Jumat, 12 Agustus 2011

Ratusan Lintasan Tak Berpintu di Jalur Selatan

PT Kereta Api (KA) Persero Daops VI Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang terutama selama masa arus lebaran. Selain karena mobilitas KA yang cukup tinggi selama masa lebaran, beberapa perlintasan juga tidak berpalang dan berpenjaga.

Kepala Humas PT KA (Persero) Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto mengungkapkan, di wilayah Daops VI Yogyakarta, jumlah perlintasan KA mencapai 518 buah. Dari jumlah tersebut, 113 diantaranya resmi menggunakan palang dan dijaga
petugas. Sementara 368 lainnya merupakan perlintasan resmi yang tidak dijaga.

"Selain itu terdapat lebih dari 300 buah perlintasan tidak resmi yang dibuat sendiri oleh masyarakat. Sedangkan khusus untuk wilayah DIY, sendiri dari 122 perlintasan yang ada, hanya 39 perlintasan yang dijaga. Sekitar 62
lainnya tidak dijaga, 4 perlintasan dikategorikan liar dan terdapat 17 perlintasan tak sebidang," ujarnya di Yogyakarta, Jumat (12/8).

Menurutnya, setiap perlintasan yang ada, baik dijaga atau tidak, sama-sama memiliki resiko bahaya. Karena idealnya, perlintasan KA dibuat fly over atau under pass (jembatan penyeberangan). "Perlintasan berpalang sendiri dimaksudkan bukan untuk keselamatan manusia yang melintas, tetapi untuk melindungi KA agar tidak tertabrak hewan liar," katanya.

Dijelaskan, selama arus lebaran ini, mobilitas KA yang melintas juga diperkirakan semakin tinggi. Jika pada hari biasa kereta yang melintas bisa mencapai 86 kali setiap harinya, maka pada masa lebaran ini KA yang melintas bisa bertambah hingga 100 kali.

"Saat masa arus lebaran, perlintasan KA akan dilintasi setiap 20 menit sekali. Padahal pada hari-hari biasanya hanya satu jam sekali. Dampaknya perlintasan KA lebih banyak frekuensi buka tutupnya. Karenanya masyarakat diminta untuk waspada saat melewati perlintasan tanpa palang atau tanpa penjaga," jelasnya.

Guna memberikan kenyamanan dan keamanan selama masa lebaran ini, pihaknya tengah berupaya menambah personil penjaga pintu perlintasan. "Jumlah penjaga yang ada sebelumnya sebanyak 118 orang akan ditambah 40 orang personil. Sedangkan untuk juru penilik jalan akan ditambah 27 personil," imbuhnya.

Tidak ada komentar: