Kamis, 22 September 2011

Jelang Pemilukada Kota Yogyakarta Logistik KPU Mulai Didistribusikan

Yogyakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta mulai mendistribusikan logistik Pemilukada ke seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta. Pengiriman logistik dilakukan dari gudang KPU Kota Yogyakarta di Jl Tegalturi, Umbulharjo, Kamis (22/9/2011).

Logistik yang dikirim sebanyak 838 kotak menuju 14 kecamatan di seluruh Kota Yogyakarta. Logistik tersebut yang terdiri dari surat suara, formulir C, formulir real count, template hingga alat-alat pencoblosan di TPS-TPS seperti tali, paku dan tinta. Jumlah surat suara da 330.994 atau lebih 25 persen dari jumlah pemilih tetap yakni 322.872 pemilih.

"Sebelumnya pada tanggal 7-8 September lalu, KPU sudah mengirim logistik tahap awal berupa kartu pemilih, bilik suara, buku panduan hingga tanda pengenal KPPS ataupun saksi," kata Ketua KPU Kota Yogyakarta, Nasrullah kepada wartawan di gudang KPU Kota Yogyakarta.

Menurut dia, pengiriman logistik dilakukan mulai hari ini secara bertahap ke tujuh kecamatan. Tujuh kecamatan yang menerima kiriman logistik KPU itu diantaranya Umbulharjo, Kotagede, Mantrijeron, Pakualaman, Mergangsan, Kraton dan Gondomanan.

"Dari kecamatan logistik KPU kemudian diteruskan ke seluruh kelurahan lalu ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan pengawalan Petugas Linmas dan petugas dari Polsek," kata Nasrullah.

Selain itu kata Nasrullah, KPU Kota Yogyakarta juga memusnahkan 20.321 surat suara yang rusak dan tidak layak akibat sobek, berlubang, salah cetak dengan cara membakar. Sebelumnya memang sempat ditemukan surat suara yang rusak. Namun sudah diadakan perbaikan dan tidak ditemukan lagi surat suara yang mengalami kerusakan mayor.

Dia juga menambahkan KPU Kota Yogyakarta juga memutuskan menambah jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 32 orang. Dengan penambahan ini, maka DPT yang telah ditetapkan pada bulan Agustus sebanyak 322.840 orang, kini bertambah menjadi 322.872 orang.

Adanya penambahan jumlah pemilih karena ada pemilih yang tercecer, semisal ada dalam daftar pemilih sementara (DPS) namun tidak masuk dalam DPT. Selain itu, ada pula pemilih yang masuk dalam DPT terbaru karena ada laporan dari warga masyarakat jika ada warga yang punya hak pilih namun belum terdaftar dalam DPT.

Tidak ada komentar: