Rabu, 11 Januari 2012

Tim Semar UGM Siap Bantu Esemka

Yogyakarta - Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) sanggup memberikan pendampingan dan asitensi terhadap mobil Esemka mulai dari proses desain sampai standarisasi. Asistensi yang akan diberikan mulai dari desain, analisa kekuatan hingga pengujian komponen utama seperti chassis demi perkembangan dunia otomotif nasional.

"Kami siap mendampingi mulai dari proses desain hingga standarisasi," kata Dr Jayan Sentanu Hady kepada wartawan di kantor jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, di Yogyakarta, Rabu (11/1/2012).

Menurut Jayan, semua komponen harus distandarisasi. Untuk melakukan pengujian tersebut juga membutuhkan dana yang besar hingga miliaran rupiah.

Oleh karena itu perlu adanya peran dari pemerintah dan universitas untuk melakukan asistensi mulai dari proses desain, analisa kekuatan dan struktur, produksi, pengujian sesuai standar.

"Itu semua harus dilakukan pemerintah. Dan dengan membeli produk esemka, maka esemka akan memiliki cukup uang untuk mengembangkan komponen buatan sendiri," kata doktor lulusan Universitas Saitama Jepang itu.

Menurut dia, yang dilakukan oleh Esemka saat ini lebih ke industri karoseri bodi yang kemudian menggabungkan beberapa komponen dari berbagai merek menjadi satu wujud kendaraan. Cara seperti itu adalah cara reverse engineering yang umum digunakan untuk industri yang sedang berkembang.

"Sebab sangat tidak mungkin industri yang baru lahir harus mendesain atau membuat ribuan komponen," kata Jayan yang tengah mengembangan mobil dengan konverter gas itu.

Yang jelas lanjut dia, tidak ada industri otomotif manapun yang tahap awalnya tidak dibantu oleh pemerintah. Bantuan maupun asistensi itu tidak hanya proses engineering saja. Namun juga masalah pemasaran juga harus dibantu termasuk pemerintah juga harus melakukan proteksi pasar.

Universitas dapat membantu melakukan desain-desain komponen yang sifatnya tinggat tinggi dari sisi desain, material dan produksi supaya tidak melanggar hak cipta perusahaan atau orang lain.

"Kalau kendaraan bapak-bapak camat menggunakan mobil Esemka, maka Esemka akan lebih cepat untuk berkembang dari sisi kualitas, karena dengan penjualan yang baik akan punya lebih banyak uang untuk meningkatkan kualitas," katanya.

Jayan menegaskan tidak ada produk yang langsung bagus 100 persen. Pabrikan-pabrikan besar saja masih sering menarik produknya karena kegagalan desain atau produksi. Dengan adanya dana untuk riset dan dengan bertambah berpengalamannya esemka, di masa depan dari sisi kualitas akan lebih baik.

"Untuk meningkatkan kualitas itu selalu membutuhkan biaya yang besar. Dengan kita semua membeli mobil esemka, dengan sendirinya kualitas mobilnya ke depan akan lebih baik," pungkas Jayan.

Tidak ada komentar: