Selasa, 08 November 2011

Peneliti FK UGM Teliti Akar Pasak Bumi untuk Obat Anti Malaria

Penyakit menular tetap menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya TBC, Malaria dan HIV-AIDS. Dalam sepuluh tahun terakhir, morbiditas yang disebabkan oleh penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung, gangguan metabolisme dan ketergantungan tembakau telah meningkat secara signifikan.. “Perubahan penyakit dari sebelumnya lebih didominasi penyakit tidak menular menjadi menular akibat adanya perubahan lingkungan, sosial ekonomi, demografi dan sosial budaya,” kata peneliti patologi klinik FK UGM dr. Elizabeth Henny Herningtyas, MD., Ph.D., kepada wartawan, Senin (7/11). Pernyataan itu disampaikan dalam rangka pelaksanaan simposium internasional tentang perkembangan mutakhir pengobatan biomedis dari molekuler hingga aplikasi, pada 17-18 November di Auditorium FK UGM.
Menurut Elizabeth, untuk mengatasi morbiditas akibat penyakit menular diperlukan penelitian translasi melibatkan penelitian dalam ilmu kedokteran dasar termasuk pada tingkat molekuler, ilmu kesehatan masyarakat dan klinis telah diterapkan antar negara perlu untuk dilakukan kolaborasi. Sehingga penanganan penyakit menular ini dapat diatasi dengan baik. Meski kemajuan tiap Negara dalam bidang ilmu biomedis masing-masing berbeda. “Kolaborasi ini akan meningkatkan tidak hanya kualitas penelitian tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan serta jaringan,” katanya.
Ketua panitia simposium internasional, Dr. Eti Nurwening Sholikhah, MD., M.Sc., menuturkan simposium ini rencananya akan dihadiri 51 peneliti dari bidang ilmu kedokteran, biologi, material dan informasi dari beberapa negara diantaranya Indonesia, Jepang, Malaysia dan Perancis. Dia menambahkan, simposium ini selain dimanfaatkan sebagai ajang tukar pengalaman namun juga bertujuan untuk memperkuat jaringan penelitian dan kolaborasi. “Lima tema besar yang dipanelkan dalam simposium tersebut yakni penyakit degenerative, penyakit infeksi, kesehatan reprosuksi, perkembangan obat, serta nutrisi dan gizi,” katanya.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait hasil penelitian yang dilakukan FK UGM dalam pengobatan penyakit menular, Eti menginformasikan bahwa dia bersama dengan anggota tim peneliti lainnya tengah melakukan penelitian pemanfaatan tanaman akar pasak bumi untuk dimanfaatkan sebagao obat anti malaria. Bahkan, penelitian yang sudah berlangsung selama 10 tahun ini tengah dilakukan ujicoba pada tubuh manusia. “Masih dibuktikan keefektifan dan keamanan obatnya,” pungkasnya.

Tidak ada komentar: