Drs. Surastopo Hadisumarno, Guru Besar Fakultas Geografi UGM, pada tahun 1983. Menurutnya, wilayah Indonesia setiap tahunnya pasti mengalami bencana alam, baik di musim penghujan maupun kemarau. "Ide tersebut mula pertama diwujudkan dalam bentuk mata kuliah Geomorfologi Bencana Alam," tutur Sunarto.
Selanjutnya disampaikan, Rektor menyambut baik penyelenggaraan seminar dalam rangka memperingati 14 tahun PSB UGM. Jika pada waktu-waktu lalu pendidikan kebencanaan tidak memiliki orientasi jelas, dengan seminar ini diharapkan akan mengarahkan kembali atau reorientasi untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa mengenal batas usia, kaya atau miskin, pejabat ataupun rakyat.
"Pendidikan kebencanaan perlu diberikan secara terus-menerus, mengingat bencana selalu terjadi di mana saja di seluruh wilayah Indonesia pada waktu yang dapat diprediksi maupun tidak dapat diprediksi kedatangannya," tuturnya.
Sifat-sifat bencana ada yang dapat diprediksi, tetapi ada juga yang tidak. Kepekaan terhadap masalah kebencanaan akan membekali masyarakat dalam menyikapi kemungkinan terjadinya bencana. Pendidikan kebencanaan wajib diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mempunyai pengetahuan tentang kondisi daerahnya, ancaman bencana, dan cara penanggulangannya. "Diharapkan, dengan memahami kondisi daerah tempat tinggalnya, masyarakat dapat beradaptasi dan selalu siaga terhadap ancaman bencana dalam menjalankan kehidupannya," papar Ir. Lies Rahayu, M.P. di Pusat Studi Bencana (PSB) UGM saat berlangsung Seminar Nasional "Reorientasi Pendidikan Kebencanaan dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana", Rabu (15/7).
Sebagai salah satu pembicara seminar, Lies Rahayu mengemukakan generasi muda yang berjumlah 60% dari jumlah penduduk Indonesia merupakan sumber daya yang sangat potensial untuk dilibatkan dalam pembangunan nasional dan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, generasi muda sebagai aset pelaku pembangunan di masa mendatang perlu mendapatkan prioritas utama untuk menerima pendidikan kebencanaan.
"Dengan pendidikan kebencanaan diharapkan akan terjamin suasana yang harmonis antara manusia dengan lingkungan hidupnya, tidak ada kekhawatiran terhadap bencana yang mungkin akan timbul di daerahnya," jelasnya.
Diterangkannya bahwa program pendidikan kebencanaan dapat menjadi media untuk mendekatkan generasi muda kepada alam, tanpa harus menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan kebencanaan tidak dapat dilakukan secara mendadak, tetapi harus mengikuti perjalanan hidup manusia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga tua (life long education).
"Jenjang pendidikan formal dapat menjadi media penyampaian pendidikan kebencanaan yang ideal dan untuk kepentingan tersebut dapat dimulai dari jenjang pendidikan dasar," ujarnya.
Lies Rahayu menuturkan pemahaman masyarakat terhadap karakter bencana merupakan jaminan investasi keselamatan hidup di masa depan. Selama ini, pengalaman sejarah peristiwa bencana lebih banyak menyisakan kepiluan dan penderitaan. Peristiwa bencana di Indonesia merupakan kejadian yang selalu berulang. Namun, begitu mudahnya masyarakat melupakan dahsyatnya akibat yang ditimbulkan.
"Hal ini terutama terdapat pada peristiwa bencana yang siklus kejadiannya cukup lama, sementara tidak ada satu pun upaya untuk menyediakan media bagi pembelajaran bencana untuk masyarakat. Oleh karena itu, pada setiap kejadian bencana, masyarakat selalu panik dan tidak pernah siap," tambahnya.
Dalam hangatnya isu tentang kebencanaan saat ini, pembahasan tentang bencana tidak dapat dilakukan secara sepihak. Hal tersebut disebabkan sifat interdependency yang melekat pada lingkungan hidup manusia menuntut kerja sama multipihak secara serentak dan menyangkut seluruh lapisan masyarakat.
Pentingnya pemahaman tentang bencana untuk masa sekarang hingga masa yang akan datang, ditegaskan oleh Lies Rahayu, secara eksplisit menunjukkan perjuangan manusia untuk menyelamatkan diri dari ancaman bencana harus dilakukan secara berkesinambungan, dengan jaminan estafet antargenerasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, penanaman pondasi pendidikan kebencanaan sejak dini menjadi bekal menuju kehidupan masyarakat sadar bencana dari masa ke masa.
Sementara itu, Kepala PSB UGM, Dr. Sunarto, saat membacakan pidato kunci Rektor UGM mengatakan banyak anggota masyarakat yang beranggapan bahwa PSBA (Pusat Studi Bencana Alam) UGM didirikan setelah bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Pendapat tersebut perlu diluruskan karena berdirinya PSBA UGM dipicu oleh bencana letusan Gunung Merapi pada 22 November 1994.
"Untuk mengkaji secara ilmiah mengenai letusan Merapi tersebut, Fakultas Geografi membentuk Tim Merapi yang bersifat multidisiplin," ungkapnya.
Dijelaskan pula, sesungguhnya ide pengkajian ilmiah tentang bencana alam telah muncul lebih lama dari itu. Ide tersebut dikemukakan oleh Prof. Drs. Surastopo Hadisumarno, Guru Besar Fakultas Geografi UGM, pada tahun 1983. Menurutnya, wilayah Indonesia setiap tahunnya pasti mengalami bencana alam, baik di musim penghujan maupun kemarau. "Ide tersebut mula pertama diwujudkan dalam bentuk mata kuliah Geomorfologi Bencana Alam," tutur Sunarto.
Selanjutnya disampaikan, Rektor menyambut baik penyelenggaraan seminar dalam rangka memperingati 14 tahun PSB UGM. Jika pada waktu-waktu lalu pendidikan kebencanaan tidak memiliki orientasi jelas, dengan seminar ini diharapkan akan mengarahkan kembali atau reorientasi untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa mengenal batas usia, kaya atau miskin, pejabat ataupun rakyat.
"Pendidikan kebencanaan perlu diberikan secara terus-menerus, mengingat bencana selalu terjadi di mana saja di seluruh wilayah Indonesia pada waktu yang dapat diprediksi maupun tidak dapat diprediksi kedatangannya," tuturnya.
Kualitas Infrastruktur Pengaruhi Standar Kehidupan Masyarakat
Kualitas infrastruktur mempengaruhi standar kehidupan masyarakat, kesehatan, karena infrastruktur yang baik dan tangguh akan mampu melayani dan memfasilitasi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi dan kualitus hidup masyarakat.
"Infrastruktur sangat penting dalam menyediakan pelayanan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup," kata Ketua Pengelola Program Studi Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Sunyoto Usman di di sela kegiatan workshop kebijakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat,di Sekolah Pascasarjana UGM, Rabu (15/7/2009).
Menurut Guru Besar Fisipol UGM ini, meningkatnya jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi disertai dengan permasalahan utama di sisi infrastruktur, telah menempatkan pengembangan infrastruktur pada prioritas yang utama.
"Meski kebijakan yang mendorong investasi dalam sektor
infrastruktur dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran, namun keberhasilannya masih terbatas," katanya.
Ia menambahkan, pendekatan dalam penyediaan infrastruktur selama ini umumnya masih terpusat, berbasis teknik, dan sering gagal dalam memenuhi tujuan pembangunan sosial ekonomi.
"Untuk meningkakan manfaat pengadaan infrastruktur, diperlukan perubahan paradigma menjadi pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat," katanya.
Perubahan semacam itu, menurut Seunyoto, didukung oleh berbagai diskusi akademis dan profesional, di mana infrastruktur fisik semakin dilihat sebagai sistem yang menyediakan fasilitas fisik dan layanan terkaitnya untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi.
Ia mengatakan, fasilitas dan layanan itu direncanakan dan didesain sesuai dengan dasar perencanaan dan teknik yang jelas. Disamping itu, juga dipandu oleh prinsip kesetaraan dan keadilan yang ditujukan untuk keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Untuk mencapai hal itu, menurut dia, dibutuhkan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengenali masalah infrastruktur, mengidentifikasi potensi dan sumber daya, dan menyusun perencanaan dan solusi teknis alternatif.
"Diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dan mampu memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang pengelolaan infrastruktur dan pembangunan masyarakat," katanya.
Dalam Workshop dan Field Trip yang dilaksanakan selama dua hari beruntun ini, kata Sunyoto, dimaksudkan untuk memperluas pengetahuan mengenai pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dan mampu memberikan wawasan yang lebih tentang pengelolaan infrastruktur dan pembangunan masyarakat sehingga semakin terjangkau dan populernya ilmu pengelolaan infratruktur dan pembangunan masyarakat.
"Infrastruktur sangat penting dalam menyediakan pelayanan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup," kata Ketua Pengelola Program Studi Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Sunyoto Usman di di sela kegiatan workshop kebijakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat,di Sekolah Pascasarjana UGM, Rabu (15/7/2009).
Menurut Guru Besar Fisipol UGM ini, meningkatnya jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi disertai dengan permasalahan utama di sisi infrastruktur, telah menempatkan pengembangan infrastruktur pada prioritas yang utama.
"Meski kebijakan yang mendorong investasi dalam sektor
infrastruktur dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran, namun keberhasilannya masih terbatas," katanya.
Ia menambahkan, pendekatan dalam penyediaan infrastruktur selama ini umumnya masih terpusat, berbasis teknik, dan sering gagal dalam memenuhi tujuan pembangunan sosial ekonomi.
"Untuk meningkakan manfaat pengadaan infrastruktur, diperlukan perubahan paradigma menjadi pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat," katanya.
Perubahan semacam itu, menurut Seunyoto, didukung oleh berbagai diskusi akademis dan profesional, di mana infrastruktur fisik semakin dilihat sebagai sistem yang menyediakan fasilitas fisik dan layanan terkaitnya untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi.
Ia mengatakan, fasilitas dan layanan itu direncanakan dan didesain sesuai dengan dasar perencanaan dan teknik yang jelas. Disamping itu, juga dipandu oleh prinsip kesetaraan dan keadilan yang ditujukan untuk keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Untuk mencapai hal itu, menurut dia, dibutuhkan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengenali masalah infrastruktur, mengidentifikasi potensi dan sumber daya, dan menyusun perencanaan dan solusi teknis alternatif.
"Diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dan mampu memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang pengelolaan infrastruktur dan pembangunan masyarakat," katanya.
Dalam Workshop dan Field Trip yang dilaksanakan selama dua hari beruntun ini, kata Sunyoto, dimaksudkan untuk memperluas pengetahuan mengenai pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dan mampu memberikan wawasan yang lebih tentang pengelolaan infrastruktur dan pembangunan masyarakat sehingga semakin terjangkau dan populernya ilmu pengelolaan infratruktur dan pembangunan masyarakat.
Perlu Dibuka Seluas-Luasnya Akses Dibidang Pertanian
Yogyakarta, Pertanian merupakan sektor yang menjadi salah satu basis ekonomi kerakyatan di Indonesia. Pertanian pulalah yang menjadi penentu ketahanan, bahkan kedaulatan pangan.
Namun, sektor pertanian yang merupakan salah satu faktor yang mengindikasikan tingkat kesejahteraan dan peradaban suatu bangsa ini semakin tidak diminati generasi muda. Masih banyak yang mengidentikkan dunia pertanian masih dengan pekerjaan kelas rendahan.
Hal itu diungkapkan Drs. Sudrajat Rasyid, M.M., staff Deputi Kewirausahaan Pemuda dan Pemasyarakatan Industri Olahraga, Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga di kampus UGM, Yogyakarta, Rabu (15/7/2009).
"Hampir 60 persen SDM pertanian berusia diatas 50 tahun dengan tingkat pendidikan rendah. Sedang dari kalangan pemuda meski masih ada, tapi jumlahnya relatif sedikit," katanya.
Dia mengatakan saat ini sudah mulai ada pemuda yang berbisnis di bidang pertanian ini. Untuk menarik lebih banyak generasi muda berkecimpung di bidang ini, perlu dibuka akses yang lebih besar pada pemuda, terutama yang telah menyelesaikan pendidikan setingkat SMA, serta perguruan tinggi untuk membuka usaha berbasis pertanian.
"Perlu pula mengembangkan berbagai program pelatihan kewirausahaan sektor pertanian," kata dia di Auditorium Fakultas Pertanian UGM.
Adanya usaha yang sistemik, dan juga sistematik untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai basia usaha ekonomi, industri, dan bisnis kreatif , integrasi mata rantai industri hulu-hilir, imbuh Sudrajat juga merupakan upaya yang segera harus diwujudkan. Dikatakan olehnya dalam seminar nasional “Bangkitkan Semangat Generasi Muda Indonesia dalam Bidang Pertanian”ini, dari keseluruhan upaya tersebut juga jagan dilupakan untuk melakukan promosi, eksebisi karya dan produk wirausaha muda berbasis pertanian.
Lebih lanjut disampaikan Sudrajat, kementrian pemuda dan olahraga, dalam hal ini melalui deputi kewirausahaan pemuda dan industri olahraga, berusaha memfasilitasi perluasan dan penguatan jaringan kemitraan bisnis wirausaha muda di dalam dan luar negeri. Juga mengadakan pelatihan kader wirausaha muda, serta membentuk inkubator bisnis sira usaha muda di bidang pertanian.
Dengan langkah-langkah tersebut, imbuh, Sudrajat, kedepannya diharapkan pemuda mampu menjadi “prime mover” kebangkitan ekonomi, indutri dan bisnis kreatif sektor pertanian yang berakar di masyarakat. Dituturkan olehnya, “Dengan tumbuhnya wirausaha muda di bidang pertanian ini diharapkan akan mempercepat penaggulangan pengagguran dan pengentasan kemiskinan. Selain itu kekuatan ketahanan dan kedaulatan pangan segera terwujud dan pada akhirnya menjadikan Indonesia menjadi sebuah negara indutri pertanian yang maju,”.
Sementara itu, Ir. Tri Wibowo Susilo, MBA., Dirut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebagian besar kebutuhan pangan Indonseia masih dipenuhi dengan produk-produk pertanian impor. Ambil saja contoh, untuk memenuhi kebutuhan akan panganan tempe-tahu, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta ton kedelai. Sementara untuk industri susu, masih mengimpor bahan baku kurang lebih 150 juta ton. Dan untuk pemenuhan kebutuhan akan tepung dan telur masih sepenuhnya/ 100% mendatangkan dari luar negeri.
“Kenyataan ini menunjukkan kalau sebenarnya masyarakat kita sudah terjebak dan terbuai dalam budaya yang serba instan. Lebih memilih yang sudah ada daripada repot-repot mengolahnya sendiri. Padahal Indonesia merupakan negara yang kaya, dan memiliki peluang yang cukup besar untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, “ujarnya
Namun, sektor pertanian yang merupakan salah satu faktor yang mengindikasikan tingkat kesejahteraan dan peradaban suatu bangsa ini semakin tidak diminati generasi muda. Masih banyak yang mengidentikkan dunia pertanian masih dengan pekerjaan kelas rendahan.
Hal itu diungkapkan Drs. Sudrajat Rasyid, M.M., staff Deputi Kewirausahaan Pemuda dan Pemasyarakatan Industri Olahraga, Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga di kampus UGM, Yogyakarta, Rabu (15/7/2009).
"Hampir 60 persen SDM pertanian berusia diatas 50 tahun dengan tingkat pendidikan rendah. Sedang dari kalangan pemuda meski masih ada, tapi jumlahnya relatif sedikit," katanya.
Dia mengatakan saat ini sudah mulai ada pemuda yang berbisnis di bidang pertanian ini. Untuk menarik lebih banyak generasi muda berkecimpung di bidang ini, perlu dibuka akses yang lebih besar pada pemuda, terutama yang telah menyelesaikan pendidikan setingkat SMA, serta perguruan tinggi untuk membuka usaha berbasis pertanian.
"Perlu pula mengembangkan berbagai program pelatihan kewirausahaan sektor pertanian," kata dia di Auditorium Fakultas Pertanian UGM.
Adanya usaha yang sistemik, dan juga sistematik untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai basia usaha ekonomi, industri, dan bisnis kreatif , integrasi mata rantai industri hulu-hilir, imbuh Sudrajat juga merupakan upaya yang segera harus diwujudkan. Dikatakan olehnya dalam seminar nasional “Bangkitkan Semangat Generasi Muda Indonesia dalam Bidang Pertanian”ini, dari keseluruhan upaya tersebut juga jagan dilupakan untuk melakukan promosi, eksebisi karya dan produk wirausaha muda berbasis pertanian.
Lebih lanjut disampaikan Sudrajat, kementrian pemuda dan olahraga, dalam hal ini melalui deputi kewirausahaan pemuda dan industri olahraga, berusaha memfasilitasi perluasan dan penguatan jaringan kemitraan bisnis wirausaha muda di dalam dan luar negeri. Juga mengadakan pelatihan kader wirausaha muda, serta membentuk inkubator bisnis sira usaha muda di bidang pertanian.
Dengan langkah-langkah tersebut, imbuh, Sudrajat, kedepannya diharapkan pemuda mampu menjadi “prime mover” kebangkitan ekonomi, indutri dan bisnis kreatif sektor pertanian yang berakar di masyarakat. Dituturkan olehnya, “Dengan tumbuhnya wirausaha muda di bidang pertanian ini diharapkan akan mempercepat penaggulangan pengagguran dan pengentasan kemiskinan. Selain itu kekuatan ketahanan dan kedaulatan pangan segera terwujud dan pada akhirnya menjadikan Indonesia menjadi sebuah negara indutri pertanian yang maju,”.
Sementara itu, Ir. Tri Wibowo Susilo, MBA., Dirut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebagian besar kebutuhan pangan Indonseia masih dipenuhi dengan produk-produk pertanian impor. Ambil saja contoh, untuk memenuhi kebutuhan akan panganan tempe-tahu, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta ton kedelai. Sementara untuk industri susu, masih mengimpor bahan baku kurang lebih 150 juta ton. Dan untuk pemenuhan kebutuhan akan tepung dan telur masih sepenuhnya/ 100% mendatangkan dari luar negeri.
“Kenyataan ini menunjukkan kalau sebenarnya masyarakat kita sudah terjebak dan terbuai dalam budaya yang serba instan. Lebih memilih yang sudah ada daripada repot-repot mengolahnya sendiri. Padahal Indonesia merupakan negara yang kaya, dan memiliki peluang yang cukup besar untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, “ujarnya
Selasa, 14 Juli 2009
RS Sardjito Kembali Rawat Lima Suspect Flu Babi
Yogyakarta, Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito Yogyakarta kembali merawat pasien suspect flu babi. Lima orang suspect virus H1N1 itu diantaranya satu dokter, dua orang warga Klaten, Jawa Tengah, satu orang warga Kecamatan Kalasan, Sleman dan satu orang warga Kecamatan Sewon Bantul.
"Lima orang yang dirawat sebelumnya telah dinyatakan sembuh, satu di antaranya positif. Empat orang lainnya meski dinyatakan sembuh namun masih menunggu hasil laboratorium," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RS Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho kepada wartawan di kantor Jl Kesehatan, Yogyakarta, Rabu (15/7/2009).
Namun pada hari Selasa (14/7/2009) malam lanjut Heru, ada lima orang yang masuk ke bangsal Kartika, tempat khusus penanganan pasien yang terinfeksi virus H1N1. Mereka itu adalah AR (20) mahasiswi yang menjadi mendamping mahasiswa asal Korea Selatan di Gunungkidul. Dua orang warga Klaten berinisial AG (14), K (14) dan FS (14) warga Kalasan Sleman yang barus saja mengikuti paduan suara di Seoul, Korea Selatan. Satu pasien lagi, ES (7) warga Sewon, Bantul, namun belum diketahui riwayat kontak terakhirnya.
"Lima orang yang dirawat sebelumnya sudah diperbolehkan pulang diantaranya AR (pelajar), GB (pelajar) GS (perawat), N (pelajar) dan ED (mahasiswa asal Australia)," katanya.
Heru mengatakan sampai saat ini pasien yang masih dirawat di Bangsal Kartika seluruhnya enam orang. Sedangkan lima dokter yang juga baru tiba dari Korea Selatan juga masih diisolasi di ruangan yang disedikan khusus untuk mereka.
"Total pasien semuannya sebelas, namun 5 dokter yang diisolasi tinggal menunggu batuk-batuknya," kata Heru.
Heru menambahkan mengenai pembiayaan obat pencegahan virus H1N1 digratiskan. Sedangkan untuk biaya rawat inap masih menunggu instruksi dari direksi setelah Indonesia dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) flu babi.
"Lima orang yang dirawat sebelumnya telah dinyatakan sembuh, satu di antaranya positif. Empat orang lainnya meski dinyatakan sembuh namun masih menunggu hasil laboratorium," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RS Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho kepada wartawan di kantor Jl Kesehatan, Yogyakarta, Rabu (15/7/2009).
Namun pada hari Selasa (14/7/2009) malam lanjut Heru, ada lima orang yang masuk ke bangsal Kartika, tempat khusus penanganan pasien yang terinfeksi virus H1N1. Mereka itu adalah AR (20) mahasiswi yang menjadi mendamping mahasiswa asal Korea Selatan di Gunungkidul. Dua orang warga Klaten berinisial AG (14), K (14) dan FS (14) warga Kalasan Sleman yang barus saja mengikuti paduan suara di Seoul, Korea Selatan. Satu pasien lagi, ES (7) warga Sewon, Bantul, namun belum diketahui riwayat kontak terakhirnya.
"Lima orang yang dirawat sebelumnya sudah diperbolehkan pulang diantaranya AR (pelajar), GB (pelajar) GS (perawat), N (pelajar) dan ED (mahasiswa asal Australia)," katanya.
Heru mengatakan sampai saat ini pasien yang masih dirawat di Bangsal Kartika seluruhnya enam orang. Sedangkan lima dokter yang juga baru tiba dari Korea Selatan juga masih diisolasi di ruangan yang disedikan khusus untuk mereka.
"Total pasien semuannya sebelas, namun 5 dokter yang diisolasi tinggal menunggu batuk-batuknya," kata Heru.
Heru menambahkan mengenai pembiayaan obat pencegahan virus H1N1 digratiskan. Sedangkan untuk biaya rawat inap masih menunggu instruksi dari direksi setelah Indonesia dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) flu babi.
Waspadai Hepatitis A
Yogyakarta, Penyakit Hapetitis A adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA). Transmisi VHA terjadi melalui penularna antar individu atau kontak langsung dan penularan melalui makanan dan minuman yang tercemar.
Yogyakarta sebagai kota pelajar merupakan daerah rawan terjadinya wabah Hepatitis A. Hal itu disebabkan tingkat keluar masuk pelajar dan mahasiswa di kota itu sangatlah tinggi.
Wabah penyakit Hepatitis A pernah terjadi di Yogyakarta pada tahun 2008. Peluang munculnya kembali wabah itu di Yogyakarta di masa mendatang sangatlah mungkin bila tidak da langkah-langkah antisipasi dan preventif. Akibat kejadian yang dimulai dari kawasan UGM itu telah menyebabakan sekitar 2.000 orang menderita penyakit tersebut.
"Harus ada langkah yang tepat untuk mencegah penyakit tersebut agar tidak menular kemana-mana," kata peneliti Hepatitis A dari Fakultas Kedkteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof dr Hari Kusnanto dalam acara seminar "Pentingnya Pencegahan Hepatitis A di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta.
Sebagai wilayah dengan intermdiate endemicity (penyebaran menengah) kata Hari, peluang munculnya kembali penyakit itu tetap ada. Sebab Yogyakarta merupakan daerah dengan orang pendatang baik dari mahasiswa maupun non mahasiswa yang cukup besar.
Menurut Hari, meski sebagian wilayah DIY pernah terjangkit hepatitis seperti di UGM, bukan berarti daerah lain tertutup. Namun potensi tersebut tetap ada bila tidak diwaspadai. Wabah hepatitis A tidak hanya terjadi pada tahun 2008 saja, tapi sebelumnya juga pernah terjadi di Kulonprogo. "Ini bisa jadi petunjuk wabah itu bisa muncul lagi sewaktuwaktu," katanya.
Dia mengatakan orang yang pernah sakit memang akan mendapat kekebalan, dari waktu ke waktu kekebalan akan menurun atau berkurang. Sementara itu para pendatang terus masuk setiap waktu ke Yogya. "Hal ini juga tidak menutup kemungkinan akan membawa penyakit itu," katanya.
Menurutnya, penyakit hepatitis memang tidak separah Hepatitis B dan Hepatitis C. Namun tetap membawa dampak buruk bagi penderita dan masyarakat karena kehilanga masa produktifnya.
Untuk melakukan pencegahan perlu pengawasan terhadap kebersihan di lingkungan sekitar. Bila makan di luar seperti di warung makan pinggir jalan atau di kaki lima kebersihan warung juga harus diperhatikan. Sebab pada kenyataannya di warung kaki lima justru seringkali terlihat saat membersihkan piring atau gelas minuman hanya menggunakan dua ember air.
"Satu ember untuk mencuci yang kotor dan satu ember lagi untuk air bersih. Padahal piring atau gelas yang cuci banyak sekali," katanya.
Dia menyarankan untuk mencuci semua perabotan makan dengan baik dan benar-benar bersih. Sebab hal itu adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya wabah hepatitis A. Kalau perlu air yang digunakan diberikan bubuk kaporit.
Sementara itu dr M. Jufrie SpA, PhD menambahkan Hepatits A dapat dicegah dengan perbaikan kebersihan sanitasi lingkungn serta melakukan pola hidup bersih dan sehat. Pola hidup bersih itu harus diterapkan baik untuk perorangan maupun keluarga seperti cuci tangan dengan sabun dan melakukan vaksinasi.
Menurut dia, vaksin Hepatitis A saat ini merupakan cara pencegacahan yang paling efektif dalam menurunkan kasus hepatisis A.
Dia mencontohkan kasus hepatitis A dan Alaska dan Slovakia terjadi 2 jenis yakni untuk orang dewasa dan anak-anak. Dengan vaksin itu akan terhindar dari penyakit hepatitis. Selain itu beban ekonomi besar akibat yang ditimbulkan dari penyakit itu juga berkurang yakni besarnya perawatan bila sudah terkena penyakit tersebut.
Yogyakarta sebagai kota pelajar merupakan daerah rawan terjadinya wabah Hepatitis A. Hal itu disebabkan tingkat keluar masuk pelajar dan mahasiswa di kota itu sangatlah tinggi.
Wabah penyakit Hepatitis A pernah terjadi di Yogyakarta pada tahun 2008. Peluang munculnya kembali wabah itu di Yogyakarta di masa mendatang sangatlah mungkin bila tidak da langkah-langkah antisipasi dan preventif. Akibat kejadian yang dimulai dari kawasan UGM itu telah menyebabakan sekitar 2.000 orang menderita penyakit tersebut.
"Harus ada langkah yang tepat untuk mencegah penyakit tersebut agar tidak menular kemana-mana," kata peneliti Hepatitis A dari Fakultas Kedkteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof dr Hari Kusnanto dalam acara seminar "Pentingnya Pencegahan Hepatitis A di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta.
Sebagai wilayah dengan intermdiate endemicity (penyebaran menengah) kata Hari, peluang munculnya kembali penyakit itu tetap ada. Sebab Yogyakarta merupakan daerah dengan orang pendatang baik dari mahasiswa maupun non mahasiswa yang cukup besar.
Menurut Hari, meski sebagian wilayah DIY pernah terjangkit hepatitis seperti di UGM, bukan berarti daerah lain tertutup. Namun potensi tersebut tetap ada bila tidak diwaspadai. Wabah hepatitis A tidak hanya terjadi pada tahun 2008 saja, tapi sebelumnya juga pernah terjadi di Kulonprogo. "Ini bisa jadi petunjuk wabah itu bisa muncul lagi sewaktuwaktu," katanya.
Dia mengatakan orang yang pernah sakit memang akan mendapat kekebalan, dari waktu ke waktu kekebalan akan menurun atau berkurang. Sementara itu para pendatang terus masuk setiap waktu ke Yogya. "Hal ini juga tidak menutup kemungkinan akan membawa penyakit itu," katanya.
Menurutnya, penyakit hepatitis memang tidak separah Hepatitis B dan Hepatitis C. Namun tetap membawa dampak buruk bagi penderita dan masyarakat karena kehilanga masa produktifnya.
Untuk melakukan pencegahan perlu pengawasan terhadap kebersihan di lingkungan sekitar. Bila makan di luar seperti di warung makan pinggir jalan atau di kaki lima kebersihan warung juga harus diperhatikan. Sebab pada kenyataannya di warung kaki lima justru seringkali terlihat saat membersihkan piring atau gelas minuman hanya menggunakan dua ember air.
"Satu ember untuk mencuci yang kotor dan satu ember lagi untuk air bersih. Padahal piring atau gelas yang cuci banyak sekali," katanya.
Dia menyarankan untuk mencuci semua perabotan makan dengan baik dan benar-benar bersih. Sebab hal itu adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya wabah hepatitis A. Kalau perlu air yang digunakan diberikan bubuk kaporit.
Sementara itu dr M. Jufrie SpA, PhD menambahkan Hepatits A dapat dicegah dengan perbaikan kebersihan sanitasi lingkungn serta melakukan pola hidup bersih dan sehat. Pola hidup bersih itu harus diterapkan baik untuk perorangan maupun keluarga seperti cuci tangan dengan sabun dan melakukan vaksinasi.
Menurut dia, vaksin Hepatitis A saat ini merupakan cara pencegacahan yang paling efektif dalam menurunkan kasus hepatisis A.
Dia mencontohkan kasus hepatitis A dan Alaska dan Slovakia terjadi 2 jenis yakni untuk orang dewasa dan anak-anak. Dengan vaksin itu akan terhindar dari penyakit hepatitis. Selain itu beban ekonomi besar akibat yang ditimbulkan dari penyakit itu juga berkurang yakni besarnya perawatan bila sudah terkena penyakit tersebut.
Senin, 13 Juli 2009
Mayat Korban Mutilasi Diotopsi
Yogyakarta, Mayat perempuan korban mutilasi yang ditemukan di bis PO Sumber Kencono nopol W-7602-UN di Terminal Giwangan, Yogyakarta hari ini mulai diotopsi. Potongan mayat tersebut juga akan dicocokkan dengan potongan tubuh yang ditemukan di bawah Jembatan Mojosemi II di Magetan, Jawa Timur.
Proses otopsi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB di salah satu kamar, Bagian Forensik RS Dr Sardjito di Jl Kesehatan, Yogyakarta. Potongan tubuh yang tersimpan di tempat itu berupa dua potongan tangan, lutut dan kepala. Saat dilakukan otopsi, Kasatreskrim Poltabes Yogyakarta, Kompol Syaiful Anwar juga turut menyaksikan.
"Hari ini kita lakukan otopsi untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim dokter forensik," kata Syaiful kepada wartawan di Ruang Forensik RS Dr Sardjito.
Setelah polisi melakukan penyelidikan di lapangan dengan mengumpulkan beberapa keterangan seperti dari sopir, kernet dan kondektur bis Sumber Kencono kata Syaiful, pihaknya saat ini mulai memeriksa potongan mayat korban mutilasi tersebut. Otopsi dilakukan untuk mengambil potongan, rambut dan sisa darah untuk pengecekan melalui tes DNA.
"Semua akan kita cocokkan dan sepenuhnya dilakukan tim dokter sampai selesai," katanya.
Menurut Syaiful, mengenai penemuan potongan tubuh di Jembatan Mojosemi II di Singolangu, Sarangan, Magetan, Jawa Timur pihaknya telah berkoordinasi dengan Polwil Madiun. Saat ini sudah ada petugas dari Jawa Timur yang ke Yogyakarta untuk mencocokkannya. Namun pihaknya belum mengetahui apakah temuan potongan tubuh di Magetan itu akan di bawa ke Yogya atau sebaliknya.
"Kita sudah koordinasidan menunggu hasil otopsi selesai. Kita juga belum tahu apakah potongan yang ditemukan di sana itu cocok dengan yang di Yogya," pungkas dia.
Proses otopsi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB di salah satu kamar, Bagian Forensik RS Dr Sardjito di Jl Kesehatan, Yogyakarta. Potongan tubuh yang tersimpan di tempat itu berupa dua potongan tangan, lutut dan kepala. Saat dilakukan otopsi, Kasatreskrim Poltabes Yogyakarta, Kompol Syaiful Anwar juga turut menyaksikan.
"Hari ini kita lakukan otopsi untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim dokter forensik," kata Syaiful kepada wartawan di Ruang Forensik RS Dr Sardjito.
Setelah polisi melakukan penyelidikan di lapangan dengan mengumpulkan beberapa keterangan seperti dari sopir, kernet dan kondektur bis Sumber Kencono kata Syaiful, pihaknya saat ini mulai memeriksa potongan mayat korban mutilasi tersebut. Otopsi dilakukan untuk mengambil potongan, rambut dan sisa darah untuk pengecekan melalui tes DNA.
"Semua akan kita cocokkan dan sepenuhnya dilakukan tim dokter sampai selesai," katanya.
Menurut Syaiful, mengenai penemuan potongan tubuh di Jembatan Mojosemi II di Singolangu, Sarangan, Magetan, Jawa Timur pihaknya telah berkoordinasi dengan Polwil Madiun. Saat ini sudah ada petugas dari Jawa Timur yang ke Yogyakarta untuk mencocokkannya. Namun pihaknya belum mengetahui apakah temuan potongan tubuh di Magetan itu akan di bawa ke Yogya atau sebaliknya.
"Kita sudah koordinasidan menunggu hasil otopsi selesai. Kita juga belum tahu apakah potongan yang ditemukan di sana itu cocok dengan yang di Yogya," pungkas dia.
Pemprov DIY Belum Berlakukan KLB Flu Babi
Yogyakarta, Saat ini setidaknya sudah ada 5 pasien suspect flu babi atau H1N1 yang dirawat di RS Dr Sardjito Yogyakarta. Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta belum akan menetapkan Yogyakarta berstatus Keadaan Luar Biasa (KLB) flu babi.
Namun Pemprov DIY tidak akan gegabah untuk menetapkan kasus tersebut karena belum warga Yogya yang terserang penyakit tersebut. Pemprov hanya meminta Dinas Kesehatan DIY untuk terus memantau perkembangan para pasien suspect flu babi yang dirawat rumah sakit tersebut.
"Yang terserang kan belum banyak dan itu asalnya dari luar negeri atau dari luar kota Yogya,” kata Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Yogyakarta, Senin (13/7/2009).
Menurut Sultan, wabah tersebut lebih banyak menyerang orang yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri terutama di negara-negara yang telah terjangkiti wabah tersebut. Sedang warga yang tinggal di Yogyakarta sendiri belum ada yang terkena.
Oleh karena itu lanjut Sultan, bila Pemprov DIY kemudian memberlakukan status KLB, justru akan membuat panik banyak pihak terutama yang menyangkut pariwisata. Dia lebih sepakat jika ada pengetatan atau pemberlakuan screening di bandara sebagai tempat pintu keluar-masuk Yogyakarta.
"Sebaiknya bandara diperketat lagi agar penyebarannya tidak makin menjalar dan lebih mudah pemantauannya,” katanya.
Sampai saat ini, pasien suspect flu babi yang masih dirawat di RS Dr Sardjito sebanyak 5 orang. Mereka itu diantaranya yakni AR (18) pelajar SMA asal Sleman yang baru usai mengikuti program pertukaran pelajar di California AS. Saat ini AR sudah diperbolehkan pulang karena telah sehat dan dinyatakan negatif. Seorang warga negara asal Australia berinisial (ED), GR seorang perawat dan dua pasien lainnya yang merupakan rekan AR saat perjalanan pulang ke Yogyakarta.
Namun Pemprov DIY tidak akan gegabah untuk menetapkan kasus tersebut karena belum warga Yogya yang terserang penyakit tersebut. Pemprov hanya meminta Dinas Kesehatan DIY untuk terus memantau perkembangan para pasien suspect flu babi yang dirawat rumah sakit tersebut.
"Yang terserang kan belum banyak dan itu asalnya dari luar negeri atau dari luar kota Yogya,” kata Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Yogyakarta, Senin (13/7/2009).
Menurut Sultan, wabah tersebut lebih banyak menyerang orang yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri terutama di negara-negara yang telah terjangkiti wabah tersebut. Sedang warga yang tinggal di Yogyakarta sendiri belum ada yang terkena.
Oleh karena itu lanjut Sultan, bila Pemprov DIY kemudian memberlakukan status KLB, justru akan membuat panik banyak pihak terutama yang menyangkut pariwisata. Dia lebih sepakat jika ada pengetatan atau pemberlakuan screening di bandara sebagai tempat pintu keluar-masuk Yogyakarta.
"Sebaiknya bandara diperketat lagi agar penyebarannya tidak makin menjalar dan lebih mudah pemantauannya,” katanya.
Sampai saat ini, pasien suspect flu babi yang masih dirawat di RS Dr Sardjito sebanyak 5 orang. Mereka itu diantaranya yakni AR (18) pelajar SMA asal Sleman yang baru usai mengikuti program pertukaran pelajar di California AS. Saat ini AR sudah diperbolehkan pulang karena telah sehat dan dinyatakan negatif. Seorang warga negara asal Australia berinisial (ED), GR seorang perawat dan dua pasien lainnya yang merupakan rekan AR saat perjalanan pulang ke Yogyakarta.
Sultan : Golkar Tak Perlu Takut Jadi Oposisi
Yogyakarta, Partai Golkar hendaknya tidak perlu takut menjadi partai oposisi dari pemerintah, meski selama ini partai berlambang pohon beringin itu selalu identik dekat dengan pemerintahan. Sikap oposisi perlu dilakukan untuk mengontrol pemerintahan.
Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Penasehat Partai Golkar Sri Sultan Hamengku Buwono X menjawab pertanyaan wartawan di kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Senin (13/7/2009).
"Katanya punya kemampuan dan dekat dengan pemerintah. Berarti kalau punya kemampuan ya tak ada soal kan kalau menjadi oposisi sekali-kali," ungkap Sultan.
Menurut Sultan, makna dekat dengan kekuasaan selama ini kebanyakan hanya disuarakan oleh kalangan menteri-menteri dari Golkar yang ada di kabinet. Pandangan politik ini akan berbeda jika misalnya dilihat dari kacamata para politisi yang jadi anggota DPR.
"Dekat dengan kekuasaan itu kan dari para menteri. Itu belum tentu yang dari DPR," katanya.
Dia mengatakan bila Golkar memutuskan bersikap oposisi juga tidak menjadi masalah. Sampai saat ini, sikap yang diambil Golkar juga belum jelas, apakah harus oposisi atau mendukung pemerintah. "Kalau harus oposisi, ya tak masalah to?" pungkas Sultan.
Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Penasehat Partai Golkar Sri Sultan Hamengku Buwono X menjawab pertanyaan wartawan di kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Senin (13/7/2009).
"Katanya punya kemampuan dan dekat dengan pemerintah. Berarti kalau punya kemampuan ya tak ada soal kan kalau menjadi oposisi sekali-kali," ungkap Sultan.
Menurut Sultan, makna dekat dengan kekuasaan selama ini kebanyakan hanya disuarakan oleh kalangan menteri-menteri dari Golkar yang ada di kabinet. Pandangan politik ini akan berbeda jika misalnya dilihat dari kacamata para politisi yang jadi anggota DPR.
"Dekat dengan kekuasaan itu kan dari para menteri. Itu belum tentu yang dari DPR," katanya.
Dia mengatakan bila Golkar memutuskan bersikap oposisi juga tidak menjadi masalah. Sampai saat ini, sikap yang diambil Golkar juga belum jelas, apakah harus oposisi atau mendukung pemerintah. "Kalau harus oposisi, ya tak masalah to?" pungkas Sultan.
Sabtu, 11 Juli 2009
Pasien Suspect Flu Babi RS Sardjito Bertambah
Yogyakarta, Pasien suspect flu babi atau H1N1 yang dirawat di RSU Dr Sardjito Yogyakarta bertambah menjadi 6 orang. Total yang dirawat di rumah sakit sebanyak 4 orang termasuk AR (18) pelajar SMA yang baru saja pulang dari mengikuti pertukaran pelajar di California Amerika Serikat (AS).
"Semuanya yang diduga suspcet flu babi sebanyak 6 orang. Sebanyak empat orang telah masuk ruang perawatan itu termasuk AR dan dua orang lagi masih dijemput tim medis dari rumah masing-masing," ungkap Kepala Humas RSU Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho kepada wartawan di kantor Jl Kesehatan, Yogyakarta, Sabtu (11/7/2009).
Menurut Heru, sampai hari ini yang telah masuk ke ruang isolasi Bangsal Kartika RSU Sardjito sebanyak 4 orang yakni AR yang pertama kali dirawat. Dua orang warga Sleman dan Bantul berinisial N dan G yang merupakan teman seperjalanan AR. Seorang paramedis di sebuah Puskesmas Sleman berinisial GS yang pernah memeriksa kondisi AR.
"Dua lagi masih kita jemput dari rumah atas saran tim dokter. Total sebanyak 6 orang yang menjadi suspect H1N1," katanya.
Heru mengatakan 3 orang telah masuk ruang pemeriksaan yang langsung ditangani tim dokter yang menangani kasus flu burung dan flu babi dibawah koordinasi dr Sumardi. Penjemputan terjadap pasien suspect flu babi ini juga dilakukan sesuai standar penanganan yang berlaku agar tidak menyebar ke mana-mana.
"Semua kita lakukan dengan hati-hati dan terus dipantau perkembangan kesehatannya setiap hari dan diobati," kata Heru.
"Semuanya yang diduga suspcet flu babi sebanyak 6 orang. Sebanyak empat orang telah masuk ruang perawatan itu termasuk AR dan dua orang lagi masih dijemput tim medis dari rumah masing-masing," ungkap Kepala Humas RSU Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho kepada wartawan di kantor Jl Kesehatan, Yogyakarta, Sabtu (11/7/2009).
Menurut Heru, sampai hari ini yang telah masuk ke ruang isolasi Bangsal Kartika RSU Sardjito sebanyak 4 orang yakni AR yang pertama kali dirawat. Dua orang warga Sleman dan Bantul berinisial N dan G yang merupakan teman seperjalanan AR. Seorang paramedis di sebuah Puskesmas Sleman berinisial GS yang pernah memeriksa kondisi AR.
"Dua lagi masih kita jemput dari rumah atas saran tim dokter. Total sebanyak 6 orang yang menjadi suspect H1N1," katanya.
Heru mengatakan 3 orang telah masuk ruang pemeriksaan yang langsung ditangani tim dokter yang menangani kasus flu burung dan flu babi dibawah koordinasi dr Sumardi. Penjemputan terjadap pasien suspect flu babi ini juga dilakukan sesuai standar penanganan yang berlaku agar tidak menyebar ke mana-mana.
"Semua kita lakukan dengan hati-hati dan terus dipantau perkembangan kesehatannya setiap hari dan diobati," kata Heru.
Jumat, 10 Juli 2009
Potongan Mayat Mutiliasi Ditemukan Di Bis Sumber Kencono
Yogyakarta, Potongan mayat ditemukan di bis PO Sumber Kencono di Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY), Giwangan. Mayat yang diduga korban mutilisasi itu berjenis kelamin perempuan.
Mayat tersebut ditemukan di bis PO Sumber Kencono nopol W-7602-UN jurusan Surabaya-Yogyakarta pada pukul 18.15 WIB. Mayat yang terbungkus tas plastik warna hitam itu ditemukan di bawah bangku kedua sisi kiri bagian belakang. Saat ini potongan perempuan itu masih tersimpan di bagian Forensik RS Dr Sardjito Yogyakarta.
Orang yang menemukan pertama kali adalah kernet bis, Suyono (31) saat memeriksa di dalam bis setelah semua penumpang turun di terminal. Namun dia curiga ketika menemukan tas plastik hitam yang mengeluarkan bau anyir.
Karena penasaran, dia kemudian membuka bungkusan tersebut yang ternyata berisi potongan salah satu tangan manusia. Bersama kondektur bis, dia kemudian melaporkan ke pos pilisi di terminal.
Menurut kondektur bis, Madenan (45) warga Sumber Agung, Jombang, Jawa Timur, dirinya sempat merapikan tas plastik dan kardus yang hampir jatuh saat bis berjalan di daerah Ngawi. Orang yang membawa bungkusan itu adalah seorang laki-laki. "Di kardus itu ada bungkusan kain dan orang itu sempat membantu membetulkan tas yang mau jatuh," katanya.
Namun dirinya tidak curiga dengan laki-laki yang membawa dua tas dan satu kardus itu. Dia juga tidak ingat di mana orang tersebut turun dari bis. Potongan tubuh itu dibungkus rapat dalam plastik sehingga tidak kelihatan dari luar.
"Kami sudah memberikan keterangan kepada polisi. Seingat saya, orang itu naik sebelum Ngawi karena setelah itu tidak ada penumpang yang naik sampai Solo," katanya.
Sementara itu potongan empat bagian tubuh manusia berjenis kelamin perempuan itu masih tersimpan di bagian Forensik RS Dr Sardjito. Potongan tubuh tersebut diantaranya tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri serta kepala. Sedang organ tubuh yang tidak ada adalah bagian bagian tubuh.
Mayat tersebut ditemukan di bis PO Sumber Kencono nopol W-7602-UN jurusan Surabaya-Yogyakarta pada pukul 18.15 WIB. Mayat yang terbungkus tas plastik warna hitam itu ditemukan di bawah bangku kedua sisi kiri bagian belakang. Saat ini potongan perempuan itu masih tersimpan di bagian Forensik RS Dr Sardjito Yogyakarta.
Orang yang menemukan pertama kali adalah kernet bis, Suyono (31) saat memeriksa di dalam bis setelah semua penumpang turun di terminal. Namun dia curiga ketika menemukan tas plastik hitam yang mengeluarkan bau anyir.
Karena penasaran, dia kemudian membuka bungkusan tersebut yang ternyata berisi potongan salah satu tangan manusia. Bersama kondektur bis, dia kemudian melaporkan ke pos pilisi di terminal.
Menurut kondektur bis, Madenan (45) warga Sumber Agung, Jombang, Jawa Timur, dirinya sempat merapikan tas plastik dan kardus yang hampir jatuh saat bis berjalan di daerah Ngawi. Orang yang membawa bungkusan itu adalah seorang laki-laki. "Di kardus itu ada bungkusan kain dan orang itu sempat membantu membetulkan tas yang mau jatuh," katanya.
Namun dirinya tidak curiga dengan laki-laki yang membawa dua tas dan satu kardus itu. Dia juga tidak ingat di mana orang tersebut turun dari bis. Potongan tubuh itu dibungkus rapat dalam plastik sehingga tidak kelihatan dari luar.
"Kami sudah memberikan keterangan kepada polisi. Seingat saya, orang itu naik sebelum Ngawi karena setelah itu tidak ada penumpang yang naik sampai Solo," katanya.
Sementara itu potongan empat bagian tubuh manusia berjenis kelamin perempuan itu masih tersimpan di bagian Forensik RS Dr Sardjito. Potongan tubuh tersebut diantaranya tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri serta kepala. Sedang organ tubuh yang tidak ada adalah bagian bagian tubuh.
RS Dr Sardjito Rawat Pasien Suspect Flu Babi
Flu babi dari hari ke hari kian menyebar. Kali ini seorang pelajar perempuan bernisial AR (18) dari Sleman, DIY, diduga suspect flu babi dan harus menjalani perawatan di Ruang Isolasi Kartika RS dr Sardjito.
AR bersama seorang temannya yang telah dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta ini diduga suspect flu babi setelah mengikuti pertukaran pelajar di California AS. "Saat ini AR dirawat di bangsal khusus," terang Kepala Humas RS dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, Jumat (10/7/2009).
Heru menjelaskan, AR datang dari California melalui Bandara Sukarno Hatta pada 9 Juli kemarin. Teman AR sendiri telah terdeteksi suspect flu babi sebelum akhirnya dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Sementara AR yang langsung ke Yogya melalui bandara Adi Sucipto juga terdeteksi suspect flu babi. Sehingga, dari Bandara kemudian dirujuk ke RS Sardjito.
"AR dibawa dari bandara Adi Sucipto dengan prosedur pengamanan flu babi," katanya.
Saat ini, kata Heru, AR tengah mendapatkan perawatan secara optimal, dia juga diberikan obat tamiflu. AR mendapat pengawasan ketat dari tim medis. Specimen pasien AR juga telah dikirim ke Balitbangkes di Jakarta untuk bisa dipastikan apakah positif flu babi atau tidak.
"Specimen dikirim kemarin. Kemungkinan hari ini atau besok hasilnya dapat diketahui," pungkas Heru
AR bersama seorang temannya yang telah dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta ini diduga suspect flu babi setelah mengikuti pertukaran pelajar di California AS. "Saat ini AR dirawat di bangsal khusus," terang Kepala Humas RS dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, Jumat (10/7/2009).
Heru menjelaskan, AR datang dari California melalui Bandara Sukarno Hatta pada 9 Juli kemarin. Teman AR sendiri telah terdeteksi suspect flu babi sebelum akhirnya dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Sementara AR yang langsung ke Yogya melalui bandara Adi Sucipto juga terdeteksi suspect flu babi. Sehingga, dari Bandara kemudian dirujuk ke RS Sardjito.
"AR dibawa dari bandara Adi Sucipto dengan prosedur pengamanan flu babi," katanya.
Saat ini, kata Heru, AR tengah mendapatkan perawatan secara optimal, dia juga diberikan obat tamiflu. AR mendapat pengawasan ketat dari tim medis. Specimen pasien AR juga telah dikirim ke Balitbangkes di Jakarta untuk bisa dipastikan apakah positif flu babi atau tidak.
"Specimen dikirim kemarin. Kemungkinan hari ini atau besok hasilnya dapat diketahui," pungkas Heru
Kamis, 09 Juli 2009
Mantan Karyawan Duduki Hotel Garuda
Yogyakarta, Sekitar 150 mantan karyawan Hotel Indonesia, Hotel Ambarukmo dan Inna Wisata menggerudug Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro Yogyakarta. Mereka sempat menutup dua pintu masuk dan menduduki hotel menuntut agar dana Jamsostek dibayarkan penuh.
Akibat aksi itu, para tamu hotel yang keluar masuk terganggu. Satu pleton polisi kemudian bersiaga mengamankan dua pintu agar wisatawan tidak terganggu.
Dalam aksi pendudukan itu, para mantan karyawan tersebut menuntut agar segera dibayarkan uang jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) sebesar Rp 1,7 miliar. Uang tersebut adalah kekurangan pembayaran jamsostek untuk 242 mantan karyawan Hotel Ambarukmo Yogyakarta dan 800 mantan karyawan Hotel Indonesia Jakarta.
Bendahara Himpunan mantan Karyawan Hotel Indonsia dan Inna Wisata, Sunarso disela-sela aksi mengatakan lebih dari 1.000 orang karyawan hotel milik BUMN seperti Hotel Indonesia, Inna Wisata, Inna Garuda dan Ambarukmo yang di PHK sejak tahun 2004-2005. Namun pembayaran uang jamsostek tidak lancar dan tidak diberikan secara utuh atau penuh tanpa ada potongan.
"Kami menuntut uang jamsostek yang belum dibayarkan segera diberikan pada karyawan. Kami ini adalah korban PHK, tapi ada hak-hak karyawan yang belum diberikan," katanya.
Menurut Sunarso, PT Hotel Inna Natour (HIN) terbukti tidak memberikan uang Jamsostek kepada para mantan karyawan. Beberapa kali dilakukan pertemuan tapi tidak pernah ada jawaban yang memuaskan.
"PT HIN tidak beritikad baik, meski Dinas Tenaga Kerja DI Yogyakarta dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah menetapkan hak-hak mantan karyawan harus segera dipenuhi. Tapi sampai saat ini hak-hak kami belum dipenuhi," kata Sunarso.
Saat para mantan karyawan menggelar aksi, pihak manajemen PT HIN justru akan menuntut balik. Sebab aksi dmonstrasi di hotel Inna Garuda Yogyakarta itu dianggap bisa merugikan dan mengganggu para tamu yang menginap. Melalui kuasa hukumnya, Tony Aries SH, jajaran direksi PT HIN baru akan menyelesaikan tuntutan bagi mantan karyawan hotel Ambarukmo Yogyakarya. Para manatan karyawan Inna Wisata Jakarta baru akan diselesaikan kemudian karena masih ada kasus pemalsuan data oleh mantan karyawan.
"Kami akan menyelesaikan satu-persatu dulu, terutama bagi mantan karyawan Hotel Ambarukmo. Sedang mantan karyawan yang di Jakarta menunggu kasus pemalsuan data selesai," ungkap Tony.
Akibat aksi itu, para tamu hotel yang keluar masuk terganggu. Satu pleton polisi kemudian bersiaga mengamankan dua pintu agar wisatawan tidak terganggu.
Dalam aksi pendudukan itu, para mantan karyawan tersebut menuntut agar segera dibayarkan uang jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) sebesar Rp 1,7 miliar. Uang tersebut adalah kekurangan pembayaran jamsostek untuk 242 mantan karyawan Hotel Ambarukmo Yogyakarta dan 800 mantan karyawan Hotel Indonesia Jakarta.
Bendahara Himpunan mantan Karyawan Hotel Indonsia dan Inna Wisata, Sunarso disela-sela aksi mengatakan lebih dari 1.000 orang karyawan hotel milik BUMN seperti Hotel Indonesia, Inna Wisata, Inna Garuda dan Ambarukmo yang di PHK sejak tahun 2004-2005. Namun pembayaran uang jamsostek tidak lancar dan tidak diberikan secara utuh atau penuh tanpa ada potongan.
"Kami menuntut uang jamsostek yang belum dibayarkan segera diberikan pada karyawan. Kami ini adalah korban PHK, tapi ada hak-hak karyawan yang belum diberikan," katanya.
Menurut Sunarso, PT Hotel Inna Natour (HIN) terbukti tidak memberikan uang Jamsostek kepada para mantan karyawan. Beberapa kali dilakukan pertemuan tapi tidak pernah ada jawaban yang memuaskan.
"PT HIN tidak beritikad baik, meski Dinas Tenaga Kerja DI Yogyakarta dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah menetapkan hak-hak mantan karyawan harus segera dipenuhi. Tapi sampai saat ini hak-hak kami belum dipenuhi," kata Sunarso.
Saat para mantan karyawan menggelar aksi, pihak manajemen PT HIN justru akan menuntut balik. Sebab aksi dmonstrasi di hotel Inna Garuda Yogyakarta itu dianggap bisa merugikan dan mengganggu para tamu yang menginap. Melalui kuasa hukumnya, Tony Aries SH, jajaran direksi PT HIN baru akan menyelesaikan tuntutan bagi mantan karyawan hotel Ambarukmo Yogyakarya. Para manatan karyawan Inna Wisata Jakarta baru akan diselesaikan kemudian karena masih ada kasus pemalsuan data oleh mantan karyawan.
"Kami akan menyelesaikan satu-persatu dulu, terutama bagi mantan karyawan Hotel Ambarukmo. Sedang mantan karyawan yang di Jakarta menunggu kasus pemalsuan data selesai," ungkap Tony.
Rabu, 08 Juli 2009
Tetangga dan Kolega Boediono Sampaikan Ucapan Selamat
Yogyakarta, Puluhan tetangga dan kolega cawapres Boediono berdatangan untuk menyampaikan ucapan selamat. Boediono dan istri menerima tamu dengan senang hati dan ramah mereka yang terus berdatangan sejak pukul 18.00-20.00 WIB.
Sebagian besar tetangga dan kolega yang datang di kediaman Boediono di Sawitsari, Condongcatur, Depok Sleman adalah para dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka adalah tetangga di sekitar kompleks perumahan dosen UGM itu.
Selain para tetangga, tampak pula Rizal Mallarangeng dari Fox Indonesia, Raden Pardede serta beberapa tokoh Partai Demokrat (PD) DIY.
Silih berganti para tamu berdatangan. Boediono maupun istri Ny Herawati langsung menyambut dengan berjabat tangan. Setelah berbincang-bincang sebentar, para tamu juga dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan baik berupa makanan kecil, makan malam dan aneka minuman seperti wedhang Ronde.
Disela-sela menerima ucapan selamat itu, Boediono juga menyaksikan acara Quick Count yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi. Sesekali, dia juga tampak menerima telepon ucapan selamat.
Saat banyak tamu yang berdatangan, aparat Polda DIY sempat menuntup sementara jalan raya Pik Gondang dari arah Jalan Kaliurang agar lalu-lintas tidak macet. Puluhan aparat Polda DIY juga terus berjaga-jaga di sekitar kediaman Boediono. Rencannya Boediono akan kembali ke Jakarta pada hari Kamis, 9 Juli 2009 siang.
Sebagian besar tetangga dan kolega yang datang di kediaman Boediono di Sawitsari, Condongcatur, Depok Sleman adalah para dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka adalah tetangga di sekitar kompleks perumahan dosen UGM itu.
Selain para tetangga, tampak pula Rizal Mallarangeng dari Fox Indonesia, Raden Pardede serta beberapa tokoh Partai Demokrat (PD) DIY.
Silih berganti para tamu berdatangan. Boediono maupun istri Ny Herawati langsung menyambut dengan berjabat tangan. Setelah berbincang-bincang sebentar, para tamu juga dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan baik berupa makanan kecil, makan malam dan aneka minuman seperti wedhang Ronde.
Disela-sela menerima ucapan selamat itu, Boediono juga menyaksikan acara Quick Count yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi. Sesekali, dia juga tampak menerima telepon ucapan selamat.
Saat banyak tamu yang berdatangan, aparat Polda DIY sempat menuntup sementara jalan raya Pik Gondang dari arah Jalan Kaliurang agar lalu-lintas tidak macet. Puluhan aparat Polda DIY juga terus berjaga-jaga di sekitar kediaman Boediono. Rencannya Boediono akan kembali ke Jakarta pada hari Kamis, 9 Juli 2009 siang.
Di TPS Ketua MK, Gambar Calon Dicoret-coret
Yogyakarta-Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Ketua Mahakah Konstitusi Mochammad Mahfud MD ada gambar calon presiden/calon wakil prersiden yang di-make-up dengan diberi jenggot, kumis dan kacamata.
“Ada tiga belas surat suara yang gugur, salah satunya ada calon yang di make-up dengan diberi jenggot, kumis dan kacamata, yang lainnya hanya dicorat-coret dan ada yang tidak dicontreng, kata Azhuri, salah satu panitia pemungutan suara di TPS 68 tempat Mahfud nyontreng, Rabu (8/7).
Secara rinci ia enggan mengatakan calon mana yang diberi jenggot, kumis dan kacamata. Namun secara umum di TPS 68, Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta ada 419 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap. Namun hanya 302 pemilih yang menggunakan hak pilihnya.
Pasangan Mega-Pro meraih suara sebanyak 93 suara, SBY-Berboedi sebanyak 166 suara dan pasangan JK-Win mendapat 30 suara.
“Selesai menghitung pukul 14.30 WIB, semua berkas selanjutnya kami bawa ke PPK (panitia pemilihan kecamatan) Depok,” kata Azhuri.
“Ada tiga belas surat suara yang gugur, salah satunya ada calon yang di make-up dengan diberi jenggot, kumis dan kacamata, yang lainnya hanya dicorat-coret dan ada yang tidak dicontreng, kata Azhuri, salah satu panitia pemungutan suara di TPS 68 tempat Mahfud nyontreng, Rabu (8/7).
Secara rinci ia enggan mengatakan calon mana yang diberi jenggot, kumis dan kacamata. Namun secara umum di TPS 68, Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta ada 419 orang yang terdaftar di daftar pemilih tetap. Namun hanya 302 pemilih yang menggunakan hak pilihnya.
Pasangan Mega-Pro meraih suara sebanyak 93 suara, SBY-Berboedi sebanyak 166 suara dan pasangan JK-Win mendapat 30 suara.
“Selesai menghitung pukul 14.30 WIB, semua berkas selanjutnya kami bawa ke PPK (panitia pemilihan kecamatan) Depok,” kata Azhuri.
Boediono Minta Masyarakat Pantau Pemilu Pukul 13.00 WIB
Cawapres Boediono didamping istri menggunakan hak pilihnya di TPS 96 Kampung Sawitsari, Condongcatur, Sleman, Yogya. Usai memberikan suaranya, Boediono meminta masyarakat ikut memantau jalannya pemilu.
"Setelah pukul 13.00 WIB saya ajak untuk memantau bersama-sama. Pantauan ini secara indikatif memang sebaiknya diikuti, dan saya optimis rakyat memilih, karena rakyat saat ini cerdas," ujar Boediono di atas podium usai mencontreng.
Boediono berharap pemilu kali ini berjalan baik, bebas, jujur dan aman. Dia juga berharap usai pilpres seluruh komponen bangsa kembali bersatu.
"Harapan saya setelah pemilu ini, kita satu bangsa lagi. Menyatu untuk kesejahteraan rakyat," imbuh mantan Gubernur BI ini.
Boediono yang mengenakan kemeja berwarna putih ini juga sempat menunjukkan jari kelingking kanannya yang sudah dilumuri tinta kepada wartawan untuk diabadikan. Selain itu dia juga memuji pelaksanaan pemilu yang dianggap mudah bagi masyarakat.
"Saya terkesan, dalam urusan proses ini berjalan lancar dalam waktu cepat, dua sampai tiga menit bisa diselesaikan," kata Boediono seraya menuju rumahnya yang berjarak hanya 100 meter dari TPS itu.
"Setelah pukul 13.00 WIB saya ajak untuk memantau bersama-sama. Pantauan ini secara indikatif memang sebaiknya diikuti, dan saya optimis rakyat memilih, karena rakyat saat ini cerdas," ujar Boediono di atas podium usai mencontreng.
Boediono berharap pemilu kali ini berjalan baik, bebas, jujur dan aman. Dia juga berharap usai pilpres seluruh komponen bangsa kembali bersatu.
"Harapan saya setelah pemilu ini, kita satu bangsa lagi. Menyatu untuk kesejahteraan rakyat," imbuh mantan Gubernur BI ini.
Boediono yang mengenakan kemeja berwarna putih ini juga sempat menunjukkan jari kelingking kanannya yang sudah dilumuri tinta kepada wartawan untuk diabadikan. Selain itu dia juga memuji pelaksanaan pemilu yang dianggap mudah bagi masyarakat.
"Saya terkesan, dalam urusan proses ini berjalan lancar dalam waktu cepat, dua sampai tiga menit bisa diselesaikan," kata Boediono seraya menuju rumahnya yang berjarak hanya 100 meter dari TPS itu.
Ketua MK: Pemilu Relatif Fair, Nilainya 7
Pemilihan Umum (Pemilu) kali ini dinilai sudah berjalan cukup adil dan terbuka karena beberapa prosedur sudah dibuka ke masyarakat. Nilai Pemilu kali ini adalah 7.
"Dari pantauan kami, Pemilu saat ini, berjalan cukup baik. Semua warga negara yang punya hak, sudah dibuka dan tidak dihalang-halangi. Semua prosedur yang dulu tertutup sudah kita buka," ujar Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Hal itu diungkapkan Mahfud MD usai mencontreng di kampung halamannya, di tempat pemungutan suara (TPS) 68 Dusun Sambilegi, Desa Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/7/2009).
Mahfud menambahkan, syarat yang terbuka itu, antara lain penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mencontreng sudah diakomodasi. KPU pun sudah memutuskan akan langsung mencoret nama-nama ganda yang ditemukan.
"Dengan demikian, ini sudah relatif fair. Apa pun hasilnya, harus kita terima denrgan baik. Saat ini dunia luar sudah bisa menilai, mengenai Indonesia. Pelaksanaan Pilpres saat ini nilainya 7. Bisa naik menjadi 8. Sehingga jangan turun menjadi 6," ujar Mahfud yang mengenakan batik merah itu.
Dalam pertemuan dengan para capres-cawpares kemarin, imbuhnya, para peserta Pilpres sudah sepakat untuk tidak berperkara kecuali ada peristiwa luar biasa dan masif. Soal adanya perbedaan perhitungan cepat yang diadakan beberapa lembaga survei, sejauh tidak memunculkan masalah, maka disepakati tidak akan berperkara.
"Namun saat ini MK tetap menyiapkan bila nanti ada yang berperkara. Dan kita bergembira kalau kita tidak berperkara," tandas Mahfud.
Mahfud menuju ke TPS yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya itu sekitar pukul 08.00 WIB. Mahfud ditemani istrinya serta kedua putranya, Roihan Akbar dan Tina Amalia.
"Dari pantauan kami, Pemilu saat ini, berjalan cukup baik. Semua warga negara yang punya hak, sudah dibuka dan tidak dihalang-halangi. Semua prosedur yang dulu tertutup sudah kita buka," ujar Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Hal itu diungkapkan Mahfud MD usai mencontreng di kampung halamannya, di tempat pemungutan suara (TPS) 68 Dusun Sambilegi, Desa Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/7/2009).
Mahfud menambahkan, syarat yang terbuka itu, antara lain penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mencontreng sudah diakomodasi. KPU pun sudah memutuskan akan langsung mencoret nama-nama ganda yang ditemukan.
"Dengan demikian, ini sudah relatif fair. Apa pun hasilnya, harus kita terima denrgan baik. Saat ini dunia luar sudah bisa menilai, mengenai Indonesia. Pelaksanaan Pilpres saat ini nilainya 7. Bisa naik menjadi 8. Sehingga jangan turun menjadi 6," ujar Mahfud yang mengenakan batik merah itu.
Dalam pertemuan dengan para capres-cawpares kemarin, imbuhnya, para peserta Pilpres sudah sepakat untuk tidak berperkara kecuali ada peristiwa luar biasa dan masif. Soal adanya perbedaan perhitungan cepat yang diadakan beberapa lembaga survei, sejauh tidak memunculkan masalah, maka disepakati tidak akan berperkara.
"Namun saat ini MK tetap menyiapkan bila nanti ada yang berperkara. Dan kita bergembira kalau kita tidak berperkara," tandas Mahfud.
Mahfud menuju ke TPS yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya itu sekitar pukul 08.00 WIB. Mahfud ditemani istrinya serta kedua putranya, Roihan Akbar dan Tina Amalia.
Selasa, 07 Juli 2009
Boediono Dukung KTP Sah Buat Nyontreng
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengesahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) disambut baik Cawapres Boediono. Pasangan SBY ini berharap semua pemilih mendapat kesempatan nyontreng di Pilpres 8 Juli 2009.
"Bagus sekali supaya pemilih mendapat kesempatan semua untuk melaksanakan haknya seluas mungkin. Itu sangat bagus dan kita dukung," kata Boediono.
Hal ini disampaikan Boediono usai menyantap sego pecel di Warung SGPC Bu Wiryo, Yogyakarta, Selasa (7/6/2009).
Ketika ditanya target perolehan suara, Boediono menjawab diplomatis. "Kita serahkan kepada rakyat," ujar Boediono.
MK menetapkan warga negara Indonesia yang tidak terdaftar dalam DPT bisa menggunakan hak suara dengan menunjukkan KTP atau paspor bagi warga di luar negeri.
"Bagus sekali supaya pemilih mendapat kesempatan semua untuk melaksanakan haknya seluas mungkin. Itu sangat bagus dan kita dukung," kata Boediono.
Hal ini disampaikan Boediono usai menyantap sego pecel di Warung SGPC Bu Wiryo, Yogyakarta, Selasa (7/6/2009).
Ketika ditanya target perolehan suara, Boediono menjawab diplomatis. "Kita serahkan kepada rakyat," ujar Boediono.
MK menetapkan warga negara Indonesia yang tidak terdaftar dalam DPT bisa menggunakan hak suara dengan menunjukkan KTP atau paspor bagi warga di luar negeri.
Boediono Akan Nyontreng di TPS 96 Kampung Sawitsari
Cawapres Boediono memanfaatkan masa tenang untuk menenangkan diri dan mengembalikan energi di Yogyakarta. Boediono akan nyontreng di TPS 96 Kampung Sawitsari, Yogyakarta.
"Besok, saya akan memberikan suara saya di TPS 96 di Kampung Sawitsari, Condongcatur, Sleman. Mungkin nyontrengnya pukul 09.30 WIB supaya saudara-saudara bisa nyontreng dulu dan itu baik bagi demokrasi," kata Boediono.
Hal ini disampaikan dia usai menyantap sego pecel di Warung SGPC Bu Wiryo, Yogyakarta, Selasa (7/7/2009).
Boediono berharap Pilpres 8 Juli 2009 berjalan lancar. "Moga-moga ini berjalan lancar dan aman," ujar eks Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.
Boediono yang didampingi tim sukses Rizal Mallarangeng lalu naik ke mobil Toyota Alphard warna hitam AB 1394 KA untuk kembali ke rumah. Rencananya, Boediono akan menggelar pengajian pukul 20.00 WIB.
"Besok, saya akan memberikan suara saya di TPS 96 di Kampung Sawitsari, Condongcatur, Sleman. Mungkin nyontrengnya pukul 09.30 WIB supaya saudara-saudara bisa nyontreng dulu dan itu baik bagi demokrasi," kata Boediono.
Hal ini disampaikan dia usai menyantap sego pecel di Warung SGPC Bu Wiryo, Yogyakarta, Selasa (7/7/2009).
Boediono berharap Pilpres 8 Juli 2009 berjalan lancar. "Moga-moga ini berjalan lancar dan aman," ujar eks Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.
Boediono yang didampingi tim sukses Rizal Mallarangeng lalu naik ke mobil Toyota Alphard warna hitam AB 1394 KA untuk kembali ke rumah. Rencananya, Boediono akan menggelar pengajian pukul 20.00 WIB.
Boediono Sarapan Sego Pecel di Yogyakarta
Kegiatan cawapres Boediono dipusatkan di Yogyakarta pada H-1 pencontrengan. Boediono mengawali hari dengan sarapan sego pecel (nasi pecel) di Warung SGPC Bu Wiryo.
Warung SGPC yang merupakan singkatan dari sego pecel itu terletak di Klebengan, sebelah utara kampus UGM Yogyakarta. Ini merupakan warung yang cukup populer di Kota Pelajar dan lekat dengan lidah keluarga UGM. Maklum, dulunya pemilik SGPC berjualan di gedung pusat UGM.
Boediono berangkat dari rumahnya di Perum Sawitsari, Condongcatur, dan tiba di Warung SGPC pada pukul 09.15 WIB, Selasa (7/5/2009). Turut hadir bersamanya adalah istrinya Ny Herawati dan Rizal Mallarangeng dari Fox Indonesia. Ikut juga Ketua PD DIY GBPH Prabukusumo.
Rombongan yang berjumlah 50-an orang ini mengejutkan para konsumen atau warga sekitar. Sebab tiba-tiba ada orang top yang berkunjung dengan pengawalan ketat.
Boediono yang mengenakan batik warna biru duduk di bangku panjang. Satu meja panjang di depannya mampu memuat 10 orang yang duduk berhadapan. Bersama anggota rombongan, Boediono asyik ngobrol. Menu yang dipilih Boediono adalah nasi pecel plus telor dan tempe. Teh hangat menjadi pengusir dahaga.
Dijadwalkan Boediono akan mencontreng di Yogyakarta pada 8 Juli besok.
Warung SGPC yang merupakan singkatan dari sego pecel itu terletak di Klebengan, sebelah utara kampus UGM Yogyakarta. Ini merupakan warung yang cukup populer di Kota Pelajar dan lekat dengan lidah keluarga UGM. Maklum, dulunya pemilik SGPC berjualan di gedung pusat UGM.
Boediono berangkat dari rumahnya di Perum Sawitsari, Condongcatur, dan tiba di Warung SGPC pada pukul 09.15 WIB, Selasa (7/5/2009). Turut hadir bersamanya adalah istrinya Ny Herawati dan Rizal Mallarangeng dari Fox Indonesia. Ikut juga Ketua PD DIY GBPH Prabukusumo.
Rombongan yang berjumlah 50-an orang ini mengejutkan para konsumen atau warga sekitar. Sebab tiba-tiba ada orang top yang berkunjung dengan pengawalan ketat.
Boediono yang mengenakan batik warna biru duduk di bangku panjang. Satu meja panjang di depannya mampu memuat 10 orang yang duduk berhadapan. Bersama anggota rombongan, Boediono asyik ngobrol. Menu yang dipilih Boediono adalah nasi pecel plus telor dan tempe. Teh hangat menjadi pengusir dahaga.
Dijadwalkan Boediono akan mencontreng di Yogyakarta pada 8 Juli besok.
Senin, 06 Juli 2009
Pulang Melayat, Toyota Kijang Masuk Jurang di Bantul
Yogyakarta, Nasib apes dialami rombongan pelayat asal Purworejo. Mobil Toyota Kijang yang mereka tumpangi, mengalami kecelakaan masuk jurang di Kecamatan Dlingo, Bantul.
Peristiwa itu terjadi akibat sang sopir tidak mengenal medan di kawasan kecamatan Dlingo yang penuh tanjakan dan tikungan tajam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB seusai rombongan melayat di Desa Temuwuh, Dlingo, tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Beberapa tahun lalu bis anggota DPR RI juga pernah mengalami kecelakaan di sekitar tempat itu saat melakukan peninjauan proyek jalur selatan-selatan.
Mobil Toyota Kijang Nopol AA 8838 GC yang dikemudikan oleh Sukarto itu dengan 10 orang penumpang. Namun ketika di jalan menurun dengan tikungan tajam itu, Sukarto tiba-tiba tiba tidak bisa mengendalikan mobilnya. Dia bersama 10 orang penumpang lainnya terperosok masyk jurang sedalam 4 meter.
Hampir semua penumpang mengalami luka berat dan ringan. Korban yang mengalami luka ringan hanya dirawat di RS Nurhidayah. Sedang korban luka berat di rujuk di RS PKU Muhammadiyah.
Sarmini (40) salah seorang saksi mata mengatakan saat melewati tikungan di jalan menurun di Desa Temuwuh, tiba-tiba mobil oleng. Mobil sempat menabrak 2 batang kelapa yang ada di dipinggir jurang sedalam 4 meter. Setelah itu mobil langsung terperosok dan terbalik di bawah yang penuh tanaman palawija.
"Saya bersama warga sekitar yang berada tidak jauh atau di sekitar tegalan langsung menolong," kata Sarmini.
Menurut dia, saat mobil terbalik semua penumpang langsung menjerit dan meminta pertolongan. Semua korban selamat, meski hampir semua mengalami luka-luka.
"Dengan bantuan mobil milik warga dan polisi, semua korban dibawa ke rumah sakit. Hanya luka-luka semua termasuk yang anak kecil. Tikungan di sini memang sering terjadi kecelakaan bila sopir belum pernah lewat atau bukan orang sini," ungkap dia.
Peristiwa itu terjadi akibat sang sopir tidak mengenal medan di kawasan kecamatan Dlingo yang penuh tanjakan dan tikungan tajam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB seusai rombongan melayat di Desa Temuwuh, Dlingo, tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Beberapa tahun lalu bis anggota DPR RI juga pernah mengalami kecelakaan di sekitar tempat itu saat melakukan peninjauan proyek jalur selatan-selatan.
Mobil Toyota Kijang Nopol AA 8838 GC yang dikemudikan oleh Sukarto itu dengan 10 orang penumpang. Namun ketika di jalan menurun dengan tikungan tajam itu, Sukarto tiba-tiba tiba tidak bisa mengendalikan mobilnya. Dia bersama 10 orang penumpang lainnya terperosok masyk jurang sedalam 4 meter.
Hampir semua penumpang mengalami luka berat dan ringan. Korban yang mengalami luka ringan hanya dirawat di RS Nurhidayah. Sedang korban luka berat di rujuk di RS PKU Muhammadiyah.
Sarmini (40) salah seorang saksi mata mengatakan saat melewati tikungan di jalan menurun di Desa Temuwuh, tiba-tiba mobil oleng. Mobil sempat menabrak 2 batang kelapa yang ada di dipinggir jurang sedalam 4 meter. Setelah itu mobil langsung terperosok dan terbalik di bawah yang penuh tanaman palawija.
"Saya bersama warga sekitar yang berada tidak jauh atau di sekitar tegalan langsung menolong," kata Sarmini.
Menurut dia, saat mobil terbalik semua penumpang langsung menjerit dan meminta pertolongan. Semua korban selamat, meski hampir semua mengalami luka-luka.
"Dengan bantuan mobil milik warga dan polisi, semua korban dibawa ke rumah sakit. Hanya luka-luka semua termasuk yang anak kecil. Tikungan di sini memang sering terjadi kecelakaan bila sopir belum pernah lewat atau bukan orang sini," ungkap dia.
Temuan Mahasiswa KKn P4 UGM, Masih Ada DPT Bermasalah di Daerah Terpencil
Yogyakarta, Hasil pemantauan lapangan proses pelaksanaan KKN PPM P4 (Pendidikan Pemilih dan Pemantau Pemilu) Universitas Gadjah Mada (UGM) gelombang ke-3 ditemukan beberapa Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah. DPT bermasalah itu ditemukan di beberapa daerah terpencil di Provinsi Daera Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Hal itu diungkapkan Koordinator Program KKN PPM P4 (Pendidikan Pemilih dan Pemantau Pemilu) Dr Abdul Gaffar Karim kepada wartawan di Gedung Pusat UGM, di Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (6/7/2009).
"Meski sudah ada perbaikan setelah pemilu legislatif, tapi saat ini peserta KKN PPM UGM menemukan fakta ada DPT yang bermasalah di lokasi KKN," katanya.
Gaffar mengatakan dari hasil pemantauan pemilu legislatif KKN PPM P4 tahap 1 dan 2 di Padang-Sumatera Barat, Tasikmalaya-Jawa Barat, Klaten-Jawa Tengah, Bangkalan Madura-Jawa Timur ada laporan yang mengindikasikan bila DPT bermasalah. Di wilayah-wilayah itu atau di TPS-TPS ditemukan tingkat partisipasi pemilih yang rendah.
"Banyak data pemilih yang tidak akurat, pemilih yang bekerja di luar daerah tapi masih terdata di daerah masing-masing. Ini terjadi di daerah yang penduduknya sebagai migran untuk bekerja di kota," kata Gaffar didampingi Dr drh Djoko Prastowo.
Menurut dia, di daerah-daerah tersebut tingkat partisipasinya sangat rendah. Tingkat partisipasi pemilih bervariasi antara 53 persen hingga 92 persen. "Artinya angka golput atau mereka yang tidak memilih mencapai 47 persen hingga terendah 8 persen," ungkapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi pemilu legislatif yang ditemukan banyak DPT bermasalah lanjut Gaffar, pihaknya pada KKN gelombang ke-3 mengupayakan agar warga dapat masuk DPT dengan lebih maksimal. Namun informasi dari mahasiswa KKN, masih banyak ditemukan DPT yang bermasalah di daerah-daerah.
"Di kota Yogyakarta, sosialisasi mengenai tata cara bisa cepat, tapi di daerah terpencil sangat lambat karena kendala kurangnya akses informasi. Sampai saat ini masih ada laporan mengenai masalah DPT di daerah-daerah lokasi KKN," katanya.
Hal itu diungkapkan Koordinator Program KKN PPM P4 (Pendidikan Pemilih dan Pemantau Pemilu) Dr Abdul Gaffar Karim kepada wartawan di Gedung Pusat UGM, di Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (6/7/2009).
"Meski sudah ada perbaikan setelah pemilu legislatif, tapi saat ini peserta KKN PPM UGM menemukan fakta ada DPT yang bermasalah di lokasi KKN," katanya.
Gaffar mengatakan dari hasil pemantauan pemilu legislatif KKN PPM P4 tahap 1 dan 2 di Padang-Sumatera Barat, Tasikmalaya-Jawa Barat, Klaten-Jawa Tengah, Bangkalan Madura-Jawa Timur ada laporan yang mengindikasikan bila DPT bermasalah. Di wilayah-wilayah itu atau di TPS-TPS ditemukan tingkat partisipasi pemilih yang rendah.
"Banyak data pemilih yang tidak akurat, pemilih yang bekerja di luar daerah tapi masih terdata di daerah masing-masing. Ini terjadi di daerah yang penduduknya sebagai migran untuk bekerja di kota," kata Gaffar didampingi Dr drh Djoko Prastowo.
Menurut dia, di daerah-daerah tersebut tingkat partisipasinya sangat rendah. Tingkat partisipasi pemilih bervariasi antara 53 persen hingga 92 persen. "Artinya angka golput atau mereka yang tidak memilih mencapai 47 persen hingga terendah 8 persen," ungkapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi pemilu legislatif yang ditemukan banyak DPT bermasalah lanjut Gaffar, pihaknya pada KKN gelombang ke-3 mengupayakan agar warga dapat masuk DPT dengan lebih maksimal. Namun informasi dari mahasiswa KKN, masih banyak ditemukan DPT yang bermasalah di daerah-daerah.
"Di kota Yogyakarta, sosialisasi mengenai tata cara bisa cepat, tapi di daerah terpencil sangat lambat karena kendala kurangnya akses informasi. Sampai saat ini masih ada laporan mengenai masalah DPT di daerah-daerah lokasi KKN," katanya.
Pakar : Tak Ada Alasan Kuat Tunda Pilpres
Yogyakarta, Desakan untuk menunda pemilihan presiden (pilpres) 2009 tinggal 2 hari lagi serta penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) saat menyontreng tidak memiliki dasar yang kuat.
Desakan tersebut dinilai sebagai langkah taktis dan politis bagi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk tetap tampil di publik, tanpa menyalahi aturan kampanye.
"Saya kira itu high call politik, bagaimana mereka suaranya tetap didengar selama tenang ini tanpa menyalahi aturan," kata pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Abdul Gaffar Karim seusai laporan pelaksanaan KKN PPM P4 (Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu) 2009 di Gedung Pusat UGM di Bulaksumur Yogyakarta, Senin (6/7/2009).
Menurut dia, usulan penggunaan KTP adalah sebuah solusi jangka pendek, namun hal itu belum bisa menyelesaikan masalah keseluruhan terutama untuk mengatasi kekisruhan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebab masalah sebenarnya pada data kependudukan nasional yang belum baik dan rapi.
"Itu belum jida menyelesaikan karena substansi masalah di data kependudukan. KTP pun masih dianggap sebagai kopi data kependudukan saja," kata staf pengajar Ilmu Pemerintahan itu.
Dia mengatakan penyelesaian masalah DPT dengan penggunaan KTP juga masih berisiko. Hal itu bisa memunculkan masalah baru dalam proses pemilu. Sebab permasalahan utama adalah kisruhnya data pemilih tetap (DPT) yang belum rapi hingga menjelang pilpres 8 Juli 2009 ini.
Gaffar menambahkan UGM sebagai Pengelola Program KKN PPP P4 juga perlu mengeluarkan seruan menjelang pelaksanaan pilpres 2009 mengingat kondisi suhu politik yang semakin panas. Memanas situasi politik itu sangat terasa di tingkat bawah atau pemilih.
"Kondisi itu benar-benar dirasakan oleh mahasiswa KKN saat ini. Kami berharap penyelenggara mulai dari KPU hingga jajaran TPS dan unsur lainnya agar jujur, adil dan bersikap netral sehingga tidak merugikan pasangan capres dan cawapres tertentu," kata Gaffar.
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat luas bisa mewujudkan pemilu damai dengan menghindari ketegangan, tidak membawa massa ke arah yang bisa menimbulkan percikan konflik yang tidak perlu.
"Jangan ada lagi upaya yang merugikan pasangan tertentu. Jangan tergoda politik uang, jika menemukan kasusnya segera laporkan ke panwas terdekat," katanya.
Menurut dia seluruh pasangan capres-cawapres hendaknya menghindari cara-cara upaya pemenangan yang mencederai pelaksanaan pilpres karena berakibat buruk bagi demokrasi, termasuk praktek politik uang, manipulasi suara.
"Yang terpenting lagi adalah capres dan cawapres harus siap menang dan siap kalah. Belajar dari pelaksanaan pemilihan legislatif lalu banyak yang tidak siap kalah," pungkas Gaffar.
Desakan tersebut dinilai sebagai langkah taktis dan politis bagi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk tetap tampil di publik, tanpa menyalahi aturan kampanye.
"Saya kira itu high call politik, bagaimana mereka suaranya tetap didengar selama tenang ini tanpa menyalahi aturan," kata pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Abdul Gaffar Karim seusai laporan pelaksanaan KKN PPM P4 (Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu) 2009 di Gedung Pusat UGM di Bulaksumur Yogyakarta, Senin (6/7/2009).
Menurut dia, usulan penggunaan KTP adalah sebuah solusi jangka pendek, namun hal itu belum bisa menyelesaikan masalah keseluruhan terutama untuk mengatasi kekisruhan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebab masalah sebenarnya pada data kependudukan nasional yang belum baik dan rapi.
"Itu belum jida menyelesaikan karena substansi masalah di data kependudukan. KTP pun masih dianggap sebagai kopi data kependudukan saja," kata staf pengajar Ilmu Pemerintahan itu.
Dia mengatakan penyelesaian masalah DPT dengan penggunaan KTP juga masih berisiko. Hal itu bisa memunculkan masalah baru dalam proses pemilu. Sebab permasalahan utama adalah kisruhnya data pemilih tetap (DPT) yang belum rapi hingga menjelang pilpres 8 Juli 2009 ini.
Gaffar menambahkan UGM sebagai Pengelola Program KKN PPP P4 juga perlu mengeluarkan seruan menjelang pelaksanaan pilpres 2009 mengingat kondisi suhu politik yang semakin panas. Memanas situasi politik itu sangat terasa di tingkat bawah atau pemilih.
"Kondisi itu benar-benar dirasakan oleh mahasiswa KKN saat ini. Kami berharap penyelenggara mulai dari KPU hingga jajaran TPS dan unsur lainnya agar jujur, adil dan bersikap netral sehingga tidak merugikan pasangan capres dan cawapres tertentu," kata Gaffar.
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat luas bisa mewujudkan pemilu damai dengan menghindari ketegangan, tidak membawa massa ke arah yang bisa menimbulkan percikan konflik yang tidak perlu.
"Jangan ada lagi upaya yang merugikan pasangan tertentu. Jangan tergoda politik uang, jika menemukan kasusnya segera laporkan ke panwas terdekat," katanya.
Menurut dia seluruh pasangan capres-cawapres hendaknya menghindari cara-cara upaya pemenangan yang mencederai pelaksanaan pilpres karena berakibat buruk bagi demokrasi, termasuk praktek politik uang, manipulasi suara.
"Yang terpenting lagi adalah capres dan cawapres harus siap menang dan siap kalah. Belajar dari pelaksanaan pemilihan legislatif lalu banyak yang tidak siap kalah," pungkas Gaffar.
Sabtu, 04 Juli 2009
Tolak Rasisme, Mahasiswa Yogya Bakar Foto Andi Mallarangeng
Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Untuk Kemandirian Bangsa (ARMKB) menggelar aksi demonstrasi menolak rasisme dan neoliberalisme. Mereka membakar foto jubir kepresidenan yang juga Ketua DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng.
Aksi massa ARMKB itu, Sabtu (4/7/2009), dimulai dari Taman Parkir di Jl Abu Bakar Ali, kemudian long march menuju Kantor Gubernur di Kepatihan Jalan Malioboro dan berakhir di Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jalan Senopati.
Dalam aksi itu, massa ARMKB menolak para capres dan cawapres yang berbau neoliberal. Mereka juga mengecam pernyataan Andi Mallarangeng saat kampanye di Makassar Sulawesi Selatan yang berbau rasisme.
Dalam aksi itu, mereka juga meneriakkan yel-yel anti neoliberalisme serta menyerukan untuk tidak memilih calon pemimpin yang pro asing dan rasisme. "Kami menyesalkan ucapan Andi Mallarangeng yang menjadi jurkam SBY-Boediono di Makassar beberapa hari lalu. Andi sengaja melontarkan rasisme," kata koordinator aksi Rudi Nurdiansyah di sela-sela aksi di kawasan Malioboro.
Rudi menegaskan pihaknya menolak keras cara-cara penyampaian hal-hal seperti yang berbau rasisme. "Semua orang berhak menjadi pemimpin Indonesia, dari daerah mana pun dan suku apa pun," kata dia.
Menurut dia, kasus seperti yang terjadi Makassar itu tidak boleh terjadi lagi. Kampanye seharusnya dilakukan dengan santun. Oleh karena itu, dia berharap hukum dapat ditegakkan.
"Pemerintah harus memberikan hukuman atas pernyataan yang dilakukan Andi. Namun saya yakin pemerintah tidak akan melakukan hal itu, pemerintah tampaknya juga mendukung apa yang telah dilontarkan Andi dan pasti tidak akan berbuat apa-apa," kata Rudi.
Aksi massa ARMKB itu, Sabtu (4/7/2009), dimulai dari Taman Parkir di Jl Abu Bakar Ali, kemudian long march menuju Kantor Gubernur di Kepatihan Jalan Malioboro dan berakhir di Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jalan Senopati.
Dalam aksi itu, massa ARMKB menolak para capres dan cawapres yang berbau neoliberal. Mereka juga mengecam pernyataan Andi Mallarangeng saat kampanye di Makassar Sulawesi Selatan yang berbau rasisme.
Dalam aksi itu, mereka juga meneriakkan yel-yel anti neoliberalisme serta menyerukan untuk tidak memilih calon pemimpin yang pro asing dan rasisme. "Kami menyesalkan ucapan Andi Mallarangeng yang menjadi jurkam SBY-Boediono di Makassar beberapa hari lalu. Andi sengaja melontarkan rasisme," kata koordinator aksi Rudi Nurdiansyah di sela-sela aksi di kawasan Malioboro.
Rudi menegaskan pihaknya menolak keras cara-cara penyampaian hal-hal seperti yang berbau rasisme. "Semua orang berhak menjadi pemimpin Indonesia, dari daerah mana pun dan suku apa pun," kata dia.
Menurut dia, kasus seperti yang terjadi Makassar itu tidak boleh terjadi lagi. Kampanye seharusnya dilakukan dengan santun. Oleh karena itu, dia berharap hukum dapat ditegakkan.
"Pemerintah harus memberikan hukuman atas pernyataan yang dilakukan Andi. Namun saya yakin pemerintah tidak akan melakukan hal itu, pemerintah tampaknya juga mendukung apa yang telah dilontarkan Andi dan pasti tidak akan berbuat apa-apa," kata Rudi.
Jumat, 03 Juli 2009
Inflasi DIY Catat Rekor Terendah 0,71 Persen
Yogyakarta, Mundurnya masa panen raya berdampak positif bagi perekonomian di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Angka inflasi selama semester I tahun 2009 mencata rekor terendah yakni 0,71 persen.
Atas kondisi itu, hingga akhir tahun Bank Indonesia (BI) Yogyakarta merasa optimis angka inflasi di akhir tahun bisa di bawah satu digit bisa terwujud.
Inflasi di DIY pada bulan Juni 2009 tercatat sebesar 4,50 persen (yoy), lebih rendah dari Maret 2009 dan Juni yang tercatat sebesar 7,91 persen (yoy) dan 10,44 persen (yoy). Sebelumnya, fluktuasi DIY selama periode triwulan II tahun2009 juga berada di posisi rendah yaitu April -0,34 persen dan Mei 0,27 persen.
"Kondisi ini sangat positif, di saat dunia dilanda krisis global. Ini rekor di semester pertama karena menyamai fenomena ekonomi di negara-negara maju," kata Djoko Raharto, Peneliti Ekonomi Madya, Bank Indonesia (BI) Yogyakarta di kantor Jl Senopati, Jumat (3//2009).
Menurut Djoko, dari indikator makro ekonomi regional di DIY pada triwulan II-2009 kinerjanya mengalami perbaikan dengan adanya peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Beberapa perbaikan itu tercermin pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, perbankan, sistem pembayaran dan keuangan daerah.
"Inflasi pada bulan Mei didorong oleh kenaikan harga gula akibat kenaikan harga dasar pembelian tebu yang belum memasuki masa giling," katanya.
Selain itu, mundurnya masa panen raya petani yang seharusnya jatuh pada bulan Maret namun mundur pada bulan April dan Mei juga berdampak positif. Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan di Yogyakarta juga berpengaruh positif.
"Hotel dan pelaku pariwisata dari survey kami menyatakan fully booked. Sementara itu, dari sisi konsumsi daya beli masyarakat membaik. Bisa dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) di Yogyakarta lebih tinggi di banding angka nasional, selain adanya kebijakan pemerintah yang cairkan gaji ke-13 dan tingkat suku bunga bank yang rendah," kata Djoko.
Sementara itu Pemimpin BI Yogyakarta, Tjahjo Oetomo menambahkan inflasi bulan Juni relatif rendah. Hal itu terjadi karena beberapa komoditas di kelompok pendidikan yang biasanya naik, justru turun seperti laptop, komputer dan printer. Pasokan dan stok kebutuhan sembako juga relatif stabil.
Berjalannnya proyek-rpyek pemerintah seperti pasir besi, pembangunan interland port di Kulonprogo dan proyek perluasan Bandara Adisutjipto juga memberikan sumbangan positif pertumbuhan ekonomi di DIY," kata Tjahjo.
Atas kondisi itu, hingga akhir tahun Bank Indonesia (BI) Yogyakarta merasa optimis angka inflasi di akhir tahun bisa di bawah satu digit bisa terwujud.
Inflasi di DIY pada bulan Juni 2009 tercatat sebesar 4,50 persen (yoy), lebih rendah dari Maret 2009 dan Juni yang tercatat sebesar 7,91 persen (yoy) dan 10,44 persen (yoy). Sebelumnya, fluktuasi DIY selama periode triwulan II tahun2009 juga berada di posisi rendah yaitu April -0,34 persen dan Mei 0,27 persen.
"Kondisi ini sangat positif, di saat dunia dilanda krisis global. Ini rekor di semester pertama karena menyamai fenomena ekonomi di negara-negara maju," kata Djoko Raharto, Peneliti Ekonomi Madya, Bank Indonesia (BI) Yogyakarta di kantor Jl Senopati, Jumat (3//2009).
Menurut Djoko, dari indikator makro ekonomi regional di DIY pada triwulan II-2009 kinerjanya mengalami perbaikan dengan adanya peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Beberapa perbaikan itu tercermin pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, perbankan, sistem pembayaran dan keuangan daerah.
"Inflasi pada bulan Mei didorong oleh kenaikan harga gula akibat kenaikan harga dasar pembelian tebu yang belum memasuki masa giling," katanya.
Selain itu, mundurnya masa panen raya petani yang seharusnya jatuh pada bulan Maret namun mundur pada bulan April dan Mei juga berdampak positif. Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan di Yogyakarta juga berpengaruh positif.
"Hotel dan pelaku pariwisata dari survey kami menyatakan fully booked. Sementara itu, dari sisi konsumsi daya beli masyarakat membaik. Bisa dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) di Yogyakarta lebih tinggi di banding angka nasional, selain adanya kebijakan pemerintah yang cairkan gaji ke-13 dan tingkat suku bunga bank yang rendah," kata Djoko.
Sementara itu Pemimpin BI Yogyakarta, Tjahjo Oetomo menambahkan inflasi bulan Juni relatif rendah. Hal itu terjadi karena beberapa komoditas di kelompok pendidikan yang biasanya naik, justru turun seperti laptop, komputer dan printer. Pasokan dan stok kebutuhan sembako juga relatif stabil.
Berjalannnya proyek-rpyek pemerintah seperti pasir besi, pembangunan interland port di Kulonprogo dan proyek perluasan Bandara Adisutjipto juga memberikan sumbangan positif pertumbuhan ekonomi di DIY," kata Tjahjo.
Rabu, 01 Juli 2009
Tiga Warga Bantul TewasTenggelam Di Sungai Oya
Yogyakarta, Tiga orang warga Bantul tewas tenggal di Sungai Oya, Imogiri. Mereka tewas akibat terseret pusaran air sungai sedalam 4 meter.
Tiga orang yang tewas adalah Erwan Arwan (19), Asad Pratama (19) dan Predito (18). Ketiganya adalah warga dusun Palbapang, Bantul. Ketiga tewas di Sungai Oya di Dusun Kedungjati Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut penuturan salah seorang korban yang selamat Alex Iskandar, bersama empat temannya yakni Erwan, Asad Pratama, Predito dan Ade Indra sengaja bermain di Sungai Oya di Dusun kedungjati. "Sekitar pukul 16.30 WIB, Arwan berenang di sungai lebih dulu," kata Alex.
Tanpa diduga saat asyik berenang di sungai yang tampak tenang airnya, Arwan kemudian terseret pusaran air. Saat mendapati Arwan akan tenggelam, Predito langsung mencebur ke sungai untuk menolongnya. Namun justru Predito ikut tenggelam. Asad pun kemudian ikut tenggelam.
Saat melihat ketiga temannya tenggelam, Alex bersama Ade tidak berani menolong. Alex kemudian memberitahukan kepada warga sekitar Dusun Kedungjati bila tiga temannya tenggelam di sungai.
Saat itu pula, warga langsung memberikan pertolongan dengan melakukan pencarian di sungai sedalam 4 meteran itu. Beberapa orang warga ada yang memberitahukan dan meminta bantuan aparat Polsek Imogiri, tim SAR serta PMI Bantul.
Kondisi yang gelap, sempat menyulitkan tim SAR saat melakukan pencarian di sekitar lokasi korban tenggelam. Selama lebih kurang 2 jam dilakukan pencarian ketiga jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan tewas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim PMI Bantul, ketiga jenazah langsung di bawa ke rumah masing-masing.
Tiga orang yang tewas adalah Erwan Arwan (19), Asad Pratama (19) dan Predito (18). Ketiganya adalah warga dusun Palbapang, Bantul. Ketiga tewas di Sungai Oya di Dusun Kedungjati Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut penuturan salah seorang korban yang selamat Alex Iskandar, bersama empat temannya yakni Erwan, Asad Pratama, Predito dan Ade Indra sengaja bermain di Sungai Oya di Dusun kedungjati. "Sekitar pukul 16.30 WIB, Arwan berenang di sungai lebih dulu," kata Alex.
Tanpa diduga saat asyik berenang di sungai yang tampak tenang airnya, Arwan kemudian terseret pusaran air. Saat mendapati Arwan akan tenggelam, Predito langsung mencebur ke sungai untuk menolongnya. Namun justru Predito ikut tenggelam. Asad pun kemudian ikut tenggelam.
Saat melihat ketiga temannya tenggelam, Alex bersama Ade tidak berani menolong. Alex kemudian memberitahukan kepada warga sekitar Dusun Kedungjati bila tiga temannya tenggelam di sungai.
Saat itu pula, warga langsung memberikan pertolongan dengan melakukan pencarian di sungai sedalam 4 meteran itu. Beberapa orang warga ada yang memberitahukan dan meminta bantuan aparat Polsek Imogiri, tim SAR serta PMI Bantul.
Kondisi yang gelap, sempat menyulitkan tim SAR saat melakukan pencarian di sekitar lokasi korban tenggelam. Selama lebih kurang 2 jam dilakukan pencarian ketiga jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan tewas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim PMI Bantul, ketiga jenazah langsung di bawa ke rumah masing-masing.
4UGM Lepas 4.908 Mahasiswa KKN
Sebanyak 4.908 mahasiswa UGM dari berbagai fakultas menjadi peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) periode antarsemester 2009. "Agak luar biasa karena diikuti pula mahasiswa Stockholm University Swedia dan Ehime University Jepang," ujar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM, Prof Dr Danang Parikesit, saat melepas peserta KKN tersebut, di Balairung UGM, Rabu (1/7/2009), yang juga disaksikan Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD.
Sejumlah mahasiswa tersebut, imbuh Danang, akan diterjunkan ke 34 kabupaten/kota di 10 provinsi, meliputi DIY, Jateng, Jatim, Jabar, NTB, Bali, NAD, Riau, Papua Barat, Bangka Belitung. "Untuk KKN-PPM periode antarsemester secara umum akan berlangsung 2 Juli s/d 2 September 2009. Sedangkan KKN-PPM Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu Presiden (P4) 2009 telah diterjunkan 22 Juni lalu hingga 22 Agustus 2009," katanya.
Program tema KKN-PPM UGM antarsemester terdiri dari 46 tema berbasis education for sustainable development. "Sebelumnya para mahasiswa telah dibekali oleh pengelola LPPM UGM, dosen pembimbing lapangan (DPL), pemda, dan mitra, sehingga diharapkan mereka benar-benar siap untuk diterjunkan ke masyarakat," tegas Danang.
Pelaksanaan KKN-PPM tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, seperti Depdiknas BKKBN, Yayasan Damandiri, UNDP, pemda, maupun perusahaan-perusahaan swasta. "Selain itu, UGM juga bermitra dengan 15 perguruan tinggi lain di Indonesia, Jawa maupun luar Jawa, dalam proses pelaksanaan KKN-PPM P4," tutur Danang
Sejumlah mahasiswa tersebut, imbuh Danang, akan diterjunkan ke 34 kabupaten/kota di 10 provinsi, meliputi DIY, Jateng, Jatim, Jabar, NTB, Bali, NAD, Riau, Papua Barat, Bangka Belitung. "Untuk KKN-PPM periode antarsemester secara umum akan berlangsung 2 Juli s/d 2 September 2009. Sedangkan KKN-PPM Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu Presiden (P4) 2009 telah diterjunkan 22 Juni lalu hingga 22 Agustus 2009," katanya.
Program tema KKN-PPM UGM antarsemester terdiri dari 46 tema berbasis education for sustainable development. "Sebelumnya para mahasiswa telah dibekali oleh pengelola LPPM UGM, dosen pembimbing lapangan (DPL), pemda, dan mitra, sehingga diharapkan mereka benar-benar siap untuk diterjunkan ke masyarakat," tegas Danang.
Pelaksanaan KKN-PPM tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, seperti Depdiknas BKKBN, Yayasan Damandiri, UNDP, pemda, maupun perusahaan-perusahaan swasta. "Selain itu, UGM juga bermitra dengan 15 perguruan tinggi lain di Indonesia, Jawa maupun luar Jawa, dalam proses pelaksanaan KKN-PPM P4," tutur Danang
15.338 Siswa Ikuti SNMPTN di Yogyakarta
Yogyakarta, Sebanyak 15.338 calon mahasiswa (cama) mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2009 di Yogyakarta. Sebanyak tiga orang peserta terpaksa harus mengikuti ujian di kelas khusus karena mengalami kecelakaan.
Ujian tulis digelar serentak hari ini, Rabu (1/7/2009) di tiga lokasi yakni di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA).
Tiga orang peserta yang mengikuti ujian di kelas khusus berada di Fakultas MIPA sebanyak 2 pserta dan 1 peserta di Fakultas Biologi. Salah satu peserta itu adalah Rima Sekarini yang mengikuti ujian di ruang sekretariat panitia. Kaki kanan masih terbalut perban dan berjalan dengan dibantu dua tongkat penyangga.
Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Prof Dr Retno Sunarminingsih Sudibyo MSc Apt mengatakan peserta ujian SNMPTN saat ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Kenaikan jumlah peserta berkisar antara 22-25 persen.
"Kenaikan ini sebanding dengan jumlah kursi yang diperebutkan," kata Retno di sela-sela peninjauan di Fakultas Biologi UGM," kata Retno seusai melakukan kunjungan di Fakultas Biologi.
Retno mengatakan dari 15.338 peserta tersebut, 6025 peserta melaksanakan ujian di UGM, 8691 di UNY dan 622 peserta di UIN Sunan Kalijaga. Dalam ujian tersebut imbuh Retno juga diikuti oleh 3 peserta yang mengalami kecelakaan sehingga harus melaksanakan ujian di kelas khusus.
D kampus UGM dari 6025 peserta, 2986 peserta melakukan ujian bidang IPA, 2298 bidang IPS dan 741 bidang IPC. Sedangkan di UNY dari 8691 peserta, 2271 ujian di bidang IPA dan 4575 bidang IPS serta 1395 bidang IPC. Sementara di UIN Sunan Kalijaga dari 622 peserta, sebanyak 200 orang melakukan ujian bidang IPA, 280 bidang IPS dan 142 bidang IPC.
"Khusus di UGM jumlah kursi yang diperebutkan 729 kursi atau mengalami kenaikan 100 persen dibanding tahun lalu yang hanya menerima sekitar 300 an calon mahasiswa melalui jalur ini," kata Retno.
Dalam kunjungan di beberapa lokasi ujian itu, Retno didampingi Rektor UNY Dr Rahmat Wahab, penitia ujian dari UIN Sunan Kalijaga serta Dr Ir Budi Prasetyo Widyobroto selaku ketua SNMPTN lokal Yogyakarta.
Ujian tulis digelar serentak hari ini, Rabu (1/7/2009) di tiga lokasi yakni di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA).
Tiga orang peserta yang mengikuti ujian di kelas khusus berada di Fakultas MIPA sebanyak 2 pserta dan 1 peserta di Fakultas Biologi. Salah satu peserta itu adalah Rima Sekarini yang mengikuti ujian di ruang sekretariat panitia. Kaki kanan masih terbalut perban dan berjalan dengan dibantu dua tongkat penyangga.
Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Prof Dr Retno Sunarminingsih Sudibyo MSc Apt mengatakan peserta ujian SNMPTN saat ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Kenaikan jumlah peserta berkisar antara 22-25 persen.
"Kenaikan ini sebanding dengan jumlah kursi yang diperebutkan," kata Retno di sela-sela peninjauan di Fakultas Biologi UGM," kata Retno seusai melakukan kunjungan di Fakultas Biologi.
Retno mengatakan dari 15.338 peserta tersebut, 6025 peserta melaksanakan ujian di UGM, 8691 di UNY dan 622 peserta di UIN Sunan Kalijaga. Dalam ujian tersebut imbuh Retno juga diikuti oleh 3 peserta yang mengalami kecelakaan sehingga harus melaksanakan ujian di kelas khusus.
D kampus UGM dari 6025 peserta, 2986 peserta melakukan ujian bidang IPA, 2298 bidang IPS dan 741 bidang IPC. Sedangkan di UNY dari 8691 peserta, 2271 ujian di bidang IPA dan 4575 bidang IPS serta 1395 bidang IPC. Sementara di UIN Sunan Kalijaga dari 622 peserta, sebanyak 200 orang melakukan ujian bidang IPA, 280 bidang IPS dan 142 bidang IPC.
"Khusus di UGM jumlah kursi yang diperebutkan 729 kursi atau mengalami kenaikan 100 persen dibanding tahun lalu yang hanya menerima sekitar 300 an calon mahasiswa melalui jalur ini," kata Retno.
Dalam kunjungan di beberapa lokasi ujian itu, Retno didampingi Rektor UNY Dr Rahmat Wahab, penitia ujian dari UIN Sunan Kalijaga serta Dr Ir Budi Prasetyo Widyobroto selaku ketua SNMPTN lokal Yogyakarta.
Langgan:
Entri (Atom)
