Senin, 06 Februari 2012

Adnan Buyung : Jadi Tersangka, Angie Harus Ditahan

Yogyakarta - Pakar hukum Dr Adnan Buyung Nasution menegaskan orang-orang yang sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi seperti Angelina Sondakh dan yang lain seharusnya langsung ditahan saja. Hal itu dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan termasuk mengkonfrontir dengan tersangka lainnya.

"Kalau semua sudah jadi tersangka harus ditahan saja, karena ini menyangkut perkara besar mulai dari Nazarudin dan kemudian Angie. Ini menyangkut rasa keadilan masyaraka" ungkap Adnan Buyung menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri pengukuhan guru besar hukum, Prof Denny Indrayana, SH, LLM, PhD di Balai Senat, Universitas Gadjah Mada (UGM), di Bulaksumur Yogyakarta, Senin (6/2/2012).

Menurut dia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengejar tersangka lainnya. Jangan separuh-separuh. Semua yang terlibat harus dari diburu dan bisa dikonfrontir di dalam tahanan.

"Jangan sampai mereka keburu menghilangkan jejak. "Yang ditahan sekarang kan baru Nazarudin," katanya.

Buyung menegaskan dalam kasus Nazarudin dan Angie ada dua hal yakni ranah hukum dan politik. Namun sikap Partai Demokrat (PD) dalam dua kasus itu campur-aduk sehingga menjadi rancu.

"Kita harus membedakan mana ranah hukum dan mana politik. Kalau hukum itu akan lama. Sedang politik akan jadi beban sehingga Demokrat bisa jadi merosot," katanya.

Menurut Buyung tindakan politik yang harus dilakukan dengan memberhentikan sementara orang-orang yang tersangkut sampai pemeriksaan selesai. Namun kalau tidak tersangkut atau terlibat bisa direhabilitasi.

"Jangan dibiarkan seperti sekarang. Orang yang dimata masyarakat dan jadi opini publik sudah terlibat tetapi masih tetap bercokol. Ini tidak baik," katanya.

Buyung pun setuju kalau dalam kasus wisma atlet ini ada kesan KPK melakukan tebang pilih. "Ya apalagi," katanya.

Menurut dia, sekarang ini yang dipakai alasan adalah masih dalam proses hukum dan belum selesai. Oleh karena itu tidak bisa ditahan. "Ini bukan masalah hukum saja, tapi masalah politik juga harus diputuskan," katanya.

Dia mengatakan dalam kasus itu akan menjadi beban politik pemerintah dan beban politik bagi Partai Demokrat. Karena yang terlibat harus menyingkir dulu, harus lengser dulu untuk sementara. Dengan cara ini akan jelas, Demokrat menunjukkan kepada masyarakat konsisten dan konsekuen memberantas korupsi.

"Buat apa, buat iklan berkali-kali, tidak ada korupsi tapi pengurusnya diduga korupsi atau jadi koruptor itu gimana," sentil Buyung.

Buyung menegaskan dalam kasus tersebut tidak usah menunggu tersangka atau menunggu untuk ditahan. Sebab antara ranah politik dan hukum itu tidak dicampur-baurkan.

"Kalau masuk ranah hukum, maka menunggu keputusan pengadilan tetap, berapa lama, itu bisa lima tahun," katanya.

Menurut dia, dalam keterangan dari Nazarudin dan Yulianis sudah jelas semuanya. Kalau perlu truk yang membawa uang ke kongres PD ke Bandung itu bisa disita. "Sebab uang itu dibawa dengan dua truk. Itu dicari siapa sopirnya yang bawa," katanya.

Dia meminta KPK harus kompak. Jangan sampai ada yang setengah hati. Kasus kemarin itu tidak baik. Samad mengumumkan sendirian, mana empat ketua yang lain.

"Harus ada tanggung jawab moril, ini putusan KPK, mereka harus kompak semua. Bahwa di dalam berbeda itu tidak apa-apa, tapi di luar harus kompak sehingga kesannya manis. Kemarin kan Samad sendirian," pungkas Buyung.

Tidak ada komentar: