Rabu, 27 Juli 2011

Buka 5 Prodi Baru, UGM Wisuda 1.093 Lulusan Pascasarjana

Universitas Gadjah Mada mewisuda 1.093 lulusan, terdiri atas 1.021 master, 44 spesialis, dan 28 doktor. Lama studi rata-rata periode ini adalah, 2 tahun 3 bulan untuk program S-2, 4 tahun 8 bulan untuk program Spesialis, dan 4 tahun 5 bulan untuk program S-3.



Waktu studi tersingkat jenjang S-2 diraih Hamdan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yakni 1 tahun 3 bulan. Untuk jenjang Spesialis diraih Monica Santosa dari Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, 2 tahun 9 bulan; dan jenjang S3 diraih Gunggung Senoaji dari Program Studi Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan dengan lama studi 2 tahun 7 bulan.



Lulusan S-2 termuda diraih Ahmad Almaududy Amri dari Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, yang berhasil menjadi master pada usia 21 tahun 4 bulan 8 hari. Jumlah wisudawan S-2 reguler yang berpredikat cumlaude pada wisuda periode ini adalah 185 orang atau 18,12 % dari semua lulusan S-2. Indeks Prestrasi Kumulatif tertinggi diraih oleh Sdr. Teguh Ariyanto dari Fakultas Teknik Program Studi Teknik Kimia, dengan Indeks Prestasi Kumulatif 4,00.



Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (WRSP3M) Prof. Dr. Retno Sunarminingsih Sudibyo, M.Sc., Apt dalam pidato sambutannya mengatakan UGM dalam sepuluh tahun terakhir terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan Pascasarjana. “Salah satunya melalui penjaminan mutu proses akademik maupun peningkatan kerjasama dengan Perguruan Tinggi internasional yang berkualitas,” kata Retno dalam wisuda pasca sarjana yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, Rabu (27/7).



Retno menyebutkan tahun 2002, total lulusan S2 UGM adalah sekitar lebih dari 2.500 orang. Jumlah ini meningkat secara bertahap 4.200 pada tahun 2010. Sedangkan total lulusan S3 per tahun juga meningkat dari sekitar 35 orang pada tahun 2002, lalu meningkat menjadi 113 ditahun 2007. Tahun 2010 ini jumlah tersebut meningkat lagi walau pengetatan mutu seleksi tetap dijaga. “UGM berusaha keras untuk selalu menjaga kualitas proses pembelajaran, termasuk di dalamnya menjaga mutu input mahasiswa,” katanya.



Peningkatan mutu program studi, kata retno, juga dilakukan oleh UGM melalui internasionalisasi program studi, yaitu pengembangan kerjasama dengan Universitas-universitas internasional bermutu. Baik kerjasama tersebut melalui: student exchange, staff exchange, dan joint degree programs seperti: double/dual degree program, sandwich programs, students sharing programs, joint research, joint supervision, dan credit earnings.

Tidak ada komentar: