Kamis, 29 September 2011

Sultan Optimis RUUK Yogya Setahun Selesai

Yogyakarta - Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku optimis DPR dan pemerintah mampu menyelesaikan Rancangan Undang Undang Keistimewaan (RUUK) Yogya sebelum masa perpanjangan jabatan berakhir. Satu tahun perpanjangan jabatan sebagai gubernur dapat memacu DPR dan pemerintah untuk menyelesaikan pembahasan RUUK Yogya.

"Saya kira akan selesai, kan tinggal opsinya ada empat itu. Panja tinggal menentukan alternatif-alternatif yang sudah. Dengan begitu akan cepat selesai," ungkap Sultan menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima kedatangan Sekber Keistimewaan DIY di Kepatihan, Jl Malioboro, Kamis (29/9/2011).

Sultan mengatakan ada empat opsi yang diajukan pemerintah. Dengan demikian DPR dan pemerintah tinggal membahas dari empat opsi yang ada itu. Poin-poin yang tercantum pada keempat opsi itu juga sudah ada mengenai pemilihan dan penetapan. Dia pun yakin pembahasan RUUK Yogya akan selesai kurang dari setahun.

"Perkiraan tidak sampai satu tahun selesai. Soal pemilihan sama penetapan sudah masuk dalam opsi. Opsi hanya ada empat dan sudah ada rumusannya, tinggal diutak-atik dan diputuskan. Tidak ada yang lain lagi," kata Sultan.

Menurut Sultan, saat ini Panja hanya perlu membahas dan mematangkan empat opsi mengenai keistimewaan untuk segera diputuskan. Bila hal tersebut selesai, panja tinggal membahas yang lain seperti soal tanah, keuangan dan lain-lain.

"Setelah itu tinggal membahas masalah yang belum seperti tanah, keuangan dan masalah lainnya," kata Sultan.

Dengan sudah adanya empat opsi yang diajukan pemerintah, Sultan yakin jika kurang dari satu tahun, RUUK DIY bisa selesai dibahas. Pasalnya dalam poin yang tercantum pada keempat opsi tersebut telah tercantum pula persoalan mengenai pemilihan dan penetapan. "Perkiraan tidak sampai satu tahun selesai," tegas dia.

Perpanjangan satu tahun jabatannya merupakan langkah bargaining dan strategi untuk dapat memacu pemerintah menyelesaikan pembahasan RUUK lebih cepat. Pemerintah Provinsi DIY juga telah mempersiapkan beberapa langkah untuk mengawal perkembangan RUUK DIY di pusat.

"Kita bisa memfasilitasi untuk tim asistensi di DPR. Peluang itu ada sehingga bisa ikut mendampingi karena di dalam konsinering itu dimungkinkan ada 3 orang atau 4 yang saya minta untuk hadir. Mereka juga akan jadi narasumber kalau DPR tidak tahu terkait persoalan budaya, hukum dan tanah," pungkas Sultan.

Tidak ada komentar: