Kamis, 21 Juli 2011

Tingkatkan Keamanan, Angkasa Pura I Gelar Latihan di Bandara Adisutjipto

Yogyakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta bersama sejumlah instansi terkait menggelar latihan/simulasi Penanggulangan Gawat Darurat (PGD) Airport Emergency dengan sandi Dirgantara Raharja ke 62 dan Aviation Security Exercise. Latihan digelar di sisi timur bandara sehingga tidak menganggu lalu-lintas penerbangan.

Dalam simulasi itu, sebuah replika pesawat dengan nama Halilintar Air, nomor penerbangan 312 yang membawa para teroris dari Jakarta terjatuh di Kali Kuning sisi timur bandara saat akan mendarat di Adisucipto. Kecelakaan akibat gangguan teknis di sayap kiri sehingga terbakar.

Meski hanya latihan, keseriusan tampak terlihat dari para peserta. Layaknya sebuah peristiwa yang sebenarnya, tim penyelamat gabungan dengan kendaraan lengkap seperti mobil pemadam, ambulance datang ke lokasi menyelamatkan para awak dan penumpang. Para korban jiwa dan luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Petugas yang lain langsung memberi tali pengaman di sekitar lokasi kecelakaan.

"Latihan ini untuk menguji fungsi komando dan komunikasi antar unsur dalam juklak PGK kecelakaan penerbangan sekaligus menguji keterampilan dan kemampuan setiap personil dalam menghadapi gawat darurat penerbangan," Manager Personalia dan Umum, Data Laporan dan Humas PT Angkasa Pura I, Yogyakarta, Isye Yuviana kepada wartawan seusai acara.

Yuviana mengatakan mengatakan latihan ini menjadi program dua tahunan untuk mencegah dan menanggulangi ganguan keamanan. Selain itu, memantapkan sistem komando dan koordinasi dalam kondisi darurat karena melibatkan 670 personil.

"Latihan ini juga untuk mengingatkan kembali semua personil yang terkait untuk terus selalu waspada akan tugas dan tanggung jawabnya yang besar serta meminimal terhadap kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan bersama," katanya.

Usai latihan bersama, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto mulai hari ini, Kamis (21/7/2011) juga akan menempati gedung baru. Sebab gedung kantor lama yang berada di kawasan Bandar Udara Adisutjipto dirasa sudah tidak lagi untuk mendukung kebutuhan operasional kegiatan perkantoran yang terus berkembang.

"Adanya gedung baru ini dengan luas bangunan 2000 meter persegi itu pelayanan lebih representative," kata Yuviana.

Tidak ada komentar: