Selasa, 19 Juli 2011

Awas Uang Palsu kembali Ditemukan di Yogya

Kantor Bank Indonesia Yogyakarta mencatat peredaran uang palsu (palsu) pada semester I/ 2011 mencapai 228 lembar atau sebesar Rp 18,7 juta atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 186 lembar atau Rp 8,75 juta.

"Masyarakat diminta tetap mewaspadai peredan upal, terutama menjelang puasa dan ramahdan. Kami tetap menjamin tersedianya uang tunai bagi masyarakat. Kami akan memisahkan layanan penukaran antara masyarakat umum dengan institusi agar tidak terjadi antrian panjang," kata Humas Kantor BI Yogyakarta, Joko Raharto, Selasa (19/7).

Menurut Djoko, bank sentral akan membuka layanan penukaran uang mulai 1-25 Agustus 2011 setiap hari Senin - Kamis setiap Pukul 08.00 - 11.30 WIB. Penukaran uang tidak dibatasi dan untuk memudahkannya, BI akan bekerjasama dengan 16 BPR, swasta, pemerintah hingga toko.

"Kami tidak membatasi nominal pecahan namun tetap memperhatikan kepantasan. Perbankan juga diminta untuk melayani nasabah dengan baik. Loket layanan di bawah Rp 5 juta akan dilayani tersendiri sehingga masyarat tidak perlu antri dengan institusi lain dalam jumlah besar," tandasnya

Tidak ada komentar: