Minggu, 26 Februari 2012

Puluhan Rumah Rusak Kena Angin Kencang di Sleman

Yogyakarta - Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sleman di lereng selatan Gunung Merapi. Akibatnya sekitar 60-an rumah warga rusak tertimpa pohon tumbang. Satu orang warga luka tertimpa

Dua kecamatan yang dilanda angin kencang itu di Kecamatan Pakem dan Cangkringan, Sleman. Dusun Pentingsari Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan merupakan dusun yang terparah terkena angin kencang yang terjadi pada Minggu (26/2/2012) sore itu.

"Kejadiannya cepat sekali, sekitar lima menit tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang. Saat itu kawasan Merapi sudah mendung tebal, sedang wilayah selatan masih tampak terang," ungkap Sekdes Umbulharjo, Endri.

Menurut dia total rumah yang mengalami kerusakan paling parah di Dusun Pentingsari akibat tertimpa pohon sebanyak 16 rumah, 6 rumah diantaranya rusak berat dengan total kerugian mencapai Rp 60 juta. Kerusakan sebagian besar adalah genting rumah dan tembok bagian atap.

"Jumlah kerugian di atas Rp 60 juta. Itu masih hitungan sementara di Dusun Pentingsari belum di dusun lainnya," katanya.

Menurut dia, akibat bencana tersebut beberapa aliran listrik menuju rumah warga ada yang putus. Sejumlah relawan saat ini masih melakukan kerja bakti memotong batang pohon yang roboh. Selain Dusun Pentingsari, Dusun Karanggeneng Desa Umbulharjo yang mengalami kerusakan sekitar 12 rumah.

Sedangkan desa tetangga yakni Desa Wukirsari berdasarkan data di Kecamatan Cangkringan yang mengalami kerusakan diantaranya Dusun Tegalsari 2 rumah, Cancangan 1 rumah.

Tempat hunian sementara (huntara) atau shelter Plosokerep yang merupakan tempat tinggal warga Merapi yang terkena erupsi juga mengalami rusak sebanya 10 rumah. Shelter Dongkelsari Watuadeg 17 rumah. Sebagian besar atap seng rusak dan terlepas terkena angin kencang. Sedangkan di Sawungan Hargobinangun Kecamatan Pakem sebanyak tiga rumah rusak.

"Bupati Sleman Sri Purnomo bersama Pak Camat dan Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana BPBD Sleman sudah datang ke lokasi. Semua sudah didata dan akan diberikan bantuan," kata Endri.

Tidak ada komentar: