Jumat, 13 Januari 2012

Ormas Islam Yogya Tuntut Bubarkan Pengajian Tahunan Ahmadiyah

Yogyakarta - Sekitar seratusan massa gabungan berbagai Ormas Islam di Yogyakarta menggelar aksi demo menuntut pembubaran pengajian tahunan Ahmadiyah.

Gabungan massa dari Gerakan Pemuda Kabah (GPK), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Front Jihad Islam (FJI) dll itu mendatangi tempat diselenggarakan acara pengajian tahunan yang digelar Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) Lahore di Kompleks PIRI (Perguruan Islam Republik Indonesia) di Baciro, Gondokusuman Yogyakarta. Rencana pengajian tahunan itu akan digelar hari ini, Jumat (13/1/2012) hingga Sabtu (14/1/2012).

Sebelum yang mendatangi kompleks PIRI yang menjadi sekretariat GAI Lahore itu, massa berkumpul di depan Masjid Diponegoro Kompleks Balaikota Yogyakarta, Massa dengan mengendarai sepeda motor dan satu mobil bak terbuka untuk panggung orasi langsung mendatangi lokasi berada di sebelah barat Stadion Mandalakrida.

Namun ketika sampai di depan UGM Residence atau Asrama Dharma Putra di Jl Andong atau sekitar 100 meter dari lokasi, sudah dihadang ratusan aparat Polresta Yogyakarta yang telah berjaga sejak pagi hari. Karena tidak bisa mendekat, mereka pun kemudian menggelar orasi di tempat tersebut.

Abu Haidar dari MMI menyatakan umat islam Yogyakarta keberatan diselenggarakannya pengajian tahunan yang digelar Ahmadiyah. Baik Ahmadiyah Qadian maupun Ahmadiyah Lahore, keduanya adalah sesat karena tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul penutup.

"Bagi kita Nabi Muhammad adalah khataman nabiyin. Ahmadiyah Qadian percaya Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi dan Ahamdiyah Lahore percaya Mirza adalah seorang mujadid atau pembaharu. Itu sesat," kata Haidar saat berorasi.

Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya Muspida Yogyakarta yakni Walikota Haryadi Suyuti bersama Kapolresta AKBP Mustaqim dan Dandim 0734 Letkol Ananta Wira menemui panitia yang menggelar acara di dalam kompleks PIRI.

Setelah dilakukan pertemuan tertutup selama lebih kurang satu jam, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dihadapan massa menyatakan situasi dan kondisi masyarakat Yogyakarta kurang kondusif bila warga Ahmadiyah meneruskan pengajian tahunan. Mereka akhirnya bisa memahami tuntutan massa dan berjanji untuk menyelesaikan acara hingga sore ini.

"Kami meminta untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib karena acara sudah selesai. Sudah selesai. Mari kita jaga Kota Yogya yang aman dan damai," pinta Haryadi.

Setelah itu massa kemudian membubarkan diri. Namun ada beberapa orang yang masih ngotot untuk mengawasi hingga mereka benar-benar bubar. Selama aksi berlangsung sedikitnya 500-an aparat Polresta Yogyakarta dan Brimob Polda DIY berjaga-jaga di sekitar Baciro.

Dua buah mobil Baracuda juga ditempat di sekitar lokasi. Satu regu unit K-9 dengan anjing pelacak juga berjaga-jaga di sekitar lokasi. Empat buah truk pasukan di parkir di Mess Wisma PSIM serta beberapa ruas jalan sekitar Baciro di tutup oleh aparat.

Tidak ada komentar: