Rabu, 12 Oktober 2011

Pengantin Dikirab Dengan Kereta Kyai Jongwiyat

Yogyakarta - Pasangan pengantin Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara akan dikirab menggunakan kereta milik Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, Kyai Jongwiyat.

Kereta tersebut saat ini masih tersimpan di Museum Kereta di Jalan Rotowijayan, Yogyakarta. Kereta dengan model terbuka bercat kuning gading itu sudah siap mengantar kedua mempelai dari keraton menuju Kepatihan.

"Kereta Kyai Jongwiyat untuk pengantin sudah siap digunakan," kata penanggungjawab kirab, GBPH Yudhaningrat disela-sela persiapan, Rabu (12/10/2011).

Selain Kyai Jongwiyat, ada empat kereta milik keraton yang akan digunakan untuk mendampingi saat prosesi kirab. Kereta tersebut diantaranya Kyai Permili dan Kyai Rotobiru. Kyai Permili akan digunakan untuk membawa enam orang penari yang akan menarikan tarian Bedoyo Penganten.

"Kyai Permili dengan model ada penutup atapnya khusus membawa para penari bedoyo," katanya.

Tiga kereta kuda lainnya akan digunakan untuk membawa utusan keraton, rombongan besan atau mertua dan rombongan para pangeran keluarga Sultan. Kereta-kereta tersebut sebagian besar adalah kereta dengan model atap terbuka.

"Total ada 26 ekor kuda yang disiapkan untuk kirab. 8 ekor bantuan dari Yon Kavaleri (Kuda) Bandung, kuda milik keraton dan Pordasi DIY," kata Yudhaningrat.

Menurut dia, prosesi kirab sendiri akan dimulai pukul 15.30 WIB dari Regol Keben menuju Kepatihan yang berjarak sekitar 2 km. Jalur kirab yang akan dilalui adalah Jalan Rotowijayan, Jl Pekapalan sisi barat atau depan Masjid Besar Kauman, Jalan Trikora (simpang empat Kantor Pos Besar), ke utara melewati Jl Ahmad Yani, Jalan Malioboro dan masuk Kepatihan melalui pintu barat/depan.

Sebanyak delapan bregada prajurit keraton juga akan mengawal kirab. Sedangkan para penari Laweung Ageng yang akan menari saat resepsi di Kepatihan juga ikut dalam rombongan kirab tersebut.

Tidak ada komentar: