Rabu, 17 Agustus 2011

Warga dan Relawan Merapi Peringati Kemerdekaan Dengan Upacara Ditengah Sungai

Yogyakarta - Ratusan relawan bersama warga korban erupsi Merapi menggelar upacara peringati hari kemerdekaan RI ke 66 di tengah Kali Gendol di Cangkringan, Sleman. Upacara tersebut sebagai bentuk refleksi warga Merapi atas peristiwa erupsi 2010 lalu yang telah menguburkan dusun-dusun mereka.

Warga sengaja menggelar upacara di tengah Sungai Gendol yang masih dipenuhi material pasir sisa lahar. Upacara di gelar di sebelah utara Dam Morangan Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Sleman yang berbatasan dengan Dusun Brongkol Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan.

Warga sekitar Dusun Brongkol, Jaranan, Plumbon, Morangan sengaja memilih sekitar Dam Morangan sebagai tempat upacara karena merupakan titik akhir aliran lahar saat erupsi Merapi bulan November 2010 lalu. Saat ini sepanjang Kali Gendol di dusun tersebut sudah menjadi lautan pasir.

Seperti halnya upacara lainnya, ratusan warga baik orang dewasa dan anak-anak bergabung satu membentuk barisan di tengah sungai yang agak datar lokasinya. Upacara dipimpin tokoh masyarakat setempat dengan tiga orang anggota Pramuka sebagai pengibar bendera merah putih.

Pelaksanaan upacara di lokasi bencana ini berjalan dengan cukup khidmat. Peserta upacara tidak hanya warga dan relawan saja, tetapi penambang pasir yang sedang berada di lokasi pun turut mengikuti upacara. Para penambang pasir pagi itu menghentikan sementara kegiatannya untuk mengikuti upacara bendera.

"Kami berharap, semangat proklamasi ini menjadi penyamangat masyarakat sekitar Kali Gendol untuk bangkit lagi. Kami ingin semangat patriotisme para pahlawan menular pada kami semua," ungkap salah satu panitia Suratman.

Usai menggelar upacara bendera, warga bantaran Gendol tidak langsung membubarkan diri. Mereka kemudian menggelar kegiatan lombat panjat tanggul yang baru saja di bangun. Warga tampak antusias mengikuti lomba karena ada banyak hadiah yang disediakan oleh panitia.

Dalam lomba itu, pPeraturannya, peserta harus lari mulai dari garis start di tengah sungai menuju
atas tanggul. Siapa yang tercepat dan berhasil memanjat dan meraih bendera merah putih, dialah yang juara dan mendapatkan hadiah.

"Ini sekaligus untuk menguji dan memastikan kekuatan tanggul. Sebab tanggul adalah penyelamat warga dari ancaman bahaya lahar saat hujan turun. Kalau nggak ada tanggul lagi, 30 menit hujan kemudian banjir dusun kami bisa habis terendam," kata Suratman.

Tidak ada komentar: