Senin, 27 Februari 2012

Yogya Masih Diguyue Hujan

Masyarakat di DIY diharapkan waspada terhadap kondisi cuaca ekstrim terutama yang didominasi oleh hujan lebat dan angin. Potensi puting beliung dimungkinkan terjadi dengan waktu yang tidak bisa diprediksi.

"Masyarakat diharapkan waspada karena ancaman puting beliung tetap ada dan tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Meski demikian, gejala awal angin puting beliung dapat dirasakan," ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, Drs M Riyadi MSi, Minggu (26/2).

Disebutkan, gejala awal yang dapat dirasakan sebelum terjadinya puting beliung diantaranya adalah udara panas yang terasa pada malam sampai pagi hari, langit cerah tiba-tiba berubah menjadi mendung tebal, bentuk awan mendung menjadi seperti bunga kol, warna awan yang berubah menjadi gelap dengan cepat disusul datangnya angin disertai hujan besar seketika.

"Gejala ini yang umum terjadi sebelum angin puting beliung datang. Namun sifat angin puting beliung adalah lokal pada radius sekitar satu sampai dua kilometer dan tidak terpola," jelasnya.

Selain mewaspadai ancaman puting beliung, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat bersiap dengan hujan yang intensitasnya cukup tinggi. Hujan deras selama beberapa waktu berpotensi menimbulkan longsor pada tanah yang tidak stabil, serta banjir pada daerah dangkal.

Disebutkan, pada Februari ini, curah hujan di DIY merupakan yang tertinggi. Rata-rata hujan yang terjadi mencapai di atas 350 milimeter (mm) per bulan dan di Kulon Progo Utara mencapai 392 mm pada bulan ini.

Kategori curah hujan tinggi tersebut, lanjutnya, adalah berdasarkan tingkat curah hujan yang dibagi dalam empat kategori. Yakni 0-100 mm per bulan masuk dalam kategori rendah, 101-300 mm per bulan dalam kategori sedang, 301-400 mm per bulan dalam kategori tinggi dan 401 mm ke atas per bulan masuk dalam kategori sangat tinggi.

"Puncak musim hujan sendiri diprediksi akan terjadi sampai bulan Maret dan berakhir di awal bulan Mei. Kemudian akan memasuki musim kemarau sekitar minggu kedua bulan Mei," imbuhnya.

Tidak ada komentar: