Jumat, 07 Oktober 2011

Polisi Masih Periksa Intensif 3 Terduga Pelaku Pembakar ATM BRI

Yogyakarta - Kepolisian Resort Sleman masih memeriksan intensif 3 orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran ATM Bank BRI di Jl Affandi, No 28 Gejayan, Sleman. Hasil pemeriksaan sementara motif aksi tersebut adalah membobol untuk mendapatkan uang dengan cara membakar.

"Inisialnya Bl, Ss dan Rr. Sedangkan satu orang lagi dengan inisial Kl berhasil kabur dan menjadi buron polisi," kata Kapolda DIY, Brigjen Tjuk Basuki kepada wartawan di Mapolres Sleman, Jl Magelang Km 15, Jumat (7/10/2011) sore.

Menurut Tjuk, motif kejahatan tersebut adalah ingin mendapatkan uang dengan cara membakar mesin ATM. Ketiga orang yang diperiksa ini masih belum menjadi tersangka. "Namun mereka masih kami periksa secara intensif, agar benar-benar diketahui motif yang sebenarnya" katanya.

Tjuk mengatakan Bl berhasil ditangkap di dekat lokasi sekitar ATM BRI yang dibakar. Sedang Rr dan Ss ditangkap di sebuah kos-kosan di wilayah Kolombo, Catur Tunggal, Depok, Sleman atau tidak jauh dari lokasi. Mereka berdua ditangkap beberapa jam setelah kejadian. Ss adalah pacarnya Bl.

Kl sebagai eksekutor pembakaran ATM berhasil melarikan diri. Namun saat kabur, Kl mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. "Dia sempat berobat ke sebuah rumah sakit, namun langsung kabur. Kami juga sudah memeriksa semua rumah sakit," ungkapnya.

Hasil pemeriksaan sementara lanjut Tjuk, masing-masing memiliki peran berbeda. Bl bertindak menyebarkan selebaran di sekitar lokasi, Rr merupakan pembuat selebaran serta yang memerintah melakukan pembakaran ATM BRI. Sedang Kl adalah eksekutor pembakaran ATM tersebut. Mereka juga mengaku tidak mengetahui mengenai kasus peledakan ATM di Bandung.

"Kami belum percaya sepenuhnya dan akan kami dalami sampai Kl tertangkap," katanya.

Dia menegaskan kasus ini bukan peledakan namun pembobolan uang di ATM dengan cara membakar. Setelah membakar kemudian tabung monitor itu meledak. Tabung monitor ATM itu meledak diluar dugaan para pelaku.

"Hasil dari tim laboratorium, asap dalam ruang ATM dari pembakaran mengalami kepekatan dan tidak bisa keluar. Saat api mengenai layar monitor kemudian meledak," pungkas Tjuk Basuki.

Tidak ada komentar: