Selasa, 09 Agustus 2011

Balai POM Yogya Gelar Razia Parcel dan Makanan

Yogyakarta - Menjelang lebaran atau selama bulan puasa ini, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY menggelar operasi/razia parcel, obat-obatan dan aneka jajan/makanan olahan. Dari operasi tersebut ditemukan makanan yang mengandung bahan pengawet (boraks) dan tempat penjualan parcel yang tidak memenuhi persyaratan.

Operasi parcel selama dua hari pada tanggal 6-8 Agustus 2011 dilakukan pada 61 sarana seperti toko/swalayan di seluruh DIY. Dari jumlah itu sebanyak 42 tempat tidak memenuhi persyaratan. Sebanyak 19 sarana dinyatakan menjual produk yang memenuhi persyaratan.

"Satu tempat akan kami proses secara hukum. Ini yang kami temukan di wilayah Sleman," kata Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM DIY, Dra. Zulaimah, M.Si Apt di kantor Jl Tompeyan, Selasa (9/8/2011).

Menurut dia dalam operasi yang dibagi menjadi beberapa tim itu telah memeriksa semua toko/swalayan yang menjual parcel di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul dan wilayah lainnya. Dari operasi itu, BBPOM DIY menemukan produk yang tidak memenuhi persyaratan seperti barang telah kadaluarsa, tanpa ijin edar, kemasannya rusak, berkarat dan barang tidak terdaftar. Khusus untuk produk kosmetik terutama yang mengandung bahan pemutih wajah.

"Yang benar-benar melanggar kita jerat secara hukum. Yang melanggar secara administratif, produknya kami sita dan dimusnahkan. Kami juga akan memberikan surat teguran," kata Zulaimah.

Khusus untuk aneka makanan atau jajanan yang dijual di pasar sore ramadhan kata dia, BBPOM DIY juga telah melakukan pengawasan produk makanan yang tidak layak jual dan tidak layak konsumsi. Operasi dilakuakn di antaranya di pasar sore ramadan kawasan Jogokaryan-Mantrijeron, Pasar Kotagede, kampus UGM dan UNY.

Saat melakukan operasi di pasar sore ditemukan makanan mie yang mengandung bahan pengawet boraks. Tiga sampel mie basah itu langsung dibawa dan diperiksa di labotorium untuk mengetahui kandungan kimia lain yang berbahaya.

Mie yang mengandung boraks tidak layak konsumsi dan bukan makanan layak jual. Mie yang mengandung boraks biasanya untuk pengawet dan menambah kekenyalan. Boraks bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti penyakit kastogenik (kanker) bila masuk ke dalam tubuh manusia.

"Semua produk makanan di tempat itu yang kita curigai kita beli langsung dari pedagang kemudian di bawa ke lab," kata Zulaimah.

Tidak ada komentar: