Sabtu, 30 Juli 2011

UGM Dominasi Juara LKTMF Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia

Mahasiswa Fakultas Farmasi UGM berhasil mendominasi lomba karya tulis mahasiswa farmasi dalam pekan ilmiah mahasiswa farmasi Indonesia. Kegiatan digelar di Universitas Airlangga 19 Juli lalu, diikuti 40 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut tim UGM berhasil meraih juara I dan II. Sementara juara ketiga diraih oleh tim dari Universitas Padjajaran.
Juara pertama diraih oleh tim yang beranggotakan Fera Amelia, Ellsya Angelline F, Kurnianto Wibowo, dan Galih Nur Afnani , yang mengajukan paper berjudul “Tablet Salut Enterik Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L) sebagai Anti Kanker Kolon Yang Potensial”. Mereka mengangkat tema tersebut dalam paper ilmiah karena melihat daun sirsak memiliki potensi yang cukup besar sebagai agen anti kanker dengan efek samping minimal.
Fera Amalia menuturkan kepada wartawan, Jum’at (29/7), selama ini terapi kanker banyak dilakukan dengan jalan kemoterapi yang menimbulkan berbagai efek samping. Melihat fenomena tersebut, ia dan rekan-rekan berusaha mencari ide baru pengobatan alternatif bagi terapi kanker dengan efek minimal.
Fera menyebutkan bahwa dalam daun sirsak mengandung anonacin acetogenin yaitu senyawa yang mampu menghambat produksi energi pembelahan sel kanker . Bahan ini berpotensi sebagai agen anti kanker 10 ribu kali lebih kuat dibanding dengan agen kemoterapi. “Kami mengajukan ide membuat tablet salut enterik ini dengan harapan bisa menjadi alternatif pengobatan kanker, khususnya kanker kolon. Namun kedepan masih perlu penelitian lebih dalam dan dilakukan berbagai pengujian untuk mengetahui hasilnya secara pasti,”pungkasnya
Sementara itu tim UGM lainnya, berhasil meraih juara dua berkat mengajukan paper berjudul Maskervescent Secang: Masker Antioksidan dan Anti Aging Berbasis Modernisasi Bahan Alam Indonesia”. Meeka adalah Etyk Yunita Anjarsari, Yonika Arum Larasati, dan Fikri Amalia.
Ketiga mahasiswi tersebut terdorong untuk membuat masker berbahan secang karena dalam secang terkandung antioksidan tinggi 10 kali lipat dibanding dengan antioksidan yang terkandung dalam masker sintetis. “Antioksidan sebagai senyawa pereduksi redikal bebas menjadi pilihan utama zat aktif berbagai kosmetik. Namun, dari sejumlah studi terbukti bahwa penggunaan vitamin E sebagai antioksidan dalam kosmetik anti aging ternyata dapat memacu terjadinya rekasi seperti bentol-bentol dan alergi. Oleh sebab itu pengembangan kosmetik antioksidan dengan bahan alam yang lebih aman menjadi alternatif menjanjikan saat ini,” ungkap Etyk.
Membuat Maskervescent secang cukup gampang. Pertama kayu secang diserbuk lalu diesktraksi dengan etanol 96% untuk selanjutnya disaring dan dikentalkan. Hasilnya lalu dikeringkan dengan spray driying dan akan diperoleh ekstrak secang kering. Terakhir ekstrak secang kering dicampur dengan serbuk efferevescen. “Kami menambahkan serbuk effervescen untuk menghasilkan masker yang mampu memberikan sensai segar untuk relaksasi,” terangnya.
Bahan-bahan tersebut kemudian diletakkan diatas kertas spounbon nonwoven yang diatasnya ditempel kain kasa. Maka jadilah masker secang yang bisa langsung ditempelkan di wajah.
Ditambahkan oleh Fikri Amalia, masker secang tersebut memiliki sejumlah keunggulan, selain mengandung antioksidan yang tinggi juga mengandung anti bakteri. Adanya unsur efferevescen yang menimbulkan efek relaksasi menjadikan masker ini berbeda dengan masker dipasaran .
Fikri menyebutkan masker secang ini lebih murah dibanding masker sintetis di pasaran. “Dari 1 kg kayu secang yang biasanya dijual 8 ribu/kg-nya bisa diperoleh sekitar 10 gram ekstrak secang kering. Sementara untuk membuat satu masker secang hanya dibutuhkan 2 gram ektrak secang kering. Jadi dari 1 kg kay secang bisa dihasilkan 5 masker secang,” urainya
Masker secang memang belum dijual dipasaran, baru berbentuk prototype. Namun kedepan mereka berharap bisa memproduksi masker ini. “Kedepan kami berharap dapat memproduksi masker secang ini namun seblumnya harus dilakukan penelitian dan uji lanjutan seperti stnadarisasi ektrak, uji hedonic, uji iritasi dan uji-uji lainnya,” jelasnya

Tidak ada komentar: