Senin, 12 September 2011

Kementrian LH Dorong Berdirinya Bank Sampah di Daerah

Yogyakarta - Kementrian Lingkungan Hidup mendorong berdirinya bank sampah di daerah-daerah. Hal itu dilakukan untuk mengurangi banyaknya timbunan sampah terutama dari rumah tangga.

"Baru sekitar 7 persen sampah kita yang dimanfaatkan. Selebihnya belum dan masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir-red)," kata Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta saat membuka Rakernis Bank Sampah di Hotel Jogjakarta Plaza di Jl Affandi, Yogyakarta, Senin (12/9/2011).

Untuk mengurangi timbunan sampah tersebut kata dia, pihaknya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kembali sampah-sampah tersebut, diantaranya memisahkan antara sampah organik dan non organik.

Di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (jateng) sampah-sampah yang dimanfaatkan sudah mencapai 40-50 persen. Sedang untuk di DIY, Kota Yogyakatya dan Bantul sudah terbentuk bank sampah yang dikelola masyarakat.
"Hampir 50 persen sampah di Kota Yogya dan Bantul telah berhasil dimanfaatkan serta diolah menjadi barang yang bernilai guna dan bernilai ekonomis. Salah satu pelopornya adalah Koperasi Gemah Ripah di Badegan, Bantul yang dikelola Pak Bambang," kata Gusti.

Dia mengatakan target KLH menargetkan setiap tahun di kabupaten dan kota akan mempunyai 5 Bank Sampah. Pada tahun 2014 nanti diharapkan 25 Bank Sampah akan dimiliki di tiap kota dan kabupaten.

Menurut Gusti, secara idealnya ada 750 sampai 1 juta bank sampah. Namun pelan-pelan terus kita dorong untuk berdiri. Tiap kota minimal ada 5 bank sampah sampai, namun kalau perlu sampai 25 bank sampah.

"Target separuh kota di Indonesia punya bank sampah. Bila hal itu tercapai efeknya minimal akan ada lebih dari Rp 50 miliar/tahun perputaran uang dari bisnis sampah itu yang kemudian mendorong perekomian masyarakat," katanya.

Dia mengharapkan kota-kota yang meraih adipura jangan hanya memindahkan atau membuang sampah ke tempat lain dengan tujuan agar kota menjadi bersih. Namun sampah-sampah dari rumah tangga itu dapat dimanfaatkan. Jangan sampai kotanya tampak bersih hana karena sampah di pinadah ke tempat lain," kata Gusti mengingatkan.

Menurut dia, prinsip dasar dari Bank Sampah itu sendiri yakni dengan cara memilah serta memilih sampah-sampah sehingga dapat dimanfaatkan secara ekonomis. Sampah organik nantinya akan diproduksi menjadi pupuk kompos. Sedang sampah anorganik seperti plastik akan didaur ulang.

"Gerakan 3R (reduce, reuse dan recycle) merupakan salah satu langkah nyata yang dilakukan bank sampah. Ini akan mengurangi timbunan sampah rumah tangga. sampah jangan sampai hanya di lempar ke TPA tapi harus lebih banyak yang dimanfaatkan," katanya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara pemerintah kabupaten Bogor Bandar Lampung, Surabaya, Batam dan Palembang dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pemerintah Kota Tangerang, KLH dan PT Garuda Indonesia untuk pengelolaan sampah di wilayah Tangerang.

aption Foto 4

Tidak ada komentar: