Jumat, 18 November 2011

Wuaduh, Salah Cetak Sila Keempat Pancasila Ada Buku Paket Ajar

Yogyakarta - Sebuah buku paket ajar siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten

Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta ditemukan salah cetak. Konyolnya kesalahan

cetak itu terjadi saat menyebutkan sila keempat Pancasila dan teks Pembukaan

UUD 1945.

Kesalahan cetak itu ditemukan pada buku paket "Pendidikan Karakter Bangsa

berjudul Pancasila Dasar Negaraku, Bhineka Tunggal Ika Semangatku." Buku paket

terbitan Penerbit Nobel Edumedia, Jakarta itu karangan Valentina Rian Prastiwi.
Buku berwarna ungu dengan gambar ilustri seorang ibu dan anak itu tebalnya 107 halaman. Buku tersebut sejak tahun ajaran sekarang ini menjadi buku paket ajar bagi siswa SD di Gunungkidul dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Dalam buku tersebut kesalaha cetak terjadi pada sila keempat Pancila yang

berbunyi "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/

perwakilan". Seharusnya berbunyi "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat

kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan" atau kurang kalimat

"kebijaksaan".

Kesalahan kedua, buku tersebut juga menuliskan sebuah petikan pembukaan

UUD 1945 yang berbunyi “Ketuhanan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan

dalam permusyawaratan Perwakilan". Seharusnya berbunyi "Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa" atau bunyi sila pertama dan keempat dijadikan satu.

Sampai saat ini ribuan buku ajar yang telah dibagikan kepada seluruh SD di

Kabupaten Gunungkidul itu belum ditarik oleh dinas terkait, Dinas Pendidikan,

Pemuda dan Olahraga (disdikpora), meski beberapa sekolah sudah melaporkan

kasus kesalahan cetak buku tersebut. Dinas baru melakukan pengecekan di

sekolah-sekolah secara langsung. Beberapa sekolah sudah meber

"Kami masih melakukan pendataan dan pengecekan langsung ke sekolah,"

ungkap Kepala Bidang TK-SD Disdikpora Gunungkidul, Wisnutoyo.

Sementara itu pemerhati pendidikan dari PDIP DIY, Eko Suwanto kepada detikcom mengatakan pihaknya bersama Ketua DPRD Gunungkidul, Ratno Pintoyo dan Ketua Komisi C bidang pendidikan, Warto sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan dengan mendatangi beberapa sekolah. Diperkirakan ada lebih dari 20 ribu buku yang dibagikan ke SD di Gunungkidul.

Eko meminta agar mendiknas bertanggungjawab atas kasus buku salah cetak ini, sebab buku paket ini dicetak menggunakan APBN. Selain itu, buku berjudul "Pendidikan Karakter Bangsa berjudul Pancasila Dasar Negaraku, Bhineka Tunggal Ika Semangatku" adalah hal mendasar mengenai pendidikan Pancasila.

"Kami meminta buku ini segera ditarik, untuk direvisi. Penerbit dan pengarang harus minta maaf dan DPR RI Komisi 10 untuk memanggil pihak penerbit. Selain itu presiden dan mendiknas juga harus minta maaf karena ini kesalahannya mendasar yakni Pancasila," kata Eko.

Tidak ada komentar: