Senin, 22 Agustus 2011

Pustakawan UGM Terbaik Tingkat Nasional

Prestasi kembali ditorehkan oleh pustakawan UGM di tingkat nasional. Nur Cahyati Wahyuni, pustakawan Perpustakaan Unit I UGM berhasil menjadi pustakawan berprestasi terbaik nasional dalam Seleksi Nasional Akademisi Berprestasi Nasional. Kegiatan diselenggarakan oleh Dirjen Dikti, 14-16 Agustus lalu di Jakarta
Dalam seleksi tersebut Nur Cahyati berhasil menjadi juara I setelah menyisihkan 60 pustakawan dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa diantaranya seperti UI, ITS, ITB, dan IPB. Untuk posisi kedua diraih pustakawan Universitas Negeri Yogyakarta dan posisi ketiga diperoleh pustakawan Stikes Aisyah Yogyakarta yang keduanya merupakan alumni dari Program D3 Perpustakaan dan Sistem Informasi FISIPOL UGM.

Perstasi yang diperoleh wanita yang merupakan penanggungjawab American Corner UGM ini tidaklah didapat dengan mudah. Sebelumnya di tingkat Universitas ia harus bersaing dengan 15 pustakawan lain di lingkungan UGM dan terpilih sebagai pustakawan terbaik UGM. Kemenangan tersebut kemudian menghantarkannya untuk berkompetisi di tingkat nasional. Pada tahap awal, 60 pustakawan disaring menjadi 30 orang kemudian diseleksi lagi menjadi 15 orang. Seleksi yang harus dilalui peserta meliputi tes administrasi, persentasi makalah, dan forum group discussion.

“Saat itu saya mempresentasikan makalah dengan tema “Literasi Informasi,” katanya Senin (22/8) di Perpustakaan UGM.

Konsep literasi informasi yang ditawarkan wanita kelahiran Surakarta, 2 September 1976 ini diantaranya adalah dengan merancang dan melaksanakan program paket informasi beasiswa bagi mahasiswa, library outreach program, program digital video conference dan web chat di perpustakaan, magang perpustakaan bagi mahasiswa internasional. Selain itu juga mernacang standar operasi perpustakaan bidang layanan pemustaka, teknis, administrasi, dan layanan American Corener serta merancang kegiatan perpustakaan UGM tahun 2010/2011.

Ketika disinggung tentang prestasi yang diraih Nur Cahyati mengaku senang bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Namun, selama mengikuti kompetisi ia membawa beban yang berat karena membawa nama UGM di tingkat nasional. “ Ya saya merasa sedikit terbebani karena di tahun sebelumnya, 2009 UGM meraih juara III dan tahun 2010 UGM meraih juara II. Jadi banyak yang berharap saya bisa menjadi yang terbaik dalam seleksi kali ini. Dengan hasil ini saya sanga bersyukur karena harapan semua pihak bisa terwujud,” ungkapnya pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Dengan predikat yang telah disandangnya kini, Nur Cahyati tidak pernah merasa terbebani untuk bekerja lebih baik lagi karena sudah melakukan yang terbaik. “Kedepan ya saya akan terus seperti ini, berusaha berprestasi setiap waktu dalam bekerja tidak hanya dalam kompetisi. Semangat terus berprestasi dengan maupun tanpa lomba,” jelas wanita yang aktif dalam komunitas Biblio dan komunitas Sulam Yogyakarta ini.
Kepala Perpustakaan UGM Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A., yang juga menjadi juri dalam seleksi tersebut mengatakan keberhasilan Nur Cahyati pada kompetisi ini karena keunggulannya dalam sejumlah aspek. Beberapa diantaranya adalah dari segi visibilitas baik di dalam maupun di luar negeri, dan menghasilkan karya nyata bagi warga kampus dan masyarakat umum. “ Nur Cahyati rajin memberikan bimbingan dan pelatihan ke perpustakaan di daerah secara gratis dan juga mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak,” tutur Ida.

Disamping itu makalah yang dipresentasikan Nur Cahyati tidak hanya menawarkan konsep semata, namun telah diimplementasikan secara nyata di kampus dan lingkungan masyarakat. “Ia pernah mempresentasikan makalah di luar negeri. Hal tersebut juga menjadi salah satu nilai lebih yang tidak dimiliki finalis lainnya,” jelasnya.

Tidak ada komentar: