Rabu, 11 Januari 2012

UGM Kembangkan Konverter Mobil Gas

Yogyakarta - Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan konverter gas untuk mobil. Konverter tersebut merupakan alat tambahan untuk merubah mesin berbahan bakar bensiun menjadi bahan gas.

Kendaraan bermotor berbahan bakar gas akan lebih murah dibandingkan menggunakan bensiun. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai bulan April 2012.

"Konverter ini merupakan alat tambahan yang mampu mengubah mobil berbahan bakar premium/bensin menjadi bahan bakar gas," ungkap Dr Jayan Sentanuhady di kantor Jurusan Teknik Mesin dan Industri, FT UGM, Kamis (11/1/2012).

Menurut dia, prototipe konverter ini telah dipasang dan dikembangkan pada mobil gas penelitian UGM sejak tahun 2009. Untuk cara kerjanya, di jok bagian belakang terpasangn tabung gas bertekanan 200 bar.

Gas tersebut kemudian disalurkan ke bagian mesin yang ada di depan. Alat konverter berfungsi juga untuk menurunkan tekanan menjadi 2-3 bar sebelum akhirnya masuk ke bagian injeksi gas dan manipol.

"Tenaga gas ini bisa diubah dengan bensin ketika mobil berjalan maupun dengan kecepatan tinggi," kata Jayan.

Menurut dia untuk ketersediaan tabung gas saat ini masih terbatas sehingga baru bisa didapatkan di beberapa kota saja seperti di Jakarta, Palembang, dan Surabaya.

Dari sisi lain lanjut dia, konverter gas ini membuat mesin kendaraan lebih ramah lingkungan. Sebab emisi gas buangnya jauh lebih bersih daripada bensin. Dari sisi harga gas lebih murah sampai 40-55 persen daripada bensin.

"Harga 1 liter gas setara 1 liter premium dengan harga Rp 3.100. Sedang premium saat ini Rp 4.500/liter," katanya.

Jayan menambahkan prototipe konverter gas ini telah melalui tahap standarisasi konverter kit, perawatan dan uji ketahanan mesin. Oleh karena masih prototipe, harga konverter per unitnya masih mahal.

"Kami berharap kalangan industri bisa mengembangkan dan menindaklanjuti sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Selain prototipe untuk gas, kami juga mengembangkan konverter untuk hidrogen, mesin diesel dan sepeda motor," pungkas doktor lulusan Universitas Saitama Jepang itu.

Tidak ada komentar: