Jumat, 14 Oktober 2011

Sultan HB X Minta Maaf Maliboro Bakal Ditutup Selama Resepsi

Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga raja Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat meminta maaf kepada masyarakat karena jalan Malioboro dan sekitarnya akan ditutup saat acara resepsi pernikahan putri bungsunya.

Sultan juga berterimakasih atas respon masyarakat yang ikut memeriahkan pernikahan putri dengan menyediakan makanan dan minuman angkringan gratis di sekitar Malioboro.

Resepsi pernikahan GKR Bendara dan KPH Yudanegara akan berlangsung di Kepatihan Jalan Malioboro pada hari Selasa (18/10/2011) mulai pukul 19.00 WIB.

Menurut rencananya, beberapa ruas jalan di sekitar Alun Alun Utara, simpang empat Kantor Pos Besar, Jl Ahmad Yani hingga Malioboro akan ditutup sejak hari Selasa sore sebelum kirab berlangsung.

"Saya mohon maaf pada masyarakat karena tanggal 18 khususnya, mungkin akan mengganggu kenyamanan sebagian warga masyarakat yang berpergian di Malioboro," kata Sultan kepada wartawan di Kepatihan, Jumat (14/10/2011).

Menurut dia, ketidaknyamanan itu karena ada beberapa ruas jalan sekitar Malioboro yang ditutup sehingga menimbulkan kemacetan. Namun Sultan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta memeriahkan dan membantu secara sukarela.

"Paling lama ditutup sekitar 3-4 jam. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua warga yang secara sukarela menyediakan angkringan dan layar lebar di beberapa titik lokasi agar masyarakat luas bisa menyaksikan gelaran seni dan prosesi pernikahan tersebut," katanya.

Dia mengharap penutupan jalan itu tidak membuat masyarakat rugi terutama aktivitas ekonomi di pasar Beringharjo dan kawasan Malioboro. Sebab penuntupan jalan itu hanya dilakukan saat prosesi kirab berlangsung.

Menurut penutupan kawasan Malioboro setelah pukul 15.30 WIB atau setelah 16.00 WIB. Dengan demikian hal tersebut tidak merugikan warga masyarakat yang akan berbelanja maupun para pedagang.

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang menyediakan angkringan, untuk warga masyarakat yang berdiri di pinggir jala saat menyaksikan kirban," pungkas Sultan.

Tidak ada komentar: