Jumat, 30 Desember 2011

DPR Harus Segera Selesaikan UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan

Yogyakarta - Indonesia saat ini memerlukan Undang Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan. Oleh karena itu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI diminta segera menyelesaikan pembahasan UU tersebut agar Indonesia punya tameng dan payung saat menghadapi krisis.

"UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan sangat mendesak untuk Indonesia saat ini, untuk mengantisipasi bila terjadi krisis global," ungkap Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Anggito Abimanyu dalam diskusi "Menyongsong Perekonomian 2012" di Pertamina Tower, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Jumat (30/12/2011).

Menurut dia krisis global yang terjadi di Yunani, Italia dan Portugal bisa berimbas ke Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia perlu payung hukum yakni UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan untuk mengantipasi krisis global tersebut.

"UU APBN 2012 memang telah mencantumkan protokol-protokol krisis, namun melihat pengalaman-pengalaman krisis sebelumnya masih diperlukan protokol krisis yang lebih komprehensif. Karena itu DPR harus segera membahas dan menyelesaikannya," kata Anggito.

Menurut dia, Indonesia sebenarnya bisa memanfaatkan krisis perekonomian duania menjadi sebuah peluang dengan syarat pengambail kebijakan mulai mengatasi permasalahan struktural yang ada seperti subsidi energi yang besar.
"Subsidi energi selama tahun 2010-2011 mencapai Rp 390 triliun pada saat pembangunan infrastruktur sangat minimal," katanya.

Dia mengatakan tahun 2012 Indonesia akan menghadapi tantang perekonomian dunia yang lesu akibat krisis global, Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan turun dari4 persen di tahun 2011 menjadi 3,5 persen di tahun 2012.

Proyeksi turunnya pertumbuhan ekonomi juga terjadi pada mitra dagang Indonesia yakni dari 3,2 persen di tahun 2011 menjadi 2,3 persen di tahun 2012. Perlambatan ini tentunya akan mempengaruhi volume perdagangan dunia yang diproyeksikan 5,8 persen di tahun 2012.

"Ancaman juga datang dari potensi kenaikan harga minyak mentah dunia akibat krisis teluk diTimur Tengah yang akan memacu kenaikan harga minya dunai. itu pasti berpengaruh pada Indonesia," katanya.

Dia mengatakan pencarian anggaran belum membaik di tahun 2011 yakni 90 persen atau lebih rendah dibandingkan tahun 2010, sebesar 92 persen. "Sampai saat ini juga masih terjadi penumpukan pengeluaran anggaran di akhir tahun," katanya.

Pengalihan Premium ke Pertamax Berpotensi Timbulkan Masalah Baru

Yogyakarta - Kebijakan pemerintahan mulai bulan April 2012 melakukan pengalihan penggunaan BBM jenis Premium ke Pertamax untuk mobil pribadi berpotensi menimbulkan masaah baru baik sosial dan ekonomi. Sebab sampai saat sosialisasi belum dilakukan dan masalah-masalah yang berkaitan dengan hal-hal teknis juga belum dilakukan.

"UU APBN 2012 mengharuskan mobil pribadi menggunakan Pertamax mulai April 2012. Dampaknya akan besar sekali di masyarakat," kata Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Anggito Abimanyu kepada wartawan, Jumat (30/12/2011).

Menurut Anggito dampak atau ekses dari kenaikan harga BBM untuk mobil pribadi dari Rp 4.500 menjadi Rp 9 ribu/liter sangatlah besar atau 2 kali lipat. Sebab sampai saat ini sosialisasi mengenai hal tersebut belum dilakukan.

"Bisa muncul gejolak dan masalah sosial-ekonomi. Masyarakat bisa shock, apalagi berbagai regulasi yang mengaturnya belum ada," tegas Anggito dalam acara diskusi "Menyongsong Perekonomian 2012" di Pertamina Tower, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Dia mengatakan tim UGM, Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) merekomendasikan kenaikan harga BBM dengan kenaikan sekitar Rp 500/liter dengan rentang waktu sekitar dua tahun mulai bulan Maret 2011 lalu. Bersamaan dengan itu, secara gradual dilakukan pengalihan konsumsi premium ke pertamax.

Namun usulan tersebut tidak dipakai oleh pemerintah. Pemerintah lebih memilih dengan pengalihan yang langsung dilakukan pada bulan April 2012 dengan target penghematandan risiko fiskal sekitar 12 juta KL atau Rp 16 Triliun. Sedang dari tim akademisi ada penghematan 3,2 juta KL dan Rp 3,4 Triliun.

Dari sisi dampak inflasi lanjut dia, yang dilakukan pemerintah bisa menimbulkan inflasi 5-7,5 persen. Sedangkan usulan dari tim UGM, UI dan ITB hanya berdampak inflasi sekitar 0,5-0,6 persen.

"Meski ada risiko, pemerintah sebaiknya segera menyiapkan dan memperbaikinya dengan melakukan sosialisasi hingga April 2012 nanti," katanya.

Menurut dia, konsumsi premium saat ini sebanyak 23 juta kilo liter. Perinciannya motor sebanyak 40 persen, monil barang 4 persen dan kendaraan umum 3 persen. Sedangkan jumlah terbesar untuk mobil pribadi sekitar 53 persen.

Sementara itu staf P2EB, Dr Rimawan Pradiptyo menambahkan pihaknya pesimis program pengalihan premium ke pertamax bisa berjalan lancar. Sebab sampai saat ini belum ada berbagai aturan secara teknis, mekanis hingga infrastruktur yang mengatur pergantian tersebut.

"Kemungkinan adanya konflik horizontal tinggi. Siapa yang akan mengawasi di SPBU-SPBU tersebut," ungkap Rimawan.

Dari sisi infrastruktur lanjut dia, hampir semua SPBU di Jawa dan Bali belum siap. Sebab tangki untuk menampung Pertamax dengan Premium serta peralatan lainnya juga harus diganti.

Menurut dia dari pengaturan di lapangan/SPBU harus ada banyak perubahan misalnya untuk antrian yang motor biasa, mobil plat kuning dengan mobil pribadi. Jumlah SPBU yang menyediakan pertamaz juga masih terbatas. "Kemungkinan akan terjadinya kriminalitas juga akan tinggi," pungkas Rimawan.

Rabu, 28 Desember 2011

Nonton Pasar Malam Sekaten Tahun Ini Gratis

Yogyakarta - Tidak seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Mulai tahun ini,
Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) Tahun 2011-2012 atau Tahun Wawu (Jawa) 1945 secara gratis. Penonton bisa menyaksikan aneka hiburan pasar malam sekaten tidak membayar tiket masuk.

Pada pelaksanaan Sekaten untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebelumnya, warga yang ingin menyaksikan pasar malam harus membayar tiket masuk. Warga baru bisa masuk gratis sebelum Grebeg Maulud atau satu minggu saat Gamelan Kiai Guntur Madu dan Nogowilogo dibunyikan di Masjid Besar Kauman.

Sekarang ini, mulai pembukaan pasar malam sekaten hari ini, Rabu (28/12/2011) hingga satu bulan ke depan atau 5 Februari 2012 bisa menonton dengan gratis. Tema sekaten tahun ini adalah 'Harmoni Ekonomi, Budaya, dan Religi'.

Ratusan stan perdagangan, hiburan/permainan anak dan stand milik Pemerintah Daerah di DIY sudah berdiri di Alun Alun Utara tempat pelaksanaan sekaten.

"Ada sekitar 280-an stan atau sekitar 80 persen sudah terjual," kata Ketua PMPS 2011-2012, Eko Suryo Maharso kepada wartawan disela-sela pembukaan sekaten di Alun Alun Utara, Rabu (28/12/2011).

Menurut Eko, para pemilik stand juga menyambut positif tidak adanya tiket masuk sekaten serta tidak adanya zonasi stand di arena sekaten. Sekitar 80 persen jumlah stand yang terjual itu sudah memenuhi target panitia. Harga jual stand juga bervariasi dari Rp 30 ribu - Rp 120 ribu per meter persegi.

"Yang sudah membayar pembelian stand di atas 50 persen. Sebanyak Rp 630 juta sudah amsuk ke kas daerah. targetnya adalah bisa balance dengan pengeluaran total Rp 970 juta. Sisanya akan dibayar pemilik saat berlangsung sekaten," katanya.

Jika Kredibel, Hasil UN 2012 Jadi Syarat Masuk PTN

Yogyakarta - Hasil Ujian nasional (UN) sampai saat ini baru menjadi syarat kelulusan siswa. Namun jika hasil UN tingkat SMA tahun 2012 kredibel dapat menjadi syarat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Kalau hasilnya kredibel, dapat dipertanggungjawabkan. Sesuai PP 19 Tahun 2005, harusnya bisa untuk syarat masuk PTN," kata anggota Koordinator UN tingkat pusat,
Prof Dr Djemari Mardapi kepada wartawan dalam Sosialisasi UN 2012 di Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga (dikpora) DIY, Rabu (28/12/2011).

Djemari mengatakan usulan itu sudah mendapat lampu hijau dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) dan Ditjen Dikti. Namun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) masih menunggu hasil UN yang digelar 16 April 2012.

"Selain itu harus ada kesepakatan dengan majelis rektor seluruh Indonesia," kata ,
anggota BSNP itu.

Menurut dia, kredibilitas pelaksanaan UN akan diukur melalui beberapa indikator.
Salah satu diantaranya mulai dari laporan dari pengawas, guru dan perguruan tinggi (PT) yang ditunjuk hingga perbandingan hasil UN antar daerah.

"Kami berharap tim evaluasi masing-masing daerah dapat menyelesaikan tugasnya sebelum pelaksanaan ujian seleksi di tingkat PTN. Dari hasil itu PTN bisa menetapkan kebijakan tersebut dalam menjaring mahasiswa," katanya.

Untuk komposisinya lanjut dia, akan diserahkan kepada masing-masing PTN sampai ada keputusan resmi Mendikbud. Dengan demikian sangat dimungkinkan masing-masing PTN bebas menentukan komposisi seleksi mahasiswa baru.

"Rasio perbandingannya bisa 50 persen UN dan 50 persen ujian mandiri. Tergantung kemampuan masing-masing PTN," pungkas dia.

Selasa, 27 Desember 2011

Front Rakyat Anti Tambang Tuntut Kapolda NTB dan Kapolres Bima Dipecat

Yogyakarta - Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) bersama mahasiswa dari berbagai elemen di Yogyakarta hari ini menggelar aksi demo untuk solidaritas Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka mendesak Kapolda NTB, Kapolres Bima untuk dipecat dan bertanggungjawab atas terjadinya kekerasan di Sape, Bima.

Aksi gabungan tersebut diawali dari Tugu Yogyakarta dilanjutkan longmarch menuju titik nol kilometer melewati Jl Mangkubumi dan kawasan Malioboro. Saat aksi berlangsung, beberapa peserta menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan aksi kekerasan aparat terhadap rakyat Bima.

Koordinator aksi Munazar dalam orasinya menyatakan terjadinya aksi kekerasan aparat yang menewaskan 3 warga Bima dan ratusan rakyat luka-luka menunjukkan bila pemerintah tidak berpihak kepada rakyat tapi kepada pemilik modal asing. Tuntutan rakyat untuk menutup kegiatan tambang justru dengan kekerasan bukan dialog.

Selain itu kata Munazar, pihaknya juga mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolda NTB dan Kapolres Bima dan bertanggungjawab atas tragedi tersebut.

"Kami juga menuntut SK Bupati Bima No 188/45/357/004/2010 tentang eksplorasi pertambangan emas di kecamatan Sape dan Lambu dicabut dan Bupati Bima Ferry Zulkarnain dipecat," kata Munazar.

Saat melakukan aksi longmarch, ratusan massa sempat memblokir jalan di sepanjang Jl Mangkubumi hingga Malioboro sehingga mengakibatkan arus lalu-lintas kendaraan macet dan tersendat.

Sepanjang aksi berlangsung mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Poltabes Yogyakarta. Beberapa perkantoran seperti Gedung DPRD DIY, kantor Gubernur DIY dan Istana Negara/Gedung Agung Yogyakarta juga dijaga puluhan aparat kepolisian.

Sultan Terima Gelar Doktor HC dari ISI Yogyakarta

Yogyakarta - Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima gelar Doctor Honoris Causa (HC) bidang Seni Pertunjukan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Selasa (27/12/2011). Gelar doktor HC ini merupakan gelar yang ketiga yang diterima Sultan HB X.

Gelar doktor HC pertama diberikan oleh Hankuk University, Korea Selatan bidang politik. gelar doktor kedua diberikan almamaternya Universitas Gadjah Mada (UGM) bidang kemanusiaan. Sedangkan gelar ketiga diterima dari ISI Yogyakarta bidang seni pertunjukkan.

Upacara penganugerahan gelar dilakukan dalam sidang senat terbuka di Kampus ISI di Jl Parangtritis, Sewon, Bantul yang dipimpin Rektor ISI Prof Dr Hermien Kusmayanti. Sultan menerima gelar tersebut sesuai dengan keputusan Rektor ISI nomor 323/Kep/2011. Dalam sidang terbuka itu rektor ISI langsung membacakan surat keputusan tersebut.

Menurut Hermien, Sultan HB X mempunyai sumbangsih yang besar dalam bidang kesenian terutama untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya, yakni seni pertunjukan tradisi dan kontemporer Jawa. Penganugerahan gelar ini sebagai bentuk penghargaan yang tinggi terutama keterlibatan Sultan dalam memajukan seni tradisional baik kepada masyarakat akademis nasional maupun internasional.

Menurut dia, Sultan juga telah menciptakan sebuah seni pertunjukan yakni tarian Bedhaya Sang Amurwabumi. Tarian tersebut merupakan wujud pelestarian tradisi dan mempunyai nilai-nilai filosofis.

"Tari Bedhaya Sang Amurwabumi merupakan salah satu wujud pelestarian tradisi yang seusai zamannya," kata Hermien.

Dalam pidato pengukuhan, Sultan menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Ajaran Sang Amurwabumi, Sumber Acuan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Bangsa". Ajaran tersebut bisa salah satu sumber acuan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa.

Menurutnya ajaran Sang Amurwabumi mengacu pada leburnya ajaran Hasta Karma Pratama (8 Ajaran Kebenaran) dan Dasa Paramita. Ajaran tersebut menekankan secara konkrit bahwa dalam kepemimpinan, kelestarian turun (suksesi, regenerasi) yang bisa menjaga nama baik leluhur, bukan semata soal bibit yang baik (prestise) melainkan harus diikuti dengan prestasi.

Bersamaan dengan pidato Sultan, sembilan penari bedhaya menarikan tarian
Bedhaya Sang Amurwabumi. Sembilan penari itu diantaranya putri sulung Sultan GKR Pembayun yang turut serta menjadi penari. Tarian tersebut merupakan salah satu bentuk intepretasi dari isi pidato pengukuhan Sultan.

Senin, 19 Desember 2011

UGM Beri Gelar Doktor Honoris Causa Kepada Sultan HB X

Yogyakarta-Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan gelar doktor honoris causa (HC) kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X. UGM menilai Sultan layak menerima gelar doktor HC bidang kemanusiaan atas kiprahnya yang dilakukan selama ini terutama saat menangani berbagai peristiwa.

Pemberian anugerah dilakukan hari ini di gedung Graha Sabha Pramana (GSP), di kampus Bulaksumur Yogyakarta, Senin (19/12/2011). Acara pemberian gelar bertepatan dengan Dies Natalis UGM yang ke 62.

Dalam pidatonya Sultan menyampaikan pidato berjudul "Menggugah Hati, Mengetuk Nurani, Membangun Peradaban Berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan".

Bertindak sebagai promotor adalah Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi, MEng, PhD didampingi Prof Dr Djoko Suryo dan Prof Dr dr Sutaryo, SpA.

Rektor UGM Prof Sudjarwadi dalam sambutannya mengatakan Sultan Hamengku Buwono X dinilai layak menerima gelar doktor HC bidang kemanusiaan karena Sultan mampu membangun dialog yang baik antar banyak pihak.

"Sultan banyak memberikan inspirasi kepada kita dan ada benang merah yang kita temukan atas kiprahnya selama ini yakni di bidang kemanusiaan serta pengabdiannya pada manusia dan bangsa," kata Sudjarwadi.

Menurut Sudjarwadi banyak pemikiran inovatif dari Sultan dan sumbangan ilmu bagi peradaban yang telah diterapkan dalam tindakan nilai kemanusiaan.
Selain itu, Sultan juga mempunyai wawasan kebudayaan yang bermanfaat bagi kemanusiaan, pembangunan berkelanjutan Indonesia yang ditunjukkan dalam ide operasional dan tindakan yang langsung berpengaruh di masyarakat.

"Sultan juga mampu merajut pembangunan di Yogyakarta sebagai tokoh multikultural yang aktif mendorong restorasi Indonesia dan pembangunan lingkungan berbasis budaya," katanya.

Di bidang lain terutama di bidang kemanusian kata Sudjarwadi penanganan gempa Bantul 2005 dan recovery erupsi Merapi merupakan langkah nyata peranan Sultan di bidang kemanusiaan.

Banyak negara di dunia yang belajar soal recovery gempa Bantul yang lebih cepat di banding daerah lain. Hal ini bisa menjadi bagian monumen pengetahuan dunia dan monumen kemanusiaan.

Selain itu, kegiatan sehari-hari Sultan juga mencerminkan semangat selalu belajar sepanjang hayat," katanya.

Sultan dalam pidatonya menyampaikan di balik pembangunan peradaban itu, persoalan besar yang muncul di tengah krisis multidimensional itu diperkirakan disebabkan adanya krisis spiritualitas.

Menurut dia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dominasi rasionalisme telah membawa manusia pada kehidupan modern, dengan keduniawian menjadi mentalitas zaman yang menyebabkan mengapa spiritualisme seakan di "haram"-kan.

"Justru nilai-nilai spiritual keagamaan yang terkandunh dalm budaya etnik lokal khususnya budaya Jawa diharapkan bisa menjawab gejala menipisnya spiritualisme," kata Sultan.

Dalam acara penerimaan gelar doktor HC itu Sultan didampingi GKR Hemas serta disaksikan anggota Majelis Guru Besar (MGB) dan Majelis Wali Amanat (MWA) UGM. Penerimaan gelar doktor HC bagi sultan ini merupakan yang kedua. Gelar doktor HC yang pertama diterima di bidang ilmu politik dari Hankuk University, Seoul Korea Selatan.

Seusai penyerahan ijazah kepada Sultan, rektor kemudian menyerahkan penghargaan Hamengku Buwono IX Award kepada budayawan Gunawan Moehamad.

Sabtu, 17 Desember 2011

UGM Beri Penghargaan Insan Berprestasi

Sebanyak 59 orang maupun tim mendapatkan penghargaan Insan UGM Berprestasi di Gedung Grha Sabha Pramana, Kamis (15/12) malam. Beberapa kategori penghargaan yang diserahkan oleh Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwafdi,M.Eng., Ph.D., kepada 13 alumni, 16 mahasiswa, 14 pegawai, 9 dosen, dan 7 peneliti.
UGM juga memberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi, tenaga pendidik berprestasi, maupun penghargaan terhadap dosen pembimbing lapangan berprestasi di bidang penelitan. Juga kepada dosen berprestasi di bidang kemahasiswaan. Selain itu, juga penghargaan terhadap mitra UGM.
Rektor UGM Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., mengatakan dari segi materi, penghargaan yang diberikan UGM sangatlah kecil. Namun dia meminta hal ini dimaknai ketulusan akan pengharapan besar yang dicapai penerima penghargaan berprestasi. “Semoga bisa menginspirasi yang lainnya,” katanya.
Dalam pidatonya, sejak UGM berdiri telah banyak kontribusi yang diberikan demi kemajuan bangsa. Apabila kampus semacam UGM lainnya banyak mencetak Insan berprestasi, maka Indonesia lebih maju semakin tercapai. “Seandainya bangsa Indonesia rata-rata seperti insan sekarang maka bisa semaju Korea,” ujarnya.
Rektor juga berpesan agar generasi muda jangan berfokus di industri atau bidang pemerintahan. Persebaran dunia kerja seperti di bidang spiritual, humanity, pendidikan, filantropi atau NGO's sangat terbuka dan saling menguatkan.
Generasi muda UGM juga diminta untuk mengisi peran kepemimpinan Indonesia ke depan untuk mencapai cita-cita kemakmuran dan visi UGM saat ini. “Salah satu caranya adalah memiliki determinasi dan percaya diri bekerja di banyak bidang dan membangun jejaring,” ungkapnya.
Ketua Panitia Dies Natalis UGM ke-62, Prof. Dr. Edy Meiyanto, M.Si., Apt dalam laporannya mengatakan malam penghargaan insane berprestasi merupakan rangkaian kegiatan Dies. “Tiga kegiatan utama Dies kali ini, kegiatan ilmiah bernuansa iptek, kegiatan bersifat kebersamaan, dan kegiatan yang bersifat pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Beberapa alumni berprestasi yang mendapatkan penghargaan diantaranya Sapturi Sugiharto (kewirausahaan), Airlangga Hartarto (kepemimpinan perusahaan), Alpha Febela Priyatmono (bidang budaya dan seni), Arief Pamungkas (bidang kreativitas), dan Rovivky Dwi Putrohari (bidang media).
Saptuari Sugiharto yang dikenal sebagai pemilik dari Kedai Digital mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya dan menyatakan hal ini menunjukkan kewirausahaan sudah mulai diterima di UGM. Alumnus Fakultas Geografi ini mengharapkan saat dirinya masih kuliah dahulu, mata kuliah kewirausahaan masih belum diajarkan. “Ini kemajuan yang luar biasa bahwa entrepreneurship makin dilatih dan mendapat dukungan riil di UGM,” katanya.

UGM Kerjasama Dengan BNPB

UGM dan BNPB menjalin kerjasama pendirian Center of Excellence pengembangan IPTEK dibidang kebencanaan dan penanggulangan bencana di Indonesia. Penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama dilakukan oleh Rektor UGM, Prof. Dr. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D, dan Kelapa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Syamsul Ma’arif, M.Si., Jum’at (16/12) di Ruang Multimedia kantor Pusat UGM.

Kerjasama yang dilakukan meliputi pelaksanaan perencanaan, pemrograman, dan penelitian yang berkaitan dengan kebencanaan dan penanggulangan bencana. Selain itu juga melaksanakan kegiatan bersama dan terpadu untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kebencanaan.
Syamsul Ma’arif mengatakan perguruan tinggi memiliki peranan yang cukup penting dalam upaya penanggulangan bencana. Setidaknya terdapat empat bidang yang bisa dilakukan oleh perguruan tinggi yaitu sebagai pelaku penelitian kebencanaan, konsultan kebencanaan, mitra dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta dalam pengembangan produk-produk teknologi untuk mitigasi bencana.
“ Melalui kerjasama ini hasil-hasil yang dikembangkan oleh UGM harapannya bisa dikembangkan bersama-sama dalam usaha penanggulangan bencana,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Syamsul juga menyampaikan bahwa dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia selama ini masih bersifat seragam antar berbagai pihak. Sebut saja, dari 37 Kementrian di Indonesia belum memperlihatkan kekhasan masing-masing dalam menangani bencana. “ Setiap ada bencana dari mana-mana mengajukan perahu karet. Kedepan diharapkan tiap-tiap lembaga punya kekhasan dalam setiap penanganan bencana,” tuturnya.
Rektor UGM menyebutkan sebagai perguruan tinggi UGM berkeinginan untuk membantu menyiapkan masyarakat yang tanggap bencana. Melalui kerjasama dengan BNPB diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bersama dalam perencanaan dan pelaksanaan penanggulangan bencana di Indonesia yang bisa bermanfaat untuk mayarakat luas.
“Dengan kerjasama ini diharapakan bisa meningkatkan sinergi untuk kemanfaatan masyarakat, bangsa dan negara dalam hal penanganan kebencanaan,” jelasnya.

Kamis, 15 Desember 2011

Reproduksi Generasi Teroris, Hasil Interaksi Kelompok Radikal dan Teroris

Berulanganya reproduksi generasi teroris di Indonesia menunjukkan keterbatasan strategi pemerintah dalam memerangi terorisme. Target utama penangggulangan terorisme yang dilakukan pemerintah nampaknya terfokus pada mereka yang terlibat secara langsung dalam aktivitas terorisme. Sementara mereka yang tidak secara langsung berperan dalam proses rekrutmen terutama kegiatan penyebaran ideologi radikal, tidak dilihat sebagai ancaman serius. Fakta adanya interaksi antara kelompok radikal dan teroris menunjukkan pentingnya atmosfir radikal sebagai medan persemaian ideologi ekstrem.
Mohammad Iqbal Ahnaf, Ph.D., pengamat kekerasan dan perdamaian antar agama UGM, mengatakan satu hal yang belum mendapat perhatian serius adalah ruang yang memungkinkan mobilisasi ideologi ekstrem. “Karena itu diperlukan strategi yang bisa mempersempit ruang dan kesempatan mobilisasi ideologi ekstrem sangat dibutuhkan untuk melawan terorisme,” kata Iqbal Ahnaf saat menjadi pembicara seminar kekerasan, radikalisme dan bina damai di Indonesia di sekolah pasacasarjana UGM, Rabu (14/12).
Dosen program studi agama dan lintas budaya, Sekolah Pascasarjana, menjelaskan, program de-radikalisasi yang beberapa tahun terakhir dijalankan pemrintah lewat Badan Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme (BNPT) sudah mulai menunjukkan perhatian terhadap aspek non langsung dari terorisme. Namun sejauh ini fokus program itu masih terbatas pada program rehabilitasi mantan teroris, dan penguatan kelompok moderat untuk menentang pemahaman agama yang menjustifikasi ektremisme.
“Penting buat Negara untuk kuat dalam komitmen politik dan konsisten dalam menegakkan hukum terhadap aktifitas radikalisme, bukan membubarkan organisasi radikal,” katanya.
Sementara Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Ali Muhammad menuturkan sampai saat ini terdapat 700-an orang yang sudah ditangkap terkait dengan hubungan jaringan teroris. Namun demikian, banyaknya pelaku yang ditangkap tersebut menjadikan jaringan teroris dan ideologi terorisme menjadi lenyap. Fakta di lapangan menunjukkan terdapat penurunan kapasitas serangan terorisme. “Sampai terakhir bom Solo. Kemampuan serangan menurun dratis. Kapasitas serangan bom yang dulunya high explosive, sekarang lebih low explosive,” imbuhnya.
Dia berpendapat diperlukan strategi dan kebijakan dengan sasasran yang lebih tepat dengan pendekatan ideologi secara persuasif untuk melawan indoktrinasi paham terorisme.
Sosiolog, ahli konflik, dan gerakan islam, Najib Azca menegaskan proses rekrutmen jaringan teroris di lakukan pada kalangan pemuda yang baru beranjak dewasa. Kelompok umur ini sangat potensial direkrut karena belum memiliki kepribadian yang kuat dan tengah mencari tokoh panutan. “Ini problem kita menangani teroris. Karena kita kelangkaan figur pemimpin. Sehingga orang yang memiliki kepribadian kuat semacam Imam Samudra (pelaku teroris), bisa menarik simpati anak muda,” katanya.

Ciptakan Program E-learning Fisika Interaktif, Dosen Universitas Bengkulu Raih Doktor

Belajar Fisika kini tidak lagi sulit dan terasa lebih menyenangkan. Saat ini telah dikembangkan program E-learning Fisika untuk mempermudah siswa dalam belajar Fisika. Program ini dikembangkan oleh Drs. Afrizal Mayub, M.Kom, dosen Universitas Bengkulu.
Afrizal melihat kurangnya minat belajar Fisika karena sifatnya yang abstrak, empiris, dan matematis. Untuk meningkatkan minat belajar Fisika perlu diciptakan suasana menyenangkan dalam belajar. Salah satu cara ditempuh dengan merancang sistem pembelajaran yang menarik dan memenuhi standar agar tercapai efektivitas belajar. Untuk itulah ia membuat suatu program pembelajaran yang menarik serta lebih nyata dengan menggunakan paket E-learning.
“ “E-learning Fisiska ini harus bersifat multimedia dilengkapi dengan sistem suara yang baik agar bisa menarik minat siswa untuk belajar ,” kata Afrizal saat mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji, Kamis (15/12) di Fakultas Teknik UGM.
Model rekayasa program E-learning tersebut memuat modul-modul pembelajaran yang terhubung dalam suatu sistem yang saling terkait. Modul tersebut adalah modul presentasi materi, animasi demo, animasi analisis, jawaban maslah, examination, practice tes, dan modul program help.
Menurutnya,program E-learning ini berperan sebagai apersepsi, motivator, pemberi informasi, serta sebagai fasilitator. Disamping itu juga sebagai wadah pengembangan diri , pembelajaran secara individual dan interaktif.
Dari hasil penelitian berjudul “ Rekayasa Program E-learning Fisika Sebagai Upaya Mengefektifkan Pembelajaran Fisika SMA”, diketahui hasil bahwa program E-learning sangat berperan dalam proses belajar Fiska. Rekayasa program E-learning juga terbukti mampu meningkatkan rata-rata nilai dan daya serap belajar hingga 43,5 persen. Selain itu juga dapat meningkatkan ketuntasan belajar sebasar 84,16 persen.
“Program E-learning dalam belajar Fisika juga terbukti mampu memotivasi belajar Fisika pada siswa,” pungkas pria kelahiran Rumbai, Pasamam, 18 April 1960 ini

Pakar TI: Harus Bijak Sikapi Media Baru

Kehadiran internet membawa dampak yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia. Adanya internet dan situs jejaring sosial seperti facebook, twitter dan blog menjadikan setiap individu dapat menyampaikan ekspresinya dengan cepat dan mudah. Sayangnya, kebebasan berkespresi melalui media baru di Indonesia belum begitu terarah dan terjadi penyimpangan disana-sini. Tidak sedikit kasus yang terjadi seperti pencemaran nama baik, penculikan,penyebaran virus, serta pornografi.
Pakar Teknologi Informasi, Ono W Purbo mengatakan pemerintah memang telah berupaya untuk melakukan filter terhadap berbagai konten yang tidak baik. Namun, upaya tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Untuk itu ia menghimbau masyarakat seyogianya bisa bersikap secara bijak terhadap kehadiran internet. Menggunakan internet dengan sehat.
Gerakan internet sehat digagas oleh ICT Watch yang salah satu pelopornya adalah Ono W Purbo. Melalui ICT Wacth mereka mengenalkan dan mendorong pemakaian internet yang aman serta bermanfaat. Dengan gerakan ini diharapkan mampu mengangkan citra internet yang sepertinya telah lekat dengan hal-hal berbau pornografi.
“Memfilter situs-situs yang tidak baik seperti situs porno bukanlah teknik yang gampang. Jika masyarakat memanfaatkan internet untuk menuliskan sesuatu yang positif dan bermanfaat, maka internet pun lama kelamaan akan dipenuhi hal-hal yang positif. Kami berusaha mendorong untuk itu, ” tegasnya, Rabu (14/12) di Kampus FISIPOL UGM.
Dalam Seminar Nasional Media Baru itu, Ono juga membahas tentang cara mengenalkan teknologi informasi ke masyarakat. Menurutnya, terdapat dua cara yang bisa dilakukan. Untuk anak-anak, pengenalan IT dilakukan dengan pendekatan kesenangan, semisal melalui game. Sementara untuk dewasa mengenalkan IT dengan pendekatan manfaat.
Pernyataan senada dilontarkan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementreian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto. Diperlukan kearifan dalam menyikapi kehadiran media baru. Pemerintah seyogianya bisa bersikap bijak dan tidak reaktif. Selain itu, dalam menanggapi fenomena ini secara wajar tanpa harus menghabiskan energi.
Gatot juga menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media baru ini. “ Apa yang sudah terpublikasikan susah untuk ditarik kembali. Jadi perlu dipikirkan dengan matang saat akan memposting sesuatu agar tidak merugikan diri sendiri dan orang banyak,” jelasnya.
Sementara Dosen Komunikasi UGM, Kuskridho Ambardi dalam seminar tersebut lebih banyak menyoroti tentang fenomena media shake up atau kocok ulang bisnis media di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir fenomena kocok ulang bisnis media terjadi semakin intensif. Sejumlah kelompok melakukan merger dan akuisisi. Melakukan manuver bisnis dengan pemikiran ke depan untuk mengantisipasi perkembangan teknologi digital.
Sejumlah kelompok, sebut saja Kelompok Kompas Gramedia, Tempo, Media Indoensia, Mahaka, MRA, First Media, Jawa Pos Media Coorporation, MNC, dan Visi Media Asia telah membangun koorporasi lintas sektor yang merangkum bisnis televisi dan radio, media cetak, dan portal digital/internet.
Konglomerasi media di Indonesia memiliki sejumlah kemiripan dengan konglomerasi media global dimana semua sektor media tradisional dimasuki. Kelompok-kelompok tersebut saling berusaha memenangkan posisi dominan di setiap pasar media tingkat nasional dan lokal. Namun pada level integrasi lini bisnis dari hulu ke hilir dan layanan integrasi berbasis plafor digital konglomerasi media di Indonesia berbeda dengan yang terjadi pada konglomerasi media global.
“ Grup Para misalnya, baru saja membeli Detik.com. Namun hingga saat ini Detik.com adalah unit yang terpisaj, belum terintegrasi dengan Trans &. Begitu juga dengan Kelompok KKG, Kompas TV dan Kompas surat kabar merupakan du aunit yang masih terpisah baik dari pengelolaanya maupun layanan informasinya,” urai Dodi, begitu biasanya ia disapa.

Penetapan Sultan dan Pakualam Jadi Gubernur Merupakan Konvensi

Yogyakarta - Penetapan raja Kraton Ngayogyakarto Sri Sultan Hamengku dan Adipati Pakualaman, Paku Alam yng bertahta dalam pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY merupakan sebuah konvensi dalam praktek ketatanegaraan. Karena sudah berjalan selama lebih dari 63 tahun, hal tersebut patut dipertahankan.

"Penetapan Sultan Hamengku Buwono dan Paku Alam sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah sudah berlangsung selama 63 tahun sehingga praktek ketatanegaraan seperti ini patut dipertahankan. Ini bisa disebut konvensi," ungkap guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Sumaryo Suryokusumo dalam seminar "Keberadaan Keistimewaan Nagari Ngayogyokarto Hadiningrat di NKRI" di wisma Kagama, Bulaksumur, Kamis (15/12/2011).

Menurut dia dari sudut ilmu hukum ketatanegaraan, ketentuan pasal 18 (4) UUD 1945 yang mengatur pemilihan dianggap sebagai ketentuan hukum tertinggi. Namun hal tersebut bisa dianggap tidak mutlak lagi penerapannya bagi DIY karena adanya konvensi kenegaraan yang telah terbentuk selama 63 tahun. "Yakni sejak dikeluarkannya UU nomor 22 tahun 1948 sampai Keppres 86/P/2008," katanya.

Dia menegaskan prinsip tersebut tetap dapat dipertahankan. Sebab banyak negara yang telah menerapkan konvensi ketatanegaraan semacam itu tanpa harus melakukan amandemen terhadap ketentuan yang terkait dalam konstitusi.

Dia mengatakan Rancangan Undang Undang Keistimewaan (RUUK) DIY, pemerintah dan DPR sebaiknya tidak hanya mendasarkan pada ketentuan dalam UUD 1945. Namun juga harus mempertimbangkan aspek filosofis, nilai sejarah, budaya serta keistimewaan wilayah Yogyakarta itu sendiri.

"Praktek semacam itu sudah merupakan konvensi ketatanegaraan yang patut dipertahankan tanpa memperhatikan adanya ketentuan dalam pasal 18 ayat 4 UUD 1945. Konvensi semacam ini sudah banyak diakui oleh banyak negara," pungkas dia.

Soal Lambang Garuda, Biarkan Rakyat Berekspresi

Yogyakarta - Penggunaan lambang Garuda oleh warga negara Indonesia sebaiknya biarkan dan berikan kekebasan rakyat berekspresi. Asal tidak melecehkan dalam penggunaan lambang garuda tersebut.

Hal itu diungkapkan Pakar hukum yang juga anggota Komisi Yudisial (KY), Dr Taufiqurrohman Syahuri dalam acara diskusi publik "Belenggu UU No 24 Tahun 2009, Pasal 57 poin c dan d Terhadap Raga Pancasila" yang di selenggarakan Forum Kajian Hukum dan Konstitusi di RM Pandan Resto, Ringroad Utara, Sleman, Kamis (15/12/2011).

"Biarkan rakyat berekspresi sepanjang tidak melecehkan," kata Taufiq.

Menurut Taufiq, antara UUD 1945 dengan UU No 24/2009 bertentangan. Dalam UUD dinyatakan kebebasan berekspresi warga negara diatur dalam Pasal 28 UUD 1945 dan Pasal 28 C ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan "setiap orang berhak untuk memajukan irinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

Namun kenyataannya lajut dia, tidak setiap orang boleh memperjuangkan haknya untuk mencintai dan bangga terhadap lambang negaranya. Sebab Pasal Pasal 57 poin c dan d UU No 24/2009 telah memberikan batasan/larangan untuk menggunakan lambang negaranya sekalipun untuk maksud dan tujuan membangun rasa cinta kebangsaan dan kenegaraan dalam dirinya.

"Jadi dalam UU tersebut penggunaan lambang negara hanya untuk pihak-pihak tertentu saja," tegas Taufiq.

Menurut dia, dalam Pasal 57 huruf d menyatakan bahwa setiap orang dilarang menggunakan lambang negara untuk keperluan selain yang diatur dalam undang-undang. Sedangkan Pasal 51 dan 52 UU No 24/2009 mentayakan pada pokoknya penggunaan lambang negara hanya dapat digunakan bagi instnasi-instansi pemerinta atau bagi pejabat negara.

"Ini berarti lambang negara hanya milik pemerintah atau pejabat negara bukan rakyat Indonesia. Dan setiap orang tidak berwenang menggunakan lambang negara. Bila ada rakyat Indonesua yang menggunakan dikenakan pidana," katanya.

Dia menegaskan masalah pelecehan ataupun penghinaan harus bisa dibuktikan di pengadilan. Namun bukan dilakukan dengan cara-cara diluar pengadilan. "Untuk membuktikan bersalah atau tidak hanya di pengadilan," katanya.

Hal senada juga dikatakan peneliti Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada, Diasma Sandi Swandaru. Lambang negara sebenarnya sudah hidup dalam kehidupa sosial masyarakat Indonesia sehingga jangan sampai dijauhkan dari rakyat. Dahulu Garuda Pancasila dijauhkan dan hanya ditempel di dinding ruangan, sekarang pancasila sudah mendekat.

"Garuda di Dadaku. Ke depan nilai-nilai Pancasila seharusnya menyatu dan hidup dalam setiap nafas dan laku masyarakat dan khususnya pemerintah pemegang kekuasaan," pungkas Diasma.

Rabu, 14 Desember 2011

Gerakan Kesetiakawanan Sosial Pemuda Perlu Digalakkan

Negara perlu membangun kembali semangat kepekaan pemuda untuk peduli terhadap masalah bangsa melalaui kesetiakawanan sosial nasional. alur paling baik untuk menumbuhkan dan mempertahankan kepekaan pemuda adalah melalui pendidikan dan kebudayaan. Disertai keteladanan, baik oleh pemimpin maupun tetua dalam konteks lingkungan kemasyarakatan. Hal itu mengemuka dalam seminar nasional wawasan kebangsaan dalam rangka hari kesetiakawanan sosial nasinal, di gedung university club UGM, Rabu (14/12).
Guru Besar UGM Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp. A(K)., sekaligus ketua tim ahli Pusat Studi Pancasila UGM mengatakan kepekaan kesetiakawanan nasional dan kepekaan terhadap masalah bangsa pada saat ini digerus oleh empat hal, yaitu fundamentalisme pasar, fundamentalisme agama, fundamentalisme kekuasaan negara, dan fundamentalisme geopolitik.
Untuk menimbulkan kepekaan terhadap masalah bangsa, syarat utamanya adalah mempunyai jiwa kebangsaan. Hal ini harus dimulai dengan pendidikan usia dini, remaja, dan pemuda. “Pendidikan karakter dapat dimulai dari kandungan sampai 2 tahun. Tahap ini merupakan pembentukan paling optimal pada pertumbuhan organ tubuh terutama otak dan organ lain. Karakter akan mulai terbentuk setelah itu,” kata dokter spesialis anak ini.
Dia menambahkan, Kesetiakawanan sosial untuk kehidupan bernegara dan bernegara dan berbangsa, saat ini yang ada dan disepakati para pendiri bangsa adalah Pancasila. Oleh karena itu, pembudayaan Pancasila diperlukan untuk semua lapisan masyarakat Indonesia. “Pancasila sebagai dasar negara merupakan pijakan kuat untuk menampung keberagaman bangsa, sekaligus mengarahkan sebagai pedoman berbangsa dan bernegara sekaligus sebagai dasar membentuk kesetiakawanan sosial yang bekarakter Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Politikus Ir.Siswono Yudo Husodo sepakat perlu digalakkan kembali gerakan kesetiakawanan sosial ditengah terjadi pelemahan Sense of Decency (kepekaan atas kepatutan) di tengah masyarakat. Akibat patut tidak patut, menjadi kurang penting, karena penghormatan masyarakat paling tinggi pada materi. “Orang melakukan sesuatu yang tidak patut secara terbuka dan terjadi disemua tingkatan,” katanya.
Menurutnya, solidaritas sosial akan tumbuh dalam situasi masyarakat memiliki optimisme akan masa depan bangsanya dan tujuan yang ingin dicapai Negara diterima oleh segenap unsur masyarakat. Namun demikian terkendala oleh merosotnya kualitas kepemimpinan. “Saat ini pemimpin kita lebih mengandalkan pencitraan, bukan prestasi kerja dan melembaga budaya lempar tanggungjawab,” tandasnya.
Kepada wartawan, Ketua Karang Taruna DIY GKR Pembayun menjelaskan puncak hari kesetiakawanan sosial nasional tahun ini dilaksanakan di yogyakarta. Berbagai rangkaian acara yang akan dilaksankan pada puncak hari kesetiakawanan sosial nasional pada 19 Desember mendatang. Berupa acara bakti sosial, donor darah, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, pembangunana rumah layak huni.

Daerah Terpencil dan Perbatasan Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan

Di berbagai daerah terpencil dan perbatasan masih terdapat kekurangan tenaga kesehatan. Bahkan membutuhkan banyak tenaga dokter, perawat, ahli gizi, dan apoteker. Oleh karena itu pemerintah diharapkan mampu menempatkan tenaga kesehatan secara merata tanpa membatasi hak mereka untuk memilih daerah tempat kerja.
“Di Papua kekurangan 250 dokter umum, belum lagi di daerah perbatasan dan terpencil. Padahal di Jakarta, tempat praktik dokter justru dibatasi,” kata Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia fakultas Kedokteran (FK) UGM, Rabu (14/12). Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka pelaksanaan seminar nasional prospek kerja profesi tenaga kesehatan.
Suhardjo menyebutkan, saat ini terdapatkan 73 fakultas kedokteran di lembaga perguruan tinggi di Indonesia. Jumlah lulusan dokter sudah bisa mencukupi kebutuhan di daerah. Namun sayang, penempatan tenaga dokter ini di daerah belum merata. “Di FK UGM saja tiap tahun meluluskan 250 orang dokter,” imbuhnya.
Meski lulusan dokter umum sudah mencukupi, namun untuk dokter spesialis masih sangat minim. Pasalnya, lulusan dokter spesialis lebih banyak berkiprah di kota besar di pulau Jawa. Oleh karena itu, Untuk menambah jumlah tenaga dokter spesialis dia mengusulkan pemerintah menambah alokasi beasiswa untuk para lulusan dokter mengambil pendidikan dokter spesialis. “Selama ini mereka yang menempuh pendidikan dokter spesialis lewat dana sendiri. Sehingga ketika bekerja pun mereka berhak memilih sendiri tempat kerjanya,” katanya
Untuk meningkatkan pemertaan tenaga kesehatan di daerah terpencil dan perbatasan, Suhardjo mengusulkan agar pemerintah menggalakkan kembali program pengabdian masyarakat bagi lulusan dokter untuk mengabdi di daerah. “Semacam wajib kerja sosial. Intinya untuk mengabdi kepada negara dengan mereka bekerja di daerah,” usulnya.

Prof. Sugeng: Metode Konvensional Untuk Identifikasi Senyawa Tak Memadai

Pada awalnya identifikasi suatu senyawa dilakukan dengan mengamati reaksi-reaksi kimia, yaitu dengan cara mendestruksi senyawa yang diidentifikasi. Kemudian hasil destruksi dipergunakan untuk menyimpulkan molekul asal. Selain dilakukan reaksi-reaksi kimia pada gugus fungsional yang ada pada molekul itu.
Menurut Prof. Dr. Sugeng Riyanto, M.S., Apt dalam proses identifikasi pada umumnya dicari reaksi-reaksi yang dapat diamati. Cara-cara ini awalnya cukup memadai, namun setelah diketemukan sedemikian banyak senyawa baru, dan struktur molekulnya meningkat menjadi lebih rumit, maka metode konvensional ini menjadi tidak memadahi lagi. Meskipun demikian metode ini masih sering digunakan sebagai pelengkap identifikasi. "Seandainya metode konvensional ini masih dipergunakan untuk menentukan struktur molekul senyawa baru, new compounds, niscaya pekerjaan itu tentu akan membutuhkan waktu yang lama," ujar Prof. Sugeng Riyanto di Balai Senat, Rabu (14/12) saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Farmasi UGM.
Oleh karena itu sebagai penggantinya untuk identifikasi suatu senyawa sebaiknya dipergunakan metode spektroskopi. Sebab metode spektroskopi menjadi metode mutakhir untuk elusida struktur molekul. Spektroskopi sendiri merupakan bidang ilmu yang mempelajari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan materi. "Dengan spektroskopi ataupun spektrofotometri, jelas berarti melibatkan foton atau gelombang elektromagnetik berinteraksi dengan materi," tutur pria kelahiran Bojonegoro, 4 Oktober 1951.
Kata Sugeng Riyanto untuk keperluan elusidasi struktur suatu senyawa maka diperlukan spektroskopi ultraviolet-visibel, inframerah, resonansi magnetic nuklir dan spektroskopi massa. Sementara sampel yang dibutuhkan adalah senyawa murni dengan bobot lebih kurang 10 miligram. "Data spektroskopi ini berupa spektra untuk diinterprestasikan dan informasi dari data ini saling mendukung untuk dapat disimpulkan struktur molekulnya," jelas suami Nanik Suharyani, ayah dua anak yang mengucap pidato "Peran Spektroskopi Pada Identifikasi Kandungan Tanaman Obat".
Lebih lanjut Dosen Bagian Kimia Farmasi, Fakultas farmasi UGM menjelaskan identifikasi senyawa menggunakan reaksi-reaksi kimia memiliki banyak keterbatasan dan tidak seteliti dan setepat metode spektroskopi. Identifikasi secara konvensional untuk senyawa yang struktur molekulnya rumit memerlukan waktu yang lama hingga berbulan-bulan dan malah mungkin struktur molekulnya tidak dapat ditemukan. "Metode spektroskopi sangat diperlukan, karena untuk identifikasi senyawa pada publikasi Jurnal Internasional yang baik harus disertakan data spektroskopi, terlebih bila senyawa tersebut baru, new compounds," jelas Sugeng.
Sayang harga instrumen untuk pemeriksaan spektroskopi ini memang tidak murah, untuk spektrofotometer UV-Vis dan inframerah sudah banyak laboratorium kimia yang memiliki, namun yang masih memprihatinkan adalah Perguruan Tinggi di Indonesia banyak yang belum memiliki NMR dengan resolusi tinggi. "Sehingga hal ini menjadi kendala peneliti untuk publikasi bila penelitiannya hingga ke tingkat molekuler," pungkasnya.

RSGM Pof.Soedomo UGM Miliki CT 3D Dentomaksilofasial

Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof.Soedomo UGM akhirnya memiliki Digital Computed Tomography (CT) 3D atau Digital CT 3D untuk gigi dan rahang manusia. Dari sekitar 26 RSGM di Indonesia, RSGM Prof.Soedomo-lah yang baru memiliki alat senilai 1,2 milyar itu. Alat yang cukup penting bagi dunia kedokteran gigi ini berasal dari hibah Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD). Penyerahan alat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua YAD Hashim Djojohadikusumo kepada Direktur RSGM Prof.Soedomo, Prof. Dr. drg. Munakhir Mudjosemedi, S.U., Sp.RKG(K) disaksikan oleh Rektor UGM Prof.Ir.Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D serta Dekan FKG UGM Prof. Dr. drg. Iwa Sutardjo Rus Sudarso, S.U., Sp.KGA.(K).
Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) Hashim Djojohadikusumo mengatakan dengan dioperasikannya alat CT 3D di RSGM Prof.Soedomo UGM ini akan semakin mempengaruhi upaya pengembangan SDM di bidang kesehatan gigi dan mulut menjadi semakin baik kompetensinya. Pada akhirnya, kata Hashim, hal itu akan berdampak positif juga bagi meningkatnya kualitas pengabdian masyarakat melalui layanan kesehatan gigi dan mulut.
“Mudah-mudahan dengan adanya alat ini akan ada peningkatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan pengembangan ilmu kesehatan gigi maupun cabang ilmu pengetahuan terkait lainnya seperti paleoantropologi,”jelas Hashim.
Di tempat yang sama Direktur RSGM Prof.Soedomo, Prof. Dr. drg. Munakhir Mudjosemedi, S.U., Sp.RKG(K) bagi sebuah rumah sakit pendidikan seperti RSGM UGM ini, CT 3D merupakan alat yang sangat penting. Dengan alat tersebut dokter gigi dapat mempersiapkan dan mendiagnosis berbagai kelainan pada gigi dan mulut seperti tulang rahang yang patah, tumor, dan lainnya dengan hasil gambar yang sangat jelas dan rinci.
“Sudah lama kita mengharapkan bisa memiliki dan memanfaatkan alat ini untuk pengembangan penelitian dan pendidikan. Tentu kita berterimakasih kepada YAD yang telah memberikan bantuan alat tersebut,”ujar Munakhir, Rabu (14/12).
Munakhir menjelaskan bahwa selain di bidang kesehatan gigi dan mulut, alat ini sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan paleoantropologi, salah satu cabang Ilmu Budaya Dasar yang mempelajari dan meneliti fosil. Jika diperhatikan pada umumnya bagian tubuh manusia yang paling lama bertahan adalah kepala termasuk di dalamnya rahang dan gigi yang kemudian menjadi fosil.
“Nah dengan bantuan alat ini maka kita bisa mengetahui isi bagian dalam rahang atau gigi dengan gambar tiga dimensi,”urainya.
Dekan FKG UGM Prof. Dr. drg. Iwa Sutardjo Rus Sudarso, S.U., Sp.KGA.(K). dalam kesempatan itu juga mengakui adanya keterbatasan anggaran dan fasilitas rumah sakit pendidikan di Indonesia dengan luar negeri. Ia mencontohkan seperti fasilitas tempat tidur kasus-kasus yang terkait Dentomaksilofasial di Indonesia yang minim. Berbeda dengan di luar negeri yang jumlahnya cukup berlebih.
“Misalnya saja di Jepang atau China untuk tempat tidur terkait Dentomaksilofasial saja bisa mencapai 100 buah. Di sini paling hanya ada tiga jadi sangat jelas kesenjangannya,”kata Iwa.
Untuk itu dengan hadirnya alat CT 3D bantuan YAD tersebut akan ikut meningkatkan pelayanan di RSGM Prof.Soedomo termasuk pelayanan kepada masyarakat kurang mampu.
Sementara itu Rektor UGM Prof.Ir.Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D juga berharap agar dengan adanya CT 3D di RSGM Prof.Soedomo nantinya akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu juga akan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Banyak bantuan yang diterima oleh UGM seperti halnya yang dilakukan oleh Pak Hashim melalui YAD ini. Semoga ini bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,”tutur Sudjarwadi.
Pada acara penyerahan hibah CT 3D tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti oleh Hashim Djojohadikusumo serta pembukaan selubung penutup alat oleh Rektor UGM bertempat di ruang Radiologi RSGM Prof.Soedomo

Menegpora Sayangkan RD Mundur Pelatih Timnas

Yogyakarta - Menegpora Andi Mallarangeng menyayangkan keputusan pelatih Tim Nasional (Timnas) U-23, Rahmad Darmawan (RD) mundur dari pelatih timnas. Sebab perjuangan Timnas U-23 dalam final sepakbola di Asean Games sungguh luar biasa.

"Sangat saya sayangkan mundurnya RD dari pelatih Timnas," ungkap Andi Mallarangeng menjawab pertanyaan wartawan seusai acara "First Asean Ministerial Meeting on Sports (AMMS) di Hotel Hyatt Regency, Jl Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta, Rabu (14/12/2011).

Menurut Andi perjuangan Timnas U-23 dalam final melawan Malaysia betul-betul luar biasa. Indonesia kalah terhormat dan tetap dengan kepala tegak. Penonton atau suporter Indonesia juga bangga akan prestasi timnas.

"Saya sayangkan kalau dia mundur," kata Andi sekali lagi.

Andi mengatakan RD merupakan sosok pelatih yang bagus. Dia berhasil meramu sebuah tim menjadi tim yang tangguh. Dia dengan kewenangannya mampu memilih pemain tanpa adanya diskriminasi, tanpa melihat suku, agama atau asal klub. Yang penting adalah warga negara Indonesia (WNI).

"Saya berharap apa keputusannya sudah final atau masih bisa dibicarakan lagi," pungkas Andi.

Andi : Asean Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Yogyakarta - Negara-negara di Asean siap menjadi tuan rumah Bid FIFA World Cup 2030. Oleh karena ini, menteri-menteri olahraga se Asean mendorong untuk ikut berpartisipasi menjadi tuan rumah FIFA World Cup Bid 2030.

"Dalam pertemuan itu kita menyepakati untuk ikut berpartisipasi menjadi tuan rumah FIFA World Cup Bid 2030," ungkap Menegpora Andi Mallarangeng saat membacakan butir-butir kesepakatan "First Asean Ministerial Meeting on Sports (AMMS) di Hotel Hyatt Regency, Jl Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta, Rabu (14/12/2011).

Untuk mencapai hal tersebut lanjut Andi, menteri-menteri olahraga se Asean mendorong dan mengusulkan melalui Senior Officials Meeting on Sports (SOMS) untuk mengambil langkah-langkah konkrit.

"Kita menugaskan SOMS untuk merumuskan dan membuat blue print persiapan bidding World Cup 2030. Ini merupakan langkah jangka panjang Asean," kata Andi.

Selain itu lanjtu Andi, dalam pertemuan AMMS itu menyepakati adanya peningkatan olahraga diantaranya peningkatan sport-related governance, pembangunan infrastruktur, kesejahteraan atlit, peningkatan kapasitas para atlit dan para petugas olahraga seperti wasit dan pelatih, peningkatan peluang kerja di bidang olahraga dan pentingnya untuk lebih meningkatkan keterlibatan sektor bisnis di bidang olahraga.

"Ke depan kompetisi olahraga di Asean akan terus kita tingkatkan dengan adanya semacam liga bola voli, sepakbola, bulutangkis di Asean. Saat ini cabang bola basket sudah ada ABL (Asean Basketball League)," katanya.

Menteri Olahraga Se Asean Gelar Pertemuan di Yogyakarta

Yogyakarta - Menteroi olahraga se Asean hari ini menggelar pertemuan di Yogyakarta. Pertemuan First Asean Ministerial Meetng on Sports (AMMS) itu membahas masalah peningkatan kerjasama Asean di bidang olahraga.

Pertemuan di gelar di Hotel Hyatt Yogyakarta itu dihadiri oleh pejabat setingkat menteri/wakil menteri dari 11 negara seluruh Asean. Pertemuan ini juga dihadiri Deputi Sekretaris Jenderal Asean bidang sosial budaya dan sekretariat Asean. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka oleh Menko Kesra Agung Laksono.

"Pertemuan ini untuk memperkuat Asean dan merupakan bagian dari Asean Summit di bulan Mei 2011 di Jakarta," kata Menegpora Andi Mallarangeng kepada wartawan seusai acara di Hotel Hyatt Jl Palagan Tentara Pelajar, Sleman, , Rabu (14/12/2011).

Andi mengatakan Menegpora Indonesia dipilih sebagai ketua AMMS dengan wakil ketua dari Laos, Prof Kongsy Sengmany. Dalam pertemuan itu telah disepakati beberapa point mengenai upaya peningkatan kerjasama bidang olahraga dan public awareness Asean melalui olahraga.

"Kita menyepakati pentingnya kerjasama yang terkait bidang olahraga untuk mendukung pembangunan SDM di Asean dan perdamaian global," kata Andi didampingi Kongsy Sengmany.

Menurut Andi dalam akhir pertemuan itu AMMS sepakat tahun 2013 sebagai Tahun Industri Olahraga Asean (Asean Sports Industry Year). Selain itu untuk mendukung peran global Asean, AMMS juga menekankan pntingnya dilakukan studi dan kegiatan persiapan Asean dalam rangka menjadi tuan rumag FIFA World Cup Bid tahun 2030.

"Menteri-menteri Asean juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Indonesia atas suksesnya penyelenggaraan Asean Games ke 2 di Jakarta dan Palembang," pungkas Andi.

Selasa, 13 Desember 2011

Prof. Nurhasan : Di Balik Wajah Cantik, Hukum Modern Manipulatif

Para pengkaji hukum kritis memandang bukan hanya terjadi penyimpangan pelaksanaan hukum di Indonesia, namun substansi berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan pembentukan hukum di Indonesia terbawa arus "modernity trap", dimana hukum dibangun dari nilai sosial modern jika diinginkan menjadi pendorong bagi kemajuan. Sementara disisi yang lain hukum harus "disapih" dari nilai sosial tradisional karena dianggapnya sebagai penghambat kemajuan bangsa.
Demikian dikatakan Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Si di ruang Balai Senat, Senin (12/12) saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Mengucap pidato "Hukum Prismatik: Kebutuhan Masyarakat Majemuk Sebuah Pemikiran Awal", dosen hukum agraria program S1 dan S2 FH UGM, ini menyatakan pembentuk hukum di Indonesia sesungguhnya didasarkan pada politik penyederhanaan pemikiran di tengah-tengah keengganan dan ketidakmampuan pembentuk hukum menjabarkan keberagaman nilai sosial dan hukum yang ada di masyarakat ke dalam substansi hukum negara. Pembentuk hukum menempatkan diri sebagai aktor yang serba tahu namun dengan cara "transplantasi hukum" dari negara maju tanpa melalui uji kesesuaian.
Digambarkan hukum negara maju yang modern dipandang bagai gadis cantik dan dijadikan selingkuhan untuk mengejar kemajuan ekonomi atau demokratisasi politik. Meskipun di balik "wajah cantik" tersimpan semangat manipulatif dan ketidak-adilan yang berakibat terjadinya dampak negatif di bidang ekonomi, sosial dan politik. Sebaliknya, hukum adat dengan nilai sosialnya dipandang sebagai "nenek peyot" yang tak pantas lagi dijamah karena hanya tinggal menunggu saatnya masuk kubur kemusnahan. "Padahal di balik 'ke-peyotannya' tersimpan nilai kearifan dan keadilan yang secara historis menjamin pemerataan distribusi sumberdaya kepada masyarakat," paparnya.
Dikatakan Nurhasan jika hukum Indonesia diinginkan tidak menjadi instrumen pendorong terjadinya kemiskinan, penutupan akses bagi kelompok yang lemah, kesenjangan penguasaan sumberdaya yang tersedia, dan konflik struktural, maka perubahan politik pembangunan hukum tampaknya menjadi keniscayaan dengan mendasarkan pada kemajemukan masyarakat Indonesia. Masyarakat yang ditandai adanya kelompok-kelompok yang berbeda dengan nilai sosial yang berbeda, yaitu tradisional dan modern atau antara keduanya sebagai pedoman berperilaku. Selain itu perbedaan tingkat kemampuan dari kelompok-kelompok yang berbeda untuk beradaptasi terhadap kondisi sosial, ekonomi dan politik yang dicita-citakan bersama. Juga perbedaan orientasi kepentingan diantara kelompok-kelompok yang berbeda, yaitu antara ndividual dan kolektivitas dengan konsekuensi yang berbeda terhadap perebutan akses dan sumberdaya.
Oleh karena itu dengan mendasarkan pada realitas kemajemukan Indonesia, nurhasan berpendapat politik pembangunan hukum mestinya didasarkan pada perpaduan antara prinsip-prinsip yang bersumber dari nilai sosial modern dan tradisional atau kearifan lokal secara selektif. "Meminjam istilah dari Riggs, hukum berkarakter demikian diberi label sebagai'hukum prismatik'," ucap pria kelahiran Madura 14 Juni 1955 ini.
Dasar pemikiran pengembangan hukum prismatik ini, menurut Nurhasan merujuk pada konsep hukum responsif yang dikemukakan oleh Philippe Noner dan Philip Selznick serta konsep hukum substantif dan hukum reflektif sebagaimana yang dikemukakan oleh Gunther Teubner, yang menilai perkembangan hukum tidaklah bersifat linier dari yang tradisional-represif kearah yang modern-otonom. Sebab hukum modern yang otonom tetap memberi tempat kepada nilai kearifan dan toleransi dari hukum tradisional agar hukum tetap berfungsi secara efektif mewujudkan keadilan bagi semua kelompok. "penggunaan nilai kearifan dan toleransi itulah yang kemudian dikonsepkan dengan hukum responsif atau hukum substantif dan hukum reflektif," tuturnya.

Berkat Limbah Ikan

Limbah ikan selama ini hanya berakhir di tempat sampah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Namun ditangan sejumlah mahasiswa Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM ini, limbah ikan yang terlihat tidak bermanfaat ini disulap menjadi sebuah produk yang berdaya dan bernilai guna.
Mereka adalah Cahya Adi, Dimas Yuniardi, Hario Premono, Meezan Ardhanu,dan Vikky Putri Purdiantari. Kelimanya mengolah limbah ikan menjadi pakan ternak unggas yang kaya akan protein. Produk berlabel C&D (Chicken and Duck) Cereals ini pula yang menghantarkan mereka meraih juara dalam ajang Management E(x)posed National Business Plan Competition 2011.
Kompetisi berlangsung 27-28 November 2001 di Jakarta. Pada lomba ini tim UGM keluar menjadi juara I mengalahkan 9 finalis lainnya di babak final. Dalam tahapan seleksi sebelumnya tim UGM ini harus bersaing dengan sekitar 98 tim lainnya dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
“Produk ini menurut juri merupakan inovasi yang sangat besar terhadap industri pakan ternak dunia karena memanfaatkan limbah ikan laut sebagai pakan unggas. Selama ini kan pakan unggas hanya dari jagung maupun bekatul ,” papar Hario Permono, Selasa (13/12) di Kampus UGM.
Hario menyebutkan produk C&D Cereals ini berbeda dengan produk pakan unggas pada umumnya. Produk ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sekitar 16-34 persen. Sementara produk lainnya biasanya hanya berbahan dasar jagung maupun bekatul yang hanya mengandung karbohidrat saja.
Untuk membuat C&D Cereals, limbah ikan diolah dengan proses pengasaman terlebih dahulu. Limbah ikan yang diperoleh dari pantai Gunung Kidul tersebut kemudian difermentasi secara kimiawi selama kurang lebih delapan hari setelah sebelumnya diberikan penambahan media untuk pertumbuhan bakteri/molase sebanyak 3-4 persen dan bakteri asam laktat. Hasil fermentasi berupa silase, kemudian dicampur dengan bahan tambahan lainnya seperti bekatul . Hasil campuran kedua bahan itu diolah menjadi tepung yang siap untuk dijadikan sebagai pakan unggas.
“Untuk komposisi bahan silase berbanding bahan tambahan adalah 1:2,” jelasnya.
Hario mengungkapkan dari 10 kilogram limbah ikan yang telah diberikan penambahan molase akan didapat sekitar 3 ons atau 3 persen dari total bahan. “ Biasanya dari 10 kilogram setelah difermentasi akan didapat sekitar 3 ons silase,” kata Hario
Menurutnya, selain kaya akan protein produk ini juga bersifat murah. Satu kilo gramnya dijual dengan harga Rp. 5.500,-. Sementara pakan unggas lainnya dibanderol dengan kisaran harga antara 7-8 ribu rupiah per kilogramnya.
Sementara Cahya Adi menambahkan, pakan unggas olahan mereka dibuat dalam tiga varian. Starter untuk unggas yang masih kecil. Grower untuk unggas yang dalam masa pertumbuhan. Serta Finisher untuk unggas dewasa/indukan. “ Masing-masing varian memang berbeda. Perbedaannya pada kandungan silasenya. Semisal untuk yang starter silasenya lebih banyak dianding grower , begitu juga grower silasenya lebih banyak dibanding finisher,” urai Cahya Adi.
Cahya Adi menjelaskan produk ini sangatlah mudah untuk dikembangkan. Meskipun demikian untuk sementara pakan unggas ini memang belum dijual secara massal. Saat ini mereka tengah berkonsentrasi melakukan uji produk ke unggas untuk mengetahui efektivitas pakan terhadap pertumbuhan unggas.

BBPOM DIY Masih Temukan Jajanan Sekolah Yang Mengandung Bahan Kimia

Yogyakarta - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menemukan berbagai makanan jajanan di sekolah yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.

Sekitar 10 persen aneka jajanan makanan yang dijajakan yang diteliti BBPOM DIY masih mengandung bahan kimia berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi.

Dari hasil uji laboratorium keliling yang dilakukan BBPOM DIY terdapat beberapa sampel makanan yang tidak memenuhi syarat. Beberapa makanan diantaranya mengandung bahan pewarna Rodhamin B, Methanil Yellow, Boraks dan Formalin.

"Ada yang mengandung Rodhamin B pada 4 persen sampel, Methanil Yellow pada 1 persen sampel, Boraks pada 4 persen sampel dan formalin pada 1 persen sampel," ungkap Plh. Kepala BBPOM DIY, Dra Harti Astuti di kantor Jl Tompeyan, Yogyakarta, Selasa (13/12/2011).

Harti mengatakan uji sampel dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling dengan meneliti sebanyak 556 sampel atau 90 persen diantaranya memenuhi syarat. Sekitar 10 persen jajanan yang beredar di sekolah tidak memenuhi syarat. Prosentase diperoleh dari 620 sampel yang diambil dari 128 Sekolah Dasar (SD) di Provinsi DIY.

"Yang tidak memenuhi syarat sekitar 10 persen atau 64 sampel," katanya.

Dia mengatakan bila ada manusia yang mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya dalam waktu tertentu bisa membahayakan kesehatan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai gangguan organ dan penyakit seperti jantung, kanker dan lain-lain.

Menurut dia, BBPOM DIY terus melakukan pengawasa intensif terhadap berbagai makanan yang dijajakan di sekolah-sekolah. Hasilnya dari tahun ke tahun ada kecenderungan positif atau menurun.

"Kami terus melakukan pembinaan kepada semua pihak untuk menjualn produk makanan yang sehat. Kita tidak langsung menindak tapi melakukan pembinaan sehingga muncul kesadaran," katanya.

Harti menambahkan menjelang Natal dan tahun baru ini, pihaknya juga telah melakukan pengawasan di berbagai tempat yang menjual berbagai produk. dari hasil pemeriksaan di 56 tempat, sebanyak 37 sarana telah memenuhi syarat dan sebanyak 19 sarana tidak memenuhi syarat.

Dari 19 sarana itu lanjut dia, ditemukan 52 item atau 473 kemasan yang tidak memenuhi syarat. Sebanyak 473 kemasan itu diantaranya kemasan pangan dalam keadaan rusak 10 item (19 kemasan), pangan kadaluwarsa sebanyak 22 item (208 kemasan).

Selanjutnya pangan tanpa izin edar (TIE) satu item atau sebanyak 21 kemasan. Pangan tidak memenuhi ketentuan label 1 item (1 kemasan). Selain itu ditemukan pula obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat 1 item (4 kemasan). Produk kosmetik 14 item (127 kemasan dan obat daftar G dan obat tanpa izin edar sebanyak 3 item atau 92 kemasan.

"Semua yang kita temukan ini akan dimusnahkan," pungkas Harti Astuti.

Mau Minta Maaf, George Gagal Temui Sultan

Yogyakarta - George Junus Aditjondro gagal menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pengamat sekaligus penulis buku "Gurita Cikeas" itu hendak meminta maaf secara langsung atas ucapan beberapa waktu lalu yang dianggap menghina dan melecehkan kraton dan warga Yogyakarta.

George bersama dua orang rekannya hari ini mendatangi kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Selasa (13/12/2011). Namun kedatangan yang kedua kali ini juga gagal bertemu karena Sultan tidak berada di kantor.

"Saya ke sini untuk bertemu dengan Sultan dan meminta maaf karena peristiwa beberapa waktu yang lalu," kata George menjawab pertanyaan wartawan.

George mengaku saat ini rumah kontrakan di Dusun Deresan Catur Tunggal Depok Sleman itu juga belum ditempati kembali. Sebab warga masyarakat keberatan dan tidak bersedia menerima.

"Belum saya tempat, sebelum saya minta maaf kepada Sultan. Sebab masyarakat menuntut demikian karena itu kami lakukan dengan datang ke kantor gubernur," katanya.

George berharap Sultan bersedia menemui dan menerima permintaan maafnya. meski belum mengetahui kapan dirinya akan bertemu dengan Sultan. Sebab dirinya sama sekali tidak ada niatan merendahkan rakyat Yogyakarta dan Sultan.

"Saya ke sini sudah kali untuk menanyakan kembali kapan bisa bertemu. Bagi saya ketemu Sultan sebagai wakil tertinggi di Yogyakarta, itu jauh lebih berharga. Kalau pakai iklan, saya tidak punya uang. Uang saya sudah dipakai untuk pindah rumah," kata George.

Dua PTN Anugerahi Sultan HB X Doktor Honoris Causa

Yogyakarta - Dua perguruan tinggi negeri (PTN) di Yogyakarta yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Seni Indonesia (ISI) akan menganugerahi raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X doktor Honoris Causa (HC).

Di UGM, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X akan menerima penghargaan doktor (HC) bidang kemanusiaan. Sedangkan di ISI akan menerima penghargaan bidang seni pertunjukan. Selain itu, UGM juga akan memberikan anugerah HB IX Award kepada budayawan Gunawan Mohammad.

"UGM memberikan gelar doktor HC kepada Sultan HB X ini didasarkan atas berbagai pertimbangan akademik," kata Kepala Humas dan Protokol (HMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Suryo Baskoro kepada wartawan di kampus, Bulaksumur, Selasa (13/12/2011).

Suryo mengatakan ada beberapa pertimbangan Sultan menerima gelar tersebut. Pertama, penilaian ketokohan Sri Sultan HB X yang memiliki wawasan kebudayaan yang bermanfaat bagi kemanusiaan, pembangunan berkelanjutan dan kebangsaan Indonesia. Kedua, kepemimpinan HB X yang telah mampu menjembatani berbagai kelompok yang berpotensi dalam situasi kritis. Ketiga, praktek pengelolaan komunitas yang memberi ruang pada kelompok yang terpinggirkan.

"Sultan juga dianggap mampu merajut ke-Indonesiaa di Yogyakarta melalui kebudayaan," katanya.

Selain itu lanjut Suryo, Sultan juga dinilai berhasil dalam pengelolaan lingkungan berbasis budaya, dan menginisiasi restorasi Indonesia dalam berbagai bidang yang berbasis kebudayaan serta pengembangan pendidikan di Yogyakarta.

Sementara itu Sekretaris Eksekutif UGM, Djoko Murdiyanto menambahkan penghargaan ini diberikan sebagai bentuk kehormatan akademik atas kiprah Sultan HB X dalam memberikan kontribusi bagi persoalan kemanusiaan terutama saat menghadapi bencana gempa bumi 2005 dan erupsi gunung Merapi.

"Anugerah ini akan dilakukan pada puncak dies natalis UGM ke-62, tanggal 19 Desember mendatang. Sultan sendiri merupakan penerima gelar ke-21 setelah sebelumnya di tahun 2008, UGM menganugerahkan gelar yang sama bagi seniman W.S Rendra," kata Djoko.

Untuk Hamengku Buwono (HB) IX Award kanjut Djoko akan diberikan kepada jurnalis sekaligus penulis senior Gunawan Muhammad. HB IX Award merupakan outstanding achievement bidang kebudayaan yang telah dianugerahkan sebanyak 22 kali.

"Tahun ini tokoh jurnalis Gunawan Muhammad dianggap layak menerima karena capaian beliau yang luar biasa baik dari segi ketokohan dan karyanya. Di bidang kebudayaan, integritasnya juga tidak diragukan. Termasuk kiprahnya sebagai seorang jurnalis independen," pungkas Djoko.

Kamis, 08 Desember 2011

Sukmawati Tak Maafkan Soeharto

Yogyakarta - Putri proklamator Bung Karno, Sukmawati mengatakan dirinya tidak akan memaafkan Suharto karena melakukan melakukan pelanggaran HAM pasca peristiwa 1965.

Sukmawati juga meyakini ayahnya, Soekarno telah dikudeta oleh Pangkostrad Mayjen Suharto bersama militer lainnya dengan Surat Perintah 11 Maret 1966.

"Bagi saya, tidak maaf pada Suharto," ungkap Sukmawati dalam acara bedah buku "Creeping Coup d'Etat Mayjen Suharto" di Toko Buku Gramedia Amplaz Jl Laksda Adisucipto Yogyakarta, Kamis (8/12/2011) sore.

Menurut dia, Mayjen Suharto yang saat itu menjadi Pangkostrad dan TNI AD lainnya telah melakukan pelanggaran HAM yaitu dengan penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang PKI. Orang-orang dekat Soekarno termasuk 1 menteri anggota Kabinet Dwikora juga ditangkap.

"Ada banyak yang ditangkap tanpa ada peradilan atau proses hukum," katanya.

Sukma mengatakan dirinya juga setuju dengan istilah Creeping Coup d'Etat atau kudeta merangkak atau perlahan-lahan seperti yang diungkapkan dan dianalisa para pakar politik asing seperti Ben Anderson melalui tulisan-tulisan di Cornell Paper.

Menurutnya kudeta tahun 1965 termasuk kudeta yang lambat. Meski target utama adalah presiden namun yang terjadi pada awalnya justru pada petinggi militer/jenderal, parpol pendukung. Selanjutnya para menteri-menteri atau pengikut Soekarno termasuk pimpinan PNI waktu itu juga dihabisi.

"Presiden adalah target terakhir seperti yang dialami Bung Karno. Ini bukan kudeta PKI meski ada oknum pimpinan PKI yang salah. Ini kudeta militer karena yang melaksanakan semua di lapangan adalah militer," katanya.

Sukma mengaku tidak ada hubungan kedekatan antara Bung Karno dengan Pangkostrad Mayjen Soeharto menjelang peristiwa 1965. Bung Karno hanya dekat Suharto waktu perjuangan Trikora membebaskan Irian Jaya tahun 1961. Ayahnya justru lebih dekat dengan Menpangad Jenderal Ahmad Yani yang waktu itu melaksanakan konfrontasi dengan Malaysia.

Menurut dia, saat Bung Karno mengeluarkan Supersemar juga ada tekanan dari 3 orang jenderal yang mendatanginya di Istana Bogor. Setelah keluar surat tersebut, Bung Karno akhirnya mengetahui kalau hal-hal yang tersebut dalam surat itu tidak dilaksanakan sebaik-baiknya oleh Suharto, bahkan bertindak semena-mena.

Buku Creeping Coup d'Etat Mayjen Suharto setebal 160 halaman yang diterbitkan oleh Media Pressindo dengan penyunting Eddi Elison dan Khoirotul Laila. Buku ini merupakan catatan Sukmawati setelah Bung Karno diturunkan dari jabatan presiden hingga Bung Karno wafat. Bagi Sukma, Bung Karno bukan hanya ayah biologis saja tetapi juga ayah ideologis sekaligus mahaguru politik.

Senin, 05 Desember 2011

Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM Demo Tuntutan Dibuka Kembali Program A;ih Jalur

Yogyakarta - Ratusan mahasiswa program Diploma (D) III, Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sekolah Vokasi (Forkomsi) hari ini menggelar aksi demo. Mereka menuntut dibukanya kembali program alih jalur/ekstensi ke jenjang sarjana.

Aksi hari ini Senin (5/12/2011) dilakukan di Balairung Gedung Pusat UGM di Bulaksumur, Yogyakarta. Dalam aksi itu mahasiswa gabungan program D3 dari berbagai fakultas itu menuntut Rektor UGM agar membuka kembali program alih jalur.

Namun massa tidak bisa menemui Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, MSc. PhD karena sudah dihadang anggota Satuan Keamanan Kampus (SKK). Massa akhirnya menggelar orasi dan menduduki di Balairung UGM hingga tuntutan dipenuhi. Di sela-sela aksi mereka juga menggelar aksi teatrikal.

Mereka pun kemudian menempelkan berbagai poster tuntutannya di sekitar tembok, tiang dan tangga Balairung. Beberapa diantaranya bertuliskan "Jangan batasi study kami, jangan anaktirikan program diploma".

Icha salah koordinator aksi kepada wartawan mengungkapkan ada sekitar 7 ribu mahasiswa sekolah vokasi yang menunggu kepastian agar dapat melanjutkan ke jenjang strata satu. Oleh karena itu pihaknya menuntut program ekstensi atau alih jalur dibuka lagi.

Menurutnya sejak pengalihan pengelolaan program Diploma III menjadi sekolah vokasi selama 3 tahun ini tidak maksimal. Banyak mahasiswa program DIII yang dirugikan karena tidak bisa melanjutkan studi S1 setelah ditutupnya program ekstensi/swadaya.

"Hari ini kami menagih janji pada Rektor UGM setelah pertemuan tanggal 23 November tidak ada kepastian. Kami juga minta hak yang sama dengan yang lain," katanya.

Perlu diketahui beberapa fakultas yang dulu punya program DIII di antaranya Fakultas Teknik, Ekonomi, Ilmu Budaya, Hukum, MIPA, Kehutanan, Fisip dll.

Ancaman Banjir Lahar Masih Dominan Arah Magelang

Yogyakarta - Jumlah material vulkanik erupsi Merapi tahun 2010 lebih banyak berada di lereng selatan yakni di Kabupaten Sleman dan Klaten. Namun ancaman banjir lahar hujan lebih banyak mengancam warga yang berada di lereng barat yakni Kabupaten Magelang.

Di lereng barat lebih banyak material lepas yang berasal dari erupsi 2010," ungkap Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandrio saat diskusi mitigasi bencana yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta di benteng Vredeburg, Jl Ahmad Yani, Senin (5/12/2011) sore.

Selain itu lanjut Subandrio, areal yang terpapar di kawasan lereng barat juga lebih besar dan lebih luas dibandingkan dengan lereng selatan. Hampir semua sungai di lereng barat seperti Sungai Senowo, Putih, Sat yang berhulu di Merapi masih dipenuhi material Merapi hingga jutaan meter kubik.

"Jadi saat ini masih dominan ke barat," katanya.

Menurut dia saat terjadi banjir lahar, aliran air juga menghanyutkan banyak boulder atau batuan besar yang mempunya daya rusak yang tinggi. Untuk mengantisipasi ancaman tersebut juga tidak mudah, sebab sudah banyak sungai-sungai yang mengalami perubahan karena banyak menjadi pemukiman.

"Banyak sungai yang sudah lama tidak teraliri dan sudah banyak menjadi tempat pemukiman sehingga perlu kesadaran dari warga sendiri," katanya.

Subandrio menambahkan pihaknya tidak bisa memprediksikan secara tepat kapan Merapi akan erupsi kembali. Dari hasil kajian tim di BPPTK, bukaan kawah saat ini sudah mengarah ke selatan. Dengan demikian arah letusan mendatang akan selalu dikontrol oleh arah bukaan kawah yang ada sebelumnya.

"Kalau sebelumnya erupsi lebih banyak ke arah barat daya, tapi setelah erupsi 2006 dan 2010 lebih condong ke selatan," katanya.

Menurutnya erupsi 2010 juga termasuk erupsi terbesar dalam abad ini. Erupsi 2010 juga sudah masuk dalam kategori index 4 yang ditandai dengan tinggi asap vulkanik hingga mencapai ketinggian lebih dari 10 km. "Jarak luncuran awan panas juga lebih besar dari yang diperkirakan dari 12 km ternyata mencapai 15 km," pungkas dia.

Sabtu, 03 Desember 2011

UGM Masuk Tim Investigasi Runtuhnya Jembatan Kukar

Universitas Gadjah Mada bersama ITB dan ITB ditunjuk sebagai tim independen untuk bergabung dengan tim profesional guna melakukan investigasi penyebab keruntuhan jembatan kutai kertanegara (kukar). Rencananya, tim tersebut bekerja selama 30 hari ke depan untuk mengumpulkan fakta dan data mengenai penyebab terjadinya keruntuhan serta hasilkan rekomendasi untuk mengantisipasi kejadian serupa pada jembatan panjang yang ada di Indonesia.
“Pertemuan DPR dan pemerintah tadi malam, akan dibentuk tim independen dari kalangan universitas dan profesional. Ada 3 Perguruan Tinggi terlibat, UGM, ITB dan ITS dan tidak menutup kemungkinan ada penambahan tim independen dari perguruan tinggi lain,” kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus staf ahli menteri PU, Prof. Dr. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., kepada wartawan dalam memberikan keterangan hasil tim investigasi UGM tentang penyebab keruntuhan jembatan kutai kertanegara di kampus UGM, Kamis, Jumat (2/12). Ikut serta mendampingi dari tim teknis UGM Prof. Ir. Bambang Suhendro,M.Sc., Ph.D.,Ir. Hencricus Priyo Sulistyo, M.Sc., Ph.D., dan Dr. Ir Andreas Triwiyono, Dr. Adhy Kurniawan, ST., dan Ir. M. Nur Ilham, M.T
Danang mengatakan sehari setelah jembatan runtuh, UGM telah mengirim tiga orang yang untuk meninjau langsung kondisi jembatan setelah runtuh. Tiga orang yang dikirim tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Danang Parikesit, Dr. Adhy Kurniawan, ST., dan Ir. M. Nur Ilham, M.T. Menurut Danang hasil investigasi lapangan tersebut kemudian dianalisis secara ilmiah untuk hasilkan rekomendasi kepada kementerian PU untuk mengambil langkah lebih lanjut.

Nur Irham menyampaikan dari hasil di lapangan muncul banyak rumor yangmuncul di masyarakat diantaranya sebelum runtuh jembatan ditabrak oleh kapal tongkang, selain itu dikatakana bahwa jembatan tidak mampu menahan beban yang melebih kapasitas. “Saya memotret fakta di lapangan. Yang jelas dari yang ada, kabel utama yag diimpor dari Kanada tidak apa-apa, Kabel penggantung dari Aaustria tidak apa. Namun pada baut dan mur mengalamau gagal geser dan pada mur baut pada sambungan tersebut terdapat besi tua hasil produksi lokal yang sudah menghitam dan retak,” katanya.
Ketua Tim investigasi UGM Prof. Ir. Bambang Suhendro,M.Sc., Ph.D., mengatakan keruntuhan ada indikasi seiring berjalannya waktu, kekuatan, kekakuan, stabilitas, dan serviceability mengalami degradasi sehingga tak memenuhi syarat lagi. Menjelang keruntuhan, komponen kabel utama, hanger, rangka/truss jembatan, pylon, fondasi, dan angkur blok teramati masih berfungsi baik. "Satu-satunya komponen vital yang diduga kuat mengawali atau memicu terjadinya keruntuhan adalah sistem sambungan antara kabel utama dengan hanger (kabel penggantung)," tandas Bambang.
Fakta juga menunjukkan, klem masih utuh, namun baut dan mur mengalami gagal geser. "Fenomena kegagalan geser merupakan fenomena kegagalan material yang bersifat getas atau brittle sehingga terjadinya secara tiba-tiba tanpa diawali dengan gejala misalnya lendutan atau deformasi yang membesar terlebih dulu," jelasnya.
Meski diakui masih perlu ditindaklanjuti pembuktiannya, tim teknis UGM memiliki hipotesis, mengapa sistem baut dan mur sambungan mengalami kegagalan geser. "Perlu diingat, ada dua atau tiga saja sistem sambungan dari seluruh sambungan yang ada mengalami kelelahan bahan maka efek domino keruntuhan akan terjadi," tandas Bambang.
Tim investigasi UGM menyarankan, sebaiknya reruntuhan jembatan gantung Kukar dimuseumkan sebagai bahan pembelajaran. Akan lebih baik kalau membangun jembatan baru. Tapi lebih ideal jika membangun jembatan dengan model 'cable stayed', seperti jembatan Suramadu, ketimbang model jembatan gantung seperti jembatan yang runtuh.

Menjaga Kesehatan Mental di Sekolah Dengan Pendekatan Komprehensif

Setiap anak memiliki hak untuk bermain dan berekreasi. Ia berhak pula untuk mendapatkan pendidikan dasar guna mengembangkan potensi serta mendapatkan standar hidup yang layak. Sementara itu untuk menjaga kesehatan mental, ia berhak memperoleh kasih sayang, cinta dan pengertian.
Menurut Prof. dr. Sunartini Hapsari, Ph.D., Sp. A(K) untuk mewujudkan itu sejak dalam kandungan ia berhak mendapatkan suplai gizi & perawatan kesehatan yang memadai dan memperoleh pendidikan secara bebas. Selain itu seorang anak berhak pula untuk mendapat kesempatan penuh untuk bermain dan rekreasi. "Sayang dalam kenyataan, mereka justru terkadang harus mengerjakan Pekerjaan Rumah yang menumpuk untuk tugas sekolah. Hal-hal semacam inilah yang membatasi anak untuk bermain," katanya di Fakultas Psikologi UGM.
Berbicara dalam Lokakarya "Kesehatan Mental di Sekolah: Pendekatan Komprehensif", Sunartini menjelaskan berbagai hak anak ini idealnya dapat dipenuhi. Pemenuhan hak anak atas pendidikan, kesempatan tumbuh kembang, kesempatan berkreasi dan berperan serta dalam kehidupan sehari-hari.
Iapun berharap anak-anak diberi kesempatan berpendapat dan berprestasi melalui berbagai akses tanpa diskriminasi, tanpa paksaan dan kekerasan. "Semua diharapkan sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku. Ini merupakan upaya bagi pemberdayaan anak yang sehat," jelasnya.
Membahas materi mengenai kontribusi aspek neuropsikologi dalam membangun kesehatan mental siswa, Sunartini mengungkapkan tak sedikit anak dirujuk oleh dokter, psikologi sekolah atau profesional lain karena satu atau dua permasalahan. Entah kesulitan dalam belajar, perhatian dan perilaku. Atau karena kesulitan sosialisasi atau kontrol emosional, serta penyakit atau permasalahan terkait perkembangan bawaan yang mempengaruhi otak. "Namun terkadang ditemui pula karena cedera otak karena kecelakaan, trauma lahir, hingga tekanan fisik lain," ungkap spesialis neurodevelopmental FK UGM.
Untuk itu, kata dia, dibutuhkan kontribusi aspek neuropsikologi berupa evaluasi neuropsikologis. Evaluasi neurologipsikologis ini membantu pemahaman akan fungsi otak anak dalam beberapa area seperti memori, perhatian, persepsi, koordinasi dan personalitas lebih baik.
Pembicara lain, dr. Carla Raymondalexas Marchira, Sp.Kj menyayangkan keterbatasan pertemuan antara anak dan orang tua saat ini. Karena kesibukan tak jarang anak-anak "dititipkan" di sekolah atau bersekolah sampai sore. "Waktu bertemu pun terbatas, jika ada waktu biasanya orangtua sudah merasa lelah sehingga kualitas pertemuan antara orangtua dan anak sangat kurang," katanya.
Belum lagi berkembangnya era teknologi terutama internet. Anak-anak lebih senang menghabiskan waktu di depan komputer, karena merasa apa yang mereka butuhkan sudah terpenuhi. "Mencari hiburan dengan bermain game on-line, mencari data untuk tugas sekolah. Apapun dengan sekali "klik" sudah mendapatkan jawaban dalam sepersekian detik. Namun jika orangtua tidak berhati-hati bisa-bisa mereka membuka laman pornografi, hal ini tentu tidak diharapkan namun sangat mudah dilakukan," katanya lagi.
Mengupas materi mengenai siswa yang berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, Carla yang seorang psikiater FK UGM/ RSUP Dr. Sardjito miris dengan kehidupan kota saat ini. Meski belum ada penelitian yang jelas benar, namun secara empiris kehidupan kota besar lebih di warnai dengan interaksi sosial yang bersifat individualistis dan konsumtif. Sebaliknya di kota kecil lebih bersifat kekeluargaan.
Baginya kehidupan modern memerlukan sifat yang bijak dalam menyaring segala informasi yang mengalir tanpa bisa dibendung. Berbagai kemudahan memperoleh informasi lewat internet harus disikapi dengan hati-hati. "Apalagi untuk mereka yang masih sekolah, masa-masa sekolah adalah masa dimana anak-anak dan remaja memiliki rasa ingin tahu sangat besar," paparnya.

Kamis, 01 Desember 2011

Asyik Mahasiswa UGM Dapat Bea Siswa Dari BUMN

Sebanyak 277 mahasiswa UGM menerima beasiswa BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan. Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Direktur Keuangan PT. Angkasa pura II, Dr. Laurensius Manurung sebagai perwakilan BUMN Peduli kepada mahasiswa dan disaksikan secara langsung oleh Direktur Kemahasiswaan UGM, Drs. Haryanto, M.Si., Kamis (1/12) di Ruang Sidang 1 Kantor Pusat UGM.
Dalam penyerahan beasiswa BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan kali ini disalurkan beasiswa sebesar Rp. 1.098.515.520,- untuk 227 mahasiswa. Sebelumnya pada tahap I (9/10), telah diberikan beasiswa sebanyak Rp. 1.499.057.280,- untuk 378 mahasiswa. “ Untuk UGM sendiri, BUMN Peduli mengalokasikan dana sebesar Rp. 6 Milyar untuk 4 tahun. Sampai saat ini beasiswa telah disalurkan dalam dua tahap sebesar Rp. 2.597.572.800,-,” papar Laurensius Manurung.
Laurensius menyebutkan BUMN Peduli mengalokasikan dana sebesar 85 Milyar untuk program BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan. Pemberian beasiswa merupakan program nasional yang implementasinya berdasar pada MoU antara Menteri BUMN dan 27 Rektor Perguruan Tinggi Negeri serta POKJA BUMN Peduli Beaisswa Pendidikan dan pelatihan pada tahun 2009.
“Beasiswa BUMN Peduli merupakan wujud komitmen BUMN dalam membantu menjamin kelangsungan pendidikan di perguruan tinggi bagi mahasiswa yang berprestasi tetapi tidak mampu secara ekonomi,” jelasnya.
Laurensius berharap bantuan beasiswa pendidikan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa sehingga memperlancar proses studi. “ Kami berharap bantuan ini bisa benar-benar dimanfaatkan dnegan sebaik mungkin sehingga mahasiswa menjadi lebih fokus dalam studinya tanpa harus terbebani persoalan biaya hidup dan biaya kuliah. Dengan begitu harapannya juga bisa memberikan manfaat yang besar tak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi perguran tinggi, serta kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Drs. Haryanto, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada BUMN Peduli yang telah memberikan bantuan dana beasiswa bagi mahasiswa UGM. Haryanto berharap dengan adanya bantuan tersebut bisa membantu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.
Selain menerima beasiswa BUMN Peduili Beasiswa Pendidikan, lanjutnya, hingga saat ini UGM telah mengelola sekitar 60 macam beaisswa yang berasal dari 50 sumber beasiswa. Adapun total beaiswa yang dikelola sebesar Rp. 30 Milyar yang diberikan untuk 9 ribu mahasiswa setiap tahunnya.
Dalam kesempatan tersebut Haryanto juga berpesan kepada mahasiswa penerima beaiswa untuk lebih bisa berprestasi. “ Bagi para penerima beasiswa saya harap bisa lebih berprestasi karena pendidikan adalah sebuah investasi untuk masa depan,” terangnya

Guru Besar Fakultas Hukum, Prof. Sudikno Berpulang

Keluarga besar UGM dan dunia hukum Indonesia kehilangan salah satu begawannya dengan berpulangnya Prof. Dr. RM Sudikno Mertokusumo SH ke hadirat Allah Swt. Kepergian guru besar emeritus Universitas Gadjah Mada itu diantar ratusan pelayat. Almarhum wafat dalam usia 86 tahun pada Kamis (1/12) pukul 04.15 di RS Panti Rapih karena sakit.
Sebelum dimakamkan di pemakaman Sawitsari, jenazah disemayamkan di Balairung guna mendapat penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM. Perwakilan keluarga Prof. Dr. Nindya Pramono, S.H., M.S menuturkan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum dan mengharap doa agar almarhum diterima di sisiNya. Dia mengatakan keluarga besar FH UGM merasa kehilangan salah satu tokoh senior dan panutan dalam disiplin, keteladanan, sopan santun dan budi pekerti. “Semoga beliau menjadi teladan bagi kita semua yang masih muda,” katanya.
Almarhum lahir di Surabaya, 7 Desember 1924 menjabat sebagai guru besar pada tahun 1984-1989 dan menjadi guru besar emeritus pada tahun 1995 hingga akhir hayat. Peraih penghargaan Satya Lencana tahun 1967, ini pernah menjabat sebagai Ketua PN Jogjakarta tahun 1958, Ketua PN Bandung tahun 1970 dan hingga akhir hayatnya masih aktif mengajar di FH UGM maupun di FH Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Wakil Dekan FH UGM bidang akademik, Dr. Sigit Riyanto, S.H., LLM menuturkan almarhum merupakan ahli hukum yang paripurna baik sebagai akademisi, serta berpengalam sebagai hakim dan praktisi di bidang hukum. “Beliau merupakan ketua tim hukum Keraton Jogjakarta hingga akhir hayatnya dan sangat penting dalam mengawal keraton dari segi hukum,” ujarnya.
Selain itu, almarhum Prof. Sudikno memberi sumbangan sangat besar dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah buku bahan ajar yang jadi rujukan mahasiswa di seluruh Fakultas Hukum se-Indonesia. Beberapa buku yang diterbitkan di antaranya adalah Mengenal Hukum (sebuah pengantar) terbitan 1986. “Buku beliau sudah lebih dari 30 tahun dan masih dipakai hingga kini terutama yang berkaitan dengan teori hukum dan perdata,” tuturnya.
Sigit Riyanto sendiri sendiri pernah diajar oleh almarhum ketika pertama kali menjadi mahasiswa. Dalam interaksinya, dia menilai sosok Prof. Sudikno adalah figur yang santun, bijak tetapi juga cerdas. Sosoknya juga memberi teladan bagi mahasiswa dan kolega untuk menjadi akademisi sekaligus mahluk sosial di masyarakat. “Beliau mengajarkan hal-hal fundamental dalam memahami ilmu hukum sehingga jadi bekal yang bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi, Perencanaan, Pengembangan, dan SDM, Ir. Adam Pamudji Rahardjo, M.Sc., Ph.D mengatakan seluruh sivitas akademika berbela sungkawa dengan kepergian Prof. Sudikno. Almarhum merupakan sosok yang sarat prestasi dan dedikasi serta aktif mengembangkan pemikiran dan tenaganya untuk dunia hukum. “Hal yang perlu dicontoh adalah semangat beliau dalam menyebarkan ilmu pengetahuannya sangat tinggi. Semoga sumbangsih beliau jadi contoh bagi generasi berikutnya,” tuturnya.

Dianggap Lecehkan Keraton Yogya, George Junus Aditjondro Dilaporkan ke Polisi

George Junus Aditjondro dilaporkan ke Polda DI Yogyakarta oleh Forum Masyarakat Yogyakarta (FMY). George dinilai melecehkan masyarakat dan Keraton Yogyakarta.

Ucapan George yang dinilai melecehkan saat dia tampil sebagai pembicara dalam diskusi publik bertema "Membedah Status Sultan Ground/Pakualaman Ground Dalam Keistimewaan Yogyakarta" di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada hari Rabu 30 November 2011.

Dalam acara itu George mengatakan "Keraton Yogyakarta jangan disamakan dengan Kerajaan Inggris, Keraton Yogya hanya sekedar keraton, Keraton itu ya kera di tonton".

Ucapan tersebut yang dipersoalkan anggota FMY. Empat anggota FMY pun melapor ke Polda DIY di Jl Ringroad Utara Sleman hari ini Kamis (1/12/2011).

Keempat orang tersebut adalah Sugeng Santosa, Jimmy Petrus, Ki Demang Wangsafyudin, dan Tagor Prakosa. Mereka juga didampingi oleh dua pengacara Siswantono Ariwibowo dan Wisnu Sabdono Putra. Selain itu puluhan anggota FMY yang sebagian besar mengenakan pakaian adat Jawa itu juga mendampingi saat melapor ke polisi.

"Ucapan George sangat tidak pantas diucapkan di depan publik. Kami merasa ucapan itu merupakan sebuah penghinaan," kata Ki Demang di saat melaporkan kasus itu di Mapolda DIY.

Menurutnya, George telah menyamakan institusi kebudayaan Keraton Yogyakarta laiknya binatang kera yang asyik sebagai obyek tontonan. Ucapan tersebut dinilai menghina dan melecehkan institusi kebudayaan Keraton Yogyakarta.

Menurutnya dia tidak paham bahwa institusi keraton Yogya yang berdiri sejak tahun 1755 itu sangat dihormati masyarakat Yogya. George dianggap tidak punya rasa terima kasih karena telah sekian lama berdomisili dan bekerja di Yogyakarta dengan segala fasilitas publiknya.

"Kami meminta dia mempertanggungjawabkan ucapannya dan meminta maaf kepada warga Yogyakarta," tegas Ki Demang.

Laporan diterima diterima AKP Riyanto dengan No 978/XII/2011/DIY/Direskrim. 4 Pelapor sudah diperiksa selama 3 jam sejak pukul 11.00 WIB. Mereka diperiksa mengenai kronologi kasus.